P. 1
Seni Lks Vii Smt

Seni Lks Vii Smt

5.0

|Views: 12,274|Likes:
Dipublikasikan oleh Aryatmono Siswadi

More info:

Published by: Aryatmono Siswadi on Apr 02, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2014

pdf

text

original

Jenis-jenis seni kriya antara lain :
a. Seni Kriya Dua Dimensi (2D)
Seni kriya yang memiliki ukuran panjang dan lebar. Karya seni yang hanya
dapat dinikmati dari satu arah pandang mata. Contohnya : sulaman, bordir,
mozaik, kolase, batik, tenun, relief dan hiasan dinding.

Gb.1.6. Mozaik

( google 17112011)

Gb.1.7. Kolase

( google 17112011)

Gb. 1.8. Relief

( google 17112011)

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

5

b. Seni Kriya Tiga Dimensi (3D)
Seni kriya yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi. Karya seni yang dapat
dilihat dari berbagai arah pandang mata. Karya seni kriya tiga dimensi meliputi
sebagai berikut :
1. Kerajinan keramik

Kerajinan keramik menggunakan bahan dasar tanah liat. Produk yang dihasilkan
, misalya vas bunga, guci, kendi, dan peralatan rumah tangga.
2. Kerajinan logam

Kerajinan logam menggunakan bahan dasar logam, seperti emas, perak
perunggu, tembaga , alumunium dan kuningan. Produk yang dihasilkan :
perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam, alat gamelan.

3. Kerajinan kulit

Kulit banyak digunakan untuk membuat berbagai benda kerajinan antara lain :
wayang kulit, tas, sepatu, jaket dan alat rebana.
4. Kerajinan kayu

Kerajinan dari kayu antara lain : topeng, wayang golek, furnitur, patung dan
ukiran.
5. Kerajinana anyaman
Bahan dasar anyaman biasanya dari bambu, daun mendong dan tali plastik,
karya yang dihasilkan misalnya , tempayan, topi, tikar, tutup nasi, tikar
gantungan pot bunga.
6. Kerajinan lainnya

Kerajinan lain dari berbagai daeah di Nusantara antara lain : kerajinan rotan,
kerajinan payung dan lampu hias.

Gb.1.9. Keramik

Gb.10. Gamelan

Gb.11. Wayang Kulit

Gb.1.12. Wayang Golek

Gb 1.13. Topi anyaman

Gb.1.14. Rotan

( sumber google 17112011)

Seni kriya yaitu karya seni yang cara pembuatannya dikerjakan langsug
oleh tangan manusia. Oleh sebab itu seni kriya sering disebut pula kerajinan.
Contohnya kerajinan dari bambu oleh masyarakat Tasikmalaya dan rotan dari
daerah Cirebon. Salah satu hasil kerajinan dari kayu yaitu Bening Aban dari suku
Dayak.

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

6

BeningAban

Alat untuk memanggul anak yang hanya terdapat pada
masyarakat suku Dayak Kenyah. Alat ini terbuat dari
kayu yang biasanya dihiasi dengan ukiran atau dilapisi
dengan sulaman manik-manik serta uang logam.

Gb. 1.15 Sumber- google.com (3008211)

1. Merancanag dan Membuat Karya Seni Kriya Daerah Setempat

Sebelum membuat karya seni kriya yang sesungguhnya terlebih dahulu dibuat
rancangan atau desain sebagai panduan. Berdasarkan rancangan tersebut, selanjutnya
karya seni kriya dapat diwujudkan dalam bentuk karya jadi.
Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam merancang dan membuat karya
seni kriya adalah :
a. Kegunaan

Faktor kegunaan dalam seni kriya menempati porsi utama. Misalnya , pada kendi
terdapat leher yag dibuat untuk pegangan saat menuangkan air ke dalam gelas. Jika
tidak diberi leher atau pegangan, benda tersebut menjadi tidak berguna.

b. Kenyamanan

Karena kegunaan porsi yang utama, maka seni kriya mempunyai unsur
kenyamanan. Artinya karya tersebut enak dipakai dan memenuhi funginya dengan
baik. Misalnya tempat kursi harus sesuai dengan ukuran sehinga nyaman untuk
diduduki.
c. Bahan dan teknik

Bahan-bahan yang digunakan untuk seni kriya harus dipilih sesuai karakteristik
benda yang dibuat. Misalnya , keramik harus dari tanah liat pilihan agar tidak
mudah pecah (retak). Pemilihan bahan disesuaikan pula dengan kemampuan teknik
penciptaannya.
d. Nilai seni

Seni kriya sangat ditentukan oleh tampilan keindahannya , jika dikaitkan dengan
tujuan komersial (penjualan) selain pertimbangan estetis, perlu juga mengikuti
konsumen dan ide kreatif.

2. Teknik dan Corak Seni Kriya Daerah Setempat

Karya seni kriya disetiap daerah memliki teknik dan corak yang beragam. Teknik yang
digunakan dalam pembuatan karya seni kriya antara lain butsir ( menggunakan alat
sudip, cocok untuk bahan tanah liat ), membentuk ( cocok untuk bahan lunak), pahat (
ukir, anyaman, sulam ( bordir, renda), cetak (grafis).
Corak karya seni biasanya mengambil obyel flora, fauna, atau alam sekitarnya. Corak
tersebut umumnya bersifat dekoratif ( menggunakan ornamen atau ragam hias: karya
seni kriya yang menggunakan corak dekoratif contohnya wayang ) lembut, kontras,
klasik dan penuh simbolik.

Gb.1.16 Pahat

Gb.1.17. Renda

Gb.1.18. Sulam Pita

Gb.1.19. Wayang

(sumber google 17112011)

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

7

TUGAS MANDIRI

Kerjakan tugas ini secara mandiri.

Rancang sebuah desain seni kriya dengan motif yang ada didaerahmu masing-
masing. Buat semenarik mungkin, bila perlu berilah warna.
Presentasikan karya seni kriya yang sudah Anda buat di depan klas.

MARI BERKARYA

Karya seni kriya yang terdapat di Indonesia sangat beragam. Salah satunya seni
kriya dengan tehnik anyaman. Berikut ini seni kriya dengan tehnik anyaman .

1. Membuat alas piring makanan

Seni Kriya adalah pekerjaan tangan ( handicraft). Kemampuan berkarya adalah
ketrampilan tangan dengan kemampuan kekriyaan ( craftsmanship). Hasil karya seni
kriya berwujud barang yang mempunyai unsur keindahan sehari-hari disebut kriya
guna. Satu bentuk desain seni kriya dibuat dalam jumlah yang banyak di sebut
desain produk. Keramik diartikan sebagai suatu benda yang terbuat dari bahan non
logam dan anorganis yang dibuat melalui proses pembakaran. Istilah keramik adalah
gerabah, tembikar, dan porselin. Benda keramik yang dipergunakan manusia untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari misalnya piring, gelas, poci dan teko.

2. Bahan yang dibutuhkan

a. pelepah pohon pisang yang sudah kering
b. kain perca secukupnya
c. benang jahit
d. kertas karton bekas
e. lem kayu
f. vernis semprot
3. Alat yang diperlukan
a. gunting
b. pisau cutter
4. Cara membuat

a. Siapkan pelepah pohon pisang kering secukupnya. Usahakan memiliki warna
berbeda-beda. Aneka warna ini akan membentuk pola yang menarik.
b. Bersihkan bagian dalamnya dengan pisau, dan ambil kulit bagian luarnya saja.
c. Potong dengan ukuran 21 cm
d. Kemudian belah menjadi serpihan selebar 1cmx21cm
e. Bila sudah selesai kemudian buatlah desain pola anyaman . Tentu saja akan lebih
baik bila kalian membaut kreasi desain sendiri.

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

8

f. Bila desain sedah jadi kemudian kulit pohon pisang kering dianyam sesuai
dengan gambar desain.
g. Bila anyaman sudah jadi kemudian potong kertas karton berbentuk lingkaran
dengan garis tengan 20 cm.
h. Rekatkan antara lingkaran karton dengan bagian belakang anyaman
menggunakan lem kayu yang sudah disiapkan, agar perekatan sempurna bisa
dilakukan dengan menjepit dengan karton lain dan diberi beban, lakukan sampai
lem kering.
i. Bila lem sudah kering dan anyaman sudah melekat pada karton kemudian
anyaman dipotong dengan gunting sesuai dengan ukuran karton, maka akan
tampak anyaman berbentuk lingkaran.
j. Agar pekerjaan kuat rapi, bagian pinggir diberi lis dengan menjahit kain
mengikuti bentuk luar pekerjaan. Warna lis bebas karena akan memberi variasi.
k. Bentuk alas gelas tidak harus lingkaran, kalian bisa membuat bentuk lain.
Demikian puyla bahan tidak harus pelepah daun pohon pisang. Bisa dengan
bahyan alternative lain yang ada disekitarmu seperti daun pandsan, mendong,
kulit, daun kelapa dan sebagainya.

Gb.1.20 Kerajinan Pelepah Pisang dan Enceng Gondok (Sumber google 16112011)

Pelepah pisang ternyata memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri setelah diproses
menjadi berbagai macam kerajinan. Baik melalu model penempelan (laminating),
anyaman maupun untuk kominasi dengan produk kerajinan lainnya.
Tekstur dan warna dari pelepah pisang ternyata sangat unik dan alami, dan akan membuat
kerajinan yang dikombinasi dengan pelepah pisang menjadi lebih menarik dan memiliki
nilai jual yang tinggi.
Aneka macam produk kerajinan yang memanfaatkan kerajinan pelepah pisang lebih
banyak yang diekspor dari pada yang dibutuhkan untuk pasar dalam negeri.
Hal ini dapat dilihat di sentra kerajinan rotan, di desa Trangsan, Kecamatan Baki, Kab.
Sukoharjo dekat dengan Kota Solo. Di mana rata-rata produk yang dibuat diorientasikan
untuk pasar ekspor.
Pelepah pisang dalam produknya dikombinasikan dengan rotan dan enceng gondok.
Menghasilkan produk yang benar-benar unik dan menarik. Kelebihan lainnya adalah
bebannya yang sangat ringan, sehingga furniture dari pelepah pisang ini mudah dipindah-
pindahkan dan cocok untuk orang-orang yang menyukai suasana rumah yang selalu baru
dan berubah.
Begitu juga dengan enceng gondok yang semula adalah limbah, atau tanaman yang
dianggap mengganggu karena tumbuh liar di Rawa Pening Semarang dan melalui proses
yang sama dengan pelepah pisang mampu dimanfaatkan menjadi aneka kerajinan. Produk
yang dihasilkan hampir sama dengan pelepah pisang namun memiliki ciri khas warna dan
motif yang berbeda.

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

9

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->