Anda di halaman 1dari 20

Kepunahan Jenis pada Makhluk Hidup (Makalah Pengetahuan Lingkungan)

Disusun oleh:

Emily Prihatina Yama (11130240xx) Karyanti (1113024035) Lita Yudhitya (1113024037) Zhakia El Shinta (1113024075)

PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG

2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkah dan rahmat-Nya lah kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang diberikan oleh dosen DasarDasar Pendidikan kami, Dr. Riswanti Rini, M. Si. Salawat serta salam kami junjungan kepada nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan para pengikut yang semoga diberikan syafaatnya di akhir zaman nanti. Makalah yang berjudul Kepunahan Jenis pada Makhluk Hidup ini kami susun agar pembaca mengetahui dan memahami definisi serta bagaimana kepunahan dapat terjadi di bumi kita ini. Dalam Penulisan makalah ini, kami merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Bandar Lampung, 6 Maret 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................................................ 2 Daftar Isi ........................................................................................................................................ 3 Bab I Pendahuluan 1. Latar Belakang 4 2. Tujuan 4 Bab II Pembahasan Kepunahan Jenis
A. Pengertian dan Definisi

5
B. Faktor Alasan Penyebab Kepunahan Suatu Spesies

8
C. Beberapa Hewan yang Telah Punah

10

D. Resiko Kepunahan Makhluk Hidup di Bumi

16
E. Usaha yang Dilakukan untuk Mencegah Kepunahan

17 Bab III Penutup


1. Kesimpulan

19 2. Saran

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kepunahan yang terjadi pada makhluk hidup merupakan suatu hal yang tidak asing lagi bagi kita. Bumi kita memiliki berjuta spesies makhluk hidup yang suatu saat tanpa kita sadari dapat punah. Fenomena punahnya jenis suatu makhluk hidup dipengaruhi berbagai faktor seperti alam, ketahanan regenerasi, juga dari manusia. Saat ini, telah banyak makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan yang mengalami krisis kepunahan bahkan telah mengalami

kepunahan total. Maka dari itu, sebagai makhluk yang sadar akan pentingnya keberadaan makhluk hidup lain, kita, manusia, harus berusaha memahami mengapa kepunahan dapat terjadi pada makhluk hidup lain dengan mempelajari perkembangan kehidupannya juga bagaimana cara mencegah atau setidaknya mengurangi angka kepunahan yang terjadi pada makhluk hidup lain.

1.2 Tujuan a. Mengetahui arti kepunahan dan definisinya b. Memahami bagaimana kepunahan dapat terjadi, penyebab serta usaha pencegahannya

BAB II PEMBAHASAN

Kepunahan Jenis
A. Pengertian dan Definisi Kepunahan dalam biologi berarti hilangnya keberadaan dari sebuah spesies atau sekelompok takson. Waktu kepunahan sebuah spesies ditandai dengan matinya individu terakhir spesies tersebut, walaupun kemampuan untuk berkembang biak

