P. 1
Kimia Fisika III - Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat

Kimia Fisika III - Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat

|Views: 3,029|Likes:
Dipublikasikan oleh dandjza

More info:

Published by: dandjza on Mar 31, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ I.

JUDUL : Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat II. TANGGAL PERCOBAAN Rabu, 16 November 2011 III. TUJUAN : 1. Untuk memberikan gambaran bahwa reaksi penyabunan etil asetat oleh ion hidroksida adalah reaksi orde dua 2. Menentukan konstanta kecepatan reaksi pada reaksi tersebut. IV. TINJAUAN PUSTAKA : :

Saponifikasi Saponifikasi pada dasarnya adalah proses pembuatan sabun yang berlangsung dengan mereaksikan asam lemak khususnya trigliserida dengan alkali yang menghasilkan gliserol dan garam karboksilat (sejenis sabun). Sabun merupakan garam (natrium) yang mempunyai rangkaian karbon yang panjang. Reaksi dibawah ini merupakan reaksi saponifikasi tripalmitin / trigliserida.

Gambar 2.1 Reaksi Saponifikasi tripalmitin Selain dari reaksi diatas sabun juga bisa dihasilkan dari reaksi netralisasi Fatty Acid (FA), namun disini hanya didapat sabun tanpa adanya Gliserin (Glycerol), karena saat proses pembuatan Fatty Acid, glycerol sudah dipisahkan tersendiri.

1 |Kelompok Dua / Kimia B 2009

2003). b. misal natrium sulfat Untuk menentukan laju dari reaksi kimia yang diberikan. 2003 : 49). Secara umum. Orde dari suatu reaksi menggambarkan bentuk matematika dimana hasil perubahan dapat ditunjukkan. maka mula-mula zat yang A dan zat B sama sekali belum ada. sedangkan hanya eksponen untuk masing-masing reaktan dikenal sebagai orde reaksi untuk komponen itu. Orde reaksi hanya dapat dihitung secara eksperimen dan hanya dapat diramalkan jika suatu mekanisme reaksi diketahui seluruh orde reaksi yang dapat ditentukan sebagai jumlah dari eksponen untuk masing-masing reaktan.2 Reaksi saponifikasi Asam lemak Selain dari minyak atau lemak dan NaOH pada pembuatan sabun dipergunakan bahanbahan tambahan sebagai berikut: a. Sedangkan untuk menentukan orde reaksi B. konsentrasi B akan meningkat sementara konsentrasi zat A akan menurun (Partana. aA + bB → produk. Pada umumnya orde reaksi terhadap suatu zat tertentu tidak sama dengan koefisien dalam persamaan stoikiometri reaksi (Hiskia. dimana a ≠ b dan [A]o ≠ [B]o.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ Gambar 2. Parfum. harus ditentukan seberapa cepat perubahan konsentrasi yang terjadi pada reaktan atau produknya. Cairan pengisi seperti tepung tapioka. maka konsentrasi B dibuat tetap sementara itu konsentrasi A divariasi kemudian diukur laju reaksinya pada variasi konsentrasi tersebut (Partana. Zat pemutih. 2 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . d. untuk menentukan orde reaksi terhadap A maka konsentrasi A dibuat tetap sementara konsentrasi B divariasi kemudian ditentukan laju reaksinya pada variasi konsentrasi tersebut. Zat pewarna c. 2003 : 47). Setelah beberapa waktu. apabila terjadi reaksi A → B. Orde reaksi adalah jumlah pangkat faktor konsentrasi dalam hukum laju bentuk diferensial. Hukum laju dapat ditentukan dengan melakukan serangkain eksperimen secara sistematik pada reaksi A + B → C. gapleh dan lain-lain. agar baunya wangi.

Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ persamaan laju diferensial adalah − 1 d [ A] 1 d [ B] =− = k [ A][ B ] a dt b dt ……………………. Aquades 5. Gelas Kimia 4. Indikator PP : 3. Larutan NaOH 0. Buret 6. Larutan HCl 0. ALAT dan BAHAN Alat – Alat 1. 2008 : 629). Corong Kaca 2. Termometer : : • • Bahan – Bahan 1. persamaan 2 menjadi  [ B]o [ A]  1  = kt ln [ A]o − [ B]o  [ B][ A]o    Plot sisi kiri persamaan 1 dan 2 terhadap t akan merupakan garis lurus.1 Dan persamaan laju yang diintegralkan adalah  [ B]o [ A]  1  = kt ln b[ A]o − [ B]o  [ B][ A]o    …………………………2 Jika a=b=1.02 N 2. Erlenmeyer 5. V.02 N 4. Gelas Ukur 8.02 N 3 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . Statif dan Klem 7. Stopwatch 3. knstanta laju dapat dihitung dari kemiringan dan konsentrasi awal reaktan dari intersep tersebut (Dogra. Etil asetat 0.

02N : 100 ml larutan NaOH 0. CARA KERJA 125 ml Larutan etil asetat 0.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ VI. dilakukan pemanasan agar reaksi sempurna Setelah dingin. 40 dan 65.02 N - Diletakkan ke dalam thermostat untuk mencapai suhu yang sama Kedua larutan mencapai suhu yang sama - - Kedua larutan dicampurkan dengan cepat Dikocok dengan baik Dijalankan stopwatch ketika larutan dicampurkan Tiga menit setelah dicampur. dipipet 5 ml dan dimasukkan ke dalam salah satu Erlenmeyer yang berisi 10 ml larutan HCl Diaduk dengan baik dan segera dititrasi dengan larutan standar NaOH 0. Dititrasi dengan larutan standar NaOH 0. 15. Larutan sisa Larutan berwarna merah muda - Disimpan selama kurang lebih 2 hari Setelah 2 hari.02 N Larutan berwarna merah muda 4 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . dipipet 5 ml dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer yang telah berisi 10 ml HCl.02 N Dilakukan pengambilan kembali pada menit ke 8. 25.

asetar : NaOH berwarna CH3COOC2H5+ HCl H+ + tidak NaOH CH3COONa +HCl = berwarna +indikator pp = +H2O tidak berwarna V3menir= 7. 25.Setelah 2 hari.Setelah dingin. 40 dan 65.Tiga menit setelah dicampur.Dijalankan stopwatch ketika larutan dicampurkan .02N 100 ml larutan NaOH 0.Diletakkan ke dalam thermostat untuk mencapai suhu yang sama Etil Kedua larutan mencapai suhu yang .6 Reaksi saponifikasi merupakan reaksi dua berorde dengan persamaan : dx/dt = k[a-x]2 Larutan sisa Larutan berwarna merah muda V2hari=9. .4 V40menit=8.Kedua larutan dicampurkan dengan cepat .02 N DUGAAN / REAKSI + KESIMPULAN Etil asetat : tak C2H5OH berwarna NaOH berwarna : NaOH tidak CH3COOC2H5 + H2O +OH+ tidak .Dilakukan pengambilan kembali pada menit ke 8.Dikocok dengan baik .Diaduk dengan baik dan segera dititrasi dengan larutan standar NaOH 0.2 V25menit=8.1 V15menit=8.Dititrasi dengan larutan standar NaOH 0.Disimpan selama kurang lebih 2 hari . dipipet 5 ml dan dimasukkan ke dalam salah satu Erlenmeyer yang berisi 10 ml larutan HCl . dilakukan pemanasan agar reaksi sempurna .02 N . dipipet 5 ml dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer yang telah berisi 10 ml HCl.4 V65menit=8.9 V8menit=8. 15.02 N Larutan berwarna merah muda Larutan berwarna 5 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . NO DATA PENGAMATAN PERLAKUAN : HASIL PENGAMATAN 1 125 ml Larutan etil asetat 0.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ VII.9 .

8.9 = 0.4 8.8.1 8.4 8.9 8.02.9 .02.02.1 = 0.038 Untuk t = 15 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.02.2 6 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 Volume titrasi 7.02.10 – 0. ANALISIS dan PEMBAHASAN : Pada percobaan Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat yang dilakukan ini bertujuan menunjukkan bahwa reaksi yang terjadi antara etil asetat (CH3COOC2H5) dengan NaOH merupakan reaksi dengan orde 2. Reaksi yang terjadi sebagai berikut: CH3COOC2H5(aq) +NaOH(aq) CH3COOH(aq) + C2H5OH(aq) Dari percobaan yang dilakukan didaptkan data berupa volume titrasi sebagai berikut: t(menit) 3 8 15 25 40 65 2880 Metode Integral secara Grafik Dari data tersebut di atas dapat digunakan dalam perhitungan sebagai berikut: a.02. Milimol NaOH sisa Untuk t = 3 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.042 Untuk t = 8 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ VIII.10 – 0.7.6 9.2 8.10 – 0.

8.002 b.6 = 0.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ = 0.10 – 0.10 – 0.4 = 0.032 Untuk t = 40 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.02.02.02.4 = 0.02.02.038 = 1.8. Milimol NaOH yang bereaksi Untuk t = 3 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.962 Untuk t = 15 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir 7 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 .02.02.10 – 0.036 Untuk t = 25 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.02.02.042 = 1.958 Untuk t = 8 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.9.028 Untuk t = 2880 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.032 Untuk t = 65 menit mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.8.10 – 0.10 – 0.02.10 – 0.9 = 0.

t= 8 menit = 0.10 – 0.028 = 1.10 – 0.02. Mencari nilai x Untuk x = = .972 Untuk t = 2880 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.10 – 0.032 = 1.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ = M1V1 – M2V2 = 0.01962 Untuk t= 15 menit 8 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 .964 Untuk t = 25 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.01958 Untuk x = = .968 Untuk t = 65 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.02.02.032 = 1.10 – 0.968 Untuk t = 40 menit mmol NaOH = mmol HCl awal – mmol HCl akhir = M1V1 – M2V2 = 0.02.998 c.036 = 1. t= 3 menit = 0.02.10 – 0.002 = 1.

= 0. = 0. . = 2777 t= 25 menit . = . = 0. = 2500 t= 15 menit .01964 Untuk t= 25 menit x = = . = 0. . = 3125 t= 40 menit 9 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . = . = .95 t= 8 menit . = 0. t= 3 menit .01968 Untuk t= 65 menit x = = .01998 d.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ x = = . = 2380.01968 Untuk t= 40 menit x = = . Mencari nilai Untuk = Untuk = Untuk = Untuk = Untuk . = .01972 Untuk t= 2880 menit x = = . .

.3 t = .43x . rumus yang digunakan sebagai berikut: kt Untuk kt k.861. maka = 3 menit = = .914 t(detik) Dari grafik (antara t dengan )yang didapat terlihat bahwa nilai regresi mendekati 1.33 R² = 0. = 50. = . = 3571. = . hal ini menunjukkan bahwa grafik yang dibuat telah sesuai dan menunjukkan bahwa reaksi dari percobaan yang dilakukan merupakan reaksi berorde 2. . = .Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ = Untuk = Untuk = .000 Dari perhitungan di atas bisa didapatkan kurva sebagai berikut: t(detik) 4500 4000 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 -500 0 2 4 6 8 Linear (t(detik)) y = 699. . 10 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . .42 t= 2880 menit . = 3125 t= 65 menit . Metode Integral Non-Grafik Untuk orde 2.

3 = . . .8 k. . k.8 k.3 k.3 k.8 k.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ k.3 = .15 k.8 = 25.15 = 27.7 Untuk kt t = 8 menit = = = . = 1. = 7. . . . = 23. k.8 Untuk kt t = 25 menit = 11 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 .2 = . .8 = .15 k. = 3.15 k.25 Untuk kt t = 15 menit = = = .

23 Untuk kt t = 40 menit = = .65 k.75 = 0. k. .25 k. = 1. k.76 Untuk kt t = 65 menit = = .25 = = . = 30.65 = 35.2 = 0.40 k. .54 Untuk kt t = 2880 menit = .25 k.75 = . . .2880 = k. . .40 = 30. .25 k.2880 = k. k.2880 = 499.5 12 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . .Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ k.

861. DISKUSI : Percobaan ini dilakukan ulang. sebagai berikut: : 13 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 .2880 = . = 0.914 t(detik) Pada percobaan sebelumnya. Untuk itu dilakukan praktikum ulang sehingga didapatkan data volume yang sesuai dan didapatkan grafik sebagai berikut. Tetapi setelah dilakukan percobaan ulang. t(detik) 4500 4000 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 -500 0 2 4 6 8 Linear (t(detik)) y = 699. KESIMPULAN Reaksi saponifikasi dengan persamaan CH3COOC2H5(aq)+NaOH(aq) CH3COOH(aq)+C2H5OH(aq) memiliki orde reaksi 2.17 IX. Dan percobaan yang dilakukan sudah sesuai karena volume yang didapatkan sudah sesuai. karena pada percobaan sebelumnya volume yang didapat tidak sesuai karena menghasilkan nilai minus pada perhitungan menggunakan metode grafik. kesalahan yang terjadi diakibatkan oleh praktikan yang kelebihan saat melakukan titrasi.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ k. didapatkan volume titrasi yang sesuai dengan volume maksimal pada larutan yang didiamkan selama 2 hari menghasilkan volume titrasi sebesar 9. X.33 R² = 0.43x .9 ml. hal ini mengakibatkan hasil perhitungan tidak sesuai dan tidak bisa dihasilkan grafik yang sesuai. sehingga volume yang didapatkan lebih dari 9 ml.

914 t(detik) Grafik tersebut di atas dibuat berdasarkan data sebagai berikut: 1/((a-x)) t(detik) 2380. Kenyataan apakah yang membuktikan bahwa reaksi penyabunan etil asetat adalah reaksi orde dua? Yang membuktikan bahwa reaksi penyabunan etil asetat memiliki orde dua yaitu dapat dilihat dari grafik di bawah ini t(detik) 4500 4000 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 -500 0 2 4 6 8 Linear (t(detik)) y = 699.42 3900 14 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 .1 8.2 8.4 8.43x .6 9.861.95 180 2500 640 2777 900 3125 1500 3125 2400 3571. JAWABAN PERTANYAAN Volume titrasi 7.4 8.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ t(menit) 3 8 15 25 40 65 2880 XI.9 8.33 R² = 0.9 : 1.

maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi. Karakteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh. yaitu semakin halus kepingan itu. Begitu juga. 2. • Kemolekulan reaksi merupakan banyaknya molekul zat pereaksi (reaktan) dalam sebuah persamaan stoikiometri reaksi yang sederhana. Apakah yang mempengaruhi laju reaksi ? Jelaskan! Faktor yang mempengaruhi laju reaksi Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor. menyebabkan laju reaksi semakin besar. apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh. Sebaliknya. Apakah perbedaan antara orde reaksi dengan kemolekulan reaksi? • Orde reaksi adalah banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang mempengaruhi kecepatan reaksi. Suhu Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ Nilai regresi yang mendekati satu menunjukkan bahwa perhitungan menggunakan metode grafik untuk orde dua sesuai dengan reaksi penyabunan etil asetat. apabila suhu 15 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel. antara lain: Luas permukaan sentuh Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting dalam banyak. maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi. maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak. Kemolekulan reaksi selalu berupa bilangan bulat positif. Apabila suhu pada suatu reaksi yang berlangusng dinaikkan. sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. sehingga laju reaksi pun semakin kecil. Contoh: Reaksi: a A + b B cC+dD Kemolekulan reaksinya = a + b Reaksi: 2 A + B 3 C + 2 D Kemolekulan reaksinya = 2 + 1 = 3 3. sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering. sedangkan semakin kasar kepingan itu.

Katalis Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu. Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik. sehingga laju reaksi semakin kecil. tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. (2) Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya. di mana C melambangkan katalisnya: . dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya. (1) . namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi 2. Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantarakimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi. maka partikel semakin tak aktif. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerat.. sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi : 16 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen.. sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ diturunkan. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi.. Ikatan atara produk dan katalis lebih lemah. sehingga akhirnya terlepas. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru..

Apakah yang dimaksud dengan tetapan laju reaksi ? Tetapan laju reaksi (k) adalah perbandingan antara laju reaksi dengan konsentrasi reaktan.2000.ui. Anonim B. DAFTAR PUSTAKA : Anonim A. Molaritas Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat pelarut.http://bebas.Laju Reaksi.Pukul : 19. Reaksi katalitis yang paling dikenal adalah proses Haber.http://Wikipedia. Pukul : 19. Artinya semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat. 20 November 2011.ac.55 WIB) 17 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 .2011. 20 November 2011. terbuat dari platina dan rodium. Konverter katalitik yang dapat menghancurkan produk emisi kendaraan yang paling sulit diatasi.org (diakses pada Minggu. XII. yaitu sintesis amonia menggunakan besi biasa sebagai katalis.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ Beberapa katalis yang pernah dikembangkan antara lain berupa katalis Ziegler-Natta yang digunakan untuk produksi masal polietilen dan polipropilen. Hubungannya dengan laju reaksi adalah bahwa semakin besar molaritas suatu zat. maka semakin cepat suatu reaksi berlangsung. walaupun dengan konsentrasi reaktan dalam jumlah kecil.50 WIB). 4.id (diakses pada Minggu. Nilai k akan semakin besar jika reaksi berlangsung cepat. Konsentrasi Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrsi reaktan maka dengan naiknya konsentrasi maka naik pula kecepatan reaksinya. tidak berdasarkan stoikiometri maupun koefisien reaksi. Nilai k hanya dapat diperoleh melalui analisis data eksperimen. Dengan demikian pada molaritas yang rendah suatu reaksi akan berjalan lebih lambat daripada molaritas yang tinggi.Orde Reaksi.

Laporan Tetap Praktikum Kimia Fisika II. Medan: Jurusan Teknik Kimia.2009.Mataram:Jurusan Kimia.2010. wira. Institut Teknologi Medan.http://wordpress. Laporan Praktikum : Proses Reaksi Saponifikasi. Pukul : 20. 20 November 2011. Fakultas MIPA.com (diakses pada Minggu.01 WIB) 18 |Kelompok Dua / Kimia B 2009 . Universitas Mataram. Fakultas Teknologi Industri. Supardiyo.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika III “ Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat “ Irawan. Sahrun. 2006.Kimia Dasar.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->