Anda di halaman 1dari 22

PT PL N (PERSERO) PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

PENERTIBAN PEMAKAIAN TENAGA LISTRIK (P2TL) PELANGGAN 1 PHASA KWH MEKANIK

Diajukan Oleh:

KAMAL NURDIANSYAH NO. TEST : BDG/OD/11000211 Area Banten Selatan Rayon Malingping

PROGRAM ON THE JOB TRAINING DIKLAT PRAJABATAN TAHUN 2011

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

ii

PT PL N (PERSERO) PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN OJT

Nama / No.Test Jabatan

: BDG/OD/11000211 : Junior Engineering Pemeliharaan Distribusi

Menyetujui : Mentor Manajer Rayon Malingping

Bandung, April 2012 Peserta OJT

(Dodi Ismaya)

(Kamal Nurdiansyah)

Mengetahui,

Manager Bidang SDMO PT PLN (Persero) Dist Jabar

Manajer Area Banten Selatan PT PLN (Persero) Dist Jabar

(Tatang)
PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

(Abdul Mukhlis)
ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................... ii KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii DAFTAR ISI .......................................................................................................... iv BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 5 1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 5 1.2 Maksud dan Tujuan .................................................................................. 6 1.3 Batasan Masalah ....................................................................................... 6 1.4 Metedologi Penulisan ............................................................................... 6 1.5 Sistmatika Penulisan................................................................................. 6 BAB II PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Struktur Organisasi .................................................................................. 2.2 Proses Bisnis ............................................................................................ BAB III PENERTIBAN PEMAKAIAN TENAGA LISTRIK (P2TL) 1 PHASA................................................................................................. 3.1 Maksud, Tujuan, Aspek Hukum Pelaksanaan ......................................... 3.2 Tata Cara dan Ketentuan Pelaksanaan ..................................................... 3.3 Jenis dan Penggolongan Pelanggaran ...................................................... 3.4 Prioritas Target Operasi ........................................................................... 3.5 Mekanisme Pelaksanaan .......................................................................... BAB IV HASIL PELAKSANAAN ....................................................................... 4.1 Tindak Lanjut Pelaksanaan ...................................................................... 4.2 Permasalahan/Persoalan ........................................................................... 4.3 Kritik dan Saran ....................................................................................... Lampiran-lampiran .................................................................................................. Data Pendukung dan Foto .......................................................................................

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat karunia-Nya lah penulis dapat menyelesaikan pembuatan Telaah Staff dengan tepat waktu dan dengan sebaik-baiknya. Telaah Staff dengan judul Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) 1 Phasa ini merupakan laporan yang dibuat sebagai syarat kelulusan dalam program On The Job Training PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten. Selain itu juga Telaah Staff ini berfokus pada masalah P2TL 1 phasa yang bermula dari akarnya, yaitu pelanggan rumah tangga. Tak lupa juga penulis mengucapkan terimakasih kepada : 1. Bpk. Akhmad Taufik Haji, selaku General Manager Distribusi Jawa Barat & Banten 2. Bpk. Tatang, selaku DM SDMO Distribusi Jawa Barat & Banten 3. Bpk. Abdul Mukhlis, selaku Manager Area Banten Selatan 4. Bpk. Komar, selaku Mentor OJT selama lebih kurang 3 bulan 5. Bpk. Dodi Ismaya, selaku Manager Rayon Malingping dan Mentor 6. Seluruh Pegawai dan Staff PLN Area Banten Selatan 7. Seluruh rekan-rekan OJT PT. PLN (Persero) di Area Banten Selatan yang telah banyak membimbing dan membantu dalam proses pembuatan Telaah Staff ini. Telaah Staff ini belum banyak berarti bagi perusahaan, akan tetapi untuk saat ini mempunyai arti yang besar bagi penulis yang kelak akan menjadi bekal saat menjalankan tugas perusahaan. Kritik dan saran yang membangun akan diterima dengan lapang hati oleh penulis untuk perbaikan di masa mendatang. Semoga Telaah Staff ini dapat membantu meningkatkan kinerja petugas pelaksana P2TL sehingga tujuan dari pelaksanaan P2TL dapat diraih dengan maksimal. Dengan demikian dapat meningkatkan kinerja Rayon sendiri dan PT. PLN (Persero). Malingping, April 2012