tidak ada lagi sebelumnya. Tetapi dikarenakan wilayah sebaran sebuah spesies atau takson yang bisa sangat luas, sehingga sangat sulit untuk menentukan waktu kepunahan. Kesulitan ini dapat berujung kepada suatu fenomena yang dinamakan takson Lazarus, dimana sebuah spesies dianggap telah punah tetapi muncul kembali. Melalui proses evolusi, spesies yang baru muncul dari suatu mekanisme spesiasi (dalam bahasa Inggris: speciation) dimana jenis makhluk hidup baru muncul dan berkembang biak secara lancar bila mereka mempunyai ecology niche. Spesies akan punah bila mereka tidak bisa bertahan bila ada perubahan di ekologi mereka ataupun bila persaingan semakin ketat dari makhluk hidup lain yang lebih kuat. Umumnya, suatu spesies akn punah dalam waktu 10 juta tahun,dihitung dari permulaan kemunculannya. Beberapa spesies, biasanya juda disebut fosil hidup telah bertahan dan tidak banyak berubah selama ratusan juta tahun. Salah satu contoh fosil hidup adalah buaya. Sebelum manusia memenuhi muka bumi, laju kepunahan makhluk hidup cukup rendah, walaupun beberapa kepunahan massal telah terjadi sebelum itu. Sejak kirakira 100.000 tahun yang lalu, seiring dengan laju populasi manusia yang semakin tinggi, laju kepunahan makhluk hidup menjadi sangat cepat, jauh lebih cepat dari kepunahan Cretaceous-Tertiary, yang terjadi sekitar 65.5 juta tahun yang lalu. Kepunahan ini dinamakan kepunahan Holocene, salah satu dari enam jenis kepunahan yang sudah diidentifikasikan sampai saat ini. Suatu spesies dinamakan punah bila anggota terkahir dari spesies ini mati. Kepunahan terjadi bila tidak ada lagi makhluk hidup dari spesies tersebut yang dapat berkembang biak dan membentuk generasi. Suatu spesies juga disebut fungsional punah bila beberapa anggotanya masih hidup tetapi tidak mampu berkembang biak, misalnya karena sudah tua, atau hanya ada satu jenis kelamin. Di dalam ilmu ekologi, istilah kepunahan dipakai untuk kepunahan disuatu studi area. Namun demikian, sepsies ini masih bisa ditemukan di tempat lain. Fenomena ini disebut juga ekstirpasi. Contohnya adalah penempatan serigala dari tempat lain

di Taman Nasional Yellowstone, di Idaho, Amerika Serikat, dimana sebelumnya serigala sudah punah ditempat itu. Salah satu aspek penting di tema kepunahan binatang ialah usaha manusia untuk mengembangkan spesies yang terancam punah ("endangered species") dengan membuat kategori Conservasi Status. Kategori ini memberikan indikasi dari risiko kepunahan suatu spesies. Salah satu kategori membagi jenis ancaman kepunahan sebagai berikut (1) kritikal terancam, (2) terancam , dan (3) rawan. Setiap makhluk hidup pasti akan mati termasuk kita manusia tidak terkecuali hewan dan tumbuhan. Kematian suatu jenis makhluk hidup secara terus menerus yang tidak diimbangi dengan regenarasi generasi penerus / keturunan (berkembang biak) adalah merupakan kepunahan. Punah berarti tidak akan ada lagi makhluk hidup itu selama-lamanya di muka bumi. Contoh spesies yang sudah punah adalah dinosaurus jenis t-rex. Bumi sudah 5 kali mengalami bencana besar yang menyebabkan sebagian besar spesies mati. Banyak ahli biologi percaya, kita saat ini berada di tahap kepunahaan keenam. Kepunahan terakhir adalah Cretaceous-Tertiary yang terjadi 65 juta tahun lalu yang disebabkan oleh meteroid raksasa menabrak bumi, hingga menyebabkan kepunahan dinosaurus. Namun, tingkatan kepunahan spesies saat ini membuat banyak ahli biologis percaya bahwa kita hidup di tahap kepunahaan yang keenam, di mana memiliki skala yang sama dengan sebelumnya. Pada dasarnya, manusia telah menyebabkan tumbuhan dan hewan menuju jurang kepunahan lebih cepat daripada waktu untuk menumbuhkan spesies baru. Spesies burung akan menghilang dan peristiwa kepunahan Alaotra grebe berdasarkan informasi International Union for the Consercvation of Nature ((IUCN) adalah peringatan.

