Anda di halaman 1dari 28

~1~

Pertemuan ke 1
Mengenal bangun ruang sisi datar Menggambar kubus, balok, prisma dan limas

A. Gambar Ruang Kubus Halaman 20-28, soal no 1a sampai 1j

H
E

Kubus

= kubus ABCD.EFGH

ABFE dan DCGH adalah bidang frontal (gambar dalam bentuk yang sebenarnya) DAB adalah sudut surut. C Perbandingan proyeksi (pp) perbandingan rusukrusuk yang membentuk sudut surut. Misalnya, perbandingan AD dengan AB

A
Gambar 1

Sudah menjadi kelaziman dalam Ilmu Ukur Ruang, bahwa rusuk-rusuk yang tidak terlihat (DA, DC dan DH) digambarkan dengan garis putus-putus atau titik-titik.

1.a. Gambar ruang bidang-tunggal:

Gambar 8. Peganglah kitab tulismu sesuai dengan kedudukan bidang-tunggal pada gambar 8 itu. Ternyata sebuah bidang (lebih cepat jika dikatakan : bidang) pada umumnya terlukis sebagai jajaran-genjang.

~2~
Bangun bidang itu dilukis menurut bentuk dan ukuran sebenarnya jika bidang itu tepat menghadap kita.

1.b. Gambar ruang garis-tunggal

Gambar 9.

~3~
Peganglah pensilmu sesuai dengan kedudukan garis-garis-tunggal pada gambar 9 diatas. Garis-garis pada gambar 9 no. 4-5-6-7-8-9 dalam masing-masing kubus itu disebut diagonalbidang atau diagonal-sisi. Garis-garis pada gambar 9 no. 10-11-12-13 dalam masing-masing kubus itu disebut diagonalbenda atau diagonal-ruang. 1.c. Gambar ruang sepasang bidang.

Gambar 10. Pasangan bidang seperti pada gambar 10 no. 1-2-3 adalah sejajar. Dua buah bidang yang sejajar tidak mempunyai titik-persekutuan. Pasangan bidang seperti pada gambar 10 no. 4-5-6 adalah berpotongan. Ambillah dua buah kitab-tulismu dan peganglah kitab-kitab tulis itu sesuai dengan pasanganpasangan bidang pada gambar 10.

1.d. Sudah diketahui bahwa dua buah garis dapat : 1. Berpotongan Dua buah garis yang berpotongan terletak pada satu bidang dan mempunyai satu titikpersekutuan (=titik potong) 2. Sejajar

~4~
Dua buah garis yang sejajar terletak pada satu bidang dan tidak mempunyai titikpersekutuan dan tidak terletak pada sebuah bidang (jadi tidak sejajar), dinamakan bersilangan. Contoh-contoh dibawah ini (gambar 11) menjelaskan kedudukan pasangan-pasangan garisgaris itu dalam ruang : Berpotongan :

Sejajar :

Bersilangan :

Gambar 11.

~5~
1.e. Gambar ruang garis dan bidang.

Gambar 12.

1.f. gambar ruang pasangan tiga buah bidang.

Gambar 13. B. Prisma Halaman 75-77, soal halaman 80-81

C. Prisma Yaitu benda yang dibatasi oleh dua buah bidang yang sejajar (sebagai bidang dasar dan bidang atas) dan oleh bidang-bidang (sisi tegak) yang berpotongan menurut rusuk-rusuk (tegak) yang sejajar. a. Prisma sisi-n sebarang/miring/condong. Dasarnya : segi-n ; rusuk-rusuk tegaknya : miring/condong. Lihat gambar dibawah ini :

Gambar 89.

~6~
b. Prisma sisi-tegak. Dasarnya : segi-n sebarang; rusuk-rusuk tegaknya : tegaklurus pada bidang dasr itu.

Gambar 90. c. Prisma sisi-n beraturan. Dasarnya : segi-n beratuiran ; rusuk-rusuk tegaknya : tegaklurus pada bidang dasar itu.

Gambar 91. d. Prisma terpancung. Yaitu prisma yang bidang dasar dan bidang atasnya tidak sejajar.

