Anda di halaman 1dari 14

SEJARAH MATEMATIKA (SISTEM PENULISAN BILANGAN)

Dosen Pembimbing : Dra. Akmil Fuadi Rahman KELOMPOK 1

Disusun Oleh : FAHNI DESY ARITIA (A1C107224) NOOR HIKMAH (A1C107228) NORMUFIDAH (A1C107231) M. ARIS WAHYUNI (A1C107242) MELATI SANTRI (A1C107243) NURUL HUDA (A1C110017) LILIS PURI SUKADASIH (A1C110022) MITRA PRAMITA (A1C110024) HAIFA LESTARI (A1C110042)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2011

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan karunia-Nya kepada penulis sehingga tersusun makalah ini yang merupakan kewajiban bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Sejarah Matematika. Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa masukan arahan dan bimbingan, sehingga dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ibu Dra. Akmil Fuadi Rahmad selaku dosen pembimbing. 2. Semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini tidak lepas dari kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun sebagai bahan masukan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Banjarmasin, Maret 2011

Penulis

SISTEM PENULISAN BILANGAN


Konsep bilangan dan proses menghitung berkembang jauh sebelum adanya pencatatan sejarah penulisan. Sejak dahulu penulisan bilangan menggunakan bilangan basis (dasar), misalnya bilangan yang menggunakan basis bilangan b, maka simbol bilangan yang digunakan 1, 2, 3, ... , b. Untuk penulisan bilangan yang lebih dari b penulisannya dengan mengkombinasikan simbolsimbol yang digunakan. Menurut sejarah perkembangannya ada 4 cara sistem penulisan bilangan, yakni : 1. Sistem Pengelompokan Sederhana Penulisan bilangan dengan sistem pengelompokan sederhana menggunakan basis bilangan, misalnya basis b, maka simbol yang digunakan : 1, b, b2, b3 dan seterusnya. Nilai suatu bilangan merupakan penjumlahan nilai simbol simbol yang digunakan untuk bilangan tersebut. Ada beberapa bilangan yang menggunakan sistem pengelompokan sederhana, yakni : 1.1 Bilangan Hieroglyphic Bilangan ini digunakan oleh bangsa Mesir Kuno dengan basis 10, dan simbol yang digunakan adalah :

1.2

Bilangan Babylonia Bilangan Babylonia ini digunakan sekitar tahun 2000 sampai tahun

200 sebelum masehi yang ditulis di batu sebagai medianya berupa tablet tablet dan pairus. Bilangan ini juga menggunakan basis 10 dengan simbol simbol yang digunakan adalah :

10 Simbol ini digunakan untuk simbol pengurangan.

Bilangan Babylonia yang lebih dari 60 menggunakan sistem dasar tempat / posisi. 1.3 Bilangan Attika Bilangan Attika ini digunakan oleh bangsa Yunani sekitar abad ke3 SM dengan basis 10. Simbol - simbol yang mereka gunakan adalah : 5 10

Simbol Nilai

: :

I 1

H 102

X 103

M 104

Kombinasi simbol 5 dengan simbol lain, maka nilai bilangan tersebut lima kali bilangan yang d'kombinasikan, misalnya :

H = 500

X = 5000

Ilustrasi : 2756

= 2. 103 + 7. 102 + 5.10 + 7 = XX H HH I

1.4

Bilangan Romawi

Bilangan lain yang menggunakan sistem pengelompokan sederhana dengan basis 10 adalah bilangan Romawi. Simbol-simbol yang digunakan adalah :

Simbol Nilai

: :

I 1

V 5

X 10

L 50

C 102

D 500

M 103

Pada mulanya bilangan romawi ditulis seperti bilangan lainnya, misalnya : 1944 = 1. 103 + 9. 102 + 4. 10 + 4 = MDCCCCXXXXIIII Tetapi dalam perkembangannya menggunakan sistem

pengurangan, apabila simbol bilangan kecil ditulis mendahului simbol bilangan yg lebih besar maka nilai bilangan tersebut sama dengan bilangan yang besar dikurangi bilangan yg kecil, misalnya : IV = 4 ; CD = 400 dan CM = 900 Sehingga, 1994 = MCMXLCIV

2.

Sistem Perkalian Bilangan yang sistem penulisannya dengan sistem perkalian juga

menggunakan sistem basis (bilangan dasar). Jika basisnya bilangan b, maka simbol yang digunakan adalah 1, 2, 3 ..., (b-1) untuk kelompok selanjutnya adalah b, b2, b3 dan seterusnya. Misalnya basisnya 10, maka simbol yang digunakan adalah 1, 2, 3, ..., 9 sedangkan bilangan 10, 102, 103 disimbolkan dengan a, b, dan c, maka : = 5.103 + 6.102 + 2.10 +5 = 5a6b2c5 Bilangan yang menggunakan sistem perkalian ini adalah bilangan CinaJepang tradisional dengan basis sepuluh. Simbol-simbol yang digunakan adalah :

5625

Simbol : Nilai :

2 3

4 5

6 7 8

9 10

Bilangan Cina-Jepang tradisional ditulis secara vertikal, misalnya : 93 = 9.10 +3 93 =

3.