Edisi baru dari Red List menunjukkan 1.240 spesies burung berada dalam bahaya kepunahan meningkat dari 21 pada tahun lalu. Konfirmasi soal kepunahan jenis burung lainnya telah menjadi bukti lebih jauh bahwa kita gagal menjaga kehidupan satwa di dunia, kata Dr Tim Stowe, direktur internasional dari Royal Society for the Protection of Birds. Kepunahan spesies terakhir terjadi 65 juta tahun lalu yang disebabkan oleh meteor yang menabrak Yucatan, Meksiko. Sebanyak 75% spesies punah. Pada 206 juta tahun lalu, terjadi kepunahan Triassic-Jurassic yang menyebabkan kepunahan pada dinosaurus. Pada 251 juta tahun lalu terjadi kepunahan Permian-Triassic yang merupakan terburuk dari semuanya. Ini dikenal dengan nama the Great Dying di mana sekitar 96% dari spesies laut dan 70% spesies daratan mengalami kepunahan. Pada 360-375 juta tahun lalu terjadi kepunahan Late Devonian. Kepunahan pertama adalah 440 hingga 450 tahun lalu yaitu Ordovidician-Silurian. B.Faktor Alasan Penyebab Kepunahan Suatu Spesies Ada beberapa faktor penyebab mengapa suatu spesies tidak dapat mempertahankan kehidupan dan keturunannya. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1. Daya Regenerasi Yang Rendah Banyak hewan yang butuh waktu lama untuk masuk ke tahap berkembang biak, biasa memiliki satu anak perkelahiran, butuh waktu lama untuk merawat anak, sulit untuk kawin, anaknya sulit untuk bertahan hidup hingga dewasa, dan sebagainya. Tumbuhan tertentu pun juga terkadang membutuhkan persyaratan situasi dan kondisi yang langka untuk bisa tumbuh berkembang. Hal tersebut menyulitkan spesies yang memiliki daya regenerasi / memiliki keturunan rendah untuk memperbanyak dirinya secara signifikan. Berbeda dengan tikus, ayam, lalat, kelinci, dll yang mudah untuk melakukan regenerasi.

2. Campur Tangan Manusia Adanya manusia terkadang menjadi malapetaka bagi keseimbangan makhluk hidup di suatu tempat. Manusia kadang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga rela membunuh secara membabi buta tanpa memikirkan regenerasi hewan atau tumbuhan tersebut. Gajah misalnya dibunuhi para pemburu hanya untuk diambil gadingnya, harimau untuk kulitnya, monyet untuk dijadikan binatang peliharaan, dan lain sebagainya. Perubahan areal hutan menjadi pemukiman, pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu penyebab percepatan kepunahan spesies tertentu. Mungkin di jakarta jaman dulu terdapat banyak spesies lokal, namun seiring terjadinya perubahan banyak spesies itu hilang atau pindah ke daerah wilayah lain yang lebih aman.

3. Bencana Alam Besar Adanya bencana super dahsyat seperti tumbukan meteor seperti yang terjadi ketika jaman dinosaurus memungkinkan banyak spesies yang mati dan punah tanpa ada satu pun yang selamat untuk meneruskan keturunan di bumi. Sama halnya dengan jika habitat spesies tertentu yang hidup di lokasi yang sempit terkena bencana besar seperti bancir, kebakaran, tanah longsor, tsunami, tumbukan meteor, dan lain sebagainya maka kepunahan mungkin tidak akan terelakkan lagi. 4. Didesak Populasi Lain Yang Kuat Kompetisi antar predator seperti macan tutul dengan harimau mampu membuat pesaing yang lemah akan terdesak ke wilayah lain atau bahkan bisa mati kelaparan secara masal yang menyebabkan kepunahan.

