Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL KERJA LAPANGAN

KEGIATAN PENGELOLAAN AGROWISATA DI PABRIK GULA MADUKISMO, BANTUL, YOGYAKARTA

OLEH APRILIA FITRIANA 09/281219/PN/11566

AGRIBISNIS SOSIAL EKONOMI PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA 2011

LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL KERJA LAPANGAN TAHUN AKADEMIK 2010/2011

KEGIATAN PENGELOLAAN AGROWISATA DI PABRIK GULA MADUKISMO, BANTUL, YOGYAKARTA

DISUSUN OLEH: APRILIA FITRIANA 09/281219/PN/11566

SOSIAL EKONOMI PERTANIAN AGRIBISNIS

Usulan ini telah disetujui dan disahkan untuk dilaksanakan sebagai kelengkapan mata kuliah Kerja Lapangan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Menyetujui, Dosen Pembimbing Yogyakarta, November 2011

Pelaksana Kerja Lapangan

Prof. Dr. Ir. Irham, MSc.

Aprilia Fitriana

Mengetahui, Ketua Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Komisi Sarjana Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian

Dr.Ir.Lestari Rahayu Waluyati, M.P.

Dr.Ir.Any Suryantini, MM.

PROPOSAL KERJA LAPANGAN Tahun Akademik 2011/2012

I. NAMA KEGIATAN Kerja Lapangan semester I Tahun Akademik 2011/2012

II. JUDUL Kegiatan Pengelolaan Agrowisata di Pabrik Gula Madukismo, Bantul, Yogyakarta

III. LATAR BELAKANG Di Indonesia, Agrowisata atau agroturisme didefinisikan sebagai sebuah bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha agro (agribisnis) sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Agrowisata merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata. Tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi, dan hubungan usaha dibidang pertanian. Melalui pengembangan agrowisata yang menonjolkan budaya lokal dalam memanfaatkan lahan, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani sambil melestarikan sumber daya lahan, serta memelihara budaya maupun teknologi lokal (indigenous knowledge) yang umumnya telah sesuai dengan kondisi lingkungan alaminya (Deptan, 2005). Menurut Spillane (1994), pembangunan dan pengembangan agrowisata bagi dunia usaha dapat dilakukan oleh ketiga pelaku ekonomi yaitu Badan Usaha Milik Negara/Daerah, Perusahaan Nasional, Koperasi, dan Usaha Perorangan. Ketiga Pelaku ekonomi tersebut harus berdasarkan pola manajemen perusahaan penuh dengan modal yang rasional, sehingga ratio cost benefit dan return on invenstment dapat diukur setiap tahun, sedangkan cara atau sistem pengelolaannya dapat

dilakukan secara mandiri atau kerjasama (join venture), bagi hasil (sharing), dan lainlain dengan prinsip saling menguntungkan. Obyek agrowisata harus mencerminkan pola pertanian Indonesia, baik tradisional ataupun modern guna memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung. wisatawan. Di lokasi atau di sekitar lokasi dapat diadakan berbagai jenis atraksi/ kegiatan pariwisata sesuai dengan potensi sumber daya pertanian dan kebudayaan setempat. Sampai saat ini, berbagai obyek agrowisata yang potensial relatif belum banyak menarik pengunjung, antara lain karena terbatasnya sarana dan prasarana yang tersedia serta kurangnya promosi dan pemasaran kepada masyarakat luas baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu perlu ditempuh suatu koordinasi promosi antara pengelola dengan berbagai pihak yang berkecimpung dalam bidang promosi dan pemasaran obyek-obyek agrowisata, baik instansi pemerintah maupun biro-biro perjalanan wisata. Hal ini mengingat agrowisata merupakan kegiatan yang tidak berdiri sendiri karena mempunyai lingkup yang luas dan keterkaitan dengan tugas serta wewenang berbagai instansi terkait seperti Departemen Pertanian,

Departemen/Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dan instansi terkait lainnya, kalangan usaha serta masyarakat pada umumnya (Sutjipta, 2001). Objek agrowisata yang telah berkembang dan tercatat dalam basis data Direktorat Jenderal Pariwisata 1994/1995 terdapat delapan propinsi yaitu Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Objek agrowisata umumnya masih berupa hamparan suatu areal usaha pertanian dari perusahaan-perusahaan besar yang dikelola secara modern atau ala Barat dengan orientasi objek keindahan alam dan belum menonjolkan atraksi keunikan atau spesifikasi dari aktivitas lokal masyarakat (Anonim, 2002). Pabrik Gula Madukismo merupakan salah satu perusahaan agroindustri berbasis tebu yang telah berdiri sejak tahun 1955 dan masih tetap eksis keberadaannya hingga saat ini. Selain menjalankan bisnis inti seperti Pabrik Gula dan Pabrik Alkohol, PT. Madubaru sebagai pengelola Pabrik Gula Madukismo yang

berlokasi di Bantul, Yogyakarta juga telah mengembangkan program diversifikasi usaha. Salah satu diversifikasi usaha tersebut berupa agrowisata yang telah dikenalkan kepada masyarakat sejak 17 April 1993 oleh Sri Sultan

Hamengkubuwono X. Dalam pelaksanaannya PT. Madubaru menjalankan setrategi bisnis Overal Cost Leadership pada usaha pokok dan strategi bisnis differensiasi serta diversifikasi usaha. Tidak dapat dipungkiri kegiatan agrowisata telah banyak mendatangkan keuntungan untuk berbagai pihak baik masyarakat umum, pemerintah, ataupun perusahaan pengelola itu sendiri. Berdasarkan kondisi tersebut Pabrik Gula Madukismo sebagai salah satu prasarana studi kasus disini perlu dilakukan peninjauan terhadap kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui prospek

keberlanjutan usaha serta pengaruh yang ditimbulkan terhadap berbagai kalangan.

IV. TUJUAN Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Kerja Lapangan ini adalah sebagai berikut : A. Secara Umum 1. Memberikan gambaran nyata tentang penerapan/implementasi dari ilmu atau teori yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan dan membandingkannya dengan kondisi nyata yang ada di lapangan; 2. Memberikan pengetahuan dan pengalaman yang akan membuka cakrawala berpikir yang lebih luas mengenai disiplin ilmu yang ditekuni selama ini; 3. Memberikan bekal dan pengenalan praktik kepada mahasiswa untuk dapat bekerja di lingkungan masyarakat. B. Secara Khusus 1. Mendapatkan pengalaman kerja dan terlibat langsung dalam kegiatan pengelolaan Agrowisata di Pabrik Gula Madukismo; 2. Mengetahui dan memperoleh pengetahuan praktis tentang kegiatan agrowisata di Pabrik Gula Madukismo, Yogyakarta;

3. Mengetahui prospek keberlanjutan kegiatan Agrowisata di Pabrik Gula Madukismo sebagai salah satu diversivikasi usaha disamping usaha inti yang telah ada khususnya ditinjau dari segi profit dan kualitas usaha.

V. KEGUNAAN 1. Memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan program sarjana strata 1 (S1) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. 2. Bagi mahasiswa dapat digunakan sebagai sarana latihan kerja di lapangan, pengembangan pengetahuan dan wawasan, serta menambah pengalaman. 3. Bagi instansi yang bersangkutan, nantinya laporan hasil Kerja Lapangan dapat dijadikan sebagai tambahan referensi mengenai pengelolaan agrowisata.

VI. METODE KERJA LAPANGAN 1. Metode Langsung atau Metode Partisipatif Metode ini dilakukan dengan cara terlibat langsung dalam kegiatan pengelolaan agrowisata di pabrik gula Madukismo, Bantul, Yogyakarta. 2. Metode Wawancara Metode ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara secara langsung dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan. 3. Studi Pustaka Metode ini dilakukan dengan membaca pustaka atau literatur yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan.

VII. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN 1. Lokasi Kegiatan kerja lapangan ini dilaksanakan di PT. Madubaru Pabrik Gula Madukismo, Bantul, Yogyakarta. 2. Waktu Kerja lapangan akan dilaksanakan pada tanggal 23 Januari - 23 Februari 2012.

VIII. RENCANA KEGIATAN Rencana kegiatan kerja lapangan mengenai kegiatan pengelolaan agrowisata di Pabrik Gula Madukismo, Bantul, Yogyakarta yang akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan adalah sebagai berikut : No. 1. Keterangan Pengenalan lapangan dan lingkungan kerja di Pabrik Gula Madukismo, Bantul, Yogyakarta. 2. Mengikuti, mengamati dan terlibat secara langsung dalam kegiatan di Pabrik Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV

pengelolaan

agrowisata

Gula Madukismo, Bantul, Yogyakarta. 3. Melengkapi berhubungan pengelolaan informasi dengan agrowisata yang kegiatan untuk

mempersiapkan pembuatan laporan sementara. 4. Melengkapi data-data dan informasi yang diperlukan dalam pembuatan laporan kerja lapangan. 5. Mengurus surat keterangan telah

melakukan kerja lapangan di Pabrik Gula Madukismo, Yogyakarta.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2002. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol.24 No.1. http://www.pustaka-deptan.go.id/publ/warta/w2419.htm. Diakes pada tanggal 23 Oktober 2011 pukul 19.34 WIB. Deptan. 2005. Agrowisata Meningkatkan Pendapatan Petani. http://database.deptan.go.id. Diakses pada tanggal 23 Oktober 2011 pukul 19.16 WIB. Spillane, James. 1994. Ekonomi Pariwisata, Sejarah dan Prospeknya. Kanisius. Yogyakarta. Sutjipta, I Nyoman. 2001. Agrowisata : Magister Manajemen Agribisnis. Universitas Udayana Press. Bali.