Oleh : Priana Tri Widyastiti, S.

Kep, Ns

Infeksi a/ proses masuknya mikroorganisme ke dlm tubuh

Nosokomial berasal dari kata Yunani nosocomium, yang berarti rumah sakit.
Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi atau didapat sewaktu berada di rumah sakit. (Purwandi, 2004).

Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang terjadi di rumah sakit atau dalam system pelayanan kesehatan yang berasal dari proses penyebaran di sumber pelayanan kesehatan, baik melalui pasien, petugas kesehatan, pengunjung atau benda alat-alat kesehatan lainnya. (Aziz, 2006)
Disebut juga sebagai ”Health-care Associated Infections”atau ”Hospital-Acquired Infections (HAIs)

Pada waktu penderita masuk RS, tidak ditemukan gejala klinis dari infeksi tersebut Pada waktu penderita dirawat di RS, tidak sedang dalam masa inkubasi dari infeksi tersebut

Tanda klinis infeksi tersebut timbul sekurangkurangnya sesudah 3 x 24 jam sejak masuk RS
Infeksi tersebut bukan merupakan sisa (kelanjutan) dari infeksi sebelumnya Apabila pada saat mulai dirawat di RS sudah ada tanda-tanda infeksi dan terbukti infeksi tersebut diperoleh penderita ketika dirawat di RS yang sama pada waktu yang lalu serta belum pernah dilaporkan sebagai infeksi nosokomial.

infeksi diketahui atau dibuktikan menular lewat plasenta dan timbul sebelum 48 jam setelah kelahiran. Infeksi yang ada hubungannya dengan penyulit atau kelanjutan dari infeksi yang sudah ada pada waktu masuk RS. . terkecuali kuman atau gejala-gejalanya jelas merupakan suatu infeksi baru  Pada anak.

lingkungan rumah sakit alat kesehatan yang ada di rumah sakit dll  .Pasien.  Petugas kesehatan  Pengunjung.  Sumber lain.

2. Environmental infection (Infeksi Lingkungan). (Infeksi Sendiri) Disebabkan oleh kuman dari penderita itu sendiri yang berpindah tempat dari satu jaringan ke jaringan lain.1. Disebabkan oleh kuman yang didapat dari orang atau penderita lain di rumah sakit secara langsung atau tidak langsung. Disebabkan oleh kuman yang berasal dari benda atau bahan yang tidak bernyawa yang berada di lingkungan RS . Self infection/Auto infection 3. Cross Infection (Infeksi Silang).

.

 Adanya . meskipun dapat juga dari beberapa tempat. mikroorganisme dlm tubuh klien. virus.  Adanya Reservoir (Sumber) Sumber umum adl individu lain. hewan atau lingkungan umum  Adanya portal of exit/pintu keluar Portal of exit mikroba dari manusia biasanya melalui satu tempat. saluran cerna dan saluran urogenitalia.mikroorganisme (Agent) yang infeksius Mikroba penyebab infeksi dapat berupa bakteri. Penyebab utama infeksi nosokomial biasanya bakteri dan virus dan kadang-kadang jamur dan jarang oleh parasit. jamur maupun parasit. tanaman. Portal of exit yang utama adalah saluran pernapasan.

Yang memegang peranan sangat penting adalah mekanisme pertahanan tubuh hostnya. Mikroba yang terinfesius dapat masuk ke saluran cerna melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi seperti: E.  Terdapatnya cara penularan Penularan atau transmission adalah perpindahan mikroba dari source ke host. Adanya porta of entry Pintu masuk Tempat masuknya kuman dapat melalui kulit. saluran cerna. saluran pernafasan dan saluran urogenitalia. Penyebaran dapat melalui kontak. Mikroba penyebab rubella dan toxoplasmosis dapat masuk ke host melalui placenta. dinding mukosa. . Shigella.  Penderita (host/inang) yang rentan Masuknya kuman kedalam tubuh penderita tidak selalu menyebabkan infeksi. lewat udara dan vektor.coli.

Agen Penyebab 6 Inang yang rentan 1 2 Reservoir 5 Porta of enter 4 Cara Penyebaran 3 Porta of exit .

3. Infeksi Saluran kencing Luka infeksi setelah pembedahan Infeksi saluran napas nosocomial Infeksi pada saat infus atau intravascular line Transfusi darah Prosedur perawatan gastrointestinal. 6. 4. 2. 8. dialysis ginjal . 5. 7. Persalinan dan perawatannya Kemoterapi.1.

pencucian alat-alat medis. Banyak prosedur medis yang membuat luka terbuka di tubuh Prosedur sanitasi pakaian seragam rumah sakit. Staf medis/ perawat pasien harus sering berpindah dari pasien satu ke pasien lainnya. Resistensi mikroorganisme terhadap antibiotik .      Jumlah pasien yang banyak. orang yang berada di rumah sakit rata-rata dalam keadaan sakit. prosedur sterilisasi. dan tindakan.tindakan pencegahan lainnya tidak dijalankan dengan sebenarnya oleh staf medis rumah sakit (tidak ketat mengikuti stadard operasi kebersihan yang baik).

  Beban tambahan secara fisik  adanya penyakit tambahan di samping penyakit dasarnya  lama hari perawatan semakin panjang Beban psikologis  Kecemasan terhadap penyakit tambahannya  Kekhawatiran biaya perawatan selama di RS yang meningkat RS yang menetapkan quality assurance telah memiliki Panitia Medik Pengendalian Infeksi Nosokomial yang berfungsi untuk mencegah dan mengendalikan infeksi nosokomial .

yaitu peralatan medis yang kotak dengan selaput mukosa. Peralatan semikritis. Untuk peralatan ini dapat digunakan dapat didisinfeksi dengan metode sterilisasi mutlak atau dengan DTT. yaitu peralatan / instrumen medis yang digunakan untuk kontak dengan jaringan tubuh steril atau masuk ke dalam sirkulasi darah.1. IV line. Peralatan kritis. endotracheal tube.implan 2. Contohnya peralatan bedah. alat-alat endoscopi. Contohnya peralatan napas anastesi. .

3. steteskop. Contohnya spigmomanometer. yaitu peralatan medis yang hanya kontak dengan kulit saja. elektroda diagnostik.Peralatan nonkritis. Peralatan ini cukup didisinfeksi dengan cara disinfeksi tingkat menengah atau sedang .

kemerahan. Tekanan darah rendah. Infeksi : pembengkakan. dan kesakitan pada kulit atau luka di sekitar bedah atau luka. Kebingungan mental. Pasien dengan urinary tract infection mungkin ada rasa sakit ketika kencing dan darah dalam air seni Sel darah putih tinggi Bila radang paru-paru terdapat kesulitan bernapas dan ketidakmampuan untuk batuk.         Demam Bernapas cepat. Urine output menurun. .

Pasien  Isolasi pasien yang diduga menderita penyakit infeksi  Jarak minimal pasien di bangsal 1 meter .

bersih. sobek maupun tumpul Lingkungan  Ruangan selalu dijaga tetap bersih dan kering  Sirkulasi udara ruangan lancar  Penerangan atau pencahayaan matahari cukup  Tidak ada serangga dalam ruangan .Pengunjung  Yang sedang menderita sakit tidak diperkenankan mengunjungi pasien  Pembatasan jumlah pengunjung  Anak-anak dilarang masuk RS Alat  Penyimpanan alat selalu dalam keadaan steril. kering dan di tempat khusus  Tidak memakai alat yang rusak.

