Anda di halaman 1dari 21

Administrasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari Administrasi adalah usaha dan kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan [1] Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang meliputi : catat-mencatat, suratmenyurat, pembukuan ringan ketik-mengetikm agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan. Administrasi dalam arti luas adalah seluruh proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan dengan memanfaatkan sarana prasarana tertentu secara berdaya guna dan berhasil guna. [2]

Ciri-ciri administrasi
1. 2. 3. 4. 5. Kelompok yang terdiri atas 2 orang atau lebih. Kerjasama Kegiatan/proses/usaha. Bimbingan Tujuan

[sunting] Sejarah perkembangan administrasi


[sunting] Fase prasejarah

Dari segi waktu dan tempat fase prasejarah yang berakhir pada tahun 1 M dapat dibagi menjadi :
1. 2. 3. 4. 5. 6. Peradaban Mesopotamia Peradaban Babilonia Mesir kuno Tiongkok kuno Romawi kuno Yunani kuno

[sunting] Fase sejarah

Gereja katholik Roma mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan teori administrasi dan manajemen. Ada tiga kelompok sarjana berbeda namun memiliki pandangan yang secara garis besarnya sama, yaitu :
1. Kelompok Kameralisten di Jerman dan Austria 2. Kelompok Merkantilizen di Inggris 3. Kelompok Fisiokraten di Perancis

[sunting] Fase modern

Fase modern ditandai dengan oleh lahirnya Gerakan Manajemen Ilmiah yang dipelopori oleh Frederick W. Taylor pada tahun 1886 di Amerika Serikat.

[sunting] Tahap perkembangan ilmu administrasi


1. 2. 3. 4. Tahap survival (1886 - 1930) Tahap konsolidasi dan penyempurnaan (1930 - 1945) Tahap human relation (1945 - 1959) Tahap behaviouralisme (1959 sekarang)

[sunting] Jenis
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Administrasi publik Administrasi lingkungan hidup Administrasi negara Administrasi niaga Administrasi pembangunan Administrasi kependudukan Administrasi keuangan Administrasi pendidikan

[sunting] Referensi
1. ^ Kamus Terbaru Bahasa Indonesia, Tim Reality Publisher, Surabaya, 2008. 2. ^ Pengertian Dasar Administrasi, FKIP UNS

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI


Nama : Wahyu Nurdiansyah Berkembang tradisi dimana setiap mahasiswa Administrasi atau yang belajar atau mempelajari ilmu Administrasi diperkenalkan dengan pemikiran-pemikiran para ahli teori klasik yang dianggap sebagai perintis dan menjadi fondasi untuk ilmu Administrasi modern. Para ahli teori klasik yang memberi kontribusi terhadap perkembangan administrasi sebagai ilmu antara lain Charles Babbage, Henry R. Tone, Frederick Winslow Taylor, Gilbreths, Henry L. Gant, Harrington Emerson, Henry Fayol, James D. Money, Lyndal F. Urwick, Chester Barnard. Para ahli teori administrasi modern yang dikembangkan dari pendekatanpendekatan psikologis terutama dipelopori oleh Elton Mayo, Hugo Munsterberg yang dikenal dengan aliran hubungan manusia, dan juga aliran-aliran pemikiran teori perilaku, teori proses, pendekatan kuantitatif, pendekatan system dan pendekatan kontingensi. Pernyataan Oliver Wendell Holmes Jr. yang menyatakan: jika ingin mengerti atau mencoba menentukan apa yang akan terjadi hari esok maka perlu melihat ke belakang, penting untuk setiap untuk setiap mahasiswa yang mempelajari administrasi ( Stephen P. Robbins, 1980). Ungkapan ini mengandung maksud, bahwa jika ingin memahami pemikiran administrasi modern atau mutakhir, harus melihat latar belakang yang membawa kepada keadaan sekarang. Akan ditemukan, bahwa kegiatan dan pekerjaan administrasi sudah ada sejak beribu tahun yang lalu. Meskipun demikian baru pada akhir abad 19 atau awal abad 20 pengalaman tersebut ditelaah dan dianalisis secara ilmiah kemudian dikumpulkan dan disatukan dalam suatu disiplin ilmu yang yang disebut ilmu Administrasi. Pernyataan di atas menjelaskan bahwa dengan mempergunakan fakta sejarah (administrasi) secra seksama akan diperoleh telaahan yang lebih tepat mengenai fakta dan teori administrasi yang ada sekarang dan juga akan membantu memudahkan melakukan analisis tentang perspektif administrasi masa yang akan datang. Hal itu tentu dapat dilakukan dengan baik apabila dihilangkan kecenderungan anggapan untuk tidak melihat sejarah semata-mata hanya sebagai hasil skenario yang dibuat oleh sejarawan. . Demikianlah, dengan dan melalui analisis sejarah dapat dilacak dan diketahui bahwa pada kira-kira tahun 1300 SM, bangsa Mesir telah mengenal Administrasi. Max Webber, seorang sosiolog berkebangsaan Jerman yang terkemuka pada zamannya, meyakini Mesir sebagai satu-satunya Negara yang paling tua yang memiliki administrasi birokratik. Demikian juga di Tiongkok kuno, dapat diketahui tentang konstitusi Chow yang dipengaruhi oleh ajaran Confucius dalam Administrasi Pemerintahan. Dari Yunani (430 SM) dengan susunan kepengurusan Negara yang demokratis, Romawi dengan De Officiis dan De Legibusnya Marcus Tullius Cicero; dan abad 17 di Prusia, Austria, Jerman, dan Prancis, dengan Kameralis, yang mengembangkan ilmu Administrasi Negara, misalnya system pembukuan dalam hal Administrasi Keuangan Negara, Merkanitilis (sentralisasi ekonomi dan politik) dan kaum Fisiokrat yang berpengaruh selama kurun waktu 1550-1700-an. Awal Pemikiran administrasi awalnya dikuasai oleh nilai-nilai budaya yang anti bisnis, anti prestasi, dan sebagian besar anti manusia. Indusrialisasi tidak bisa muncul apabila orangorang harus menjadi pusat-pusat mereka dalam hidup, bila raja-raja yang dikuasai oleh pusat, mendikte, dan bila orang-orang dihimbau untuk mengambil tidak bermaksud untuk pemenuhan yang individu di dunia ini tetapi untuk menantikan seseorang yang lebih baik. Di depan revolusi industri, Masyarakat-masyarakat dan ekonomi adalah sangat utama dan statis, dan nilai-nilai politis melibatkan pengambilan keputusan yang secara sepihak oleh sebagian orang otoritas pusat. Walaupun beberapa awal gagasan untuk manajemen yang muncul, mereka sebagian besar dilokalisir. Organisasi-organisasi bisa menjadi kekuasaan raja, di pendekatan dogma bertujuan untuk setia, dan disiplin ketat ala militer. Ada sebagian kecil atau tidak ada untuk mengembangkan satu badan formal dari manajemen yang dipikirkan di

