P. 1
Seni Lks Vii Smt

Seni Lks Vii Smt

5.0

|Views: 12,332|Likes:
Dipublikasikan oleh Aryatmono Siswadi

More info:

Published by: Aryatmono Siswadi on Apr 02, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2014

pdf

text

original

Sections

Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang
kesenirupaan, karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa,
seniman, pengamat seni rupa, maupun bagi perkembangan seni rupa pada
umumnya.

Melalui pameran, seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya
kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk
dilihat, dinilai, dikagumi, atau dikritik.
Pameran memiliki arti yang penting bagi siswa yaitu sebagai kegiatan
penyajian visual untuk menyampaikan ide reatifitasnya kepada kalayak umum.
Melalui apresiasi dari khalayak umum, karya seni yang ditampilkan akan mendapat
penilaian, penghargaan, tanggapan, respon atau kritikan sehingga dapat
meningkatkan kualitas karya berikutnya.
Pameran seni rupa tidak hanya dilakukan oleh para seniman besar saja,
namun saat ini sudah banyak senman cilik yang menampilkan karyanya lewat
pameran kelas atau sekolah.

Gb. 2.2 Ruang Pameran sekolah

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

13

B. Jenis-Jenis Pameran

Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang
ditampilkan, dibedakan menjadi dua, yaitu pameran homogen dan pameran
heterogen. Pameran homogen, artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya
seni rupa saja, misalnya pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik dan
lain sebagainya.

Pameran heterogen, artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai
jenis karya seni rupa, misalnya pameran seni kriya, pameran lukisan, pameran
patung, pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang
pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan.
Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan
pendidikan seni rupa di sekolah, biasanya merupakan pameran heterogen, karena
menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan, patung,
ukiran, keramik, karya kerajinan, dan karya seni rupa lainnya.
Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil, pameran dapat

dibedakan ke dalam :
a. Pameran perorangan atau pameran tunggal
b. Pameran kelompok, baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu
almamater, kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya.

Gb. 2.1. Penataan pencahayaan ruang pameran

Gb. 2.2. Memajang karya yang artistik

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

14

C. Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah

a) Meningkatkan kemampuan berkarya
Dengan adanya pameran, karya-karya para siswa akan dilihat oleh
masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang
terbaik. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah, dan hal ini menjadi
pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya.
b) Dapat melakukan penilaian / evaluasi
Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana
kemajuan yang dicapai oleh siswanya. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana
untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan
yang terjadi pada diri siswa. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan
dalam perhitungan nilai rapor.
Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa
atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. Dari kesanpesan
yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana
keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut.

c) Sebagai sarana apresiasi dan hiburan
Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi,
kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. Apresiasi di sini dapat
diartikan sebagai penikmatan, pengamatan, penghargaan, atau bisa juga penilaian
terhadap karya-karya yang ditampilkan.
Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka, melainkan suatu
proses pencarian nilai-nilai seni, pemahaman isi dan pesan dari karya seni, dan
melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga
nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif.
Dalam arti yang luas, kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana
untuk mendapatkan hiburan. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau
empati, merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan
pertunjukkan musik dan seni lainnya.
d) Melatih siswa untuk bermasyarakat
Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan, melainkan
kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. Jadi, dengan mengadakan
pameran seni rupa di sekolah, mendidik para siswa untuk bermasyarakat. Di sini
para siswa dapat bekerja sama satu sama lain, melatih untuk menghargai pendapat
orang lain, dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya.