Air  Kualitas air yang memenuhi standar kesehatan  Jumlah air memenuhi kebutuhan  Tidak ada genangan air limbah Makanan dan minum  Selalu dalam keadaan tertutup  Yang sudah basi atau terkontaminasi dibuang .

nutrisi yang cukup.Tenaga Kesehatan  penggunaan APD  penerapan standard precaution dengan benar  Penerapan SOP dengan benar  Memberi petunjuk pemakaian antibiotik secara benar dan rasional  Memeriksa kesehatan minimal 1 tahun sekali  Memperhatikan higiene perorangan dengan baik  Menjaga kebersihan lingkungan  Bekerja waktu sehat  Melakukan tindakan sesuai SOP  Melindungi pasien dengan penggunaan antibiotika yang adekuat. . dan vaksinasi.

.

Sterilisasi adalah upaya menghilangkan/ memusnahkan semua bentuk mikroorganisme termasuk spora .

Sterilisasi memiliki unit pelaksanaan tersendiri yaitu Central Sterile Supply Department (CSSD) atau Instalasi Sterilisasi Sentral (ISS) .

Dekontaminasi. dan sebagainya kemudian dilanjutkan dengan proses pengeringan. jaringan tubuh. .Garis besar kegiatan CSSD / ISS secara berurutan adalah sebagai berikut 1. Pembersihan yaitu peralatan medis dibersihkan untuk membebaskan materi organik yang menempel seperti darah. yaitu peralatan medis yang terkontaminasi didisinfeksi terlebih dahulu untuk meminimalisasi jenis dan jumlah mikroba patogen 2.

 Pendistribusian. Pengemasan.  Proses sterilisasi. yaitu setelah selesai proses sterilisasi peralatan medis disimpan dan harus dijaga kualitas sterilitasnya. yaitu membungkus / mengemas secara rapi peralatan medis disertai pemasangan label dan siap untuk proses sterilisasi. .  Penyimpanan. yaitu peralatan medis yang siap dipakai selanjutnya didistribusikan ke unit-unit yang memerlukannya. yaitu peralatan medis yang telah terbungkus / terkemas selanjutnya menjalani sterilisasi sesuai dengan metode yang telah dipilih.

Metode Sterilisasi  Panas Lembab (kukus) penting untuk mensterilkan benda dlm uap air panas selama 29 menit dalam 3 hari berturutturut. mempunyai keefektifan yang baik pada benda yg sensitif thd panas. namun bersifat toksik pada manusia . Interval ini diperlukan agar spora yg tidak mati kembali ke kondisi vegetatif dan menjadi rentan thdp panas  Gas gas etilen oksida.

 Air Mendidih Merupakan metode yang praktis dan murah.kerugiannya tidak membunuh spora dan beberapa virus mendidihkan minimum selama 15 menit  Radiasi keuntungan metode ini efektif untuk benda yang sulit disterilisasi tapi mahal .

termometer. dan pengatur tekanan sehingga suhu dan tekanan uap panas dapat diatur. termostat.Metode Sterilisasi yang biasa digunakan di RS adalah dengan menggunakan Autoclave  mempunyai prinsip dasar berupa uap panas pada suhu. tekanan.  Peralatan dilengkapi dengan manometer. . dan waktu pemaparan yang efektif membunuh mikroba patogen dengan cara denaturasi protein enzim dan membran sel mikroba.

.

merupakan desinfektan High Level Surfactant  Baunya cukup menyengat dan hati-hati. Untuk itulah.Sterilitasi Ruangan  Zat sterilisator yang dipakai adalah Virkon. apabila terkena tangan dapat menimbulkan rasa panas dan gatal. tindakan sterlisasi dengan menggunakan virkon membutuhkan APD (Alat Pelindung Diri) yang benar. .

.

Sterilisasi yang tepat Pasien Aman & nyaman .

Luka tekan/ dekubitus 3. Pengelolaan limbah Rumah Sakit . Terapi bermain pada anak 4. Jatuh/ risiko jatuh pada pasien di RS 2.Tugas :  Buatlah makalah (kelompok) dengan topik : 1. Standar precaution : cuci tangan 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful