Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

SISTEM SIRKULASI / SISTEM PEREDARAN DARAH IKAN


Diajukan untuk presentasi pada mata kuliah Ikhtiologi

Disusun oleh :
RAHMA TRI BENITA MUHAMMAD FADLI DWI RISKY A ENOK MARLINA JOSUA F T KANIA PUTRI H MARIA M AHMAD ARIF H 230110090033 230110090034 230110090035 230110090036 230110090037 230110090038 230110090039 230110090040

UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN PROGRAM STUDI PERIKANAN Jatinangor 2010

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya, karena berkat itulah penulis dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Ikhtiologi. Tugas ini disusun untuk dipresentasikan sebagai bagian dari materi kuliah Ikhtiologi. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak dibantu oleh berbagai pihak. Untuk itulah pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis menyadari, bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi civitas akademika yang membutuhkannya. Amin.

Jatinangor, Oktober 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................................ i Daftar Isi Bab 1 Pendahuluan ... ii

A. Latar belakang B. Rumusan masalah .. C. Tujuan penulisan makalah.. D. Sistematika penulisan.


Bab 2 Teoritis

A. Sistem peredaran darah ikan........................................................... B. Alat-alat peredaran darah ikan........................................... C. Organ pembentuk darah ............................................
Bab 3 Kesimpulan Daftar Pustaka ... ....

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah

Ikan dalam ilmu biologi dipelajari dalam cabang ilmu yang dinamakan dengan Ikhtiologi. Ikhtiologi dapat didefinisikan sebagai cabang ilmu zoologi yang khusus mempelajari ikan. Istilah ikhtiologi berasal dari bahasa Yunani, ichtys, untuk ikan. Ikhtiologi mempelajari semua aspek biologi ikan meliputi perilaku, ekologi, sistematik, dan proses evolusi dari ikan. Ilmu tentang ikan. Ikhtiologi, sangat terkait dengan berbagai macam cabang ilmu. Begitu pula dengan sistem peredaran darah pada ikan. Sistem peredaran darah pada semua organisme merupakan proses fisiologis yang sangat penting. Untuk melakukan aktifitas, sel, jaringan, maupun organ membutuhkan nutrisi dan oksigen. Bahan-bahan ini dapat disuplai bila peredaran darah berjalan normal. Karenanya, semua fungsi dari setiap organ dalam tubuh kadang-kadang dilihat pada darah.

1.2 Rumusan Masalah

Berangkat dari latar belakang masalah, kami mencoba merumuskan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana sistem perdaran darah ikan secara umum? 2. Bagaimana komposisi darah ikan? 3. Mengapa sistem peredaran darah pada ikan harus diketahui?

1.3 Tujuan Penulisan Makalah

Sebagian manfaat dan tujuan yang kami utarakan dari pengkajian makalah ini adalah : 1. Memaparkan komponen penyusun dari sistem peredaran darah ikan, serta menambah pengetahuan dari sistem peredaran darah ikan 2. Mencoba menganalisis bersama-sama sistem peredaran darah ikan ditinjau secara anatomi, tidak fisiologis. 3. Mengkaji kembali tentang pekerjaan jantung untuk setiap aktifitas kehidupan hewan seharihari.

1.4 Sistematika Penulisan

BAB I Terdiri dari pendahuluan, yang dalam permulaannya, kami menguraikan terlebih dahulu latar belakang dari masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini, dengan menguraikan beberapa

permasalahan yang mendasari perlunya kami mengkaji sistem peredaran darah ikan. Selanjutnya, kami uraikan beberapa rumusan masalah, yang dimaksudkan untuk mempermudah dalam membahas makalah yang kami sajikan. Dan terakhir dalam Bab I ini kami memaparkan beberapa tujuan dan sistematika dari penulisan makalah.

BAB II Terdiri dari uraian teoritis dari rumusan masalah yang telah kami sebutkan sebelumnya. Yaitu mengenai komponen penyusun darah serta sistem peredaran darah ikan yang bersifat tungal. Selanjutnya mengenai organ pembentuk darah.

