Click to edit RENCANAMaster subtitle style AKSI MP3EI

PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

(MASUKAN UNTUK KORIDOR EKONOMI KALIMANTAN) 11 Oktober 2011

Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor

ORGANISASI

Komite Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Provinsi Kalimantan Selatan, telah dibentuk, melalui:

“ Keputusan Gubernur Nomor: 188.44/0510/KUM/2011 Tanggal 3 Oktober 2011 “
Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor

SUSUNAN TIM KP3EI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Penanggun : Gubernur Kalimantan Selatan g Jawab Ketua Umum Ketua Harian : Wakil Gubernur Kalimantan Selatan : Sekretaris Daerah Prov. Kalsel

Wakil Ketua: Kepala Bappeda Prov. Kalsel KP3EI Kalimantan Selatan dibantu oleh Tim Kerja yang terdiri Harian Anggota : dari : 1. Bupati/Walikota se-Kalimantan Selatan 1. Tim Kerja Regulasi;
2. 3.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Prov. Kalsel Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Prov. Kalsel Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Kalsel Kepala Dinas Perkebunan Prov. Kalsel Kepala Dinas Perindustrian danPerdagangan Prov. Kalsel Kepala Dinas Kehutanan Prov. Kalsel Kepala Dinas Pertanian TPH Prov. Kalsel Kepala Dinas Peternakan Prov. Kalsel

2. 3.

4.

4.

Tim Kerja Konektivitas; Tim Kerja Sumber Daya Manusia dan Ilmu Pengetahuan Teknologi; dan Kesekretariatan.

5. 6.

7. 8. 9.

10.Kepala

Dinas Perikanan dan Kelautan Prov. Dinas Pendidikan Prov. Kalsel Dinas Kesehatan Prov. Kalsel

Kalsel
11.Kepala 12.Kepala

Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor

Kalsel Sekreta : Kepala Biro Hukum Setda Prov. Sekretaris Dinas Perindustrian & Perdagangan Prov. Kalsel 9. Sekretaris Dinas Kehutanan Prov. Kalsel Dinas Pertambangan & Energi Prov. Sekretaris 5. Sekretaris 3. Sekretaris 8.GAPKI Dinas Pendapatan Daerah Prov. Kalsel 7. Kalsel 6. Sekretaris 2. Kalsel Dinas Perkebunan Prov.Asosiasi . KADINDA Kalsel Pertambangan Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor 11. Kalsel Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Prov. Kepala 10.Ketua SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM KERJA REGULASI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN : Asisten Pemerintahan Sekda Prov. Kalsel Tata Usaha Badan Pertanahan Nasional Prov. Kalsel 4. Kalsel ris Anggota : 1. Sekretaris Dinas Pertanian Prov.

Pelindo III Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor . Kepala Bidang Pengelolaan Kawasan Hutan Dinas Kehutanan Prov. Kalsel Bidang Energi Dinas Pertambangan & Energi Prov. Kalsel ris Anggota : 1. Kalsel Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Prov. Kalsel Dinas Perhubungan. Kalsel Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Prov. PLN Wilayah Kalselteng 7. Sekretaris 2. Kepala 5.SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM KERJA KONEKTIVITAS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ketua : Asisten Pembangunan Sekda Prov. Kalsel Sekreta : Kepala Biro Perekonomian Setda Prov. Kepala Dinas Kehutanan Prov. Kalsel Dinas Perindustrian & Perdagangan Prov. Sekretaris Kalsel 6. Kepala Cabang PT. General 9. Kalsel Manager PT. Kasubag 8. 4. Angkasa Pura I 10.Kepala Cabang PT. Kepala 3. Kominfo Prov.

Rektor 9. Kalsel Sekreta : Kepala Balitbangda Prov. Kalsel ris Anggota : 1. Kalsel SPP Pertanian Pelaihari 7. Kepala 6. Kepala Badan Diklat Prov. Kalsel BLK Prov. Sekretaris 3. Sekretaris 2.SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM KERJA SDM & IPTEK PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ketua : Asisten Administrasi Umum Sekda Prov. Kalsel Dinas Kesehatan Prov. Kalsel Dinas Nakertrans Prov. Ketua Dinas Pendidikan Prov. Kepala 8. Sekretaris 5. Kalsel 4. Kepala BPS Kalimantan Selatan Universitas Lambung Mangkurat Kopertis Wilayah Kalsel Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor .

MASTER PLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA RENCANA AKSI REGULASI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor .

Selatan. Pemerintah Pusat belum menyelesaikan penyusunan terobosan hukum terkait dengan permasalahan tumpang tindih antar kawasan (HGU) 2.000 dan Kehutanan dasar hukumnya. Penyelesaian Usulan Kementerian tata batas tersebut Kehutanan kawasan hutan. dan Instansi Percepatan terkait penyelesaian lainnnya penyusunan sejak bulan terobosan Juli tahun hukum. sudah Penyelesaian disampaikan Peta lampiran ke Operasional skala Kementerian 1:50.NO 1. REGULASI RENCANA AKSI REGULASI ISU/PERMASALAHAN USULAN KETERANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Percepatan Penetapan RTR Pulau Kalimantan 1. UU Berkurangnya lahan pertanian 41/2009Tentan akibat alih fungsi pada kegiatan g Perlindungan lain Lahan Pertanian Pangan berkelanjutan Percepatan Penyelesaian PP - Kementerian Pertanian Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor . kegiatan di kawasan hutan 3. akan menimbulkan dampak hukum terhadap masalah sosial dan ekonomi. PENANGGUNG JAWAB PERPRES RTR Pulau Kalimantan RTRWP Kalimantan Selatan Kementerian PU 2. 2. penandatanganan Kepmenhut 435/2009 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Kalimantan 2. 2009 Penerapan Sehingga tindakan represif sudah terhadap okuvasi berjalan 2 terhadap Tahun lebih. belum ditindaklanjuti. 1. Kesepakatan pada saat 1. sehingga apabila di proses perda.

RENCANA AKSI REGULASI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN USULAN Jembatan Tanjung ayun – Tarjun sepanjang 3 km dan Pelabuhan laut Mekar Putih tidak bisa dilaksanakan apabila tidak ada persetujuan dari kementerian perhutanan berupa perubahan fungsi kawasan hutan dari cagar alam menjadi areal penggunaan lain (APL) Usulan dudah disampaikan oleh Pemerintah daerah dan samapi sekarang belum ada jawaban NO 4. KETERANGA N PENANGGUNG JAWAB Kementerian Kehutanan 2. untuk pembangunan jembatan Tanjung Ayun – Tarjun (penghubung daratan Kalimantan dengan Pulau Laut). dan Pelabuhan laut Mekar Putih di Kabupaten Kota Baru. Fungsi Kawasan Hutan. REGULASI Percepatan Persetujuan Perubahan Fungsi Kawasan Hutan ISU/PERMASALAHAN Percepatan Persetujuan Perubahan 1. Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor .

administrasi Biaya yang dikeluarkan dan masuk ke pemegang IUP tidak jelas kas Negara. P. kebijakan yang melibatkan pemegang ijin sebelumnya dalam pertimbangan teknis. Peta Dasar dan Skala peta yang sehingga terjadi dikeluarkan tiap Provinsi / keseragaman Kabupaten / Kota Se Indonesia dalam pembuatan berbeda. 6. yang dapat menentukan sementara ini diatur hanya skala Peta Dasar dan peta untuk peta tematik Skala Peta 1.RENCANA AKSI REGULASI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN USULAN NO 5. 3. Banyak pemegang IUP yang 1. REGULASI Permenhut No. PP 10/2004 1. -- Bakorsutanal Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor . berapa yang dibebankan kepada 2. Tidak ada acuan yang sama Perlu dibuat untuk peta dasar yang Peraturan yang digunakan semua sektor. izin. yang harus Terjadinya tumpah tindih Izin dikeluarkan Usaha Pertambangan dengan sesuai kegiatan lain. ISU/PERMASALAHAN KETERANGAN PENANGGUNG JAWAB 2. tentang tingkat Ketelitian Peta. Perubahan pemohon dan pemegang IPPKH.14/MenhutII/2006 1. Perlu dibuat Pasal 9 ayat 4. Kementerian mengajukan IPPKH untuk Peraturan yang dan Pasal 21 Kehutanan melaksanakan kegiatan IUP dapat ayat 3 Eksplorasi dan IUP Operasi menentukan Produksi di dalam kawasan berapa biaya hutan.

