MODUL

(39.BUS.C-m.PAT.07.A.002) MODULE DRESS PATTERN MAKING (39.BUS.C-m.PAT.07.A.002)

Guru Diklat : Teacher : Pragram keahlian : TATA BUSANA Skill Program : FASHION DESIGN SMK NEGERI I AMPELGADING 2009

HALAMAN PENGESAHAN LEGALISATION

Modul yang berjudul :” Pecah Pola Busana Wanita dengan kode 39.BUS.Cm.PAT.07.A.002 “, telah disyahkan dan disetujui penggunaannya oleh kepala SMK Negeri 1 Ampelgading.

An entitled module :" Dress Pattern Making with code 39.BUS.C-m.PAT.07.A.002 ", have been legalized by and agreed its use by Pincipal of SMK Negeri 1 Ampelgading.

Pemalang, Januari 2009 Kepala Sekolah Principal SMK N 1 Ampelgading

Drs. H. Sobirin, M.Pd NIP. 131768709

ii

KATA PENGANTAR

PREFACE
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga penulis Modul Pecah Pola Busana Wanita dapat terselesaikan. Praise thanks of writer to presence of Allah SWT which have been giving us mercy and blessing, so that the writer have finished module patern dress making . Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah penyediaan sarana belajar mengajar. One of effort which must be done to increase learning process ( KBM) in vocational high school ( SMK) is giving a learning means to teach Sarana belajar mengajar yang dapat diupayakan saat ini adalah penyadiaan bahan ajar berupa modul. Disamping itu dengan di berlakukannya konsep Competency Based Training (CBT) peran bahan ajar khususnya modul dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan akan semakin diperlakukan. A learning means which can try in this time is learning material such as module at this time.Beside that Competency Based Training ( CBT) conception the lesson role will be needed specially module in education and training progressively. Berkaitan dengan hal-hal tersebut diatas, maka disusun Modul Pecah Pola Busana Wanita yang merupakan modul penunjang untuk mata Diklat Pola Busana dengan Teknik Konstruksi pada SMK bidang keahlian Tata Busana. Modul ini diharapkan dapat membekali peserta diklat dalam membuat pola busana dengan teknik konstruksi yang standart. Reffering to the things above, writer can finish the dress patern making Module which is one of an additional module for the subject on SMK of fashion design program. This Modul is expected to the students in dress pattern making with a standart construction technique .

Modul ini diperuntukkan sebagai salah satu acuan dalam melaksanakan proses KBM di SMK. Akhir kata, semoga modul ini dapat dijadikan pedoman/acuan bagi setiap peserta didik dan memberi manfaat bagi fasilitator yang akan mengajar di sekolah. This module destined as one of reference in doing learning process KBM in SMK.The writer hopefully, this module can be made a hand book for every students and give benefit for instructor who will teach. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan modul ini, semoga menjadi amalan yang tidak pernah putus, Amin. Finally we say thank to all participants which have assisted this module writing, hopefully become deed which have never broken, Amien…

Pemalang,

Januari 2009

Tim Penyusun Writers

iii

BAB I PENDAHULUAN UNIT I INTRODUCTION

A. Deskripsi
Modul pecah pola busana wanita merupakan salah satu modul penunjang dalam mempelajari mata diklat Membuat pola busana dengan teknik konstruksi pada busana, khususnya busana wanita. Tujuan diajarkannya modul ini, agar peserta diklat memiliki wawasan dan ketrampilan membuat pola dasar dan mengubah pola dasar sesuai desain busana. Agar tujuan pemelajaran tercapai, ada beberapa materi yang harus dikuasai oleh peserta diklat melalui modul ini antara lain adalah : mengambil ukuran, membuat pola dasar dan mengubah pola sesuai desain. A. Description The dress pattern making module is one of an additional module in

learning the pattern making lesson, a dress. After learning this module, the students have a skill and knowledge in turning and making basic pattern on it. In order to get a good learning, there are several materials which must be

mastered by the students through this module such as : taking size , making basic pattern and altering pattern based on the design.

B.

Prasyarat Untuk mempelajari modul ini prasyarat yang harus dimiliki oleh peserta diklat adalah telah selesai mempelajari dan menguasai modul Pecah Pola Busana Wanita.