Penulis
PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang PT. PLN (Persero) adalah suatu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang ketenagalistrikan. Dibagi dalam tiga divisi atau bidang, yaitu pembangkitan, transmisi dan distribusi. Semuanya berjalan dalam bentuk bisnis intern. Dalam suatu proses bisnis, tak dapat dihindari kerugian dari bisnis tersebut. Masing-masing bidang pasti mengalaminya, mengapa ? Karena dalam menyalurkan tenaga listrik dari bidang satau ke bidang lain hingga ke konsumen menggunakan suatu penghantar. Di bidang distribusi sendiri, rugi yang dialami terbagi menjadi 2, yaitu rugi teknis dan non teknis. Rugi teknis yang berhubungan dengan material PLN sendiri dalam mendistribusikan energi listrik ke pelanggan sulit untuk dihindari. Sedang non teknis adalah rugi yang bukan dari material PLN, misal dari pelanggan. Untuk menutupi rugi teknis yang secara alami tidak dapat dihilangkan tersebut, maka harus adanya usaha menurunkan rugi atau susut non teknis yang berada di sisi konsumen. Zaman sekarang orang atau masyarakat rela melakukan apapun demi kelangsungan hidupnya. Tak dapat dihindari lagi suatu hal yang dianggap tidak layak mereka lakukan. Misalnya dengan mencuri. Di segi PT. PLN (Persero) sendiri, kerugian seperti itulah yang sering ditemui di masyarakat. Terlebih dengan pengetahuan masyarakat mengenai kelistrikan. Namun secara sengaja atau tidak, masyarakat tidak memperhatikan keselamatannya dalam melakukan pencurian listrik. Selain itu juga, berdampak pada kinerja PLN sendiri, termasuk bertambahnya kerugian yang dialami PLN dalam menyalurkan tenaga listrik. Maka dari itu, perlu diadakannya penertiban pemakaian listrik oleh pihak PLN, agar dapat menghindari suatu yang tidak diinginkan akibat pencurian listrik tersebut, seperti kebakaran akibat hubung singkat dan sebagainya. Dan untuk menurunkan kerugian di sisi non teknis. Dengan adanya penertiban tersebut, maka diharapkan masyarakat lebih memahami tentang bahaya listrik akibat

disalahgunakan, dan mampu mempergunakan listrik sebagai mestinya seperti tertera di SPJBTL antara pelanggan dan PLN sendiri.
PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten ii

1.2 Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan penulisan Telaah Staff ini sebagai berikut : 1. Persyaratan kelulusan siswa Pra-Jabatan PT. PLN (Persero) angkatan ke 3 dalam melaksanaakan On The Job Training (OJT) di masing-masing unit, khususnya unit atau rayon yang ada di Area Banten Selatan 2. Mempelajari dan memahami mengenai pelaksanaan P2TL dimulai dari penentuan Target Opeasi (TO hingga penagihan Tagihan Susulan (TS) 3. Dengan adanya laporan Telaah Staff diharapkan petugas mampu menurunkan susut non teknis di Area Banten Selatan 4. Mengetahui kondisi medan Distribusi Jawa Barat & Banten dimulai dari Area terujung

1.3 Batasan Masalah Dalam penulisan laporan Telaah Staff ini penulis hanya membatasi masalah pada : 1. Maksud dan tujuan pelaksanaan P2TL 2. Aspek hukum apa saja yang menaungi pelaksanaan P2TL 3. Tata cara pelaksanaan P2TL 1 phasa mekanik 4. Jenis/golongan pelanggaran P2TL 5. Prioritas TO 6. Alur atau mekanisme pelaksanaan P2TL

1.4 Metodologi Penulisan Metedologi penulisan yang digunakan dalam penyusunan laporan Telaah Staff ini adalah : 1. Observasi Melakukan penelitian atau pemeriksaan langsung ke lapangan di Area Banten Selatan 2. Studi Literatur Mempelajari materi Pelaksanaan P2TL, meliputi SOP maupun kWh meter dari materi softcopy yang dimiliki maupun dari pegawai setempat
PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten ii

3. Wawancara Melakukan wawancara atau tanya jawab dengan pegawai setempat yang berkaitan dengan P2TL serta kWh meter yang dibahas di Laporan Telaah Staff ini

1.5 Sistematika Penulisan Sisematika Telaah Staff yang berjudul Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) 1 Phasa ini terdiri dari :

BAB I

PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang, maksud dan tujuan, batasan masalah, dan metedologi penulisan.

