Anda di halaman 1dari 9

Modul 7 Sampling Sampah

66

Modul : 7 SAMPLING KARAKTERISTIK DAN ANALISIS SAMPAH


7.1. Umum
Dalam mengernbangkan fasilitas pengurnpulan, pengangkutan clan pengolahan sampah.kota, pengelola mernerlukan data atau informasi yang berkaitan dengan kuantitas dan jenis-jenis sampah yang dihasilkan oleh kota tersebut.

Meningkatnya, kuantitas sampah dari masing-masing sumber timbulan seharusnya telah dapat diperhitungkan guna memperkirakan kebutuhan fasilitas persampahan di masa yang akan datang. Data tentang komposisi sampah diperlukan guna memastikan bahwa lahan urug merupakan pilihan pernbuangan yang terbaik atau perlu beberapa bentuk pra pengolahan untuk jenis sampah terteptu sebelum dibuang ke lahan urug.

Secara umum, sampah kota dikelompokkan menjadi tiga bagian urnum yakni perumahan, perdagangan dan industri. Selain sampah yang mudah membusuk, konstituen lain yang terclapat dalam sampah perumahan adalah: gelas logam plastik kertas dan produk turunannya karet kain tulang kulit

SemiQUE IV Teknik Lingkungan ITATS

Modul 7 Sampling Sampah

67

7.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Karakteristik Sampah Kota


Tahapan yang penting dalarn mengetahui karakieristik sampah suatu kota yang pertarna adalah mengidentifikasi sumber sampah clan menganalisis komposisi dan kuantitas dad masing-masing sumber sampah.

Faktor-faktor utama yang mempengaruhi komposisi dan rata-rata timbulan sampah kota adalah:

variasi musim dan iklim kemampuan finansial suatu kota dan tingkat layanan pengelola sampah kota tingkat ekonomi kota karakteristik fisik suatu kota budaya sosial clan agama kepedulian warga terhadap status kesehatan lingkungan kualitas pengelolaan sampah kota dan kemampuan teknologi standar lingkungan yang dipersyaratkan.

7.2.1 Sampah rumah tangga (perumahan)


Termasuk dalam kategori ini adalah yang ditimbulkan oleh aktivitas rumah tangga. Aktivitas tersebut meliputi penyiapan makanan, menyapu dan

membersihkan rumah, pembakaran bahan bakar dan sampah kebun. Termasuk yang lainnya adalah pakaian bekas, mebel rusak, peralatan tak terpakai, kemasan dan koran bekas.

7.2.2 Sampah perdagangan


Termasuk dalam kategori ini adalah sampah yang berasal dari pertokoan, perkantoran, restoran, hotel dan fasilitas perdagangan yang semacamnya. Sampah jenis ini umumnya berupa material kemasan, alat atau barang kantor, sampah makanan, dan jenis sampah lain yang mendekati sampah rumah tangga.

SemiQUE IV Teknik Lingkungan ITATS

Modul 7 Sampling Sampah

68

7.2.3 Sampah institusi


Sampah jenis ini dihasilkan oleh kantor pernerintah, sekolah, rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan lainnya, pangkalan militer dan gedung-gedung keagamaan. Sampah yang dihasilkan meliputi jenis-jenis yang semacam dengan sampah rumah tangga dan perdagangan. Secara umum, bagian terbanyak adalah sampah kertas. Sampah rumah sakit yang potensial bersifat Infeksius dan berbahaya serta dapat berupa material patologi seperti perban bekas, benda-becla tajam seperti jarurn suntik, dan bahan-bahan yang telah

terkontaminasi dengan bagian tubuh seperti darah. Adalah hal penting untuk memisahkan bagian yang berbahaya dengan yang tak berbahaya dari sampah rumah sakit untuk mereduksi resiko terhadap kesehatan dan pencemaran.

7'.2.4 Penyapuan jalan


Termasuk dalam, kategori ini hampir seluruhnya didominasi oleh debu dan tanah yang bersama dengan sejumiah sampah kertas, logam clan sejenis sampah jalan lainnya.

7.2.5 Sampah konstruksi dan bangunan


Komposisi dari jenis sampah ini sangat tergantung dari jenis material bangunan yang digunakan. Beberapa dari sampah ini tidak clapat didaur-ulang untuk digunakan kembali dalam pekerjaan konstruksi clan memerlukan pembuangan. Sampah konstruksi dan bangunan dapat memberikan kontribusi yang bernilai terhadap kebutuhan akan tanah penutup dlan konstruksi jalan sementara pada lahan urug.

7.2.6. Sampah Industri


Komposisi sampah industri yang ditimbulkan oleh suatu kota sangat bervariasi tergantung dari kegiatan industri tersebut. Kebanyakan jenis sampah ini relatif sama dengan sampah perclagangan dan rumah tangga, seperti kemasan, plastik, kertas dan barang-barang logam. Sebagian dari sampah industri berasal

SemiQUE IV Teknik Lingkungan ITATS

Modul 7 Sampling Sampah

69

dari operasional bahan kimia dan pemakaiannya yang biasanya dinamakan sebagai sampah industri berbahaya atau sampah khusus. Dalam kebanyakan kasus, sebelum ditimbun pada lahan urug, sampah jenis ini memerlukan prapengolahan guna mereduksi toksisitasnya.