B.

Prerequisite After learning this module, the prerequisite which must be owned by the students have learned and mastered the dress pattern making.

C.

Petunjuk Penggunaan Modul ; 1. Petunjuk peserta diklat a. Langkah-langkah belajar yang harus ditempuh dalam mempelajari modul ini adalah sebagai berikut :

1

Agar benar-benar terampil dalam melakukan pekerjaan membuat pola dasar atau perlu melakukan latihan secara berulang-ulang dengan mencoba memecah pola sesuai desain. If there is any difficult words in this module.Gunting b. 2). Do the exercises gradually In order to be skillful. 3). Peralatan praktik : . materials : .Peter ban . Bahan-bahan : kertas pola/kertas roti 2). Perlengkapan yang diperlukan : 1). then give a mark or write down any difficult words. Equipments : 1).Consult to the teacher. 1).Alat tulis . Lakukan kegiatan praktik secara sistematis menurut langkah-langkah belajar sesuai petunjuk pada modul ini. b. User Guide : 1. Read the module carefully .Penggaris pola . 4).pattern paper / bread paper 2 . Jika ada yang kurang jelas atau mengalami kesulitan dalam mempelajari modul.C. kemudian beri tanda atau catat bagian kata atau kalimat yang belum dimengerti atau dipahami. 4). silakan menghubungi guru pengajar anda.Mateline . Explain to the students a. 2). The steps of learning in this module as follows : 1). Baca secara seksama hingga benar-benar paham dan mengerti isi modul.Do a systematically practice according to the steps. 3).

Mateline . Mengubah pola sesuia desain 3 . Membuat pola dasar 4). b. C. Memberikan penjelasan kepada peserta diklat bagian-bagian dari modul yang belum dapat dipahami oleh peserta diklat. Do evaluation comperhensively through cognative. afektif dan psikomotor. d. Menginformasikan langkah-langkah belajar yang harus dilakukan peserta diklat untuk terampil dalam membuat pola dasar dan pecah pola sesuai desain.Peter ban .Pattern ruler .Stationeries . Melakukan evaluasi secara komperhensif melalui proses dan produk belajar yang dicapai peserta diklat meliputi ranah kognitif. Menganalisa model 2).2). d. A practical equipments : . Teacher or Instructor role : a.scissors 2. give explanation to the students about the parts of module which have not understood yet. c. Peran guru/instruktur a. affective and psychomotor aspects. 2. inform the learning Steps which must be done by the skillful students in basic pattern and basic pattern making . Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta diklat mampu : 1). Mengambil ukuran 3). demonstrate the Steps in learning process. c. Mendemonstrasikan langkah-langkah yang dipersyaratkan dalam kegiatan belajar. b.

Pola dikerjakan sesuai dengan prosedur kesehatan dan keselamtan kerja 4 . Competency : Code : 39. Doing pattern test-drive 6. Melakukan uji coba pola 6.Final aim.-m. Cutting pattern 5. After learning this module the students are able to : 1).BUS. Pola dasar diubah sesuai desain dengan ukuran 3. Menggambar pola dasar 2. Kompetensi Kode : 39. Alat gambar pola dan tempat disiapkan 2. Sub competency : 1. Making basic pattern 4). Menggunting pola 5.BUS.002 Kompetensi : Membuat Pola Busana dengan Teknik Konstruksi Sub Kompetensi : 1.PAT.C.002 Competency : Making Pattern Dress with a construction technique. Keeping pattern Kreteria unjuk kerja : 1.PAT. Mengubah pola dasar sesuai desain 3. Altering basic pattern according to te desain 3.C. Menyimpan pola D. Analysing model 2). Drawing basic pattern 2. Checking pattern 4. Altering pattern based on the design D.C. Memeriksa pola 4.07A.-m.07A. Taking size 3).

