Anda di halaman 1dari 10

Area Proses

Tahapan Proses

Potensi Bahaya : Biologi (B), Kimia (K), Fisik (F), Allergen (A) B : Jamur F : Kotoran (bd asing) K: Logam berat A:

Sumber Bahaya

Peluang

Analisa Resiko Tingkat Significant Bahaya Bahaya

Upaya Pengendalian

L: Low M: Medium H: High Gudang Logistik 1. Penerimaan Gula Pasir Distribusi dengan kondisi lembab/karung bocor sehingga karung menjadi basah Proses Pengolahan gula Proses Pengolahan gula Distribusi dengan kondisi lembab/karung bocor sehingga karung menjadi basah Proses pengolahan teh kering Proses pengolahan teh kering Tercemar dari lingkungan/ air sumur sendiri yang buruk Kondisi kimiawi air buruk Kondisi air sumur yang masuk ke reservoir buruk L L L L L L L L L M M M M M M M M M M M M M M M M M M Menerapkan SOP Inc Mat Menerapkan SOP Inc Mat Sertifikat dari supplier Menerapkan SOP Inc Mat Menerapkan SOP Inc Mat Hasil analisa pestisida dari supplier Dossing kaporit di reservoir secara kontinyu Pengujian berkalainternal setiap shift dan eksternal setiap 3 bulan Penyaringan air sebelum dipakai Pengujianberkala internal tiap 1satu shift Menerapkan SOP logistik

2. Penerimaan Teh kering

B : Jamur F : Kotoran (bd asing) K: Residu pestisida A: B: kontaminasi mikroba K: Kandungan kimia air / logam berat F: Lumpur A:

3. Air sumur

4. Penerimaan Crown cap (tutup botol) 5. Penerimaan botol baru

B: K: F : Plastik, acrylic A: B: K: F : Botol blooming A: B: K: Bahan filter aids F : Kotoran (bd asing) A: B: K: F : Kotoran (benda asing) A:

Tercampur dari pecahan acrylic dari kemasan yang rusak

Kondisi penyimpanan botol yang lama di gudang supplier Pada proses produksinya Pada proses produksinya

Pencucian khusus untuk botol blooming Jaminan dan MSDS dari supplier

6. Penerimaan Filter Aids 7. Penerimaan oli dan grease food grade

L L

M M

M M

Pada proses produksinya

Jaminan Material Safety Data Sheet dari supplier

Analisa Resiko Area Proses Lanjutan.. Gudang Logistik Tahapan Proses 8. Penerimaan Konsentrat Buah 9. Penerimaan - Flavour Potensi Bahaya : Biologi (B), Kimia (K), Fisik (F), Allergen (A) B : Kontaminasi mikroba F : Kotoran (benda asing) K: Logam berat A: B: F : Kotoran (benda asing) K: Logam berat A: B: F : Kotoran (benda asing) K: Logam berat A: B: F : Kotoran (benda asing) K: Logam berat A: Sumber Bahaya Peluang Tingkat Bahaya Significant Bahaya Upaya Pengendalian

Kondisi container yang memungkinkan rekontaminasi selama perjalanan Tercampur dengan material lain Proses produksi konsentrat

L: Low M: Medium H: High L M M L L M M M M

Menerapkan SOP Inc Mat dan SOP Logistik Menerapkan SOP Logistik Jaminan dari supplier

Pada proses produksinya Proses produksi flavour

L L

M M

M M

Menerapkan SOP Inc Mat Jaminan dari supplier

- Asam Sitrat

Pada proses produksinya Proses produksi asam sitrat

L L

M M

M M

Menerapkan SOP Inc Mat Jaminan dari supplier

- Sodium sitrat 10. Penerimaan bahan kemasan - Paper TBK

Pada proses produksinya Proses produksi Sodium sitrat

L L

M M

M M

Menerapkan SOP Inc Mat Jaminan dari supplier

B: K: Kandungan bahan kimia kemasan F : Debu dan kayu A:

Jenis material yang digunakan tercemar saat proses produksinya Proses produksi dan pengiriman paper

L L

M M

M M

Jaminan dari supplier Menerapkan SOP Inc Mat dan SOP Penerimaan Barang

Pouch

B: K: Kandungan bahan kimia kemasan F : Debu dan kayu A:

