Anda di halaman 1dari 4

1.

Cerita Rakyat Lampung


ANAK YANG MALANG

Cerita ini sering disampaikan kepada anak-anak kecil di daerah Lampung yang tidak doyan makan,malas makan,rewel atau enggan jika disuruh makan oleh ibunya, padahal makanan sudah tersedia dan sang ibu menyediakan makanan itu dengan susah payah, mulai menumbuk padi, mencuci, memasak dan memberinya lauk pauk. Kisahnya demikian, ada seorang anak yatim tinggal dengan ibunya. Mereka hidup sebagai petani. Tinggal di suatu dusun di tepi hutan. Sunyi dan sepi. Pada suatu hari sang anak kelaparan. Ia berkata kepada ibunya, Ting,gegenting, perutku sudah genting kelaparan, mau makan. Ibunya menjawab, tunggulah anakku, sebentar, Ibu mau menebas ladang dulu. Setelah ibunya selesai menebas ladang, si anak bangun dari tidurnya dan merengek kembali, Ting,gegenting, perutku sudah genting kelaparan, mau makan! Sekali lagi ibunya menjawab,Tunggu, nak, Ibu mau membakar ladang dulu. Singkat cerita Sampai akhirnya Si anak yang sudah lemah badannya segera tertidur. Tapi, tak lama ia bangun lagi. Ia terus merengek dan menangis suaranya terengah-engah. Ting gegenting perutku kelaparan, mau maaakaannn. suuu dah genting

Akhirnya ibunya menjawab, Sebentar lagi, nak, Ibu mau menempatkan nasi di piring dulu. Akan tetapi, ketika si anak bangun mau makan, tiba-tiba ting gegenting putuslah perutnya yang sudah genting karena sudah kelaparan, sehingga tidak dapat lagi melanjutkan hidupnya di dunia ini. Sang ibu dengan hati sedih mendekati anaknya. Ia menangis sedih.

2.

Cerita dari Kalimantan Timur

ASAL USUL KOTA BALIKPAPAN


Kota Balikpapan sebenarmya hanyalah sebuah kota madya, meski demikian kota Balikpapan lebih ramai daripada ibukota Kalimantan Timur yaitu kota Samarinda. Sarana dan prasarana kota Balikpapan lebih lengkap, seperti Bandar udara,pelabuhan, dan hotel-hotel bertaraf internasional. Sehingga orang-orang di luar Kalimantan Timur lebih mengenal Balikpapan daripada Samarinda. Kota ini memang lebih dulu dikenal jauh sebelum Samarinda berkembang seperti sekarang. Balikpapan adalah kota perusahaan minyak bumi, sumber devisa bagi Kalimantan Timur, atau sebuah kota pertamina sejak tahun 1889. Pada saat itu pemerintahan dipimpin Sultan Kutai Kertanegara ke-17, yaitu Sultan Am Sulaiman. Menurut cerita rakyat yang masih hidup di kalangan masyarakat. Konon, pada tahun 1783 di tanah pasir sudah berlangsung system pemerintahan kerajaan yang teratur. Rakyat hidup berkecukupan. Kekuasaan raja meliputi daerah yang sangat luas sampai ke bagian selatan. Daerah itu berupa sebuah teluk yang indah dan mengandung hasil bumi dengan hasil laut yang cukup besar. Masyarakat yang bermukim di sepanjang teluk, hidup sebagai petani dan nelayan. Mereka hidup dalam suasana yang damai dan makmur. Sultan yang memerintah pada waktu itu adalah Aji Muhammad. Sebuah nama yang melambangkan kebesaran dan kesucian jiwa pemiliknya. Aji Muhammad mempunyai seorang putri bernama Aji Tatin. Setelah dewasa, Aji Tatin menikah dengan seorang bangsawan Raja Kutai. Untuk masa depannya, Aji Tatin menuntut warisan, kepada ayahnya. Aji Muhammad pun menyerahkan wilayah teluk, saat itu belum menjadi sebuah kota dan belum memiliki nama.

Pada suatu hari, orang-orang kepercayaan Aji Tatin sedang memungut upeti dari rakyat berupa papan dengan menggunakan perahu. Ketika mereka sedang mendayung perahu menggunakan tanggar (galah) , tiba-tiba datanglah angin topan dahsyat. Perahu Aji Tatin terbalik diterpa badai. Tidak berapa lama, perahu pun terempas ke sebuah pulau karang. Pemimpinnya, Panglima Sendong dan anak buahnya meninggal. Demikian asal usul nama Balikpapan yang diambil dari peristiwa perahu berisi papan yang terbalik diterpa badai.