bawah ini bukan keadaan yang terindustrialisasi. Tiga angkatan yang saling berinteraksi dan berkombinasi untuk menghidupi satu usia baru dari industrialisasi. Yang ditandai ketika etika, atau manusia pengaturan baku melakukannya, Mereka menggambarkan bagaimana keadaan sosial , ekonomi, dan sikap-sikap politis sedang berubah sepanjang masa kelahiran kembali sebuah budaya. Etika yang dibahas adalah pada kenyataannya suatu perjuangan antara kaum tua tradisional dan kaum muda modern, baru saja muncul dalam masyarakat. Susila protestan adalah suatu tantangan yang dimanasampai otoritas pusat gereja dan satu tanggapan sesuai dengan kebutuhan orang-orang untuk berprestasi di dunia ini; susila kebebasan mencerminkan perjuangan masa lampau antara kaum monolitis dan bentuk Negara. Wakil rakyat dicari untuk melindungi hak yang individu; dan susila pasar adalah suatu hal yang dilemparkan sebelum bangsawan yang ada lebih menyukai sistem ekonomi merkantilisme. Perjuangan yang mewakili di sini adalah satu : kebersamaan melawan invidual, hak azasi manusia dan proses otokrasi (kuasa mutlak) melawan pelanggaran hak-hak azazi (kesewenang-wenangan) , dan pemusatan melawan desentralisasi. Perjuangan ini harus terus berlanjut hingga sekarang Kelahiran kembali budaya ini akan menetapkan prasyarat-prasyarat untuk industrialisasi dan sesudah itu kebutuhan akan satu badan sistematis , yang disusun ,dan masuk akal dari suatu pengetahuan bagaimana cara mengatur. Perbaikan dan kemunculan ekonomi pasar memerlukan para manajer untuk menjadi lebih kreatif dan untuk lebih baik untuk mengetahui sekitar bagaimana yang terbaik untuk mengatur satu organisasi. Berhadapan dengan satu persaingan yang kompetitif harus mengubah kehidupan kita, manajer harus mengembangkan potensi dari pengetahuan sekitar bagaimana yang terbaik untuk menggunakan sumber daya. Orang-orang mulai berpikir tentang bagaimana memperoleh dan harus mempunyai cara yang masuk akal yang didasarkan pada bagaimana membuat keputusan-keputusan; tidak lagi organisasi-organisasi yang dioperas idi penuhi oleh beberapa tingkah-tingkah. Perubahan ini tidak datang tiba-tiba tetapi terjadi dalam satu periode yang lama dari waktu ke waktu sebagai budaya yang harus diubah. Fakta-fakta administrasi seperti dikemukakan diatas hingga 1886 dikenal sebagai praktek dan teknik kerja sama atau sebagai seni administrasi yang belum ditelaah secara ilmiah. Adapun puncak analisis ilmiah (scientific analysis) mengenai fenomena administrasi berdasarkan fakta sejarah dimulai pada akhir abad ke 19 dengan munculnya gerakan manajemen ilmian Scientific Management yang diperoleh oleh Frederick Winslow Taylor (1856-1925) sekaligus memberikan identitas ilmu bagi Administrasi yang kemudian disempurnakan dengan munculnya berbagai teori dan pendekatan bagi studi administrasi, seperti teori dan pendekatan birokrasi, hubungan manusia (human relation), teori pendekatan dan perilaku, pendekataMasa perkembangan ilmu administrasi, sejak lahirnya tahun 1886 sampai sekarang telah menjalani empat masa, yaitu : 1. Masa pertama disebut survival period (1886-1930). Tahun 1886 sering disebut sebagai tahun lahirnya ilmu administrasi, karena pada tahun itulah gerakan manajemen/administrasi ilmiah dimulai oleh Frederick Winslow Taylor di Amerika Serikat yang dijuluki bapak ilmu manajemen, dan kemudian diikuti oleh Henry Fayol di Prancis yang dijuluki pula bapak ilmu Administrasi. Dalam masa ini para sarjana mulai memperjuangkan supaya pengetahuan administrasi sebagai ilmu yang mandiri atau sebagai salah satu tertib-ilmu (disiplin). Demikian juga dalam masa inilah para ahli dan sarjana mengkhususkan dirinya dalam bidang administrasi dan manajemen. 2. Masa kedua disebut consolidation and completion period (1930-1945). Dalam masa ini asas-asas, rumus-rumus dan kaidah-kaidah (norma) ilmu administrasi lebih disempurnakan. Dan dalam masa ini juga mutu (quality) dan jumlah (quantity) para sarjana administrasi turut dikembangkan serta gelar-gelar kesarjanaan dalam ilmu administrasi Negara dan niaga banyak diberikan oleh lembaga-lembaga pendidikan tinggi.