Jenis material yang digunakan tercemar saat proses produksinya Proses produksi dan pengiriman paper

L L

M M

M M

Jaminan dari supplier Menerapkan SOP Inc Mat dan SOP Penerimaan Barang

Analisa Resiko Area Proses Lanjutan.. Gudang Logistik Tahapan Proses 11. Penyimpanan di Gudang Gula 12. Penyimpanan di Gudang Teh Potensi Bahaya : Biologi (B), Kimia (K), Fisik (F), Allergen (A) B: Jamur K: F : Debu, serangan serangga dan tikus A: B: Jamur K: F : Debu A: B: K: F : Debu A: B: K: F : Debu dan benda asing A: 15. Penyimpanan di Gudang Bahan Pembantu - Crown cap Sumber Bahaya Peluang Tingkat Bahaya Significant Bahaya Upaya Pengendalian

L: Low M: Medium H: High Kemasan yang rusak pada saat penyimpanan Kondisi gudang yang memungkinkan serangga dan tikus masuk Kondisi gudang yang lembab Kondisi gudang yang berpotensi debu masuk L L L L M M M L M M M L Menerapkan SOP Logistik Menerapkan GMP dan pest control Pengendalian kelembapan dan temperatur ruangan Menerapkan GMP dan SOP Logistik

13. Penyimpanan di Gudang BTP 14. Penyimpanan di Gudang Bahan Kimia

Kondisi gudang yang berpotensi debu masuk

Menerapkan GMP dan SOP Logistik

Kondisi gudang yang berpotensi debu masuk

Menerapkan GMP dan SOP Logistik

B: K: F : Debu, serangan serangga dan tikus A:

Kondisi gudang yang berpotensi debu masuk

Menerapkan GMP dan pest control

- Hot melt B: K: F : Debu A: Kondisi gudang yang berpotensi debu masuk L M M Menerapkan GMP dan SOP Logistik

Analisa Resiko Area Proses Gudang Logistik Tahapan Proses - Filter aid Potensi Bahaya : Biologi (B), Kimia (K), Fisik (F), Allergen (A) B: K: F : Debu A: B: K: F : Debu A: B: K: F : Debu A: B: K: F : Debu A: 15. Penyimpanan di Gudang Kemasan - Paper TBK Sumber Bahaya Peluang Tingkat Bahaya Significant Bahaya Upaya Pengendalian

L: Low M: Medium H: High

Kondisi gudang yang berpotensi debu masuk

Menerapkan GMP dan SOP Logistik

- Straw

Kondisi gudang yang berpotensi debu masuk

Menerapkan GMP dan SOP Logistik

- OPP

Kondisi gudang yang berpotensi debu masuk

Menerapkan GMP dan SOP Logistik

- Plastik shrink

Kondisi gudang yang berpotensi debu masuk

Menerapkan GMP dan SOP Logistik

B: K: F : Debu, serangan tikus A: B: K: F : Debu, serangan tikus A: B: K: F : Debu, air dan serangan tikus A:

Kondisi gudang yang berpotensi debu masuk

Menerapkan GMP, SOP Logistik dan pest control Menerapkan GMP, SOP Logistik dan pest control

- Pouch

Kondisi gudang yang berpotensi debu masuk

- Karton

Kondisi gudang yang berpotensi debu masuk dan atap yang bocor

Menerapkan GMP, SOP Logistik dan pest control

Analisa Resiko Area Proses Water Treatment Tahapan Proses 1. Water Treatment Potensi Bahaya : Biologi (B), Kimia (K), Fisik (F), Allergen (A) B : Kontaminasi mikroba K: Kandungan residu Chlorine, logam berat F : Lumpur A: B : Kontaminasi mikroba K: F : Serat karung 2. Pembuatan Ekstrak Teh (TCP) A: B : Kontaminasi mikroba K: F : Benda asing A: B: K: F : Benda asing A: 4. Penyaringan - Syrup gula B: K: F : Serat dan benang karung, plastic gula A: B: K: F : Remah remah teh A: B : Kontaminasi mikroba K: F : Benda asing A: Sumber Bahaya Peluang Tingkat Bahaya Significant Bahaya Upaya Pengendalian

