Anda di halaman 1dari 13

PENDAHULUAN

Berdasarkan keputusan presiden yang menimbang bahwa pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun Ketiga (REPELITA III) telah menunjukkan hasil - hasil yang cukup memadai sehingga dapat dijadikan landasan yang kuat untuk tahap pembangunan selanjutnya. Bahwa dengan memperhatikan hasil-hasil yang dicapai serta kemampuankemampuan yang telah dapat dikembangkan dalam REPELITA III, dianggap perlu untuk menetapkan REPELITA IV yang merupakan kelanjutan dan peningkatan dari REPELITA III. Maka sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat nomor II/MPR/1983 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara, dipandang perlu untuk mengeluarkan Keputusan Presiden yang menetapkan Rencana Pembangunan Lima Tahun Keempat (1984/85 1988/89).

PEMBAHASAN

A. Tujuan Sebagaimana ditetapkan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) tujuan pembangunan Repelita IV ialah : 1. Meningkatkan taraf hidup, kecerdasan, dan kesejahteraan seluruh rakyat yang semakin merata dan adil dan; 2. Meletakkan landasan yang kuat untuk tahap pembangunan berikutnya.

Dalam Repelita III bangsa Indonesia telah mencapai hasil-hasil yang positif sehingga terciptalah suasana yang mantap untuk melanjutkan pembangunan dalam Repelita IV, sebagai pelaksanaan tahap keempat Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang. Berdasarkan hasil-hasil pembangunan dalam Repelita III serta belajar dari pengalaman berharga selama Repelita I, II dan III. Bangsa Indonesia bertekad untuk mempercepat tercapainya sasaran utama pembangunan jangka panjang yaitu terciptanya landasan yang kuat bagi Bangsa Indonesia untuk tumbuh dan berkembang atas kekuatannya sendiri menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Landasan yang kuat tersebut meliputi bidang Ekonomi, Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa; Sosial Budaya, Politik, dan Pertahanan Keamanan, sebagaimana ditetapkan di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara. Oleh karena itu, dalam Repelita IV diusahakan terciptanya kerangka landasan untuk tumbuh dan terus berkembang agar kemudian dapat dimantapkan dalam Repelita V, sehingga dalam Repelita VI dapat dicapai bangsa Indonesia yang benar-benar sudah dapat tinggal landas untuk memacu pembangunan menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Untuk menciptakan kerangka landasan sebagaimana diamanatkan GBHN tersebut perlu diusahakan terciptanya kondisi nasional yang memberikan rangsangan serta peluang seluas - luasnya bagi semua potensi pembangunan untuk berpartisipasi dan berprestasi dalam usaha pembangunan nasional dengan mengusahakan

keseimbangan dan keserasian pembangunan di berbagai bidang, sektor, dan daerah

serta pemanfaatan dan pengembangan sumber dana dan daya, pengembangan berbagai keahlian dan kelembagaan, berbagai usaha peningkatan dan

pengembangan pendapatan berbagai kelompok masyarakat dan lain-lain, sehingga bangsa Indonesia bisa secara terus menerus tumbuh dan berkembang secara wajar atas kekuatan sendiri, menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

B. Sasaran Repelita IV Adapun sasaran pembangunan Repelita IV sesuai dengan Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang diletakkan pada pembangunan bidang ekonomi dengan titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha - usaha memantapkan swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin - mesin industri sendiri, baik industri berat maupun ringan yang terus dikembangkan dalam Repelita - Repelita selanjutnya. Sejalan dengan prioritas pada pembangunan ekonomi tersebut, maka pembangunan dalam bidang politik, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain - lain juga semakin ditingkatkan sepadan dan agar saling menunjang dengan kemajuan - kemajuan yang dicapai oleh pembangunan di bidang ekonomi.

C. Langkah - langkah Repelita IV Dalam Repelita IV yang merupakan kelanjutan dan peningkatan dari Repelita III dilakukan langkah - langkah dan kebijaksanaan - kebijaksanaan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat, mendorong pembagian hasil - hasil pembangunan yang makin merata dan makin memperluas kesempatan kerja. Bersamaan dengan langkah langkah ini juga dilakukan usaha untuk memecahkan masalah - masalah yang dalam Repelita III telah ditangani tetapi belum dapat sepenuhnya dipecahkan, seperti masalah peningkatan laju pembangunan di daerah-daerah tertentu, peningkatan produksi pangan dan kebutuhan pokok lainnya, peningkatan kemampuan golongan ekonomi lemah, Koperasi, Kependudukan, pemilikan dan penggunaan tanah, transmigrasi, perumahan, perluasan fasilitas, peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan dan gizi, pembinaan hukum, ketertiban masyarakat, kelestarian

lingkungan hidup serta masalah-masalah lain di berbagai bidang pembangunan.

