SENI BUDAYA

KELAS VII
SEMESTER 2
MGMP Seni Budaya Batang

KATA PENGANTAR
KOORDINATOR SUROSO, S.Pd EDI KUNCORO, S.Pd

PENYUSUN TEAM MGMP SENI BUDAYA BATANG KETUA : SUKISNO, S.Pd SEKRETARIS: ARYATMONO SISWADI, S.Pd, M.A. BENDAHARA : SRI PUJIATI, S.Pd ANGGOTA 1. M. ISONO 2. SUNINGSIH, S.Pd 3. BAGUS ADHY HERMAWAN, S.Pd 4. INDAH KURNIATI 5. Drs. MUGIYONO 6. TITIK SUMARNI, S.Pd 7. MUJI RAHARJO, S.Pd

EDITOR :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Sigit Yulianto, S.Pd Rina Murwani P, S.Pd Daryoto, S.Pd Heru Supriyanto Chucik Ubaidah, S.Pd Drs. Moh Arifin Jaya Rudi H, S.Pd Dwi Saroso F. Suwarso Asri Tri W Muh. Al Amin, S.Pd Rohmad Purwanto Fc. Hariati MS Aksi Mandala, S.Pd Sodikin, S.Pd Ria Irawan, S.Pd Pujo Tri Widodo. SH Arif Triyono B, S.Pd Sri Rejeki, S.Pd Sasongko, S.Pd RY. Basuki Harjono Herwanto Asis Susbaniyah Ngatimin Muhayin, S.Pd Sukiyanto, S.Pd Sri Wartini, S.Pd Teguh Pepeg, S.Pd Suharti, S.Pd Dra. Sri Wahyuni Dra. Indah Tri W Sri Diana, S.Pd 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Budi Surojo, S.Pd Dite Nurhayati, S.Pd Suhdi Teguh Wiyanto Tri Siswanti, S.Pd Aly Bisri, S.Pd Solikhin, S.Pd Endang PH, S.Pd Supriyo, S.Pd Titi Sulastri, S.Pd Amirul M, S.Pd Yuli Setyaningsih, S.Pd Andri Ari Susanti, S.Pd Anita Permana Sari, S.Pd Pratama Imanda F , .Pd Murdani Retnoningsih, S.Pd Drs. Sumartono Retty Vriscalisna Rina Dyah Sukesi, S.Pd Sinta Kusumawati, S.Pd Catur Yuliani Eko Setyono, S.Pd Albert Rizal, S.Sn Titi Sulastri , S.Pd Rika Deni Rahmawati, S.Pd Agus Ismahadi, S.Pd Vista Rianda Sakti, S.Pd Santya Noviasari Nurvita Titik Sumarni, S.Sn Ria Irawan, S.Pd Ayu Setyorini, S.Pd Abdul Azis, S.Pd

Puji syukur kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan limpahanNya kepada kita semua. Semester 2 ini MGMP Seni Budaya Kabupaten Batang menerbitkan kembali buku penunjang berupa Buku Ajar yang sesuai dengan KTSP 2006. Dengan diterbitkannya buku ini diharapkan siswa dapat lebih mudah menguasai materi yang diberikan oleh guru sesuai dengan Kurikulum yang berlaku. Selain itu diharapkan pula agar siswa dapat mencapai kompetensi dalam proses pembelajarannya. Dengan buku ini guru dibantu dalam menentukan indikator-indikator hasil belajar yang diperlukan dalam menguasai kompetensi-kompetensinya. Semoga buku ini dapat membantu siswa dalam mengembangkan diri dan mampu menyerap informasi dalam mencapai prestasi belajar secara maksimal.

Tim Redaksi

Hak cipta dilindungi undang-undang Dilarang mengutip, menjiplak, memfotokopi sebagian atau seluruh isi serta menjualbelikan tanpa seijin tertulis dari MGMP Seni Budaya Batang

Toko Buku dan Percetakan

Jl. Kresna 2 Perum KORPRI E.3 No. 5-6 Pasekaran Batang Telp. (0285) 4494183

1

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ……………………………………………………………………… KATA PENGANTAR………………………………………………………………………… DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………… I Merancang Dan Membuat Karya Seni Kriya…….……………………………………. A. Pengertian dan Fungsi Seni Kriya ….………………………………………….. B. Jenis-jenis Seni Kriya…………………………………………………………….. C. Merancanag dan Membuat Karya Seni Kriya …...………………....................... Apresiasi Seni …………………………………………………………........................ II Pameran Karya Seni Rupa...…………………………………………………………. A. Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah..………………………………… B. Jenis-jenis Pameran…………………………………………………………….. C. Manfaat Pameran Seni Rupa…………………………………………………….. D. Tahapan-tahapan Penyelenggaraan Pameran..………………………………….. E. Peralatan dan Perlengapan Pameran…………………………………………….. Apresiasi Seni …………………………………………………………………… Ekspresi Seni…………………………………………………………………… III Musik Daerah….……………………………………………………………………….. A. Ragam Musik Tradisi…………………………………………………………….. B. Fungsi Musik……….…………………………………………………………….. C. Mengenal Unsur………………………………………………………………….. D. Tokoh Musik Daerah. …………………………………………………………… E. Bentuk Instrumen…………………………………………………........................ F. Lagu Daerah……………………………………………………………………… G. Syair………………………………………………………………………………. H. Sifat Apresiatif……………………………………………………………………. Apresiasi Seni …………………………………………………………………… Ekspresi Seni…………………………………………………………………… IV Keunikan Musik Daerah………………………..………………………………………. A. Gamelan..........................................................……………………………………. B. Gamelan Bali…………….………………………………………………………. C. Gambang Kromong………………………………………………………………. D. Tanjidor................................................................................................................... E Kolintang................................................................................................................ F. Angklung................................................................................................................ Apresiasi Seni …………………………………………………………………… Ekspresi Seni…………………………………………………………………… V Mengaransemen Lagu……………….…………………………………………………. A. Mengaransemen Lagu………….………………………………………………… B. Mengaransemen Untuk Paduan………………………………………………….. Apresiasi Seni …………………………………………………………………… Ekspresi Seni…………………………………………………………………….. VI Tari Daerah……………………………………………………………......................... A. Mengenal Seni Tari ….……………..…………………………………………… B. Berdasarkan Bentuk Penyajian…………………………………………………… C. Ragam Tari……………………………………………………………………….. D. FungsiTari………………………………………………………………………… E. Unsur Pendukung Tari……………………………………………………………. F. Mengenal Gerak Dasar…………………………………………………………… Apresiasi Seni …………………………………………………………………… DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………..

i 1 2 3 3 4 5 9 12 12 12 14 16 16 18 21 22 22 24 25 27 28 29 29 30 30 33 34 34 35 35 35 36 36 37 38 41 41 41 43 44 45 45 47 49 49 51 53 58 60

2

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

BAB 1

MERANCANG DAN MEMBUAT KARYA SENI KRIYA
Standar Kompetensi : 9. Mengapresiasikan karya seni rupa 10.Mengapresiasikan diri melalui karya seni rupa Kompetensi Dasar : 9.1.Mengidentifikasikan jenis karya seni rupa terapan daerah setempat 10.1. Membuat karya seni kriya dengan teknik dan corak daerah setempat

LEMBAR INFORMASI
1. Pengertian dan Fungsi Seni Krinya Seni Kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memperhatikan aspek fungsional dan nilai seni. Penciptaan karya seni kriya tidak didasarkan pada aspek fungsionalnya (kebutuhan fisik) saja, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan terhadap keindahan (kebutuhan emosional). Dalam pekembangannya, karya seni kriya selalu identik dengan seni kerajinan Hal ini disebabkan pembuatan karya seni kriya yang tidak lepas dari pengerjaan tangan (hand made) dan memliki aspek fungsonal. Berdasarkan fungsinya seni kriya dapat digolongkan menjadi : a. Hiasan (dekorasi) Banyak produk seni kriya yang berfungsi sebagai benda pajangan. Seni kriya ini lebih menonjolkan segi rupa dari pada segi fungsinya sehingga bentukbentuknya mengalami pengembangan. Misalnya, karya seni ukir, hiasan dinding, cinderamata, patung.

Gb.1.1. Seni Ukir ( google 17112011) 3
MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

b. Benda terapan Terapan ( siap pakai) Seni kriya jenis ini mempunyai fungsi sebagai benda yang siap pakai , bersifat nyaman, namn tidak kehilangan unsur keindaannya. Misalnya, senjata, keramik, furnitur.

Gambar. 1.2. Furnitur( google 17112011)

Gambar 1.3 Keramik (google 17112011)

c. Benda Mainan Karya seni kriya semacam ini biasanya berbentuk sederhana, bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan kerjakan, dan harganya relatif terjangkau. Misalnya boneka, dakon, kipas ketas

Gb. 1.4. Boneka( google 17112011)

Gb. 1.5. Kipas kertas( google 17112011)

2. Jenis-jenis Seni Kriya Jenis-jenis seni kriya antara lain : a. Seni Kriya Dua Dimensi (2D) Seni kriya yang memiliki ukuran panjang dan lebar. Karya seni yang hanya dapat dinikmati dari satu arah pandang mata. Contohnya : sulaman, bordir, mozaik, kolase, batik, tenun, relief dan hiasan dinding.

Gb.1.6. Mozaik
( google 17112011)

Gb.1.7. Kolase
( google 17112011)

Gb. 1.8. Relief
( google 17112011)

4

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

b. Seni Kriya Tiga Dimensi (3D) Seni kriya yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi. Karya seni yang dapat dilihat dari berbagai arah pandang mata. Karya seni kriya tiga dimensi meliputi sebagai berikut : 1. Kerajinan keramik Kerajinan keramik menggunakan bahan dasar tanah liat. Produk yang dihasilkan , misalya vas bunga, guci, kendi, dan peralatan rumah tangga. 2. Kerajinan logam Kerajinan logam menggunakan bahan dasar logam, seperti emas, perak perunggu, tembaga , alumunium dan kuningan. Produk yang dihasilkan : perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam, alat gamelan. 3. Kerajinan kulit Kulit banyak digunakan untuk membuat berbagai benda kerajinan antara lain : wayang kulit, tas, sepatu, jaket dan alat rebana. 4. Kerajinan kayu Kerajinan dari kayu antara lain : topeng, wayang golek, furnitur, patung dan ukiran. 5. Kerajinana anyaman Bahan dasar anyaman biasanya dari bambu, daun mendong dan tali plastik, karya yang dihasilkan misalnya , tempayan, topi, tikar, tutup nasi, tikar gantungan pot bunga. 6. Kerajinan lainnya Kerajinan lain dari berbagai daeah di Nusantara antara lain : kerajinan rotan, kerajinan payung dan lampu hias.

Gb.1.9. Keramik

Gb.10. Gamelan

Gb.11. Wayang Kulit

Gb.1.12. Wayang Golek

Gb 1.13. Topi anyaman
( sumber google 17112011)

Gb.1.14. Rotan

Seni kriya yaitu karya seni yang cara pembuatannya dikerjakan langsug oleh tangan manusia. Oleh sebab itu seni kriya sering disebut pula kerajinan. Contohnya kerajinan dari bambu oleh masyarakat Tasikmalaya dan rotan dari daerah Cirebon. Salah satu hasil kerajinan dari kayu yaitu Bening Aban dari suku Dayak.

5

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

BeningAban Alat untuk memanggul anak yang hanya terdapat pada masyarakat suku Dayak Kenyah. Alat ini terbuat dari kayu yang biasanya dihiasi dengan ukiran atau dilapisi dengan sulaman manik-manik serta uang logam.