BAB III Terdiri dari pembahasan dari Bab II bagian teoritis makalah. Dalam bagian ini kami menguraikan lebih lengkap dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan dari teoritis makalah.

BAB IV Terdiri dari kesimpulan dari pembahasan makalah, yang mengemukakan ringkasan masalah, serta beberapa pendapat kami atas materi yang kami bahas dalam makalah ini.

1.5 Metode Penulisan

Penulisan makalah ini menggunakan metode teoritis. Maksudnya ialah penulis menggunakan berbagai literatur untuk mendapatkan informasi yang di sampaikan.

BAB II

ISI
2.1 Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah adalah sistem yang berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan O2 dari perairan ke sel-sel tubuh yang membutuhkan, juga mengangkut enzim, zatzat nutrisi, garam-garam, hormon, dan anti bodi serta mengangkut CO2 dari dalam usus, kelenjar-kelenjar, insang, dan sebagainya, keluar tubuh. Secara umum, sistem peredaran darah pada semua vertebrata adalah sama, meskipun tetap ada perbedaan-perbedaan diantara setiap kelompok hewan.
Ikan mempunyai sistem peredaran darah tertutup, artinya darah tidak pernah keluar dari

pembuluhnya, jadi tidak ada hubungan langsung dengan sel tubuh sekitarnya. Darah memberi bahan materi dengan perantaraan difusi melalui dinding yang tipis dari kapiler darah, dan kembali ke jantung melalui pembuluh yang ke dua. Atau secara garis besarnya peredaran darah tunggal adalah peredaran darah yang darah nya dari insang langsung beredar ke seluruh tubuh kemudian masuk ke jantung. Jadi darah hanya beredar sekali melalui jantung dengan rute dari jantung ke insang lalu ke seluruh tubuh kemudian kembali ke jantung.

Seri pertama dinamakan sistem arteri dan seri ke dua disebut sistem vena. Dimana organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah, kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung.

2.2 Alat-alat Peredaran Darah Ikan

1. Jantung Jantung ikan terdiri atas dua ruangan, atrium dan ventrikel dan terletak di belakang insang. Sinus venosus adalah struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung. Diantara antrium dan ventrikel jantung terdapat klep untuk menjaga agar aliran darah tetap searah. Beda jantung ikan dengan jantung hewan lain pacu
jantung yang memungkinkan jantung terus berdenyut walaupun otak sudah rusak.

Jantung pada ikan terdiri atas empat ruangan yang terletak di bagian posterior lengkung insang, di bagian depan rongga badan dan di atas Ithmus. Ruangan ini berurutan dari belakang ke depan, yaitu:

Sinus Venosus

Adalah ruang tambahan yang berdinding tipis, hampir tidak mengandung jaringan otot. Dinding kaudalnya bersatu dengan bagian depan dari septum transversum, yang memisahkan rongga pericardial dari rongga pleuroperitoneal. Darah venus dari seluruh tubuh, masuk di sinus venosus melalu sepasang ductus Cuvieri yang masuk di bagian lateral, dan sepasang sinus hepaticus yang masuk pada dinding posterior dari sinus venosus. Vena coronaria yang datang dari dinding otot jantung, juga masuk dari sinus venosus. Dari sini darah melalui lubang sinus atrial masuk ke dalam atrium.

Atrium Adalah ruang tunggal yang dindingnya relatif tipis, terletak anterior dari sinus venosus. Darah dari atrium melalui lubang atrioventikular diteruskan ke dalam rongga ventrikel. Lubang ini dijaga oleh klep atau katup atrioventrikular, supaya aliran darah tidak kembali ke rongga atrium.

Ventrikel Adalah ruang berdinding tebal berotot, menerima darah hanya dari atrium saja dan memompakan darah melalui aorta ventral ke insang. Ruang ini dibentuk oleh dua lapisan otot yaitu lapisan otot luar disebut kortikal dan lapisan otot dalam disebut spongi. Bagian ini menerima darah dari atrium melalui atrioventricular. Ujung anterior dari ventrikel tumbuh memanjang dan berdinding tebal, di dalamnya terdapat suatu seri klep semilunar.

