Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN

PRAKTIKUM FISIKA KESEHATAN DAN PROTEKSI RADIASI


SISTEM SPEKTROSKOPI GAMMA
MENGGUNAKAN DETEKTOR HPGe


Nama : SUSI NOFRIDIANITA
NPM : 1006806721
Kel Praktikum : I
Tanggal : 16 Maret 2012
Pembimbing : Drs. Widodo S / Anda ST
Tempat : Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Badan Tenaga Atom Nasional




Departemen Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
UNIVERSITAS INDONESIA
2012
SISTEM SPEKTROSKOPI GAMMA
MENGGUNAKAN DETEKTOR HPGe

I. Tujuan Umum
Peserta diklat akan mampu untuk menggunakan sistem spektroskopi gamma
dengan detektor HPGe untuk analisis kualitatif suatu sample.
Tujuan Khusus
Setelah mengikuti praktikum ini peserta mampu untuk :
1. Mengkalibrasi energi dari sistem spektroskopi
2. Menentukan resolusi dari sistem detektor HPGe
3. Menghitung efisiensi relatif dan the peak compton ratio detektor HPGE
4. Melakukan Analisa Kuantitatif untuk sampel yang tidak diketahui

II. Teori
Detektor HPGe adalah salah satu detektor semikonduktor yang digunakan
untuk keperluan spektroskopi gamma resolusi tinggi, yang mempunyai resolusi
berkisar 2 keV. Detektor ini tidak hanya memiliki resolusi yang sangat baik untuk
dapat memisahkan energi akan tetapi juga memiliki tingkat kelinieran yang baik
dalam hubungan antara energi dari radiasi sinar gamma dengan tinggi pulsa. Oleh
karena itu disamping memberikan ketelitian yang baik dalam penentuan energi
radiasi juga dapat digunakan untuk menentukan radioaktivitas suatu sample.
Dalam analisa kualitatif atau identifikasi suatu radionuklida, ada beberapa
parameter yang sangat berguna untuk dipakai dalam penentuan tersebut :
1. Energi
2. Probabilitas dari emisi atau cacahan
3. Cara peluruhan (decay mode)
4. Waktu Paruh
Beberapa parameter yang merupakan karakteristik detektor semikonduktor
Ge yang perlu kita amati dalam rangka melakukan suatu kegiatan pengujian dan
sumber radiasi yang digunakan sebagai sumber standar adalah Co-60, Parameter
tersebut antara lain :
Resolusi energi dari detector HPGe pada range besar yaitu ditunjukkan
dengan mengukur nikai FWHM pada puncak energi dari
60
Co pada 1332.5
keV.
Peak to Compton (PC) ratio adalah nila perbandingan antara cacahan pada
puncak energi dari
60
Co yang terhitung pada 1332.5 keV dengan rentang
penghitungan energi (1040 1096) keV


1096)keV - (1040 energi pada rata - rata Cacahan
keV 1332.5 energi peak pada terhitung yang cacahan
PC =

- Efisiensi elatif dapat didefinisikan sebagai efisiensi peak absolut (
ab
) dari
detektor HPGe dan merupakan percabangan (
ab
) dari detektor NaI(Tl)
dengan ukuran kristal 3 3 inchi pada energi 1332.5 keV dari
60
Co dan nilai dari

ab
dari NaI(Tl) adalah
3
10 2 . 1

.
% 100
NaI(Tl) dari
HPGe dari
(%)
ab
ab
rel

|
|
.
|

\
|
=
q
q
q
% 100
10 1.2
HPGe dari
(%)
3 -
ab
rel
|
.
|

\
|

=
q
q
Nilai effisiensi relatif diukur melalui sumber standar
60
Co, dengan jarak antara
detektor HPGe dan sumber adalah 25 cm.
Untuk mengukur aktivitas dari sampel, kita membutuhkan data effisiensi energi
dari sampel. Sebelum kita mengukur aktivitas dari sampel, kita harus melakukan
kalibrasi effisiensi. Sama dengan kalibrasi energi, dalam hal ini kita harus mengetahui
besarnya energi dan peak area dari energi tersebut lalu kemudian kita buat kurva
effisiensi. Seperti yang kita ketahui bahwa nilai effisiensi dari detektor bergantung
pada besaran energi dari radiasi sinar gamma dan geometri (ukuran dan jarak dari
sumber ke detektor). Jadi, ukuran dan jarak sample harus sama dengan sumber
standar yang kita gunakan dalam melakukan kalibrasi effisiensi.
Persamaan yang kita gunakan untuk menghitung efisiensi sistem adalah sebaga
berikut :
0
0
100
p .
Area/Lt
=
A
q
Dimana : : nilai efisiensi sistem
Area : jumlah cacahan pada daerah energi tertentu
Lt : live time / waktu pengukuran (detik)
P : prosentase probabilitas pancaran radiasi pada energi tertentu
(%)