L: Low M: Medium H: High Sumber air (sumur) Tangki carbon filter jenuh (tidak aktif) M M H H M H Dossing chlorine di reservoir Pemeriksaan internal kandungan kimia setiap shift dan eksternal setiap bulan agar bisa ditindaklanjuti dg steaming Blow down dan pengurasan reservoir CIP dan Sanitasi saat awal dan akhir produksi Pemasangan penyaring di hopper tangki pelarutan gula Proses penyeduhan dengan suhu tinggi Pemasangan wire mess di dalam tanggki ekstrak

Reservoir sebagai penampungan awal Tangki pelarutan gula steril Hopper tangki pelarutan gula Tangki ekstrak teh Pemasukan the kering ke dalam tangki ekstrak

M L L L M

M H L M L

L M L M L

Kitchen TBS, TBK, dan FTO

1. Pembuatan Larutan Gula

3. Pembuatan Teh Cair Asam (TCA)

Kotoran asam sitrat

Penerapan SOP Produksi, Field Inspector dan GMP

Karung gula dan plastik pembungkus

Penerapan SOP Produksi, Field Inspector dan GMP

- TCP

Ampas teh dari tangki ekstraksi Suhu pencampuran Proses filtering tidak sempurna

L L L

L M L

L M L

Penerapan SOP Produksi, Field Inspector dan GMP Penerapan SOP Produksi, Field Inspector dan GMP Penerapan SOP Produksi, Field Inspector dan GMP

Kitchen TBS, TBK, dan FTO

5. Pencampuran Teh Cair Manis (TCM)

Analisa Resiko Area Proses Kitchen TBS, TBK, dan FTO Bottling Line Tahapan Proses 6. Penyaringan TCM Potensi Bahaya : Biologi (B), Kimia (K), Fisik (F), Allergen (A) B: K: F : Benda asing A: B : Kontaminasi mikroba K: F: A: B: K: F: A: B: K: F: A: B : Kontaminasi mikroba K: Botol kotor, gumpil, karat dan benda asing F: A: B : Kontaminasi mikroba K: Residu kaustik F: A: B : TPC, Mold,Yeast K: F : Botol sompal, botol kotor,botol isi benda asing,karat. A: B : Coliform, E.coli, salmonella sp, C. perfringens K: F: A: Sumber Bahaya Peluang Tingkat Bahaya Significant Bahaya Upaya Pengendalian

L: Low M: Medium H: High

Kerak dari tangki pencampuran Temperatur proses

L L

L H

L M

Penerapan SOP Produksi, Field Inspector dan GMP Penerapan SOP Produksi, Field Inspector, GMP dan SNI Mikrobiologi

Pasteurisasi

2. Paletizer dan depaletizer 3. Crater dan decrater 4. Selektor Botol Kotor (Pos 1 dan 2) 5. Pencucian botol 6. Seleksi botol kosong ( bersih )

Pekerja dan Lingkungan Pekerja dan Lingkungan

L L

L L

L L

Penerapan GMP dan SOP Penerapan GMP dan SOP

Temperatur Bottle washer Pembilasan di Bottle washer Pekerja dan Lingkungan

L L L L

H H M M

M M M M

Penerapan GMP dan SOP Penerapan GMP dan SOP Penerapan GMP dan SOP Penerapan GMP dan SOP

7. Pengisian

Temperatur botol dan pasteurisasi

Penerapan GMP dan SOP

Analisa Resiko Area Proses Lanjutan.. Bottling line Tahapan Proses 8. Penutupan (Crowner) Potensi Bahaya : Biologi (B), Kimia (K), Fisik (F), Allergen (A) B : Coliform, E.coli, salmonella sp, C. perfringens K: F: A: B : Produk isi benda asing K: F: A: B: K: F: A: B: K: F: A: B: K: F: A: B : Kontaminasi Mikroba K: F: A: B: K: F: A: B: K: F: A: Sumber Bahaya Peluang Tingkat Bahaya Significant Bahaya Upaya Pengendalian

