Anda di halaman 1dari 26

Author Title Cast

: Karina Vincent : My Love, My Kiss, My Heart : Ulzzang (Kim Shin Yeong) as Kwon Yun Bi Eunhyuk as Eunhyuk Ulzzang (Kim Jee In) as Hwang Hye Mi Lee Donghae as Donghae Park Ji Yeon as Cho Yoo Min Cho Kyuhyun as Kyuhyun

Genre

: Romance, Fantasy

Walaupun aku dilahirkan lagi beribu kali Aku tak bisa melakukan ini tanpamu Untuk sedetik, sehari atau setahun seperti ini Aku akan melindungi cinta ini Aku akan mencintai cinta ini Karena aku hanya bahagia bila bersama mu Jika dia bukan kamu Itu tidak akan jadi siapapun

~ Author Pov ~ Kau tau, dia adalah anak baru yang kuliah hanya karena ibu nya menang lotre kata seorang gadis kepada 3 orang temannya Iya benar, apakah dia tak malu? Kalau aku jadi dia, aku pasti akan sangat malu kata yang lainnya menanggapi Gadis itu menggenggam tas nya lebih erat untuk dapat menahan semua ejekan yang diterimanya dari tadi, sejak ia memasuki Ching Bon University. Ya bisa diketahui dengan hanya mendengar namanya. Ching berarti kebangsawanan dan Bon yang berarti terbaik. Dapat disimpulkan bahwa universitas ini hanya untuk anak orang kaya dan universitas dengan fasilitas terbaik. Merupakan suatu keberuntungan dapat memasuki univesitas ini. Ini adalah universitas yang sangat diagung-agungkan. Dimana jika engkau lulus, kau akan dipandang dua mata oleh semua orang. Gadis itu biasa sekali, dia memang tidak selevel dengan kita kata seorang gadis lain sembari memainkan rambut panjangnya, menghampiri gadis biasa tersebut, dan menghalanginya berjalan lebih maju lagi. Minggir kau! kata gadis itu marah Woah.. kau berani!! Bocah tengik dasar!! kata gadis berambut panjang itu emosi YA!! Berani nya kau Kwon Yun Bi pada Jung Jae Kyeong kami kata gadis berambut pendek yang sedari tadi berada disamping gadis yang bernama Jung Jae Kyeong tersebut MWOYA??!!! Haha, dasar orang terhormat, namanya saja sudah menunjukkan harta nya, cih jawab Yun Bi kasar sambil melewati Jae Kyeong dan menyenggol pundak nya

YA!! Yun Bi orang miskin, kurang ajar kau!! teriak Jae Kyeong sambil berlari lalu menjambak rambut Yun Bi Dan pertengkaran pun terjadi, semua orang yang berada di situ, tentu berada di pihak Jae Kyeong. Siapa yang tak tau Jae Kyeong? Gadis tercantik dan terkaya di universitas Ching Bon. Kakeknya pemilik saham terbesar kedua, 35%. Tentu tak ada yang mau bermain-main dengan nya, termasuk dosen di universitas ini. Hey, kalian hentikan!!! lerai seseorang berambut putih, mengenakan jas hitam, dasi berwarna coklat, yang wajahnya memiliki kemiripan dengan Jae Kyeong, tentu saja ia adalah kakek nya. Jung Jae Kyeong, hentikan!! Apa yang kau lakukan, hah? kata kakek itu dengan marah Oh, haharabeoji..ak...akudia yang mulai, aku jadi terbawa suasana elak Jae Kyeong sambil mendorong Yun Bi Sudah, sudah, ayo ikut kakek kata kakek sambil menarik tangan Jae Kyeong Awas kau, kita belum selesai ujar Jae Kyeong setengah berbisik Aku tak pernah takut jawab Yun Bi dengan lantang Semua orang yang tadinya mengerumuni pertengkaran itu, perlahan meninggalkan tempat kejadian. Yun Bi pun menuju ke toilet untuk merapikan rambutnya. Bruk Aw..sakit ya!! Kau tak punya mata ya? Tak bisa jalan?!! teriak Yun Bi sambil mencoba bangkit berdiri ~ Yun Bi Pov ~ Bruk Aw..sakit ya!! Kau tak punya mata ya? Tak bisa jalan?!! teriak ku sambil mencoba bangkit berdiri Ternyata yang ku tabrak adalah seorang pria. Manis? Tampan? Cute? Atau keren? Aku pun bingung, ia bisa masuk semua kategori itu. Ia pun berdiri dan mendekatkan wajahnya padaku. Aku pun dengan segera menjauhkan badan ku dari badan nya Kau yeoja gila ternyata katanya padaku, kemudian berlalu begitu saja. Aku hanya mematung mendengar ucapannya. Yeoja gila? Aku? Dia yang gila, lupakan wajahnya, aku tak suka sifatnya. Sudahlah, lupakan, aku hanya harus menjalani kuliah selama 2 bulan, lalu out, aku mana mungkin dapat beasiswa disini, aku kan bodoh. Eomma saja yang terlalu percaya diri menguliahkan ku di universitas neraka ini.Lebih baik, aku kembali bekerja satu hari penuh, huh.. Sekarang aku hanya bisa bekerja malam hari, ahmenyebalkan, aku benci belajar..

Tik tik tik Hujan pun turun perlahan tapi pasti, semakin lama semakin deras. Aku suka sekali hujan, kau tau kenapa? Nama ku mengandung arti hujan. Kwon Yun Bi. Kwon artinya kekuatan, Yun artinya Melodi dan Bi artinya hujan. Sepertinya eomma memang benar memilihkan nama untuk ku, sesuai dengan sifat ku. Aku pun segera masuk ke dalam kelas dan bersiap untuk mendengarkan ocehan dosen yang tidak ada manfaatnya sama sekali itu. Aku ingin cepat pulang. ## ~ Kyuhyun Pov ~ Berikan uang mu atau ku bunuh kau!! Cepat kakek tua!! kata ku pada seorang kakek renta sambil menodongkan pisau Babaik...baiklah ini anak muda ujar kakek itu ketakutan Tik..tiktik Hujan pun turun Aku pun mengambil uang yang diserahkan lalu secepat kilat pergi sebelum tertangkap, aku pun berhenti setelah berlari cukup jauh dari tempat itu dan telah menemukan tempat berteduh. Hujan.. Selalu mengingatkan ku pada seseorang, seseorang yang membuatku jadi seperti ini. Namja yang jahat, sangat jahat, bahkan bagi diriku sendiri. Ini sangat menjadi beban untuk hidupku. Aku seakan lebih baik mati dari pada menderita seperti ini, namun aku tak mau kehilangan ekspersi wajahnya yang selalu ingin ku lihat selama hidup ku. Ku putuskan menahan sakit nya batin ku, dibanding mati dan tidak melihatnya lagi. Aku gila? Aku bodoh bukan? Tapi ku yakin dia pasti lebih gila dibanding aku, dan tentu aku lebih pintar dari padanya Aku rindu untuk melihatnya, tapi setiap aku melihatnya, aku pasti harus menyakitinya. Semua itu aku lakukan agar dia membenci ku Ku ulangi sekali lagi, AGAR DIA MEMBENCI KU ~ Flash Back ~ YUN BI-AH!!! teriak seorang namja sambil berlari kembali ke belakang menuju seorang yeoja yang telah berlumuran darah, yeoja itu menjadi korban tabrak lari. Butiran-butiran krystal pun jatuh dari mata namja tersebut. O..op..oppa ujar yeoja itu terbata-bata