BAB II

PROFIL UNIT Bab ini berisi mengenai profil unit Distribusi Jawa Barat & Banten, Area Banten Selatan, Rayon Malingping. Ditambah proses bisnis serta struktur organisasinya, khususnya Rayon Malingping.

BAB III

PEMBAHASAN PERMASALAHAN Bab ini berisi mengenai maksud dan tujuan pelaksanaan P2TL, aspek hukum P2TL, tata cara pelaksanaan P2TL 1 phasa mekanik, jenis/golongan pelanggaran, prioritas target operasi serta

mekanisme pelaksanaan P2TL. BAB IV HASIL PEMERIKSAAN Bab ini berisi mengenai hasil pemeriksaan, dan apa yang harus dilakukan setelah pelaksanaan P2TL. Juga berisi mengenai permasalahan/persoalan dalam pelaksanaan P2TL serta saran untuk mengatasinya.

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

ii

BAB. II PROFIL UNIT

Dalam suatu proses bisnis sudah sewajarnyalah antar bidang harus menjalin hubungan yang harmonis demi pencapaian kinerja yang baik. Demikian pula dengan PT. PLN (Persero) yang bergerak dalam ketenagalistrikan. Bidang pembangkitan, transmisi dan distribusi menjalin kesinkronan kerja dalam menyalurkan tenaga listrik ke seluruh pelosok tanah air, demi tercapainya pelayanan kelas dunia terhadap pelanggan. Berikut alurnya :

SINGLE LINE DIAGRAM POWER SYSTEM

~
11/150 kV

150/20 kV

20 kV/220 V

POWER GENERATING PLANT

TRANSMISSION LINES

DISTRIBUTION

Proses Bisnis PLN, mulai Pembangkitan, Transmisi dan Distribusi


21 March 2012

I.

PROFIL UNIT DISTRIBUSI

Distribusi Jawa Barat & Banten merupakan salah satu unit PT. PLN (Persero) di bidang distribusi. Dengan luas wilayah kerja sekitar 36.948 Km, DJBB dibantu oleh 17 Area, 1 Area Pengatur Distribusi (APD), 1 Unit Center, 100 Rayon dan 233 Kantor Pelayanan (KP) serta didukung oleh 3.561 pegawai per Juni 2010. Total pelanggan DJBB per Mei 2010 + 8.685 pelanggan dengan pendapatan pertahun + Rp. 29.296 Triliyun (akhir 2009).
PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten ii

Sebagai kantor induk, KD dipimpin oleh seorang General Manager. General Manager ini membawahi beberapa Bidang yang dikepalai oleh seorang Manager Bidang, yaitu : 1. Bidang Perencanaan 2. Bidang Niaga 3. Bidang Distribusi 4. Bidang Keuangan 5. Bidang SDM dan Organisasi 6. Bidang Komunikasi, Hukum dan Administrasi Selain itu juga ada Auditor Internal yang setara dengan Manager Bidang. Berikut struktur organisasi KD DJBB

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

ii

II.

PROFIL UNIT AREA

PT. PLN (Persero) Area Banten Selatan bertempat di Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten yang dipimpin oleh seorang manager. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, Manager Rayon dibantu oleh Asisten Manager dan tenaga fungsional. Area Banten Selatan terdiri dari beberapa Rayon, yaitu : 1. Rayon Rangkasbitung 2. Rayon Pandeglang 3. Rayon Labuan 4. Rayon Malingping Berikut struktur organisasi Area

Manager

Ahli

Assisten Manajer Pemasaran dan Niaga

Assisten Manajer Perencana an

Assisten Manajer Distribusi

Assiten Manajer Alat Pengukur & Pembatas

Assisten Manajer Keuangan

Assisten Manajer Sumber daya Manusia

SPV. Strategi Pemasara n SPV. Peningkat an Pelayanan

SPV. Perencana an Sistem & Konstruksi

SPV. Operasi Distribusi SPV. Pemelihar aan Jaringan

SPV. Perakitan Alat Pengukur dan Pembatas (APP)

SPV. Pengendal ian Anggaran Keuangan

SPV. SDM

SPV. Sekretariat

SPV. Tata Usaha Langgana n

SPV. Sistem Teknologi Informasi

SPV. Pengendal ian Pengukura n SPV. Logistik

SPV. Automatic Meter Leading (AMR) SPV. Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL)

SPV. Pengawasa n Pendapata n SPV. Akuntansi

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

ii

III.

