Transformasi Geometri

Matematika Kelas 2 > Matriks
422
< Sebelum Sesudah >
Transformasi adalah suatu perpindaban/perubaban.
1. TRANSLASI (Pergeseran sejajar)
Matriks Perubahan Perubahan
a (
¸ b ¸
(x,y) ÷ (x+a, y+b) F(x,y) = 0 ÷ (x-a, y-b) = 0
Ket :
x' = x + a ÷ x = x' - a
y' = y + b ÷ y = y' -b
2. Sifat:
o Dua buah translasi berturut-turut a ( diteruskan
dengan
¸ b ¸
dapat digantikan dengan c ( translasi tunggal a + c (
¸ d ¸ ¸ b + d ¸
o Pada suatu translasi setiap bangunnya tidak berubah.

3. REFLEKSI (Pencerminan terhadap garis)
Pencerminan
terhadap
Matriks Perubahan Titik
Perubahan
fungsi
sumbu-x
1 -0 (
¸ 0 -1 ¸
(x,y) ÷ (x,-y)
F(x,y) = 0 ÷
F(x,-y) = 0
sumbu -y
-1 0 (
¸ -0 1 ¸
(x,y) ÷ (-x,y)
F(x,y) = 0 ÷ F(-
x,y) = 0
garis y = x
0 1 (
¸ 1 0 ¸
(x,y) ÷ (y,x)
F(x,y) = 0 ÷
F(y,x) = 0
garis y = -x
-0 -1 (
¸ ÷1 -0 ¸
(x,y) ÷ (-y,-x)
F(x,y) = 0 ÷
F(-y,-x)= 0
4.

Ket. : Ciri khas suatu matriks Refleksi adalah determinannya
= -1

Bio 1 2 3
Fis 1 2 3
Kim 1 2 3
Mat 1 2 3

tryout gratis!!

tips umptn
katanya sih sakit
gigi lebih sakit dari
pada nggak diterima
di perguruan tinggi
negeri
selanjutnya

Download
Macromedia
Shockwave

supaya bisa liat
Modul Multimedia



SIFAT-SIFAT
a. Dua refleksi berturut-turut terhadap sebuah garis
merupakan suatu identitas, artinya yang direfleksikan
tidak berpindah.
b. Pengerjaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang
sejajar, menghasilkan translasi (pergeseran) dengan
sifat:
 Jarak bangun asli dengan bangun hasil sama
dengan dua kali jarak kedua sumbu
pencerminan.
 Arah translasi tegak lurus pada kedua sumbu
sejajar, dari sumbu pertama ke sumbu kedua.
Refleksi terhadap dua sumbu sejajar bersifat
tidak komutatip.
c. Pengerjaaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang
saling tegak lurus, menghasilkaan rotasi (pemutaran)
setengah lingkaran terhadap titik potong dari kedua
sumbu pencerminan. Refleksi terhadap dua sumbu yang
saling tegak lures bersifat komutatif.
d. Pengerjaan dua refleksi berurutan terhadap dua sumbu
yang berpotongan akan menghasilkan rotasi
(perputaran) yang bersifat:
 Titik potong kedua sumbu pencerminan
merupakan pusat perputaran.
 Besar sudut perputaran sama dengan dua kali
sudut antara kedua sumbu pencerminan.
 Arah perputaran sama dengan arah dari sumbu
pertama ke sumbu kedua.

5. ROTASI (Perputaran dengan pusat 0)
rotasi matriks
perubahan
titik
perubahan fungsi
½ t
0 -1(
¸1 -0 ¸
(x,y) ÷ (-y,x)
F(x,y) = 0 ÷ F(y,-x) =
0
t
-1 0(
¸1 -1 ¸
(x,y) ÷ (-x,-y)
F(x,y) = 0 ÷ F(-x,-y)
= 0
3/2 t
0 -1(
¸-1 0 ¸
(x,y) ÷ (y,-x)
F(x,y) = 0 ÷ F(-y,x)
= 0
u
cosu -sinu (
¸sinu cosu ¸
(x,y) ÷ (x cos u - y sinq, x sin u + y
cos u)
F(x,y) = 0 ÷ F(x cos u + y sin u, -x sin
u + y cos u) = 0
6.
Ket.: Ciri khas suatu matriks Rotasi adalah determinannya =
1

SIFAT-SIFAT
. Dua rotasi bertumt-turut mempakan rotasi lagi dengan
sudut putar dsama dengan jumlah kedua sudut putar
semula.
a. Pada suatu rotasi, setiap bangun tidak berubah
bentuknya.

Catatan:

Pada transformasi pergeseran (translasi), pencerminan
(refleksi) dan perputaran (rotasi), tampak bahwa
bentuk bayangan sama dan sebangun (kongruen)
dengan bentuk aslinya. Transformasi jenis ini disebut
transformasi isometri.

7. DILATASI (Perbesaran terhadap pusat 0)
Dilatasi Matriks Perubahan titik Perubahan fungsi
(0,k)
k 0(
¸0 k¸
(x,y)÷(kx,ky) F(x,y)=0÷F(x/k,y/k)
8.
Ket.:

(0, k) merupakan perbesaran atau pengecilan dengan
tergantung dari nilai k.

Jika A' adalah peta dari A, maka untuk:
a. k > 1 ÷ A' terletak pada perpanjangan OA
b. 0 < k < 1 ÷ A' terletak di antara O dan A
c. k > 0 ÷ A' terletak pada perpanjangan AO

9. TRANSFORMASI LINIER

Ditentukan oleh matriks a b(
¸c d¸

x' ( = a b ( x (
¸ y' ¸ ¸ c d ¸ ¸ y ¸


x ( = 1 a -b ( x' (
¸ y ¸ ad - bc ¸ ÷c d ¸ ¸ y' ¸
Perubahan Titik Perubahan Fungsi
(x,y)÷(ax+by, cx+dy)
F(x,y)=0 ÷ dx - by , -cx + ay (
¸ad - bc ad - bc ¸
10.
Prinsipnya adalah mencari matriks invers dari matriks
transformasi yang diketahui.


< Sebelum Sesudah >


KOMPOSISI TRANSFORMASI
Jika A = a b ( adalah T
1
dan B = e f ( adalah T
2

ttt ¸ c d ¸ ¸ g h¸

maka T
2
° T
1
= BA = e f ( a b (
¸ g h¸ ¸ c d ¸
÷ menyatakan transformasi T
1
dilanjutkan dengan T
2


TRANSFORMASI INVERS
Jika suatu transformasi diwakili oleh matriks M, memetakan titik P ke
P1, maka transformasi ini memetakan P1 ke P, diwakili oleh matriks
M
-1
(yaitu jika M
-1
ada).

< Sebelum Sesudah >


Bio 1 2 3
Fis 1 2 3
Kim 1 2 3
Mat 1 2 3

tryout gratis!!

tips umptn
katanya sih sakit gigi lebih sakit dari pada
nggak diterima di perguruan tinggi negeri
selanjutnya

Download Macromedia Shockwave

supaya bisa liat Modul Multimedia




y)(-y. artinya yang direfleksikan tidak berpindah.  Arah translasi tegak lurus pada kedua sumbu sejajar. Pengerjaan dua refleksi berurutan terhadap dua sumbu yang berpotongan akan menghasilkan rotasi (perputaran) yang bersifat:  Titik potong kedua sumbu pencerminan merupakan pusat perputaran.y) (-x. menghasilkan translasi (pergeseran) dengan sifat:  Jarak bangun asli dengan bangun hasil sama dengan dua kali jarak kedua sumbu pencerminan.y) (y. dari sumbu pertama ke sumbu kedua. menghasilkaan rotasi (pemutaran) setengah lingkaran terhadap titik potong dari kedua sumbu pencerminan. Dua refleksi berturut-turut terhadap sebuah garis merupakan suatu identitas.  Besar sudut perputaran sama dengan dua kali sudut antara kedua sumbu pencerminan.y) = 0F(y.y) = 0F(-x. ROTASI (Perputaran dengan pusat 0) rotasi ½  3/2  matriks 0 -1 1 -0  -1 0 1 -1  0 -1 -1 0  cos -sin sin cos  perubahan titik (x. Pengerjaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang sejajar. Refleksi terhadap dua sumbu sejajar bersifat tidak komutatip. c. x sin  + y cos ) F(x.-x) = 0 F(x.y)  (x cos . Refleksi terhadap dua sumbu yang saling tegak lures bersifat komutatif.y) = 0 F(x cos  + y sin .-y) (x. -x sin  + y cos ) = 0 .y sinq. d.SIFAT-SIFAT a.  Arah perputaran sama dengan arah dari sumbu pertama ke sumbu kedua. Pengerjaaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang saling tegak lurus.-x) perubahan fungsi F(x. b.x) (x.-y) =0 F(x.x) =0  (x.y) = 0 F(-y. 5.

pencerminan (refleksi) dan perputaran (rotasi).ky) Perubahan fungsi F(x. 0 < k < 1  A' terletak di antara O dan A c.k) Matriks k 0 0 k Perubahan titik (x. DILATASI (Perbesaran terhadap pusat 0) Dilatasi (0. Jika A' adalah peta dari A. setiap bangun tidak berubah bentuknya. Dua rotasi bertumt-turut mempakan rotasi lagi dengan sudut putar dsama dengan jumlah kedua sudut putar semula. TRANSFORMASI LINIER Ditentukan oleh matriks a b c d  x'  =  a b   x   y'   c d   y  . maka untuk: a. Catatan: Pada transformasi pergeseran (translasi). k) merupakan perbesaran atau pengecilan dengan tergantung dari nilai k. Ket. k > 1  A' terletak pada perpanjangan OA b.6. tampak bahwa bentuk bayangan sama dan sebangun (kongruen) dengan bentuk aslinya.: Ciri khas suatu matriks Rotasi adalah determinannya = 1 SIFAT-SIFAT . Ket. Transformasi jenis ini disebut transformasi isometri. a.y)=0F(x/k. k > 0  A' terletak pada perpanjangan AO 9.y/k) 8.y)(kx. Pada suatu rotasi. 7.: (0.

bc  < Sebelum Sesudah > KOMPOSISI TRANSFORMASI Jika A = a b  adalah T1 dan B =  e f  adalah T2 ttt   c d   g h  Bio Fis Kim Mat 1 1 1 1 2 2 2 2 maka T2 ° T1 = BA =  e f   a b   g h  c d   menyatakan transformasi T1 dilanjutkan dengan T2 tryout gratis!! tips umptn TRANSFORMASI INVERS Jika suatu transformasi diwakili oleh matriks M. maka transformasi ini memetakan P1 ke P. memetakan titik P ke P1. Perubahan Fungsi F(x. katanya sih sakit gigi lebih sakit dari pad nggak diterima di perguruan tinggi nege selanjutnya Download Macromedia Shockwave supaya bisa liat Modul Multimedia < Sebelum Sesudah > . diwakili oleh matriks M-1 (yaitu jika M-1 ada).bc ad .x = 1  a -b x'   y  ad .bcc d  y'  Perubahan Titik (x.y)(ax+by.by . Prinsipnya adalah mencari matriks invers dari matriks transformasi yang diketahui. -cx + ay  ad .y)=0  dx . cx+dy) 10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful