P. 1
Paper Kimia Dasar

Paper Kimia Dasar

|Views: 3,850|Likes:
Dipublikasikan oleh Boedak Riweh Thea

More info:

Published by: Boedak Riweh Thea on Apr 01, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2013

pdf

text

original

Suatu pereaksi ialah zat apa saja yang mula-mula terdapat dan kemudian

diubah selama suatu reaksi kimia. Suatu hasil-reaksi ialah zat apa saja yang

dihasilkan selama reaksi kimia. Suatu persamaan kimia (atau persamaan kimia

berimbang) menunjukkan rumus pereaksi, kemudian suatu anak panah, dan lalu

rumus hasil-reaksi, dengan banyaknya atom setiap unsur di kiri dan di kanan anak

panah.

Pada proses pembentukan atau penguraian suatu senyawa atau reaksi sintesis

atau analisis dalam proses kimia, yaitu:

Reaksi pembentukan oksida : unsur + O2

Reaksi oksida basa :

logam + O2

Contoh : 2Fe + O2 →

2FeO

(feroksida)

4Fe + 3O2 →

2Fe2O3 (ferioksida)

4Na + O2 →

2Na2O (natrium oksida)

2Ca + O2 →

2CaO (kalsium oksida)

4Aℓ + 3O2 →

2Aℓ2O3 (aluminium oksida)

Pb + O2 →

PbO

(plumbi oksida)

Pb + O2 →

PbO2

(plumbi oksida)

Reaksi oksida asam

: nonlogam + O2

Contoh : C + O2 →

CO

C + O2 →

CO2

N2 + O2 →

NO

N2 + O2 →

N2O

N2 + O2 →

NO2

N2 + O2 →

N2O3

N2 + O2 →

N2O5

Reaksi pembebtukan oksida amfoler

: metalloid + O2

Contoh : Zn + O2 →

ZnO

Zn + O2 →

ZnO2

As + O2 →

As2O3

As + O2 →

As2O5

Reaksi pembentukan basa : oksida basa + air

Contoh : FeO

+ H2O → Fe (OH)2 (ferohidroksida)

Fe2O3 + 3H2O → 2Fe (OH)3 (ferihidroksida)

Na2O

+ H2O → 2NaOH (natrium hidroksida)

Reaksi pembentukan asam : oksida asam + air

Contoh : CO2

+ H2O → H2CO3 (sedang)

Reaksi pembentukan asam dan basa : oksida amfoter + H2O

Contoh : Aℓ2O3 + H2O → Aℓ (OH)3

(alumunium hidroksida)

Aℓ2O3 + H2O → H3AℓO3 (asam aluminat)

Ada 4 macam oksida

:

Oksida basa
Oksida asam
Oksida amfoter
Oksida indiferen
Pembentukan basa dan asam yang lain.

Contoh

: H2

+ Cℓ2 → HCℓ

(asam klorida)

H2

+ S

→ H2S

(asam sulfida)

NH3

+ H2O → NH4OH (ammonium hidroksida)

Asam organik : CH3COOH

= asam asetat (asam cuka)

Reaksi pembentukan garam

1. Basa

+ asam → garam normal + air

KOH

+ HNO3 → KNO3 + H2O

Oksida basa + oksida asam

→ garam

Ag2O + N2O3

AgNO3 + / H2O

Basa + oksida asam

Ca (OH)2 + CO2 → CaCO3 + H2O

Oksida basa + asam

FeO + H2SO4 →

FeSO4 + H2O

2. Pembentukan garam basa :

Ba (OH)2 + HCℓ → Ba (OH) Cℓ

+ H2O (barium hidroksi klorida)

3. Pembentukan garam asam

:

NaOH + H2SO4 →

NaHSO4 + H2O

4. Pembentukan garam rangkap :

Mg + Na3PO4 →

MgNaPO4

5. Pembentukan garam kompleks :

AgCℓ + NH4OH →

Ag (NH3)2 Cℓ + H2O

Molekul ligand

Ciri-ciri terjadinya reaksi

Secara organolepsis

AgNO3 + HCℓ → AgCℓ

+ HNO3

Putih menggumpal

Ag+

+ Cℓ

→ AgCℓ
Cara mengenal Ag+ dan Cℓ- dari larutan sampel (contoh).
Larutan sampel
Kation : Ag+

Anion : NO3-

,Cℓ-
FeCℓ3 + 3KSCN → Fe (SCN)3 + 3KCℓ
Coklat

kuning

merah darah

2AgNO + K2CrO4 →

Ag2CrO4 + 2KNO3

Kuning terang

merah

padat

cair

gas

bentuk

warna

bau

BAB III

SISTEM PERIODIK

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->