Test Drive pattern E. Pattern done by according to a working safety. Ruang lingkup kompetensi : Menggambar pola Mengubah pola dasar Memeriksa pola Menggunting pola Uji coba pola Competency : . 2. Cek Kemampuan No 1 Aspek yang dinilai Pengetahuan : 2.Cutting pattern .Drawing pattern .Checking pattern . Jenis-jenis alat gambar Macam-macam pola Teknik pecah pola busana wanita Belum Sudah Sikap : Teliti dan cermat menggambar pola Teliti dan cermat mengubah pola Teliti memeriksa pola 3. Psikomotor : Menggambar pola dasar Mengubah pola sesuai desain Memeriksa pola Memperbaiki pola 5 .Performance criteria : 1. A pattern drawing appliance and a prepared place.Altering basic pattern . Basic pattern altered by according to the design size 3.

E..Drawing basic pattern . Capability check No 1.Check pattern carefully 3.Drawing appliance types .Check and alter pattern careffully . ……………………………… 3.Check and draw pattern carefully .Altering basic pattern . Attitude : . ……………………………… Kesimpulan : ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… Teacher or Instructor : 1…………………………… 2…………………………… 3…………………………. ……………………………… 2.Improving pattern No Yes Catatan Pembingbing : 1.Checking pattern .Dress pattern making technique 2. Aspects Knowledge : .Kinds of pattern . Psychomotor : . Conclusion : ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… 6 .

Merubah pola dasar sesuai model : pola rok pola blus pola lengan 7 . Analisa Model Ukuran yang diperlukan dan cara mengambil ukurannya : Ukuran rok Ukuran badan Ukuran lengan 3. A. Pembuatan pola dasar : pola dasar rok pola dasar badan pola dasar lengan 4. Learning activity Kompetensi : Membuat pola busana dengan teknik konstruksi Sub Kompetensi : Pembuatan pola blus tanpa kerah dan rok lipit hadap Competency : Making dress pattern with a construction technique Sub competency : Blouse pattern without collar and the flounce skirt making No Jenis kegiatan Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan Perubahan TTD Guru 1. 2.BAB II PEMELAJARAN UNIT II LESSON PLAN.

No.Sleeve pattern B. kupnad pada bagian muka dan belakang. Penitup belahan dengan kancing tanpa kupnad bagian muka dan belakang. Analysing Model. 8 . Basic pattern making . Rok : rok span variasi lipit hadap pada TM.Body size . zipper on center back . Changing basic pattern based on the model : . Place l Changing Reason.Skirt : tight fitting skirt on center front.Sleeve size 3.Sleeve basic pattern 4. B. kupnad at face and back. Lerning Activity * Information Sheet 1 : Analysing Model Model consisted of blouse and skirt . .blouse pattern .Skirt size . Kegiatan Belajar * Lembar Informasi 1 : Menganalisa Model Model terdiri dari blus dan rok : Blus : variasi garis leher bulat lengan licin. rit pada TB. 2.Blouse : variation of slippery circular neckline sleeve. Signature 1.Skirt pattern . Closing in button without face and back kupnad. A needed size and way of taking its : .Skirt basic pattern . Activity Date Time.Body basic pattern .

bebas bau badan .pattern ruler .peter .tidak memutar mutar orang yang diukur tapi harus bergerak sesuai kebutuhan Things which must be paid attention to in taking size measure that is body attitude in taking size measure : 9 .kertas Hvs .skala * Information Sheet 2 : .dorslag paper .bagian pinggang.gunting kertas Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengambil ukuran yaitu sikap badan dalam mengambil ukuran : Model ( orang yang diukur ) .* Lembar Informasi 2 : .veterban .ban .scissors .berdiri tegak lurus.meteline .meteline .kertas roti .paper .Alat-alat bahan yang diperlukan untuk pembuatan pola : Bahan : .kertas coklat Alat : .bread paper .area kerja harus bersih dan rapih .penggaris pola .A needed size and way of taking its : .alat tulis .kertas dorslag .stationeries . kaki rapat .Ukuran yang diperlukan dan cara mengambil ukurannya .brown paper Appliances :.waktu diukur memakai pakaian yang pas Operator ( Orang yang mengukur ) .scale .kontak dengan pelanggan dan komunikasi yang ramah .A needed appliances for making the pattern : Materials :. badan dan panggul diikat dengan peterban .

Panjang Bahu P. Lingkar Badan (L. Panjang Sisi (P.contact with client . body and flank bound with peterban . * Appliance to make pattern : meteline.M) 1.Pa) e. Panjang rok (P.L) i. penggaris pola * Tujuan mengambil ukuran yaitu untuk menentukan berapa besar ukuran badan seseorang untuk pedoman membuat pola. Ukuran yang diperlukan dan cara mengambil ukuran 10 .Pu) f.D) n. Tinggi Dada (T. Pola dasar wanita dewasa 1).Pa) d.Pu) g. pattern ruler * The aim of making size determine how big size of some body for making patern Membuat Pola Busana Dengan Teknik Konstruksi Ukuran yang diperlukan dalam menggambar pola konstruksi secara umum adalah sbb: a. pencil. close foot . S) k. and a friendly communications . Lebar Muka (L.a measured time by wearinga fit clothes Operator ( Someone who measure .Pi) c. pencil.M) h.B) b.Model (Someone who measured ) .not turn around someone who is measured but have to move according to requirement * Alat untuk membuat pola yaitu :meteline.standing vertical.Working area have to clean and tidy – fres from body .Rok) l. Tinggi Panggul (T. Panjang Lengan (P. Panjang Punggung ( P. Lingkar Panggul (L. Lingkar Pinggang (L.waist.L) m. Panjang Muka (P. Lingkar Leher (L. Lebar Punggung (L. B) j.

Neck ( LL ) e.D) n. Body ( L. Flank ( T. a needed size and way of taking size i. Buttock ( P.L) m. Face ( P.Pu) g.Pa) d. Side ( P S) k.Pi) c. Face ( L. Sleeve ( P.B) b. Skirt ( P. Anadult basic patern 1).Pu) f. Buttock ( L.Dress Pattern Making With a Construction Technique a needed size in drawing a generally construction patern a. Chest ( T.Rok) l.M) 1. Shoulder ( P B) j.Pa) Picture 1 : 11 .M ) h. Waist ( L. Flank ( L.

Ukuran yang dibutuhkan untuk pola sistem Dressmaking a) Lingkar leher b) Lebar muka c) Lingkar badan d) Tinggi dada : 38 cm : 33 cm : 88 cm : 15 cm h) Lebar punggung : 34 cm i) Panjang punggung : 37 cm j) Panjang rok k) Panjang bahu l) Panjang lengan : 50 cm : 12 cm : 24 cm e) Lingkar pinggang : 66 cm f) Lingkar panggul g) Tinggi panggul : 96 cm : 16 cm m) Tinggi puncak lengan : 12 cm 12 . b) Lebar muka: diukur 6 atau 7 cm dari lekuk leher ke bawah.Keterangan gambar : a) Lingkar leher : diukur sekeliling leher tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar. i) Panjang punggung : diukur dari tulang belakang lurus sampai batas pinggang. d) Tinggi dada : diukur dari lekuk leher tengah muka sampai batas diantara dua titik payudara kiri dan kanan. l) Panjang lengan : diukur dari bahu terendah sampai panjang yang diinginkan. k) Panjang bahu : diukur dari batas lingkar leher sampai batas bahu terendah. diukur melingkar pada pinggul yang paling tebal secara horizontal dengan tidak terlalu ketat g) Tinggi panggul : diukur dari pinggang sampai batas panggul terbesar pada bagian belakang h) Lebar punggung : diukur 9 cm ke bawah dari tulang leher belakang kemudian diukur mendatar dari batas lingkar kerung lengan kiri ke lingkar kerung lengan kanan. c) Lingkar badan: diukur sekeliling badan terbesar dengan posisi cm tidak terlalu kencang dan ditambah 4 cm. kemudian diukur datar dari batas lingkar kerung lengan kiri sampai batas lingkar kerung lengan kanan. 2). e) Lingkar pinggang: diukur pas sekeliling pinggang f) Lingkar panggul . j) Panjang rok : diukur dari pinggang sampai panjang rok yang diinginkan. m) Tinggi puncak lengan :diukur dari bahu terendah sampai batas lengan terbesar/otot lengan atau sama dengan panjang bahu.

Sleeve length : 24 cm m) Sleeve Culminate heigth: 12 cm 13 .Picture 1 : a Neck line : measured around neck too untighten and diffuse. m) Sleeve Culminate heigth : measured from the lowest shoulder to the biggest sleeve. k) Shoulder length : measured from neck line to the lowest shoulder . c) Body line : measured around biggest body with position cm too untighten and added 4 cm. 2). i) Buttock long : measured from straight backbone to the waist j) Skirt length : measured from waist to a required sikrt length . b) Face width : measured 6 or 7 cm from neck dint downwards. Shoulder length : 12 cm l). then be measured to level from left kerung sleeve to line of right kerung sleeve. d) Chest height : measured from front center neck line between two right and left breast. e) Waist line : measured snugly around waist f) Flank line . measured thickest hip in horizontal with too untighten g) Flank Height : measured from waist to the biggest flank at backside h) Buttock width : measured 9 cm downwards from bone of back neck . l) Sleeve lenght : measured from the lowest shoulder until a desired length . then measured level off left sleeve kerung line. A required size for pattern of Dressmaking system a) Neck line : 38 cm b) Face width : 33 cm c) Body line : 88 cm d) Chest heigth : 15 cm e) Waist line : 66 cm f) Flank line : 96 cm g) Flank height : 16 cm h) Buttock width : 34 cm i) Buttock length : 37 cm j) Skirt length : 50 cm k).

hubungkan ke titik B2 dengan garis putus-putus (garis bantu). buat garis horizontal kekiri titik H. C . B . Pola Dasar Badan GAMBAR 2 : Keterangan Pola Menggambar pola sistem Dressmaking dimulai dari pola belakang. buat garis horizontal ketitik E. tetapi sebelumnya ditentukan pedomam umumnya yaitu ukuran ½ lingkar badan yang dimulai dengan sebuah titik.B4 = 1 cm. 14 .B1 = 1.B2 = 1/6 lingkar leher ditambah 1 cm. B1 .B = ½ ukuran lingkar badan.D = ukuran panjang punggung. B . Hubungkan titik B1 dengan B2 seperti gambar (leher belakang). A .G = ½ panjang punggung ditambah 1 cm. B2 dipindahkan ukuran panjang bahu melalui garis bantu diberi nama titik B3 B3 .C = ¼ lingkar badan ditambah 1 cm.C1 = 5cm. B1 .5 cm. samakan ukuran B2 ke B4 dan dihubungkan dengan garis tegas. A .Cara menggambar pola dasar sistem Dressmaking (skala1:6) a).

B1 . 15 .D1 = ¼ ukuran lingkar pinggang ditambah 3 cm. D .A3 = 5 cm.K. dibuat garis putus-putus sampai kegaris badan (G dan H) diukur 3 cm kebawah. dihubungkan dengan titik D2 dan D3 menjadi lipit kup.E3 = 3 cm (besar lipit kup). Bentuk garis lingkar kerung lengan belakang mulai dari titik B4 menuju F1 terus ke F. yang dijadikan patokan panjang adalah ukuran I1 ke K. A . Hubungkan titik C2 ke F2 ke F seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian muka).D3 = 3 cm (besar lipit kup).J = ukuran tinggi dada. E1 . menjadi garis sisi badan bagian belakang. lalu dihubungkan dengan titik E2 dan E3 membentuk lipit kup.J2 = 2 cm. A2 .E2 = 1/10 lingkar pinggang. A2 .A1 = 1/6 lingkar leher ditambah 1 cm.D1 = ¼ ukuran lingkar pinggang ditambah 3 cm (besar lipit kup) dikurang 1 cm. E . J1 . D1 dihubungkan dengan F. Keterangan pola bagian muka A .F2 = ½ lebar muka. J1 . D . Dari J dibuat garis sampai ke J1. Dari I ke I1 dan I2 diukur masing-masing 1 cm. D2 . A3 . E4 dihubungkan dengan I2 dan titik I1 dengan F. Dari D2 dan D3 dibagi 2. E2 dan E3 dibagi dua dibuat garis putus-putus sampai kegaris tengah bahu.A2 = 1/6 lingkar leher ditambah 1.5 cm. G1 .K = 2 cm. lalu hubungkan dengan titik K. E1 . lalu dihubungkan dengan garis putus-putus ke titik J1. Hubungkan titik A1 dengan A2 seperti gambar (garis leher pola muka).I = 9 cm. E2 . A1 . F .D2 = 1/10 lingkar pinggang. menjadi garis sisi badan bagian muka.C2 = ukuran panjang bahu.G1 = 9 cm.K = I2 .F1 = ½ lebar punggung (buat garis batas lebar punggung).E1 = 2 cm (sama besarnya dengan ukuran kup sisi). D .E4 = ¼ lingkar pinggang ditambah 4 cm (3 cm besar lipit kup dan 1 cm untuk membedakan pola muka dengan belakang). I1 .