D. Tahapan-tahapan Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di

Sekolah

Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan
sekolah, ada beberapa hal yang harus dikerjakan, yaitu :
a. Tahap perencanaan (persiapan awal)
1. Membentuk panitia

Untuk mempermudah pelaksanaan pameran perlu dibentuk panitia yang
bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan pameran. Panitia melibatkan
siswa dibawah bimbingan guru mata pelajaran dan pembina osis.kepala
sekolah sebagai Pelindung. Panitia adalah kelompok orang yang ditunjuk
atau dipilih untuk mengurus suatu kegiatan. Kepanitiaan pameran sekolah
dapat disusun sebagai berikut :

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

15

1). Pelindung di jabat oleh kepala sekolah
Tugasnya sebagai penanggungjawab terlaksananya kegiatan pameran
kelas atau sekolah.
2). Penanggung jawab dijabat oleh guru meta pelajaran seni budaya
Tugasnya memberikan arahan dan bimbingan

3). Ketua

Tugasnya mengkoordinasikan da memimpin semua kegiatan

4). Wakil ketua

Tugasnya membantu ketua untuk kelancaran kegiatan

5). Sekretaris

Tugasnya menangani bidang adminisrasi

6). Bendahara

Tugasnya menangani bidang keuangan
7). Seksi-seksi :

a. Seksi penyeleksi, bertugas menyeleksi karya yang akan dipamerkan
b. Seks dekorasi, bertugas mengatur dan membuat ruang pameran
menjadi lebih indah dan nyaman
c. Seksi dokumentasi, bertugas mendokumentasikan semua kegiatan
d. Seksi publikasi, bertugas mempublikasikan keada masyarakat
tentang kegiatan pameran
e. Seksi keamanan, bertugas menjaga keamaan selam berlangsungnya
pameran
f. Seksi usaha, bertugas mencari dana untuk kebutuhan pameran, misal
mencari sponsor atau donatur.
g. Seksi perlengkapan, bertugas mempersiapkan semua perlengkapan
pameran baik dari mulai kegiatan sampai mengembalikan barang.
h. Seksi konsumsi, bertugas dan bertanggungjawab berkaitan dengan
konsumsi.
2. Pembuatan proposal.

Proposal adalah rencana kegiatan pameran yang dibuat secara
tertulis. Proposal dibuat agar pihak lain, baik perorangan/individu maupun
lembaga dapat memperoleh informasi secara mendalam mengenai detail
kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga pada akhirnya dapat terjadi suatu
kesamaan pandangan.
3. Menentukan tema

Tema merupakan pokok pikiran yang menjawab seluruh kegiatan.
Tema harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan pameran. Misal

Dengan Pameran Seni Rupa Kita Tingkatkan Prestasi Belajar dan
Kreatifias”

4. Penyusunan jadwal dan tempat

Tujuan menyusunan jadwal dan tempat adalah agar masyarakat
mengetahui secara pasti pelaksanaan dan tepat pameran. Pada jadwal tertera
hari dan tanggal, waktu dan jenus kegiatan serta tempat pelaksanaan
pameran.

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

16

b. Tahap pengumpulan karya
Karya-karya yang akan dipamerkan perlu dikelompokkan sesuai dengan jenis
karyanya, baik karya dua dimensi atau karya tiga dimensi.

Gb.2.3. Karya dua dimensi

Gb.2.4 Karya tiga dimensi

c. Tahap seleksi karya

Tahapan ini sangat penting karena karya yang akan dipamerkan harus layak
tampil dalam pameran sehingga karya yang dipamerkan lebih berkualitas
d. Tahap persiapan akhir
Tahap akhir sering disebut dengan gladi bersih , tujuannya adalah agar dapat
diketahui hal-hal yang perlu diperbaiki. Gladi bersih bisa dilakukan sehari
sebelum pelaksanaan pameran berlangsung.
e. Tahap pelaksanaan pameran
Setelah persiapan selesai, pameran kelas atau sekolah dapat dilaksanakan sesuai
jadwal yang telah dibuat.
E. Peralatan dan perlengkapan pameran
Syarat tempat pelaksanaan pameran yang baik harus lah aman, nyaman dan
lancar. Perlengkapan pameran adalah alat dan bahan yang di perlukan dalam
pelaksanaan pameran.Yang termasuk perlengkapan pameran adalah :
1. Panel/sketsel
Tempat memasang karya 2 dimensi

2. Level

Tempat untuk meletakkan karya seni tiga dimensi
3. Meja dan kursi

Tempat untuk buku tamu, sedangkan ksi ntk para undangan pada saat
pembukaan pameran
4. Dekorasi ruangan
Untuk mempercantik ruang pameran

5. Katalog

Berbentuk brosur atau buku yang berisi tentang informasi materi yang akan
dipamerkan
6. Brosur

Sebagai sarana informasi dan promosi tentang adanya pameran

7. Buku tamu

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

17

Buku tamu diletakkan di pintu masuk pameran yang berisikan kolom
catatan yang didisi oleh pengunjung tentang kesan dan pesan seputar
pameran.
8. Saound system

Sebagai pengeras suara untuk pemberithuan penting yang perlu
disampaikan.
9. Spanduk

Tempat menulis tema pameran

Gb.2.5. Spanduk

Gb.2.6. Sketsel/Panel

Gb. 2.7. Karya seni lukis

Gb. 2. 8. Level

Gb. 2.9 Katalog

Gb. 2.10. Brosur

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

18

APRESIASI SENI

I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar 1

1. Pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja disebut….
a. homogen

c. kelompok

b. tunggal

d. heterogen
2. Pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa disebut...
a. tunggal

c. abstrak

b. kelompok

d. heterogen

3. Pameran tunggal adalah...
a. pameran yang dilakukan oleh seorang seniman
b. pameran yang dilakukan oleh lebih dari satu orang seniman
c. pameran yang dilakukan didalam gedung
d. pameran yang berisikan karya seni dua dimensi saja
4. Mengkoordinasikan dan memimpin semua kegiatan adalah tuga sebagai....
a. seksi perlengkapan

c. sekretaris

b. wakil ketua

d. ketua

5. Tugas seksi usaha adalah...
a. mempublikasikan keadaan masyarakat tentang kegiatan pameran
b. menjaga keamaan selama berlangsungnya pameran
c. mencari dana untuk kebutuhan pameran, misal mencari sponsor atau donatur.
d. mempersiapkan semua perlengkapan pameran baik dari mulai kegiatan sampai
mengembalikan barang.
6. Mempersiapkan semua perlengkapan pameran baik dari mulai kegiatan sampai

mengembalikan barang adalah tugas seksi….

a. penyeksi

c. perlengkapan

b. konsumsi

d. wakil ketua
7. Tahapan yang sangat penting karena karya yang akan dipamerkan harus layak tampil
dalam pameran sehingga karya yang dipamerkan lebih berkualitas adalah tahapan….
a. tahapan perencanaan

c. tahapan penyeleksi karya

b. tahapan pengumplan karya

d. tahapan persiapan akhir

8. Sketsel adalah…
a. tempat memasang karya 2 dimensi
b. tempat untuk meletakkan karya seni tiga dimensi
c tempat untuk buku tamu, sedangkan kursi untuk para undangan pada saat
pembukaan pameran
d. untuk mempercantik ruang pameran
9. Tugasnya mempublikasikan keada masyarakat tentang kegiatan pameran adalah….
a. seksi dekorasi

c. seksi usaha

b. seksi publikasi

d. seksi konsumsi
10. Penanggungjawab terlaksananya kegiatan pameran kelas atau sekolah ….
a. ketua

c. wakil ketua

b. guru mata pelajaran

d. kepala sekolah

11. Dekorasi ruangan adalah…
a. untuk mempercantik ruang pameran
b. berbentuk brosur atau buku yang berisi tentang informasi materi yang akan
dipamerkan
c. sebagai sarana informasi dan promosi tentang adanya pameran
d. tempat menulis tema pameran
12. Yang bukan termasuk karya seni rupa dua dimensi adalah...

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

19

a. lukisan

c. keramik

b. poster

d. reklame
13. Keuntungan yang di peroleh dari menggambar dengan melihat obyek yang akan
digambar adalah sebagai berikut kecuali....
a. Obyek gambar lebih jelas,
b. Lebih bisa berekspresi
c. Penggambar dapat mengkontrol gambar dan model sesering mungkin,
d. Ketepatan sudut gambar lebih terjamin.
14. Langkah paling awal menggambar bentuk dengan pendekatan model adalah….
a. pengamatan

c. menentukan gelap terang

b. sketsa

d. menentukan tekniknya
15.Benda dekat tampak terang, benda jauh samara-samar menggunakan hukum….
a. perbandingan

c. kontras

b. persamaan

d. perspektif

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Apa yang dimaksud dengan pameran ?
Jawab…………………………………………………………………………………
…..............……………………………………………………………………………
2. Sebutkan 3 (tiga) contoh kaya seni tiga dimensi!
Jawab…………………………………………………………………………………
…......…………………………………………………………………………………

3. Sebutkan 4 (empat) manfaat pameran sekolah!
Jawab…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………….......
4. Apa yang dimaksud dengan tahapan persiapan akhir dalam pameran?
Jawab:…………………………………………………………………………………
.....................................................................................................................................
5. Deskripsikan pengertian proposal ?
Jawab …………………………………………………………………………………
......…………………………………………………………………………………….
6. Buatlah sebuah tema pameran seni rupa dalam rangka hari Penddikan Nasional
tahun 2012 !
Jawab.......……………………………………………………………………………..
...…………………………………………………………………………………........
7. Apa yan disebut dengan pameran heterogen ?
Jawab :………………………………………………………………………………...
.......……………………………………………………………………………………
8. Apa tugas penanggung jawab dalam kepanitiaan pameran di sekolah ?
Jawab : ………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………..
9. Sebutkan 3 (tiga) contoh kaya seni dua dimensi!
Jawab : ...........………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………..
10. Jelaskan tentang tahapan pengumpulan karya!

Jawab : ………………………………………………………………………………..
........………………………………………………………………………………......

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

20

KERJA KELOMPOK

Kerjakan bersama teman kelompokmu !
1. Jelaskan menurut pendapatmu, syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan agar sebuah
karya seni rupa layak untuk diikutkan dalam pameran kelas atau sekolah !
2. Jelaskan bahwa penempatan karya yang kurang tepat akan menghambat terjadinya
proses apresiasi !

Mari Merkarya

Buat rancangan jadwal kegiatan pameran karya seni rupa kelas atau sekolah !
Buat bagan perencanaan ruang pameran beserta penataan karyanya !

Tanda Tangan

Nilai

Guru

Orangtua

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

21

BAB 3

MUSIK DAERAH

Standar Kompetensi :

11. Mengapresiasikan karya seni musik

Kompetensi Dasar :

11.1. Mengidentifikasikan jenis lagu daerah setempat

LEMBAR INFORMASI

A. Ragam Musik Tradisi Daerah

Seni musik daerah merupakan bagian dari adat dan upacara-upacara tradisi
setempat. Menurut sifat dan keberasalannya musik trasidi daerah dibagi menjadi dua
yaitu musik rakyat /lagu rakyat dan musik klasik./lagu klasik
1. Musik Rakyat /Lagu Rakyat
Musik rakyat/Lagu rakyat merupakan lagu yang diwariskan dari generasi-
kegenerasi secara lisan sehingga menjadi milik bersama.Ciri utama dari lagu
rakyat yaitu
a. Sederhana artinya lagu yang disajikan tidak terlalu panjang bahkan cenderung
pendek, tidak terlalu banyak memiliki variasi nada dan melodi, dan
menggunakan iringan instrument sederhana.
b. Memiliki tema tentang kehidupan dan pergaulan rakyat seperti bertani,
berkebun adat istiadat dan kepercayaan masyarakat setempat
c. Meriah artinya memiliki irama yang riang bersifat menghibur dan terkadang
bersifat jenaka
d. Bebas tidak terikat pada aturan-aturan baku seperti lagu klasik
e. Dipopulerkan secara lisan dari mulut-ke mulut.

Gb. 3.1 Ronggeng lesung merupakan kesenian Sunda yang memaknai seni suara salah satu bentuk pengembangan tradisi seni lisan

f. Memiliki bentuk dan tehnik yang sederhana serta tidak dikenal penciptanya
(NN)= no name).
Tema musik rakyat diambil dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang
mudah ditemui. Contoh lagu rakyat misalnya musik untuk pernikahan,
kematian, berladang, berlayar, menenun dan sebagainya. Lagunya anatara
lain : Lir-Ilir dan Yamko Rambe Tamko

2. Musik Klasik

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

22

Musik trasidional klasik merupakan musik rakyat pilihan yang dikembangkan di
pusat-pusat pemerintahan masyarakat lama seperti ibukota kerajaan atau
kesultanan. Musik klasik ini merupakan musik ciptaan komponis serta telah tertata
dengan aturan yang baku. Seperti pemakaian notasi, syair, penggayaan vokal,
ritme,dan instrument yang didasarkan pada konsep tertentu menurut gaya suatu
daerah. Gaya inilah yang membedakan musik daerah satu dengan daerah lain.
Misalnya musik gamelan jawa berbeda dengan gamelan Sunda maupun gamelan
Bali. Begitu pula musik daerah Batak Karo dengan Mandailing.

Gb.3.2 seperangkat gamelan Sunda (Sumber Google 17112011)

Gb.3.3 Sasando

(Sumber Google 17112011)

Gb.3.4.Kendang
(Sumber Google 17112011)

Gb.3.5 Alat Musik Tifa
(Sumber Google 17112011)

B. Fungsi Musik

Secara umum musik memang berfungsi sebagai media rekreatif/hiburan untuk
menanggalkan segala macam kepenatan dan keletihan dalam aktivitas sehari-hari.
Dalam fungsi sosial budayanya, musik daerah memiliki fungsi sebagai berikut.
Musik daerah bukan hal yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari kegiatan lain.
Bunyi-bunyian seringkali dianggap punya kekuatan gaib sehingga digunakan
sebagai

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

23

sarana upacara adat. Contohnya sebagai pengiring roh dalam upacaraMerapu
di Sumba dan musik angklung dalam upacara Seren Taun (panen padi) di Sunda.

Gb. 3.6. Seren Taun (panen padi) di Sunda(Sumber Google 17112011)

Irama musik juga berpengaruh pada perasaan seseorang dalam melakukan gerakan
indah, sehingga musik menjadi pengiring tari dan pertunjukan. Tari dan
pertunjukan daerah itu pada dasarnya hanya dapat diiringi dengan musik daerah
tersebut. Misalnya musik gamelan pengiring tari pertunjukkan wayang di Jawa
dan Bali, Wayang Golek di Jabar, musik melayu pengiring tari melayu dan
pertunjukan mak yong di Riau.

Gb. 3.7. Pertunjukan Wayang Golek ((Sumber Google 17112011)

Lagu-lagu rakyat (folksongs) yang tumbuh subur di pedesaan juga banyak dipakai
sebagai media bermain. Contohnya Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Tengah .
Bunyi-bunyian, termasuk musik, sudah lama menjadi media komunikasi bagi
bangsa Indonesia. Irama kentongan, bedug, lonceng, dan alat musik sederhana
dipakai sebagai pertanda atau pemberitahuan khusus ke masyarakat akan
bencana alam, pencurian, atau pertemuan desa. Tiap pesan memiliki irama khas
yang berbeda-beda.

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

24

Gb.3.8 Cublak-cublak Suweng Sumber Google 17112010)

Selain itu, kini lagu-lagu dalam aneka iklan layanan masyarakat maupun lagu
popular dipakai sebagai media penerangan. Lagu tentang pemilu, imunisasi, juga
lagu bernapaskan agama menjalankan fungsi ini.

Lirik Lagu Ungu - Para PencariMu

menjalani hitam putih hidupku
membuatku mengerti, membuat ku
mengerti
arti hadirmu dalam setiap langkah2 ku
berarti

melewati setiap detik waktuku bersama
takdirmu
membuatku mengerti hanyalah padamu
kukembali...

ku bersujud kepadamu memohon
ampunanmu
adakah jalan untukku tuk kembali
padamu

Reff:
akulah para pencarimu ya Allah
akulah yang merindukanmu ya robi
tunjukanku jalan yang lurus
tuk tetapkan langkahku

akulah para pencarimu ya Allah
akulah yang merindukanmu ya robi
hanya di tanganmu ya allah
tempat kupasrahkan hidupku