3. Masa ketiga disebut human relations period (1945-1959). Dalam masa ini para sarjana administrasi mulai memperhatikan segi manusiawi dan menyelidiki segala hubungan dari semua orang dalam kegiatan kerjasama, baik hubungan yang bersifat resmi (dinas,formal) maupun yang tidak resmi (informal). Pada masa ini pula ditulis pula hampir semua buku mengenai hubungan antar manusia dalam kegaiatan kerjasama mereka. 4. Masa keempat disebut behavioral period (1959-sekarang). Dalam masa ini para sarjana administrasi mulai mengadakan perhatian serta peningkatan terhadap penyelidikan mengenai tindakan-tindakan dan perilaku orang-orang dalam kehidupan berorganisasi dan dalam bidang pekerjaannyan system maupun pendekatan kontingensi (contingency approach). Dari uraian diatas kita dapat menarik kesimpulan tentang Administrasi. Adapun pengertian dari Administrasi menurut Ilmu adalah suatu ilmu yang mempelajari aktivitas manusia yang bersifat kooperatif dan bagaimana cara-cara merealisasikannya yang terkumpul secaras sistemasi. Sedangkan pengertian Administrasi sebagai Seni adalah merupakan proses kegiatan yang perlu dikembangkan secara kontinu, agar administrasi sebagai suatu cara untuk mencapai tujuan yang benar-benar dapat memberi peranan yang diharapkan. Adapun pengertian luas dan sempit dari Administrasi adalah : Administrasi dalam arti sempit, yaitu berasal dari kata administratie (bahasa Belanda) yang meliputi kegiatan: catat-mencatat, surat menyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda, dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan. Administrasi dalam arti luas, yaitu dari kata administration (bahasa Inggris). Administrasi merupakan kegiatan dari pada kelompok yang mengadakan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

SEJARAH PEMIKIRAN ADMINISTRASI Pemikiran yang dikembangkan oleh para ahli teori klasik yang dianggap sebagai perintis dan menjadi fondasi untuk ilmu administrasi modern:

Charles Babbage, Henry R.Tone, Fredrick Winslow Taylor, Gilbreths, Henry L.Grant, Harrington Emerson, Henry Fayol, James D. Money,Lyndal F.Urwick, Chester I. Barnard Para ahli Adm modern yang dikembangkan dari pendekatan-pendekatan psikologis terutama dipelopori oleh Elton Mayo, hugo Munsterberg yang dikena dengan hubungan manusia, dan juga aliran-aliran perilaku, teori proses, pendekatan kuantitatif, pendekatan sistem dan pendekatan kontingensi Para ahli teori klasik terutama menekankan pada pemikiran F.W Taylor dan Henry Fayol dan Max Webber dengan kontribusi dari para ahli teori klasik lainnya Kemudian membahas pendikatan hubungan manusia, pendekatan prilaku, pendekatan proses, pendekatan kuantatif, pendekatan sistem dan pendekatan kontingensi yang merupakan acuan pendekatan studi dalam administrasi modern. Teori selalu berkembang dan tidak mengenal akhir. Apalagi tidak satu teoripun yang bisa gambarkan secara lengkap tentang kenyataan kerja sama keorganisasian yang kita alami Oleh sebab itu teori klasik bukan berarti sudah kadaluarsa dan teori modern dan kontemporer adalah up to date, tetapi kedua-duanya saling lengkapi atas kelemahan masing-masing. Meskipun demikian baru pada akhir abad 19 awal abad 20 pengalaman tersebut ditelaah dan dianalisis secara ilmiah yang dikumpulkan dalam satu disiplin ilmu yaitu Ilmu Administrasi Melalui analisis sejarah dapat dilacak dan diketahui bahwa kira-kira tahun 1300 SM bangsa mesir telah mengenal Administrasi, Max webber Mesir sebagai satu-satunya

Negara paling tua yang memiliki Administrasi Birokratik.Demikian juga tiongkok kuno, dapat diketahui tentang konstitusi Chow yang dipengaruhi oleh ajaran Confucius dalam administrasi Pemerintahan. Yunani (430 SM) dengan susunan kepengurusan Negara yang demokratis, Romawi dengan de ofiis dan de Legibusnya Marcus Tullius Cicero dan abad 17 di perusia, Austria, Jerman, dan Prancis dengan Kameralisyang mengembangkan Administrasi Negara, Misalnya : Sistem Pembukuan dalam hal administrasi keuangan Negara, Markantilis (sentralisasi Ekonomi dan politik) dan Kaum Fisiokrat yang berpengaruh selama kurun waktu 1550 1700 san Fakta administrasi seperti dikemukakan diatas hingga 1886 dikenal sebagai praktek dan teknik kerjasama sebagai seni administrasi yang belum ditelaah secara ilmiah. Adapun puncak analisis ilmiah mengenai fenomena administrasi

Definisi

Pengertian dan Definisi Administrasi Menurut Para Ahli

Administrasi pada intinya melingkupi seluruh kegiatan dari pengaturan hingga pengurusan sekelompok orang yang memiliki diferensiasi pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan bersama. Administrasi dapat berjalan dengan sua atau banyak orang terlibat di dalamnya Sebagian besar literatur menggunakan istilah administrasi perkantoran dan manajemen perkantoran untuk menyebut administrasi.