III. Peralatan dan Bahan
1. Sistem spektroskopi gamma yang terdiri dari ; detektor HPGe, Pre-amplifier
dan dewar, HVPS, spektroskopi ampilifier, ADC dan MCA.
2. Sumber radiasi gamma standar campuran (
133
Ba,
137
Cs,
60
Co) untuk kalibrasi
energi.
3. Sumber radiasi gamma standar
60
Co untuk pengukuran FWHM, PC dan
rel
.
4. Sumber yang tidak diketahui untuk analisa kualitatif






IV. Langkah Kerja


Gambar 2 : Konfigurasi sistem spekrtroskopi


A. Kalibrasi Energi
1. Menyusun peralatan sebagaimana Gambar 2/
2. Mengatur tegangan pada detektor HPGe pada tegangan optimum 3000 volt
dan gain pada range 8 K (8192) channel.
3. Meletakkan sumber standar campuran (
133
Ba,
137
Cs,
60
Co) pada jarak tertentu
dari detektor HPGe.
Catatan :
Nuklida Energi (keV) Probabilitas Pemancaran (p) (%)
133
Ba
81
302.85
356
34.1
18.3
62.1
137
Cs 661.6 85.5
60
Co
1173.24
1332.5
100
100

4. Mengatur penguatan amplifier (coarse, fine gain, dan superfine gain) agar
energi puncak 1332.5 keV dari radionuklida
60
Co terletak pada channel 5330
dan atur pula ADC-zero dari MCA agar energi puncak 81 keV dari nuklida
133
Ba
terletak sekitar channel 324
5. Mengatur live time selama 600 detik
6. Mengkalibrasi sistem spektroskopi tersebut menggunakan spektrum yang
diperoleh.

B. Menentukan Resolusi Sistem, Perbandingan Puncak Compton dan Effisiensi Relatif
1. Meletakkan sumber standard
60
Co pada jarak sumber detektor 25 cm
kemudian mengatur live time selama 300 detik
2. Membuat ROI pada peak energi
60
Co 1332.5 keV dan mencatat nilai FWHM dan
cacahan area puncak energi tersebut (data ini untuk menentukan resolusi
system dan untuk mengkalkulasi effisiensi relative)
3. Membuat ROI pada rentang energi dari (1040- 1096) keV dan catat nomor
channel pada energi 1040 keV dan 1096 keV dan cacahan integral dari ROI dan
cacahan pada posisi puncak 1332.5 keV pada puncak
60
Co (data ini untuk
menentukan perbandingan puncak compton)
4. Menentukan resolusi sistem dan mengkalkulasi effisiensi relatif dan peak to
compton ratio

C. Menentukan Jenis Radionuklida
1. Meletakkan sampel pada permukaan detektor kemudian mengatur live time
selama 300 detik.
2. Mengamati spektrum energi radiasi sample dan mencatat energi yang muncul.
3. Melakukan analisis kualitatif sesuai energi yang diperoleh dan tentukan
radionuklida yang terkandung dalam sample tersebut
4. Sewaktu melakukan analisis, lakukan pengukuran latar belakang selama 300
detik (untuk mengamati apakah dari spektrum latar belakang juga muncul
energi radiasi)
Catatan : Gunakan tabel energi dan tabel nuklida untuk membantu
menemukan jenis radionuklida tersebut.

V. LEMBAR DATA PRAKTIKUM
A. Kalibrasi Energi
Energi (keV) 81 302.85 356 661.6 1173.24 1332.5
Titik Puncak (Ch)
105 1222 1491 3032 5611 5332


Persamaan Energi :
2 8
* 10 760 . 2 * 001 981 . 1 001 015 . 6 ) ( Ch x Ch e keV e keV E

+ + + =

B. Resolusi Sistem, Effisiensi Relatif, dan Peak to Compton Ratio
Sumber standar
60
Co;
A
o
= 12.25 Ci ; Tanggal : 1 Mei 1990 ; T
1/2
= 5.27 tahun ; Energi : 1332.5 keV p=100%
a. Resolusi (FWHM) = 2.252 keV ; (pada energi 1332.5 keV)
b. Effisiensi Relative ;
Area cacahan = 54891.36% ; (pada energi 1332.5 keV)
|
|
.
|

\
|

=
1/2
T
t
0.693 -
o
e . A A
t = 1 Mei 1990 16 Maret 2012 = 21,8 tahun
( )
dps dps x Ci A
e Ci A
th
th
4 4
27 . 5
8 . 21 * 693 . 0
10 577 . 2 10 7 . 3 6965 . 0 9965 . 0
25 . 12
= = =
=


% 100
NaI(Tl) dari
Ge dari
(%)
ab
ab
rel

|
|
.
|

\
|
=
q
q
q
( )
% 100
10 1.2 A.p
Lt / R
(%)
3 -
rel

|
|
.
|

\
|

= q ; Lt (live time) = 600 detik


( )
% 79 . 14 % 100
10 1,2 100 x 10 577 . 2
5489/600
(%)
3 -
0
0
4
rel
=
|
|
.
|

\
|

=
x
q



c. Peak to Compton Ratio
- Cacahan pada energi puncak (1332.5 keV)
Cacahan Puncak (Cp) = 458
- Rataan cacahan pada rentang energi (1040 1096) keV ; C
r

Energi 1040 keV : Ch
1
= 4942
Energi 1096 keV : Ch
2
= 5224
Cacahan Integral (1040 1096 keV) : INT =2507
Ch = (Ch
2
- Ch
1
) + 1 = (5224 - 4942)+1=283
8.8586
283
2507

Ch
INT
C
r
= =
A
=

- PC (peak to Compton ratio)
51.7
8.8586
458

C
C
PC
r
p
= = =
C. Analisa Kualitatif
Percobaan 2: Unknown Sample
No Energi (keV) Nuklida yang mungkin
Sample 1 661.4 Cs-137
Sample 2 511,1 Na-22
1274,6


Sample 3
80.9

Ba-133
276.4
302.7
355
383,6

VI. Analisa
Pada dasarnya, bahan semikonduktor tidak dapat meneruskan arus listrik.
Hal ini disebabkan semua electron berada di pita valensi sedangkan pita konduksi
kosong. Perbedaan tingkat energy antara pita valensi dan pita konduksi pada bahan
semikonduktor ( < 3 eV) sehingga memungkinkan electron untuk meloncat ke pita
konduksi bila mendapat tambahan energi.
Energi radiasi yang memasuki bahan semikonduktor akan diserap oleh bahan
sehingga beberapa elektronnya dapat berpindah dari pita valensi ke pita konduksi.
Bila diantara kedua ujung bahan semikonduktor terdapat beda potensial maka akan
terjadi aliran arus listrik. Jadi pada detector ini energi radiasi diubah menjadi energi
listrik. Oleh karena itu energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan ion ion lebih
rendah dibandingkan dengan proses ionisasi di gas, maka jumlah ion yang dihasilkan
oleh energi yang sama akan lebih banyak. Hal inilah yang menyebabkan detector
semikonduktor sangat teliti dalam membedakan energi radiasi yang mengenainya
karena itu detector semikonduktor mempunyai resolusi tinggi. Sebagai gambaran,
detector sintilasi untuk radiasi sinar gamma biasanya mempunyai resolusi sebesar 50
keV artinya detector ini dapat membedakan energy dari 2 buah radiasi yang
memasukinya bila kedua radiasi tersebut mempunyai perbedaan energi > 50 keV
sedangkan detector semikonduktor untuk radiasi sinar gamma biasanya mempunyai
resolusi 2 keV. Jadi terlihat bahwa detector semikonduktor jauh lebih teliti untuk
membedakan energy radiasi.
Detektor semikonduktor ini bekerja layaknya ruang ionisasi zat padat (solid state
ionizing chamber), muatan yang di bawa didalam detector semikonduktor bukanlah
electron dan ion seperti di gas counter.,tetapi electron dan hole. Sekarang ini
sebagian besar semikonduktor yang berhasil-bagus terbuat dari silicon dan
germanium. Keuntungan dari detektor semikonduktor antara lain adalah resolusi
energi yang tinggi serta tegangan operasi yang relatif rendah. Detektor HPGe sangat
baik apabila digunakan untuk memisahkan peak energi karena keunggulan dalam
resolusi.
Detektor ini bekerja dengan suhu yang rendah menggunakan nitrogen cair
sebagai pendingin. Hal itu bertujuan untuk menjaga kemurnian dari germanium yang
sangat sensitif terhadap temperatur
Dalam percobaan untuk kalibrasi energi sumber radioaktif yang digunakan adalah
sumber standar
60
Co,
133
Ba dan
137
Cs yang diletekkan bersamaan didekat detektor.
Pada percobaan untuk melakukan analisa kuantitatif pada sebuah sampel yang tidak
diketahui jenis nuklidanya. Praktikan melakukan pencacahan dengan menggunakan
detektor, dan mencatat seluruh peak energi yang terdapat pada spektrum energi.
Setelah melakukan pencatatan kemudian praktikan mencari jenis nuklidanya melalui
tabel nuklida berdasarkan peak energinya. Apabila terdapat energi yang sama untuk
nuklida yang berbeda, maka kita harus memilih nuklida yang tingkat probabilitasnya
tertinggi.
Proses konversi partikel energi ke dalam sinyal mengikuti sebuah hukum
kemungkinan pasti yang bergantung pada jenis detektor. Penghitungan resolusi
dalam detektor diberikan sebagai total lebar dari puncak pada setengah maksimum
distribusi sebuah level, hal ini dinamakan dengan full width at half maximum (fwhm).
Pada praktikum ini, besarnya nilai resolusi energi dari detektor HPGe adalah 2,252keV
untuk energi 1332,5 keV. Dan besarnya nilai effisiensi dari sistem detektor HPGe
adalah sebesar 14,79 %.
Detektor ini dapat memisahkan masing-masing spektrum energi dengan sangat
baik, itu karena faktor resolusi dari detektor ini yang cukup tinggi. Sehingga
penggunaan detektor ini sangat baik digunakan untuk analisa kuantitatif daripada
digunakan untuk analisa kualitatif.
Dalam percobaan, sumber radioaktif yang digunakan salah satunya adalah Co
60

yang memiliki waktu paruh berkisar 5.3 tahun. Ketika meluruh, Co
60
akan
mengemisikan satu buah beta dan dua buah gamma. Pada percobaan untuk
melekukan analisa kuantitatif pada sebuah sampel yang tidak diketahui jenis
nuklidanya. Kita melakukan pencacahan dengan menggunakan detektor, dan
mencatat seluruh peak energi yan terdapat pada spektrum energi. Setelah melakukan
pencatatan kemudian kita mencari jenis nuklidanya melalui tabel nuklida berdasarkan
peak energinya. Apabila terdapat energi yang sama untuk nuklida yang berbeda,
maka kita harus memilih nuklida yang tingkat probabilitasnya tertinggi.
Pada percobaan untuk melakukan analisa kuantitatif pada sebuah sampel yang
tidak diketahui jenis nuklidanya. Kita melakukan pencacahan dengan menggunakan
detektor, dan mencatat seluruh peak energi yan terdapat pada spektrum energi.
Kemudian kita mencari jenis nuklidanya melalui tabel nuklida berdasarkan peak
energinya. Apabila terdapat energi yang sama untuk nuklida yang berbeda, maka kita
harus memilih nuklida yang tingkat probabilitasnya tertinggi.
Berdasarkan grafik yang kita telusuri, akhirnya didapat bahwa jenis nuklida yang
terdapat pada 3 buah sampel adalah Cs-137 (sampel 1), Na-22(sampel 2) dan Ba-133
(sampel 3).

6. Kesimpulan
- Resolusi sistem FWHM = 4.189 keV ; (pada energi 1332.5 keV)
- Nilai effisiansi sistem dari detektor HPGe adalah 14,79 %
- Besarnya nilai Peak-to-Compton Ratio dari percobaan adalah sebesar 51.7
- Pada percobaan untuk menganalisa secara kuantitatif dari sampel yang tidak
diketahui jenis nuklidanya. Dengan detektor HPGe dapat diketahui bahwa jenis
nuklida tiga sampel adalah Cs-137, Na-22 dan Ba-133.
- Detektor HPGe sangat baik apabila digunakan untuk memisahkan peak energi
karena keunggulan dalam resolusi.



















Daftar Referensi
S, Widodo, Drs. dan Sukanta, (2012),Diktat Praktikum: Sistem Spektroskopi Gamma
dengan Detektor HPGe, BATAN
Cember, Herman, (1983), Introduction to health physics, Pergamon Press Inc, NY.
Dendy, PP and Heaton B, (1999), Physics for Diagnostic Radiology, 2
nd
edition, IOP
Publishing Ltd, Boston
S, Djarwani, Prof, Dr (2005), Diktat Kuliah Dosimetri I, Dept. Fisika FMIPA UI
Cho, Jones, Singh, 1993, Foundations of Medical Imaging, John Willey Press.