2010. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 11 11 . KETERANGAN -- PENANGGUNG JAWAB Kementerian Lingkungan Hidup 2. tentang Penertiban dan Pendayagunaan 2. Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor Peroses Badan peringatan Pertanahan 3x1 bulan Nasional bisa menjadi lebih panjang karena yang memutuska n satu orang yaitu Kepala BPN RI.11 / 1. Dalam Perpres. lebih jelas tentang Usulan/proses dinyatakan definisi tanah sebagai tanah terlantar panjang terlantar dan (sampai ke BPN Pusat di implementatif di Jakarta). 8. lapangan Ada ke saninvestasi kepemilikan tanah lebih menguntungkan dari pada yang lain (sehingga tanah menjadi obyek spekulasi). Perpres No. 5. HM Perseoranga n dan HP Pemerintah bukan obyek tanah terlantar. Belumdapat dioperasionalkan secara optimal. REGULASI UU No. 1. ISU/PERMASALAHAN Belumada PP sebagaiturunan dan UU 32/2009. 3.RENCANA AKSI REGULASI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN USULAN Percepatan Penyelesaian PP sebagai operasional dari UU 32/2009 NO 7. Harus ada kerjasama Pemerintah Pusat dan Daerah. 4. 3.11/2010 agar alamatnya/pindah. Tanah Terlantar. Tidak semua jenis hak tanah menjadi obyek penertiban tanah terlantar. 2. Pemilik tanah yang terindikasi Revisi Perpres terlantar sering tidak diketahui No. 1. Proses penetapan tanah Terindikasi Terlantar baru efektif berjalan mulai tahun 2011.

25 / 2007 tentang Penanaman Modal. Peraturan 1. Kepala BPNRI No.38/2007 tentang Modal agar urusan Pembagian Urusan Pemerintahan Pemerintah yang antara Pemerintah. 1 / 2011.2007 tentang Penanaman Modal perizinan/non perizinan yang menggunakan Modal Asing. Adanya pertentangan UU No. 3. didasarkan pelayanan terpadu satu perjanjian yang dibuat oleh pintu ProvinsiKab/Kota. gubernur/Bupati/Walikot Pasal 30 ayat 7 point e. 25 /2007 2007 tentang Penanaman Modal tentang Penanaman dengan PP No. Pemerintah diberikan pelimpahan daerah Provinsi dan Pemerintah kewenangan kepada Daerah kabupaten/Kota . Pemerintah dan Pemerintah Negara lain. penanaman modal asing yang berasal dariPemerintah agar diserahkan kepada Negara lain . BKPM -- Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor . Sampai 200 Ha. 10. UU No. UU No. 25 / Revisi UU No. Pelayanan perizinan/non perizinan penananman modal asing dilaksanakan/ diproses di pelayananterpadusatupintu BKPM Jakarta.1/2011 agar pemberian kewenangan HGU dikembalikan ke Kanwil BPN Provinsi untuk 200 Ha. 1. NO REGULASI ISU/PERMASALAHAN Peraturan sebelumnya kewenangan Kanwil BPN Prov. Pemberian Hak Atas Tanah dan Kegiatan Pendaftaran Tanah tertentu.RENCANA AKSI REGULASI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN USULAN Revisi Peratura Kepala BPN RI No. Kewenangan Pemberian HGU : Kanwil BPN Provinsi 100 Ha ke bawah selebihnya ke Pusat.25 a khususnya pelayanan . tentang Pelimpahan Kewenanggan 2. KETERANGA PENANGGUNG N JAWAB Badan Pertanahan Nasional 9. -- 2. sehingga prosesnya lebih cepat dan sederhana.