Repelita IV juga melanjutkan kebijaksanaan pembangunan yang berlandaskan pada Trilogi Pembangunan, yaitu pemerataan pembangunan dan hasil - hasilnya yang menuju pada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Ketiga unsur Trilogi Pembangunan tersebut saling kait - mengkait dan tetap dikembangkan secara serasi agar saling memperkuat. Dalam rangka pelaksanaan unsur pertama Trilogi Pembangunan, yaitu pemerataan pembangunan dan hasil - hasilnya, selain itu juga dilakukan pelaksanaan Delapan Jalur Pemerataan, sehingga secara keseluruhan keadilan sosial akan mendapat perhatian yang lebih besar dalam Repelita IV. Kedelapan Jalur Pemerataan tersebut adalah : 1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan, sandang dan perumahan. 2. 3. 4. 5. 6. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan. Pemerataan pembagian pendapatan. Pemerataan kesempatan kerja. Pemerataan kesempatan berusaha. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita. 7. 8. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.

Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi merupakan unsur kedua Trilogi Pembangunan serta merupakan prasyarat bagi tercapainya pelaksanaan pemerataan pembangunan dan hasil-hasil-nnnya ke arah keadilan sosial yang makin merata. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi ini akan dicapai melalui kenaikan produksi dan jasa di berbagai sektor meliputi sektor pertanian, industri, pertambangan, energi, perhubungan, perdagangan dan lain-lain dengan tetap berorientasi pada perluasan kesempatan kerja.

Secara sektoral laju pertumbuhan di berbagai sektor penting selama Repelita IV adalah sebagai berikut : sektor per-tanian diperkirakan tumbuh dengan rata-rata sekitar 3% dan sektor pertambangan dengan 2,4% per tahun, sedangkan sektor-sektor lainnya berkembang dengan laju relatif lebih tinggi, antara lain sektor industri berkembang dengan 9,5%, sektor angkutan dan komunikasi dengan 5,2%, serta sektor bangunan dengan 5%. Berdasarkan laju pertumbuhan sektor-sektor tersebut, maka peranan sektor pertanian akan turun dari 29,2% dalam tahun 1983/84 menjadi 26,4% dalam tahun 1988/89, sedangkan peranan sektor-sektor di luar pertanian akan meningkat dari 70,8% menjadi 73,6%. Dengan demikian berarti bahwa bangsa Indonesia akan melangkah lebih maju lagi ke arah tercapainya suatu struktur perekonomian yang makin seimbang.

Selama Repelita IV penerimaan dalam negeri diperkirakan akan meningkat dengan rata-rata 20,9% setahun. Penerimaan mi-nyak dan gas alam cair meningkat dengan rata-rata 18,4%, sedangkan penerimaan diluar minyak bumi dan gas alam cair meningkat dengan rata-rata 24,9% setahun. Pengeluaran rutin diperkirakan naik dengan rata-rata 24,2% setahun. Dengan demikian tabungan Pemerintah naik dengan ratarata 16,6 % setahun. Penerimaan ekspor meningkat dengan rata-rata sekitar 10%, yang terdiri dari kenaikan ekspor diluar minyak bumi dan gas alam cair sebesar ratarata 15,8% setahun dan kenaikan ekspor minyak bumi dan gas alam cair sebesar ratarata 7,6% setahun.

Dalam Repelita IV usaha memantapkan swasembada pangan dilakukan melalui peningkatan intensifikasi, diversifikasi dan ekstensifikasi, baik dilahan basah maupun dilahan kering pada padi, palawija, hortikultura, perkebunan dan peternakan serta perikanan. Dalam usaha memperbaiki mutu makanan dilakukan intensifikasi pemanfaatan lahan pekarangan.

