Anda di halaman 1dari 3

BAB I Pendahuluan 1.

Latar Belakang Surveillans adalah proses pengamatan secara teratur dan terus menerus terhadap semua aspek penyakit tertentu, baik keadaan maupun penyebarannya dalam suatu masyarakat tertentu untuk kepentingan pencegahan dan penanggulangan.Definisi lain secara lengkap menjelaskan bahwa Surveilans adalah suatu rangkaian proses yang sistematis dan berkesinambungan dalam pengumpulan, analisa dan interpretasi data kesehatan dalam upaya untuk menguraikan dan memantau suatu peristiwa kesehatan. Istilah Surveillance sebenarnya berasal dari bahasa perancis yang berarti mengamati tentang sesuatu, Istilah ini awalnya dipakai dalam bidang penyelidikan/intelligent untuk mematamatai orang yang dicurugai, yang dapat membahayakan. Menurut The Centers for Disease Control (CDC) Surveilans kesehatan masyarakat adalah The ongoing systematic Collection, analysis and interpretation of Health data essential to the planning, implementation, and evaluation of public health practice, closely integrated with the timely dissemination of these data to those who need to know. The final link of the surveillance chain is the application of these data to prevention and control. Sedangkan menurut Prof.Nur Nasry Noor (1997) Guru Besar Epidemiologi FKM Unhas mengatakan bahwa Surveilans Epidemiologi adalah pengamatan secara teratur dan terus menerus terhadap semua aspek penyakit tertentu. Baik keadaan maupun penyebarannya dalam suatu masyarakat tertentu untuk kepentingan pencegahan dan penanggulangannya. Adapun informasi yang dihasilkan dari kegiatan surveilans berguna untuk perencanaan pelaksanaan dan penilaian program atau upaya kesehatan masyarakat. Data surveilan dapat dipakai untuk menentukan kebutuhan akan upaya kesehatan masyarakat atau menilai efektifitas dari suatu program kesehatan masyarakat. Surveilans dipergunakan untuk mengetahui informasi yang up to date mengenai penyakit di masyarakat, informasinya berguna untuk: 1. Memonitor program yang sedang berjalan 2. Mengevaluasi hasil program 3. Sistim kewaspadaan dini (dengan form mingguan) Dalam pengertian diatas maka surveillans adalah pengumpulan data atau informasi untuk menentukan tindakan. Suatu sistim surveilans dapat dianggap bermanfaat bila sistim tersebut : 1. Dapat mendeteksi tanda-tanda adanya perubahan kecenderungan dari suatu penyakit 2. Mendeteksi adanya KLB 3. Memperkirakan besarnya suatu kesakitan atau kematian yang berhubungan dengan masalah yang sedang diamati. 4. Merangsang penelitian, untuk menentukan suatu tindakan penanggulangan atau pencegahan 5. Mengidentifikasikan faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian suatu penyakit 6. Memungkinkan seseorang untuk melakukan penilaian terhadap tindakan penanggulangan 7. Mengawali upaya untuk meningkatkan tindakan-tindakan praktek klinis oleh petugas kesehatan yang terlibat dalam sistim surveilans.

Ada beberapa orang yang beranggapan surveilans sama dengan pemantauan (monitoring) biasa. Surveilans berbeda dengan pemantauan (monitoring) biasa. Surveilans dilakukan secara terus menerus tanpa terputus (kontinu), sedang pemantauan dilakukan intermiten atau episodik. Dengan mengamati secara terus-menerus dan sistematis maka perubahan-perubahan kecenderungan penyakit dan faktor yang mempengaruhinya dapat diamati atau diantisipasi,sehingga dapat dilakukan langkah-langkah investigasi dan pengendalian penyakit dengan tepat. 2. Tujuan Praktik Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam praktik ini adalah : 1. Untuk memperoleh informasi dan cara pengumpulkan data 2. Untuk mengetahui frekuensi dan distribusi suatu penyakit 3. Untuk mendeteksi tanda-tanda adanya perubahan kecenderungan dari suatu penyakit Manfaat Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan ini adalah: 1. Mahasiswa dapat memperoleh informasi dan mengetahui cara pengumpulan data di puskesmas 2. Mahasiswa dapat mengetahui frekuensi dan distribusi suatu penyakit 3. Mahasiswa dapat menegtahui tanda-tanda adanya perubahan kecenderungan dari suatu penyakit
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penyakit pernafasan bawah meliputi pneumonia, asma bronchial (AB) dan bronchitis. 1. Definisi a. Pneumonia Radang paru-paru (bahasa Inggris: pneumonia) adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer meradang dan terisi oleh cairan. Radang paru-paru dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, termasuk infeksi oleh bakteria, virus, jamur, atau pasilan (parasite). Radang paru-paru dapat juga disebabkan oleh kepedihan zat-zat kimia atau cedera jasmani pada paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau berlebihan minum alkohol.

http://blogkesmas.blogspot.com/2011/11/surveilans-epidemiologi.html http://bidansrimulyanti.blogspot.com/2011/04/surveilans-kesmas.html http://himapid.blogspot.com/2008/10/surveilans-epidemiologi.html

http://www.fkumyecase.net/wiki/index.php?page=Asma+Bronkial+Exaserbasi+Akut+Pada+Wan ita+G1P0A0+Kehamilan+19+Minggu http://www.jevuska.com/2007/04/01/asma-bronkiale-pada-kehamilan http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/581108444453.pdf http://id.wikipedia.org/wiki/Bronkitis http://www.scribd.com/doc/84810347/Asma-Bronkhial-Word-Indah http://joys-inspiration.blogspot.com/2011/02/pengertian-penyebab-dan-gejala.html http://www.totalkesehatananda.com/pneumonia1.html http://www.totalkesehatananda.com/pneumonia2.html http://www.totalkesehatananda.com/pneumonia3.html indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/.../608/597 http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2011/02/Vol.19_no.3_5.pdf