C. Mengenal Unsur-unsur Musik dari Daerah Setempat

Di dalam unsu-unsur musik daerah memiliki perbedaan antara daerah satu
dengan lainnya, namun ada unsur pokok yang hampir sama di dalam setiap musik
daerah , yaitu nada, melodi, ritme , harmoni dan syair. Dalam pelajaran ini unsur
musik daerah yang akan dipelajari adalah nada, irama, dinamik, dan tempo.

a. Nada

Nada ialah suara atau bunyi yang memiliki frekuensi tertentu. Secara umum nada
dipahami sebagai tinggi rendahnya bunyi dalam musik. Nada merupakan unsur-
unsur musik. Musik daerah yang tidak menggunakan tangga nada antara lain
kothekan lesung dari Jawa . , beghu dari Flores. Nada yang menggunakan tangga
nada antara lain masyarakat Jawa mengenal nada slendro dan pelog, mayarakat
Sunda mengenal degung, madenda, slendro dan pelog.

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

25

Sifat Nada

Nada memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

1. Tinggi Nada (Pitch)

Tinggi nada berkaitan dengan frekuensi atau banyaknya getaran tiap detik. Makin
besar frekuensi, makin tinggi nadanya. Setiap nada mempunyai frekuensi tertentu.
Bila banyaknya getaran/besarnya frekuensi berkurang sedikit saja, nada akan
terdengar sumbang. Jadi, pitch yang dibunyikan harus tepat.
2. Panjang Nada (Durasi)
Panjang nada merupakan lama suatu nada dibunyikan. Panjang nada dihitung dengan
satuan ketuk yang sifatnya relatif, bias panjang bias pendek. Dalam musik, waktu
diam/nada tidak berbunyi pun memiliki durasi agar dapat diatur kapan dan sebesar
apa nada harus berbunyi.

Bentuk dan Nilai Notasi

Bentuk dan Nilai Tanda Istirahat

: Not penuh

: 4 ketuk

: Penuh

: 4 ketuk

: Not setengah

: 2 ketuk

: Setengah

: 2 ketuk

: Not seperempat

: 1 ketuk

: Seperempat

: 1 ketuk

: Not seperdelapan

: ½ ketuk

: Seperdelapan : ½ ketuk

: Not seperenambelas

: ¼ ketuk

: Seperenambelas : ¼ ketuk

: Notsepertigapuluh dua : 1/8 ketuk

.

: 3 ketuk

: 3 ketuk

: 1 ½ ketuk

: 1 ½ ketuk

3. Intensitas Nada

Intensitas nada berarti keras lembutnya bunyi suatu nada. Hal ini tergantung
pada lebarnya getaran dan sifatnya relative. Nada yang terdengar keras
didalam ruangan belum tentu keras bila terdengar di stadion.
Beberapa lambang tanda dinamik dalam musik yang menunjukkan keras
lemahnya nada.
f = forte

= keras

ff = fortissimo

= sangat keras

mf = mezzo forte

= agak keras

p = piano

= lembut

pp = pianissimo

= sangat lembut

mp = mezzo piano

= agak lembut

< = crescendo

= makin lama makin keras

> = decrescendo

= makin lama makin lembut

Nada lembut

Nada keras

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

26

Tangga Nada

Tangga nada terdiri dari nada-nada yang bertingkat-tingkat tingginya. antara nada-
nada tersebut terdapat jarak tertentu. Ada yang jaraknya ½, 1, dan 2. Jarak inilah nantinya
menentukan kemungkinan variasi nada dan jenis tangga nada. Ada dua macam tangga
nada.
a. Tangga nada Diatonis
Tangga nada yang terdiri dari tujuh buah nada yang berjarak satu dan setengah. Ada dua
tangga nada diatonis yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor.
Tangga nada diatonis mayor

c ′

d ′

e ′

f ′

g ′

a ′

b ′

c ′

1

2

3

4

5

6

7

1’

Tangga nada diatonis minor

a ′

b ′

c ′

d ′

e ′

f ′

g ′

e ′

6

7

1

2

3

4

5

6

b. Tangga Nada Pentatonis
Tangga nada yang hanya memiliki lima buah nada. (penta=lima, tone=nada)
Musik nusantara memiliki istilah sendiri untuk nada dan tangga nada
pentatonic ini terutama seni karawitan Jawa dan Sunda.

Indonesia

Sunda

Jawa

Barat

nada
tangga nada

genta
bantayan nada

titi laras
laras

tone
scale
Tangga nada pentatonic terdiri dari dua tangga nada yakni : pelog dan slendro

Pelog

bes

d ′

es ′

f ′

a ′

bes ′

1

3

4

5

7

1’

Slendro

bes

c ′

d ′

f ′

g ′

bes ′

1

2

3

5

6

1’

b. Irama
Irama adalah ketukan yang teratur, pola ritme tertentu yang dinyatakan dengan
nama. Gamelan Jawa dikenal beberapa tingkatan irama seperti lancer, tanggung,
dadui, wiled dan rangkep. Secara khusus irama dipahami sebagai susunan tertentu
yang mengatur kecepatan panjang-pendek not dalam suatu karya musik.

c. Dinamik

Dinamaik adalah keras lemahnya sebuah nada yang dinyanyikan. Dalam musik
ada dua istilah dinamik yaitu forte dan piano. Forte (f) berarti kuat sedangkan
piano (p)berarti lemah.

d. Tempo

Tempo merupakan istilah menggambarkan cepat lambatnya lagu yang
dinyanyikan.

No

Istilah

Arti

1

Largo

Lambat sekali

2

Lento

Lebih lambat

3

Adagio

Lambat

4

Andante

Sedang

5

Moderato

Sedang agak cepat

6

Allegro

Cepat

7

Vivace

Lebih cepat sekali

8

presto

Cepat sekali

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

27

D. Tokoh Musik dan Komposisi Daerah

Berikut ini beberpa tokoh musik daerah dan sumbangannya bagi seni kedaerahan.
1. Musik gamelan Sunda yang dikembangkan dengan system notasi da, mi, na, ti, la
oleh Raden Mahyar Angga Koesoemadinata, juga Mangkoko ( Koko Koeswoyo)
2. Angklung Sunda dikembaangkan dengan sistem tangga nada diatonis (do re mi fa
sol la si ) oleh Daeng Soetikno dan Imam Sukayat. Demikian pula Udjo
Ngalagena yang banyak memberikan perhatian pendidikan angklung generasi
muda.

3. Gamelan Jawa dengan sistem sariswara oleh K.H. Dewantara dan Ki Nartosabdo
sebagai tokoh pembaharu dalam lagu-lagu gamelan yang dikenal dengan system
wandali (Jawa, Sunda dan Bali)

E. Bentuk Instrumen

1. Bentuk tabung

Bentuk umum dari alat musik ini adalah memakai bahan dasar bambu, dapat pula
menggunakan kayu atau logam. Misalnya calung, angklung, kentongan, suling dan
guntang.

Gb. 3.9 Saung Angklung (Sumber google 17112010)

2. Bentuk Bilah

Kekuatan bentuk bilah ini didukung oleh wadah gema sebagai ruang resonator.
Contoh alat musik ini adalah gambang, kolintang, saron dan gender.

Gb.3.10. Saron (Sumber google 17112010)

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

28

3. Bentuk Pencon

Memiliki pencu (tumpuan pukulan) , yaitu bagian yang menonjol dari suatu
bidang datar atau yang dianggap datar. Alat ini terbuat dari logam. Misalnya gong
(Jawa dan Sunda) trompong ( Bali) kromong (Betawi) talempong ( Minang)
totobuang ( Ambon) kangkanong ( Banjar) , Kenong ( Jawa)

Gb.3.11. Kenong (Sumber google 17112011)

4. Bentuk lain

Bentuk lain yang tidak dapat dimasukkan dalam kelompok diatas karena memang
tidak memiliki ciri kesamaan bentuk. Misalnya siter, tarawangsa, rebab, harpa.

Gb.3.12. Harpa (Sumber google 17112011

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

29

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->