PROFIL UNIT RAYON

PT. PLN (Persero) Rayon Labuan bertempat di Jln. Raya Jenderal Sudirman No.29 Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, Banten, yang dipimpin oleh seorang manager dengan dibantu oleh Supervisor Teknik dan Supervisor Administrasi. Penyaluran energi listrik di Rayon Labuan berasal dari GI Menes, dengan penyulang Labuan Kota, Carita, Wisata, Panimbang, Jiput, Mandalawangi, Pagelaran dan Cibaliung.

Di Area Banten Selatan sendiri hanya terdapat PLTU II Labuan. Namun, dengan adanya interkoneksi Jawa-Bali, maka penyaluran ke GI-GI di Banten Selatan terpasok lancar. Di Banten Selatan, terdapat GI Rangkasbitung, GI Rangkas Baru, GI Menes, GI Saketi, GI Kopo dan sebagian di pasok oleh GI Pelabuhan Ratu. Segera menyusul GI Kandang Sapi Malingping.

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

ii

BAB III

Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL)

I.

Maksud, Tujuan dan Aspek Hukum Pelaksanaan P2TL

Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) adalah penertiban penggunaan tenaga listrik yang tidak sesuai dengan standar pemasangan dan SPJBTL. Sedangkan tujuannya adalah untuk menurunkan susut secara non teknis. Susut non teknis adalah susut yang bukan berasal dari material PLN, sehingga mampu diatasi dengan dilakukannya penertiban. Dengan diadakannya P2TL, seluruh kerugian dapat diminimalisir sekecil mungkin. Sehingga yang tersisa hanya susut teknis yang secara alami tidak dapat dihilangkan, namun bisa di minimalisir. Selain itu juga tujuan P2TL lainnya yaitu : a) Menekan susut kWh b) Menertibkan para pemakai listrik baik pelanggan maupun non pelanggan c) Meningkatkan mutu dan keandalan jaringan d) Terciptanya keselamatan umum e) Menyelamatkan pemakaian kWh dan daya yang tidak tertagih f) Meningkatkan citra PLN

Adapun aspek hukum dari pelaksanaan P2TL tersebut adalah : 1. UU Ketenaga Listrikan (UU. No. 15 tahun 1985) 2. Peraturan pemerintah No. 10 Tahun 1999 (Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik) 3. Keputusan Direksi PT. PLN (Persero) tentang Ketentuan Jual Beli Tenaga Listrik Dan Pengunaan Piranti Tenaga Listrik Yang Berlaku di PT. PLN (Persero) (No. 103.K/039/DIR/1997) 4. Keputusan Direksi PT. PLN (Persero) tentang Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik, Tagihan Susulan dan Pemutusan sambungan Listrik (No. 68.K/010/DIR/2000)
PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten ii

5. UU Ketenagalistrikan (UU. No. 20 tahun 2002) Segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan baik. Begitupun dengan target pelaksanaan P2TL. Daftar Target Operasi P2TL didapat dari : 1. Pemakaian tidak wajar selama 3 bulan berturut-turut / Daftar Langganan Perlu Diperhatikan (DLPD) 2. 3. 4. Informasi cater serta masyarakat Kegiatan rutinan P2TL AMR

II.

TATA CARA (SOP) dan KETENTUAN PELAKSANAAN P2TL

Perlengkapan yang dibawa : Kelengkapan adminstrasi, meliputi Kartu Pengenal, Surat Tugas, formulirformulir seperti BA, serta berseragam resmi PLN. Peralatan Kerja, meliputi Tang Ampere, AVO meter, stop watch, Tang kW meter, cos meter, tang segel timah atau plastic, medan putar, phasa detector, kaca pembesar, kamera Polaroid, obeng, tespen dan lain-lain) dan lakban. kalkulator, tool kit (tang,

Kewajiban Petugas P2TL : Sopan, tertib dalam memasuki persil dan ungkapkan maksud dan tujuan kedatangan Menanyakan identitas/kapasitas yg menyaksikan P2TL Memperhatikan keamanan instalasi & keselamatan umum dalam mengambil APP yang rusak atau diduga tidak semestinya.