Dalam Repelita IV pembangunan industri diprioritaskan pada industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri, baik industri berat maupun industri ringan yang akan terus dikembangkan dalam Repelita-Repelita selanjutnya. Juga akan dikembangkan industri yang dapat menjamin pengadaan bahan Baku dan bahan

penolong dalam rangka menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

Di sektor pertambangan, dilanjutkan dan ditingkatkan usaha-usaha untuk meningkatkan produksi dan ekspor hasil pertambangan. Di samping itu akan dilanjutkan pula inventarisasi kekayaan alam, baik sumber mineral maupun energi, dengan memanfaatkan teknologi tepatguna. Pembangunan pertambangan juga diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja, mengembangkan penyediaan kebutuhan bahan baku bagi industri dalam negeri, serta meningkatkan usaha-usaha pengolahan bahan - bahan tambang di dalam negeri.

Selama Repelita IV minyak dan gas bumi masih menduduki peranan strategis sebagai sumber penerimaan negara dan devisa terbesar bagi pembiayaan pembangunan dan sebagai sumber energi utama bagi kebutuhan energi dalam negeri.

Di bidang energi bukan listrik, dalam Repelita IV dilaksanakan empat program pokok, yaitu: 1. Peningkatan dan perluasan eksplorasi dan produksi minyak bumi, gas bumi, panas bumi dan kayu bakar serta usaha konservasi yang mengarah pemakaian energi yang lebih efisien. 2. Diversifikasi sumber energi secara luas yaitu dengan meningkatkan pemanfaatan gas bumi, batubara, gambut serta sumber energi lainnya. 3. Konservasi energi disegala bidang yaitu dengan mengutamakan penggunaan alat-alat dengan skala ekonomis. 4. Indeksasi yaitu pengembangan dan penerapan cara-cara ilmiah untuk menentukan proses-proses pada peralatan yang mempergunakan energi. Pembangunan pariwisata akan ditingkatkan untuk memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, meningkatkan devisa serta memperkenalkan alam dan kebudayaan Indonesia, dengan tetap mempertahankan terpeliharanya kebudayaan dan kepribadian nasional serta kelestarian lingkungan hidup. Pembinaan dan pengembangan pariwisata dalam negeri akan ditingkatkan dengan tujuan lebih mengenalkan alam dan kebudayaan bangsa dalam rangka memupuk cinta tanah air

dan mananamkan jiwa, semangat serta nilai-nilai 1945, di samping untuk memperluas kesempatan kerja.

Di bidang perdagangan dalam negeri langkah-langkah kebijaksanaan dalam Repelita IV ditujukan untuk memperlancar penyediaan dan penyaluran barang dan jasa dengan harga yang lebih merata dan lebih terjangkau oleh daya beli rakyat, disamping meningkatkan peranan dan peranserta pedagang golongan ekonomi lemah. Di bidang perdagangan luar negeri langkah - langkah kebijaksanaan diarahkan pada peningkatan dan pengembangan ekspor di luar migas, penyediaan barang-barang kebutuhan pokok yang masih perlu diimpor melalui impor yang terkendali, serta kebijaksanaan substitusi impor.

Pembangunan koperasi yang dilaksanakan selama Repelita IV, secara kuantitatif (usaha koperasi) telah menunjukkan hasil yang cukup memadai. Namun demikian, agar hasil yang telah dicapai tersebut dapat

berkesinambungan maka diperlukan perkembangan pembangunan koperasi secara kualitatif. Apabila secara kualitatif (kelembagaan koperasi) koperasi yang bersangkutan cukup berkembang maka peranannya dalam

perekonomian nasional pada umumnya, dan dalam pembangunan pada khususnya, akan makin meningkat. Keadaan koperasi selama periode Repelita IV dapat digambarkan sebagai berikut: Tujuan kebijaksanaan dan program pembinaan kelembagaan koperasi selama Repelita IV adalah: 1. Meningkatkan kemampuan organisasi, tata laksana dan pengawasan koperasi 2. Meningkatkan kemampuan alat perlengkapan koperasi 3. Meningkatkan kemampuan berkoperasi para anggota, serta 4. Lebih menanamkan pengertian berkoperasi pada masyarakat luas. Kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan kebijaksanaan dan program pembinaan