B4 = 1 cm.B2 = 1/6 neck line added by 1 cm. B .D = buttock length size . A . B1 .C = ¼ body line added by 1 cm.C1 = 5cm. Connect B1 with B2 of such as picture . C . B1 .G1 = 9 cm. B1 – G = ½ buttock length added 1 cm. but previously determined by a guidance generally such as size ½ body line that is started with a dot. B2 removed by shoulder length size through a assisted line called B3 B3 .B1 = 1. 16 . make horizon tal line to the left H. A – B = ½ body line size. equalize size B2 to B4 and connected to a coherent line. connect to B2 with a broken line ( assistive line). Elementary Pattern [of] Body. make horizontal line to E. Picture 2 : Picture 2 : Drawing pattern of Dressmaking system started from the back pattern.5 cm. B .Way of basic pattern drawing of Dressmaking system ( skala1:6) a).

Connected A1 with A2 such as picture ( Front pattern neckline ).J = chest height size.G1 . A2 . J1 .D3 = 3 cm ( flounce kup).D2 = 1/10 waist line D2 . connected to E2 and E3 form flounce kup.F2 ½ front face width. D1 connected to F. F . connected to D2 and D3 become flounce kup.C2 = shoulder length size . D . From J made by line to J1.A3 = 5 cm. A1 .A2 = 1/6 neck line added by 1.D1 ¼ waist line size added by 3 cm. A3 . Front pattern A .E2 = 1/10 waist line.K.E1 = 2 cm ( equal of the kup side size ). become body line of backside. E1 . connected to a broken line to J1. From D2 and D3 divided by 2. From I to I 1 and I 2 measured by 1 cm.K = 2 cm. made by a broken line until center shoulder line. I1 . E4 connected to I 2 and I 1 with F become body line of front side 17 .D1 = ¼ waist line size added by 3 cm ( flounce kup) less 1 cm. E .E3 = 3 cm ( flounce kup). E2 and E3 divided by two .K = I 2 .E4 ¼ waist line added by 4 cm ( 3 cm of flounc e kup and 1 cm differentiate face pattern by back). J1 .F1 = ½ buttock width ( make a line buttock wi dth ) Back Kerung sleeve line form start from B4 to F1 then F D . E2 . A . A2 .than connected to K.J2 = 2 cm.5 cm. taken as length is I 1 to K size . made by a broken line until body line ( G and H) measured by 3 cm downwards.A1 = 1/6 neck line added by 1 cm. E1 . Connect C2 to F2 to F such as picture (front sleeve kerung line part ). D .I = 9 cm.

C = ukuran tinggi puncak lengan. buat garis sampai ke titik D dan E. Panjang lengan = 24 cm Gambar 3 : Keterangan pola lengan A . A .B = panjang lengan. 18 . 1/3 dari A ke D diberi titik A1 dan dari A ke E dinamakan titik A2.A D ke D1 dibagi dua dinamakan titik D2. Pola Lengan Ukuran Yang Diperlukan 1). Tinggi puncak lengan = 12 cm 3). Lingkar kerung lengan = 40cm (diukur dari pola badan) 2). Buat garis putus-putus (garis bantu) dari A ke D dan dari A ke E. Garis bantu dari A ke D dan A ke E dibagi tiga. Titik D1 = 1/3 D .b).A3 = 1. A1 .5 cm.A4 = A2 . setelah diukur dari titik A ½ lingkar kerung lengan yang ukurannya bertemu dengan garis dari tititk C.

a needed size : 1). make line of D and E. Hubungkan E dengan E2 (sisi lengan bagian belakang). Titik D1 = 1/3 D . G . 1/3 from A to D dotted [by] A1 and from A to E named [by] dot A2. Sleeve Pattern.D2 . Sleeve kerung line = 40cm 2). Make a broken line from A to D and from A to E. Sleeve culminate = 12 cm 3).5 cm.A D to D1 divided [by] two named [by] dot D2.B = Sleeve length.E2 = 1.A4 = A2 .G1 = E1 . Sleeve length = 24 cm Picture 3 : A .5 cm.C = The high size of culminate . after measured from A ½ sleeve kerung line of its size in contact with line C.A3 = 1. A . A1 . Assist line from A to D And A to E is divided. dan D dengan G seperti gambar (sisi lengan bagian muka) b).D3 = 0. 19 .5 cm.