Berikut

ini

pengertian

dan

definisi

administrasi

menurut

beberapa

ahli:

# ULBERT Administrasi secara sempit didefinisikan sebagain penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis baik internal maupun eksternal dengan maksud menyediakan keterangan serta memudahkan untuk memperoleh kembali baik sebagian maupun menyeluruh. Pengertian administrasi secara sempit ini lebih dikenal dengan istilah Tata Usaha # WH EVANS Administrasi adalah fungsi yang menyangkut manajemen dan pengarahan semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan keterangan, komunikasi, dan ingatan organisasi # ARTHUR GRAGER Administrasi adalah fungsi tata penyelenggaraan terhadap komunikasi dan pelayanan warkat suatu organisasi # WILLIAM LEFFINGWELL dan EDWIN ROBINSON Administrasi adalah cabang ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran secara efisien, kapan, dan dimana pekerjaan itu harus dilakukan # GEORGE TERRY Administrasi adalah perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

(indahf/Carapedia)

Pencarian Terbaru (100)

Pengertian administrasi. Definisi administrasi. Pengertian administrasi menurut para ahli. Pengertian administrasi menurut ahli. Pengertian administrasi negara. Definisi administrasi menurut para ahli. Definisi administrasi menurut ahli.

Administrasi adalah. Pengertian ilmu administrasi. Administrasi menurut para ahli. Pengertian administrasi publik. Arti administrasi. Definisi administrasi negara. Defenisi administrasi. Pengertian administrasi negara menurut para ahli. Fungsi administrasi menurut para ahli. Pengertian pekerjaan menurut para ahli. Pengertian tata usaha. Definisi administrasi publik. Definisi administrasi perkantoran. Defenisi administrasi menurut para ahli. Pengertian manajemen administrasi. Pengertian ilmu administrasi negara. Pengertian administrasi kesehatan. Devinisi administrasi. Definisi administrasi negara menurut para ahli. Definisi ilmu administrasi. Pengertian administrasi publik menurut para ahli. Pengertian administratif. Administrasi. Defenisi organisasi menurut para ahli. Pengertian kantor menurut para ahli. Konsep administrasi. Pengertian adminitrasi. Pengertian administrasi adalah. Administrasi negara menurut para ahli. Pengertian pelayanan publik menurut para ahli. Pengertian administrasi negara menurut ahli. Administrasi negara. Pengertian tata usaha menurut para ahli. Pengertian adm. Definisi management menurut para ahli. Pengertian ilmu administrasi menurut para ahli. Pengertian administrasi negara menurut para pakar. Administrasi olahraga. Pengertian administrasi menurut para ahli administrasi. Pengertian ilmu administrasi negara menurut para ahli. Definisi kantor menurut para ahli. Pengertian admistrasi. Pengertian admin. Pengertian ilmu administrasi publik. Pengertian pekerjaan kantor menurut para ahli. Konsep administrasi negara. 10 definisi administrasi menurut para ahli. Definisi ilmu administrasi menurut para ahli. Definisi administrasi publik menurut para ahli. Pengertian administrasi usaha. Definisi ilmu administrasi negara. Pengertian administrasi secara sempit. Pengertian administrasi olahraga. Ahli administrasi. Pengertian administrasi menurut pakar. Penertian administrasi. Definisi administrasi menurut pakar. Pengertian kantor menurut beberapa ahli. Pelayanan publik menurut para ahli. Pengertian kantor menurut ahli. Defenisi administrasi negara. Pengertian adminstrasi. Definisi pelayanan publik menurut para ahli. Pengertian manajemen administrasi perkantoran. Definisi administrasi negara menurut ahli. Definisi ilmu negara menurut para ahli. Pengertian dan definisi administrasi menurut para ahli. Devinisi administrasi menurut para ahli. Definisi ilmu administrasi negara menurut para ahli. Administrasi publik menurut para ahli. Konsep administrasi publik. Pengertian dari administrasi. Pengertian administrasi pemerintahan. Administrasi menurut beberapa ahli. 5 definisi administrasi. Pengrtian administrasi. Definisi administrasi menurut para ahli indonesia. Pengertianadministrasi. Teori administrasi menurut para ahli. Ilmu administrasi menurut para ahli. Pengertian administrasi perkantoran menurut ahli. Istilah administrasi. Pengertian administrasi menurut tokoh. Artikel administrasi.

Administrasi pengertian. Konsep administrasi menurut para ahli. Definisi admin. Definisi administrasi menurut beberapa ahli. Pengertian administrasi menurut. Pengertian adm negara. Arti administrasi negara. Apa pengertian administrasi. Definisi administrasi olahraga.

Teori Administrasi (teori klasik organisasi 2)


Diterbitkan 9 November, 2008 komunikasi organisasi 3 Komentar Tag:administrasi, teori, teori klasik

Teori administrasi adalah bagian kedua dari tiga dasar teori klasik organisasi (Hick dan Gullett, 1975). Di sini terdapat perbedaan yang dibiaskan pada praktek manajerial dalam teori administrasi. Mengingat teori birokrasi memberikan penjelasan organisasi yang dibangun secara ideal, teori administrasi merumuskan strategi spesifik untuk menerapkan struktur birokrasi. Teori administrasi menterjemahkan banyak prinsip dasar model birokrasi secara deskriptif ke dalam prinsip praktek manajerial preskriptif. Buktinya, teori administrasi memiliki gelar populer sebagai prinsip manajemen (Hick dan Gullett, 1975). Teoritikus administrasi pertama dan paling berpengaruh adalah industrialis berkebangsaan Perancis yaitu Henry Fayol. Pada tahun 1916, Fayol mengidentifikasi beberapa prinsip manajemen. Dalam tonggak sejarahnya buku berjudul Manajemen Umum dan Industri (yang diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Inggris di tahun 1949) itu telah menjadi titik tolak dari teori administrasi. Prinsip-prinsip tersebut telah diterapkan secara luas pada desain dan praktek organisasi dan memberikan pengaruh kuat pada desain dan administrasi organisasi industri modern. Beberapa prinsip dasar manajemen yang telah diperkenalkan oleh Fayol kemudian menjadi sesuatu yang biasa kita temukan sekarang ini, tetapi itu merupakan refleksi dari aplikasi dan penggunaannya yang luas. Banyak prinsip dasar yang serupa dengan model birokrasi yang didefinisikan oleh Weber. Fayol (1949) mendefinisikan 20 prinsip dasar manajemen. Perencanaan mengarahkan para manajer untuk menganalisa tugas dan tujuan organisasi dan untuk merancang strategi spesifik maupun mengidentifikasi bahan baku dan personil yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tujuan organisasi. (Untuk mengetahui seberapa jauh prinsip dasar ini memiliki kesamaan dengan kaidah, aturan dan prosedur yang diformalisasikan oleh prinsip birokrasi Weber, lihat tabel 3.1 halaman 78).

