Anda di halaman 1dari 2

HAGATRI 2011 Nama NRP Sistem AK : MAYA RAMADHAYANTI : F34100149 : 6 Sandalwood

Pemanfaatan Ubi Jalar Untuk Mendukung Diversifikasi Pangan

Kota Tangerang Selatan merupakan wilayah perkotaan yang sebelumnya masuk ke dalam Kabupaten Tangerang. Lahannya sebagian besar dimanfaatkan sebagai kawasan perumahan dan permukiman. Namun, pemanfaatan lahan tertinggi kedua diduduki oleh lahan pertanian dan perkebunan. Jenis komoditas pertanian yang diproduksi antara lain adalah padi sawah, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang panjang, cabe rawit, bayam, terung, kangkung, petsai/sawi, dan cabe besar. Komoditas dengan luas panen terbesar, yaitu 121 Ha dengan produksi 725 Ton GKP, sedangkan komoditas dengan luas panen terkecil adalah cabe rawit yaitu 4 Ha dengan produksi 17 ton (Anonim 2011). Ubi jalar sebagai salah satu hasil pertanian Kota Tangerang Selatan memiliki banyak manfaat, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Harganya yang murah sering diremehkan oleh masyarakat, padahal jika diolah sedemikian rupa akan memberikan nilai jual tambah yang tidak sedikit. Ubi jalar (huwi boled), merupakan bahan pangan sumber karbohidrat yang cukup penting. Ubi jalar kaya kalori (sekitar 123 kal) dan mengandung gizi yang cukup tinggi. Kandungan vitamin A pada ubi jalar merah, jauh lebih tinggi dibanding padi-padian dan umbi-umbian lainnya. Karbohidratnya memiliki indeks glikemik rendah sehingga cocok bagi penderita diabetes. Ubi jalar juga memiliki serat yang dapat mengikat zat pencetus kanker dalam tubuh, mengandung serat oligosakarida dari warnanya yang merah dan dapat mengikat kolesterol. Ubi jalar juga mengandung betakaroten tinggi, sehingga dapat

dimanfaatkan sebagai obat mata, dan pengendali produksi hormon melatonin yang berfungsi sebagai antioksidan bagi sel dan sistem saraf otak (Titiek 2009). Dengan begitu banyak manfaat, ubi jalar dapat dimanfaatkan sebagai pendukung diversifikasi pangan, menggantikan bahan-bahan pangan lain yang telah menimbulkan ketergantungan pada masyarakat sehingga keberadaannya terus berkurang. Ubi jalar biasanya hanya diolah sederhana oleh masyarakat, seperti digoreng, dan dikukus. Namun, pemanfaatan ubi jalar dalam kehidupan seharihari juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan kita akan bahan pangan impor. Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya banyak mengkonsumsi mie karena harga terigu yang lebih murah dibanding beras dan lainnya, namun terigu-terigu yang dikonsumsi tersebut sebagian besar merupakan hasil impor. Ubi jalar dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi terigu dan dapat diolah menjadi berbagai produk pangan seperti roti, cake, pasta, mie, dan es krim. Sehingga kedepannya hasil olahan ubi jalar yang semakin berkembang dapat menjadi resolusi akan diversifikasi pangan di Indonesia. Mengurangi

ketergantungan akan beras dan terigu impor.

DAFTAR PUSTAKA [Anonim].2011.Pertanian [Terhunung Berkala]. http://www.tangerangselatankota.go.id/index.php?option=com_content&view=art icle&id=64&Itemid=58. [17 September 2011] Djafar Titiek.2009. Pemanfaatan Ubi Jalar Sebagai Pangan Fungsional Untuk Mendukung Diversifikasi dan Ketahanan Pangan. Dalam AGROS Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol. 11 No. 1 [Terhubung Berkala]. http://jurnalagros.webs.com/apps/blog/entries/show/4368091-pemanfaatan-ubijalar-sebagai-pangan-fungsional-untuk-mendukung-diversifikasi-dan-ketahananpangan-utilization-sweet-potato-as-functional-food-to-support-fooddiversification-and-security-.[17 September 2011]