40/ 2007 2. kepentingan Dana CD/CSR dikelola oleh masyarakat. 11. Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor . Menteri Koordinator Perekonomian . 1. tentang Perseroan Terbatas. 25/2007. untuk dapat Banyak perusahaan baik tambang mengetahui dan maupun perkebunan yang seharusnya mengkoordinasikan wajib mengeluarkan dana CD/CSR pengelolaan dana CD untuk kesejahteraan masyarakat dan CSR untuk disekitarnya. UU No.RENCANA AKSI REGULASI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN USULAN NO REGULASI ISU/PERMASALAHAN KETERANG PENANGGUNG AN JAWAB BUMN dan Kementerian Keuangan. Kenyataaannya sangat sulit Penyusunan Payung didapatkan informasi tentang dana hukum bagi peran CD dari perusahaan terutama dalam Pemerintah daerah hal pengunaan dan cara mengakses. perusahaan melalui yaasan dari pusat sehingga sering dijadikan alasan oleh perusahaan yang berlokasi di Kalsel untuk tidak mengeluarkan danaCD/CSR untuk masyarakat Kalsel. tentang Penanaman Modal dan UU No. 3.

sehingga terdapat perusahaan yang menurunkan nilai kalori batubara dengan proses blending. yang besaran royaltinya sebesar 3 – 7 % dari 13.RENCANA AKSI REGULASI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NO REGULASI ISU/PERMASALAHAN USULAN KET PENANGGU NG JAWAB Kementeria n Keuangan dan Kementeria n ESDM 11. 5.5 % sehingga bagian daerah (Provinsi dan Kabupaten) sebesar 80 % dan bagian pusat sebesar 20 %. sebagai aturan pelaksanaannya. selesainya PP Belum dapat dilaksanakan secara optimal. 3. Pelaksanaan Pengawasan Produksi PKP2B oleh pemerintah pusat selama ini dilakukan melalui pihak ke-3 (konsultan yang ditunjuk) tanpa menyertakan / melibatkan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertambangandan Energi Provinsi Kalimantan Selatan Terjadinya penyimpangan yang dilakukan perusahaan pertambangan dalam memperkecil persentase pembayaran royalti Dalam rangka memperbesar / meningkatkan nilai Dana Bagi Hasil Pertambangan untuk daerah penghasil (Provinsi dan Kabupaten). Belum ada PP sebagai turunan dan UU Memercepat 1/2009. Belum optimal Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) khususnya bagi daerah penghasil.1 tahun 2009 tentang 1.5 % dinaikan menjadi 10. Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor Kementeria n Perhubunga n . PNBP terlalu kecil untuk daerah penghasil dimana royalti yang didapat hanya berdasarkan kalori (3-7%) dari 13. 2.5 % PNPB dan selebihnya diberikan kepemerintahan pusat. 12 Undangundang no. 2003 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada 2. -- 4. Departemen Energi dan SumberDaya. Pada perhitungan royalti untuk Perusahaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) besar kecilnya tergantung pada persentase nilai kalori batubara. Persentase (besaran nilai) pembagian 1. PP No 45 Tahun 1.

HH 02 GR 02. serta diharapkan penggunaan dari nilai itu. terutama daerah penghasil NO REGULASI ISU/PERMASALAHAN KETERAN PENANGGUNG GAN JAWAB Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM -13. dan menetapkan aturan baru untuk memberikan kejelasan secara rinci mengenai besaran nilai (persentase) dari masingmasing kegiatan.M.RENCANA AKSI REGULASI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN USULAN Peninjauan Kembali SK Menteri Tersebut.HH 02 GR 02. (Provinsi Kalimantan selatan merupakan jumlah terbesar kedua jamaah umroh di Indonesia dan sudah digunakan sebagai embakasi haji serta operator penerbangan langsung sudah siap untuk melayani hal tersebut) Revisi Permen Hukum dan HAM No.01/2009 tentang Tempat pemeriksaan Imigrasi agar bandara Syamsudinoor dijadikan tempat pemeriksaan imigrasi.01/2009 2. Permen Hukum 1.017/1 menjelaskan secara rinci besaran 997 Tentang nilai pada masing2 penggunaan : − Pengelolaan Pengembangan dan pembinaan dan Tata Cara batubara PenggunaanPen− Inventarisasi SD Batubara erimaan Negara − Biaya pengawasan lingkungan dan Bukan Pajak K3 Dari Dana Hasil − Pembayaran iuran tetap dan Produksi eksploitasi (royalti) Batubara 14. Kementerian Hukum dan HAM Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor .M. tentang Tempat pemeriksaan Imigrasi Bandara Syamsudin Noor belum masuk dalam Permen Hukum dimaksud Bandara Syamsudin Noor agar menjadi bandara Internasional untuk angkutan umroh. sebagian juga dapat dimanfaatkan secara transparan untuk kepentingan daerah. KEP MENKEU No SK menteri Tersebut tidak 129/KMK. dan HAM No.

