Anda di halaman 1dari 2

CEREBRAL PALSY

Cerebral Palsy adalah ensefalopati statis yang didefinisikan sebagai kelainan postur dan gerakan non-progresif, sering disertai dengan epilepsy dan ketidaknormalan bicara, penglihatan, dan kecerdasan akibat dari cacat atau lesi otak yang sedang berkembang. Epidemiologi 1. prevalensi 2/1.000 populasi 2. Collaborative Perinatal Project : 45.000 anak secara teratur dipantau dari dalam kandungan hingga umur 7 tahun . Prevalensi : 4/1.000 bayi. Manifestasi Klinis 1. Hemiplegia Spastik Penurunan gerakan spontan pada belahan tubuh yang terkena Henti pertumbuhan pada tangan dan kuku ibu jari Anak berjalan pada ujung jari kaki karena peningkatan tonus dan tungkai atas yang terkena mendapat postur distonik ketika anak lari Klonus pergelangan kaki dan tanda Babinski mungkin ada Reflex tendo dalam meningkat dan dorsofleksi kaki 2. Diplegia Spastik Spastisitas bilateral kaki => reflex klonus pergelangan kaki cepat dan tanda Babinski bilateral Pada saat merangkak , anak ini cenderung menyeret kakinya di belakang Leukomalasia periventrikular 3. Kuadriplegia Spastik (bentuk CP paling berat) Kesulitan menelan karena palsi supranuklear bulbar => pneumonia aspirasi Kenaikan tonus dan spastisitas pada semua tungkai Gerakan spontan menurun , reflex cepat Kelainan bicara dan penglihatan 4. Cerebral Palsy athetoid (jarang) Hipotonik Control kepala buruk dan kelambanan kepala yang mencolok Lidah menjulur dan hipersalivasi Kalimat-kalimat tertelan dan modulasi suara terganggu Terapi Diplegia spastic : 1. Bantuan peralatan adaptif (alat bantu berjalan, tongkat dan kerangka berdiri)

2. Rhizotomi (akar saraf spinalis dibelah)

Kuadriplegia spastic : 1. Kursi roda bermotor , alat makan khusus , mesin tik yang dimodifikasi dan pembiasaan cara duduk 2. memperbesar kemampuan komunikasi : simbol2 Bliss, mesin tik bicara, computer khusus intelegensia buatan

Obat2 yang digunakan untuk spastisitas : natrium dantrolen , benzodiazepine, dan bakfolen. Obat2 ini biasanya TIDAK EFEKTIF namun harus dipertimbangkan jika spastisitas berat tidak terkendali dengan cara lain