Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ I.

JUDUL : Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat II. TANGGAL PERCOBAAN Rabu, 16 November 2011 III. TUJUAN : 1. Untuk memberikan gambaran bahwa reaksi penyabunan etil asetat oleh ion hidroksida adalah reaksi orde dua 2. Menentukan konstanta kecepatan reaksi pada reaksi tersebut. IV. TINJAUAN PUSTAKA : :

Saponifikasi Saponifikasi pada dasarnya adalah proses pembuatan sabun yang berlangsung dengan mereaksikan asam lemak khususnya trigliserida dengan alkali yang menghasilkan gliserol dan garam karboksilat (sejenis sabun). Sabun merupakan garam (natrium) yang mempunyai rangkaian karbon yang panjang. Reaksi dibawah ini merupakan reaksi saponifikasi tripalmitin / trigliserida.

Gambar 2.1 Reaksi Saponifikasi tripalmitin Selain dari reaksi diatas sabun juga bisa dihasilkan dari reaksi netralisasi Fatty Acid (FA), namun disini hanya didapat sabun tanpa adanya Gliserin (Glycerol), karena saat proses pembuatan Fatty Acid, glycerol sudah dipisahkan tersendiri.

1 |Kelompok Dua / Kimia B 2009

Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ Gambar 2. maka mula-mula zat yang A dan zat B sama sekali belum ada. Hukum laju dapat ditentukan dengan melakukan serangkain eksperimen secara sistematik pada reaksi A + B → C. aA + bB → produk. 2003 : 47). konsentrasi B akan meningkat sementara konsentrasi zat A akan menurun (Partana. dimana a ≠ b dan [A]o ≠ [B]o. sedangkan hanya eksponen untuk masing-masing reaktan dikenal sebagai orde reaksi untuk komponen itu. maka konsentrasi B dibuat tetap sementara itu konsentrasi A divariasi kemudian diukur laju reaksinya pada variasi konsentrasi tersebut (Partana. d. untuk menentukan orde reaksi terhadap A maka konsentrasi A dibuat tetap sementara konsentrasi B divariasi kemudian ditentukan laju reaksinya pada variasi konsentrasi tersebut. Parfum.2 Reaksi saponifikasi Asam lemak Selain dari minyak atau lemak dan NaOH pada pembuatan sabun dipergunakan bahanbahan tambahan sebagai berikut: a. Cairan pengisi seperti tepung tapioka. 2003 : 49). Zat pewarna c. Secara umum. Setelah beberapa waktu. Orde reaksi adalah jumlah pangkat faktor konsentrasi dalam hukum laju bentuk diferensial. apabila terjadi reaksi A → B. b. 2 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . misal natrium sulfat Untuk menentukan laju dari reaksi kimia yang diberikan. gapleh dan lain-lain. Pada umumnya orde reaksi terhadap suatu zat tertentu tidak sama dengan koefisien dalam persamaan stoikiometri reaksi (Hiskia. Sedangkan untuk menentukan orde reaksi B. harus ditentukan seberapa cepat perubahan konsentrasi yang terjadi pada reaktan atau produknya. 2003). Orde reaksi hanya dapat dihitung secara eksperimen dan hanya dapat diramalkan jika suatu mekanisme reaksi diketahui seluruh orde reaksi yang dapat ditentukan sebagai jumlah dari eksponen untuk masing-masing reaktan. Zat pemutih. Orde dari suatu reaksi menggambarkan bentuk matematika dimana hasil perubahan dapat ditunjukkan. agar baunya wangi.

Gelas Kimia 4. Indikator PP : 3. Gelas Ukur 8.1 Dan persamaan laju yang diintegralkan adalah  [ B]o [ A]  1  = kt ln b[ A]o − [ B]o  [ B][ A]o    …………………………2 Jika a=b=1. Etil asetat 0. Larutan HCl 0. Aquades 5.02 N 2. Stopwatch 3. Corong Kaca 2. knstanta laju dapat dihitung dari kemiringan dan konsentrasi awal reaktan dari intersep tersebut (Dogra.02 N 3 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . Buret 6.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ persamaan laju diferensial adalah − 1 d [ A] 1 d [ B] =− = k [ A][ B ] a dt b dt ……………………. ALAT dan BAHAN Alat – Alat 1. Statif dan Klem 7.02 N 4. Termometer : : • • Bahan – Bahan 1. Erlenmeyer 5. Larutan NaOH 0. V. persamaan 2 menjadi  [ B]o [ A]  1  = kt ln [ A]o − [ B]o  [ B][ A]o    Plot sisi kiri persamaan 1 dan 2 terhadap t akan merupakan garis lurus. 2008 : 629).