7.3. Arti Penting Sampling Sampah


Keputusan penting yang harus diidentifikasi oleh pengelola sampah kota adalah menjawab pernyataan berikut:

Berapa banyak timbulan sampah yang clihasilkan oleh kota tersebut clan berapa banyak dari masing-masing kelurahan yang ada? Bagaimana gambaran umum komposisi sampah yang berasal dari rumah tangga? Bagaimana gambaran umum komposisi sampah yang berasal dari sumber lain yang timbul dalam jumlah yang cukup besar? Bagaimana kuantitas atau komposisi umum perubahan sampah di masa yang akan datang?

Survey atau studi. mengenai komposisi sampah tidaklah sulit dilakukan secara teknis, tapi memerlukan pengorganisasian yang mencakup identifikasi satu atau lebih area sampling, analisis statistik yang representatif dan pemilahan bagian atau jenis-jenis sampah yang terkumpul pada suatu area dan

membandingkannya dengan total sampah yang terkumpul sehingga persentase masing-masing jenis sampah dapat diketahui. Data tentang karakteristik sampah pada dasarnya diperlukan'untuk mengetahui kelayakan proses pengolahan sampah, perubahan peralatan pengumpul dan pengangkut sampah dan daur-ulang:

7.3.1 Kadar Air


Yakni persentase kandungan air yang terdapat dalam sampah. Parameter ini dapat ditentukan dengan mengeringkan sampel sampah yang telah diketahui

SemiQUE IV Teknik Lingkungan ITATS

Modul 7 Sampling Sampah

70

berat basahnya dan kemudian diukur kembali perubahan beratnya. Berat yang hilang dinyatakan dalam persentase.

7.3.2 Biodegradabilitas
Bagian sampah yang bersifat mudah terurai diukur sebagai jumlah atau bagian sampah yang, mengalami biodegradasi dan termasuk didalamnya adalah potensi lindi dan produksi gas yang dihasilkan sampah yang terdapat dalam lahan urug. Cara yang paling mudah untuk mengukur parameter tersebut adalah dengan meng9ringkan sampel sampah pada temperatur yang cukup tinggi sehingga seluruh komponen organik sampah terbakar setelah mated organik yang tak mudah terurai seperti plastik dan karet dipisahkan terlebih dulu.

7.3.3 Nilai Kalor


Parameter ini menyatakan jumlah energi panas yang dapat dihasilkan bila seluruh komponen combustible sampah dibakar. Sampel sampah biasanya dibakar pada temperatur yang cukup tinggi untuk membakar baik material organik yang' mudah terurai maupun yang tak mudah terurai. Data nilai kalor diperlukan dalam merencanakan teknologi pembakaran sampah untuk menentukan apakah sampah dapat terbakar dengan sendirinya atau memerlukan bahan bakar bantu seperti minyak dan gas untuk membuatnya terbakar seluruhnya.

7.3.4 Densitas
Densiats dinyatakan dalarn berat sampah per volume sampah. Densitas sampah akan berubah pada setiap tahapan pengelolaan sampah baik dari tahap penimbulan hingga pembuangan akhir. Densitas sampah yang perlu mendapatkan perhatian dari pihak pengelola sampah kota adalah densitas sampah pada kontainer penyimpanan sementara (karena hal ini akan menentukan berapa banyak kendaraan angkut yang diperlukan untuk mengumpulkan sampah pada

SemiQUE IV Teknik Lingkungan ITATS

Modul 7 Sampling Sampah

71

suatu area tertentu) dan densitas pada lahan urug (yang menentukan jumlah ruang yang diperlukan sebagai tempat pernbuangan akhir sehingga umur lahan urug dapat ditentukan).

7.3.5 Timbulan Sampah per Orang per Hari


Parameter ini mengukur jumlah timbulan sampah yang dihasilkan oleh setiap orang per harinya dan biasanya dinyatakan dalam kg sampah/orang/hari.

Sampah yang berasal dari masyarakat berpendapatan tinggi umumnya lebih banyak mengandung kemasan dan material yang ringan, sedikit abu dan sampah makanan. Dernikian pula sebaliknya. Kadar air yang tinggi dijumpai pada rnasyarakat yang berpenclapatan rendah yang disebabkan oleh kandungan air yang tinggi yang terclapat dalarn sampah makanan.

