P. 1
ekonomi makro

ekonomi makro

|Views: 6,274|Likes:
Dipublikasikan oleh Julianti Samosir

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Julianti Samosir on Apr 02, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2015

pdf

text

original

Secara indivudial atau perilaku pelaku-pelaku ekonomi, suatu tujuan yang ingin

dicapai dalam melakukan kegiatan ekonomi adalah terpenuhinya setiap kebutuhan

hidup dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. Sementara apabila dibahas

tujuan perekonomian secara luas maka tujuan yang hendak dicapai adalah:

1.Tercapainya Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan dinamis

2.Tercapainya kesempatan kerja penuh atau Full Employment

3.Tercapainya Stabilitas harga

4.Tercapainya Kebebasan berusaha dan berekonomi

5.Tercapainya Distribusi pendapatan yang merata

6.Terjaminnya keamanan atau jaminan ekonomis

Dari tujuan-tujuan tersebut maka ilmu ekonomi dibedakan menjadi dua cabang

yaitu ekonomi Mikro dan Makro. Analisis Mikro adalah pembahasan ekonomi yang

ditujukan pada subyek ekonomi secara individual (rumah tangga konsumen dan

rumah tangga produsen atau perusahaan secara individual) dan bagaimana mereka

berinteraksi di dalam pasar. Analisis Makro mempelajari subyek ekonomi secara

agregatif (keseluruhan) meliputi keterkaitan antara masing-masing pelaku ekonomi

seperti konsumen, produsen, Negara / pemerintah.dan luar negeri, variable-variabel

yang terdapat di dalamnya antara lain:

Pendapatan Nasional, kesempatan kerja dan pengangguran, jumlah uang beredar, laju

inflasi , pertumbuhan ekonomi maupun neraca pembayaran internasional.

Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah di ekonomi utama sebagai

berikut:

a. Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam suatu kegiatan
ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut

full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang artinya belum

dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau

terdapat pengangguran/belum berada pada kesempatan kerja penuh.

b. Sejauh mana Perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di dalam
bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang

berarti berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.

Ekonomi Makro Mengukur Aktivitas Ekonomi, Investasi dan Konsumsi

Page 4

c. Sejauh mana perdistribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan
ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatanterdapat trade off

maksudnya adalah bila yang satu membaik yang lainnya cenderung akan

memburuk. Ilmu ekonomi makro hanya akan membahas variable-variabel yang

berhubungan dengan gejala-gejala perekonomian secara keseuruhan,

secara totalitas, atau gejala umum, bukan perilaku dari pelaku ekonomi secara

individual. Secara umum terdapat beberapa variabel yang menjadi isu utama

ekonomi makro, yaitu antara lain:

1) Output agregat.

Output Agregat adalah jumlah nilai seluruh output barang dan jasa yang di

produksi pada suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu.

Output agregat menggambarkan kekayaan suatu Negara dalam jangka waktu

tertentu.

2) Pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi berasal dari nilai laju pertumbuhan GDP. Pertumbuhan

ekonomi yang positif menandakan perekonomian dalam keadaan ekspansif,

sedangkan pertumbuhan ekonomi yang negatif menandakan perekonomian

dalam keadaan resesi.

3) Inflasi.

Inflasi adalah gejala kenaikan harga barang yang bersifat continue dan terus

menerus, mempengaruhi individu-individu, bisnis, dan pemerintah.

4) Pengangguran

Pengangguran adalah kondisi dimana seseorang tidak bekerja, padahal ia

masuk kedalam angkatan kerja dan memang mencari pekerjaan. Seseorang

baru dikatakan menganggur bila ia ingin bekerja dan telah berusaha mencari

kerja, namun tidak mendapatkannya.

Pemahaman yang sangat mendasar tentang ekonomi makro adalah mutlak ingin

mempelajari ilmu-ilmu ekonomi lainnya yang berkaitan,baik secara langsung maupun

tidak langsung. Ini dikarenakan banyaknya konsep-konsep dalam teori ekonomi

makro yang sangat diperlukan dan bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk

melakukan suatu tindakan ekonomi baik tindakan berproduksi, berkonsumsi,

berdagang atau tindakan dalam berinvestasi.

Ekonomi Makro Mengukur Aktivitas Ekonomi, Investasi dan Konsumsi

Page 5

II.2 MENGUKUR AKTIVITAS EKONOMI

Salah satu indikator telah terjadinya alokasi yang efisien secara makro adalah

nilai output nasional yang dihasilkan sebuah perekonomian pada suatu periode

tertentu. Sebab, besarnya output nasional dapat menunjukkan beberapa hal penting

dalam sebuah perekonomian.

Yang pertama, besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang

seberapa efisien sumber daya alam yang ada dalam perekonomian (tenaga kerja,

barang modal, uang dan kemampuan kewirausahawanan) digunakan untuk

memproduksi barang dan jasa. Secara umum, makin besar pendapatan nasional suatu

Negara, semakin baik efisiensi alokasi sumber daya ekonominya.

Yang kedua, besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang

produktivitas dan tingkat kemakmuran suatu Negara. Alat ukur yang disepakati

tentang tingkat kemakmuran adalah output nasional per kapital. Nilai output per

capital diperoleh dengan cara membagi besarnya output nasional dengan jumlah

penduduk pada tahun yang bersangkutan. Jika output per kapital makin besar, Tingkat

kemakmuran dianggap makin tinggi. Sementara itu alat ukur tenteng produktivitas

rata-rata adalah output per tenga kerja. Makin besar angkanya, makin tinggi

produktivitas tenga kerja.

Yang ketiga, besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang

masalah-masalah structural (mendasar) yang dihadapi suatu perekonomian. Jika

sebagian besar output nasional dinikmati oleh sebagian kecil penduduk, maka

perekonomian tersebut mempunyai masalah dengan distribusi pendapatannya. Jika

sebagian besar output nasional berasal dari sector pertanian (ekstraktif), maka

perekonomian tersebut berhadapan dengan masalah ketimpangan struktur produksi.

Dalam arti, perekonomian harus segera memodernisasi diri,dengan memperkuat

industrinya, agar ada keseimbangan kontribusi antara sector pertanian yang dianggap

sebagai sector ekonomi tradisional dengan sector industry yang dianggap sebagai

sector ekonomi modern.

Istilah yang paling sering digunakan dalam menghitung peningkatan aktivitas

ekonomi atau sering dikatatakan juga pendapatan nasioanal adalah Produk Domestik

Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) yang pengertian nya adalah:

“Nilai barang dan jasa akhir berdasarkan harga pasar, yang diproduksi oleh

sebuah perekonomian dalam suatu periode (kurun waktu) dengan menggunakan

factor-faktor produksi yang berada (berlokasi) dalam perekonomian tersebut”.

Ekonomi Makro Mengukur Aktivitas Ekonomi, Investasi dan Konsumsi

Page 6

“The total market value of all final goods and services produced within a given
period, by factors of production located within a countr.”

Tercakup dalam defenisi di atas adalah :

1. Produk dan jasa akhir, dalam pengertian barang dan jasa yang dihitung dalam

PDB adalah barang dan jasa yang digunakan pemakaian terakhir(untuk konsumsi).

2. Harga pasar , yang menunjukan bahwa nilai output nasional tersebut dihitung

berdasarkan tingkat harga yang berlaku pada periode yang bersangkutan.

3. Faktor-faktor produksi yng beralokasidi Negara yang bersangkutan, dalam arti

perhitungan PDB tidak memper-timbangkan asal factor prouksi (milik

perekonomian atau milik asing) yang digunakan dalam menghasilkan output.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->