02 N Larutan berwarna merah muda 4 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . dilakukan pemanasan agar reaksi sempurna Setelah dingin. 15.02N : 100 ml larutan NaOH 0. 40 dan 65.02 N - Diletakkan ke dalam thermostat untuk mencapai suhu yang sama Kedua larutan mencapai suhu yang sama - - Kedua larutan dicampurkan dengan cepat Dikocok dengan baik Dijalankan stopwatch ketika larutan dicampurkan Tiga menit setelah dicampur. Dititrasi dengan larutan standar NaOH 0. dipipet 5 ml dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer yang telah berisi 10 ml HCl. 25. dipipet 5 ml dan dimasukkan ke dalam salah satu Erlenmeyer yang berisi 10 ml larutan HCl Diaduk dengan baik dan segera dititrasi dengan larutan standar NaOH 0. CARA KERJA 125 ml Larutan etil asetat 0.02 N Dilakukan pengambilan kembali pada menit ke 8.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ VI. Larutan sisa Larutan berwarna merah muda - Disimpan selama kurang lebih 2 hari Setelah 2 hari.

dipipet 5 ml dan dimasukkan ke dalam salah satu Erlenmeyer yang berisi 10 ml larutan HCl .Dikocok dengan baik .Setelah dingin.9 V8menit=8. 40 dan 65. 15.1 V15menit=8.4 V40menit=8.02 N DUGAAN / REAKSI + KESIMPULAN Etil asetat : tak C2H5OH berwarna NaOH berwarna : NaOH tidak CH3COOC2H5 + H2O +OH+ tidak . 25.Diaduk dengan baik dan segera dititrasi dengan larutan standar NaOH 0.Dilakukan pengambilan kembali pada menit ke 8.Disimpan selama kurang lebih 2 hari .Dititrasi dengan larutan standar NaOH 0.Kedua larutan dicampurkan dengan cepat . NO DATA PENGAMATAN PERLAKUAN : HASIL PENGAMATAN 1 125 ml Larutan etil asetat 0.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ VII.6 Reaksi saponifikasi merupakan reaksi dua berorde dengan persamaan : dx/dt = k[a-x]2 Larutan sisa Larutan berwarna merah muda V2hari=9.Diletakkan ke dalam thermostat untuk mencapai suhu yang sama Etil Kedua larutan mencapai suhu yang . asetar : NaOH berwarna CH3COOC2H5+ HCl H+ + tidak NaOH CH3COONa +HCl = berwarna +indikator pp = +H2O tidak berwarna V3menir= 7.Setelah 2 hari.02N 100 ml larutan NaOH 0.Dijalankan stopwatch ketika larutan dicampurkan .02 N Larutan berwarna merah muda Larutan berwarna 5 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . dipipet 5 ml dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer yang telah berisi 10 ml HCl.02 N . .2 V25menit=8.9 .4 V65menit=8.Tiga menit setelah dicampur. dilakukan pemanasan agar reaksi sempurna .

02.02.02.02.4 8.02.1 8.02. ANALISIS dan PEMBAHASAN : Pada percobaan Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat yang dilakukan ini bertujuan menunjukkan bahwa reaksi yang terjadi antara etil asetat (CH3COOC2H5) dengan NaOH merupakan reaksi dengan orde 2.8.1 = 0.4 8.10 – 0.2 8.10 – 0.6 9.9 = 0.042 Untuk t = 8 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.9 8.9 .Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ VIII. Reaksi yang terjadi sebagai berikut: CH3COOC2H5(aq) +NaOH(aq) CH3COOH(aq) + C2H5OH(aq) Dari percobaan yang dilakukan didaptkan data berupa volume titrasi sebagai berikut: t(menit) 3 8 15 25 40 65 2880 Metode Integral secara Grafik Dari data tersebut di atas dapat digunakan dalam perhitungan sebagai berikut: a.038 Untuk t = 15 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.8.7.10 – 0. Milimol NaOH sisa Untuk t = 3 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.2 6 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 Volume titrasi 7.

02.958 Untuk t = 8 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.02.02.02.8.9 = 0.4 = 0.4 = 0.042 = 1.10 – 0.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ = 0.10 – 0.6 = 0.10 – 0.02. Milimol NaOH yang bereaksi Untuk t = 3 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.036 Untuk t = 25 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.02.02.10 – 0.032 Untuk t = 40 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.002 b.9.10 – 0.028 Untuk t = 2880 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.038 = 1.8.10 – 0.032 Untuk t = 65 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.02.962 Untuk t = 15 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir 7 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 .02.8.02.

002 = 1.02.10 – 0.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ = M1V1 – M2V2 = 0.02. Mencari nilai x Untuk x = = .02.036 = 1. t= 8 menit = 0.02.02.032 = 1.968 Untuk t = 65 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.10 – 0.01958 Untuk x = = .972 Untuk t = 2880 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.028 = 1. t= 3 menit = 0.032 = 1.964 Untuk t = 25 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.968 Untuk t = 40 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.10 – 0.10 – 0.10 – 0.01962 Untuk t= 15 menit 8 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 .998 c.

= 3125 t= 40 menit 9 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . = 0.01968 Untuk t= 65 menit x = = . . = 2380.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ x = = . = 2500 t= 15 menit . = . = .01964 Untuk t= 25 menit x = = . = 0.01968 Untuk t= 40 menit x = = .01972 Untuk t= 2880 menit x = = . . = 0.95 t= 8 menit .01998 d. = . = 0. = 2777 t= 25 menit . = . . Mencari nilai Untuk = Untuk = Untuk = Untuk = Untuk . t= 3 menit . = 0.

= 3125 t= 65 menit . .914 t(detik) Dari grafik (antara t dengan )yang didapat terlihat bahwa nilai regresi mendekati 1. = 3571. . 10 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 .Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ = Untuk = Untuk = .42 t= 2880 menit . = . = .33 R² = 0.43x . . = . = 50.000 Dari perhitungan di atas bisa didapatkan kurva sebagai berikut: t(detik) 4500 4000 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 -500 0 2 4 6 8 Linear (t(detik)) y = 699. hal ini menunjukkan bahwa grafik yang dibuat telah sesuai dan menunjukkan bahwa reaksi dari percobaan yang dilakukan merupakan reaksi berorde 2. . maka = 3 menit = = .861. rumus yang digunakan sebagai berikut: kt Untuk kt k. Metode Integral Non-Grafik Untuk orde 2.3 t = .

. = 3.8 = 25.3 k. = 1.8 Untuk kt t = 25 menit = 11 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 .15 k. .3 = .3 = .25 Untuk kt t = 15 menit = = = .8 = . .3 k.2 = . = 23. k.15 k. k. . = 7.7 Untuk kt t = 8 menit = = = . .15 = 27.15 k.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ k. . .8 k.8 k.8 k.

2880 = 499.40 k. .Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ k.54 Untuk kt t = 2880 menit = .2880 = k. . .2880 = k.25 k. = 1. k.65 = 35. . k. k. . = 30.76 Untuk kt t = 65 menit = = .25 = = . .75 = . .25 k. .25 k.5 12 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 .2 = 0.65 k.75 = 0.40 = 30.23 Untuk kt t = 40 menit = = .

t(detik) 4500 4000 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 -500 0 2 4 6 8 Linear (t(detik)) y = 699. kesalahan yang terjadi diakibatkan oleh praktikan yang kelebihan saat melakukan titrasi.33 R² = 0. sebagai berikut: : 13 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . hal ini mengakibatkan hasil perhitungan tidak sesuai dan tidak bisa dihasilkan grafik yang sesuai.9 ml.861. DISKUSI : Percobaan ini dilakukan ulang. Tetapi setelah dilakukan percobaan ulang. X.43x . Untuk itu dilakukan praktikum ulang sehingga didapatkan data volume yang sesuai dan didapatkan grafik sebagai berikut. Dan percobaan yang dilakukan sudah sesuai karena volume yang didapatkan sudah sesuai. karena pada percobaan sebelumnya volume yang didapat tidak sesuai karena menghasilkan nilai minus pada perhitungan menggunakan metode grafik. didapatkan volume titrasi yang sesuai dengan volume maksimal pada larutan yang didiamkan selama 2 hari menghasilkan volume titrasi sebesar 9.2880 = . = 0. KESIMPULAN Reaksi saponifikasi dengan persamaan CH3COOC2H5(aq)+NaOH(aq) CH3COOH(aq)+C2H5OH(aq) memiliki orde reaksi 2.17 IX.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ k. sehingga volume yang didapatkan lebih dari 9 ml.914 t(detik) Pada percobaan sebelumnya.

6 9.43x .1 8.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ t(menit) 3 8 15 25 40 65 2880 XI.2 8.4 8.95 180 2500 640 2777 900 3125 1500 3125 2400 3571.9 8.861. Kenyataan apakah yang membuktikan bahwa reaksi penyabunan etil asetat adalah reaksi orde dua? Yang membuktikan bahwa reaksi penyabunan etil asetat memiliki orde dua yaitu dapat dilihat dari grafik di bawah ini t(detik) 4500 4000 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 -500 0 2 4 6 8 Linear (t(detik)) y = 699.4 8. JAWABAN PERTANYAAN Volume titrasi 7.914 t(detik) Grafik tersebut di atas dibuat berdasarkan data sebagai berikut: 1/((a-x)) t(detik) 2380.33 R² = 0.9 : 1.42 3900 14 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 .

sehingga laju reaksi pun semakin kecil. maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel. Kemolekulan reaksi selalu berupa bilangan bulat positif. 2. maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi. maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak. Karakteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh. sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering. maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi. apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh. Apakah yang mempengaruhi laju reaksi ? Jelaskan! Faktor yang mempengaruhi laju reaksi Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor. antara lain: Luas permukaan sentuh Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting dalam banyak. Begitu juga. Contoh: Reaksi: a A + b B cC+dD Kemolekulan reaksinya = a + b Reaksi: 2 A + B 3 C + 2 D Kemolekulan reaksinya = 2 + 1 = 3 3. sedangkan semakin kasar kepingan itu. • Kemolekulan reaksi merupakan banyaknya molekul zat pereaksi (reaktan) dalam sebuah persamaan stoikiometri reaksi yang sederhana. Apabila suhu pada suatu reaksi yang berlangusng dinaikkan. apabila suhu 15 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . yaitu semakin halus kepingan itu. Apakah perbedaan antara orde reaksi dengan kemolekulan reaksi? • Orde reaksi adalah banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang mempengaruhi kecepatan reaksi. Suhu Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ Nilai regresi yang mendekati satu menunjukkan bahwa perhitungan menggunakan metode grafik untuk orde dua sesuai dengan reaksi penyabunan etil asetat. menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya.

dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk.. (2) Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1. Katalis Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantarakimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi. sehingga laju reaksi semakin kecil. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. di mana C melambangkan katalisnya: ..Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ diturunkan. Ikatan atara produk dan katalis lebih lemah.. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi. maka partikel semakin tak aktif. sehingga akhirnya terlepas. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerat. Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen. tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama. sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi : 16 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 .. namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi 2. (1) . Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik.

Konsentrasi Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrsi reaktan maka dengan naiknya konsentrasi maka naik pula kecepatan reaksinya. maka semakin cepat suatu reaksi berlangsung. tidak berdasarkan stoikiometri maupun koefisien reaksi. 4. Pukul : 19.55 WIB) 17 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . Anonim B.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ Beberapa katalis yang pernah dikembangkan antara lain berupa katalis Ziegler-Natta yang digunakan untuk produksi masal polietilen dan polipropilen.2011. DAFTAR PUSTAKA : Anonim A. Dengan demikian pada molaritas yang rendah suatu reaksi akan berjalan lebih lambat daripada molaritas yang tinggi. terbuat dari platina dan rodium.http://Wikipedia. Artinya semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat. 20 November 2011. Molaritas Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat pelarut.Pukul : 19.Orde Reaksi. Nilai k hanya dapat diperoleh melalui analisis data eksperimen.ac.id (diakses pada Minggu. Reaksi katalitis yang paling dikenal adalah proses Haber. yaitu sintesis amonia menggunakan besi biasa sebagai katalis. Hubungannya dengan laju reaksi adalah bahwa semakin besar molaritas suatu zat.50 WIB). Konverter katalitik yang dapat menghancurkan produk emisi kendaraan yang paling sulit diatasi. walaupun dengan konsentrasi reaktan dalam jumlah kecil. Apakah yang dimaksud dengan tetapan laju reaksi ? Tetapan laju reaksi (k) adalah perbandingan antara laju reaksi dengan konsentrasi reaktan.http://bebas. 20 November 2011. XII.ui.2000. Nilai k akan semakin besar jika reaksi berlangsung cepat.org (diakses pada Minggu.Laju Reaksi.

wira.http://wordpress.Laporan Tetap Praktikum Kimia Fisika II.2009. Pukul : 20. 2006.2010.Kimia Dasar.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ Irawan. Sahrun. Fakultas MIPA.com (diakses pada Minggu. Universitas Mataram.Mataram:Jurusan Kimia. 20 November 2011.01 WIB) 18 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . Laporan Praktikum : Proses Reaksi Saponifikasi. Institut Teknologi Medan. Supardiyo. Fakultas Teknologi Industri. Medan: Jurusan Teknik Kimia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful