Anda di halaman 1dari 9

Tugas Kapita Selekta Keuangan SAHAM BUMN

Kelompok :
KOKOM KOMARIAH 10206529 AFAA ALGHIFAARY EVA RUSTINA HUTAJULU MARTJE COSTANSA MALAWAU RATIH AYUNINGRUM YULIANTINI DA'I HUDAYA 10206328 10206593 10206775 11206071 11206131 INDAH SULISTIANA HARIANTI 10206472 11206222

Kelas : 4EA07

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA 2010

SAHAM BUMN
Badan Usaha Milik Negara atau BUMN merupakan suatu unit usaha yang ebagian besar atau seluruh modal berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan serta membuat suatu produk atau jasa yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. BUMN juga sebagai salah satu sumber penerimaan keuangan negara yang nilainya cukup besar. Berikut di bawah ini adalah penjelasan dari bentuk BUMN, yaitu persero dan perum beserta pengertian arti definisi : 1. Persero Persero adalah BUMN yang bentuk usahanya adalah perseoran terbatas atau PT. Bentuk persero semacam itu tentu saja tidak jauh berbeda sifatnya dengan perseroan terbatas / PT swasta yakni sama-sama mengejar keuntungan yang setinggi-tingginya / sebesarbesarnya. Saham kepemilikan Persero sebagaian besar atau setara 51% harus dikuasai oleh pemerintah. Karena Persero diharapakan dapat memperoleh laba yang besar, maka otomatis persero dituntut untuk dapat memberikan produk barang maupun jasa yang terbaik agar produk output yang dihasilkan tetap laku dan terus-menerus mencetak keuntungan. Organ Persero yaitu direksi, komisaris dan rups / rapat umum pemegang saham. Contoh persero yaitu : PT Jasamarga, Bank BNI, PT Asuransi Jiwasraya, PT PLN, dan lain sebagainya. 2. Perum / Perusahaan Umum Perusahaan umum atau disingkat perum adalah perusahaan unit bisnis negara yang seluruh modal dan kepemilikan dikuasai oleh pemerintah dengan tujuan untuk memberikan penyediaan barang dan jasa publik yang baik demi melayani masyarakat umum serta mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengolahan perusahaan. Organ Perum yaitu dewan pengawas, menteri dan direksi. Contoh perum / perusahaan umum yakni : Perum Peruri / PNRI (Percetakan Negara RI), Perum Perhutani, Perum Damri, Perum Pegadaian, dll. Jenis-jenis saham berdasarkan kinerjanya :

Berdasarkan kinerjanya, saham-saham yang ada di Bursa Efek Jakarta (BEJ) bisa digolongkan dalam sempat kelompok. Mereka adalah: saham blue chip atau saham unggulan, saham pembagi dividen, saham pertumbuhan, dan saham spekulatif. Saham blue chip cocok untuk investor yang cenderung menghindari risiko, sementara saham spekulatif cocok untuk investor yang berani memikul risiko tinggi. Jumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) telah mencapai 340 saham. Karena itu, wajar jika investor baru sering kebingungan ketika harus memilih saham-saham yang akan dijadikan ladang investasinya. Tapi, tak perlu bingung. Sebab, sebenarnya, berdasarkan kinerjanya, kita bisa memilah-milah saham ke dalam beberapa kategori. Kategori yang pertama adalah saham blue chip atau saham unggulan. Yang masuk dalam kategori ini adalah saham-saham perusahaan besar yang kinerjanya kuat.

Perusahaan-perusahaan itu umumnya mampu mencetak untung besar dan rutin membagikan dividen. Saham ini juga memiliki kapitalisasi pasar yang besar (di BEJ, kapitalisasinya di atas Rp 500 miliar) dan likuid atau mudah diperjualbelikan. Contoh saham yang masuk golongan ini misalnya: saham PT Telkom Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), PT. Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan saham PT Astra International Tbk (ASII). Selain itu, ada pula saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Investor pemula atau investor yang nyali risikonya tipis sebaiknya bermain di sahamsaham blue chips. Sebab, fundamentalnya kuat dan bila turun harganya biasanya segera naik lagi. Modal yang dibutuhkan untuk bermain di saham-saham ini lumayan besar. Sebab, harga saham-saham unggulan ini biasanya sudah tinggi. Ambil contoh saham Telkom (TLKM) yang kini harganya sudah Rp 10.300 per saham. Jadi, untuk membeli satu lot (500 saham) saja Anda harus menyediakan dana Rp 5,15 juta. Yang kedua adalah income stock atau saham dividen. saham yang masuk dalam kelompok ini adalah saham-saham perusahaan yang rajin membagikan dividen dalam setiap tahunnya. Selain itu, nilai dividennya juga lebih tinggi dibanding dengan rata-rata dividen saham-saham lainnya. Contoh saham-saham yang masuk kategori income stocks adalah saham PT Unilever Tbk (UNVR) dan saham-saham perusahaan badan usaha milik negara (BUMN). Yang ketiga adalah saham pertumbuhan atau growth stock. Emiten penerbit saham-saham ini umumnya selalu membukukan pertumbuhan penjualan atau pendapatan yang tinggi. Perusahaan-perusahaan ini umumnya menjadi pemimpin pasar di industrinya. Karena pendapatannya cenderung naik, harga saham-saham perusahaan ini biasanya juga cenderung terus meningkat. Yang terakhir adalah saham-saham spekulatif. Yaitu, sahamsaham perusahaan yang tidak mampu memperoleh pendapatan secara konsisten dari tahun ke tahun. Tapi, meskipun belum pasti, ia memiliki potensi untuk bisa menghasilkan pendapatan tinggi di masa depan. Saham ini cocok untuk investor yang bisa memikul risiko tinggi. Perbandingan Bumn, Bums, Dan Koperasi - Presentation Transcript * Perbandingan BUMN, BUMS, dan KOPERASI

1. Perbedaan KOPERASI dan GOTONG ROYONG o Tujuan, diadakan karena didorong oleh perasaan terikat kpd masyarakat dan mencakup semua lapangan penghidupan. o Sifat, hanya selama diperlukan dan akan bubar, jika yang dituju telah tercapai o Ketentuan dalam pendirian, adalah sesuai dengan adat kebiasaan dlm pergaulan hidup. o Tujuan, didirikan karena kebutuhan ekonomi o Sifat, didirikan untuk waktu yang lama o Ketentuan dalam mendirikan, didirikan menurut ketentuan/ peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah

3. GOTONG ROYONG KOPERASI o Keanggotaan, tidak mengenal keanggotaan dan adalah semua mereka yang berkewajiban menurut hukum adat setempat o Tujuan dari kegiatan, dipusatkan untuk kepentingan umum/ masyarakat o Keanggotaan, mempunyai anggota yang pasti o Tujuan dari kegiatan, ditujukan terutama untuk anggota dan kemudian untuk masyarakat dalam lingkungan daerah kerja Perbedaan KOPERASI dengan ARISAN o Bertujuan mendapatkan sejumlah uang bersama-sama secara bergiliran serta saling mengenal dalam pergaulan o Tidak memiliki modal sendiri o Bersifat sementara o Berusaha bekerja sama dalam bidang perekonomian guna memajukan kesejahteraan para anggotanya. o Harus mempunyai modal sendiri untuk menjalankan usahana. o Bekerja terus menerus. 5. ARISAN KOPERASI o Tidak memerlukan organisasi dan administrasi yang teratur o Syarat penerimaan anggotanya hanya terletak pada kesanggupan membayar kewajibannya secara tertib. o Mempunyai organisasi dan administrasi yang teratur. o Keanggotaannya didasarkan pada kesamaan kepentingan dan kualitas moral 6. Perusahaan Perseorangan a. Perusahaan yang dijalankan seseorang yang merupakan pemilik, pemimpin, pengusaha, dan juga pengelola 7. Persekutuan Firma (Fa) a. Persekutuan dua orang atau lebih yang menjalankan perusahaan 8. Persekutuan Komanditer/ Comanditere Venoschap (CV) a. Suatu bentuk perjanjian kerja antara orang-orang yang bersedia memimpin atau mengatur perusahaan dan bertanggung jawab penuh 9. Perseroan Terbatas a. Bentuk perusahaan dimana perolehan modalnya berasal dari penjualan saham 10. Karakter Utama PT a. Pemiliknya adalah pemegang saham. b. Kekuasaan tertinggi berada pada keputusan rapat pemegang saham. c. Perkumpulan modal d. Dalam rapat pemegang saham, satu lembar saham memiliki satu suara. Jadi yg memiliki lembar saham terbanyak akan memiliki suara mayoritas. e. Bertujuan mencari laba sebesar-besarnya f. Keuntungan dibagi atas dasar modal yg disetor g. Pemilik dan pengusaha dipisahkan. Manajemen usaha oleh pengelola, pengelola bertanggung jawab pada pemilik. h. Unit usaha didasarkan pada kebutuhan konsumen (pasar) i. Tata laksana bersifat tertutup

11. Karakter KOPERASI a. Pemilik adalah anggota sekaligus juga pelanggan b. Kekuasaan tertinggi berada pada rapat anggota c. Satu anggota adalah satu suara d. Organisasi itu diurus secara demokratis e. Tujuan mensejahterakan anggotanya jadi tidak hanya mengejar keuntungan saja. f. Keuntungan dibagi berdasarkan besarnya jasa anggota kepada koperasi. g. Koperasi merupakan sekumpulan orang atau badan hukum yang berusaha mensejahterakan masyarakat (termasuk anggota) h. Koperasi merupakan alat perjuangan ekonomi. i. Koperasi merupakan sistem ekonomi. j. Unit usaha diadakan dengan orientasi melayani anggota. k. Tata pelaksanaannya bersifat terbuka bagi seluruh anggota. 12. BUMN a. Badan usaha yang sebagian sahamnya dimiliki oleh negara b. Badan usaha yang sebagian sahamnya dimiliki negara, tetapi statusnya disamakan dengan BUMN, yaitu: c. BUMN patungan ant pemerintah dan pemda d. BUMN patungan ant pemerintah dng BUMN lain e. Badan usaha Patungan BUMN dengan swasta nasional atau asing dimana Negara memiliki saham mayoritas (min 51%). f. 3. Kekayaan negara pada BUMN yang dipisahkan berdasarkan peraturan. 13. Karakteristik BUMN a. Usahanya bersifat membantu tugas pemerintah (public utilities). b. Menghasilkan barang yang karena pertimbangan keamanan dan kerahasiaan harus dikuasai negara. c. Dibentuk berdasarkan per UU yang berlaku dan harus dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah d. Dibentuk utk melaksanakan kebij pemerintah tertentu atau yang bersifat strategis. e. Dibentuk dengan tujuan melindungi keselamatan dan kesejahteraan f. Usahanya bersifat komersial dan fungsinya dapat dilakukan oleh swasta. 14. Perusahaan Negara Jawatan (PERJAN) UU 12/1969 a. Tujuan melayani kepentingan umum. b. Hub dng pemerintah adalah sbg bagian dr departemen atau direktorat jenderal shg tidak otonom. c. Dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah sebagai bagian dari dep atau dirjen. d. pimp adalah kepala jawatan dan diangkat oleh pemerintah. e. Diawasi oleh pemerintah secara hirarkhis fungsional, diperiksa oleh akuntan negara, dan disyahkan oleh menteri. f. Modalnya dari APBN. g. Para peg berstatus pegawai negeri. h. Ruang lingkupnya adalah sektor pelayanan umum yang bersifat strategis. 15. Perusahaan Negara Umum (PERUM) PP 13/1988