Pemeriksaan Teknis (dengan disaksikan pelanggan atau penghuni) : 1. Meminjam rekening terakhir 2. Mencatat data admin 3. Periksa secara visual APP pelanggan, SMP, dan SLP, serta raba secara merata APP pelanggan 4. Memcatat data APP
PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten ii

5. Periksa penyadapan di SMP dengan cara menurunkan alat pembatas, kemudian cek stop kontak dan saklar apakah masih ada tegangan atau tidak 6. Periksa kapasitas pembatas dengan cara menyalakan seluruh lampu dan alat elektronik lainnya hingga trip

Hasil temuan harus dibuat dalam BA. Terdiri dari : BA ditandatangani PLN, pelanggan/penghuni dan 2 orang saksi (Bila diperlukan) BA dibuat dalam 2 rangkap (pelanggan, PLN). Bila pelanggan keberatan, ditanda tangani oleh 2 orang saksi dan petugas. Barang bukti dimasukan dalam kotak/kantong yang tertutup

rapat(dikunci/dilak)disimpan ditempat yang aman dan tertib dan dibuat BA .

Bukti pelaksanaan P2TL : BA jelas dan tidak meragukan Semua dokumen pemasangan APP (barang bukti) disimpan baik Mencacat setiap kejadian di lapangan Petugas PLN siap menjadi saksi

III.

JENIS DAN PENGGOLONGAN PELANGGARAN

Pelanggaran 1 (P1)

Pelanggaran 1 adalah pelanggaran yang mempengaruhi batas daya tetapi tidak mempengaruhi pengukuran energi. Berada disisi pembatas APP. Contohnya kWh tanpa pembatas (MCB), MCB di loss watt, Menghapus tulisan daya MCB. Pelanggaran 2 (P2) yang mempengaruhi pengukuran energi tetapi tidak

Pelanggran

mempengaruhi batas daya. Berada disisi pengukuran APP. Contohnya membalikan pengawatan fasa dan netral PLN, menyatukan phasa PLN dan

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

ii

instalasi, klem tegangan dilepas, mengotak-atik piringan, jumper, melubangu body terminal dan kWh sehingga terjadi hal tersebut diatas. Pelanggaran 3 (P3)

Gabungan dari P1 dan P2, mempengaruhi batas daya serta pengukuran energi. Contohnya sadapan langsung dari HL, netral PLN tidak difungsikan, kWh terbang. Pelanggaran 4 (P4)

Pelanggaran yang dilakukan oleh non konsumen PLN (NK).

Kelainan 1 (K1)

Kelainan adalah bukan kesalahan pelanggan. Terjadi apabila pemakaian tenaga listrik tidak sesuai dengan peruntukannya sesuai SPBJTL pelanggan tersebut. Contohnya kekurangan daya pada MCB, tarif rumah namun dipakai untuk industri. Kelainan 2 (K2)

Terjadi kelainan APP dan perlengkapannya akibat kondisi alam diluar wewenang pelanggan maupun PLN. Contohnya kWh rusak, salah pengawatan bukan dari pelanggan, kesalahan faktor kali kWh, dan kelebihan daya pembatas. Kelainan 3 (K3)

Terjadi kelainan APP dan perlengkapannya akibat kondisi alam diluar wewenang pelanggan maupun PLN. Contohnya APP/kelengkapan APP serta segel tera APP belum terpasang atau rusak karena korosi, serta sambungan levering.

Selain itu juga pengawasan terhadap PJU legal serta ilegal. Dilakukan dengan cara checklist PJU.

IV.

PRIORITAS SASARAN OPERASI

Pelanggan Industri TM hasil analisa AMR Pelanggan Indusri (sisi TR )


ii

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

V.

Hotel,Diskotik,kafe dan tarif bisnis lainnya Pelanggan Rumah Tangga Pelanggan Liar ( non kontrak ) PJU Liar

MEKANISME P2TL

PELAKSANAAN P2TL

MEKANISME PROSES P2TL


AMR

INFORMASI

TARGET OPERASI
DLPD

PELAKSANAAN

PERIODIK

P2TL RUTIN P2TL GABUNGAN P2TL KHUSUS

BAP

TEMUAN

PROSES TAGIHAN SUSULAN

PENYELESAIAN TAGIHAN SUSULAN

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

ii

PROSES TAGIHAN SUSULAN

BAYAR

TIDAK DIBAYAR

KONTAN

SPH

DIBONGKAR

PREMI PELAKSANA PREMI PELAPOR PREMI PENGELOLA

LAPORAN P2TL LAPORAN KODE 7000 TUL III-09

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

ii

BAB IV HASIL PELAKSANAAN

Dari hasil pelaksanaan P2TL tersebut, dibuatlah BA serta daftar kunjungan untuk kemudian di entry ke AP2T serta untuk perekapan laporan bulanan yang dibuat perhari. Dari hal tersebut, kita mampu menghitung berapa kWh yang telah terselamatkan dengan adanya P2TL tersebut. Permasalahan/persoalan dalam melaksanakan P2TL, yaitu : 1. Biaya operasi terbatas 2. Kendaraan operasi terbatas 3. Cuaca yang kadang kurang mendukung serta medan tempuh 4. Penulisan BA yang kurang jelas 5. Terkadang peralatan kerja yang dibawa kurang lengkap atau tidak ada 6. Kurangnya ketelitian maupun kehati-hatian petugas 7. Mental masyarakat makin beraninya melakukan penyambungan tenaga listrik secara ilegal 8. Masyarakat sensitip untuk bertindak kekerasan 9. Pemahaman Hukum bagi petugas lapangan terbatas 10. Apabila kasus P2TL masuk pengadilan, petugas lapangan belum terbiasa untuk menjadi saksi 11. Segel yang terpasang pada APP identitasnya susah dibaca,akibat pembuatan tanda pada matrys tidak jelas dan pengepresan matrys terhadap timah kurang kuat 12. Kurangnya pemahaman petugas pelaksana terhadap SPJBTL,sehingga Box APP yg menjadi wewenang pengawasan pelanggan,disegel oleh petugas pelaksana 13. Fenomena pencuriaan listrik sangat spesifik, karena tidak ada barang dan material yang hilang secara kasat mata dan sulit pembuktiaannya. 14. Pencuriaan selalu berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dari cara sederhana sampai dengan yang canggih baik secara teknis maupun administrasi. 15. Terlambatnya regenerasi
PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten ii

Saran-saran pelaksanaan P2TL : 1. Adanya tambahan biaya operasional sehingga mampu menambah personil P2TL 2. Adanya mobil operasional secara tetap agar pelaksanaan P2TL bisa berjalan secara berkelanjutan. Dengan cuaca yang ekstrim seperti sekarang ini, sangan dibutuhkan mobil off road agar mampu melawan medan yang sedikit berbahaya 3. Dengan cuaca seperti ini, petugas harus dibekali sepatu sejenis boot 4. Ketelitian dan kebenaran dalam penulisan BA agar apabila terjadi sesuatu hingga ke pengadilan BA bisa dijadikan barang bukti yang kuat 5. Perlu adanya pemantapan atas kepribadian petugas dalam menghadapi masyarakat yang kadang bersikap anarkis. Selain itu juga menumbuhkan kepercayaan diri dan apabila perkara P2TL masuk pengadilan, petugas akan merasa percaya diri 6. Perlu adanya diklat tambahan baik dari segi pengetahuan hukum maupun pelaksanaan P2TL tersebut 7. Perlu adanya regenerasi pegawai PLN sendiri. Serta penambahan staf P2TL agar kinerja menjadi semakin maksimal 8. Sangat memperhatikan perlengkapan kerja yang dibawa, jangan terlalu menyepelekan 9. Meningkatkan ketelitian petugas P2TL sehingga mampu mengidentifiksi pelanggaran atau kelainan yang ditemukan di lapanagan, serta

meningkatkan kehati-hatian dalam melaksanakan tugas

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

ii

LAMPIRAN LAMPIRAN

Contoh BA 1 phasa pengukuran langsung

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

ii

Contoh BA pengambilan barang bukti

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

ii

FOTO-FOTO Pelanggaran 1 (P1)

PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten

ii