Gb. 1.15 Sumber- google.com (3008211)

1. Merancanag dan Membuat Karya Seni Kriya Daerah Setempat Sebelum membuat karya seni kriya yang sesungguhnya terlebih dahulu dibuat rancangan atau desain sebagai panduan. Berdasarkan rancangan tersebut, selanjutnya karya seni kriya dapat diwujudkan dalam bentuk karya jadi. Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam merancang dan membuat karya seni kriya adalah : a. Kegunaan Faktor kegunaan dalam seni kriya menempati porsi utama. Misalnya , pada kendi terdapat leher yag dibuat untuk pegangan saat menuangkan air ke dalam gelas. Jika tidak diberi leher atau pegangan, benda tersebut menjadi tidak berguna. b. Kenyamanan Karena kegunaan porsi yang utama, maka seni kriya mempunyai unsur kenyamanan. Artinya karya tersebut enak dipakai dan memenuhi funginya dengan baik. Misalnya tempat kursi harus sesuai dengan ukuran sehinga nyaman untuk diduduki. c. Bahan dan teknik Bahan-bahan yang digunakan untuk seni kriya harus dipilih sesuai karakteristik benda yang dibuat. Misalnya , keramik harus dari tanah liat pilihan agar tidak mudah pecah (retak). Pemilihan bahan disesuaikan pula dengan kemampuan teknik penciptaannya. d. Nilai seni Seni kriya sangat ditentukan oleh tampilan keindahannya , jika dikaitkan dengan tujuan komersial (penjualan) selain pertimbangan estetis, perlu juga mengikuti konsumen dan ide kreatif. 2. Teknik dan Corak Seni Kriya Daerah Setempat Karya seni kriya disetiap daerah memliki teknik dan corak yang beragam. Teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni kriya antara lain butsir ( menggunakan alat sudip, cocok untuk bahan tanah liat ), membentuk ( cocok untuk bahan lunak), pahat ( ukir, anyaman, sulam ( bordir, renda), cetak (grafis). Corak karya seni biasanya mengambil obyel flora, fauna, atau alam sekitarnya. Corak tersebut umumnya bersifat dekoratif ( menggunakan ornamen atau ragam hias: karya seni kriya yang menggunakan corak dekoratif contohnya wayang ) lembut, kontras, klasik dan penuh simbolik.

Gb.1.16 Pahat

Gb.1.17. Renda

Gb.1.18. Sulam Pita

Gb.1.19. Wayang

(sumber google 17112011)

6

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

TUGAS MANDIRI

Kerjakan tugas ini secara mandiri.   Rancang sebuah desain seni kriya dengan motif yang ada didaerahmu masingmasing. Buat semenarik mungkin, bila perlu berilah warna. Presentasikan karya seni kriya yang sudah Anda buat di depan klas.

MARI BERKARYA Karya seni kriya yang terdapat di Indonesia sangat beragam. Salah satunya seni kriya dengan tehnik anyaman. Berikut ini seni kriya dengan tehnik anyaman . Membuat alas piring makanan Seni Kriya adalah pekerjaan tangan ( handicraft). Kemampuan berkarya adalah ketrampilan tangan dengan kemampuan kekriyaan ( craftsmanship). Hasil karya seni kriya berwujud barang yang mempunyai unsur keindahan sehari-hari disebut kriya guna. Satu bentuk desain seni kriya dibuat dalam jumlah yang banyak di sebut desain produk. Keramik diartikan sebagai suatu benda yang terbuat dari bahan non logam dan anorganis yang dibuat melalui proses pembakaran. Istilah keramik adalah gerabah, tembikar, dan porselin. Benda keramik yang dipergunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari misalnya piring, gelas, poci dan teko. Bahan yang dibutuhkan a. pelepah pohon pisang yang sudah kering b. kain perca secukupnya c. benang jahit d. kertas karton bekas e. lem kayu f. vernis semprot Alat yang diperlukan a. gunting b. pisau cutter Cara membuat a. Siapkan pelepah pohon pisang kering secukupnya. Usahakan memiliki warna berbeda-beda. Aneka warna ini akan membentuk pola yang menarik. b. Bersihkan bagian dalamnya dengan pisau, dan ambil kulit bagian luarnya saja. c. Potong dengan ukuran 21 cm d. Kemudian belah menjadi serpihan selebar 1cmx21cm e. Bila sudah selesai kemudian buatlah desain pola anyaman . Tentu saja akan lebih baik bila kalian membaut kreasi desain sendiri. 7
MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

1.

2.

3.

4.

f. Bila desain sedah jadi kemudian kulit pohon pisang kering dianyam sesuai dengan gambar desain. g. Bila anyaman sudah jadi kemudian potong kertas karton berbentuk lingkaran dengan garis tengan 20 cm. h. Rekatkan antara lingkaran karton dengan bagian belakang anyaman menggunakan lem kayu yang sudah disiapkan, agar perekatan sempurna bisa dilakukan dengan menjepit dengan karton lain dan diberi beban, lakukan sampai lem kering. i. Bila lem sudah kering dan anyaman sudah melekat pada karton kemudian anyaman dipotong dengan gunting sesuai dengan ukuran karton, maka akan tampak anyaman berbentuk lingkaran. j. Agar pekerjaan kuat rapi, bagian pinggir diberi lis dengan menjahit kain mengikuti bentuk luar pekerjaan. Warna lis bebas karena akan memberi variasi. k. Bentuk alas gelas tidak harus lingkaran, kalian bisa membuat bentuk lain. Demikian puyla bahan tidak harus pelepah daun pohon pisang. Bisa dengan bahyan alternative lain yang ada disekitarmu seperti daun pandsan, mendong, kulit, daun kelapa dan sebagainya.

Gb.1.20 Kerajinan Pelepah Pisang dan Enceng Gondok (Sumber google 16112011)

Pelepah pisang ternyata memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri setelah diproses menjadi berbagai macam kerajinan. Baik melalu model penempelan (laminating), anyaman maupun untuk kominasi dengan produk kerajinan lainnya. Tekstur dan warna dari pelepah pisang ternyata sangat unik dan alami, dan akan membuat kerajinan yang dikombinasi dengan pelepah pisang menjadi lebih menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi. Aneka macam produk kerajinan yang memanfaatkan kerajinan pelepah pisang lebih banyak yang diekspor dari pada yang dibutuhkan untuk pasar dalam negeri. Hal ini dapat dilihat di sentra kerajinan rotan, di desa Trangsan, Kecamatan Baki, Kab. Sukoharjo dekat dengan Kota Solo. Di mana rata-rata produk yang dibuat diorientasikan untuk pasar ekspor. Pelepah pisang dalam produknya dikombinasikan dengan rotan dan enceng gondok. Menghasilkan produk yang benar-benar unik dan menarik. Kelebihan lainnya adalah bebannya yang sangat ringan, sehingga furniture dari pelepah pisang ini mudah dipindahpindahkan dan cocok untuk orang-orang yang menyukai suasana rumah yang selalu baru dan berubah. Begitu juga dengan enceng gondok yang semula adalah limbah, atau tanaman yang dianggap mengganggu karena tumbuh liar di Rawa Pening Semarang dan melalui proses yang sama dengan pelepah pisang mampu dimanfaatkan menjadi aneka kerajinan. Produk yang dihasilkan hampir sama dengan pelepah pisang namun memiliki ciri khas warna dan motif yang berbeda.

8

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

APRESIASI SENI
I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar ! 1. Termasuk Karya seni Terapan adalah….. a. meja kursi, anyaman buah,lukisan c. gambar, poster, keramik b. keramik, meja, almari d. almari, kulkas, reklame 2. Pengertian karya seni murni adalah.... a. Karya seni sebagai seni pakai b. Karya seni kerajinan c. Karya seni dinikmati karena keindahannya d. Karya yang diperjual belikan 3. Karya seni dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari diciptakan dengan mempertimbangkan nilai seni merupakan fungsi seni…. a. kebutuhaan fisik c. kebutuhan emosi b. bidang agama d. bidang pendidikan 4. Berikut daerah penghasil kerajinan dari bambu adalah.... a. Tasikmalaya c. Bali b. Betawi d. Tana toraja 5. Seni kerajian yang terbuat dari kayu dan berhias sulaman manik-manik, yang berfungsi sebagai penggendong bayi/anak adalah…. a. Mandau c. Bending aban b. Kalembit d. Perisai 6. Estetis berarti…. a. keindahan c. ketrampilan b. kesukaran d. kemauan 7. Corak seni kriya umumnya bersifa dekoratif, artinya... a. kontras c klasik b. meggunakan ragam hias d. terkesan halus dan lembut 8. Karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan ( hand skill) disebut. a. seni lukis c. seni suara b. seni kriya d. seni teater 9. Berdasarkan fungsi seni kriya hasil karya seni ukir, hiasan dinding, cinderamata termasuk .... a. benda terapan c. hiasan (dekoratif) b. benda mainan d. corak seni 10. Dibawah ini termasuk karya seni kriya dua dimensi adalah... a. kendi c. teko b. tenun d. vas bunga 11. Seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disusun dan ditempelkan dangan perekat disebut... a. kolase c. relief b. mozaik d. batik 12. Gambar timbul pada candi disebut... a. relief c. mozaik b. hiasan d. kolase 13. Karya dibawah ini bukan termasuk karya kerajinan keramik... a. vas bunga c. teko b. perhiasan emas d. Guci

9

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

14.Hasil karya topeng, wayang golek, furnitur, patnug termasuk hasilkarya... a. kerajinan keramik d. kerajinan anyaman b. kerajinan lainnya d. kerajinan kayu 15. Komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan , kain, kertas, kayu yang ditempelkan pada permukaan gambar disebut.... a. relief c. patung b. kolase d. lukisan 16. Karya seni kriya termasuk karya seni rupa yang diciptakan untuk tujuan... a. fungsional dan seni c. desain b. keindahan d. kebutuhan hidup 17. Bahan-bahan dari kayu untuk membuat seni ukir lebih cocok menggunakan teknik... a. cor c. pahat b. membentuk d. cetak 18. Karya seni berikut yang dapat digolongkan sebagai hasil karya seni kriya daerah setempat adalah... a. lukisan abstrak c. gambar poster b. wayang golek d. seni fotografi 19. Karya seni dibawah ini yang termasuk hasil karya seni kerajinan anyaman adalah... a. furnitur c. batik b. tempayan d. topeng 20. Pembuatan karya seni kriya harus mempertimbangan aspek kegunaan, keluwesan dan kenyamanan, nilai seni, bahan dan teknik supaya... a. disenangi masyarakat b. mudah digunakan dan lebih praktis c. tidak membahayakan dan enak digunakan pemakainya d. dapat dipakai untuk berbagai keperluan sehari-hari II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat ! 1. Sebutkan karya seni kriya yang termasuk benda terapan atau karya siap pakai! Jawab............................................................................................................................... ......................................................................................................................................... 2. Deskripsikan pengertian karya seni kriya ! Jawab............................................................................................................................... ......................................................................................................................................... 3. Sebutkan 5 (lima) karya seni kriya dua dimensi ! Jawab ............................................................................................................................ ....................................................................................................................................... 4. Jelaskan pengertian kenyamanan dalam merancang dan membuat karya seni kriya ! Jawab.............................................................................................................................. ....................................................................................................................................... 5. Jelaskan pengertian hiasan ( dekorasi) dalam fungsi seni kriya ! Jawab............................................................................................................................... ......................................................................................................................................... Tanda Tangan Guru Orangtua Nilai

10

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

HASIL KARYA SENI KRIYA

Gb.1.21.Kerajinan kulit

Gb 1.22 Kerajinan anyaman

b.1.23 Kerajinan logam

Gb.1.24 Kerajinan kayu

Gb.1.26 Kerajinan rotan

Gb.1.27 Kerajinan keramik

Gb.1.28.Kerajinan kulit

Gb 1.29 Kerajinan anyaman

b.1.30 Kerajinan logam

Gb.1.31 Kerajinan kayu

Gb.1.32 Kerajinan rotan

Gb.1.33 Kerajinan keramik

11

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

BAB 2

PAMERAN KARYA SENI RUPA
Standar Kompetensi : 10. Mengapresiasikan diri melalui karya seni rupa Kompetensi Dasar :
10.3 Menyiapkan karya seni rupa hasil buatan sendiri untuk pameran kelas atau sekolah 10.4. Menata karya seni rupa hasil buatan sendiri dalam bentuk pameran kelas atau sekolah

LEMBAR INFORMASI
A. Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Pameran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam bidang kesenirupaan, karena kegiatan pameran baik sekali kegunaannya baik bagi siswa, seniman, pengamat seni rupa, maupun bagi perkembangan seni rupa pada umumnya. Melalui pameran, seorang siswa bisa memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat baik dilingkungan sekolah ataupun masyarakat umum untuk dilihat, dinilai, dikagumi, atau dikritik. Pameran memiliki arti yang penting bagi siswa yaitu sebagai kegiatan penyajian visual untuk menyampaikan ide reatifitasnya kepada kalayak umum. Melalui apresiasi dari khalayak umum, karya seni yang ditampilkan akan mendapat penilaian, penghargaan, tanggapan, respon atau kritikan sehingga dapat meningkatkan kualitas karya berikutnya. Pameran seni rupa tidak hanya dilakukan oleh para seniman besar saja, namun saat ini sudah banyak senman cilik yang menampilkan karyanya lewat pameran kelas atau sekolah.

Gb. 2.2 Ruang Pameran sekolah

12

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

B. Jenis-Jenis Pameran Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan, dibedakan menjadi dua, yaitu pameran homogen dan pameran heterogen. Pameran homogen, artinya pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja, misalnya pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik dan lain sebagainya. Pameran heterogen, artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa, misalnya pameran seni kriya, pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik dan karya seni rupa lainnya dilakukan dalam satu ruang pameran dan dilakukan dalam waktu bersamaan. Pameran seni rupa yang diselenggarakan dalam kaitannya dengan pendidikan seni rupa di sekolah, biasanya merupakan pameran heterogen, karena menampilkan jenis karya seni rupa yang beragam mulai dari lukisan, patung, ukiran, keramik, karya kerajinan, dan karya seni rupa lainnya. Pameran berdasarkan pada jumlah seniman yang tampil, pameran dapat dibedakan ke dalam : a. Pameran perorangan atau pameran tunggal b. Pameran kelompok, baik kelompok seniman dalam satu sanggar atau satu almamater, kelompok seniman dalam satu aliran dan kelompok lainnya.

Gb. 2.1. Penataan pencahayaan ruang pameran

Gb. 2.2. Memajang karya yang artistik

13

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

C. Manfaat pameran seni rupa di lingkungan sekolah a) Meningkatkan kemampuan berkarya Dengan adanya pameran, karya-karya para siswa akan dilihat oleh masyarakat sehingga para siswa dituntut untuk menghasilkan karyanya yang terbaik. Di sini akan terjadi persaingan yang sehat dan terarah, dan hal ini menjadi pendorong bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkarya. b) Dapat melakukan penilaian / evaluasi Pameran merupakan kesempatan bagi guru untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh siswanya. Pameran dapat dikatakan menjadi sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada diri siswa. Sehingga penilaian atau evaluasi ini dapat dimasukan dalam perhitungan nilai rapor. Penilaian juga dilakukan oleh pihak luar sekolah seperti orang tua siswa atau masyarakat umum yang mengunjungi pameran tersebut. Dari kesanpesan yang mereka sampaikan tentunya dapat memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut. c) Sebagai sarana apresiasi dan hiburan Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi, kegiatan pameran dapat dijadikan sebagai sarana apresiasi. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan, pengamatan, penghargaan, atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan. Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka, melainkan suatu proses pencarian nilai-nilai seni, pemahaman isi dan pesan dari karya seni, dan melakukan juga perbandingan-perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan komprehensif. Dalam arti yang luas, kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati, merasakan suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya. d) Melatih siswa untuk bermasyarakat Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan, melainkan kerja kelompok yang melibatkan banyak orang. Jadi, dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah, mendidik para siswa untuk bermasyarakat. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain, melatih untuk menghargai pendapat orang lain, dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya. D. Tahapan-tahapan Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa di Kelas atau di Sekolah Untuk dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa di lingkungan sekolah, ada beberapa hal yang harus dikerjakan, yaitu : a. Tahap perencanaan (persiapan awal) 1. Membentuk panitia Untuk mempermudah pelaksanaan pameran perlu dibentuk panitia yang bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan pameran. Panitia melibatkan siswa dibawah bimbingan guru mata pelajaran dan pembina osis.kepala sekolah sebagai Pelindung. Panitia adalah kelompok orang yang ditunjuk atau dipilih untuk mengurus suatu kegiatan. Kepanitiaan pameran sekolah dapat disusun sebagai berikut : 14
MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

1). Pelindung di jabat oleh kepala sekolah Tugasnya sebagai penanggungjawab terlaksananya kegiatan pameran kelas atau sekolah. 2). Penanggung jawab dijabat oleh guru meta pelajaran seni budaya Tugasnya memberikan arahan dan bimbingan 3). Ketua Tugasnya mengkoordinasikan da memimpin semua kegiatan 4). Wakil ketua Tugasnya membantu ketua untuk kelancaran kegiatan 5). Sekretaris Tugasnya menangani bidang adminisrasi 6). Bendahara Tugasnya menangani bidang keuangan 7). Seksi-seksi : a. Seksi penyeleksi, bertugas menyeleksi karya yang akan dipamerkan b. Seks dekorasi, bertugas mengatur dan membuat ruang pameran menjadi lebih indah dan nyaman c. Seksi dokumentasi, bertugas mendokumentasikan semua kegiatan d. Seksi publikasi, bertugas mempublikasikan keada masyarakat tentang kegiatan pameran e. Seksi keamanan, bertugas menjaga keamaan selam berlangsungnya pameran f. Seksi usaha, bertugas mencari dana untuk kebutuhan pameran, misal mencari sponsor atau donatur. g. Seksi perlengkapan, bertugas mempersiapkan semua perlengkapan pameran baik dari mulai kegiatan sampai mengembalikan barang. h. Seksi konsumsi, bertugas dan bertanggungjawab berkaitan dengan konsumsi. 2. Pembuatan proposal. Proposal adalah rencana kegiatan pameran yang dibuat secara tertulis. Proposal dibuat agar pihak lain, baik perorangan/individu maupun lembaga dapat memperoleh informasi secara mendalam mengenai detail kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga pada akhirnya dapat terjadi suatu kesamaan pandangan. 3. Menentukan tema Tema merupakan pokok pikiran yang menjawab seluruh kegiatan. Tema harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan pameran. Misal “ Dengan Pameran Seni Rupa Kita Tingkatkan Prestasi Belajar dan Kreatifias” 4. Penyusunan jadwal dan tempat Tujuan menyusunan jadwal dan tempat adalah agar masyarakat mengetahui secara pasti pelaksanaan dan tepat pameran. Pada jadwal tertera hari dan tanggal, waktu dan jenus kegiatan serta tempat pelaksanaan pameran.

15

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

b. Tahap pengumpulan karya Karya-karya yang akan dipamerkan perlu dikelompokkan sesuai dengan jenis karyanya, baik karya dua dimensi atau karya tiga dimensi.

Gb.2.3. Karya dua dimensi

Gb.2.4 Karya tiga dimensi c. Tahap seleksi karya Tahapan ini sangat penting karena karya yang akan dipamerkan harus layak tampil dalam pameran sehingga karya yang dipamerkan lebih berkualitas d. Tahap persiapan akhir Tahap akhir sering disebut dengan gladi bersih , tujuannya adalah agar dapat diketahui hal-hal yang perlu diperbaiki. Gladi bersih bisa dilakukan sehari sebelum pelaksanaan pameran berlangsung. e. Tahap pelaksanaan pameran Setelah persiapan selesai, pameran kelas atau sekolah dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah dibuat. E. Peralatan dan perlengkapan pameran Syarat tempat pelaksanaan pameran yang baik harus lah aman, nyaman dan lancar. Perlengkapan pameran adalah alat dan bahan yang di perlukan dalam pelaksanaan pameran.Yang termasuk perlengkapan pameran adalah : 1. Panel/sketsel Tempat memasang karya 2 dimensi 2. Level Tempat untuk meletakkan karya seni tiga dimensi 3. Meja dan kursi Tempat untuk buku tamu, sedangkan ksi ntk para undangan pada saat pembukaan pameran 4. Dekorasi ruangan Untuk mempercantik ruang pameran 5. Katalog Berbentuk brosur atau buku yang berisi tentang informasi materi yang akan dipamerkan 6. Brosur Sebagai sarana informasi dan promosi tentang adanya pameran 7. Buku tamu
MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

16

Buku tamu diletakkan di pintu masuk pameran yang berisikan kolom catatan yang didisi oleh pengunjung tentang kesan dan pesan seputar pameran. 8. Saound system Sebagai pengeras suara untuk pemberithuan penting yang perlu disampaikan. 9. Spanduk Tempat menulis tema pameran

Gb.2.5. Spanduk

Gb.2.6. Sketsel/Panel

Gb. 2.7. Karya seni lukis

Gb. 2. 8. Level

Gb. 2.9 Katalog

Gb. 2.10. Brosur

17

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

APRESIASI SENI
I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar 1 1. Pameran yang hanya menampilkan satu karya seni rupa saja disebut…. a. homogen c. kelompok b. tunggal d. heterogen 2. Pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa disebut... a. tunggal c. abstrak b. kelompok d. heterogen 3. Pameran tunggal adalah... a. pameran yang dilakukan oleh seorang seniman b. pameran yang dilakukan oleh lebih dari satu orang seniman c. pameran yang dilakukan didalam gedung d. pameran yang berisikan karya seni dua dimensi saja 4. Mengkoordinasikan dan memimpin semua kegiatan adalah tuga sebagai.... a. seksi perlengkapan c. sekretaris b. wakil ketua d. ketua 5. Tugas seksi usaha adalah... a. mempublikasikan keadaan masyarakat tentang kegiatan pameran b. menjaga keamaan selama berlangsungnya pameran c. mencari dana untuk kebutuhan pameran, misal mencari sponsor atau donatur. d. mempersiapkan semua perlengkapan pameran baik dari mulai kegiatan sampai mengembalikan barang. 6. Mempersiapkan semua perlengkapan pameran baik dari mulai kegiatan sampai mengembalikan barang adalah tugas seksi…. a. penyeksi c. perlengkapan b. konsumsi d. wakil ketua 7. Tahapan yang sangat penting karena karya yang akan dipamerkan harus layak tampil dalam pameran sehingga karya yang dipamerkan lebih berkualitas adalah tahapan…. a. tahapan perencanaan c. tahapan penyeleksi karya b. tahapan pengumplan karya d. tahapan persiapan akhir 8. Sketsel adalah… a. tempat memasang karya 2 dimensi b. tempat untuk meletakkan karya seni tiga dimensi c tempat untuk buku tamu, sedangkan kursi untuk para undangan pada saat pembukaan pameran d. untuk mempercantik ruang pameran 9. Tugasnya mempublikasikan keada masyarakat tentang kegiatan pameran adalah…. a. seksi dekorasi c. seksi usaha b. seksi publikasi d. seksi konsumsi 10. Penanggungjawab terlaksananya kegiatan pameran kelas atau sekolah …. a. ketua c. wakil ketua b. guru mata pelajaran d. kepala sekolah 11. Dekorasi ruangan adalah… a. untuk mempercantik ruang pameran b. berbentuk brosur atau buku yang berisi tentang informasi materi yang akan dipamerkan c. sebagai sarana informasi dan promosi tentang adanya pameran d. tempat menulis tema pameran 12. Yang bukan termasuk karya seni rupa dua dimensi adalah... 18
MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

a. lukisan c. keramik b. poster d. reklame 13. Keuntungan yang di peroleh dari menggambar dengan melihat obyek yang akan digambar adalah sebagai berikut kecuali.... a. Obyek gambar lebih jelas, b. Lebih bisa berekspresi c. Penggambar dapat mengkontrol gambar dan model sesering mungkin, d. Ketepatan sudut gambar lebih terjamin. 14. Langkah paling awal menggambar bentuk dengan pendekatan model adalah…. a. pengamatan c. menentukan gelap terang b. sketsa d. menentukan tekniknya 15.Benda dekat tampak terang, benda jauh samara-samar menggunakan hukum…. a. perbandingan c. kontras b. persamaan d. perspektif II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Apa yang dimaksud dengan pameran ? Jawab………………………………………………………………………………… …..............…………………………………………………………………………… 2. Sebutkan 3 (tiga) contoh kaya seni tiga dimensi! Jawab………………………………………………………………………………… …......………………………………………………………………………………… 3. Sebutkan 4 (empat) manfaat pameran sekolah! Jawab………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………....... 4. Apa yang dimaksud dengan tahapan persiapan akhir dalam pameran? Jawab:………………………………………………………………………………… ..................................................................................................................................... 5. Deskripsikan pengertian proposal ? Jawab ………………………………………………………………………………… ......……………………………………………………………………………………. 6. Buatlah sebuah tema pameran seni rupa dalam rangka hari Penddikan Nasional tahun 2012 ! Jawab.......…………………………………………………………………………….. ...…………………………………………………………………………………........ 7. Apa yan disebut dengan pameran heterogen ? Jawab :………………………………………………………………………………... .......…………………………………………………………………………………… 8. Apa tugas penanggung jawab dalam kepanitiaan pameran di sekolah ? Jawab : ……………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………….. 9. Sebutkan 3 (tiga) contoh kaya seni dua dimensi! Jawab : ...........………………………………………………………………………... ……………………………………………………………………………….. 10. Jelaskan tentang tahapan pengumpulan karya! Jawab : ……………………………………………………………………………….. ........………………………………………………………………………………......

19

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

KERJA KELOMPOK Kerjakan bersama teman kelompokmu ! 1. Jelaskan menurut pendapatmu, syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan agar sebuah karya seni rupa layak untuk diikutkan dalam pameran kelas atau sekolah ! 2. Jelaskan bahwa penempatan karya yang kurang tepat akan menghambat terjadinya proses apresiasi !

Mari Merkarya

Buat rancangan jadwal kegiatan pameran karya seni rupa kelas atau sekolah ! Buat bagan perencanaan ruang pameran beserta penataan karyanya !

Tanda Tangan Guru Orangtua

Nilai

20

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

BAB 3

MUSIK DAERAH
Standar Kompetensi : 11. Mengapresiasikan karya seni musik Kompetensi Dasar : 11.1. Mengidentifikasikan jenis lagu daerah setempat

LEMBAR INFORMASI
A. Ragam Musik Tradisi Daerah Seni musik daerah merupakan bagian dari adat dan upacara-upacara tradisi setempat. Menurut sifat dan keberasalannya musik trasidi daerah dibagi menjadi dua yaitu musik rakyat /lagu rakyat dan musik klasik./lagu klasik 1. Musik Rakyat /Lagu Rakyat Musik rakyat/Lagu rakyat merupakan lagu yang diwariskan dari generasikegenerasi secara lisan sehingga menjadi milik bersama.Ciri utama dari lagu rakyat yaitu a. Sederhana artinya lagu yang disajikan tidak terlalu panjang bahkan cenderung pendek, tidak terlalu banyak memiliki variasi nada dan melodi, dan menggunakan iringan instrument sederhana. b. Memiliki tema tentang kehidupan dan pergaulan rakyat seperti bertani, berkebun adat istiadat dan kepercayaan masyarakat setempat c. Meriah artinya memiliki irama yang riang bersifat menghibur dan terkadang bersifat jenaka d. Bebas tidak terikat pada aturan-aturan baku seperti lagu klasik e. Dipopulerkan secara lisan dari mulut-ke mulut.

Gb. 3.1 Ronggeng lesung merupakan kesenian Sunda yang memaknai seni suara salah satu bentuk pengembangan tradisi seni lisan

f. Memiliki bentuk dan tehnik yang sederhana serta tidak dikenal penciptanya (NN)= no name). Tema musik rakyat diambil dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang mudah ditemui. Contoh lagu rakyat misalnya musik untuk pernikahan, kematian, berladang, berlayar, menenun dan sebagainya. Lagunya anatara lain : Lir-Ilir dan Yamko Rambe Tamko 2. Musik Klasik

21

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

Musik trasidional klasik merupakan musik rakyat pilihan yang dikembangkan di pusat-pusat pemerintahan masyarakat lama seperti ibukota kerajaan atau kesultanan. Musik klasik ini merupakan musik ciptaan komponis serta telah tertata dengan aturan yang baku. Seperti pemakaian notasi, syair, penggayaan vokal, ritme,dan instrument yang didasarkan pada konsep tertentu menurut gaya suatu daerah. Gaya inilah yang membedakan musik daerah satu dengan daerah lain. Misalnya musik gamelan jawa berbeda dengan gamelan Sunda maupun gamelan Bali. Begitu pula musik daerah Batak Karo dengan Mandailing.

Gb.3.2 seperangkat gamelan Sunda (Sumber Google 17112011)

Gb.3.3 Sasando (Sumber Google 17112011)

Gb.3.4.Kendang (Sumber Google 17112011)

Gb.3.5 Alat Musik Tifa (Sumber Google 17112011)

B.

Fungsi Musik Secara umum musik memang berfungsi sebagai media rekreatif/hiburan untuk menanggalkan segala macam kepenatan dan keletihan dalam aktivitas sehari-hari. Dalam fungsi sosial budayanya, musik daerah memiliki fungsi sebagai berikut. Musik daerah bukan hal yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari kegiatan lain. Bunyi-bunyian seringkali dianggap punya kekuatan gaib sehingga digunakan sebagai 22
MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

sarana upacara adat. Contohnya sebagai pengiring roh dalam upacaraMerapu di Sumba dan musik angklung dalam upacara Seren Taun (panen padi) di Sunda.

Gb. 3.6. Seren Taun (panen padi) di Sunda(Sumber Google 17112011)

Irama musik juga berpengaruh pada perasaan seseorang dalam melakukan gerakan indah, sehingga musik menjadi pengiring tari dan pertunjukan. Tari dan pertunjukan daerah itu pada dasarnya hanya dapat diiringi dengan musik daerah tersebut. Misalnya musik gamelan pengiring tari pertunjukkan wayang di Jawa dan Bali, Wayang Golek di Jabar, musik melayu pengiring tari melayu dan pertunjukan mak yong di Riau.

Gb. 3.7. Pertunjukan Wayang Golek ((Sumber Google 17112011)

Lagu-lagu rakyat (folksongs) yang tumbuh subur di pedesaan juga banyak dipakai sebagai media bermain. Contohnya Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Tengah . Bunyi-bunyian, termasuk musik, sudah lama menjadi media komunikasi bagi bangsa Indonesia. Irama kentongan, bedug, lonceng, dan alat musik sederhana dipakai sebagai pertanda atau pemberitahuan khusus ke masyarakat akan bencana alam, pencurian, atau pertemuan desa. Tiap pesan memiliki irama khas yang berbeda-beda.

23

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

Gb.3.8 Cublak-cublak Suweng Sumber Google 17112010)

Selain itu, kini lagu-lagu dalam aneka iklan layanan masyarakat maupun lagu popular dipakai sebagai media penerangan. Lagu tentang pemilu, imunisasi, juga lagu bernapaskan agama menjalankan fungsi ini. Lirik Lagu Ungu - Para PencariMu Reff: akulah para pencarimu ya Allah akulah yang merindukanmu ya robi menjalani hitam putih hidupku tunjukanku jalan yang lurus membuatku mengerti, membuat ku tuk tetapkan langkahku mengerti arti hadirmu dalam setiap langkah2 ku akulah para pencarimu ya Allah berarti akulah yang merindukanmu ya robi hanya di tanganmu ya allah melewati setiap detik waktuku bersama tempat kupasrahkan hidupku takdirmu membuatku mengerti hanyalah padamu kukembali... ku bersujud kepadamu memohon ampunanmu adakah jalan untukku tuk kembali padamu

C.

Mengenal Unsur-unsur Musik dari Daerah Setempat Di dalam unsu-unsur musik daerah memiliki perbedaan antara daerah satu dengan lainnya, namun ada unsur pokok yang hampir sama di dalam setiap musik daerah , yaitu nada, melodi, ritme , harmoni dan syair. Dalam pelajaran ini unsur musik daerah yang akan dipelajari adalah nada, irama, dinamik, dan tempo. a. Nada Nada ialah suara atau bunyi yang memiliki frekuensi tertentu. Secara umum nada dipahami sebagai tinggi rendahnya bunyi dalam musik. Nada merupakan unsurunsur musik. Musik daerah yang tidak menggunakan tangga nada antara lain kothekan lesung dari Jawa . , beghu dari Flores. Nada yang menggunakan tangga nada antara lain masyarakat Jawa mengenal nada slendro dan pelog, mayarakat Sunda mengenal degung, madenda, slendro dan pelog. 24
MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

Sifat Nada Nada memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. Tinggi Nada (Pitch) Tinggi nada berkaitan dengan frekuensi atau banyaknya getaran tiap detik. Makin besar frekuensi, makin tinggi nadanya. Setiap nada mempunyai frekuensi tertentu. Bila banyaknya getaran/besarnya frekuensi berkurang sedikit saja, nada akan terdengar sumbang. Jadi, pitch yang dibunyikan harus tepat. 2. Panjang Nada (Durasi) Panjang nada merupakan lama suatu nada dibunyikan. Panjang nada dihitung dengan satuan ketuk yang sifatnya relatif, bias panjang bias pendek. Dalam musik, waktu diam/nada tidak berbunyi pun memiliki durasi agar dapat diatur kapan dan sebesar apa nada harus berbunyi.

Bentuk dan Nilai Notasi : Not penuh : 4 ketuk : Not setengah : 2 ketuk : Not seperempat : 1 ketuk : Not seperdelapan : ½ ketuk : Not seperenambelas : Notsepertigapuluh dua : ¼ ketuk : 1/8 ketuk : 3 ketuk : 1 ½ ketuk

Bentuk dan Nilai Tanda Istirahat : Penuh : 4 ketuk : Setengah : 2 ketuk : Seperempat : 1 ketuk : Seperdelapan : ½ ketuk : Seperenambelas : ¼ ketuk

.

: 3 ketuk : 1 ½ ketuk

3. Intensitas Nada Intensitas nada berarti keras lembutnya bunyi suatu nada. Hal ini tergantung pada lebarnya getaran dan sifatnya relative. Nada yang terdengar keras didalam ruangan belum tentu keras bila terdengar di stadion. Beberapa lambang tanda dinamik dalam musik yang menunjukkan keras lemahnya nada. f = forte = keras ff = fortissimo = sangat keras mf = mezzo forte = agak keras p = piano = lembut pp = pianissimo = sangat lembut mp = mezzo piano = agak lembut = crescendo = makin lama makin keras < = decrescendo = makin lama makin lembut >

Nada lembut

Nada keras

25

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

Tangga Nada Tangga nada terdiri dari nada-nada yang bertingkat-tingkat tingginya. antara nadanada tersebut terdapat jarak tertentu. Ada yang jaraknya ½, 1, dan 2. Jarak inilah nantinya menentukan kemungkinan variasi nada dan jenis tangga nada. Ada dua macam tangga nada. a. Tangga nada Diatonis Tangga nada yang terdiri dari tujuh buah nada yang berjarak satu dan setengah. Ada dua tangga nada diatonis yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor. Tangga nada diatonis mayor
c′ 1 d′ 2 e′ 3 f′ 4 g′ 5 a′ 6 b′ 7 c′ 1’

Tangga nada diatonis minor
a′ 6 b′ 7 c′ 1 d′ 2 e′ 3 f′ 4 g′ 5 e′ 6

b. Tangga Nada Pentatonis Tangga nada yang hanya memiliki lima buah nada. (penta=lima, tone=nada) Musik nusantara memiliki istilah sendiri untuk nada dan tangga nada pentatonic ini terutama seni karawitan Jawa dan Sunda. Indonesia Sunda Jawa Barat nada genta titi laras tone tangga nada bantayan nada laras scale Tangga nada pentatonic terdiri dari dua tangga nada yakni : pelog dan slendro
Pelog bes 1 Slendro bes 1 c′ 2 d′ 3 f′ 5 g′ 6 bes ′ 1’ d′ 3 es ′ 4 f′ 5 a′ 7 bes ′ 1’

b. Irama Irama adalah ketukan yang teratur, pola ritme tertentu yang dinyatakan dengan nama. Gamelan Jawa dikenal beberapa tingkatan irama seperti lancer, tanggung, dadui, wiled dan rangkep. Secara khusus irama dipahami sebagai susunan tertentu yang mengatur kecepatan panjang-pendek not dalam suatu karya musik. c. Dinamik Dinamaik adalah keras lemahnya sebuah nada yang dinyanyikan. Dalam musik ada dua istilah dinamik yaitu forte dan piano. Forte (f) berarti kuat sedangkan piano (p)berarti lemah. d. Tempo Tempo merupakan istilah menggambarkan cepat lambatnya lagu yang dinyanyikan.
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Istilah Largo Lento Adagio Andante Moderato Allegro Vivace presto Arti Lambat sekali Lebih lambat Lambat Sedang Sedang agak cepat Cepat Lebih cepat sekali Cepat sekali

26

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

D.