20 .G1 = E1 .B = panjang rok. Pola rok Ukuran yang diperlukan 1).5 cm.D2 . G .D3 = 0. Connect E with E2 ( side of sleeve of backside).E2 = 1. Lingkar pinggang = 66 cm 2). A . Panjang Rok = 50 cm Gambar 4 : Keterangan pola rok muka A . and D with G [of] such as picture ( sleeve side [of] part of face c).C = tinggi panggul.A1 = ¼ lingkar pinggang ditambah 4 cm ( 3 cm untuk kup).5 cm. Lingkar Panggul = 96 cm 4). Tinggi panggul = 16 cm 3). A .

Hubungkan B dengan B3 seperti gambar (garis bawah rok). A .A2 = 1. Sebaiknya pola yang dipindahkan itu adalah pola bagian belakang.A1 .B3 = 1.C1. Keterangan pola rok belakang Ukuran lingkar pinggang dan lingkar panggul. D . C .5 cm.C1 = ¼ lingkar panggul ditambah 1 cm.D1 = 3 cm. Hubungkan A1 dengan C1 membentuk garis pinggul dan dari C1 ke B3. Pada garis tengah antara D dan D1 dibuat garis lurus sampai batas garis C dengan C1(garis panggul).D = 1/10 lingkar pinggang. * Tugas : Peserta diklat membuat pola rok dasar kemudian pola dipecah atau diubah menjadi rok lipit hadap ukuran 1 dan 1/4. pinggang dan ukuran lingkar panggul pola bagian muka lebih besar 2 cm dari pada pola bagian belakang.D1 = 12 cm. garis pinggang dan garis sisi rok bentuknya mesti sama dengan yang asli.B2 = 3 cm. sebaiknya salah satu dari pola rok dipindahkan.5 cm. dengan demikian pada pola rok bagian muka juga terdapat pola bagian belakang. B2 . Jika ingin memiliki pola bagian muka dan pola bagian belakang pada kertas yang berbeda. Hubungkan A dengan A1 seperti gambar (garis pinggang). B . Didalam memindahkan pola perlu diperhatikan garis tengah belakang pola mesti dalam posisi lurus. B1 . D . 21 .B1 = C .

Waist line = 66 cm 2).B = Skirt length.c). Flank height = 16 cm 3). 22 . Skirt Pattern a needed size 1). Skirt Length = 50 cm Picture 4 : Front skirt pattern A .C = flank.A1 ¼ waist line added by 4 cm ( 3 cm for kup). A . Flank line = 96 cm 4). A .

B .D1 = 12 cm.B2 = 3 cm. C . waist and skirt line from must equad to original . in removing the pattern need be paid attention a back pattern center line in diametrical position . Connect A with A1 [of] such as picture ( mark with lines waist). we should changed one of skirt pattern. so the front skirt pattern have the back pattern olso .B3 = 1. A .C1 ¼ flank circumference added [by] 1 cm.C1.B1 = C .D = 1/10 waist line D . Connect A1 with C1 form hip line and from C1 to B3.5 cm.5 cm. Connect B with B3 such as picture .A1 .A2 = 1. Back skirt pattern The size of waist line and flank line. * Task : The students make the basic skirt pattern and then pattern making and turned into a flounce skirt size 1 and ¼ .D1 = 3 cm. 23 . waist and flank line of front pattern are bigger than back pattern When we want to have front pattern and back pattern on different paper . B1 . B2 . D . at the center line between D and D1 made by a straight line to a point mark with lines C with C1( Flank line ). The back pattern should .