Sistem Pencirian Bilangan yang penulisannya dengan sistem pencirian juga menggunakan

basis bilangan. Jika basis bilangannya b, maka simbol-imbol yang digunakan adalah : 1, 2, 3, . . ., ( b-1 ) : b, 2b, 3b, . . ., ( b-1 )b : b2, 2b2, 3b2, . . ., ( b-1)b2 ; dan seterusnya.

Bilangan yang menggunakan sistem ini adalah bilangan Yunani Alpabet dengan basis 10. Bilangan ini digunakan oleh bangsa Yunani sekitar abad 4 SM ( 450 SM ).

Terdapat 27 abjad Yunani Alpabet yang digunakan sebagai lambang bilangan, yakni : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 alpha beta gamma delta epsilon zeta eta theta 10 20 30 40 50 70 80 90 iota kappa lambda mu nu xi omicron pi 100 200 300 400 500 600 700 800 rho sigma tau upsilon phi chi psi omega ( obsolete sampi )

( obbsoletee digamma) 60

( obsolete koppa ) 900

Contoh : 12 = 21 = 247 =

Bilangan perincian yang lain diantaranya bilangan hierati, demotic, coptic, dan Hindu Bharami.

4. Sistem Posisi Bilangan dengan sistem posisi atau dasar tempat juga menggunakan basis bilangan. Jika bilangan berbasis b, maka simbol simbol yang digunakan adalah 0, 1, 2, 3, . . . , ( b-1 ). Suatu bilangan N dengan basis b dapat dinyatakan dengan : N = an bn + an-1 bn-1 + an-2 bn-2 + . . . + a2 b2 + a1b + a0 Dimana : 0 ai < b ; I = 0, 1, 2, 3, . . . , n sehingga bilangan N ditulis dengan urutan simbol : an an-1 an-2 . . . a2 a1b a2

Bilangan yang menggunakan sistem posisi adalah : 4.1 Bilangan Babylonia Bilangan Babylonia yang lebih dar 60 menggunakan sistem posisi dengan basis 60 digunakan sekitar 3000 2000 sebelum Masehi. 4.2 Bilangan Mayan Mayan adalah suku primitif di Amerika. Bilangan Mayan ini data aslinya tidak diketahui. Bilangan ini ditemukan oleh tim ekspedisi bangso Spanyol pada permulaan abad ke-16. Bilangan Mayan menggunakan basisi dua puluh, untuk kelompok pertama, kelompok kedua (18) (20) sebagai penganti 202, kelompok ketiga (18) (202) sebagai pengganti 203. Simbol simbol Bilangan Maya adalah :

Bilangan Mayan ditulis secara vertikal. Bilangan Hindu Arab Bilangan yang digunakan sekarang adalah bilangan Hindu-Arab. Secara umum basis bilangan yang digunakan adalah sepuluh. Bilangan Hindu-Arab ini mulanya ditemukan di India sekitar tahun 2500 SM. Bilangan Hindu-Arab secara lengkap ditulis pada sebuah buku matematikawan bangsa Persia Al-Khoarizmi pada tahun 825 M.

4.3

5.

Basis Bilangan yang lain Bilangan dengan sistem posisi yang menggunakan basis b, simbol yang digunakan adalah 0, 1, 2, 3, . . . , ( b-1 ). Oleh karena itu, bilangan yang berbasis 4 simbol bilangan yang digunakan adalah 0, 1, 2, dan 3. 5.1 Mengubah bilangan berbasis sepuluh menjadi bilangan berbasis lain. Suatu bilangan N dengan basis b yang dinyatakan dengan : N = an bn + an-1 bn-1 + an-2 bn-2 + . . . + a2 b2 + a1b + a0 Dimana 0 ai < b dan i = 0, 1, 2, 3, . . . , n. Kedua ruas dibagi dengan b sehimgga didapat : = an bn-2 + an-1 bn-3 + . . . + a3 b + a2 + Dimana a1 sebagai sisa pembagian sehingga terdapat urutan bilangan sisa pembagian: an an-1 an-2 . . . a1 a0. 5.2 Mengubah bilangan desimal menjadi bilangan basis lain = 3 / 10 + 2 / 102 + 7 / 103 + 5 / 104 dan

Bilangan desimal adalah bilangan pecah berbasis 10, sehinga 0,3275 (0,2312)4 = 2 / 4 + 3 / 42 + 1 / 43 + 2 / 44 , jika bilangan pada ruas kanan diproses / diselesaikan akan mendapatkan bilangan desimal. Yang menjadi menyatakan bilangan desimal menjadi bilangan dengan basis lain. Ilustrasi Jawab : 0,92314 = ( : : 0,92314 + (0,abcde)5 : kedua ruas dikalikan 5 didapatkan : : 4,61570 = a,bcde ; maka a = 4 : 3,07850 = b, cde ; maka b = 3 : 0,39250 = c,de : 1,96250 = d,e : 4,81250 = e ; maka c = 0 ; maka d = 1 ; maka e = 4 )5

Jadi : 0,92314 = (0,43014)5

Soal 1. Tuliskan bilangan 1253 dengan bilangan Hieroglyphic dan bilangan 41 dengan bilangan Babilonia ! 2. Tuliskan bilangan 1992 dalam bilangan Romawi ! 3. Tuliskan sistem perkalian dari 31 dalam aksara Jepang ! 4. Tuliskanlah sistem pencirian dari bilangan 325 ! 5. Jika bilangan dengan sistem pengelompokan sederhana basis 5 dimana bilangan 1, 5, 52 dan 53 dinyatakan dengan simbol / ; * ; ) dan (. Tuliskan bilangan 572 dan 57 ! 6. Tentukan nilai b jika 47 = ( 137 )b ! 7. Ubahlah bilangan 2.789 menjadi bilangan berbasis 5 ! 8. Nyatakan bilangan ( 0,3012)5 sebagai basis 8 ! 9. Tuliskan bilangan 43487 dengan bilangan Hindu Arab ! 10. Nyatakan bilangan 4348 dengan bilangan berbasis 12 !

Jawaban 1. Bilangan Hieroglyphic 1253 = 1.103 + 2.102 + 5.10 + 3

Bilangan Babylonia 41 = 4.10 + 1

2. 1992

= 1.103 + 9.102 + 9.10 + 2 = MCMXCII

3. 31

= 3.10 + 1 =

4. 325

5. Pengelompokan sederhana 572 = 5 . 52 + 7 . 5 + 2 .1 = )))))*******// 57 =5.5+7.1 = *****///////

6. 47 47 47 0

= ( 137 )b = 1 . b2 + 3 . b1 + 7 . b0 = b2 + 3b + 7 = b2 + 3b + 40 (b+8)(b5) b=-8;b=5

Karena basis tidak mungkin negatif, maka b = 5

7. Bilangan 2789 menjadi bilangan berbasis 5 : = 5 / 2789 = 5 / 557 = 5 / 111 = 5 / 22 =5/4 =5/0 sisa 4 sisa 2 sisa 1 sisa 2 sisa 4 2789 = ( 42. 124 )5 Bukti : 4 . 54 + 2 . 53 + 1 . 52 + 2 . 51 + 4 . 50 = 2789

4 . 625 + 2 . 125 + 1 . 25 + 2 . 5 + 4 . 1 = 2789

8. ( 0,3012 )5 ke basis 8 ( 0,3012 )5 = = =

3 0 1 2 5 5 2 53 5 4

3 1 2 5 125 625
382 = 0,6112 625

( 0,3012 )5 = 0,6112 ; selanjutnya diubah ke basis 8 Ilustrasi : 0,6112 = ( )8 0,6112 = ( 0,abcd )8 Kedua ruas dikalikan dengan 8, maka : 4,8896 = a,bcd 7,1168 = b,cd 0,9344 = c,d 7,4752 = d maka, a = 4 maka, b = 7 maka, c = 0 maka, d = 7
x8 x8 x8 x8

Jadi, ( 0,3012 )5 = 0,6112 = ( 0,4707 )8 9. 43487 = 4.104 + 3.103 + 4.102 + 8.10 + 7 10. (2624)12 = 2.123 + 6.122 + 2.12+4 = 4348

KESIMPULAN

1.

Sistem penulisan bilangan ditulis dengan menggunakan basis bilangan (sistem bilangan dasar).

2.

Penulisan bilangan dalam sejarahnya terbagi atas, yaitu : a. Sistem Pengelompokkan Sederhana, terbagi atas bilangan Hieroglyphic, Babilonia, Attika, dan Romawi. b. Sistem Perkalian c. Sistem Pencirian d. Sistem Posisi e. Basis Bilangan yang lain

3.

Bilangan yang digunakan di masa sekarang merupakan bilangan HinduArab.

PERTANYAAN I.A 1. Kenapa bilangan Attika ada keluar simbol 5 padahal menggunakan basis 10? < Nazar Pananto (A1C110024) > 2. Mengapa bilangan hindu-arab 1-9. Bagaimana menuliskan angka 10? Basis 10 apa namanya? < Akhmad Ramadhan (A1C107280) > 3. Bagaimana menentukan basis jika diketahui 72 = (2200)b! < Farid Hidayat (A1C107029)> Jawab : 1. Karena simbol 5 di bilangan atika gunanya adalah untuk mempermudah penulisan jadi digunakan penulisan kombinasi penulisan bilangan. 2. Maaf, di penulisan bilangan hindu-arab seharusnya dimulai dari 0-9 bukan dari 1-9. Basis 10 disebut Polimer.

3. 72 = (2200)b 72 = 2.b3 + 2.b2 + 0.b1 + 0.b0 :2 36 = b3 + b2 Jadi, b3 + b2 36 = 0 3 1 1 1 3 4 0 1 12 -36 36 + 0

(b 3) (b2 + 4b + 12 ) = 0 D = b2 4.a.c = 42 4.1.12 = 16 48 = 32 D < 0, maka Basisnya adalah 3