Gambar 92.

~7~
e. Parallelepipedum. Yaitu prisma yang bidang dasarnya berbentuk jajaran-genjang.

1. p.e. sebarang

2. p.e. tegak Gambar 93.

3. p.e. siku-siku

Catatan : p.e. tegak bidang dasarnya jajaran-genjang dan rusuk-rusuk tegaknya tegaklurus bidang dasar. p.e. siku-siku adalah p.e. tegak yang alasnya empat-persegi-panjang. kubus (kenalan lama) adalah p.e. siku-siku yang semua rusuknya sama panjang.

f. Prismoida. Yaitu benda yang segenap titik-titik sudutnya terletak pada dua buah bidang yang sejajar sebagai bidang dasar dan bidang atasnya.

Gambar 94.

~8~
D. Limas Halaman 82-84, soal nomor 4-8 halaman 86 dan 87 Yaitu benda yang dibatasi oleh segi-n (sebagai bidang dasar) dan oleh bidangbidang sisi tegak yang berbentuk segitiga yang alasnya sisi-sisi segi-n itu dan puncaknya berimpit. a. Limas sisi-n sebarang. Dasarnya : segi-n sebarang ; puncaknya : titik sebarang . (lihat gambar 98) :

Gambar 98. (limas sisi-3)

b. Limas sisi-n beraturan. Dasarnya : segi-n beraturan ; puncaknya : berproyeksikan titik-pusat dasarnya itu (lihat gambar 99).

Gambar 99.

~9~
c. Limas terpancung. Yaitu bagian limas yang terletak antara bidang irisan dengan bidang dasar limas, jika limas itu diiris oleh bidang yang sejajar dengan bidang dasar. (lihat gambar 100)

Gambar 100. d. Bidang-empat.

Gambar 101. Penjelasan : bidang-4 tegak sebuah rusuknya tegaklurus bidang dasar. bidang-4 siku-siku tiga buah rusuk yang bertemu disatu titik salinfg tegaklurus. bidang-4 orthosentris atau bidang-4 orthogonal : tiap dua rusuk yang berhadapan bersilangan tegaklurus. proyeksi titik-sudut pada bidang yang berhadapan berimpit dengan titik-tinggi segitiga yang berhadapan. ke-empat garistingginya melalui satu titik.

~ 10 ~
bidang-4 beraturan semua rusuk-rusuknya sama panjang. bidang-4 samasisi keempat segitiga sisi-sisinya sama dan sebangun.

RUMUS-RUMUS ISI : Isi limas = Luas alas tinggi 3 Isi limas terpancung = t (D + A + t = tinggi D = luas bidang dasar A = luas bidang atas Isi bidang-4 AB CD = d. A. B. C. D. in D = jarak antara AB dan CD = sudut antara AB dan DC ) = Lt.

SOAL SOAL (hlm 29-31) 1. Buatlah sebuah kubus dengan menggunakan bahan : kawat, kayu atau lidi. Ambillah sebagai rusuk kubus itu panjangnya kira-kira 20cm. Ambillah benang atau tali dan tunjukkanlah pada kubus itu : a) Sebuah diagonal bidang-sisi Ada berapa diaggonal bidang sisikah pada sebuah kubus ? ada 6 Berapakah panjang diagonal tiap-tiap bidang-sisi itu ? 20 cm b) Sebuah diagonal-benda (diagonal-ruang) Ada berapa diagonal bendakah pada sebuah kubus ? 4 Berapakah panjang tiap-tiap diagonal benda itu ? 20 cm c) Sebuah bidang-diagonal Ada berapa bidang-diagonalkah pada sebuah kubus ? 6 Apakah bentuk bidang-diagonal itu ? Hitunglah luasnya ! Bentuknya persegi panjang, L=pxl = 20 x 20 = 400 cm2