MASTER PLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA RENCANA AKSI KONEKTIVITAS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor .

2014 Dalam rangka membuka Kalsel bagian barat dengan Kalteng bagian timur Kementeria n PU 2. Pembangunan jalan Margasari – Buas-buas – Tambatan baru.RENCANA AKSI KONEKTIVITAS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NO USULAN TARGET KET.2014 Peningkatan dalam bentuk pelebaran jalan yang semula 4. dalam rangka mendukung komoditas MP3EI 2012 . Sepanjang 25 km Kementeria n PU Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor .2014 Dikembangkan untuk muatan sumbu terpusat 20 ton. Kementeria n PU 3. dalam rangka mendukung komoditas MP3EI 2012 . 2012 . Pembangunan jalan Matraman – Ulin sepanjang 16 km.06 Km Ruas Jalan Marabahan – Margasari.2014 Dikembangkan untuk muatan sumbu terpusat 20 ton. Peningkatan/Pemantapan Jalan Lintas Kalimantan sepanjang 866. 2011 .5 m menjadi 7 m . Kementeria n PU 4. PENANGGUNG JAWAB PENINGKATAN PELAYANAN JALAN DAN PERHUBUNGAN DARAT LAINNYA 1.

2012-2014 Jalan alternatif utama karena Kementerian adanya kepadatan lalu lintas PU di jalan Nasional Liang Anggang – Martapura dan melalui pusat perkantoran Pror. Pembangunan Jembatan Barito II di 2012 . Pembangunan Jalan akses pelabuhan Trisakti Banjarmasin (Trisakti.Pasir Mas–Jembatan Barito) Sepanjang 15 km 2012-2014 9. Kementerian PU Kementerian PU 6. Peningkatan Jalan Trikora-Lingkar Selatan. 7. 2. 2012 Seringnya terjadi kemacetan jalur Banjarmasin Martapura Serta banyaknya bangkitan lalu lintas di sepanjang jalan tersebut.5 akses pergerakan barang dan PU km orang dari kota Banjarmasin kedaerah Barito Kuala Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor . Pembangunan Fly Over Jl.RENCANA AKSI KONEKTIVITAS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NO USULAN TARGET KET. A.2014 Dalam rangka meningkatkan Kementerian Kota Banjarmasin Sepanjang 1. PENANGGUNG JAWAB PENINGKATAN PELAYANAN JALAN DAN PERHUBUNGAN DARAT LAINNYA 5. Pelaksanaan.350 m) Pembangunan Jalan Tol Banjarmasin – Banjarbaru Martapura (50 Km) 2012 1. APBN-P 2011 Renc. Kalsel Untuk menghindari kegiatan lalu lintas melalui Kota Banjarmasin Kementerian PU 8. APBD-P 2010 UKL/UPL. Banjarbaru sepanjang 14 km. Yani Gatot Subroto ( 1.

Dikembangkan untuk muatan sumbu terpusat 20 ton. 3 Tahun 2008 maka rencana tersebut perlu di kaji lagi terutama ruas. Kementerian PU Kementerian PU 11. Ruas Jalan Batulicin . dalam rangka mendukung pengembangan kawasan industri Batu Licin dan MP3EI 12.ruas rel kereta api. MJIS. dan air bersih) Review Kajian Pembangunan Rel Kereta Api 2012-2014 Pada Kawasan Industri Batulicin telah . 13. Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor . Dengan adanya perda No. sehingga perlu adanya peningkatan kualitas jalan. Pembangunan fasilitas pendukung kawasan industri Batulicin (jaringan jalan. Ruas jalan Batulicin . Kodeco – Mentewe. perlu disusun master plan pengembangannya. Pembangunan jembatan Tanjung Ayun-Tarjun di Kab. 2012-2014 Ruas ini menghubungkan wilayah pemb. 2012 Sudah ada rencana pengembangan rel Kementerian kereta api Kalsel sebagai bagian dari Perhubungan rencana rel kereta api Kalimantan (Borneo Railway). Pembangunan jalan akses Kawasan Industri Batulicin ke Pelabuhan Batulicin (Sepanjang 20 km) Peningkatan Ruas Jalan Penghubung(/Akses Batulicin (Kawasan Industri Batulicin) a.RENCANA AKSI KONEKTIVITAS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NO USULAN TARGET KET. Kotabaru 3 Km) 2014 Keterhubungan pulau laut yang Kementerian memiliki sumber daya alam dan PU/ swasta ibukota Kab Kota baru kedaratan pulau Kalimantan dilakukan melalui kapal penyeberangan dibangun Pabrik Bijih Besi oleh PT. Ruas Jalan Simp. PENANGGUNG JAWAB PENINGKATAN PELAYANAN JALAN DAN PERHUBUNGAN DARAT LAINNYA 10.Pagatan c. Ruas jalan Batulicin – Mentewe b.Kupang d.banua enam dengan Tanah bumbu dengan kondisi permukaan jalan belum baik. listrik. Ruas jalan Batulicin – lumpangi a.S. Swasta licin . 2012-2014 Dalam rangka mendukung Kementerian pengembangan kawasan industri Batu PU.

Tersier/Cetak sawahBelum Selesai Kementerian PU. Primer – Selesai Sal. Sekunder – Belum selesai Sal. Sekunder – Belum selesai Sal. 2. Primer – Belum selesai Sal. Primer – Belum selesai Sal. PENANGGUNG JAWAB PENINGKATAN INFRASTRUKTUR SUMBER DAYA AIR 1. Bendung – Selesai Sal. Kementerian PU. Lanjutan Penyelesaian Pembangunan Polder Alabio – HSU ( 6. 4. 3. Percepatan Penyelesaian Pembangunan Daerah Irigasi Amandit – HSS ( 5.595Ha) 2012-2015 1.RENCANA AKSI KONEKTIVITAS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NO USULAN TARGET KET. Tersier/Cetak sawahBelum Selesai Bendung – Selesai Sal. 3. Kementerian Pertanian 4. saluran pembuang /pembawa Kementerian Pertanian Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor . 2.HST( 5. Percepatan Penyelesaian Pembangunan Daerah Irigasi batang Alai . Bendung – Selesai Sal.050 Ha) 2012-2015 1. 3. 3.000 Ha) 2012-2014 Penyelesaian tanggul dan Kemen PU. 2.472 Ha) 2012-2014 1. Kementerian Pertanian 2. Sekunder – Belum selesai Sal. 4. Percepatan Penyelesaian Pembangunan Daerah Irigasi batang Pitap – Balangan ( 4. Tersier/Cetak sawahBelum Selesai Kementerian PU. Kementerian Pertanian 4.

PENANGGUNG JAWAB PENINGKATAN INFRASTRUKTUR SUMBER DAYA AIR 6. Perubahan Status Wilayah Sungai Cengal Batulicin dari kewenangan Provinsi menjadi Strategis Nasional 2012 Untuk menunjang KAPET Dewan SD Batulicin Air Nasional /Kemen PU Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor .RENCANA AKSI KONEKTIVITAS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NO USULAN TARGET KET.