Kelembagaan koperasi adalah: a. Menyempurnakan pembinaan kelembagaan koperasi di bidang organisasi, tata laksana dan pengawasan b. Mendorong KUD agar membentuk dan mengembangkan unit organisasi dan usaha c. Menyelenggarakan latihan dan penataran serta penyuluhan bagi alat perlengkapan organisasi. Koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat yang berwatak sosial makin dikembangkan dan diperkuat dalam rangka menumbuhkan demokrasi ekonomi sebagai salah satu landasan bagi terciptanya masyarakat yang ber keadilan sosial. Peranan koperasi yang telah berhasil dikembangkan, akan lebih di dorong dan ditingkatkan untuk makin memegang peranan utama di dalam kehidupan ekonomi di pedesaan, khususnya di sektor pertanian. Di bidang transmigrasi pembinaan dan pengembangan generasi muda di daerah transmigrasi dilakukan dengan melatih kader-kader generasi muda dengan pembentukan kepemimpinan pemuda dan beragam jenis keterampilan yang sesuai dengan bakat, situasi, dan potensi alam yang diarahkan kepada pembentukan usahausaha yang ekonomis produktif (wirausaha).

Adapun sasaran-sasaran pokok Repelita IV di bidang kesehatan adalah sebagai berikut : Menurunkan angka kematian bayi umur 0 sampai 12 bulan dari 90,3 per 1.000 kelahiran hidup pada akhir Repelita III menjadi 70 per 1.000 kelahiran hidup pada akhir Repelita IV; kematian anak balita (1 - 4 tahun) dari 17,8 per 1.000 anak balita pada akhir Repelita III menjadi 14,0 per 1.000 anak balita pada akhir Repelita IV. Meningkatkan umur harapan hidup waktu lahir rata-rata penduduk dari 56 tahun pada akhir Repelita III menjadi sekurang-kurangnya 59 tahun pada akhir Repelita IV. Meningkatkan pencakupan imunisasi untuk anak-anak dibawah umur 14 bulan dari 40% pada akhir Repelita III menjadi 65% pada akhir Repelita IV. Meningkatkan pencakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih dari 40% pada akhir Repelita III menjadi 55% pada akhir Repelita IV.

Pembangunan di bidang hukum dalam Repelita IV mencakup antara lain pembinaan hukum dalam rangka pembaharuan hukum, penegakan hukum dan pembinaan peradilan, pembinaan pemasyarakatan, pelayanan jasa hukum dan keimigrasian, bantuan hukum dan penyuluhan hukum, serta pendidikan dan latihan tenaga hukum. Dalam rangka pembinaan hukum nasional kegiatan perancangan perundangundangan akan memberikan prioritas khususnya kepada bidang-bidang hukum yang memantapkan dan/atau mengamankan hasil-hasil pembangunan di berbagai bidang serta mengisi kerangka landasan dan asas-asas tata hukum nasional.

D. Sasaran Kebijaksanaan Fiskal dalam Repelita IV Sasaran kebijaksanaan fiskal merupakan bagian yang tak terpisahkan dan dengan demikian harus serasi dengan landasan, tujuan dan urutan prioritas Repelita IV secara keseluruhan. Oleh sebab itu sasaran kebijaksanaan fiskal terkait dan bersifat memberikan penunjangan pada pelaksanaan Repelita IV dalam mencapai sasaransasarannya. Sesuai dengan pola umum Repelita IV, maka kebijaksanaan fiskal hares memberikan penunjangan pada penciptaan kerangka landasan pembangunan nasional yang tangguh agar dapat tumbuh dan berkembang terus untuk dapat tinggal landas pada waktu yang telah ditetapkan.

Sasaran - sasaran kebijaksanaan fiskal dicerminkan dalam penerimaan dan pengeluaran negara yang setiap tahun merupakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Kegiatan pembangunan yang makin meningkat dan meluas membutuhkan pembia- yaan yang makin meningkat pula. Dalam sektor anggaran negara kebutuhan dana pembiayaan pembangunan yang makin meningkat menuntut meningkatnya pula tabungan Pemerintah. Yang terakhir ini hanya dapat dicapai lewat peningkatan penerimaan negara di satu pihak dan penghematan pengeluaran rutin di pihak yang lain. Selain dari pada itu untuk menunjang tercapainya sasar- ansasaran Repelita IV diperlukan pula pengarahan pengeluaran negara, baik rutin maupun pembangunan, agar sesuai dengan prioritas yang telah ditentukan.

E. Dampak REPELITA IV (1984-1989) Terhadap Perekonomian Tujuan dari REPELITA IV ini tak khayal untuk menciptakan lapangan kerja baru dan industri. Namun, pada periode ini harga minyak bumi turun sangat tajam. Sehingga masalah yang semakin nampak dan dirasakan adalah masalah tenaga kerja yang melaju pada tingkat kurang lebih 2,7% per tahun. Pada tahun 1983 jumlah tenaga kerja adalah 64 juta dan tahun 1988 diperkirakan akan menjadi 73 juta. Sementara angka pertumbuhan direncanakan hanya 5% pertahun selama Pelita IV.Di samping ciri-ciri pokok dan pola unit produksi juga merupakan hambatan bagi berkembangnya ekspor Indonesia, bahkan menghambat pertumbuhan secara keseluruhan.

Pada tahun-tahun terakhir Repelita IV, perekonomian Indonesia semakin dibebani dengan meningkatnya hutang luar negeri sebagai akibat depresiasi mata uang dollar Amerika Serikat terhadap Yen dan DM kurang lebih sebesar 35%. Namun dalam situasi sulit seperti ini, APBN tahun 1987/1988 naik kurang lebih 6,6% di bandingkan dengan anggaran sebelumnya. Penyebab utamanya adalah bahwa negara minyak sudah meningkat pada tingkat ratarata US$ 15 per barel. Yang juga sedikit menggembirakan adalah pada tahun 1987 ekspor non-migas telah dapat melampaui ekspor migas. oleh para pengamat naiknya ekspor non-migas ini disambut dengan dua pandangan. Di satu pihak beranggapan bahwa meningkatnya ekspor non-migas ini disebabkan karena deregulasi yang selama ini secara intensif dilakukan, namun pengamat yang lain berpendapat bahwa naiknya ekspor non-migas ini disebabkan karena depresiasi dollar Amerika terhadap Yen dan DM, karena ternyata ekspor indonesia ke Jepang dan Jerman Barat merupakan bagian tindakan kecil dari keseluruhan ekspor Indonesia. Pengamatan masih perlu dilakukan untuk menyusun kebijakan. Namun yang pasti bahwa target pertumbuhan sebesar 5% per tahun selama Repelita IV sangat sulit dicap

PENUTUP

Kesimpulan Pembangunan Nasional sebagai pengamalan Pancasila dilaksanakan secara bertahap di dalam rangkaian Repelita - repelita. Repelita IV merupakan kelanjutan dan peningkatan dari Repelita III dengan tujuan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat serta meletakkan landasan yang kuat untuk pembangunan tahap berikutnya.

Sebagaimana ditetapkan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) tujuan pembangunan Repelita IV ialah : 1. Meningkatkan taraf hidup, kecerdasan, dan kesejahteraan seluruh rakyat yang semakin merata dan adil dan; 2. Meletakkan landasan yang kuat untuk tahap pembangunan berikutnya

Dalam Repelita IV yang merupakan kelanjutan dan peningkatan dari Repelita III dilakukan langkah - langkah dan kebijaksanaan - kebijaksanaan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat, mendorong pembagian hasil - hasil pembangunan yang makin merata dan makin memperluas kesempatan kerja. Repelita IV juga melanjutkan kebijaksanaan pembangunan yang berlandaskan pada Trilogi Pembangunan, yaitu pemerataan pembangunan dan hasil - hasilnya yang menuju pada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Ketiga unsur Trilogi Pembangunan tersebut saling kait - mengkait dan tetap dikembangkan secara serasi agar saling memperkuat.

DAFTAR PUSTAKA

http://ayucintyavirayasti.blogspot.com/2011/02/dampak-repelita-terhadapperekonomian_28.html http://sayashey.blogspot.com/2011/03/dampak-repelita-iv-1984-1989terhadap.html http://www.bappenas.go.id/node/42/1718/repelita-iv---buku-i/ http://www.bappenas.go.id/node/42/1719/repelita-iv---buku-ii/ http://www.bappenas.go.id/node/42/1721/repelita-iv---buku-iv/ http://www.bappenas.go.id/node/42/1704/repelita-iv-tahun-198485---198889/ Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 1984 Tentang Rencana Pembangunan Lima Tahun Keempat(REPELITA IV)1984/85 - 1988/89 Presiden Republik Indonesia

MAKALAH

REPELITA IV
(Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perekonomian Indonesia) Dosen Pengampu: Sukidjo M.Pd

Yulandra Eny Widya Hastutik Nindya Fauziah Ariani Fera Tantini

064042410 08404241006 08404241007 08404241020

Tian Wuri Dianing Ratri 08404241027 Desy Swastika Putri Lutfiana 08404241028 08404241029

PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011