~ 11 ~
d) Bidang yang melalui 3 buah diagonal-sisi. Ada berapa bidang semacam ini pada sebuah kubus? 8 Hitunglah luas tiap-tiap segitiga samasisi itu? L = e) Garis potong antara dua buah bidang-diagonal. 3 f) Garis-potong antara sebuah bidang-diagonal 1 dengan sebuah bidang segitiga-samasisi (pertanyaan d). 8 g) Titik-potong sebuah diagonal-benda dengan sebuah bidang-diiagonal. 8 h) Titik-potong sebuah diagonal-sisi dengan sebuah bidang-diagonal. 8 i) Titik-potong sebuah (pertanyaan d). 8 diagonal-benda dengan sebuah bidang-segitiga-samasisi

j) Titik-potong sebuah diagonal-sisi dengan sebuah bidang-segitiga-samasisi (pertanyaan d). 8 SOAL-SOAL. (hlm 80 81) 2. Katakan bentuk apakah benda-benda berikut ini a) Lemari = balok, rak buku = balok, radio = balok, televisi = kubus, kotak korek api = balok b) Sebuah buku yang sebagian halamannya diangkat = segitiga, atap rumah = prisma, tempat koran = balok c) Tong sampah = balok, tenda untuk berkemah = prisma

4. Ditentukan : tempat air yang berbentuk kubus dan berisi air hanya nya.

a Ditanyakan : a) Apakah bentuk air itu ? balok (yg d arsir) b) Berapakah tinggi air itu ? a

~ 12 ~
c) Jika tempat air itu diangkat sedemikian hingga salah satu rusuk kubus itu tetap dilantai dan permukaan air melalui sebuah rusuk bidang atas kubus, bebentuk apakah air yang ada dalam kubus itu ? apakah bangun bagian kubus yang tidak berisi air? Keduanya berbentuk prisma segi tiga.

Pertemuan ke 2 dan 3
Pengertian titik, garis dan bidang dalam ruang Aksioma 1, 2, 3 halaman 31 1. melalui dua buah titik hanya dapat dilukis sebuah garis lurus saja. 2. Jika sebuah garis lurus dan sebuah bidang datar mempunyai dua titik persekutuan, maka garis lurus itu terletak seluruhnya pada bidang datar itu. 3. Tiga buah titik sembarang (artinya ketiga titik itu tidak terletak pada sebuah garis lurus)

Dari aksioma-aksioma diatas didapatlah dalil-dalil berikut: Dal.1. Sebuah bidang ditentukan oleh tiga titik sembarang. C

B A Dal.2. Sebuah bidang ditentukan oleh sebuah garis dan sebuah titik (diluar garis itu). B

C A Dal.3. Sebuah bidang ditentukan oleh dua buah garis berpotongan. C

B A

~ 13 ~

Kedudukan 2 buah bidang Dal.4. Jika dua buah bidang mempunyai satu titik persekutuan, maka kedua bidang itu mempunyai garis persekutuan yang melalui titik itu. U A V

Jika bidang-bidang itu U dan V, maka garis potongnya disebut (U,V). A = titik persekutuan, maka A itu sebuah titik dari garis potong (U,V). CATATAN garis potong atau garis persekutuan itu dapat dilukis, jika diketahui sebuah titik persekutuan lagi. Kedudukan 2 buah garis Dua buah garis dapat: Berpotongan (terletak pada satu bidang) Sejajar (terletak pada satu bidang), atau Bersilangan (tidak terletak pada satu bidang) Kedudukan 3 buah bidang Dal.5. Jika dua dari tiga garis potong tiga buah bidang berpotongan, maka garis potong yang ketiga melalui titik potong itu. Dal.6. Jika dua dari tiga garis potong itu sejajar, maka garis potong yang ketiga sejajar pula. Melukis bidang dalam ruang, halaman 35 dan 36 Soal-soal halaman 37 sampai 40

1. Diketahui bidang H dan V. titik A pada bidang H dan titik B, C pada bidang V. lukis bidang melalui A, B, dan C V
B V B
C C

S
H H A A

penyelesaian

~ 14 ~
SOAL SOAL (hlm 37 40 )

1. Diketahui Titik T pada bidang V, garis a menembus bidang H dan V. Lukiskan bidang melalui garis a dan titik T. V T a T V P

Penyelesaian Garis a melalui bidang H pada titik P, garis a melalui bidang V pada titik Q, titik T pada bidang V (diketahui), titik T pada bidang (diminta), T pada ( , V) 2. Diketahui garis-garis a dan b berpotongan, a menembus bidang-bidang H dan V, b menembu bidang V. Lukiskan bidang melalui a dan b.

P b a a b S

Penyelesaian Garis a menembus (H,V), garis b menembus V dititik C, BC ( , V), SA (, H). 3. Diketahui segitiga ABC. A pada bidang H, B pada bidang V, sisi AC menembus bidang V. Lukislah garis-garis potong antara bidang ABC dengan bidang-bidang H dan V. B D C A D C A B

~ 15 ~
A pada bidang H, B pada bidang V, AC menebus (H,V), BC menembus bidang H dititik E, A (, H), bidang adalah perluasan Segitiga ABC. 4. Diketahui garis a menembus bidang H dan V, garis b menembus bidang H dan V. Buktikan garis-garis a dan b bersilangan.

b a

b a

Garis garis a dan b bersilangan dititik S 6. Diketahui titik T pada bidang V, garis a pada bidang H. Lukiskan bidang melalui garis a titik T

T a a

Dalil I : Jika ada 3 bidang , , saling potong memotong maka jika (, ) memotong (, ) dititik S maka (, ) melalui S juga. Dalil II : Jika ( ,) sejajar dengan (, ) maka (, ) sejajar pula. 7. Diketahui titik T pada bidang V; garis-garis a dan b menembus bidang-bidang H dan V. Lukiskan garis x yang melalui titik T dan memotong garis-garis a dan b. Tentukan titik-titik potongnya.

a a T b R U T b S

Titik potong garis a dan b adalah titik T dan titik U.

~ 16 ~
10. Diketahui Kubus ABCD. EFGH : P = Titik tengah AB, Q = Titik tengah CG Lukis garis x yg melalui b dan memotong garis-garis PQ dan DH. Garis x melalui B Memotong PQ Memotong DH H E H D A P B G E bidang bidang H R D C A P B x = garis BR Analisa : 1. bidang melalui B & memotong PQ Bidang ABQR (Bidang ) 1. bidang melalui B & memotong DH Bidang BDHF (Bidang ) maka x = garis BR 12. Kubus ABCD . EFGH dengan rusuk = 5 cm. P,Q dan R adalah titik-titik tengah rusuk-rusuk AB, BC & CG. Lukiskan garis-garis potong bidang PQR dengan bidang-bidang sisi kubus itu. Perhatikan baik-baik lukisan mu itu. Kemudian coba buktikan bagian bidang yang ada dalam kubus itu merupakan segi enam beraturan. (catatan) : bagian bidang PQR yang ada dalam kubus itu disebut irisan atau penambang dari bidang PQR dengan kubus. Garis potong bidang atas kubus l H S F R C Q A m P B Harus // PQ . karena bidang AGCD // EFGH. G PQ // AC (diagonal sisi) AC // EG Kr : bidang V Kr : memototong HC Q Kr : memotong DH Akan menjadi PQRSTU (segi 6 beraturan) Karena rusuk-rusuk sama panjang & tidak sama panjang. H G Q C

T
E U

k U

~ 17 ~
13. Diketahui kubus ABCD. EFG dengan rusuk = a. Lukis titik-titik potong garis diagonal ruang DE dengan bidang-bidang AFH dan BDG. Sebutlah berturut-turut titik-titik potong itu dengan P dan Q kemudian buktikan, bahwa EP = PQ = QC. (Petunjuk : gunakan sifat kesebangunan segitiga-segitiga). H G I. Bidang AFH N F AFH / diagonal sama sisi N E ACGE / bidang Titik persekutuan = A P Berpotongan EG & HF dititik N P titik potong AN dan CE. C

A II. Bidang BDG H E Q M A P B F G

BDG adalah diagonal sama sisi ACGE adalah bidang Titik persekutuan = g Berpotongan AC dan BD dititik M Q titik potong BDG dengan CE.

H E P Q M A P B N N F

Jika gambar kedua bidang AFH dan BDG disatukan dalam kubus ABCD . EFGH dengan diagonal ruang DE. E N G

P Q A M C Dik : GC = AE = a AC = EG = MC = AC = Dit : Buktikan bahwa EP = PQ = QC (diagonal sama sisi)

~ 18 ~

Jawab : GM2 = GC2 + CM2 GM = = = ( ) GCM AEN Maka CQ = EP EC2 = AE2 + AC2 EC ( )

Lihat MCG (alas di MG) & GCM (alasan di GM).

EC = EP + PQ + QC Terbukti EP = PQ = QC

GCM & AEN

CG = AE ; EN = CM

~ 19 ~

Pertemuan ke 4 (Kesejajaran)
Garis sejajar garis Garis sejajar bidang Bidang sejajar bidang Dalil 15&16 halaman 44, soal halaman 47-48 Dua garis sejajar pada satu bidang dan tidak mempunyai satupun titik persekutuan Maka ; Sebuah bidang ditentukan pula oleh dua garis sejajar

1.Garis-garis sejajar /kesejajaran garis-garis Dalil 1 Jika dua buah garis, masing-masing sejajar terhadap suatu garis ketiga, maka keduanya saling sejajar

Dalil 2 Dua buah bidang yang saling sejajar, dimanapun keduanya berjarak sama

~ 20 ~
Dalil 3 o a // b b menembus V a menembus V

2.garis sejajar bidang Dua buah bidang berbeda, atau suatu bidang dan suatu garis, dikatakan saling sejajar, jika keduanya tidak berpotongan Jika sebuah bidang memotong dua buah bidang yang saling sejajar, maka perpotongannya adalah dua buah garis yang saling sejajar

Dalil bidang // bidang x memotong dan (x, ) // (x, ) Jika dua buah bidang, tertembus terhadap suatu garis yang sama, maka kedua bidang tersebut saling sejajar.

~ 21 ~

a menembus U U // V

a menembus V

a // b b pada V

a // V

(, V)=b melalui a a // V

(, V) // a

a // b b // V

a // V U // a V // a

(U, V) // a

~ 22 ~

3.Bidang-bidang sejajar/kesejajaran bidang-bidang Jika dua buah bidang,masing-masing sejajar terhadap suatu bidang ketiga, maka kedua bidang tersebut saling sejajar.

Ada 2 garis yang berpotongan dan saling sejajar Dal. 15 (lihat gambar 44) a // c berpotongan b // d

berpotongan

bidang (a, b) // bidang (c, d) bidang U // bidang V

a // U U // V

a menembus V

~ 23 ~
a di U U // V

a // V

memotong U U // V

memotong V

U // V V // W U // W

a menembus T + // V b menembus T + // V c menembus T + // V a, b dan c pada bidang , Melalui T + // V.

~ 24 ~

U // V // (U, V) // (, )

SOAL-SOAL (hlm 47-48) 2. Diketahui : (lihat Gambar) Lukiskan : garis x yang melalui T dan sejajar garis a

x a

T 3. Diketahui : titik V pada bidang V Lukiskan :

a) Garis x melalui T, pada bidang V dan // bidang . b) Bidang melalui T dan // bidang .

5 . Ditentukan : Garis-garis a, b dan c bersilangan. (lihat gambar 57, 58 dan 59) Lukiskan : garis x yang memotong garis-garis a dan b, serta sejajar dengan garis c.

~ 25 ~

c b S K x 7. Ditentukan kubus ABCD.EFGH dengan rusuk=5cm. P dan Q masing ... titik-titik tengah rusuk-rusuk BC dan CG. Sebuah bidang dilukis melalui titik-sudut A dan sejajar dengan gais-garis BD dan PQ. Gambarkanla garis-geris potong bidang itu dengan bidang-bidang sisi kubus itu. Merupakan apakah bentuk irisannya ? hitunglah luasnya ! Bentuk irisannya adalah segitiga sama sisi Luasnya cm2 a c L b

~ 26 ~

Pertemuan 5 (Sudut Ruang)


Sudut antara 2 garis bersilangan Sudut antara garis dan bidang Garis tegak lurus bidang Sudut antara bidang dengan bidang Halaman 50-52, soal halaman 56-57

1. Sudut Antara 2 Garis Bersilangan Sebuah dalil ilmu ukut bidang berbunyi: dua buah udut yang kaki-kakinya sejajar dan searah adalah sama be ar. alil ter ebut belaku pula bagi udut-sudut yang terletak dalam ruang. Dalil : dengan sudut antara garis-garis a dan b yang bersilangan dimaksudkan sudut yang dibentuk oleh garis-garis a dan b yang ditarik melalu sebuah titik T didalam ruang dan sejajar dan searah dengan a dan b. a b a

T
b

Catatan: Titik T dapat juga ditentukan pada garis a atau b. Jika sudut yang terjadi adalah 900, maka dalam hal ini dikatakan garisgaris a dan b itu bersilangan tegaklurus 2. Garis Tegak Lurus Bidang Peganglah dua buah segitiga seperti pada gambar di bawah. Titik sudut sikusiku dan sepasang siku-siku diimpitkan (a), maka kedua sisi siku-siku yang lain (b dan c)dapat diletakkan pada permukaan meja V. ternyata sisi siku-siku a tegaklurus pada bidang V. Dalil : sebuah garis tegaklurus pada sebuah bidang jika garis itu tegak lurus pada dua buah garis berpotongan yang terletak dibidang itu. a

~ 27 ~
Bukti : a a b berpotongan a c bidang (b,c)

catatan : A terhadap b dan c boleh tegak lurus memotong atau tegaklurus menyilang, akan tetapi merupakan syarat bahwa b dan c harus berpotongan. Apakah yang kita dapat jika b dan c sejajar?? Pegang lah segitigamu seperti gambar dibawah.

a b c

a a

b c

sejajar

betul b dan c menentukan bidang V, akan tetapi a ternyata tidak tegaklurus pada V. maka berpotongannya b dan c adalah syarat mutlak supaya a tegak lurus pada V.

3. Sudur Antara Dua Buah Bidang SOAL-SOAL (hlm 56 58 ) 3. Ditentukan : kubus ABCD.EFGH Hitunglah : besar sudut antara : FC dan FH, FC dan BG, BG dan DE, DE dan HF, BE dan CF, AH dan BF. FC dan FH = 600 (karena FCH adalah segitiga sama sisi) FC dan BG = 900 (karena merupakan pepotongan diagonal bujur sangkar BCGF) BG dan DE = 900 (karena merupakan pepotongan diagonal bujur sangkar BCGF) DE dan HF = 600 (karena FCH adalah segitiga sama sisi) BE dan CF = 600 (karena FCH adalah segitiga sama sisi) AH dan BF = 450 (karena AH diagonal bujursangkar ADHE)

9. Ditentukan : Kubus ABCD.EFGH

~ 28 ~
Hitunglah : a. (AB,CF) b. (AF,CH) c. (AG,BD) d. (AB,DG) H G E F D A B d. a A e. (AG,BG) = (AG,AH) = GAH Pada segitiga GAH AH = a (diagonal sisi) AG = a (diagonal ruang) GH = a (panjang sisi) (AB,DG) = (AB,AF) = FAB = 300 Karena segitiga FAB adalah segitiga samakaki dimana salah satu sudut ny adalah siku-siku C b. a.

e. f.

(AG,BG) (AP,DG), jika P titik tengah FG

(AB,CF) = (DC,CF) = DCF = 900 Sudut pada pesegi panjang DCFE (AF,CH) = (AF,BE) = 900 = APB = Karena diagonal-diagonal sebuah persegi APE

c.

(AG,BD) = (DT,BD), T adalah perpanjangan garis FG dimana panjang FG = GT

10. Ditentukan kubus ABCD.EFGH Hitunglah : a. b. c. d. ( ( ( ( ) ) (karena BCKL adalah bidang diagonal) ) ) (karena ADFG adalah bidang diagonal)

Anda mungkin juga menyukai