Beberapa Hewan yang Telah Punah

1 Golden Toad (1989)

Golden Toad: bukan satu-satunya spesies hilang dalam 40 tahun terakhir - tetapi mungkin hanya salah satunya. Amfibi fluorescent itu ditemukan di ketinggian punggung bukit Kosta Rika, tetapi berkat polusi, pemanasan global dan infeksi kulit jamur, spesies ini punah pada tahun 1989. 2 Zanzibar Leopard (1996)

10

Salah satu dari beberapa subspesies macan tutul di Zanzibar. Leopard ini adalah penghuni alami kepulauan Zanzibar Tanzania. Masih belum jelas apakah kucing besar ini secara teknis punah - Namun kata penduduk sekitar ada sesekali penampakannya tapi belum dapat dikonfirmasi. Penyebab kepunahan: Warga setempat percaya bahwa macan tutul adalah simpanan penyihir, dan akhirnya mereka diburu dengan agresif. Binatang itu dilihat sebagai predator jahat yang harus dibasmi - dan bahkan pemerintah mengkampanyekan itu. Pada pertengahan tahun 90-an ada upaya konservasi tapi itu dianggap terlalu kecil, terlalu terlambat.

3 Po'ouli (2004)

Sebagai penduduk asli Maui, Hawaii, Po'ouli, atau Black-Faced Honeycreeper, hanya ditemukan di tahun 1970-an. Tetapi populasinya menurun drastis, dan pada tahun 1997 hanya bersisa tiga ekor Po'ouli. Upaya untuk dikawinkan dengan burung-burung yang tersisa gagal dan akhirnya spesies ini dinyatakan punah secara resmi tujuh tahun kemudian. Penyebab kepunahan: Habitat menyempit, penyakit, predator dan penurunan dalam sumber makanan.

11

4 Madeiran Large White (2007)

Large Madeiran yang menakjubkan.Kupu-kupu putih itu ditemukan di lembahlembah dari hutan Laurisilva di Kepulauan Madeira Portugal. Kupu-kupu ini memiliki hubungan dekat dengan, Large White, yang umum di seluruh Eropa, Afrika dan Asia. Penyebab kepunahan: Hilangnya habitat karena pembangunan serta polusi dari pupuk pertanian adalah dua penyebab utama dari penurunan spesies.

5 Pyrenean Ibex (2000)

Ibex Pyrenean terakhir meninggal pada tahun 2000. Namun, clone Ibex, dibuat dari kulit sampel yang diambil dari Pyrenean Ibex terakhir, ini dilahirkan pada tahun 2009. Namun meninggal tak lama setelah lahir karena komplikasi paru-paru. Penyebab kepunahan: Berburu Ibex telah menyebabkan jumlah binatang ini berkurang secara serius dan konservasionis menyalahkan pemerintah Spanyol yang gagal bertindak pada waktunya untuk menyelamatkannya.

12

6 Badak Hitam Afrika Barat (2006)

Badak Hitam Afrika Barat telah dinyatakan punah pada tahun 2006, setelah konservasionis gagal menemukan sisa spesies dalam habitat tersisa terakhir mereka di Kamerun. Badak Hitam Afrika Barat adalah salah satu dari empat subspesies badak. Penyebab kepunahan: para pemburu memburu badak karena tanduk, yang dipercaya oleh beberapa kalangan di Yaman dan Cina memiliki kekuatan aphrodisiacal.

7 Harimau Jawa (1979)

Serupa dalam tampilannya dengan Harimau Sumatra, harimau jawa adalah macan asli pulau Jawa Indonesia. Pada tahun 1800-an mereka begitu umum mereka dianggap hama oleh penduduk asli, tapi karena Jawa dikembangkan sebagai pulau hunian,populasi mereka menyusut. Pada tahun 1950-an, hanya tinggal tersisa 20 harimau.

13

Penyebab kepunahan: Kehilangan habitat dan pembangunan pertanian mengakibatkan penurunan populasi yang parah. Upaya konservasi di tahun 1940-an dan 50-an tidak berhasil karena kurangnya lahan dan perencanaan yang memadai.

8 Spix's Macaw (2004)

Juga disebut Little Blue Macaw, dikenal karena bulu biru yang indah. Sementara sebagian masih ada di penangkaran, burung biru kecil ini sudah punah di alam liar. Penyebab kepunahan: penghancuran Habitat dan perdagangan ilegal berkontribusi pada berkurangnya angka populasi.