Organisasi mengarahkan para manajer untuk mengalokasikan personil, peralatan dan sumber yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tujuan organisasi yang diidentifikasi dalam perencanaan. Perintah menuntut para manajer untuk mengarahkan aktivitas anggota kelompok anggota organisasi yang berbeda untuk menyelesaikan tujuan organisasi. Kontrol mengharuskan para manajer menggunakan kewenangan mereka untuk memastikan bahwa tindakan pekerja sesuai dengan tujuan dan aturan organisasi (untuk mengetahui seberapa jauh kesamaan prinsip tersebut dengan prinsip birokrasi hirarki Weber; lihat Tabel 3.1). Bidang pekerjaan mengarahkan pengembangan kemampuan kerja khusus dari anggota organisasi sehingga mereka dapat berkonsentrasi pada tugas-tugas tertentu sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi. (Untuk mengetahui seberapa jauh kesamaan prinsip tersebut dengan spesialisasi peran anggota organisasi Weber; lihat Tabel 3.1). Otoritas memberdayakan para manajer untuk menggunakan kekuasaan dan kontrol terhadap bawahan guna mengarahkan aktivitas mereka terhadap produk organisasi. Bawahan dituntut menghasilkan sesuai kewenangan atasan yang ada dalam organisasi. (Untuk mengetahui seberapa jauh kesamaan prinsip tersebut dengan prinsip birokrasi hirarki Weber; lihat Tabel 3.1). Disiplin mengarahkan semua anggota organisasi untuk menyampaikan kaidah dan panduan organisasi dan hukuman khusus bagi anggota organisasi yang gagal dalam melaksanakan tugas sesuai aturan perusahaan. (Untuk mengetahui seberapa jauh kesamaan prinsip tersebut dengan prinsip birokrasi profesionalisme Weber; lihat Tabel 3.1). Kesatuan perintah menyatakan bahwa setiap anggota organisasi harus menerima arahan dari satu atasan saja dan bertanggung jawab kepada orang tersebut. Prinsip ini berfungsi untuk meningkatkan kejelasan peran kerja dengan cara mengenali siapa yang bertanggung jawab terhadap apa dan siapa yang berwenang terhadap siapa dalam aktivitas organisasi. Rantai scalar menyatakan bahwa anggota organisasi harus menjawab langsung kepada atasan mereka dan mengawasi langsung bawahan mereka. Rantai scalar membentuk jalur interaksi vertikal di antara atasan dan bawahan sepanjang rantai komando hirarki organisasi (Gambar 3.1). ia mengidentifikasi rute utama susunan untuk kaidah dan pengarahan yang diikuti dengan jalur komunikasi dan mampu menciptakan interaksi sulit di antara anggota organisasi yang berada dalam posisi rantai komando paralel di dalam organisasi. Untuk mengatasi masalah ini, Fayol menyatakan bahwa dalam lingkungan tertentu (keadaan darurat, misalnya), anggota organisasi dapat

berkomunikasi secara horisontal, atau lintas rantai komando secara paralel dengan rekan sekerja untuk mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas organisasi. Prinsip dasar ini mengatasi masalah komunikasi horisontal terbatas di antara anggota organisasi dengan tingkat hirarki yang sama dalam organisasi. Fayol menyebut saluran horisontal, yang dalam efeknya memecah rantai scalar, sebagai jembatan, tetapi ia kemudian lebih dikenal dengan jembatan Fayol (Gambar 3.2) Kesatuan arah menyatakan bahwa anggota organisasi harus satu pikiran, bekerja sama untuk menyelesaikan tujuan organisasi. Prinsip dasar ini menggambarkan sebuah penekanan terhadap produk organisasi terhadap produk anggota organisasi individual. (Untuk mengetahui seberapa jauh kesamaan prinsip tersebut dengan prinsip birokrasi profesionalisme Weber; lihat Tabel 3.1:78). Bawahan individu bagi kelompok yang lebih besar mengarahkan anggota organisasi secara individu untuk bertindak sesuai kepentingan organisasi. (Untuk mengetahui seberapa jauh kesamaan prinsip tersebut dengan prinsip birokrasi profesionalisme yang menekankan pentingnya organisasi untuk berhadapan dengan anggota organisasi individu; lihat Tabel 3.1). Penghitungan ulang menyatakan bahwa anggota organisasi harus mendapatkan penghargaan atas pekerjaan mereka dengan gaji dan tunjangan materi lain (bonus, bagi laba, pembagian saham) yang sesuai dengan produktivitas pekerjaan mereka. Prinsip ini didasarkan pada pernyataan bahwa anggota organisasi bisa dipicu secara meterial sehinga kinerja mereka bergantung kepada jumlah penghitungan uang yang mereka terima dari perusahaan. Sentralisasi kekuasaan menyatakan bahwa kinerja organisasi bisa sukses ketika adanya kontrol ketat terhadap aktivitas anggota organisasi dari administrasi pusat dan desentralisasi proses organisasi tidak bisa berkembang pada suatu titik di mana proses itu tidak berada dalam pengawasan hirarki langsung. (Untuk mengetahui seberapa jauh kesamaan prinsip tersebut dengan prinsip birokrasi hirarki Weber; lihat Tabel 3.1). Perintah mengarahkan organisasi, perencanaan, dan klasifikasi aktivitas dengan jelas. Prinsip ini menekankan bahwa tidak ada yang boleh disisakan dalam perubahan organisasi. Semua aktivitas organisasi beserta prosesnya harus dirancang dengan jelas dan dipadukan ke dalam tujuan formal organisasi. (Untuk mengetahui seberapa jauh kesamaan prinsip tersebut dengan prinsip birokrasi kaidah, aturan dan prosedur yang diformalisasikan Weber; lihat Tabel 3.1). Ekuitas menyatakan bahwa semua anggota organisasi harus diperlakukan secara adil. Kaidah dan panduan yang ditetapkan secara obyektif harus bisa digunakan untuk mengatur personil