Conus Arteriosus Pada Elasmobranchii, conus arteriosus berkembang denga baik, tetapi tidak mempunyai bulbus arteriosus. Pada sebagian ikan Teleostei conus arteriosus sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat kecil, sedangkan bulbus arteriosus (perluasan sebagian dari aorta ventralis) berkembang dengan baik

SALURAN DARAH, ada 3 bentuk saluran darah : arteri, vena, kapiler

Arteri Adalah pembuluh darah yang aliran darahnya menjauhi jantung atau saluran yang dilalui darah yang keluar dari insang dan menuju ke bagian-bagian tubuh. Biasanya membawa darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Saluran darah ini terdiri dari tiga lapisan yaitu bagian dalam (intima), memiliki lapisan endothelium dan sub endothelium.

Vena Adalah pembuluh darah balik yang aliran darahnya menuju ke jantung. Struktur vena sama halnya dengan arteri, namun mempunyai dinding yang lebih tipis dan rongga yang lebih besar dibanding arteri pada ukuran diameter yang sama. Bagian dalam dari vena yang mengalami tekanan hidrostatik tinggi, umumnya kaya akan jaringan elastis dan sel otot licin.

Kapiler Adalah bagian percabangan saluran darah yang merupakan tempat terjadinya pertukaran zat (gas nutrien) antara darah dengan jaringan/sel. Ada tiga macam kapiler darah yaitu, kapiler kontinyu, kapiler berpori dan kapiler diskontinyu (sinusoid).

DARAH

Darah berupa cairan yang dibangunkan oleh plasma darah, sel darah dan substansi lain yang terlarut di dalamnya. Plasma darah berupa cairan zat putih telur yang mengandung bagian-

bagian dari sel darah, mineral terlarut. Di luar pembuluh darah, darah akan membeku disebabkan oleh kerja ensim trhombokinase yang bereaksi dengan garam kalsium menjadi trombin yang aktif. Ikan memiliki kadar protein plasma berupa albumin (pengontrol tekanan osmotik), lipoprotein (pembawa lemak), globulin (pengikat heme), ceruloplasmin (pengikat Cu), fibrinogen (bahan pembeku darah), dan iodurophorine (sebagai yudium anorganik).

Ikan pada umumnya, vena utama yang membawa darah kembali ke jantung ialah sepasang vena kardinalis anterior-dan posterior. Vena yang pertama, membawa darah dari bagian kepala berjalan berdampingan dengan sepasang vena jugularis yang letaknya lebih ke tengah. Dari ekor berjalan vena caudalis yang tunggal, kemudian bercabang dua menjadi vena portae renalis menuju ke ginjal.

Di dalam ginjal vena potae renalis mempercabangkan banyak vena renalis advehentes, dan masing-masing cabang ini pecah menjadi kapiler darah. Jaring kapiler darah ini kemudian bersatu kembali menjadi beberapa vena renalis revehentis yang mengalir ke permukaan tengah dari ginjal dan bermuara pada vena kardinalis posterior.

Sistem peredaran vena pada ikan teleostei

Volume darah yang beredar dalam tubuh ikan Teleostei berkisar antara 1,5 3 % dari bobot tubuhnya. Pada Squlus acanthias volume darah bisa mencapai 5% dari bobot tubuhnya

SEL-SEL DARAH Sel darah ada tiga macam, yaitu Erythrocyte, Leucocyte dan Thrombocyte.

Erythrocyte (sel darah merah)

Erythrocyte pada ikan berbentuk lonjong dan berinti dengan diameter 7 36 mikron (tergantung spesies ikannya). Warna merah dari darah disebabkan oleh hemoglobin yang terdapat dalam erythrocyte. Jumlah erythrocyte tiap mm darah berkisar antara 20.000 3.000.000.

Leucocyte (sel darah putih)

Leucocyte pada ikan tidak berwarna, berjumlah antara 20.000 150.000 dalam tiap mm3 darah. Leucocyte dapat dibedakan menjadi tiga macam sel, yaitu granulocyte, limphocyte, dan monocyte.