E.

Tokoh Musik dan Komposisi Daerah Berikut ini beberpa tokoh musik daerah dan sumbangannya bagi seni kedaerahan. 1. Musik gamelan Sunda yang dikembangkan dengan system notasi da, mi, na, ti, la oleh Raden Mahyar Angga Koesoemadinata, juga Mangkoko ( Koko Koeswoyo) 2. Angklung Sunda dikembaangkan dengan sistem tangga nada diatonis (do re mi fa sol la si ) oleh Daeng Soetikno dan Imam Sukayat. Demikian pula Udjo Ngalagena yang banyak memberikan perhatian pendidikan angklung generasi muda. 3. Gamelan Jawa dengan sistem sariswara oleh K.H. Dewantara dan Ki Nartosabdo sebagai tokoh pembaharu dalam lagu-lagu gamelan yang dikenal dengan system wandali (Jawa, Sunda dan Bali) Bentuk Instrumen 1. Bentuk tabung Bentuk umum dari alat musik ini adalah memakai bahan dasar bambu, dapat pula menggunakan kayu atau logam. Misalnya calung, angklung, kentongan, suling dan guntang.

Gb. 3.9 Saung Angklung (Sumber google 17112010)

2. Bentuk Bilah Kekuatan bentuk bilah ini didukung oleh wadah gema sebagai ruang resonator. Contoh alat musik ini adalah gambang, kolintang, saron dan gender.

Gb.3.10. Saron (Sumber google 17112010)

27

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

3.

Bentuk Pencon Memiliki pencu (tumpuan pukulan) , yaitu bagian yang menonjol dari suatu bidang datar atau yang dianggap datar. Alat ini terbuat dari logam. Misalnya gong (Jawa dan Sunda) trompong ( Bali) kromong (Betawi) talempong ( Minang) totobuang ( Ambon) kangkanong ( Banjar) , Kenong ( Jawa)

Gb.3.11. Kenong (Sumber google 17112011)

4. Bentuk lain Bentuk lain yang tidak dapat dimasukkan dalam kelompok diatas karena memang tidak memiliki ciri kesamaan bentuk. Misalnya siter, tarawangsa, rebab, harpa.

Gb.3.12. Harpa (Sumber google 17112011

28

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

F.

Lagu Daerah Beberapa lagu daerah No Judul Lagu 1 Suwe Ora Jamu 2 Rasa Sayange 3 Manuk Dadali 4 Gelang Sipatu Gelang 5 Kambanglah Bngo 6 Anging Mamiri 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Gundul Pacul Kambanglah Bungo Gambang Suling Kampuang Nan Jauh DiMato Sinangar Tullo Bungong Jeumpa Dek Sangke Tanduk Majeng Dewa Ayu Apuse

Pencipta NN NN Sambas NN NN NN NN NN Ki Narto Sabda NN NN NN NN NN NN NN

Asal Jawa Tengah Maluku Jawa Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sulawesi Selatan Jawa Tengah Sumatera Barat Jawa Tengah Sumatera Barat Tapanul Aceh Sumatera Selatan Madura Bali Papua

29

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

30

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

31

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

32

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

33

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

34

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

G. Syair Syair merupakan symbol bahasa yang digunakan komponis dalam mengekspresikan perasaan untuk mempermudah pendengar dalam mencerna karya musiknya. Lagu daerah biasanya memakai bahasa daerah tersebut dalam menurturkan isi lagunya. Sajak Syair Dalam susunan vertical pada akhir baris/frase musik, syair lagu pada musik daerah dapat bervariasi. Kita bisa membuat syair bersajak sama (aaaa.bbbb), bersajak berselang (abab), bersajak berpasang (aabbcc) atau bersajak patah (abcd,aaba) Berikut salah satu contoh sajak syair : Es Lilin- Jawa Barat Es lilin mah euceu kalapa muda (a) Dibantu mah euceu ka Majalaya (a) Hapunteun mah euceu abdi hapunteun (b) Bilih aya kalepatan (a) 1. Syair Terikat, syair lagu daerah terikat oleh aturan tertentu. Bentuk pantun masing-masing daerah berbeda-beda contohya, panton (Aceh), umpama(batak Toba), ende-ende (Mandailing), rejong (Bengkulu), parikan dan ludruk (Jawa). 2. Syair Bebas, syair ini tidak memiliki pedoman dalam penyusunannya. Namun syair melodi tetap memiliki bentuk dan ciri khas daerah tersebut. H. Sifat Apresiatif terhadap keunikan Lagu Daerah Setempat Kekayaan budaya bangsa Indonesia perlu dipelihara dan dilestarikan, salah satu sikap menghargai dan mencintai budaya bangsa ini adalah menggali kembali dan mengenalkan kembali lagu-lagu daerah kepada generasi muda. Leluhur kita telah bersusah payah melahirkan berbagai karya seni, seperti karya musik dan lagu-lagu daerah. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita memelihara dan mengembangkannya. Salah satu sikap apresiatif adalah mendengarkan dan menyaksikan pertunjukkan lagu-lagu daerah, baik melalui televisi maupun pertunjukkan langsung. Kemudian mempelajari lagu daerah setempat dan menyanyikannya, secara perorangan maupun secara kelompok.

Gb. 3.13 Gendang Jawa (Sumber google 17112011)

35

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

APRESIASI SENI
I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar ! 1. Musik Ronggeng Lesung berasal dari daerah…. a. Madura c. Surakarta b. Sunda d. Cirebon 2. Ciri utama lagu rakyat adalah…. a. sederhana c. dipopulerkan melalui media b. bertemakan percintaan d. musiknya keras 3. Dalam lagu rakyat NN berarti…. a. diketahui penciptanya c. ada partiturnya b. tidak diketahui penciptanya d. tradisional 4. Musik rakyat sebagai pengiring roh dalam upacara Merapu berasal dari daerah…. a. Jawa Timur c. Bali b. Sumba d. Maluku 5. Lagu sebagai media bermain adalah lagu…. a. Andhe-andhe Lumut c. Cublak-cublak Suweng b. Manuk Dadali d. Apuse 6. Musik rakyat biasanya dipergunaklan untuk, kecuali…. a. pernikahan c. menenun b. berlayar d. berpesta 7. Musik sebagai pemberitahuan pada masyarakat akan adanya bencana, pencurian dan sebagainaya adalah fungsi musik…. a. sarana upacara adat c. mmedia penerangan b. media bermain d. media komunikasi 8. Tokoh musik rakyat Daeng Sutikna berasal dari .… a. Bali c. Jawa b. Betawi d. Sunda 9. Sistem notasi slendro musik gamelan menggunakan.… a. bes′-d′-es′-f′-g′-a′-bes′ c. c-d-e-f-g-a-b-c’ b. d-f-g-a-c’ d. bes′-c′-d′-f′-g′-a′- bes′ 10. Instrumen musik kromong berasal dari.… a. Jawa c. Sunda b. Bali d. Betawi 11. Contoh bentuk instrumen tabung.… a. angklung c. suling b. gambang d. rebab 12. Lagu Jamuran adalah lagu daerah.… a. Tapanuli c. Sumatera Barat b. Jawa Tengah d. Jakarta 13. Lagu Anging Mamiri berasal dari.… a. Sulawesi Selatan c. Bali b. Jawa Barat d. Jawa Timur 14. Ketukan yang teratur di sebut.… a. nada c. pitch b. durasi d. irama 15. Keras lembutnya sebuah nada disebut.… a. dinamik c. birama b. tempo d. Nada 36
MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

16. mf adalah lambang dinamik berarti.… a. lembut c. agak keras b. keras d. agak lembt 17. Tangga nada yang memiliki jarak nada setengah disebut… a. tangga nada pentatonic c. tangga nada diatonis b. tangga nada kromatis d. tangga nada 18. Tanda tempo andante berarti.… a. sedang c. cepat sekali b. lambat d. cepat 19. Jarak nada e-f adalah.… a. ½ c. 1 b. 1 ½ d. 2 20. Lagu Apuse berasal dari.… a. Irian Jaya c. Jawa Timur b. Jawa Tengah d. Jawa Barat 21. Ketukan dasar lagu degan panjang durasi yang tetap disebut…. a. irama c. pulsa b. birama d. timbre 22. Alat musik talempong berasal dari.… a. Bali c. Jawa b. Minang d. Sunda 23. Alat musik yang memang tidak memiliki ciri kesamaan bentuk adalah.… a. angklung c. rebab b. gong d. bonang 24. Lagu Dewa Ayu merasal dari.… a. Irian Jaya c. Jakarta b. Bali d. Sumatera Barat 25. Kambanglah Bungo lagu berasal dari.… a. Sumatera Barat c. Kalimantan Timur b. Sulawesi Utara d. Irian Jaya 26. Cara memainkan calung adalah.… a. digoyang c dipukul b. digeek d. dipetik 27. Tarling berasal dari daerah.… a. Betawi c. Cirebon b. Jawa Tengah d. Madura 28. Unsur-unsur musik diantaranya sebagai berikut, kecuali.… a. melodi c. dinamik b. nada d. harmoni 29. Istilah untuk menentukan cepat lambatnya lagu disebut.… a. dinamik c. tempo b. irama d. nada 30. Alat musik disamping disebut.… a. rebab b. harpa c. kendang d. gender

37

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat ! 1. Sebutkan 3 ciri utama lagu rakyat! Jawa:……………………………………………………………………………… ……….…………………………………………………………………………… 2. Apa yang dimaksud dengan musik klasik ? Jawab……………………………………………………………………………… ……….…………………………………………………………………………… 3. Sebutkan 2 contoh musik sebagai sarana pengiring tari dan pertunjukan!! Jawab: …………………………………………………………………………................ ……………………………………………………………………………………… 4. Apa maksud fungsi musik sebagai media penerangan? Jawab………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………… 5. Susunlah tangga nada pentatonis slendro! Jawab……………………………………………………………………………… ….………………………………………………………………………………… 6. Sebutkan 3 alat musik daerah berbentuk pencon! Jawab……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… 7. Apa isi pesan lagu “Dunia Pasti berputar ” milik group band ST 12? Jawab: ………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………… 8. Sebutkan 3 alat musik daerah berentuk bilah !! Jawab……………………………………………………………………………… .…………………………………………………………………………………… 9. Siapakah tokoh-tokoh pembaruan dalam lagu-lagu gamelan! Jawab : ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… 10. Nada dalam musik dari daerah Sunda disebut! Jwab………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………

EKSPRESI SENI
Nyanyikanlah salah satu lagu-lagu daerah di bawah No Judul Lagu 1 Suwe Ora Jamu 2 Rasa Sayange 3 Manuk Dadali 4 Gelang Sipatu Gelang 5 Kambanglah Bngo 6 Anging Mamiri 7 Gundul Pacul 38
MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

BAB 4

Keunikan Musik Daerah Nusantara
Standar Kompetensi : 11. Mengapresiasikan karya seni musik 12. Mengekspresikan diri melalui karya seni musik Kompetensi Dasar : Mengidentifikasikan jenis lagu daerah setempat 11.1. Menampilkan sikap apresiasi terhadap keunikan lagu daerah setempat 12.1 Mengaransir secara sederhana karya lagu daerah setempat

LEMBAR INFORMASI
Tiap-tiap daerah memiliki keunikan dalam seni musiknya. Keunikan atau ciri khas tersebut dapat dilihat dari instrumen, melodi, ritme, harmoni, warna maupun bangunan karya musik secara keseluruhan.Musik tertua yang terkenal sebagai musik etnis nusantara adalah “kenthongan” Berikut ini jenis-jenis seni musik tradisional dan ciri khasnya : A. Gamelan Jawa Gamelan Jawa merupakan seperangkat instrumen sebagai pernyataan musikal yang sering disebut dengan istilah karawitan. Karawitan berasal dari bahasa Jawa rawit yang berarti rumit, berbelitbelit, tetapi rawit juga berarti halus, cantik, berliku-liku dan enak. Kata Jawa karawitan khususnya dipakai untuk mengacu kepada musik gamelan, musik Indonesia yang bersistem nada non diatonis (dalam laras slendro dan pelog) yang garapangarapannya menggunakan sistem notasi, warna suara, ritme, memiliki fungsi, pathet dan aturan garap dalam bentuk sajian instrumentalia, vokalia dan campuran yang indah didengar.
Gb. 4.1 seperangkat gamelan (Sumber google 17112010)

39

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

B. Gamelan Bali Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

Gb. 4.2. Gamelan Bali Google 17112010)

C. Gambang Kromong Sebutan Gambang Kromong di ambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong. Bilahan Gambang yang berjumlah 18 buah, biasa terbuat dari kayu suangking, huru batu atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah (sepuluh pencon). Orkes Gambang Kromong merupakan perpaduan yang serasi antara unsur-unsur pribumi dengan unsur Tionghoa. Secara fisik unsur Tionghoa tampak pada alat-alat musik gesek yaitu Tehyan, Kongahyan dan Sukong, sedangkan alat musik lainnya yaitu gambang, kromong, gendang, kecrek dan gong merupakan unsur pribumi. Perpaduan kedua unsur kebudayaan tersebut tampak pula pada perbendarahaan lagu-lagunya.

Gb. 4.4 gambang kromong (Sumber google171111)

Gb. 4.5. Gambang kromong (Sumber google 171111)

40

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

D. Tanjidor Tanjidor adalah sebuah kesenian Betawi yang berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak abad ke-19. Alat-alat musik yang digunakan biasanya terdiri dari penggabungan alat-alat musik tiup, alat-alat musik gesek dan alat-alat musik perkusi. Biasanya kesenian ini digunakan untuk mengantar pengantin atau dalam acara pawai daerah. Tapi pada umumnya kesenian ini diadakan di suatu tempat yang akan dihadiri oleh masyarakat Betawi secara luas layaknya sebuah orkes. Kesenian Tanjidor juga terdapat di Kalimantan Barat, sementara di Kalimantan Selatan sudah punah.

4.12 Gb. Tanjiddor (Sumber google 1712011)

E. Kolintang Kolintang adalah alat musik khas daerah Sulawesi Utara. Kolintang berasal dari Minahasa. Ia dibuat dari kayu lokal yang ringan namun kuat seperti telur, bandaran, wenang, kakinik kayu cempaka, dan yang mempunyai konstruksi fiber paralel. Nama kolintang berasal dari suaranya: tong (nada rendah), ting (nada tinggi) dan tang (nada biasa). Dalam bahasa daerah, ajakan "Mari kita lakukan TONG TING TANG" adalah: " Mangemo kumolintang". Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata kolintang.


Gb. 4.13 Kolintang (Sumber google 171111)

41

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

F. Angklung Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Tanah Sunda, terbuat dari bambu, yang dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.


Gb. 4.14. Angklung (Sumber google 17112011)

APRESIASI SENI
I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar ! 1. Musik etnis tertua yang terkenal sebagai musik etnis nusanatara adalah…. a. bedug c. suling b. kenthongan d. drum 2. Karawitan/gamelan memiliki pengertian…. a. mudah dipelajari c. nudah dimainkan b. tidak terbelit-belit d. rumit dan berbelit-belit 3. Musik lesung pada masyarakat Jawa digunakan untuk…. a. ritual mengusir gerhana c. berangkat berburu b. ritual berangkat perang d. upaca tanam padi 4. Sistem nada musik gamelan menggunakan tangga nada…. a. diatonis c. pentatonis b. do-re-mi d. kromatis 5. Gambang Kromong adalah alat musik yang berasal dari daerah…. a. Cirebon c. Betawi b. Banten d. Jawa Barat 6. Musik Gambang Kromong berjumlah…. a. 15 c. 12 b. 18 d. 20 7. Musik Tanjidor berasal dari daerah…. a. Bali c. Jawa Timur b. Madura d. Betawi

42

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

8. Alat musik yang digunakan dalam musik Tanjidor adalah…. a. tiup, gesek, perkusi c. tiup, elektrik, petik b. pukul, petik, perkusi d. perkusi 9. Kolintang adalah alat musik khas dari daerah…. a. Bali c. Sulawesi Utara b. Madura d. Jawa Barat 10. Cara memainkan angklung adalah…. a. digoyang c dipukul b. digesek d. dipetik II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Jelaskan keunikan musik angklung! Jawab.......................................................................................................................... .. 2. Apa yang dimaksud dengan gong kebyar? Jawab.......................................................................................................................... ... 3. Sebutkan seperangkat alat musik Tanjidor! Jawab.......................................................................................................................... ... 4. Jelaskan tentang musik Gambang Kromong! Jawab.......................................................................................................................... .. 5. Mengapa musik gamelan dalam memainkan disebutkan rumit dan berbelit-belit? Jawab.......................................................................................................................... ....................................................................................................................................

43

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

EKSPRESI SENI
Nyanyikanlah lagu-lagu rakyat berikut ini! Contoh Lagu-lagu rakyat.

44

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

45

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

46

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

BAB 5

Mengaransemen Lagu Daerah Setempat
Standar Kompetensi : 11. Mengapresiasikan karya seni musik 12. Mengekspresikan diri melalui karya seni musik Kompetensi Dasar : Mengidentifikasikan jenis lagu daerah setempat 11.1. Menampilkan sikap apresiasi terhadap keunikan lagu daerah setempat 12.1 Mengaransir secara sederhana karya lagu daerah setempat

LEMBAR INFORMASI
A. Mengaransemen Lagu. Sebuah lagu dapat dibawakan secara solo, dapat pula dibawakan secara duet, trio, kwartet, atau dibawakan dalam vocal group, bahkan dalam bentuk paduan suara. Untuk disajikan dalam bentuk solo, sebuah lagu tinggal dibawakan oleh seorang penyanyi dengan diiringi instrumen tanpa perlu pengharapan lebih lanjut. Namun, jika lagu tersebut akan disajikan dalam bentuk lain seperti duet, trio, kwartet, group vocal, atau paduan suara, tentu dibutuhkan penggarapan berupa aransemen untuk menciptakan harmoni yang indah. oleh karena itu, mari kita belajar mengaransemen lagu dengan beberapa suara. Sekarang kita akan langsung berlatih mengaransemen lagu. Ada tiga tujuan pokok dalam kegiatan mengaransemen lagu, yaitu untuk keperluan penyajian paduan suara, untuk keperluan penyajian secara instrumentalia dan untuk keperluan memberikan iringan lagu. B. Mengaransemen untuk paduan suara Kita mengenal paduan suara dengan jenis vocal yang sama meliputi : a. vocal anak-anak semua terbagi dua yakni suara tinggi dan rendah b. vocal perempuan semua terbagi : suara tinggi (sopran), suara sedang (mezzo sopran) dan suara rendah (alto) c. vocal laki-laki semua terbagi : suara tinggi (tenor), suara sedang (baritone) dan suara rendah (bas) d. vocal campuran anatar suara perempuan dan suara laki-laki terbagi : suara tinggi perempuan (sopran ), suara rendah perempuan (alto), suara tinggi laki-laki (tenor) dan suara rendah laki-laki (bas)

47

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

1.

Paduan Suara Dua Suara untuk Anak-anak Suara anak-anak hanya dibagi menjadi dua macam yakni suara tinggi dengan ambitus c1-f2 dan suara rendah dengan ambitus a-d2. Perhatikan lagu berikut :

Kambanglah Bungo
Sumbar do:G 4/4 Moderato 5 5 1 5 5 5

2 7 bu

3 1 ngo 4 1 kan

. 3 . 1

3 . 1 pa ra .

2 7 u

4 1 tan 3 . 1 .

. 5 4 . 3 2

3 2 1 7

3 1

. . ang

3 1 di

Kambanglah 3 1 Ta . . 2 7 ri

Sinambang ri 1 5 2 6 . . 7 5 Mi 1 5

. .

5 3 di

4 3 2 2 1 7

. . nang

de sa du sun

ra nah

Suara II pada lagu tersebut menggunakan nada-nada rendah dengan interval terts (besar-kecil). Jika dibawakan anak laki-laki atau perempuan, suara I sebaiknya dibawakan suara tinggi dan suara II dibawakan suara rendah. Jika dibawakan campuran suara I dibawakan oleh laki-laki dan suara II dibawakan oleh perempuan.

Gb. 5.1. Paduan Suara (Sumber Pelepasan kelas IX SMP 2 Gringsing 2011)

2. Paduan Suara Dua Suara untuk Dewasa Paduan suara untuk laki-laki suara I tenor , suara II bas. Paduan suara untuk perempuan suara I sopran, suara II alto. Untuk jenis suara yang berbeda (laki-laki dan perempuan) disarankan lakilaki sebagai pengisi suara I dan perempuan pengisi suara II. Namun jika suara perempuan sebagai suara I dan laki-laki suara II maka aransemennya disesuaikan dengan mengganti nada untuk suara II dengan jarak terts yang lebih tinggi. 48
MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

Perhatikan contoh :

Kambanglah Bungo
Sumbar Do:G 4/4 Moderato 5 5 1 3 3 3 2 4 bu 3 5 ngo 4 6 kan . . . 3 . 5 3 . 5 pa ra 5 7 di . 2 4 u 4 6 tan 3 . 5 . 1 3 . 5 4 . 7 6 3 2 5 4 3 5 . . ang 1 3 Mi . . nang 3 5 di

Kambanglah 3 5 Ta . . 2 4 ri

Sinambang ri 2 4 . . 7 2

4 3 2 6 5 4

de sa du sun

ra nah

3. Paduan Suara Tiga Suara untuk Dewasa Paduan suara dengan tiga suara biasanya dibawakan oleh penyanyi yang sejenis yaitu laki-laki semua atau perempuan semua. Suara I untuk sopran atau tenor, suara II untuk mezzo sopran atau baritone dan suara III untuk alto atau bas. 4. Paduan Suara Empat Suara untuk Dewasa Paduan suara dengan empat suara biasanya dibawakan oleh penyanyi campuran yakni laki-laki dan perempuan. Suara I untuk sopran (S), suara II untuk suara alto (A), suara III untu suara tenor (T) dan suara IV untuk bas (B) biasanya disimbolkan dengan (SATB). 5. Paduan Suara Canon Sebuah latihan awal, lagu ini dapat ditampilkan dengan satu suara saja, dengan menyanyi susul menyusul. Caranya, saqtu tim dibagi menjadi 2 hingga 4 kelompok. Ketika kelompok 1 mulai menyanyi, kelompok 2,3,4 diam. Ketika kelompok 1 menyanyi sampai pada bar tertentu , baru kelompk 2 mulai bernyanyi dari awal. Kemuadian diteruskan oleh kelompk 3 dan seterusnya. Perhatikan lagu di bawah ini .

Kambanglah Bungo
Sumbar Do:G 4/4 Moderato Kel 1. 5 5 1 2 3 . 3 3 . 2 u 2 3 4 tan . 3 ngo 5 5 . 5 4 3 2 3 . ang 4 u 3 bu 0 . 5 tan . 3 ngo 5 5 pa 1 2 3 di

Kambanglah Kel 2.

bu ngo 0

pa ra 5 5 1

Sinambang ri 3 . pa ra 1 2 2

Kambanglah bu Ke. 3. 0

Kambanglah Kel 4.