organisasi. (Untuk mengetahui seberapa jauh kesamaan prinsip tersebut dengan prinsip birokrasi kaidah, aturan dan prosedur yang diformalisasikan Weber; lihat Tabel 3.1). Stabilitas kedudukan menyatakan bahwa anggota organisasi membutuhkan waktu khusus untuk belajar menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada mereka, dan selama mereka mampu melakukannya dengan baik, maka pekerjaan dan posisi mereka akan tetap aman dalam organisasi. Inisiatif menyatakan bahwa anggota organisasi harus mampu bekerja dengan perhatian yang terbaik bagi organisasinya. Para manajer harus mengetahui tugas yang akan diselesaikan dan mengarahkan aktivitas bawahan untuk memenuhi tugas-tugas tersebut. Semangat kesatuan menyatakan bahwa tujuan organisasi bisa dicapai dengan sukses ketika anggota merasa bangga terhadap organisasinya. Fayol menekankan pentingnya loyalitas dan komitmen emosional anggota organisasi terhadap organisasi mereka. Lini dan fungsi staf mengidentifikasi kebutuhan personil dengan dukungan khusus (staf) untuk membantu manajer yang memiliki tanggung jawab utama dalam membuat keputusan dan mengarahkan aktivitas untuk mencapai tujuan organisasi (lini). Anggota staf yang menangani masalah tehnik, administrasi, personil dan masalah lain membantu manajer lini untuk bebas dari detail administrasi sehingga dengan demikian mereka dapat memfokuskan perhatianya dalam mengarahkan pencapaian tujuan organisasi . Adalah suatu hal yang mudah untuk melihat banyak kesamaan yang terdapat di antara teori birokrasi Weber dan teori administrasi Fayol (Tabel 3.1). keduanya berusaha meningkatkan logika, perintah dan struktur dalam organisasi. Teori administrasi dikembangkan sebagai panduan preskriptif bagi manajemen organisasi industri sesuai penggunaan kaidah dan otoritas secara langsung. Di sini diperlihatkan kekuatan dan kelemahan dari teori administrasi. Prinsip dasar preskriptif dari teori administrasi membuat teori tersebut sangat pragmatis dan dapat diaplikasikan pada organisasi bisnis. Sebelumnya, karena tidak ada prinsip manajemen universal yang dapat diaplikasikan secara merata pada semua situasi organisasi, prinsip teori administrasi dapat disalahartikan, bertentangan dan tidak sesuai dalam penggunaannya ketika berhubungan dengan masalah-masalah organisasi yang berbeda. Di samping itu, seperti yang akan kita bahas secara mendalam pada bagian akhir bab ini, prinsip teori administrasi, seperti prinsip birokrasi, sering dihubungkan sebagai bentuk yang kaku dan tidak peka terhadap kebutuhan anggota organisasi. Suka Be the first to like this post.

3 Tanggapan ke Teori Administrasi (teori klasik organisasi 2) Pengumpan untuk Entri ini Alamat Jejakbalik

1.

as 20 November, 2008 pukul 8:32 am

assalmualaikum sering kali orang bingung tentang teori manajemen dan teori administrasi, bahkan ada yang tidak dapt membedakan antara administrasi dan manjemen apalagi jika dihubungkan dengan masalah birokrasi penjelasan mengenai hal itu sangat dibutuhkan sukse ya

2.

afgan 16 Desember, 2008 pukul 12:02 pm

no komen!!!

3.

adri 27 September, 2009 pukul 2:00 am

(Untuk mengetahui seberapa jauh prinsip dasar ini memiliki kesamaan dengan kaidah, aturan dan prosedur yang diformalisasikan oleh prinsip birokrasi Weber, lihat tabel 3.1 halaman 78). aku mau nanya, tabel 3.1 halaman 78 dilihat dimana?? apa ada buku referensinya???

Tinggalkan Balasan Enter your comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:


Email (wajib) (Address never made public)

Nama (wajib)

Situs web

Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik.


Teori Birokrasi (teori klasik organisasi 1) Teori Manajemen Ilmiah (teori klasik organisasi 3)

Blog Stats

134,072 hits

ejarah singkat pemikiran ilmu administrasi Dengan dan melalui analisis sejarah dapat dilacak dan diketahui bahwa pada kira-kira tahun 1300 SM, bangsa Mesir telah mengenal Administrasi. Max Webber, seorang sosiolog berkebangsaan Jerman yang terkemuka pada zamannya, meyakini Mesir sebagai satu-satunya Negara yang paling tua yang memiliki administrasi birokratik. Demikian juga di Tiongkok kuno, dapat diketahui tentang konstitusi Chow yang dipengaruhi oleh ajaran Confucius dalam Administrasi Pemerintahan. Dari Yunani (430 SM) dengan susunan kepengurusan Negara yang demokratis, Romawi dengan De Officiis dan De Legibusnya Marcus Tullius Cicero; dan abad 17 di Prusia, Austria, Jerman, dan Prancis, dengan Kameralis, yang mengembangkan ilmu Administrasi Negara, misalnya system pembukuan dalam hal Administrasi Keuangan Negara, Merkanitilis (sentralisasi ekonomi dan politik) dan kaum Fisiokrat yang berpengaruh selama kurun waktu 1550-1700-an. Awal Pemikiran administrasi awalnya dikuasai oleh nilai-nilai budaya yang anti bisnis, anti prestasi, dan sebagian besar anti manusia. Indusrialisasi tidak bisa muncul apabila orang-orang harus menjadi pusat-pusat mereka dalam hidup, bila raja-raja yang dikuasai oleh pusat, mendikte, dan bila orangorang dihimbau untuk mengambil tidak bermaksud untuk pemenuhan yang individu di dunia ini tetapi untuk menantikan seseorang yang lebih baik. Di depan revolusi industri, Masyarakatmasyarakat dan ekonomi adalah sangat utama dan statis, dan nilai-nilai politis melibatkan pengambilan keputusan yang secara sepihak oleh sebagian orang otoritas pusat. Walaupun beberapa awal gagasan untuk manajemen yang muncul, mereka sebagian besar dilokalisir. Organisasi-organisasi bisa menjadi kekuasaan raja, di pendekatan dogma bertujuan untuk setia, dan disiplin ketat ala militer. Ada sebagian kecil atau tidak ada untuk mengembangkan satu badan formal dari manajemen yang dipikirkan di bawah ini bukan keadaan yang terindustrialisasi. Adapun puncak analisis ilmiah (scientific analysis) mengenai fenomena administrasi berdasarkan fakta sejarah dimulai pada akhir abad ke 19 dengan munculnya gerakan manajemen ilmian Scientific Management yang diperoleh oleh Frederick Winslow Taylor (1856-1925) sekaligus memberikan identitas ilmu bagi Administrasi yang kemudian disempurnakan dengan munculnya berbagai teori dan pendekatan bagi studi administrasi, seperti teori dan pendekatan birokrasi, hubungan manusia (human relation), teori pendekatan dan perilaku, pendekataMasa perkembangan ilmu administrasi, sejak lahirnya tahun 1886 sampai sekarang telah menjalani empat masa, yaitu : 1. Masa pertama disebut survival period (1886-1930). Tahun 1886 sering disebut sebagai tahun lahirnya ilmu administrasi, karena pada tahun itulah gerakan manajemen/administrasi ilmiah dimulai oleh Frederick Winslow Taylor di Amerika Serikat yang dijuluki bapak ilmu manajemen, dan kemudian diikuti oleh Henry Fayol di Prancis yang dijuluki pula bapak ilmu Administrasi. Dalam masa ini para sarjana mulai memperjuangkan supaya pengetahuan administrasi sebagai ilmu yang mandiri atau sebagai salah satu tertib-ilmu (disiplin). Demikian juga dalam masa inilah para ahli dan sarjana mengkhususkan dirinya dalam bidang administrasi dan manajemen. 2. Masa kedua disebut consolidation and completion period (1930-1945). Dalam masa ini asas-asas, rumus-rumus dan kaidah-kaidah (norma) ilmu administrasi lebih disempurnakan. Dan dalam masa ini juga mutu (quality) dan jumlah (quantity) para sarjana administrasi turut dikembangkan serta gelar-gelar kesarjanaan dalam ilmu administrasi Negara dan niaga banyak diberikan oleh lembagalembaga pendidikan tinggi. 3. Masa ketiga disebut human relations period (1945-1959). Dalam masa ini para sarjana administrasi mulai memperhatikan segi manusiawi dan menyelidiki segala hubungan dari semua orang dalam kegiatan kerjasama, baik hubungan yang bersifat resmi (dinas,formal) maupun yang tidak resmi (informal). Pada masa ini pula ditulis pula hampir semua buku mengenai hubungan antar

manusia dalam kegaiatan kerjasama mereka. 4. Masa keempat disebut behavioral period (1959-sekarang). Dalam masa ini para sarjana administrasi mulai mengadakan perhatian serta peningkatan terhadap penyelidikan mengenai tindakan-tindakan dan perilaku orang-orang dalam kehidupan berorganisasi dan dalam bidang pekerjaannyan system maupun pendekatan kontingensi (contingency approach). Dari uraian diatas kita dapat menarik kesimpulan tentang Administrasi. Adapun pengertian dari Administrasi menurut Ilmu adalah suatu ilmu yang mempelajari aktivitas manusia yang bersifat kooperatif dan bagaimana cara-cara merealisasikannya yang terkumpul secaras sistemasi. Sedangkan pengertian Administrasi sebagai Seni adalah merupakan proses kegiatan yang perlu dikembangkan secara kontinu, agar administrasi sebagai suatu cara untuk mencapai tujuan yang benar-benar dapat memberi peranan yang diharapkan. Adapun pengertian luas dan sempit dari Administrasi adalah : Administrasi dalam arti sempit, yaitu berasal dari kata administratie (bahasa Belanda) yang meliputi kegiatan: catat-mencatat, surat menyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda, dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan. Administrasi dalam arti luas, yaitu dari kata administration (bahasa Inggris). Administrasi merupakan kegiatan dari pada kelompok yang mengadakan kerja sama untuk mencapai tujuan.

Artikel Terkait Ilmu administrasi


Hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu-ilmu Lain Manajemen Kepemimpinan Komunikasi

Definisi/Pengertian Administrasi
Istilah administrasi berasal dari bahasa latin yaitu Ad dan ministrate yang artinya pemberian jasa atau bantuan, yang dalam bahasa Inggris disebut Administration artinya To Serve, yaitu melayani dengan sebaik-baiknya. Pengertian administrasi dapat dibedakan menjadi 2 pengertian yaitu :
1. Administrasi dalam arti sempit. Menurut Soewarno Handayaningrat mengatakan Administrasi secara sempit berasal dari kata Administratie (bahasa Belanda) yaitu meliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, keti-mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan(1988:2). Dari definisi tersebut dapat disimpulkan administrasi dalam arti sempit merupakan kegiatan ketatausahaan yang mliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal lainnya yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi serta mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan. 2. Administrasi dalam arti luas. Menurut The Liang Gie mengatakan Administrasi secara luas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu(1980:9). Administrasi secara luas dapat disimpulkan pada dasarnya semua mengandung unsur pokok yang sama yaitu adanya kegiatan tertentu, adanya manusia yang melakukan kerjasama serta mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Pendapat lain mengenai administrasi dikemukan oleh Sondang P. Siagian mengemukakan Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara 2 orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya (1994:3). Berdasarkan uraian dan definisi tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa administrasi adalah seluruh kegiatan yang dilakukan melalui kerjasama dalam suatu organisasi berdasarkan rencana yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan.

Pengertian Administrasi terdiri atas 2 bagian yaitu: 1. Administrasi dalam arti sempit merupakan kegiatan pencatatan,data,surat- surat informasi secara tertulis serta menyimpan dokumen tersebut,agar kelak dipergunakan kembali bila diperiksa. 2. Administrasi dalam arti luas menyangkut kegiatan manajemen atau pengelola terhadap keseluruhan komponen organisasi untuk mencapai efisiensi dalam mewujudkan tujuan organisasi maka bisa dikatakan bahwa pekerjaan administrasi merupakan jumlah dari pekerjaan operasional dan manajemen. Administrasi dapat diberi arti sebagai berikut: 1. Administrasi sebagai proses : keseluruhan proses yang dimulai dari proses kegiatan,proses pemikiran,proses pengetehuan,mulai dari penentuan tujuan sampai tercapainya tujuan tersebut. 2. Administrasi dalam arti fungsional : suatu tindakan secara sadar dilakukan berdasarkan fungsi-fungsi agar tujuan dapat tercapai. 3. Administrasi dalam institusional : (kelembagaan) yakni keseluruhan orang baik secara individu maupun secara kelompok, bersama-sama menjalankan aktifitas-aktifitas kearah tujuan yang ingin dicapai. Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2108174-pengertianadministrasi/#ixzz1qs7lLNnI

Perkembangan Teori Administrasi


A. Periode Tradisional 1. Teori administrasi ilmiah Teori ini dikembangkan oleh Frederick taylor (1856-1915 M) dikenal sebagai bapak managemen ilmiah, yang mendasarkan teorinya pada hasil eksperimen yang ia lakkan yang dituangkan dalam karya tulisnya yang berjudul the principles of scientific management sekitar tahun 1911, yang dipopulerkan oleh Louis brandeis yng berisi beberapa prinsip: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Prinsip studi waktu. Prinsip hasil upah Prinsip pemisahan antara perencanaan dan pelaksanaan Prinsip metode kerja ilmiah Prinsip control managerial Prinsip management fungsional

Berdasarkan prinsip diatas, administrasi pendidikan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Menggunakan disiplin yang keras Pemusatan pada tugas yang harus dikerjakan oleh bawahan Kurangnya hubungan interpersonal antara pekerja Aplikasi yang kaku dari system yang intensif dalam pemahaman administrasi Teori birokrasi

Ada lima cirri dari teori birokrasi ini yaitu: 1. Adanya pembagian tugas dan spesialisasi dari setiap individu dalam organisasi mepunyai wewenang dan juru diksi yang diatur oleh berbagai peraturan 2. Bersifat impresioanl 3. Dalam organisasi ada hirarki kewenangan 4. Didasarkan atas dokumen tertulis 5. Pembinaan pegawai berorientasi pada pengembangan karir Birokrasi jadi tidak berfungsi bila: 1. Orang dalam organisasi terkurung dalam bidang espesialisasi tertentu 2. Setiap orang hanya berorientasi untuk memegang jabatan yang lebih tinggi sehinggga anggota organisasi kehilangna kebebasan pribadinya. 3. Orientasi pertumbuhan karir menyebabkan orang mengejarnya dan melupakan unsure pelayanan organisasi 4. Teori klasik Teori ilmiah dan teori birokrasi biasanya digolongkan kepada teori klasik, filley mengemukakan beberapa kelemahan dari teori klasik ini yaitu: 1. Teori kalsik merupakan teori yang terikat waktu 2. Bersifat deterministic

3. Tidak memperhitungkan berbagai dimensi dalam administrasi 4. Lebih banyak menggunakan asumsi yang lemah B. Periode Transisional 1. Teori hubungan antar manusia (human relation teori) Teori ini ditandai dengan timbulnya hubungan antara manusia. faktor manusia merupakan faktor yang sangat penting dalam menenutkan tingkat produktifitas kerja, hingga konsep moral dinamika kelompok dan hubungan interpersonal menjadi popular dikalangan administrator serta dalam teori administrasi. 1. Teori tingkah laku Teori tingkah laku dipelopori oleh Chester I banard, konsep Banard tentang administrasi menggunakan pendekatan interdisipliner dengan memakai berbagai pendekatan tingkah laku seperti psikologi, sosiologi, antropologi, ekonomi, dan psikologi social. Disamping itu Herbert Simon mengemukakan teori administrasi dalam bukunya Administration Behavior bahwa masalah tingkah laku administrasi dari sudut proses pengambilan keputusan yang terus menerus dalam suatu organisasi. Teorinya meliputi proses administrasi. 1. Periode teori pendekatan system Teori ini dikemukakan oleh Ludwig Von Bertalenfy mengemukakan system adalah susunan elemen yang berinteraksi satu dengan yang lain. Suatu system menghasilkan out put yang mempunyai aktifitas, menjaga integrasi serta kesatuan dari element-elementnya. Dalam teori system dikenal istilah homestatis dan umpan balik. Homestatia merupakan aplikasi dari prinsip umpan balik atau sebab akibat yang menyediakan mekanisme untuk tingkah laku mencari tujuan dan control terhadar diri sendiri.