3. shoulder . Mention the size which one use for making a skirt basic pattern . pencil a blue red paencil . Kerung sleeve line . Sebutkan ukuran-ukuran yang diperlukan untuk membuat pola dasar rok. Lingkar kerung lengan. mateline 2. Sebutkan ukuran-ukuran yang diperlukan untuk membuat pola dasar badan 4. panjang muka. front leght . lingakr pinggang. lingkar pangkal lengan. buttock widht 4. body line . panjang rok 3. jarak dada. Sebutkan alat-alat yang digunakan untuk membuat pola. lingkar panggul. front width . 4. lebar muka. Mention the sizes which are used for making a sleeve basic patern. Penggaris. buttock length. Lingkar leher. Mention the sizes which are used for making a body basic pattern 4. Lingkar pinggang. Mention an applianees which are used for making patern 2. flank hight . panjang punggung. lebar punggung. waist line .BAB III EVALUASI UNIT III EVALUATION SOAL : 1. lingkar badan. top sleeve line 24 . KUNCI JAWABAN : 1. panjang bahu. panjang lengan. chest size . skirt length . tinggi panggul. ANSWER : 1. meteline 2. Waist line. QUESTIONS : 1. pensil merah biru. 3. 2. 3. pensil. waist line . tinggi puncak lengan. sleeve length .chest hight. Neck line . flank line . Sebutkan ukuran-ukuran yang diperlukan untuk membuat pola dasar lengan. tinggi dada. Ruler.

Untuk mendapatkan hasil yang cukup baik dianjurkan pada saat mengukur mengenakan pakaian yang pas pada badan. after learning this module the students are able to have a skiil and knowledge in taking model size correcthy then producing an appropriate pattern . Perlu diperhatikan juga saat mengukur model benar – benar pas dengan memperhatikan bagian – bagian badan yang ditandai dengan ikatan. when we measures the model . To get a good result is suggested wearing a fit cloth when we are measured . 25 . Not to forget the pattern signs especially in making pattern Then in turning the pattern must not be changed especially to the students. sehingga setelah selesai mempelajari modul ini peserta diklat dapat menguasai pengetahuan dan ketrampilan dalam mengambil ukuran model ( pemesan ) dengan tepat untuk selanjutnya menghasilkan pola yang tepat. Pada saat membuat pola jangan melupakan tanda – tanda pola terutama bagi siswa. Dress pattern making module contains analyzing model . Kemudian pada saat merubah pola terutama pada siswa pola dasar jangan dihapus. pembuatan pola dan merubah pola dasar. Ukuran pola yang tepat tidak akan banyak merubah ukuran pada saat mengepas. we really pay attention to a body part which is marked by tying An approprite size wiil not change size at the fitting time. turning and making basic pattern .BAB IV PENUTUP UNIT IV Conclusion Modul Pecah Pola Busana Wanita ini berisi analisa model.

Dra. 2008 . Carina Indah Utama.1990. Dra. Tata Busana Jilid 2 Untuk SMK. Konstruksi Pola Busana Wanita. Porrie Muliawan. Carina Indah Utama.1994 3 Emawati. Emawati. 3.DAFTAR PUSTAKA 1.1994.1990 2. 2. Menjahit Pakaian Wanita And Anak Tingkat Dasar. 2008 BIBLIOGRAPHY 1. Porrie Muliawan. Konstruksi Pola Busana Wanita. Tata Busana Jilid 2 Untuk SMK. Menjahit Pakaian Wanita dan Anak Tingkat Dasar.

Prerequisite C... Capability check UNIT II Learning Process A....… i …………………………………………….. 1 ……………………………………………………1 ……………………………………………………1 ……………………………………………………2 ……………………………………………………4 ……………………………………………………4 ……………………………………………………6 ……………………………………………….. Description B. Final Aim E.. User Guide D. Learning Activity UNIT III Evaluation ………………………………………………….25 ... Lesson Plan B. iv UNIT IV Conclusion ………………………………………………….… iii …………………………………………………. Competency F.…… ii ……………………………………………….24 ……………………………………………………7 ……………………………………………………7 ……………………………………………………8 ………………………………………………….DAFTAR ISI CONTENT Cover Legalisation Prefece Content UNIT I Intrudaction A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful