Anda di halaman 1dari 3

Pembukaan perkebunan mangga dari persiapan benih hingga penanaman dalam 1 Ha lahan membutuhkan waktu kurang lebih 1,5

tahun untuk persiapan bibit hingga dapat di tanam dan 1 tahun untuk persiapan lahan, jadi total menghabiskan waktu sekitar 2,5 tahun apa bila dikerjakan bertahap. Apa bila dikerjakan bersamaan antara persiapan lahan dan penyediaan bibit maka waktu yang dibutuhkan dapat ditekan menjadi 1,5 1,8 tahun. Untuk memenuhi 10.000 hektar lahan dengan tanaman mangga dilakukan penanaman secara bertahap setiap persiapan lahan dan penanaman dilakukan seluas 1 Ha. Pembukaan lahan untuk perkebunan mangga dalam 1 Ha lahan. Pembukaan lahan (land clearing) untuk pertanaman mangga diawali dengan pembersihan lahan dari tumbuhan tumbuhan yang tidak di inginkan. Metode yang digunakan ialah metode dengan system tanpa bakar atau mekanik. Pembukaan lahan dengan cara mekanik ialah dengan menggunakan peralatan seperti untuk membuka lahan hutan dengan bulldozer dan gergaji mesin. Untuk membuka lahan semak atau alang alang dengan penyemprotan herbisida. Penyemprotan herbisida sistemik dilakukan pada gulma teki dan rerumputan yang memiliki rizhom di dalam tanah. Penggunaan herbisida sistemik mampu membunuh tanaman secara menyeluruh melalui jaringan tanaman. Untuk gulma yang lain dapat menggunakan herbisida kontak. Penggunaan herbisida kontak dapat membunuh bagian yang terkena herbisida saja. Persiapan lahan untuk penanaman ialah pembutan lubang tanam pada lahan seluas 1 hektar. Lahan seluas 1 hektar dengan 400 tanaman mangga membutuhkan 400 lubang tanam. Pembuatan lubang tanam tanaman mangga dengan volume galian 1m x 1m x 1m pada setiap blok penanaman. Serta pembuatan saluran irigasi di sekeliling blok penanaman mangga.
NO 1 DESKRIPSI Luas Area Kebutuhan HOK/Ha Biaya per HOK (Rp) Sub Total (Rp)

Pembukaan lahan (zero burning) a. Hutan Buldzer Chain saw b. Semak / alang - alang Herbisida 2 Persiapan lahan a. Lubang tanam b. Penanaman LCC c. Pembuatan Jalan Jalan Utama 2 Arah (L= 900 m) Jalan Produksi 2 Arah (L= 450 m ) d. Saluran irigasi (L= 5 m) TOTAL

1 ha

1 5 2 2 4 20 15 10

100000 35000 30000 35000 35000 800000 400000 300000

100000 175000 60000 70000 140000 16000000 6000000 3000000 25545000

1 ha

1 ha 1 ha 1 ha = 2 km 1 ha = 2 km 1 ha = 4 km

Proses pembukaan lahan, pemasangan akses jalan, saluran irigasi hingga persiapan lahan membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 8 - 9 bulan pengerjaan.

Perbanyakan klon mangga melalui kultur in vitro. Berdasarkan literatur yang didapatkan bahwa jarak tanam mangga ialah 10 m x 10 m berarti 1 tanaman mangga memiliki luas tanam 100 m2. Untuk memenuhi 1 hektar lahan dengan 400 tanaman mangga maka jarak tanam dibuat lebih rapat dengan luas tanam untuk 1 tanaman mangga ialah 25 m2. Jarak tanam yang rapat akan menyebabkan persaingan / kompetisi antara tanaman mangga untuk memenuhi kebutuhannya. Persaingan yang timbul dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan dan pekembangan tanaman mangga yang dapat berpengaruh pada kualitas dan kuantitas hasil dari pada tanaman mangga itu sendiri. Untuk menanam 1 hektar lahan dengan 400 tanaman mangga dibutuhkan teknologi untuk mendukungnya. Teknologi yang mendukung ialah dengan menggunakan bahan tanam mangga yang memiliki sifat kerdil atau pendek sebagai batang bawah. Varietas mangga yang banyak digunakan sebagai batang bawah yang memiliki sifat kerdil ialah kueni (bem bem). Pohon mangga kueni memiliki sifat pohonnya kuat serta

memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit dibandingkan dengan varietas lainnya. Tinggi pohn mangga kueni dapat mencapai 30 m dengan pertumbuhan tegak. Kondisi lahan yang tergolong salin bukan masalah karena sebagai batang bawah mangga ini tergolong kedalam varietas yan tahan.

Produksi batang bawah pada tanaman mangga ialah dengan menggunakan teknologi kultur jaringan. Waktu yang dibutuhkan untuk memperbanyak klon mangga sebagai batang bawah ialah kurang lebih satu bulan. Satu kali kultur jaringan dengan menggunakan tunas pucuk mangga mampu menghasilkan sekitar 1000 klon tanaman mangga. Dari 1000 klon tanaman mangga kemungkinan rata rata keberhasilan ialah 80% yaitu sekitar 800 klon tanaman mangga. Dengan demikian dalam 1 kali kultur tanaman dapat memenuhi kebutuhan batang bawah bahan okulasi mangga untuk 2 hektar lahan. Perbanyakan mangga secara vegetatif dengan metode okulasi Bahan tanaman mangga hasil kultur jaringan berupa bibit batang bawah berumur 8-12 bulan sudah siap untuk di okulasi, mata tunas dapat diambil dari hasil perbanyakan batang atas secara stek dari cabang yang tumbuhnya tegak ataupun agak condong. Pemeriksaan mata okulasi sekitar 10-15 hari sejak pengokulasian. Apabila mata berwarna hijau, berarti penyambungan tersebut berhasil. Sebaliknya, bila mata berwarna coklat dan kering, berarti okulasi gagal. Bibit tanaman mangga hasil okulasi yang telah berhasil dapat dipindahkan ke lahan perkebunan mangga yang sudah disiapkan. Bibit okulasi dapat berbuah mulai umur 5 - 6 tahun.