Walaupun leucocyte merupakan unsur darah, tetapi fungsi utama dari padanya ada di luar pembuluh darah. Mereka mempunyai sifat dapat menerobos keluar dari pembuluh darah, dan bergerak secara amoeboid di antara jaringan sekelilingnya. Mereka tidak hanya mempunyai sifat daya fagositose saja, tetapi kaya terhadap enzim yang dapat menimbulkan reaksi kimia. Di luar pembuluh darah, leucocyte hanya berumur pendek.

Thrombocyte

Thrombocyte ukurannya jauh lebih kecil dari erytrocyte, besarnya bervariasi antara 2 sampai 3 mikron.

2.3 Organ Pembentuk Darah

Beberapa organ pada ikan dapat membentuk darah. Pada stadia embrio, saluran darah dapat menghasilkan sel-sel darah, pada ikan dewasa sel-sel darah masih dibentuk di permukaan saluran darah, namun pusat-pusat pembentukan sel-sel darah lebih nampak. Pada Cyclostomata spp, semua jenis sel darah dibentuk dalam limpa yang tersebar pada submucosa, usus alat pencernaan makanan.

Dinding esophagus pada beberapa jenis ikan pada bagian buco-faring hingga bagian cardinal lambung terdapat organ lymphoid yang dikenal dengan Leidug yang menghasilkan selsel darah putih.

Ginjal adalah organ yang paling kaya akan jaringan lymphoid, thrombocyte dibentuk di bagian mesonefrik. Pada Lamprey spp dan kebanyakan Teleostei, ginjal merupakan penghasil sel darah yang utama selama hidupnya, terutama kepala ginjal. Jaringan lymphoid juga terdapat pada permukaan gonad jantan dan betina ikan Selachi spp dan Dipnoi. Pada bagian-bagian sel tulang rawan pada kepala dari jenis Lepisosteus dan Amia menghasilkan seluruh jenis sel-sel darah.

Limpa ikan merupakan organ yang sangat bervariasi baik letak, bentuk maupun ukurannya. Limpa pada ikan Gnathostomata terdiri dari bagian cortex (berwarna merah), Pulva (berwarna putih) dan medula. Bagian cortex dari limpa membentuk erythricyte dan thrombocyte sedangkan lymphocyte dan beberapa granulocyte dibentuk di dalam medulla. Pada esophagus

ikan hiu, memperlihatkan kumpulan jaringan pembentuk limphocyte. Pada ikan pari, limpa memanjang antara bagian kardial dan pyloric dari lambung, sedangkan pada ikan Squalus, limpa ini terletak di belakang persimpangan lambung dan berbentuk segi tiga. Pada ikan bertulang sejati limpa ini juga berfungsi dalam menghancurkansel-sel darah merah.

Bagian-bagian tubuh ikan

BAB III

PENUTUP Kesimpulan

Secara umum, sistem peredaran darah pada semua vertebrata adalah sama, meskipun perbedaanperbedaan mendetail tetap ada di antara semua kelompok hewan. Hal tersebut tergantung anatomi, fisiologi, dan kondisi lingkungannnya. Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal, artinya darah tidak pernah keluar dari pembuluhnya, jadi tidak ada hubungan

langsung dengan sel tubuh sekitarnya. Darah memberi bahan materi dengan perantaraan difusi melalui dinding yang tipis dari kapiler darah, dan kembali ke jantung melalui pembuluh yang ke dua. Seri pertama dinamakan sistem arteri dan seri ke dua disebut sistem vena. Sistem peredaran darah, organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah, kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung.

Daftar Pustaka

Black, E. C. 1940. The transport of oxygen by the blood of freshwater fish. Biol. Bull., 215-229 Catton, W. T. 1951. Blood cell formation in certain teleost fishes. Blood, Jour. Hema 6: 39-60 Lagler, K. F. Ichthyology. United States. Root, R. W. 1931. The respiratory function of the blood of marine fishes. Biol. Bull., 427-456