Yun Bi-ah eottokae? Ottokaji? tanya kakaknya sambil menggenggam erat tangan adiknya yang bernama Yun Bi itu O..oppa..a..aku..paspasti ak..akan sel..selaluber..sa..sama.mu wa..wala..pun yeoja itu pun menghentikan ucapannya dan hanya tertidur di pelukan sang kakak sambil tersenyum. YUN BI-AH!!! KWON YUN BI!!! teriak kakaknya terisak-isak ** Hyunie oppa, a..aku sudah sadar, apakah kau tak senang? tanya Yun Bi pada kakaknya yang tertunduk di bangku sebelah tempat tidur nya Aku biasa saja, akua..aku membenci mu Yun Bi-ah kata kakak Yun Bi yang bernama Kyuhyun itu dengan tegas. Kyuhyun pun berlari meninggalkan Yun Bi yang hanya diam terpaku mendengar perkataan kakaknya yang sangat ia sayangi itu.Kebencian yang tak kan mungkin bisa dilakukan kedua orang tersebut. ~ Flash Back End ~ Aku tersadar akan lamunanku, hari ini aku ingin melihatnya, berarti aku harus siap menyakitinya. Harus membeli soju lagi, tunggu sampai hujan ini berhenti, maka aku dengan cepat akan menemui mu. Yun Bi-ah, bogoshiposo, nomu bogosipo

~ Author Pov ~ Yun Bi hanya bisa mengumpat, dengan melihat wajahnya sekarang, dengan mudah tertebak bahwa ia sedang kesal dan juga marah. Kenapa harus aku yang membuat skripsi itu sendiri? Dasar Lee Donghae gila!! Kenapa aku bertemu lagi dengan nya?!! Hanya karena tadi dia sudah membantu ku menjawab pertanyaan dosen gila itu, dia seenaknya. Napeun neo sekelompok dengan nya adalah musibah. Untuk apa aku harus menurutinya? Aaaaa tapi aku tak mau membersihkan ruang kelas kami!!! SIAL!!! teriak Yun Bi yang membuat semua orang mengarahkan pandangan mereka pada Yun Bi. Yun Bi pun dengan cepat pergi keluar dari universitas yang tidak disenangi nya itu. Siang berganti malam, ini adalah saatnya Yun Bi untuk bekerja, bekerja untuk membantu ibunya, terlebih lagi kakaknya adalah musuh nya sekarang. Mengingat itu, Yun Bi hanya bisa tersenyum pilu. Ia pun menaiki bus dan berjalan kaki. Sambil menikmati indahnya malam, ia menghirup udara segar di tengah hiruk piruk kota Seoul. Cahaya lampu yang terang dan juga berwarna-warni menambah indah kesan malam itu. Ia pun berhenti pada sebuah restoran, membuka pintunya dan memasang wajah ramahnya utuk para tamu yang ada di restoran tersebut. Ya- Kwon Yun Bi, mengapa kau agak lama? tanya seorang gadis sambil menghampiri Yun Bi

Oh, kau Cho Yoo Min, mengagetkan ku saja kata Yun Bi terkejut namun langsung tersenyum Kau tak apa? Seperti baru menghadapi neraka saja, wajahmu menakutkan kata Yoo Min membuka pembicaraan Haha, pintar juga kau, biasanya kau sangat bodoh, aku benci masuk unversitas itu kata Yun Bi sambil berjalan untuk mengambil kertas, pensil dan beberapa menu Kurang ajar kau!! Aku memang pintar lah, enak saja. Wajahku memacarkannya bukan? selain pintar wajahku juga cantik kan? Haha, bersabarlah, kau pasti bisa ujar Yoo Min sambil tertawa Dasar narsis!! Terserah kau, aku menjamin aku tak kan pernah nyaman di disitu kata Yun Bi sambil menyenderkan tubuhnya ke dinding dapur dan menerawang Yun bi-ah panggil Yoo Min sambil melambai-lambaikan tangan nya di depan wajah Yun Bi Ya, Kwon Yun Bi!! panggil Yoo Min lagi lebih keras Ah, eh, mwo? Wae geurae? tanya Yun Bi yang baru sadar dari lamunannya Kau..jangan bilang kau merindukan oppa tersayang mu itu tebak Yoo Min penuh curiga Ah, annianniyo..aku merindukan oppa ku yang dulu, bukan yang sekarang Yoo Min-ah jawab Yun Bi lesu Sudahlah, jangan pikirkan namja brengsek itu, untuk apa kau pikirkan? tanya Yoo Min dengan hati-hati sekaligus penuh emosi Ya!! jangan pernah menyebutnya namja brengsek, atau kau tak kan pernah melihat dunia ini lagi! kata Yun Bi marah Araseo, araseo, mianhae, sudah ayo kerja, ada pelanggan baru ujar Yoo Min mengalihkan pembicaraan Ne, kaja ucap Yun Bi semangat

~ Author Pov ~ Jam telah menunjukkan pukul 23.00 Ditengah kelelapan semua orang, seorang gadis sedang bekerja keras untuk membuat tugas skripsi nya yang akan dikumpulkan besok. Ia terus membalik-balikan lembaran buku, di sampingnya terpampang tumpukan buku yang sangat tinggi. Ia sering kali menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan kembali memampang wajahnya di depan laptop Ah!!! Aku bingungpusing mau tidur teriak nya Yun Bi-ya, sikeuro!! teriak wanita paruh baya dari kamar tidur

Araseo eomma, mianhae sesal Yun Bi yang mengganggu tidur eomma nya itu Tiba-tiba terdengar suara derap kaki yang semakin mendekat, lalu terdengarlah suara ketukan pintu yang ditunjukkan untuk rumah Yun Bi. Yun Bi pun membuka pintu dan menemukan orang yang selama ini sangat disayangi dan dirindukannya Hyunie oppa sahut Yun Bi Ya!! Janganjangan pa..panggil na..ma itu a..tau ku bunuh kau!!! jawab Kyuhyun kasar Oppa, kau mabuk, ayo masuk dan beristirahatlah, jangan seperti ini ajak Yun Bi sambil menarik tangan Kyuhyun untuk masuk ke rumah mereka. Yun Bi, nuguya? Siapa ya.. perkataan ibunya terhenti ketika melihat sosok pria yang sangat dikenalnya terlihat olehnya Yun Bi-ya, lepaskan aku! LEPASKAN!! teriak Kyuhyun sambil mendorong Yun Bi, hingga Yun Bi terjatuh Yun Bi hanya bisa menangis melihat perlakuan oppa nya itu YA!!! BERIKAN AKU UANG, CEPAT!!! teriak Kyuhyun setengah sadar, ia pun dengan cepat mengambil pisau dari kantong celananya dan menodongkan pisau itu ke arah eomma nya MWO?! Dasar anak kurang ajar! Tidak tau diri, jatuhkan pisau mu itu!! teriak eomma nya tak kalah keras Merasa terhina, Kyuhyun pun membanting laptop yang ada di hadapan nya hingga tidak dapat di pakai lagi dan menarik Yun Bi yang sedari tadi masih tersungkur menangis. Yun Bi selalu merasa lemah dan rapuh pada situasi seperti ini. YA BERIKAN UANGMU ATAU KU BUNUH GADIS INI!!! ancam Kyuhyun sambil menaruh pisau tepat di leher Yun Bi. KYUHYUN-AH, MWOHAGO ISEUMNIKA??!! LEPASKAN ADIK MU teriak eomma nya masih tidak mau mengalah, tangisan nya pun pecah. Oppa, lepaskan aku, waeyo? Kenapa kau jadi seperti ini? kata Yun Bi terisak Aku bukan oppa mu, berhenti berkata seperti itu, cepat serahkan uang kalian!! jawab Kyuhyun sambil menggores sedikit leher Yun Bi, membuatnya merah dan mengeluarkan sedikit darah. Aaa sakit erang Yun Bi yang hanya bisa pasrah Araseo, iniini uangnya, cepat lepaskan dia!! kata eomma mengendalikan suasana sambil menyerahkan uang mereka.

Haha, ini ambil anak mu yang tak berguna!!! Gomawoseo, annyeong ujar Kyuhyun sambil tersenyum lalu meninggalkan rumah sambil berjalan terhuyung, meninggalkan kedua yeoja yang merupakan keluarganya itu, yang menangis sedih akan perlakuan Kyuhyun pada mereka. Nappeun neo ma!!! Nappeun neo!!! teriak eomma sambil terus memeluk Yun Bi Suasana malam yang memang sudah biasa terjadi, meninggalkan bekas luka yang semakin mendalam

~ Yun Bi Pov ~ Aduh eomma perih erang ku pada eomma yang tengah mengobati luka gores ku akibat perbuatan Kyuhyun oppa tadi Sudah selesai kata eomma sambil menaruh obat ke dalam sebuah kotak Eomma panggil ku sambil menatap dalam orang yang sudah membersarkan ku ini Kalau kau mau bertanya kenapa oppa mu bisa seperti itu, aku pun tak tahu Yun Bi-ya, sejak kejadian itu, dia memang berubah 180 derajat, kau tau persis ceritanya jelas eomma panjang lebar sambil menarik nafas dalam Sudahlah, tidur, kau kan ada kuliah besok ajak eomma Araseo, eomma duluan saja, jal ja kataku mengakhiri pembicaraan Ne, jal jayo sahut eomma lalu pergi Hyunie oppa, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa kau bisa seperti ini? Kau benar-benar ingin membunuhku, hah? Brengsek kau oppa Tapi kenapa aku tak pernah membenci mu? Aku bisa gila jika begini terus Oppa..oppaoppa Aku pun berusaha melelapkan pikirkan ku dan berusaha untuk tidur. Aku pun menyenggol sebuah benda padat yang tak kelihatan jelas Tunggu dulu, kuliah. Aku pun langsung memegang benda itu dan Aahhhh.! LAPTOPKU!! SKRIPSI KU!! MATILAH AKU!!!! teriak ku

~ Author Pov ~ Ya- bantu aku membersihkan ini!! teriak Yun Bi pada seorang namja yang terlihat sedang memakai headsetnya YA!! LEE DONGHAE!! Ppali dwaejuseyo!! teriak Yun Bi lagi berhenti dari pekerjaan bersihbersihnya dan mengampiri namja itu. Namja yang bernama Lee Donghae itu hanya diam duduk di tempatnya sambil mendengarkan lagu. Yun Bi pun menarik headset itu yang membuat tindak protes Donghae YA!! teriak Donghae sambil berusaha merebut headset nya lagi Bantu aku!!! kata Yun Bi kasar Shireo!!! Salah mu yang tak mengerjakan skripsi itu jawab Donghae sambil merebut headset nya, kali ini ia berhasil YA!! Aku sudah mengerjakan nya tap.. Aku tak peduli dengan urusan mu Kau ini!!! Donghae yang merasa terganggu pun pergi dari ruangan itu, meninggalkan Yun Bi yang sedang melancarkan umpatan-umpatan kasarnya. Sialan ujar Yun Bi sambil melanjutkan pekerjaan nya

~ Author Pov ~ Yun Bi keluar dari ruang kelas nya dengan lusuh, lelah dan kesal itulah yang dirasakannya sekarang. Ya, kau gagal, kau tak bisa membuat Donghae sunbae bersama mu bahkan tersenyum apalagi tertawa kata seorang gadis kepada 2 orang temannya Yun Bi yang mendengar pernyataan itu pun mendengarkan nya dengan seksama Iya, kau gagal, kau harus mentraktir kami kata gadis lainnya Ah.memang bukan manusia Donghae itu!!! Araseo, huhsial.. kata gadis yang dari tadi meremasremas tangan nya sendiri Makanya, kau sok bisa sih Min Ah, kan sudah ku bilang sekaya, secantik, seseksi apapun, Donghae sunbae tak akan tertarik kata gadis itu sambil memegang pundak Min Ah

Ya~ kalian membicarakan Donghae ya? tanya Yun Bi penasaran Ya~ nuguya? Kau menguping kami? tanya Min Ah Hehe, mianhae, aku tak sengaja dengar kok jawab Yun Bi polos Iya, memang nya kenapa? Eh tunggu dulu, kau murid yang ibunya menang lotre kan? Dasar orang miskin, kelakuannya tak bermoral, cih, ayo pergi ajak Min Ah kepada 2 temannya Yun Bi pun emosi Mwo?!! Ya!! akan ku tunjukkan kalau aku bisa membuat Donghae bersama ku dan akan ku buat dia tersenyum, bagaimana? tantang Yun Bi serius Haha, kau tidak salah orang miskin? Aku saja yang sangat cantik tidak dapat membuatnya tersenyum apalagi kau? kata Min Ah meremehkan Ok, kita taruhan saja, kalau aku bisa, kalian harus memberi ku uang, kalau aku kalah, aku akan mentraktir kalian sebulan penuh, setuju? tanya Yun Bi sambil tersenyum Ok ok, aku terima,waktunya hanya 7 hari, bersiaplah kau mencari uang ekstra orang miskin ejek Min Ah disertai tawa dari 2 temannya Tidak akan pernah, orang kaya jawab Yun Bi lantang Yun Bi pun pergi meninggalkan kampus nya, dan tentu kembali bekerja. Donghae, kau akan takluk di hadapan ku ujar Yun Bi percaya diri

~ Donghae Pov ~ Krek.. Ku buka sebuah pintu yang terdapat di depan ku, dan Hye Mi-ah, Hwang Hye Mi panggil ku sambil memegang pundak seorang gadis berambut panjang mengenakan dress biru. Aroma rambut dan tubuhnya yang sangat ku kenal dan ku rindukan. Hye Mi-ah, bogosipoyo kata ku melemah dan membalikkan tubuh nya Oppa ..oppa...oppa panggilnya padaku dengan wajah yang telah berair Wae geurae? Aku akan selalu ada disini Hye Mi, jangan takut ujar ku mendekapnya Ku kontrol pelukan ku yang semakin mendalam padanya, jangan sampai meremukan badan nya yang kecil. Sensasi dingin menyelimuti tubuhku, ku rasakan kebekuan tubuhnya. Sangat dingin Tiba-tiba ia pun menarik tubuhnya dan tersenyum di hadapan ku, senyum yang sangat indah.

Oppa, jangan begini terus, jalani lah kehidupan mu, aku tak apa oppa, jangan menyalahkan dirimu atas kejadian itu, itu kemauan ku, kau harus menemukan pasangan baru, ok? Jangan mengecewakan ku. Oppa, aku harus pergi sekarang, aku tak bisa berlama-lama, annyeong kata Hye Mi kepada ku lalu mencium bibir ku sesaat dan menghilang. Ku alihkan pandangan ku ke semua tempat dan tak ku temukan ia dimanapun Hye Mi-ah kajima, kajimayo teriak ku, ku lihat sekeliling ku Aku bermimpi ternyata Hye Mi-ah, kenapa kau muncul begitu sebentar, tinggallah lebih lama, tinggal lah bersama ku disini Aku pun mengambil sebuah foto yang terpampang jelas di meja sebelah tempat tidurku sambil menangis, tangisan yang memecah kesunyian malam.

~ Yun Bi Pov ~ Apa yang harus ku lakukan ya supaya ia tersenyum? Ngomong aja susah apalagi tersenyum, tapi aku tak boleh kalah, dapat uang dari mana aku untuk mentraktir orang kaya itu selama sebulan, bahkan menjual rumah pun tidak cukup rasanya. Ku telusuri pandangan ku dan coba tebak apa yang ku lihat? Tentu si namja bukan manusia itu Ya~Lee Donghae panggil ku pada nya sambil tersenyum Berharap ia akan menjawab atau tersenyum, itu akan menjadi jackpot ku, tapi runtuh sudah Ia mengacuhkan ku, dasar setan YA!! Aku memanggil mu, apakah kau tak dengar? Atau kau memang tuli? tanya ku padanya dengan kasar Ia melihat ku dengan tatapan marah, bisa ku lihat matanya yang sembap, mungkin menangis. Setelah memperlihatkan wajahnya yang tak bersahabat itu, ia pun meninggalkan ku. Lupakan, sepertinya aku tak mungkin membuatnya tersenyum, aduh babonya kau Yun Bi, untuk apa kau menawarkan hal itu. Ahmichoseo ujar ku frustasi Aku yang sedang tidak ada mood untuk belajar, memutuskan untuk pergi ke taman dekat universitas ini. Taman yang jarang sekali di kunjungi, sehingga aku bisa mengeksplor perasaan ku saat ini. ~ Author Pov ~ Seorang gadis bernama Yun Bi itu pun tersenyum lega melihat suasana taman yang sangat indah di musim semi ini. Bunga-bunga yang sedang bermekaran, pepohonan melambai lembut, burung-burung bernyanyi, rumput-rumput bergoyang, langit yang biru terang, menambah damai suasana. Ia pun menyapu

pandangan nya ke seluruh sudut taman itu dan mencari tempat dimana ia bisa beristirahat. Pandangan nya berhenti pada sudut taman yang berada dekat dengan sebuah danau, sudut dekat bunga-bunga berwarna kuning dan merah muda. Yun Bi pun melangkahkan kaki nya ke tempat itu, dan duduk. Ah, indahnya ujar Yun Bi senang Yun Bi lalu mengeluarkan sebuah buku dan pulpen nya lalu ia bersandung ria dengan melodi-melodi yang dibuat nya sendiri, sebuah rangkaian melodi yang menjadi sebuah lagu. Tak disadari, tak jauh dari tempat Yun Bi, seorang namja yang memakai kemeja dengan celana jeans, berjalan perlahan menghampiri, sambil senyum-senyum sendiri. Ketika Yun Bi telah menyelesaikan senandung nya, ia bertepuk tangan. Indah, melodi yang sangat indah, bagaimana kau membuatnya? ujar namja itu semangat Yun Bi pun kaget dan reflek membalikkan badan nya sambil tersenyum Jinca?? Ah, goma.. perkataan nya terhenti ketika menyadari bahwa namja itu adalah Donghae Yun Bi Seru mereka bersamaan, dan langsung mengubah ekspresi mereka, keduanya seperti baru bertemu hantu Eummgomawo atas komentar mu kata Yun Bi memecah keheningan di antara mereka Hmmiya, aku harus pergi ujar Donghae salah tingkah sambil melangkah meninggalkan Yun Bi Donghae-ssi, jinca gomawoyo teriak Yun Bi sambil tersenyum dan melambaikan tangan nya, yang tak mungkin terlihat oleh Donghae. ~ Yun Bi Pov ~ Aku semakin melihat punggung yang menjauh itu dari pandangan ku Dasar brengsek!! Aku di acuhkan, kurang ajar kau tuan Lee !! Huh umpat ku kesal Ah, aku bisa gila, dia tak ada ramah-ramahnya sama sekali Bagaimana aku bisa membuat nya terse Tunggu dulu, bukannya ia tersenyum tadi Iya, dia memang tersenyum ketika aku membalikkan badan Lalu mengubah ekspresi nya ketika mengenaliku Benar kan? Dia tersenyum?

Berarti aku sudah menang taruhan kan? Haha Tapi ekspresi apa itu? Memangnya dia kira aku setan apa? Dasar bukan manusia!! Tak peduli, aku sudah menang taruhan Uang, uang, datanglah pada ibu Aku pun dengan cepat membereskan alat tulis ku dan berencana pergi lagi ke kampus, aku ingin memberitahu Min Ah, dan temannya yang kaya itu. Tak sabar aku melihat wajah kaget mereka. Aku pun berlari sekuat tenaga ke arah kantin, dan benar aku menemukan geng orang kaya yang sok itu. Mati kau sekarang! Ya~ Min Ah-ssi, aku sudah berhasil membuat Donghae tersenyum kata ku sombong Mwo?? Haha, tak mungkin jawab Min Ah kaget Haha, sudah ku bilang, itu hal mudah, sekarang mana uang ku? tanya ku antusias Tunggu dulu, kau tak punya bukti kata gadis di sebelah Min Ah yang tak ku ketahui namanya Kau benar Hwang Moon, pintar juga kau kata Min Ah yang tadinya lesu menjadi semangat Wah, kenapa otak mu encer Moon-ssi kata gadis yang lain Kurang ajar kau, Haneul!! kata Hwang Moon pada Haneul Hwang Moon benar, kau tak punya bukti, kami tak mungkin dengan mudah mempercayai mu ujar Min Ah percaya diri YA!! Aku tak berbohong, sungguh, Donghae tersenyum pada ku ketika dia di taman elak ku Kurang ajar, aku kan tidak berbohong Kau bohong, sunbae ada di ruang musik sejak tadi, dia tidak mungkin ke taman jelas Haneul Tapi aku tak.. Kau berbohong, sudah menguping, berbohong, dasar orang miskin tidak tau diri ejek Hwang Moon Begini saja, sebagai bukti kau harus memotret Donghae tersenyum, baru aku bisa percaya padamu, waktu mu 6 hari lagi kata Min Ah tersenyum evil Huhsusah payah ku tak berbuah, baiklah, siapkan saja uang ku, ok? kata ku kesal namun juga percaya diri Haha, dasar orang miskin gila ujar Min Ah sinis lalu pergi meninggalkan ku

Aku lupa kalau harus ada bukti Aaaahhhhh.. Menyebalkan!! ## ~ Kyuhyun Pov ~ Apakah kau baik-baik saja Yun Bi? Betapa gilanya aku menggores leher mu kemarin malam? Apa yang sudah ku lakukan? Kau menyakiti adik mu, Kyuhyun-ah Lagi-lagi kau menyakiti nya Egois sekali kau, hanya karena kau ingin melihatnya Tapi apa daya ku? Mianhae Yun Bi-ya Nan jeongmal mianhae Krek.. Ku buka pintu rumah kost ku yang hanya 1 kamar, tidak luas tapi ku buat senyaman mungkin Ku hempaskan tubuhku yang lelah dan kotor ke tempat tidur yang amat sangat ku sayangi Aku malas mandi, tapi pasir-pasir ini mengganggu kenyamanan badan ku ujar ku kesal Sesaat aku memandang ke arah jendela yang memantulkan sinar bulan purnama dan menerawang segala sesuatu yang ada dalam hidupku. Apakah aku bisa merubah segalanya? Ah, sudahlah, aku ingin mandi, lelah sekali menjadi kuli bangunan kata ku akhirnya. ## ~ Donghae Pov ~ Donghae -ssi, annyeong haseyo sapa Yun Bi pada ku sambil tersenyum Kenapa lagi yeoja gila ini? Mau cari mati dia dekat-dekat dengan ku Kau ini kenapa? Jangan ganggu aku! ujar ku ketus

Ya~ bagaimana kalau kita berteman saja? kata Yun Bi pada ku dengan mata yang bebinar-binar Yeoja sinting, aku heran dengan nya, apa yang terjadi padanya Shireo, aku tak mau berteman dengan yeoja sinting, gila dan aneh seperti mu jawab ku padanya Terlihat raut wajah marah namun ia kembali tersenyum lagi Ayolah Donghae-ssi pintanya padaku Kau jadi semakin menyeramkan nenek sihir, biasanya kau akan langsung berteriak, tapi sekarang, sudah jangan gangu aku tegas ku padanya sambil berlalu Ih, aku jadi merinding karena dia, dasar Haha Lihat betapa lucu wajahnya ketika sedang menahan marah Membuat ku mau muntah

~ Yun Bi Pov ~ Kau jadi semakin menyeramkan nenek sihir, biasanya kau akan langsung berteriak, tapi sekarang, sudah jangan gangu aku tegas Donghae pada ku sambil berlalu MWOYA??!! NENEK SIHIR??!!! Aigoo, babo nya aku, hancurlah sudah harapan ku untuk melihatnya tersenyum lagi Uang ku. Padahal aku sudah menahan emosi ku tadi Kurang ajar sekali kau tuan Lee! Awas kalau aku sampai kalah, ku bunuh kau diam-diam! Aaaaahhhhh. Bagaimana aku bisa membuatnya tersenyum lagi? Aku pun membanting tas ku ke meja, membuat semua orang memandang ke arah ku dengan tatapan nanar. Ah, aku tak peduli, suasana hati ku sedang buruk sekarang, sisa 5 hari lagi

Aku pun duduk dan berusaha melupakan masalah yang membelit ku ini sejenak, namun buyar sudah ketika Donghae duduk di sebelah ku lagi dengan tampang tanpa dosanya itu, huh ingin sekali ku cekik dia Yeorobun, mari kita mulai pelajaran kita ujar dosen kepada kami Hari yang melelahkan akan menghantui ku lagi

~ Author Pov ~ Baiklah, sampai disini pelajaran kita, annyeong haseyo ujar dosen mengakhiri kelas kali ini Yun Bi pun dengan semangat membereskan barang-barang nya dan segera bekerja, ia akan bekerja lebih awal dari biasanya, karena ia tak punya kelas sore ini. Eum nenek sihir, bolehkah aku bertanya? tanya Donghae serius MWO?!! Nenek sihir? Tuan Lee, sopan lah sedikit jawab Yun Bi kesal dan memilih membalikkan badannya untuk segera keluar dari ruang kelas itu, namun Donghae dengan cepat menggenggam tangan Yun Bi, membuat Yun Bi terkejut dengan tindakan yang tidak pernah terprediksikan itu. Aku benar-benar ingin tahu jawaban mu kata Donghae serius Baiklah, tapi lepaskan dulu tangan ku ujar Yun Bi mengalah Dengan cepat, genggaman tangan Donghae melemah, ia pun menjauhkan tangan nya dari tangan Yun Bi Apa pertanyaan mu? tanya Yun Bi tegas Kenapa kau mau berteman dengan ku? tanya Donghae hati-hati Haha, lucu sekali pertanyaan mu, menjadi teman memang nya harus memakai alasan, aigoo, orang kaya memang berbeda ya? Sudah lupakan lah kata Yun Bi sedikit mengejek dan meninggalkan Donghae yang hanya terpaku. Yun Bi yang sudah tak peduli dan ingin pergi ke tempat kerjanya hanya membiarkan Donghae sendirian di ruang kelas itu. Donghae yang sedari tadi masih mematung akhirnya mendapatkan kesadaran nya kembali Dia mirip sekali dengan mu ujar Donghae setengah berbisik dan kemudian tenggelam kembali pada kenangan masa lalu nya ~ Flash Back ~ Seorang yeoja tengah berada di taman bunga sambil sesekali memetik dan mencium bunga yang dipetik nya.Ia melihat bunga yang lebih cantik dari yang lain, lalu ia pun memetik nya dan berlari ke arah ruang tamu menemui seorang namja yang terlihat lebih tua dari pada yeoja kecil itu. Namja tersebut tengah serius dengan komputer nya

Oppa, lihat ini bunga untukmu ujar yeoja itu senang sambil mengulurkan tangan nya didepan wajah namja tersebut Minggir kau!!! ujar namja tersebut kasar sambil menepis tangan yeoja itu Yeoja kecil itu hanya bisa menangis sambil memungut bunga yang telah ia petik tadi YA!! Hye Mi kau bisa diam tidak? Aku sedang bermain game dan sekarang aku jadi mati, ah sial ujar namja itu pada yeoja yang bernama Hye Mi tersebut Nappeun neo, Donghae oppa ujar Hye Mi setengah berbisik Mwoya? Kau bilang apa? tanya namja bernama Donghae itu kesal Mengapa kau jahat? tanya Hye Mi polos Kau ini, sudah lah memangnya apa mau mu, hah? Kau ini, mengapa sok akrab dengan ku? Aku tidak level dengan mu, kau hanyalah orang yang miskin, tidak seperti ku jawab Donghae ketus Tadinya, aku hanya ingin berteman dengan mu, tapi ujar Hye Mi sambil memikirkan kata-kata yang akan dia keluarkan selanjutnya Berteman? Kau mau berteman dengan ku? Ta..tapi ke..kenapa? tanya Donghae terbata-bata, selama hidupnya tak ada yang mengajak nya berteman Menjadi teman memang nya harus memakai alasan, aigoo, oppa yang orang kaya ini memang berbeda ya? Sudah lupakan lah, aku tidak jadi jawab Hye Mi ketus, ia sudah bisa mengimbangi keketusan cara berbicara Donghae Tunggu dulu. ..aayo kita berteman kata Donghae sambil tersenyum. Mereka berdua pun tersenyum dan mengawali persahabatan mereka dengan kebahagiaan ~ Flash Back End ~ Donghae kembali tersenyum sendiri di ruang kelas itu

~ Yun Bi Pov ~ Aduh kaki ku pegal sekali, sedari tadi aku mondar-mandir terus Banyak sekali pelanggan hari ini, aku tak menyangka Yun Bi-ah, bawakan pesanan ini ke meja no 9 perintah chef kami sambil menyerahkan makanan Ne, algeusseumnida jawab ku singkat dan mengambil makanannya lalu mengantarkannya Jogiyo, ini pesanan nya ujar ku tersenyum sambil menaruh dengan hati-hati pesanan orang yang berada di hadapanku ini.

Orang ini aneh, dia berkacamata, dan menutupi wajahnya dengan koran Ya mungkin memang itu adalah hal yang biasa, tapi gerak-gerik nya sangat aneh Hmm. Biarlah, toh dia membayar makanan ini Aku pun beranjak pergi dan terkejut ketika orang tersebut mendekap ku erat, ia mengeluarkan pisau dari kantong celananya dan menaruh pisau itu tepat di leher ku. Kau tau ini sangat mirip kejadian di rumah beberapa hari yang lalu, mungkinkah pria ini.? Kyuhyun oppa..? Tidak boleh ada yang keluar dari tempat ini, atau nona ini akan ku bunuh dan juga ada bom di dalam restoran ini ancam penjahat kepada para pelanggan kami yang terlihat kalang kabut juga ketakutan Bom? Hebat juga penjahat ini Yang terpenting aku bersyukur, ternyata orang ini bukan Kyuhyun oppa Suaranya berbeda dan sebenarnya postur tubuhnya juga berbeda.. Sekarang letakkan semua harta benda kalian di meja ini perintah penjahat sambil menendang sebuah meja Semua orang pun menurutinya termasuk para pegawai di restoran. Cho Yoo Min terlihat sangat ketakutan, aku tau bahwa ia trauma akan kejadian ini, kejadian yang menewaskan kedua orang tuanya. Hey nona, kau juga ujar nya pada ku Brengsek, uang ku yang sedikit sekali itu masa mau diberikan pada namja penjahat ini Itu uang jajan ku Aku tak punya apa-apa jawab ku lugu Kau bohong, cepat ambil tas mu biar aku periksa perintah nya kasar sambil mendorong tubuh ku untuk menjangkau tas ku yang terletak di dapur. Aku tak kan kalah oleh pecundang sepertiimu..cuih Aku pun menginjak kakinya dan mengigit tangan nya AAHHH!! erangnya Sesaat ia hampir memusuk ku, namun tiba-tiba seseorang sudah berada didepan ku, menghalangi penjahat itu untuk membunuh ku, dan terdengarlah suara sirene mobil polisi. Dengan sigap para polisi pun masuk dan langsung menangkap penjahat tersebut.

Sial, awas kau!!! kata nya padaku dengan tatapan membunuh Aku yang masih terpaku dengan kehadiran yang tiba-tiba dari namja ini pun mendapatkan kembali jiwa ku yang tengah melayang. Gwaenchana? Kamsahamni Kyuhyun oppa. Yang menyelamatkan ku adalah oppa ku Oppa, Hyunie oppa, kau Sebaiknya di luar saja ujar nya singkat Kami pun pergi ke luar, dan hanya terdiam satu sama lain Aku tak tau harus berkata apa, bertahun-tahun lamanya aku tak berbincang secara waras dengan nya Ia selalu menyakitiku, membuat ku takut akan kehadirannya dalam hidupku Akuaku benar-benar tak percaya, aku sangat senang YA!! Apakah kau akan diam terus? Bisakah kau ambilkan aku obat? pintanya Ah..eum ne, chakamanyo jawab ku padanya sambil berlari mengambil obat Keadaan pun kembali terkendali, polisi sudah pergi setelah mengecek bahwa tidak ada bom di restoran kami dan para pelanggan yang kembali tenang, para pegawai pun membereskan tempat yang berantakan akibat peristiwa tadi. Yun Bi, neo gwaenchana? tanya Yoo Min padaku dengan pandangan khawatir Gwaenchana, oppa ku yang menolong, ah, nanti saja berbincang nya, aku mau mengobati lukanya jawab ku tergesa-gesa dan langsung menghambur keluar. Oppa.. Kyuhyun oppa panggil ku Ku pandangi bangku yang kami duduki tadi dan ia sudah tak berada disana Oppa, eodiseo? teriak ku Aku hanya berpikir mungkin ia membeli obatnya lebih dahulu, karena aku lama mengambilkan untuk nya, aku pun menelusuri jalan yang dekat dengan restoran kami, dan hasilnya nihil. Kaukau meninggalkan ku lagi kataku singkat sambil berdiri terpaku di tengah trotoar jalanan Seoul.

~ Kyuhyun Pov ~

Oppa.. Kyuhyun oppa panggil nya pada ku Ia memandangi bangku yang kami duduki tadi, dan tentu aku tidak berada di sana sekarang Aku sembunyi Oppa, eodiseo? teriak nya lagi Entah apa yang dipikirkannya, tapi dia menelusuri jalan yang tidak jauh dari restoran itu, dan beberapa saat kemudian ia berhenti, dan mengatakan sesuatu, tapi aku tak tau apa. Aku memutuskan tidak mengintai nya lebih jauh karena takut kehilangan kontrol, dan memeluknya nanti Kerinduanku tak terbendung lagi saat ini, tak tau harus bagaimana Untung saja, aku tepat waktu untuk menolong nya, atau tidak dia bisa terluka Yun Bi yang sangat ku sayangi itu terluka Aaa erang ku kesakitan, darah terus mengucur dari lengan ku yang tergores pisau tadi. Pisau itu sangat tajam, seperti baru diasah. Aku pun memutuskan untuk membeli obat merah di toko terdekat, pulang ke rumah, lalu mengobati luka ku yang lumayan parah ini. Ketika sudah selesai, aku merebahkan diri ku ke kasur dan kembali menerawang. Setelah sekian lama, baru kali ini aku bertemu dengan nya tanpa menyakitinya Dia terlihat sangat senang, tanpa ada rasa ketakutan Aku bahagia melihat hal itu, seandaikan aku bisa melihat senyuman itu lagi

~ Author Pov ~ Aku mau berteman dengan mu kata seorang namja pada seorang yeoja yang tengah memakai headset dengan ragu-ragu Mworago? tanya yeoja itu sambil melepaskan headset nya dan menatap dalam namja tersebut Ah, kau mau aku mengulanginya, nona Kwon? tanya namja itu kesal Tuan Lee, jika memang tak mau mengulang, itu tak masalah untuk ku jawab yeoja yang tentu adalah Yun Bi itu ketus Huh, dengarkan baik-baik.., hmmaku ingin berteman dengan mu kata Donghae dengan malu-malu sambil sedikit tersenyum K..kau..ter..se..nyum? ujar Yun Bi terbata-bata

AH! Diam kau nona Kwon, kau selalu membuat ku merasa seperti ini jawab Donghae dan langsung meninggalkan Yun Bi yang hampir berteriak di depan semua orang. Yun Bi sangat senang, begitu pula dengan Donghae.

~ At Park ~ Di taman itu tengah ada sepasang manusia yang baru saja menjadi teman. Kata yang mencengangkan, karena walaupun mereka tidak menyetujuinya, mereka akan tetap menjadi teman. Donghae-ya, kita berfoto yuk? ajak Yun Bi semangat Shireo, aku benci kamera jawab Donghae sambil menggelengkan kepalanya Ah, ayolah, aku ingin merayakan hari persahabatan kita pinta Yun Bi memelas Baiklah, tapi kau harus menyanyikan satu lagu untuk ku, eottokhe? tawar Donghae Geurae, joha, aku akan menyanyi untuk mu jawab Yun Bi mantap I want to hold your hands I want to kiss your lips I want to falling love with you It must beautiful lovely day (Super Junior Lovely Day)

YA!! Wae? Kenapa hanya sedikit? tanya Donghae yang langsung merubah ekspresi wajahnya yang tadinya tersenyum menjadi cemberut Ya~ kenapa kau marah, aku kan sudah menyanyikan reff dari lagu ku, lagi pula, lagu itu bukan untuk mu tau elak Yun Bi santai Sekarang, ayo berfoto ajak Yun Bi semangat Shireo jawab Donghae singkat lalu pergi meninggalkan Yun Bi yang kebingungan ## ~ Yun Bi Pov ~ YA!! Ibayo!! Aku sudah mendapatkan foto Donghae sedang tersenyum, ibayo!! ujar ku pada segerombolan anak orang kaya itu, yang hanya terperangah di bangku mereka, menatap tak percaya dengan foto yang ku bawa, sesekali mengerjap, lalu menutup mulut mereka, yang sedari tadi terbuka

Senyum kemenangan menghiasi wajah ku Eo..eotokheyo? Bagabagaimana bisa? tanya Min Ah tak percaya Kaukau benar-benar hebat ujar Haneul yang disertai pukulan ringan Min Ah ke kepalanya Jadi aku menang kan? Sekarang berikan uang nya pada ku! Ppali!! perintah ku pada mereka Min Ah pun mengeluarkan beberapa lembar won dari dompetnya, dan mengulurkan tangannya sembari cemberut Haha, Agassi, gomawoyo, annyeong, senang bisa taruhan dengan mu ujar ku sambil berlari kegirangan meninggalkan mereka yang hanya bisa menahan sesal Mampus kalian, haha. Ku lihat sesosok namja yang sudah menjadi teman ku beberapa hari yang lalu, aku pun berlari kecil untuk dapat sejajar dengan nya Donghae-ya, kaja, aku traktir kau makan ajak ku senang sambil menggandeng tangannya Ia langsung menepis tangannya, ia terlihat marah, tatapan nya sangat berbeda dari yang biasanya. Wae irae? Neon jinca.. khageumanhaja (kau benar-benar, pergi, sampai disini saja) Tuan Lee, ada apa dengan mu? Aku tak mau bertemu dengan mu lagi, pergi lah Tapi Donghae dengan cepat meninggalkan ku yang benar-benar tidak tau apa yang sebenarnya terjadi ## Bruk AhKertas tugas ku, berantakan, sudah ku susun sedemikian rupa pula Ya!! Kau tak punya mata? Kau lihat karena kau, tugas ku berantakan!! MWO?!! Kau inibenar kata mereka ya, yeoja gila Neon Aku yang sudah hampir terlambat segera membereskan kertas kertas ku, tak ku sangka, Ia pun membantu ku, dan tiba-tiba tangan kami bertemu Kami pun saling berpandangan sejenak

Matamu indah, yeppeoyo Mworago? Yun Bi-ah. Sesaat ia memajukan badannya, membuat jarak diantara kami semakin dekat dan Ia mengecup bibirku lembut Akuaku bingung dengan apa yang terjadi Dan bodohnya, aku hanya bisa terpaku Diam.. Ya! Ibayo, aku berhasil kan? ujar nya sambil tertawa pada sekelompok anak laki-laki yang sejak tadi bersembunyi di balik semak-semak Kau hebat sekali Eunhyuk-ah sahut salah satu temannya itu Apa yang mereka lakukan? Dan yang namja ini lakukan padaku sebenarnya? Bagaimana rasanya berciuman dengan ku nona Kwon? Apakah Plak Aku menamparnya Kurang ajar sekali dia berani-berani nya merebut first kiss ku Dan apa pertanyaan nya tadi? Gila, namja gila YA!! Neon micheoseo? teriak ku Kurasakan air mata mengalir dari pelupuk mata ku Tangisan ku semakin lama semakin deras, yang menyebabkan kebingungan di wajah bodohnya itu Aku pun dengan cepat membereskan sisa kertas milikku yang berhamburan dan segera melangkahkan kakiku menjauh dari namja playboy bernama Eunhyuk itu

~ Eunyuk Pov ~ Plak

Dia menamparku YA!! Neon michoseo? teriak nya Baru kali ini ada yeoja yang berteriak padaku Kau tau jika dia adalah yeoja lain, pasti dia akan berterimakasih telah di cium oleh ku bahkan meminta lebih. Dia sangat berbeda Haha, ini akan menjadi hal baru yang seru Ku lihat air mata jatuh dan membasahi pipinya, semakin lama, semakin banyak Aku hanya bingung melihatnya Kenapa dia menangis? Ia pun cepat membereskan sisa kertas yang berhamburan dan segera melangkahkan kaki menjauh dari ku Yeoja yang menarik ## Krek.. Kau sudah pulang? Ne hyung, hyung sudah lama di sini? Anni, baru sebentar. Donghae-ya tolong ambilkan aku minum Ah, Eunhyuk hyung, kau bisa ambil sendiri kan? Aku lelah Huh, dasar, namdongsaeng macam apa kau ini? Donghae pun berjalan memasuki kamarnya dengan lunglai Adik ku itu menjadi pendiam dan tidak perasa seperti ini, akibat dari seorang gadis yang sangat dicintainya itu Adik ku memang bodoh, yeoja ada banyak di dunia ini, tentu dia bisa mencari lagi, tapi dengan bodohnya, ia meratapi nasibnya yang memang tidak dapat bersama sampai akhir. Seharusnya ia mengikuti hyungnya yang sangat flexsibel dan diminati banyak yeoja Donghaedonghae.., kapan kau akan berubah? ujar ku

~ Yun Bi Pov ~ Byur.. Tumpahan air selokan yang sangat bau, mengguyur sempurna tubuhku

Aku hanya bisa mendecak kesal akan semua yang telah terjadi Aku dianiaya Sudah 2 minggu hidup ku di porak-porandakan oleh Eunhyuk dan Min-ah juga semua mahasiswa/i di Chin Bon University ini. Disiram, di jambak, kursi yang di lem, tali sepatu di ikat ke meja, tugas yang disembunyikan, tas yang di gantung di atas pohon,uang ku diambil dan sekarang disiram. Apa sebenarnya salah ku pada Casanova kampus ini hah? Aku tak bisa tenang, Donghae pun selama 2 minggu ini tidak masuk, aku tak mengetahui alasannya, semenjak hari dimana ia meminta ku untuk pergi darinya, ia tak pernah berkomunikasi lagi dengan ku Iuhbau sekali nona Kwon, kau pakai parfum apa hah? Hahaha. Ujar Min-ah terlihat sangat senang Ia sering terlihat bersama Eunhyuk belakangan ini, seperti surat dan perangko saja Kurang ajar memang orang-orang kaya ini. Aku mau keluar!!! Aku pun melangkahkan kaki ku yang guntai karena dari pagi tadi dikerjai habis-habisan, di hukum dosen akibat perbuatan yang dilakukan orang kaya licik itu, cih Aku menuju ke gudang soal kampus, karena dari kemarin, aku bersembunyi disana, ku harap aku bisa tenang untuk sebentar saja. Tiba-tiba ke lihat sekumpulan namja yang membuka pintu gudang, dan salah satu dari mereka adalah Tentu saja Eunhyuk.. Ia memegang sebatang rokok yang hanya bersisa sedikit Nikmati penginapan mu nona Kwon, haha seru nya sambil mengunci pintu gudang, ku sambut tindakan nya itu dengan berlari dan memutar-mutar kenop pintu, namun tak ada hasilnya Aku pasrah, tak tau apa yang harus dilakukan lagi Aku sangat merindukan Donghae juga Kyuhyun oppa ku Di saat seperti ini, mungkin hanya mereka yang dapat ku andalkan, namun pada kenyataan nya Keduanya sama Meninggalkan ku dan menyuruhku pergi dari kehidupan mereka Air mata ku mengalir begitu saja, dan semakin menjadi-jadi Lelah memendam perasaan yang sangat menyakitkan ini bukan? Di tengah isak tangis ku, aku mencium bau asap Ku alihkan pandangan ku ke semua sudut dan menemukan setumpuk kertas soal telah terbakar hangus. Benda berwarna merah itu pun dengan segera melahap lahan lain yang semakin lama-semakin melebar Panik dan hampir kehabisan nafas

Tak ada jendela, dan pintu pun terkunci Asap semakin menyelimuti atmosfer gudang soal, membuat ku sesak nafas, aku pun terus menggedorgedor pintu, berharap mereka benar-benar tidak mau membuat ku mati Dwaejuseyo, uhukuhukdwaejuseyo teriak ku sekuat tenaga. Tak ada tanda-tanda derap langkah seseorang Mungkin aku akan mati sekarang, aku pun menjatuhkan diri ku, bersandar pada pintu dan menutup mataku, mencoba menerima takdirku.

TBC