Kambanglah bu

49

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

APRESIASI SENI
I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar ! 1. Menyanyi yang dilakukan oleh dua orang disebut.... a. solo c. trio b. kwartet d. duat 2. Suara tinggi pria disebut…. a. sopran c. tenor b. mezzo sopran d. alto 3. Bariton adalah…. a. suara tinggi pria c. suara sedang wanita b. suara sedang pria d. suara rendah wanita 4. Suara rendah wanita disebut…. a. alto c. bas b. tenor d. sopran 5. Ambitus suara tinggi anak-anak adalah…. a, c1-f2 c. c-g b. c1-f1 d. s1-a1 6. Lagu Kambanglah Bungo berasal dari daerah…. a. Jawa Timur c. Sumatera Utara b. Sumba d. Sumatera Barat 7. Paduan suara dua suara untuk pria susunannya adalah…. a. suara I tenor, suara II bas c. suara I tenor, suara II bariton b. suara I bariton, suara II bas d. suara I tenor, suara II tenor 8. Paduan suara untuk empat suara oleh penyanyi campuran susunannya adalah…. a. suara I tenor, suara II bariton, suara III sopran, suara IV mezzo aopran b. suara I sopran, suara II tenor, suara III mezzo sopran, suara IV mas c. suara I tenor, suara II bas, suara III sopran, suara IV alto d. suara I sopran, suara II alto, suara III tenorn, suara IV bas 9. Penata musik disebut…. a. arranger c. dirigen b. komponis d. wiyaga 10. Suku kata yang mendapatkan tekanan yang keras disebut…. a. tesis c. arsis b. timbre d. frase

EKSPRESI SENI
1. Buatlah aransemen yang sederhana lagu “Gundhul-Gundhul Pacul” !

50

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

BAB 6

TARI DAERAH NUSANTARA

Standar Kompetensi 13.Mengekspresikan diri melalui karya seni tari Kompetensi Dasar : 13.1.Mengidentifikasikan jenis karya seni tari tunggal daerah setempat 13.2.Menampilkan sikap apresiasi terhadap keunikan seni tari daerah setempat

LEMBAR INFORMASI
1. Mengenal Seni Tari Indonesia Seni tari adalah gerak terangkai yang berirama sebagai ungkapan jiwa atau ekspresi manusia yang di dalamnya terdapat unsur keindahan wiraga, wirama, wirasa dan wirupa. Seni tari merupakan salah satu unsur budaya masyarakat Indonesia yang tak terbilang banyaknya. Berbagai jenis tarian daerah diciptakan oleh masyarakat dari daerah setempat, baik tarian tunggal maupun tarian berpasangan. Berikut ini kalian dapat menyimak berbagai batasan seni tari : a. B.P.H. Soeryodiningrat Tari adalah gerak dari seluruh anggota badan yang selaras dengan bunyi-bunyi musik (gamelan), diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan dalam menari b. Drs. Soedarsono Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dengan gerak ritmis yang indah c. Yulianti Parani Tari adalah gerak-gerak ritmis sebagian atau seluruhnya dari tubuh yang terdiri dari pola individual atau kelompok yang disertai ekspresi atau ide tertentu. Seni tari memiliki empat unsur keindahan yaitu 1. Wiraga (raga atau tubuh) adalah gerak kaki sampai kepala, merupakan media pokok gerak tari. 2. Wirama (ritme/tempo) adalah seberapa lamanya rangkaian gerak ditarikan serta ketepatan perpindahan gerak selaras dengan jatuhya irama. 3. Wirasa (penghayatan) adalah perasaan yang diekspresikan lewat raut muka dan gerak keeluruhan gerak tersebut harus dapat menjelaskan jiwa dan emosi tarian seperti sedih, gembira, tegar atau marah. 4. Wirupa (wujud) adalah gerak tari yang diperagakan melalui warna, busana dan ria yang disesuaikan dengan peranannya.

51

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

Berdasarkan latar belakang kemunculannya seni tari di Indonesia terbagi menjadi tiga yakni : tari rakyat (daerah), tarian tradisional (klasik) dan tari kreasi (tari modern) a. Tari Daerah (rakyat) .Tari daerah merupakan tari-tarian yang lahir dari masyarakat biasa sebagai lambing kegembiraan dan rasa suka cita. Contohnya: Tari Jaran Kepang atau Kuda Lumping (Jawa), Tari Jaipongan (Jabar),Tari Tari Janger (Bali), Tari Payung, Tari Lilin (Sumbar), Tari Saman (Aceh), Tari Tayuban (Jateng).

Gb. 6.1. Tari Jaran Kepang (Sumber : google.com 17112011)

Gb. 6.2.Tari Janger (Sumber : google.com 17112011)

b. Tari Tradisional Klasik dikembangkan oleh bangsawan di istana, bentuk gerakannya baku tak boleh diubah terkesan estetis dan mewah. Contohnya : Tari Topeng Klana (Jabar), Tadi Bedhaya , Tari Srimpi, Tari Sawung (Jateng), Tari NGremo, Tari Beskalan (Jatim), Tari Sang Hyang (Bali)

Gb.6.3. Tari Sang Yang Sumber: google.com 17112011

c. Tari Kreasi . Tarian ini merupakan jenis tarian yang tidak terikat oleh aturan-aturan tradisi ataupun daerah tertentu. Seluruh unsure diolah dengan konsep dan ide yang baru. . Contoh : Tari Oleg Tambulilingan, Tari Tenun, Tari Panji (Bali), Tari Kijang, Tari Angsa (Jawa), 52
MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

Gb. 6.4 Tari Kijang (Sumber google.com 17112011)

B. Berdasarkan Bentuk Penyajian a. Tari Tunggal adalah bentuk tarian yang ditarikan secara individu /sendiri, baik laki-laki atau perempuan. Alur cerita tari tunggal dengan tema kepahlawanan atau percintaa. Contoh : Tari Panji Semirang (Bali), Tari Golek (Jateng), Tari Topeng (Jabar). b. Tari berpasangan adalah bentuk tarian yang dilakukan secara berpasangan oleh laki-laki, perempuan, laki-laki dengan perempuan ataupun sabaliknya. Contohnya : Tari Galegale (Irja), Tari Payung (Sumbar), Tari Piso Surit (Batak Karo) c. Tari Kelompok adalah bentuk tarian yang ditarikan oleh tiga orang atau lebih. Tari ini memerlukan kerjasama yang lebih baik. Contoh : Tari Bedhaya Semang 9 Surakarta, 6 orang), Tari Bedhaya Ketawang (Yogyakarta ,6 orang), Tari Lawung (Jateng, 4 orang), Tari Serimpi (Jateng 4 orang), Tari Kecak (Bali), Tari Janger (Bali).
Gb.6.6. Tari Gale-Gale – Google171111

Gb. 6.5 Tari Janger- Google 171111

53

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

Gb.6.6.Tari Panji Semirang(Sumber google.com17112011)

Gb.6.7.Tari Golek Ayun-ayun (Sumber google.com17112011)

Gb.6.8. Tari Bondan(Sumber google.comgoogle.com 17112011)

Gb.6.9. Tari Kecak Sumber google.comgoogle.com 17112011)

Gb.6.10. Tari Janger (Sumber google.com 17112011)

Gb. 6.11.Tari Beksan Lawung Sumbergoogle.com 17112011)

54

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

C. Ragam Tari Tunggal Daerah Setempat Berikut ini beberapa ragam gerak tarian dari daerah Jawa A. Ragam gerak tangan terdiri dari berberapa gerakan : a. Nyempurit, yaitu posisi ujung ibu jari bertemu dengan ujung telunjuk b. Ulap-ulap ,menggerakkan jari-jari tangan di atas kepala c. Ngithging, posisi ujung ibu jari bertemu ujung jari tengah d. Ukel, memutar pergelangan tangan posisi jari ngithing e. Ledhang, gerakan tangan melambai8 (seperti orang berjalan) B. Ragam gerak kaki terdiri dari beberapa gerak : a. Lumaksono, gerak kaki orang berjalan b. Slisik, gerak kaki berjalan dengan ujung telapak kaki (jinjit) c. Kengser, gerakan kaki bergeser ke samping dengan bentuk gerakan menggeser ujung telapak kaki dan tumit (buka tutup) secara bergantian. D. Fungsi Seni Tari Seni tari memiliki fungsi sebagai : 1. Sarana upacara adat dan religi, Berbagai upacara yang berkaitan dengan perburuan, peperangan, kenaikan tahta, pergantian musim, panen dan tanam, kelahiran, bahkan kematian. Tari ini bersifat sacral dengan unsure pemujaan kepada alam dan penguasanya. Contoh : Tari Pattudu (persembahan Sulsel), Tari Seblang (panen padi Jatim), Ratéb Meuseukat dimainkan sesudah selesai mengaji pelajaran agama malam hari ( Aceh) 2. Sarana pertunjukan. Tarian ini berguna untuk menghibur masyarakat. Contoh : Tari Serampang 12 (Sumbar), Tari Jaipongan (Jabar), Tari Janger (Bali), 3. Sarana pendidikan. Tari ini dapat membentuk keseimbangan emosi, keterampilan, dan budi pekerti seperti membina kerja kelompok, berpenampilan santun, dan toleransi. Fungsi inilah kemudian melahirkan sangar-sanggar tari. Pribadinya juga dapat terbentuk dalam menjaga dan menghormati budaya suku bangsa dan bangsa lain. 4. Peran tari bagi masyarakat diantaranya sebagai pemersatu dalam acara perayaan, warga berkumpul, menari dan bergembira bersama dengan gerak-gerak yang selaras.Lewat tarian ini warga masyarakat berinteraksi, bergaul dan berkomunikasi menciptakan hubungan yang lebih baik.

Gb.6.13. Tari Golek (Sumber google.com01092011)

Gb.6.14.Tari Gambyong (Sumber google.com01092011)

55

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

Gb.6.15. Gambar tari gerak tubuh merupakan unsur utama dalam seni tari (Sumber google.com01092011)

Gb.6.16. Tari Seblang (Sumber google.com 01092011)

Gb.6.17.. Tari Rateb (Sumber google.com. 01092011)

E. Unsur Pendukung Tarian a. Tata rias dan busana Tata rias dan busana tari tradisional klasik lebih rumit dan estetis, ciri utamanya adalah melambangkan karakter tokoh dan memiliki aturan yang ketat. Sedangkan tata rias tari kreasi lebih luwes atau fleksibel karena dapat dikreasikan sendiri sesuai dengan gerak, sifat, dan tema tari. Busana yangh dikenakan disesuaikan kebutuhan. Tata rias tari tradisional kerakyatan atau tari daerah rias untuk pemain putri hanya ada satu macam yakni rias cantik. Rias putra terdiri dari rias gagah, tampan dan lucu. Tat arias tari tradisional klasik, riasan putri terdiri dari rias cantik dan rias lincah. Untu pria rias tampan dan rias gagah

56

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

Fungsi busana tari antara lain :  Membedakan masing-masing peran atau tokoh  Membantu menghidupkan perwatakan penari didalam perananya  Memberi fasilitas dan membantu gerak  Menambah keindahan penampilan

Gb.6.18 Tari Gambyong (Sumber google.com. 17112011)

b. Properti seni tari Properti seni tari adalah segala kelengkapan dan peralatan dalam penampilan atau peragaan menari. Contoh –contoh properti : Properti dari kain : selendang, sapu tangan, topi dan pita Properti dari kayu : tongkat, tombak, bambu runcing Properti dari besi : pedang, tameng Properti dari plastik : payung, tali Properti dari tembaga : kalung, cunduk mentul, tusuk konde, kelat bahu Properti dari kulit : sepatu, ikat pinggang, topi, jaket Properti dari kertas : kipas, payung

Gb6.20. Tari Merak . Properti yang dipakai sangat menarikj (Sumber google.com. 1712011)

57

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

c. Irama musik untuk tari Waktu dalam gerak tari terbagi menjadi dua. Tempo gerak yaitu waktu sepanjang gerak dilakukan, sejak memulai sampai mengakhiri gerak. Irama gerak adalah waktu yang dipakai untuk menyelesaikan rangkaian gerak sehubungan dengan tempo dan dinamika. Dalam seni tari irama dan tempo dikaitkan dengan jenis gerak dan tema tarian. Gerak yang lembut menggunakan irama yang lambat dengan tempo lama. Gerakan keras irama dan tempo yang tegas. d. Bentuk musik pengiring Bentuk musik pengiring tari disesuaikan dengan dari mana tarian tersebut tumbuh dan berkembang. Musik pengiring tari mempunyai perbedaan sesuai dengan proses penciptaannya. Contohnya : Tari Tarawangsa diiringi musik tarawangsa, siter dam kecapi. Tari Lenong diiringi musik gambang kromong.Tari klasik Jawa dan Bali diiringi gamelan lengkap pelog dan slendro Musik pengiring tari kreasi merupakan perpaduan aneka ragam alat musik yang disesuaikan dengan bentuk gerak tari.

Gb. 6.21. Tari Tarawangsa lengkap dengan iringa musiknya (Sumber google.com. 17112011

F. Mengenal Gerak Dasar Seni Tari Daerah Setempat Gerak adalah bahan baku utama seni tari. Untuk itu sebelum membuat sebuah karya tari, kita akan mempelajari seluk beluk gerak. a. Ragam gerak tari daerah 1. Ragam gerak tari tradisional bersifat imitative dan ekspresif, gerakannya meniru kegiatan emosi manusia. 2. Ragam gerak tari klasik banyak menggunakan gerak murni dan gerak ekspresif sereta imitatifyang sudah diperhalus. 3. Ragam gerak tari kreasi baru merupakan paduan beberapa ragam gerak tari tradisional, sehingga menjadi bentuk baru. Tokoh tari kreasi baru diantaranya sebagai berikut :  Bagong Kusumodiharjo : Yogyakarta  Guruh Sukarnoputra : Jakarta  Didik Nini Thowok : Yogyakarta  Munasih Najamudin : Ujung Pandang

58

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

Berikut ini adalah contoh-contoh gerak tari

Gb.6.22 Tari Kreasi Baru Lenggang Nya i(Sumber google.com. 17112011

Gb. 6.23. genta buana sari(Sumber google.com. 01092011

b. Asal gerak Gerak dapat diperoleh melalui eksplorasi/penjelajahan. Eksplorasi merupakan proses berpikir, berimajinasi, merasakan dan merespon suatu obyek yang diperoleh melalui panca indera. Kita akan mudah mencari serta merespons gerak bila telah mempunyai tema/ide dasar. Tema merupakan gambaran awal gerak-gerak yang diperagakan. Contohnya sebagai berikut :  Kepahlawanan . Gerak yang muncul : gerak pencak silat, gerak perang, gerak bela diri/olah kanuragan.  Kesedihan. Gerak yang muncul: gerak permohonan, gerak penyesalan, gerajk prestasi  Kegembiraan. Gerak yang muncul : gerak sukacita, meloncat-loncat, melambailambai, melenggang , bergoyang.  Binatang. Gerak yang muncul ; menirukan tingkah laku binatang tersebut.

Gb. 6.24 Tari Merak (Sumber google.com. 17112010

59

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

c. Menyusun gerak Macam-macam gerakan tari. 1. Gerak maknawi adalah gerak-gerak yang memiliki maksud/arti dan melambangkan suatu hal. Musal gerak melambangkan kijang sedang berjalan atau pohon tetiup angina. 2. Gerak murni adalah gerak yang mengutamakan keindahan. Gerak ini tidak menyimbulkan sesuatu tapi dibuat agar tarian tampak lebih estetis. Misal gerakan memutar pergelangan tangan atau menggoyang pinggul. 3. Arah hadap menunjukan kemana para penari menghadap; ke kanan, ke kiri, ke depan, serong, menengadah, atau menunduk. 4. Arah gerak menunjukan kemana penari haruis bergerak; membuat lingkaran zigzag, maju mundur, serong diagonal, spiral, dan sebagainya. Untuk menunjukan arah dalam menari diberikan panduan garis lurus dan lengkung. 5. Level adalah tingkatan jangkauan gerak (tinggi rendah geraknya). Ada gerak dengan jangkauan/level tinggi, rendah, sedang/medium. Level berfungsi utuk menambah daya tarik dinamis. Contohnya loncat-level tinggi, membungkuklevel sedang/medium, duduk-level rendah. 6. Kepadatan/density adalah penguasaan ruang oleh penari. Ini penting terutama untuk tari berkelompok. Penempatan/formasi penari diatas harus sedemikian rupa sehingga indah dan tak tampak penuh. 7. Desain garis yang dapat dilihat oleh penonton yang ditimbulkan oleh gerak penari. Garis yang dilalui dilantai oleh para penari disebut Desain bawah. Misalnya; garis diagonal, horizontal, zig-zag, spiral dan lain-lain. Garis yang dilihat penonton sebagai gerakan penari diatas pentas disebut desain atas. Contohnya loncat, gerak payung, pita dan lai-lain-lain. 8. Merangkai gerak agar indah dan menarik perlu ada harmoni. Harmoni dapat dicapai bila koreografer memperhatikan atau memadukan gerak dengan hal-hal berikut ini. a. Irama sebagai pengiring dan pemertegas gerak b. Penguasaan ruang dengan desain atas, bawah, dan medium. c. Penataan komposisi penari untuk mengatasi kejenuhan, sesuai dengan jumlah penari. d. Penggunaan rias dan busana yang selaras dan mencerminkan tema. Contoh merangkai gerak Misalnya, kita memilih tema nelayan.

Gb. 6.25 Seniman tari, menarikan dengan tema bertani .Tari ini menggambarkan proses para petani yang sedang bekerja (Sumber google.com. 18112011

60

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

TARI TANJUNG KATUNG DARI SUMATERA

Gb. 6.26 Tari Tanjung Katung (Sumber google.com 19112011)

Gb. 6.27 Tari Tanjung Katung (Sumber google.com 19112011)

61

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

TARI TANJUNG KATUNG DARI SUMATERA

Gb. 6.28 Tari Tanjung Katung (Sumber google.com 19112011)

Gb. 6.29 Properti Tari Tanjung Katung

Gb. 6.30 Tari Dance Tanjung Katung

62

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

APRESIASI SENI
I. Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling benar ! 1. Menurut Yulianti Parani yang dimaksud dengan tari adalah…. a. suatu gerak ritmis a. gerak-gerak ritmis sebagian atau seluruhnya dari tubuh yang terdiri dari pola individu atau kelompok yang disertai ekspresi atau ide tertentu c. ekspresi jiwa manusia melalui gerak ritmis yang indah d. keindahan gerak ritmis 2. Gerak kaki sampai kepala merupakan media pokok gerak tari disebut…. a. wirama c. wiraga b. wirasa d. wirupa 3. Dalam unsur tari ritme disebut sebagai.... a. wiraga c. wirupa b. wirasa d. wirama 4. Tari Payung berasal dari daerah…. a. Jawa Tengah c. Jawa Barat b. Sumatera Barat d. Bali 5. Dibawah ini adalah tari dari daerah Jawa Tengah.... a. Tari Jaipong c. tari Lilin b. tari Tayuban d. tari Janger 6. Dibwah ini adalh tari tradisional klasik , kecuali…. a. tari Topeng c. tari Srimpi b. tari Ngremo d. tari Payung 7. Tari Angsa termasuk tari…. a. tari klasik c. tari kreasi b. tari tradisional d. rakyat 8. Tari Panji Sumirang berasal dari daerah…. a. Bali c. Jawa b. Sumatera d. Kalimantan 9. Tari Bedhaya Ketawang berasal dari…. a. Yogyakarta c. Surakarta b. Surabaya d. Cirebon 10. Tari Bedhaya Ketawang ditarikan oleh.... a. 6 orang c. 7 orang b. 5 orang d. 9 orang 11. Tarian yang menggambarkan watak seseorang ataupun seekor binatang dan diaminkan oleh seorang penari dinamakan…. a. tari berpasangan c. tari tunggal b. tari kreasi d. tari klasik 12. Ragam gerak tangan dari daerah Jawa dengan cara menggerak-gerakkjan jari-jari tangan di atas kepala disebut…. a. ngithing c. ulap-ulap b. ukel d. ledhang 13. Di dalam seni tari tradisional penggambanran secara visual terhadap isi cerita diwujudkan dalam…. a. gerakan penari c. kostum penari 63
MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

b. tat arias penari d. musik pengiring tarian 14. Keunikan tari tunggal daerah dari sisi gerak adalah…. a. memiliki keindahan b. mewakili rasa, estetik, dan kepentingann mesyaratakt c. memunculkan watak seorang tokoh d. memilki gerakan yang lembut 15. Di bawah ini merupakan latihan gerak tangan, kecualai…. a. merapatka jari-jari b. menggenggam dan membuka seluruh jari c. menggerakkan jari ke atas dan ke bawah d. menggelengkan kepala 16. Gabungan latihan-latihan seluruh badan disebut…. a. latihan gerakan seluruh badan c. latihan gerakan pundak b. latihan gerak kaki d. latihan sempurna 17. Latihan gerak badan dilakukan dengan cara berikut, kecuali…. a. memutar pinggul ke kanan dan ke kiri c. menggerakan kepala dan badan b. memutar dada ke kanan dan ke kiri d. meliuk-liukkan badan 18. Termasuk tari tradisional kerakyatan adalah…. a. tari Jaran Kepang c. tari Kijang b. tari Ngremo d. tari Merak 19. Jenis tari bentuk yang ditarikan oleh seorang penari, boleh laki-laki atau perempuan disebut…. a. tari berpasangan c. tari tunggal b. tari berkelompok d. tari tradisional 20. Tari Piso Surit termasuk tari…. a. berpasangan c. tunggal b. berkelompok d. klasik 21. Tari Serimpi dari Surakarta terdiri dari… a. 3 orang c. 5 orang b. 6 orang d. 4 orang 23. Tari berpasangan dari Irian Jaya adalah…. a. tari Gale-gale c. tari Cokek b. tari Payung d. tari Piso Surit 24. Tari Topeng berasal dari…. a. Jateng c. Jatim b. Jabar d. Jakarta 25. Tari Tambulilingan berasal dari…. a. Jawa Timur c. Jakarta b. Sumbawa d. Bali II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini denga benar! 1. Tuliskan pengertian seni tari menurut BPH. Soeryodiningrat! Jawab................................................................................................................................... 2. Apa yang menjadi ciri utama dalam tari kelompok? Jawab................................................................................................................................... 3. Sebutkan contoh (3) tari yang berfungsi sebagai sarana pertunjukan! Jawab................................................................................................................................... 4. Jelaskan tentang properti dalam seni tari! Jawab................................................................................................................................... 5. Sebutkan tiga tokoh tari kreasi ! 64
MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

Jawab................................................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA
Sapari, - , Irama Langgam dan Kroncong, Solo : Amigo M. Siagian, 1974, Indonesia Tercinta, Jakarta : CV. Rajawali. Bastomi, Suwaji,1981,Landasan Beroperasi Seni Rupa, Semarang : Proyek Peningkatan Perguruan Tinggi IKIP Kayam Umar, 1981, Seni Tradisi Masyarakat. Jakarta : PT Djaya Pirusa ---, 1981. Pelukis dan Pematung. Jakartra : Aries Lima Sunarko, Hadi, 1991, Seni Musik Kelas 1, Jakarta : Intan Pariwara Hardjo M Seno, 1991, 10 Tokoh Show Biz musik Indonesia, Jakarta : PT Gramedia Utama Soeharto,M,1993,Belajar Notasi Balok, Jakarta : Gramedia Muchlis dan Azmy. 1995. Lagu Rakyat. Jakarta : Mustika Yayasan Harapan Kita,1997,Indonesia Indah”Tari Tradisional Indonesia”,Jakarta Tim Abdi Guru, 2000, Kerajinan Tangan untuk SLTP Kelas 1,Jakarta ; Penerbit Erlangga Undang –Undang No 20, 2003, Sistem Pendidikan Nasional : Depdikbud Thursana , Hakim, Drs, 2004.Tehnik-tehnik terscepat belajar bermain keyboard, Jakarta : Penerbit PT Kawan Pustaka. BSNP, 2006. STANDAR ISI 2006. Standar Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Seni Budaya untuk SMP dan MTs. Jakarta Yoyok , Siswandi,2007,Pendidikan Seni Budaya Kelas VII, SMP, Jakarta : Yudistira Tim Abdi Guru,2007, SENI BUDAYA Untuk SMP Kelas VII, Jakarta : Penerbit Erlangga Fasih, Subagyo, 2009, Terampil Bermusik untuk SMP dan MTs, Jakarta : CV Citra Nugraha Aziz, Adul, 2010, Mari Belajar Seni Rupa Untuk SMP –MTs Kelas VII, VIII dan IX, Jakarta : CV Citra Nugraha Supriatna, Adang. 2010, Pendikan Seni Tari untuk SMP/MTs, Jakarta : CV Citra Nugraha Internet : www.google.co.id (2011)

65

MGMP Batang , Seni Budaya Kelas VII Semester 2

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful