Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. DATA UMUM
1. Nama KK 2. Alamat : Tn. J : Desa Tanjung Alam Kecamatan Ujan Mas

3. Komposisi keluarga : NO 1. NAMA Ny. N HUBUNGAN DENGAN KK ISTRI PEKERJAA N IBU RUMAH TANGGA MAHASIS WI
GENOGRAM :

PENDIDIKA N SLTA

IMUNISASI -

2.

Nn. S

ANAK

DIPLOMA III

3 7

Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Anggota Keluarga Yang Sakit : Meninggal Laki-laki : Meninggal Perempuan : cerai : Tinggal dalam satu rumah

4. Tipe keluarga : The step parent family 5. Suku 6. Agama : Serawai : Islam

7. Status Ekonomi Keluarga Di dalam keluarga hanya kepala keluarga (Tn. J) yang mencari nafkah sebagai petani yang memiliki pendapatan + Rp. 1.500.000/bulan. Menurut Ny. N penghasilan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi tidak ada sisa yang bisa ditabungkan. 8. Aktivitas Rekreasi Dalam mengisi hari libur keluarga biasanya mengisinya dengan melakukan nonton TV bersama, dan saling bertukar cerita tetang hal-hal yang telah mereka rasakan. Tidak jarang juga mereka bersilahturahmi kepada sanak family.

II. Riwayat dan tahap perkembngan keluarga


Tahap perkembangan keluarga adalah keluarga dengan anak dewasa (kuliah). Tahap perkembangan anak yang terlewati adalah pada masa bayi, balita, dan pra sekolah. Karena Nn. S merupakan anak dari Tn.J dengan istri pertamanya yang telah bercerai. Nn.S tinggal bersama Ny.N sejak ia berusia 8 tahun. Pernikahan antara Tn.J dan Ny.N sengaja untuk direncanakan, bukan merupakan paksaan.

III. LINGKUNGAN
10. Karakteristik Rumah Bangunan rumah semi permanen, kondisi rumah secara umum terlihat bersih, perabotan rumah tersusun rapi pada tempatnya, ventilasi cukup memadai dengan jendela yang dibuka setiap harinya. Sumber air bersih didapatkan dari saluran air PAM. Rumah sudah memiliki kamar mandi tetapi belum memili WC, karena itulah anggota keluarga masih buang air besar (BAB) disungai yang terletak di belakang rumahnya. Status kepemilikan rumah milik sendiri yang diwariskan dari orang tua.

Denah Rumah :
S

TERAS KAMAR RUANG TAMU KAMAR

DAPUR KAMAR MANDI

11. Karakteristik tetangga dan komunitas RT Di desa tanjung alam kebanyakan warganya bersuku serawai Bengkulu selatan, dan hampir 90% bermata pencaharian sebagai petani. 12. Mobilitas geografi keluarga Keluarga Tn.J baru 11 tahun tinggal didesa ini, karena sebelumnya mereka tinggal dibengkulu. 13. Perkumpulan keluarga Keluarga aktif ikut serta dalam kegiatan yang diadakan didesa seperti pengajian setiap malam jumat. 14. Sistem pendukung keluarga Apabila keluarga mendapatkan kesulitan seperti masalah ekonomi maka keluarga mendapatkan bantuan dari kakak tertua Ny.N.

IV. STRUKTUR KELUARGA


15. Pola komunikasi Pola komunikasi di keluarga adalah pola komunikasi terbuka, dimana setiap ada permasalahan/perbedaan pendapat maka akan dibicarakan secara bersama-sama. 16. Struktur kekuatan keluarga Perekonomian keluarga ditunjang dari penghasilan kebun kopi dan tanaman sayur-sayuran, seperti: cabai, dan buncis. Kepala keluarga giat bekerja setiap hari dikebun miliknya. 17. Struktur Peran Peran formal kepala keluarga adalah bekerja sebagai petani, selain itu Tn.J merupakan pengurus masjid (Bilal) didesanya. Ny.N berperan sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan anak mereka Nn.S berkuliah di POLTEK RAFLESIA CURUP, selain itu juga ia bertugas membantu pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah, mencuci pakaian, dan membantu merawat ibunya bila sedang sakit. 18. Nilai dan Norma Keluarga Keluarga Tn.J menganut agama islam memiliki atura-aturan, contohnya: Tn.J memberlakukan aturan bagi Nn.S apabila keluar rumah tidak boleh lebih dari jam 9 malam, dan karena Nn.S berkuliah pada sore hari maka setiap selesai kuliah diharapkan langsung pulang kerumah. Karena jarak rumah yang cukup jauh dari kampusnya dengan kondisi jalan yang relatif sepi.

V. FUNGSI KELUARGA
19. Fungsi sosialisasi Tn.J aktif sebagai penggurus masjid (Bilal) didesanya, dan apabila bulan ramadhan tiba Tn.J di tunjuk menjadi panitia zakat di desanya. Meskipun Ny.N dalam keadaan menderita penyakit Diabetes mellitus

namun ia masih ikut serta pernikahan ataupun takziah.

dalam

acara-acara

didesanya

seperti

20. Fungsi Perawatan Keluarga Apabila salah satu anggota keluarga ada yang sakit, maka anggota keluarga yang melakukan perawatan dan membantu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Contohnya bila Ny.N kondisi kesehatannya sedang menurun, maka Nn.S yang merawatnya.

21. Fungsi Reproduksi Sejak menikah 11 tahun yang lalu Tn.J dan Ny.N belum memiliki keturunun, hal ini disebabkan sejak usia 26 tahun Ny.N telah menderita penyakit DM yang diturunkan dari Almh.Ibunya. Ny.N mengatakan mulai usia 28 tahun ia tidak pernah lagi mengalami datang bulan/haid. Sedangkan Nn.S mengatakan setiap datang bulan ia menggalami nyeri pada bagian perutnya. 22. Fungsi Ekonomi Di dalam keluarga hanya Tn.J yang memiliki mata pencaharian sebagai petani.

VI. STRESS DAN KOPING


23. Stressor jangka panjang dan pendek Stessor jangka pendek Pada tahun ini panen kopi dari hasil kebun jumlahnya turun drastis dari tahun kemarin, yang biasanya mendapatkan 30 karung kopi pada saat ini hanya menghasilkan 12 karung. Hal ini disebabkan karena buah kopi hanya sedikit. Stess jangka panjang

Ny.N sudah sejak 11 tahun yang lalu menderi penyakit DM, dan kondisinya saat ini hanya dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya ringan saja seperti memotong sayur-sayuran. Apabila ia banyak melakukan aktifitas berat seperti ikut bekerja dikebun, maka kondisi kesehatannya akan langsung menurun. Ny.N mengatakan dalam kesehariannya sejak terkena penyakit DM badannya sering merasa lemas,tidak bertenaga dan akhir-akhir ini telapak kaki nya bila dicubit dan menginjak suatu benda tidak terasa atau baal.

24. Kemampuan Berespon terhadap situasi Sejak Ny.N terkena penyakit DM keluarga telah melakukan berbagai macam pengobatan, baik secara tradisional seperti minum jamu-jamuan maupun penggobatan secara medis. 25. Srategi koping yang digunakan Dalam menghadapi masalah kesehatan dan ekonomi Tn.J dan keluarga menggunakan strategi adaptif. Contohnya Panen kopi yang munurun disiasati Tn.J dengan menanam berbagai macam sayur-sayuran seperti: cabai dan buncis, yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam menghadapi penyakit Ny.N keluarga terus berusaha dengan berobat dan tetap berdoa kepada Allah SWT agar Ny.N kesehatannya akan pulih. 26. Strategi Adaptasi disfungsional Ny.N mengatakan sering merasa tersinggung dan berkecil hati bila ada orang yang menanyainya masalah buah hati, karena Ny.N sampai saat ini belum dikaruniai buah hati.

VII. PEMERIKSAAN FISIK


NO 1. 2. PEMERIKSAAN Tanda-tanda vital TB/BB Tn.J TD:130/80 mmhg 163cm/67kg Ny.N TD:110/60 mmhg 156cm/48kg Nn.S TD:110/70 mmhg 150cm/46kg

3.

Kepala

Tidak keluhan Tidak keluhan Tidak keluhan Tidak keluhan

ada Sering merasa pusing ada Tidak keluhan ada Tidak keluhan

Tidak keluhan

ada

4.

Abdomen

ada Bila datang bulan sering merasa nyeri ada Tidak keluhan ada ada

5. 6.

Ekstremitas atas Ekstremitas bawah

ada Telapak kaki Tidak tidak terasa keluhan bila dicubit dan mengginjak suatu benda

7.

Pemenuhan nutrisi

Pola makan: 3x sehari porsi sedang, dengan jenis makanan nasi, sayur dan lauk pauk.

Pola makan: tidak teratur karena Ny.N sering merasa lapar, dengan jenis makanan nasi, sayur Pola minum: dan lauk 8 gelas air pauk. putih perhari, dan Pola minum: ditambah Ny.N sering dengan 2 merasa haus, gelas kopi sehingga perhari. tidak dapat diketahui secara pasti berapa jumlah air put

Pola makan: 3x sehari porsi sedang, dengan jenis makanan nasi dan lauk. Nn.S jarang mengkonsums i sayursayuran. Pola minum: 6 gelas air putih perhari.

VIII. HARAPAN KELUARGA


Ny.N menyadari bahwa penyakit DM nya tidak bias disembuhkan, dari itulah ia hanya berharap dapat menjalani hidup yang dapat bermanfaat bagi keluarganya. Selain itu juga Ny.N berharap Nn.S dapat kuliah dengan lancar dan dapat segera lulus, agar dapat bekerja dan hidup mandiri.

PENGKAJIAN TAHAP III Pelaksanaan 5 tugas kesehatan keluarga Mengenal masalah Keluarga sudah mengenal penyakit yang diderita oleh Ny.N Menggambil keputusan Keluarga mengetahui bahwa penyakit DM yang diderita Ny.N tidak bisa disembuhkan tetapi kondisi kesehatannya dapat terjaga dengan melakukan pengontrolan terhadap makanannya. Melakukan perawatan sederhana

Cara-cara yang sudah dilakukan keluarga dalam melakukan perawatan terhadap penyakit yang diderita Ny.N adalah dengan membatasinya mengkonsumsi gula secara berlebihan. Modifikasi lingkungan

Pemanfaatan fasilitas kesehatan Pelayanan kesehatan yang biasa di kunjungi oleh keluarga Tn.J adalah puskesmas pembantu dan bidan desa, karena lebih dekat dengan lokasi tempat tinggalnya. Frekuensi kunjungan ke pelayanan kesehatan dilakukan bila ada anggota keluarga yang sakit.

ANALISA DATA
N O 1. Data subjektif:
- Ny.N mengatakan takut untuk makan,

DATA

DIAGNOSA KEPERAWATAN Gangguan pemenuhan nutrisi pada keluarga Tn.J khususnya Ny.N berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dengan DM.

karena ia meyakini bila makan banyak maka gula darahnya akan naik. - Ny.N mengatakan badannya bertambah kurus dan selalu merasa lemas. Data objektif: Keadaan umum Ny.N lemah. Ny.N tampak lemah dan lesu Berat badan Ny.N hanya 48 kg.

2.

Data subjektif :
-

Ny.N mengatakan kedua telapak kakinya baal atau tidak terasa bila menginjak sesuatu benda. Ny.N mengatakan seluruh anggota keluarga masih buang air besar disungai. Ny.N mengatakan masak menggunakan kayu bakar. masih

Resiko injuri pada keluarga Tn.J khususnya Ny.N berhubungan dengan ketidak mampuan mengenal masalah anggota keluarga dengan DM.

Data objektif :

Gangguan nyaman nyeri keluarga Tn.J

rasa pada

SKORING
NO 1. DIAGNOSA Gangguan pemenuhan nutrisi pada keluarga Tn.J khususnya Ny.N berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dengan DM. Resiko injuri pada keluarga Tn.J khususnya Ny.N berhubungan dengan ketidak mampuan SKORING HASIL RASIONAL

2.

mengenal masalah anggota keluarga dengan DM.