Percepatan Pengembangan Bandara Syamsudian Noor Banjarmasin a. Pembangunan Fasiltas Parkir c.2014 Groundbreaking Kementerian tahun 2012 setelah Perhubungan dan Master Plan PT.RENCANA AKSI KONEKTIVITAS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NO USULAN TARGET KET. Pembangunan Bandara Maluka Baulin Kabupaten Tanah Laut 2012 . e. PENANGGUNG JAWAB PENINGKATAN PELAYANAN PERHUBUNGAN UDARA 1.500 m menjadi 3. 2014 3. Pembangunan Taxiway Perpanjangan bandara GT Sjamsir Alam Kotabaru (menjadi 1800 m) 2012 . Angkasa Pura I ditandatangani Menteri Perhubungan Saat ini sedang menunggu penadatanganan Menhub Dalam rangka Kementerian mengembangkan Perhubungan Pulau Laut dan akses penerbangan ke pulau Jawa.000 m. Perluasan Apron d. Perpanjangan Runway dari 2.2025 Dalam rangka Kementerian bandara alternatif Perhubungan untuk mengantisipasi Bahan Rapat MP3EI 11 terjadinya stagnasi bandara Syamsudin Okt 2011 (Koridor . Sulawesi dan Pulau Kalimantan lainnya 2. Pembangunan Gedung Terminal Baru b.

di Tanah Laut. Pembangunan Pelabuhan Laut Pelaihari . Tanah Laut. Pelindo III. 2012-2014 Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor Kementerian Perhubungan dan PT.2014 Saat ini sedang Kementerian dalam kondisi over Perhubungan dan PT. 2012 .kab... Pembangunan Pelabuhan Laut Tanjung Dewa... .. DED 2009 2010 2.di Swarangan... Pengembangan Pelabuhan Batulicin . PENANGGUNG JAWAB PENINGKATAN PELAYANAN PERHUBUNGAN LAUT DAN PELAYARAN 1.. load sehingga Pelindo III. Pengembangan dan pembangunan pelabuhan laut Banjarmasin (Trisakti-Martapura baru-Basirih) di Provinsi Kalsel 2012 . kec.RENCANA AKSI KONEKTIVITAS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NO USULAN TARGET KET. Master plan pengembangan telah disusun.2014 Sebagai pendukung Kementerian Kawasan Mekar Putih Perhubungan dan PT.Masterplan 2011 . diperlukan pembangunan dermaga untuk peti kemas..FS . Saat ini terdapat pelabuhan batubara IBT. di Tanah Bumbu 2012-2014 3. Pengembangan Pelabuhan Mekar Putih. Berfunsi sebagai outlet komoditas kelapa sawit dan 5. 2012-2014 Kementerian Perhubungan 4.. Pulau Laut Barat. Kota baru.. yang telah ditetapkan Pelindo III.. sebagai KEK . Mendukung kawasan Kementerian industri Batulicin dan Perhubungan KAPET. .

pengembangan kawasan PT. Kurangnya pasokan listrik Melimpah bahan baku listrik di daerah Penetapan Kapet Batu licin Kementerian ESDM.VI dan VII (3 x 50 MW) PLTU Kota baru 2 x 7 MW. PLN Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor . 3. PT. PLN tidak ada kepastian. Percepatan Penyelesaian Pembangunan PLTU Asam-Asam tahap III dan IV. PLTU 2011 2013 Target penyelesaian juli Kementerian ESDM. PENANGGUNG JAWAB PENINGKATAN PELAYANAN ENERGI 1. selain itu juga untuk mengantisipasi kekurangan energi listrik Dalam rangka mendukung pengembangan wilayah Pulau Laut Kementerian ESDM PT PLN 2 2013 3 4 PLTU IPP kalsel 100 MW Pembangunan PLTU Batulicin (2 x 76 MW). PLN industri dan kapet batulicin dengan memanfaatkan potensi sumberdaya tambang 1. (2 x 65 MW). 2014 2013-2014 Kementerian ESDM PT PLN Dalam rangka mendukung Kementerian ESDM. 5 Pembangunan PLTU Kusan 67 MW 2013-2014 2. 2011. dan pembangunan tahap V .RENCANA AKSI KONEKTIVITAS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NO USULAN TARGET KET. sampai sekarang PT.

Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus/KEK (Mekar Putih/Lontar dsk) 2012-2014 Sebagai Kawasan Kementerian Ekonomi Khusus/KEK Perekonomian maka perlu adanya penetapan kawasan sebagai kawasan prioritas Untuk pengembangan kawasan dengan komoditas hasil tambang Kementerian Perindustrian Kementerian ESDM 2.RENCANA AKSI KONEKTIVITAS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NO USULAN TARGET KET. Pembangunan Kawasan Industri Pulau Sebuku 2012-2014 3. Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor . Pembangunan Kawasan Industri Batulicin 2012-2014 Perlu pengembangan Kementerian industri-industri Perindustrian lainnya. PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN EKONOMI LAINNYA 1.

MASTER PLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA RENCANA AKSI SDM & IPTEK PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor .

Pembangunan SMK Pertambangan Kementerian coal. 2. DUKUNGAN IPTEK -- DUKUNGAN SDM --- KET. Peningkatan Industri Logam dan Kayu Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor . 3. 1. Penelitian hasilkan teknologi clean 1. Peningkatan teknologi pengolahan bijih besi 1. 3. Dukungan Pengembangan Pendidikan Industri pengolahan batubara akademisi bidang pertambangan Percepatan Transfer teknologi terhadap pengolahan batubara kalori rendah ke kelori tinggi (Upgrading Brown Coal) Industri pengolahan bijih besi. 2.RENCANA AKSI SDM DAN IPTEK PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NO 1. Peningkatan SDM dalam penguasaan teknologi pengolahan mutahir untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Teknologi pembibitan tanaman kehutanan (kayu ulin. 2. dll). 2. PERKAYUAN 1. Peningkatan SDM utk mengidentifikasi dan mengeksplorasi bijih besi secara akurat dan efisien. 2. Pembangunan SMK Pertambangan 4. 3. Pengembangan SDM dalam Kementerian pengaplikasian teknik budidaya Kehutanan hutan produksi yang lebih efisien. 2. BIJIH BESI 1. Teknologi Meubel kayu (UKM) 1. KOMODITAS MINYAK DAN GAS BATUBARA 1.

KET. Pembangunan Pusat Pembibitan Kelapa Sawit Unggul Penerapan Budidaya (utk peningkatann produktivitas ) Penelitian bibit unggul Peningkatan Produktivitas Karet. melalui teknik budidaya. 3. Peningkatan Kualitas Pertanian Peternakan melalui peningkatan SMK Pertanian di pelai hari Teknologi Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor . 2. DUKUNGAN IPTEK Peningkatan Riset untuk memproduksi bibit sawit unggul. Pembangunan SMK Perkebunan 2. Dukungan Pengembangan bagi UPT Perkebunan. KARET 1. DUKUNGAN SDM 1. 6. 2. Dukungan Pengembangan bagi UPT Kementerian Perkebunan Pertanian 7. PETERNAKAN 1. KOMODITAS KELAPA SAWIT 1. Penelitian bibit unggul Peternakan Dukungan Pengembangan bagi UPT Kementerian Peningkatan Produktivitas Peternakan.RENCANA AKSI SDM DAN IPTEK PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NO 5. Kementerian Pertanian 2.

RENCANA AKSI SDM DAN IPTEK PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Dukungan terhadap Pengembangan Balai Latihan Kerja Banjarbaru Berstandar Internasional (Saat ini sedang disusun Masterplan pengembangannya) Dukungan terhadap Peningkatan Rasio SMK : SMU (Kalsel menargetkan 50 %: 50 % pada 2015). Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor .

Penyusunan Konsep Rencana Aksi Minggu IV September Penetapan KP3EI Provinsi Kalimantan 3 Oktober 2011. Rapat Koordinasi I KP3EI Prov. RAPAT-RAPAT 1. Kalsel Minggu IV September 5 Oktober 2011 10 Oktober 2011 Berkala 4. IMPLEMENTASI 1. Penyusunan konsep organisasi KP3EI Provinsi Minggu IV September Kalimantan Selatan. MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor . Rapat Pleno 2. Rapat Terbatas 3 minggu sekali Sesuai Kebutuhan Apabila diperlukan 3. Sosialisasi Awal 2. 2. Rapat Rapat Pendahuluan 3. 3.Agenda Kegiatan KP3EI Provinsi Kalsel NO 1. Selatan. PERSIAPAN 1. Rapat Khusus 3. KEGIATAN WAKTU KET 2.

JEMBATAN BARITO Click to edit Master subtitle style KALSEL Bahan Rapat MP3EI 11 Okt 2011 (Koridor .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.