9 Boa Round Island (1975)

Asli Round Island, sebuah pulau kecil di lepas pantai Mauritius, Boa Round Island lebih suka tinggal di puncak-lapisan tanah dari lereng gunung berapi. Hal ini pernah ditemukan pada beberapa pulau-pulau lain di sekitar Mauritius, tetapi jumlahnya

14

telah menurun pada tahun 1940-an, dan hanya bisa ditemukan di Round Island setelah 1949. Ular terakhir terlihat pada tahun 1975. Penyebab kepunahan: Pengenalan non-spesies asli kelinci dan kambing ke Round Island menghancurkan vegetasi dan mengganggu habitat ular itu.

10 Kupu Alcon Biru Belanda (1979)

Kupu-kupu ini sebuah subspesies dari Alcon Biru - ditemukan terutama di padang rumput dari Belanda. Sementara spesies lain yang saudara dekatnya masih ada di bagian Eropa dan Asia, Alcon Biru Belanda terakhir terlihat di alam liar pada tahun 1979. Penyebab kepunahan: Pertumbuhan dalam pembangunan pertanian memiliki dampak negatif pada habitat Alcon Biru dan menyebabkannya kehilangan sumber makanan utama.

15

B. Resiko Kepunahan Makhuk Hidup di Bumi Berdasarkan laporan Konvensi PBB mengenai Keanekaragaman Hayati, Senin lalu, katak dan amfibi lainnya paling berisiko menghadapi kepunahan, terumbu karang merupakan spesies yang paling cepat memburuk dan kelangsungan hidup hampir seperempat dari semua jenis tumbuhan dunia juga terancam dan polusi, perubahan iklim, kekeringan, penggundulan hutan, perburuan dan penangkapan yang berlebihan di antara banyak penyebabnya. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon memperingatkan dalam laporannya bahwa konsekuensi dari kegagalan kolektif akan berat untuk semua orang di planet ini jika tidak cepat diperbaiki. PBB menyatakan 2010 akan menjadi Tahun Keanekaragaman Hayati

Internasional (International Year of Biodiversity) yang berusaha untuk meningkatkan kesadaran arti penting keragaman hayati. Namun laporan memberikan proyeksi yang sangat buruk dari keadaan keanekaragaman hayati global, seperti hilangnya wilayah besar hutan Amazon dan banyak danau air tawar dunia.

16

Di antara masalah terbesar adalah bahwa spesies-spesies hilang bahkan sebelum para ilmuwan benar-benar bisa mempelajarinya. Itu tragedi hilangnya keanekaragaman hayati, kata Delfin Ganapin, seorang manajer senior untuk Program Lingkungan Hidup PBB Fasilitas Lingkungan Global yang menyediakan pembiayaan untuk tujuan perjanjian itu. Sebelum Anda telah membaca buku di perpustakaan, Anda telah kehilangan buku-buku. Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi, bukan kurangnya perencanaan, dipandang sebagai kendala terbesar, khususnya di negaranegara kurang berkembang Asia Selatan dan sub-Sahara Afrika, di mana banyak penduduk dunia yang paling miskin bermukim. Afrika, misalnya, adalah rumah bagi seperempat spesies mamalia dunia dan seperlima dari semua jenis burung. Empat puluh sembilan dari 53 Uni Afrika memiliki strategi untuk menyimpan spesies yang terancam. Tapi tak satu pun dari 110 negara yang menyampaikan laporan terhadap perjanjian ini mengklaim telah memenuhi target masing-masing untuk meningkatkan keanekaragaman hayati. Laporan ini berisi beberapa potongan harapan, misalnya bahwa langkah-langkah untuk mengontrol penyebaran apa yang disebut alien invasive (invasif spesies asing) telah menghasilkan penyelamatan sedikitnya 31 jenis burung selama satu abad terakhir.

C. Usaha yang Dilakukan untuk Mencegah Kepunahan

Agar tidak terjadi kepunahan maka pemerintah beserta instansi terkait melakukan usaha untuk mencegah terjadinya kepunahan dengan beberapa cara, antara lain: 1. Menetapkan suakamargasatwa sebagai tempat untuk melindungi hewan tertentu terutama yang sudah langka.

17

2. Membuat cagar alam sebagai tempat perlindungan dan pelestarian hewan, tumbuhan, tanah dan air. 3. Membuat hutan lindung sebagai tempat untuk melindungi air/daerah resapan air karena dihutan dengan tumbuhan yang menutupinya jika terjadi hujan maka air akan tertahan dan diserap tanah 4. Inseminasi Buatan adalah perkembangbiakan pada hewan dengan cara menyuntikkan sperma dari hewan jantan pada hewan betina. Inseminasi buatan ini biasa dilakukan pada hewan mamalia terutama yang hampir punah karena jumlahnya di alam bebas yang semakin sedikit. Tidak semua orang dapat melakukan inseminasi buatan, biasanya dilakukan oleh dokter hewan di suatu lembaga pelestarian, misalnya kebun binatang. 5. Kultur Jaringan Kultur jaringan adalah perkembangbiakan tumbuhan dengan cara memperbanyak sel tumbuh (jaringan) menjadi tumbuhan baru. Media tempat menumbuhkan sel tumbuh (jaringan) dikenal dengan media agar-agar yang telah ditambahkan beberapa unsur hara yang diperlukan tumbuhan. 6. Berpartisipasi dalam pelestarian makhluk hidup Pelestarian makhluk hidup bukan tanggung jawab pemerintah saja namun kita sebagai manusia dan makhluk Tuhan harus ikut menjaga kelestarian makhluk hidup dan lingkungannya. Apa saja yang kita dapat lakukan untuk melestarikan lingkungan dan makhluk hidup? Kita mulai dari lingkungan terkecil, misalnya rumah dan tempat tinggal kita dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. Pemeliharaan hewan tertentu oleh pribadi misalnya memelihara orang utan, burung yang termasuk langka sebaiknya tidak dilakukan melainkan kita serahkan kepada lembaga yang bertugas menjaga kelestarian lingkungan misalnya kebun binatang. Memperbanyak jenis hewan tertentu yang biasa kita gunakan sebagai sumber makanan misalnya dengan berternak ayam, sapi. Kesadaran manusia akan pentingnya keseimbangan alam diharapkan sekali dalam usaha pelestarian makhluk

18

hidup. Pemburuan liar yang dilakukan untuk menangkap hewan harus di hindari dan didukung dengan cara tidak membeli hewan langka dan bagianbagian hewan tersebut. Dengan demikian usaha penjualan hewan langka menjadi terhenti.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Kepunahan merupakan hilangnya keberadaan dari suatu spesies karena disebabkan oleh banyak faktor, baik faktor alam, dalam diri maupun lingkungan. Banyak makhluk hidup telah punah yang bahkan manusia belum sempat untuk melihat dan mempelajarinya. Punahnya suatu spesies sedikit banyak memiliki dampak yang dapat kita rasakan baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika berlangsung terus menerus dan dialami oleh setiap makhluk hidup yang tidak dapat bertahan hidup, maka dapat dipastikan alam tidak lagi seimbang dan kita sebagai makhluk hidup yang membutuhkan makhluk hidup lain akan sulit pula untuk bertahan dan menjaga kelangsungan hidup. 3.2 Saran

19

Karena suatu kepunahan tidak dapat dihindari, maka sebaiknya sebagai makhluk hidup yang mengerti pentingnya keberadaan makhluk hidup lain, kita harus berusaha memahami dan menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan alam adalah hal yang penting bagi kelangsungan hidup bersama dalam bumi kita ini.

20