L: Low M: Medium H: High Crown Cork dan Lingkungan L M M Penerapan GMP dan SOP

9. Seleksi botol isi (Pos 4 dan 5) Gudang peti isi Sterilisasi (TTAD) 1.Penyimpanan PI Balance Tank

Benda asing

Penerapan GMP dan SOP

Preheating

3. Sterilisasi di main heater Regeneratif

Suhu sterillizer

Penerapan GMP dan SOP

Pendinginan

Analisa Resiko Area Proses Pengisisan TBA Tahapan Proses Potensi Bahaya : Biologi (B), Kimia (K), Fisik (F), Allergen (A) B: K: F: A: B : Kontaminasi Mikroba K: F: A: B : Kontaminasi Mikroba K: Residu peroksida F: A: B: K: F: A: B : Kontaminasi Mikroba K: F: A: B : Kontaminasi Mikroba K: F: A: B : Kontaminasi Mikroba K: F: A: B : Kontaminasi Mikroba K: F: A: B: K: F: A: B: K: F: A: Sumber Bahaya Peluang Tingkat Bahaya Significant Bahaya Upaya Pengendalian

L: Low M: Medium H: High

1. Code Printing

2. Strip Aplicator 3. Sterililsasi paper 4. Tube forming

Pekerja dan Lingkungan

Penerapan GMP dan SOP Terdapat proses sterilisasi pada tahap berikutnya Penerapan SOP Penerapan SOP

Konsentrasi dan suhu peroxida Proses penghilangan peroksida

L L

M H

M H

5. LS sealing

Proses tube sealing paper

Penerapan SOP

66. AP valve

Supply steam ke AP valve

Penerapan SOP

77. Pengisian

Aseptic chamber

Penerapan SOP

88. TS sealing

Proses Sealing

Penerapan SOP

89. Cutting

10.Final folder

Analisa Resiko Area Proses Lanjutan .. Pengisisan TBA Tahapan Proses Potensi Bahaya : Biologi (B), Kimia (K), Fisik (F), Allergen (A) B: K: F: A: B: K: F: A: B: K: F: A: B : Kontaminasi Mikroba K: F: A: B : Kontaminasi Mikroba K: F: A: B : Kontaminasi Mikroba K: F : Debu A: B : Kontaminasi Mikroba K: Oli kompresor F: A: B : Kontaminasi Mikroba K: F: A: B : Kontaminasi Mikroba K: F: A: Sumber Bahaya Peluang Tingkat Bahaya Significant Bahaya Upaya Pengendalian

L: Low M: Medium H: High 11.Pemasangan straw produk kemasan TBA (Straw Aplicator ) 12. Pengemasan kedalam karton (cardboard packer ) Pasteurisasi 1. Bal SUP ance tank 2. Pasteurisasi di main heating 3. ling Pengisian SUP 1. Pouch magazine 2. wing 3. all tank 4. gisian Blo Coo

Temperatur pasteurisasi

Penerapan SOP

Temperatur Cooling

Penerapan SOP

Pekerja dan Lingkungan Lingkungan Oil Filter Oil Filter Temperatur proses

L M L L L

M L M M M

M L M M M

Penerapan GMP dan SOP Penerapan GMP dan SOP Penerapan GMP dan SOP Penerapan GMP dan SOP Penerapan GMP dan SOP

Sm

Pen

Temperatur proses

Penerapan GMP dan SOP

Analisa Resiko Area Proses Lanjutan .. Pengisian SUP Cooling SUP Penggudan gan Tahapan Proses 5. Sealing 1 dan 2 1. Proses Cooling di cooling tunnel 1. Penyerahan produk ke gudang 2. Penggudanga n di gudang karantina/BS 3. Pemusnahan produk di gudang karantina /BS 4. Repacking produk karantina 5. Penggudanga n di gudang barang jadi Potensi Bahaya : Biologi (B), Kimia (K), Fisik (F), Allergen (A) B : Kontaminasi Mikroba K: F: A: B: K: F: A: B: K: F: A: B : Serangga, tikus K: F: A: B: K: F: A: B: K: F: A: B : Serangga, tikus K: F: A: Sumber Bahaya Peluang Tingkat Bahaya Significant Bahaya Upaya Pengendalian

L: Low M: Medium H: High Pada saat proses sealing L M M Penerapan GMP dan SOP

Kondisi Gudang yang memungkinkan serangga dan tikus masuk

Menerapkan GMP dan pest control

Kondisi Gudang yang memungkinkan serangga dan tikus masuk

Menerapkan GMP dan pest control