7.4. Standar Kebutuhan Data Minimum


Data atau informasi yang paling penting untuk diketahui oleh pihak pengelola sampah kota adalah:

1. Komposisi sampah 2. Sumber timbulan yang dikelompokkan dalarn 6 kategori yang telah disebutkan sebelumnya 3. timbulan sampah per orang per hari 4. kadar air rata-rata dan musiman 5. densitas sampah

Seluruh data diatas relatif muclah pengumpulannya melalui survey lapangan dan' pengukuran sampel sampah dan kemudian dapat digunakan untuk menentukan pemilhan fasilitas dan peralatan yang diperlukan pada pengelolaan sampah di masa mendatang. Bila instalasi pengomposan dipertimbangkan dalam rencana pengelolaan sampah pada masa mendatang maka parameter rasio C/N yang terdapat dalam fraksi

SemiQUE IV Teknik Lingkungan ITATS

Modul 7 Sampling Sampah

72

organik seharusnya ikut dianalisis. Bila instalasi insinerasi yang hendak digunakan, maka variasi musiman dari nilai kalor sampah harus dianalisis.

7.5. Metode Sampling Sampah


Karena siklus aktivitas rumah tangga bervariasi dalam satu minggunya, maka diperlukan sampling selama satu minggu untuk mendapatkan data yang akurat.

Wadah plastik merupakan wadah yang paling murah sebagai tempat penyimpanan sampel. Setelah area sampling ditetapkan maka masing-masing rumah tangga seharusnya diwawancarai sambil menjelaskan maksud dan tujuan sampling. Adalah lebih baik menggunakan pekerja sosial yang telah tarlatih delam masalah komunikasi. Program sampling seharusnya lebih dari 8 hari. Sampah yang terkumpul pada hari pertama seharusnya ticlak dianalisis karana menggambarkan waktu yang mungkin banyak sekali gangguannya. Sampel sampah yang terkumpul dari hari ke-2 hingga hari ke-8 menggambarkan timbulan sampah selama satu minggu.

Surveyor harusnya menyediakan wadah plastik; wadah yang kosong hendaknya disediakan pada masing-masing rumah tangga menggantikan wadah yang telah diisi penuh. Masing-masing wadah yang telah terisi tadi harusnya diberi label berikut klasifikasinya sebelum disimpan untuk ditimbang dan diukur volumenya.

Karena terdapat perbedaan rentang timbulan sampah di antara masing-masing kelompok pendapatan yang berbeda dan jenis-jenis perumahannya, maka sampling dari masing-masing kelompok di atas perlu dilakukan. Klasifikasi haruslah menggambarkan karakter kota, dalam beberapa kasus diperlukan sampling pada daerah yang kumuh, semi perkotaan-pedesaan.

Analisis fisik sampel sampah meliputi : densitas sampah persen sampah yang dapat didaur-ulang (dapat diperjual-belikan kembali) persen sampah yang dapat menjadi bahan kompos persen sampah yang mudah terbakar

SemiQUE IV Teknik Lingkungan ITATS

Modul 7 Sampling Sampah gradasi ukuran sampah kadar air

73

Tiga atau empat kali analisis dibutuhkan selama satu tahun guna mencakup seluruh variasi musim yang terjadi sebagai akibat siklum iklim clan siklus produksi makanan.

7.6. Metode Analisis


Sampel harusnya dianalisis dalam batas 2 jam setelah pengumpulan dilakukan guna meminimurnkan kesalahan yang disebabkan oleh hilangnya sebagian kadar air. Sampel selanjutnya dimasukkan dalam wadah kotak berukuran 50 cm x 50 xm x 50 cm clan tidak ditekan tapi dijatuhkan sebanyak 3 kali. Sampel yang padat tadi dapat dianalisis densitasnya. Setelah itu, sampel dipilah menurut jenis-jenisnya terkecuali sampah halus yang berukuran kurang dari 10 mm yang dianggap sebagai campuran mated organik dan inert seperti pasir clan halusan makanan. Persen komposisi dapat ditetapkan di laboratorium termasuk kadar air, tapi bila surveyor cukup berpengalaman maka cukup dengan menggunakan pengamatan visual dapat didapatkan data yang akurat.

7.6.1 Bahan dan Peralatan Yang Diperlukan


Sepanjang sampling dilakukan secara berkelanjutan maka variasi musiman dan tahunan dari kuantitas dan komposisi sampah akan menjadi terlihat jelas dan proyeksi yang reliabel dapat dibuat untuk 3-5 tahun ke depan. Selain terjadi perubahan karakteristik fisik maka terjadi perubahan berikut:

meningkatnya standar hidup akan menambah timbulan sampah terutama jenis sampah selain yang mudah membusuk perubahan teknologi kemasan dan metode distribusi barang (eceran) cenderung menambah kemasan bekas pakai dan volume per orang.

Suatu kota yang memiliki data analisis sampah tahunan lima puluh tahun atau lebih akan dapat memperlihatkan suatu grafik atau kurva yang memungkinkannya dilakukan

SemiQUE IV Teknik Lingkungan ITATS

Modul 7 Sampling Sampah

74

ekstrapolasi untuk memperkirakan timbulan sampah sampai 10 tahun ke depan. Contoh perubahan berat, volume dan densitas sampah selama 40 tahun diperlihatkan pada grafik berikut.

Gambar 1. Perubahan berat, volume clan densitas sampah kota antara tahun 1935 s/d 1976.

SemiQUE IV Teknik Lingkungan ITATS