a. tujuan pendirian adalah untuk melayani kepentingan umum sekaligus pula mencari keuntungan dengan mengupayakan keseimbangan antara keduanya 16. Perusahaan Negara Perseroan (persero) a. seluruh atau paling sedikit 51% saham yang dikeluarkannya dimiliki oleh negara melalui penyertaan modal langsung. b. tujuan: 1) menyediakan br dan jasa yg bermutu tinggi dan berdaya saing kuat baik di pasar dn ataupun ln, 2) memupuk keuntungan guna meningkatkan nilai perusahaan. c. perusahaan dng sifat tertentu dpt melaksanakan penugasan khusus untuk menyelenggarakan fungsi kemanfaatan umum dng tetap memperhatikan maksud dn tujuan kegiatan. 17. Peg swasta murni peg swasta peg status PNS pemegang saham APBN yang dipisahkan modal APBN untung kep umum dan untung kepentingan umum persero perum perjan 18. Pemegang saham para anggota pemegang saham biasa para sekutu usaha tidak diperlukan siapa yang mempunyai hak suara berdasarkan jumlah saham yang dimiliki satu anggota satu suara pd ra, tdk boleh diwakilkan menurut besarnya saham yang dimiliki (rups) berdasar modal penyertaan sekutu usaha tidak diperlukan bagaimana voting dilakukan pemegang saham para anggota pemegang saham para sekutu usaha perorangan siapa pemilik usaha umum/ anggota masy. terutama anggota bukan pemilik. pelanggan bukan pemilik. pelanggan bukan pemilik. pelanggan siapa pengguna jasa bumn koperasi pt persekutuan perseo-rangan perban-dingan 19. Pemegang saham anggota sesuai dg jasa/partisipasi pemegang saham propors dg jml saham sekutu usaha propors dg jasa usaha orang ybs siapa yg akan menerima hasil (pendapt) pemegang saham anggota, atas modal equity (sp + sw) pemegang saham atas jml saham para sekutu usaha pemilik ybs siapa yg bertanggung jawab atas rugi tidak terbatas terbatas tidak terbatas tidak terbatas tidak terbatas apakah balas jasa modal terbatas direksi pengurus, hal tertentu pengesahan ra direksi para sekutu usaha orang yg bersangkutan penentu kebijakan bumn koperasi pt persekutuan perseo-rangan perban-dingan 20. Keanggotaan, modal dan keuntungan. Modal adalah primer. Jadi merupakan kump modal. Orang adalah sekunder. Jml modal menentukan besarnya hak suara dan keuntungan dibagi me-nurut besar/kecil modal Keanggotaan, modal dan keuntungan. Anggota adalah yang utama. Jadi kop adalah kumpulan orang. Modal adalah sbg alat. Keuntungan yg diperoleh dibagi kpd angg menurut jasa anggt Tujuan, mencari keuntungan sebesar-besarnya Tujuan, tidak semata-mata mencari keuntungan tetapi memperbaiki kesej. anggota PT KOPERASI 21. Cara kerja tertutup, direksi memegang peranan Cara kerja terbuka dan diketahui oleh semua angg Pemilikan dan hak suara, saham dpt berpusat pada satu/bbrp orang,shg bisa terjadi konsentrasi modal, shg kebij berada tangan satuorang, hak dpt diwklkn Pemilikan dan hak suara, tidak ada perbedaan hak suara diantara sesama angg. Satu angg satu suara dan hak suara tdk boleh diwakilkan Tanda peserta, dinama-kan pesero atau saham. Tdpat lebih dr satu jenis saham dan masing-masing jenis mempu hak yg berbeda. Selain itu sa-ham boleh dijual belikan Tanda peserta, kop hanya mengenal satu macam keangg dan tanda peserta tidak boleh dijual belikan

Definisi, Fungsi dan Penjelasan Privatisasi BUMN dalam Perekonomian Definisi Privatisasi ( Menurut UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN ) adalah penjualan saham Persero (Perusahaan Perseroan), baik sebagian maupun seluruhnya, kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan, memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat, serta memperluas saham oleh masyarakat. Privatisasi dilakukan pada umumnya didasarkan kepada berbagai pertimbangan antara lain sebagai berikut : Mengurangi beban keuangan pemerintah, sekaligus membantu sumber pendanaan pemerintah (divestasi). Meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan. Meningkatkan profesionalitas pengelolaan perusahaan Mengurangi campur tangan birokrasi / pemerintah terhadap pengelolaan perusahaan. Mendukung pengembangan pasar modal dalam negeri. Sebagai flag-carrier (pembawa bendera) dalam mengarungi pasar global. Secara teori, privatisasi membantu terbentuknya pasar bebas, mengembangnya kompetisi kapitalis, yang oleh para pendukungnya dianggap akan memberikan harga yang lebih kompetitif kepada publik. Sebaliknya, para sosialis menganggap privatisasi sebagai hal yang negatif, karena memberikan layanan penting untuk publik kepada sektor privat akan menghilangkan kontrol publik dan mengakibatkan kualitas layanan yang buruk, akibat penghematan-penghematan yang dilakukan oleh perusahaan dalam mendapatkan profit. Betapapun secara teoritik-akademis, para ekonom sudah bersusah payah menjelaskan manfaatnya, privatisasi telah sangat menimbulkan aroma tak sedap. Masalahnya privatisasi telah dianggap sebagai obral asset pada asing. Lebih jauh, banyak orang telah melihat privatisasi dari kacamata politik dan kacamata uang (komisi). Padahal tujuan utama privatisasi adalah membuat usaha itu sendiri menjadi lebih sehat, karyawannya lebih sejahtera dan usahanya tidak menjadi beban negara. Di seluruh dunia, privatisasi BUMN pada dasarnya didorong dua motivasi: 1. Keinginan menaikkan efisiensi karena buruknya kinerja sebagian BUMN. Dalam wacana teori ekonomi, hal ini secara normatif berasosiasi dengan beberapa teori klasik, seperti: (1) X-efficiency, di mana BUMN memerlukan insentif di luar kompetisi; (2) allocative efficiency (dengan pembahas pertama isu natural monopoly oleh John Stuart Mill, 1848), di mana pasar akan mendorong pencapaian efisiensi melalui persaingan; dan

(3) dynamic efficiency , di mana BUMN akan kian efisien jika manajemennya terdorong untuk melakukan inovasi. 2. Privatisasi BUMN bisa dimaksudkan untuk membantu anggaran pemerintah dari tekanan defisit. Saat Inggris memulai gelombang privatisasi BUMN di era PM Margaret Thatcher tahun 1979, mereka menggunakan hasil privatisasi BUMN top (British Airways, British Telecom, dan British Gas) untuk mengatasi krisis fiskal atau defisit anggaran (Iekenberry, 1990). Privatisasi BUMN yang Ideal Privatisasi dapat mendatangkan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia apabila setelah privatisasi BUMN mampu bertahan hidup dan berkembang di masa depan, mampu menghasilkan keuntungan, dapat memberdayakan usaha kecil, menengah dan koperasi serta masyarakat yang ada disekitarnya. Peningkatan kinerja BUMN diharapkan bukan hanya terjadi pada jangka pendek, tetapi juga pada jangka panjang. Untuk itu, fokus perhatian bukan hanya difokuskan pada perspektif keuangan saja, tetapi harus lebih komprehensif dengan memperhatikan perspektif pelanggan, proses bisnis internal, pertumbuhan,dan pembelajaran. Dalam menjalankan tugasnya, manajemen BUMN dituntut untuk lebih transparan serta mampu menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance. Manajemen BUMN harus sadar bahwa setelah privatisasi, pengawasan bukan hanya dari pihak pemerintah saja, tetapi juga dari investor yang menanamkan modalnya ke BUMN tersebut. Pada tahun-tahun mendatang, BUMN akan menghadapi persaingan global, di mana batas wilayah suatu negara dapat dengan mudah dimasuki oleh produsenprodusen asing untuk menjual produk-produk dengan kualitas yang baik dan dengan harga yang sangat kompetitif. Oleh karenanya, BUMN harus meningkatkan kualitas produknya serta memperluas jaringan pasar, bukan hanya pada tingkat nasional tetapi juga di pasar global. Dengan privatisasi, terutama dengan metode strategic sale kepada investor dari luar negeri, diharapkan BUMN memiliki partner yang mempunyai akses yang lebih baik di pasar global. Kebijakan privatisasi seperti ini diharapkan dapat mendorong BUMN untuk mengembangkan jangkauan pasarnya dipasar luar negeri. Disadari bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi baru dalam proses produksi menghasilkan produk dalam tempo yang lebih cepat, dengan kualitas yang lebih baik, serta harga pokok yang lebih kompetitif. Dibidang pemasaran teknologi baru, khususnya teknologi informasi, dapat dipakai sebagai sarana strategis untuk menjalin hubungan yang lebih baik dan berkualitas dengan customer serta para supplier. Privatisasi diharapkan dapat memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru kepada BUMN, sehingga BUMN akan mampu memberikan sarana kepada para karyawan untuk terus melakukan pembelajaran dan terus mengembangkan diri, sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas, dengan harga yang kompetitif. Masuknya investor baru dari proses privatisasi diharapkan dapat menimbulkan suasana kerja baru yang lebih produktif, dengan visi, misi, dan strategi yang baru. Perubahan suasana kerja ini diharapkan menjadi pemicu adanya perubahan budaya kerja, perubahan proses bisnis internal yang lebih efisien, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru yang diadopsi

BUMN setelah proses privatisasi. Satu hal yang tidak kalah pentingnya, privatisasi BUMN diharapkan dapat menutup defisit APBN. Hal ini berarti bahwa harga saham dan waktu merupakan dua variabel yang perlu mendapatkan perhatian besar dalam proses privatisasi BUMN. Harga saham harus diperhatikan dalam kaitannya untuk mengejar target perolehan dana dalam rangka menutup defisit APBN, namun di sisi lain terdapat kendala waktu, di mana privatisasi harus segera dilaksanakan. Dengan adanya privatisasi diharapkan BUMN akan mampu beroperasi secara lebih profesional lagi. Logikanya, dengan privatisasi di atas 50%, maka kendali dan pelaksanaan kebijakan BUMN akan bergeser dari pemerintah ke investor baru. Sebagai pemegang saham terbesar, investor baru tentu akan berupaya untuk bekerja secara efisien, sehingga mampu menciptakan laba yang optimal, mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih baik kepada pemerintah melalui pembayaran pajak dan pembagian dividen. Sejumlah Saham BUMN Terus Menguat Dari enam belas saham BUMN yang tercatat di BEI, hampir semuanya mengalami penguatan, bahkan kenaikan harganya sudah mendekati sekitar 10 persen pada Selasa sesi pertama. Akibatnya 15 saham BUMN yang terkena batasan auto rejection 10 persen, artinya ke 15 saham ini tidak mungkin lagi harganya naik melebihi batas 10 persen. Penguatan harga saham BUMN ini tidak terlepas dari aksi pembelian kembali (buy back) saham dari BUMN yang bersangkutan. Selain itu investor lokal mengikuti gerak buy back yang dilakukan perusahaan BUMN, sehingga harga saham BUMN terus saja menguat. Beberapa saham BUMN yang harganya menguat hingga batas auto rejection diantaranya saham Semen Gresik (SMGR), Antam (ANTM), Elnusa (Elsa), Perusahaan Gas Negara (PGAS), BRI, Bank Mandiri (BMRI), Wijaya Karya (WIKA), Kimia Farma (KAEF), Timah (TINS), Adhi Karya (ADHI) dan BNI (BBNI). Selain itu saham-saham non BUMN juga mengalami pengutan dan terkena batasan auto rejection, yakni saham United Tractors (UNTR), Astra Internasional (ASII), INCO, Sinarmas Agroresources (SMART) dan Unilever (UNVR).