Anda di halaman 1dari 131

Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin hari semakin meningkat,


hal ini dapat dilihat dari data yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan tahun 2000-
2025 yang menunjukkan bahwa untuk Indonesia secara umum, jumlah penduduk akan
mengalami peningkatan dari 205,1 juta di tahun 2000 menjadi 273,1 juta di tahun
2025. Dan untuk wilayah DKI Jakarta khususnya, pertumbuhan penduduk akan
meningkat dari sebesar 8,361 juta pada tahun 2000 menjadi 9,259 juta pada tahun
2025.
Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kita membutuhkan
adanya fasilitas dan sarana yang dapat melayani kelahiran yang akan terjadi. Salah
satu fasilitas tersebut diwujudkan dalam bentuk sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak
yang khusus menangani ibu hamil, bersalin dan bayi baru lahir, sampai anak hingga
menjadi dewasa.

Secara harfiah, pengertian Rumah sakit (hospital) adalah sebuah institusi


perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter,
perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Sedangkan Rumah Sakit Ibu dan Anak
adalah rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melahirkan pemeriksaan
kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak serta berada dibawah pengawasan dokter dan
atau bidan senior.
Masalah kesehatan ibu dan anak kini terus berkembang. Ini menuntut
kemampuan dan profesionalisme kalangan medis untuk mengatasinya. Layanan medis
yang tepat, cepat, dan akurat, sangat diharapkan masyarakat. Sebab kesehatan
menjadi salah satu hal terpenting yang tengah menjadi sorotan sekaligus kebutuhan
masyarakat.
Maka diharapkan dengan dibangunnya sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak
dengan fasilitas yang cukup lengkap dan disertai tenaga medis handal akan menjawab
sebagian tuntutan masyarakat untuk mendapatkan penanganan kesehatan terbaik.
Untuk menjawab permintaan tersebut maka RSIA Healthy mencoba untuk
memberikan pelayanan khusus kepada ibu dan anak dengan menggunakan fasilitas

1 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

terbaik dan selalu menjaga kualitas rumah sakit. Diantara fasilitas yang ditawarkan,
terdapat program unggulan diantaranya adalah program bayi tabung dan teknologi
water birth.
Pembangunan RSIA Healthy ini ditujukan untuk masyarakat Jakarta dan
sekitarnya, terutama untuk masyarakat Jakarta Selatan dengan kelas menengah
keatas. Hal ini berkaitan dengan tingkat perekonomian masyarakat pada daerah
Pejaten dan sekitarnya yang pada umumnya merupakan masyarakat dengan tingkat
pendapatan yang cukup tinggi sehingga menginginkan tingkat pelayanan dan
kenyamanan yang lebih untuk berbagai hal. Namun, selain itu, tidak menutup
kemungkinan masyarakat ekonomi menengah ke bawah untuk berobat ke RSIA
Healthy.

Pada akhirnya diharapkan RSIA Healthy dapat memberikan pelayanan yang


maksimal kepada seluruh masyarakat terutama kaum ibu dan anak dengan
memanfaatkan teknologi yang tersedia sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

I.2 TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan dari pelaksanaan feasibility study adalah untuk menentukan kelayakan


suatu proyek, dalam hal ini untuk mengetahui tingkat kelayakan pembangunan
Rumah Sakit Ibu Dan Anak di daerah Pejaten. Didalam studi kelayakan terdapat
berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada
studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis
layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan.
Bila dilihat dari segi proyek, studi kelayakan merupakan suatu cara dari
owner/investor terkait dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari
investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang
diberikan dan kelancaran pengembaliannya.
Sedangkan dari sisi stakeholder, hasil studi diharapkan bermanfaat untuk
menetapkan kebijaksanaan, perencanaan, pengambilan keputusan dalam
pelaksanaan proyek pembangunan RSIA Healthy dikemudian hari, sehingga
diharapkan target pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana.

2 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

I.3 RUANG LINGKUP

Ruang lingkup dalam studi kelayakan rumah sakit ini adalah:

1. Identifikasi aspek pasar dan pemasaran dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Healthy
yang mencakup poin-poin seperti proyeksi permintaan dan penawaran, produk
yang ditawarkan, harga, promosi, distribusi dan analisa SWOT
2. Identifikasi aspek teknis dan teknologis seperti deskripsi dan desain produk,
mesin dan teknologi yang digunakan, lokasi dan layout produk.
3. Identifikasi aspek manajemen dan organisasi, seperti analisis stakeholder,
struktur organisasi perusahaan, job analysis dan job description, proses
rekrutmen dan seleksi, sistem kompensasi dan pengembangan dan sistem
informasi manajemen
4. Identifikasi aspek hukum dan legalitas seperti bentuk perusahaan, rencana
anggaan dasar perusahaan dan prosedur perizinan
5. Identifikasi aspek ekonomi dan keuangan, seperti perkiraan modal kerja,
perkiraan biaya investasi, proyeksi laporan keuangan dan penilaian investasi
6. Rekomendasi hasil analisa kelayakan

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

Pada aspek pasar dan pemasaran calon pebisnis perlu meninjau beberapa hal
penting. Tinjauan mengenai latar belakang bisa menjelaskan mengenai kronologis
produk dan alasan mengapa objek tersebut dipilih, serta kondisi pasar atas produk
secara umum.
Sementara pada bagian penawaran menjelaskan tentang jumlah produk sejenis
yang ditawarkan oleh perusahaan lain, atau jumlah produk sejenis yang ada di
pasaran, volume produksi perusahaan – perusahaan sejenis, sumber data lainnya yang
dapat dimanfaatkan adalah data dari pengguna produk sejenis. Berdasarkan hasil
analisis sebelumnya yaitu permintaan dan penawaran , maka dapat dilakukan analisis
peluang yaitu selisih antara permintaan dan penawaran.
Perlu juga mendefinisikan produk yang menjelaskan tentang kualitas,
spesifikasi, kemasan, bentuk fisik, material yang digunakan, dan nama produk
(brand), disamping harga yang menjelaskan tentang metode penetapan harga yang

3 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

digunakan, dan berapa harga yang ditetapkan untuk produk yang akan dilaunching.
Tak kalah penting di bagian pasar dan pemasaran ini yang dilihat adalah jalur
distribusi ke konsumen. Dalam hal promosi, ditentukan media apa yang akan
digunakan untuk mempromosikan produk, berapa biayanya dan dalam waktu berapa
lama.
Selain juga strategi pemasaran yang digunakan untuk menentukan kebijakan
yang akan diambil oleh calon pebisnis berdasarkan data-data sebelumnya. Calon
pebisnis juga perlu menentukan posisi yang tepat, apa saja kekuatan dan kelemahan
perusahaan saat ini, dan peluang serta ancaman apa yang akan dihadapi oleh
perusahaan dengan menggunakan analisis SWOT.
Menentukan langkah dan strategi yang tepat atau keputusan strategi, sehingga
produk dan perusahaan akan berhasil dalam persaingan. Dari penulusuran-
penulusuran tersebut barulah calon pebisnis bisa melakukan penilaian kelayakan,
apakah objek studi berdasarkan aspek pasar dan pemasaran ini dapat dinilai layak
atau tidak.

II.1 GAMBARAN UMUM PROSPEK PASAR PRODUK


Rumah Sakit Ibu dan Anak Healthy merupakan penyedia jasa dalam kelahiran,
kesehatan ibu pra / pasca melahirkan dan anak pada usia 0 – 12 tahun. Selain itu RSIA
Health juga menyediakan beberapa terobosan program kesehatan yang didukung
dengan peralatan yang modern. Diantaranya adalah program bayi tabung yang saat
ini masih sangat jarang pada rumah sakit – rumah sakit di Indonesia. Tentunya dengan
demikian target dari RSIA Healthy adalah ibu (wanita usia produktif) dan anak-anak.
Namun, selain itu RSIA Healthy juga menyediakan fasilitas lain seperti Check-
Up dan pelayanan poliklinik yang terbuka untuk seluruh masyarakat. Untuk
pelayanan-pelayanan lain tersebut pihak RSIA Healthya akan menjalin kerjasama
dengan berbagai instansi seperti asuransi dan perusahaan-perusahaan lain.

II.2 PRODUK
RSIA Healthy merupakan Rumah Sakit Ibu dan Anak yang memiliki berbagai
pelayanan medis dan alat penunjang medis yang memadai yang akan menunjang
kesehatan ibu dan anak.

Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat diantaranya adalah :

− Pelayanan Rawat Inap

4 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Pelayanan rawat inap di RSIA Healthy dibagi menjadi beberapa kelas sesuai
dengan fasilitas yang diberikan. Pembagian kelasnya adalah sebagai berikut :

• R. Rawat VVIP (1 orang) :

• R. Rawat VIP (1 orang) :

• R. Rawat Kelas 1 (2 orang) :

• R. Rawat Inap Kelas 2 (3 orang):

• R. Rawat Inap Kelas 3 (5 Orang) :


− Pelayanan Medis
Pelayanan medis yang diberikan oleh RSIA Healthy ini kepada masyarakat
diantaranya :

• Poliklinik Anak (2 ruangan)

• Poliklinik Gigi

• Poliklinik Obgyn (2 ruangan)

• Poliklinik THT

• Poliklinik Internis

• Poliklinik USG 3D/4D

• Poliklinik Bayi Tabung

• General Check Up

• Unit Gawat Darurat

• Unit Bedah Sentral

• Unit Kebidanan

• Unit Gawat Darurat, dilengkapi dengan 2 unit ambulance


− Penunjang Medis
Penunjang medis yang diberikan oleh RSIA Healthy ini kepada masyarakat,
diantaranya :

• Laboratorium

• Radiologi

• Farmasi

• General Check-Up

5 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

− Pelayanan Lain-lain
Pelayanan lain-lain ini, meliputi :

• Pelayanan Kebugaran, meliputi :


o Senam Hamil o Pijat Bayi
o Senam Nifas o Senam Yoga

• Cafetaria

• Retail

• Children Playground

• Roof Garden

II.3 PROYEKSI PERMINTAAN DAN PENAWARAN


II.3.1PERMINTAAN
Berdasarkan pengamatan dan data yang telah diperoleh, didapatkan
gambaran pasar total dan potensial yang ada terutama di daerah Jakarta.

Tabel 2.1. Penduduk menurut rasio dan jenis kelamin per-kotamadya (2006)
Perempua Jumlah
KOTAMADYA Laki-laki n Total Sex Ratio
Jakarta Selatan 1,020,828 1,032,856 2,053,684 98.84
Jakarta Timur 1,234,020 1,179,855 2,413,875 104.59
Jakarta Pusat 434,970 456,808 891,778 95.22
Jakarta Barat 1,061,308 1,069,388 2,130,696 99.24
Jakarta Utara 721,865 730,420 1,452,285 98.83
Kepulauan Seribu 10,010 9,352 19,362 107.04
Jumlah 4,483,001 4,478,679 8,961,680 100.6
2005 4,401,377 4,463,142 8,864,519 98.62
2004 4,372,337 4,353,293 8,725,630 100.44
2003 4,312,158 4,291,918 8,604,076 100.47
2002 4,173,408 4,205,661 8,379,069 99.23

Tabel 2.2. Jumlah luas wilayah, penduduk, dan kepadatan menurut kotamadya (2006)
Kepadatan
Luas Pendudu
KOTAMADYA Penduduk
(km2) k (orang)
(orang/km2)

6 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

2053684.0
Jakarta Selatan 145.73 0 14092.39
2413875.0
Jakarta Timur 187.73 0 12858.23
Jakarta Pusat 47.90 891778.00 18617.49
2130696.0
Jakarta Barat 126.15 0 16890.18
1452285.0
Jakarta Utara 142.20 0 10212.97
Kepulauan
Seribu 11.80 19362.00 1640.85
8961680.0
Jumlah 661.51 0 13547.31

Sumber:Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta

Dari data pada tabel 2.1 dan 2.2 terlihat bahwa terjadi pertambahan jumlah
penduduk di wilayah Jakarta Selatan dan jumlah penduduk perempuan di Jakarta
Selatan lebih tinggi dari jumlah penduduk laki-laki, dimana dari faktor ini dapat
diambil kesimpulan bahwa kemungkinan terjadinya kelahiran lebih besar.
Tingginya tingkat kelahiran pada kotamadya Jakarta Selatan yang hampir
mencapai 25% dari tingkat kelahiran di Jakarta, sehingga di daerah ini
memungkinkan untuk dibentuk sebuah usaha pelayanan masyarakat dalam bentuk
rumah sakit ibu dan anak.

3
2.5
PertumbuhanPenduduk

2
1.5
1
0.5 1990-2000
Laju

0 2000-2006
-0.5 Jaksel Jaktim Jakpus Jakbar Jakut
-1
-1.5
-2
-2.5

Grafik 2.1 Laju Pertumbuhan Penduduk DKI Jakarta


Dioleh berdasarkan : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta 2006

7 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Berdasarkan Grafik 2.1, diketahui bahwa sejak tahun 2000-2006 laju


pertumbuhan penduduk di daerah Jakarta Selatan adalah sebesar 2,33 %, paling
tinggi dibandingkan wilayah lainnya di Jakarta. Dengan laju pertumbuhan sebesar
ini, sudah pasti dibutuhkan pelayanan kesehatan dan kebidanan yang memadai.

Tabel 2.3. Jumlah Pelayanan Masyarakat yang Tercatat pada Dinas Kependudukan (2006)
Kelahiran Pernikaha Perceraia
KOTAMADYA Umum Istimewa Kematian n n
Jakarta
Selatan 29,694 - 7,310 875 57
Jakarta Timur 22,952 - 10,767 1,189 48
Jakarta Pusat 10,386 - 6,299 645 15
Jakarta Barat 38,765 - 7,105 339 25
Jakarta Utara 16,960 - 6,936 456 20
Jumlah 118,757 - 38,417 3,504 165
2005 125,873 69,273 5,669 3,269 192
2004 222,088 3,344 6,261 9,250 653
2003 217,951 3,246 5,069 9,786 648
2002 223,945 2,228 4,947 9,305 555

Sumber:Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, 2006

Total angka kelahiran di daerah Jakarta Selatan seperti yang ditunjukkan


Tabel 2.3 diatas merupakan peringkat kedua di Jakarta yang memberikan situasi
dimana tingkat penyediaan akan rumah bersalin lebih besar dibanding kotamadya
lainnya. RSIA Healthy, Pejaten yang mengkhususkan pelayanan kesehatan kepada
ibu pasca dan pra persalinan serta anak-anak berumur 0-12 tahun mendapatkan
memperkiran bahwa jumlah kelahiran yang terjadi di rumah sakit ini sebesar 6 %
dari jumlah kelahiran Jakarta Selatan.
Dari Tabel 2.3 pula dapat diketahui bahwa tingkat kelahiran secara istimewa
(bukan normal) meningkat sebesar 2071% pada tahun 2005 dibandingkan pada
tahun 2004. Hal ini tentu saja membutuhkan pelayanan medis tingkat tinggi yang
dapat tersedia di RSIA Healthy.

II.3.2PENAWARAN

8 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Jumlah penduduk di Jakarta selatan dalam kurun waktu 2000-2006


mengalami peningkatan yang paling besar diantara kotamadya DKI Jakarta yang
lainnya. Bila kita analisa jumlah pertambahan penduduk dengan kebutuhan akan
rumah sakit saat ini, maka akan terjadi ketidakseimbangan pada nantinya.
Kenaikan jumlah penduduk ini harusnya diimbangi dengan fasilitas pelayanan yang
memadai.

Jakarta Jakarta
Pusat Utara
20% 20%

Jakarta Jakarta
Timur Selatan
16% 14%
jakarta
Barat
30%

Jakarta Utara Jakarta Selatan jakarta Barat


Jakarta Timur Jakarta Pusat

Grafik 2.2. Presentase ketersediaan rumah sakit per kepadatan penduduk

Pada tahun 2000 dengan jumlah penduduk sebesar 1.789.006 jiwa, Jakarta
Selatan hanya memiliki 27 rumah sakit dengan kapasitas sekitar 2400 tempat tidur
yang melengkapinya. Pada tahun 2006 jumlah penduduk Jakarta Selatan sebesar
2.053.684 jiwa dengan fasilitas rumah sakit yang bertambah, yaitu sebanyak 32
rumah sakit dengan kapasitas 3024 tempat tidur. Jadi pada tahun 2000 rumah sakit
di Jakarta Selatan menyediakan satu tempat tidur untuk 745 orang nya, sedangkan
pada tahun 2006 rumah sakit di Jakarta Selatan menyediakan satu tempat tidur
untuk 679 orang.
Dari perbandingan ini kita bisa melihat bahwa tingginya tingkat kebutuhan
penduduk akan rumah sakit dalam jangka waktu 6 tahun sensus terakhir tidak
diimbangi dengan fasilitas rumah sakit yang bisa mengimbanginya. Karena hal ini

9 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

perlu adanya pertambahan rumah sakit di daerah Jakarta Selatan untuk dapat
mengatasi pemenuhan jasa kesehatan.
Banyaknya rumah sakit di DKI Jakarta tahun 2006 berjumlah 122 buah
dengan rincian rumah sakit umum sebanyak 73 buah dan 49 rumah sakit khusus.
Dari jumlah rumah sakit tersebut 94 dikelola oleh pihak swasta sedangkan rumah
sakit pemerintah sebanyak 28 buah.

Tabel 2.4 Jumlah Fasilitas Kesehatan DKI Jakarta 2002-2006

10 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 2.5 Jumlah Rumah Sakit dan Tempat Tidur menurut Kotamadya

UMUM Khusus Total


Temp Tempa
KOTAMADYA Tempat
RS at RS t RS
Tidur
Tidur Tidur
Jakarta
Selatan 16 2,348 16 706 32 3,054
Jakarta Timur 19 3,273 7 494 26 3,767
Jakarta Pusat 15 4,323 15 618 30 4,941
Jakarta Barat 10 1,506 8 1,064 18 2,570
Jakarta Utara 13 1,723 3 234 16 1,957
Jumlah 73 13,173 49 3,116 122 16,289
2,005 71 13,014 38 2,673 109 15,687
2,004 71 12,726 36 2,547 107 15,273
2,003 75 12,984 38 2,648 113 15,632
2,002 69 12,895 32 2,622 101 15,517

Sumber : Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2006

Dari jumlah fasilitas rumah sakit, terutama dari jumlah tempat tidur yang ada
di Jakarta Selatan dapat terlihat bahwa jumlah tersebut belum memadai dan
sebanding dengan kotamadya lain. Maka dari itulah, RSIA Healthy mengutamakan
aspek kenyamanan dengan menyediakan ruangan luas dan 84 tempat tidur.

11 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 2.6 Jumlah tenaga kesehatan menurut kotamadya

Berdasarkan tabel tenaga kesehatan tersebut maka disimpulkan bahwa di


wilayah Jakarta Selatan memiliki potensi tenaga kesehatan yang lebih besar
dibandingkan kotamadya lainnya. Maka diharapkan RSIA Healthy ini dapat
memanfaatkan peluang ini sehingga menghasilkan tenaga medis yang berkualitas.

II.4 ANALISIS PELUANG


Pada daerah Jakarta Selatan ini hanya terdapat sedikit rumah sakit yang
mengkhususkan pelayanannya pada kelahiran dan kesehatan ibu-anak, diantaranya
adalah RSIA Zahirah, RSIA Kemang, dan RSIA Brawijaya. Keseluruhannya dikelola
oleh pihak swasta, sehingga kesempatan masih terbuka lebar untuk RSIA Healthy.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan sebelumnya terhadap kondisi
penawaran dan permintaan atas kebutuhan RSIA dengan kualitas baik, diketahui
bahwa pasar yang begitu besar baru dikelola oleh sebagian kecil RS yang bergerak
khusus melayani kebutuhan ibu dan anak. Sehingga peluang untuk RSIA Healthy ini
mampu menjalankan usaha kesehatannya dengan baik masih begitu besar.

II.5 PERSAINGAN

12 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Dalam peninjauan aspek pasar, kita juga perlu membandingkan adanya


pesaing ataupun pembanding dalam penentuan penjualan jasa. Di daerah Jakarta
Selatan sudah terdapat 16 rumah sakit besar yang sudah berjalan saat ini. Namun,
yang memfokuskan pelayanannya kepada ibu dan anak hanya ada tiga buah, yaitu
RSIA Duren Tiga, RSIA Kemang, dan RSIA Brawijaya. Sehingga pada proyek ini
memiliki pangsa pasar yang masih luas di lingkup Jakarta Selatan.

Tabel 2.7 Daftar Rumah Sakit Di Jakarta Selatan


Rumah Sakit
RS. JAKARTA
RS. MEDISTRA
RS. METROPOLITAN MEDICAL CENTER
RS. PUSAT PERTAMINA
RS. PONDOK INDAH
RS. SETIA MITRA
RS. TEBET
RS. TRIA DIPA
RS. AGUNG
RS. MEDIKA PERMATA HIJAU
RS. PRIKASIH
RS. JAKARTA MEDICAL CENTER
RS. SIAGA RAYA
RSAL. MARINIR CILANDAK
RS. GANDARIA
RSIA. ZAHIRAH
RSIA KEMANG
RSIA BRAWIJAYA

Dari daftar rumah sakit tersebut fasilitas-fasilitas yang bisa dibandingkan


dengan RSIA Healthy adalah fasilitas yang ada pada proyek sebanding yaitu pada
RSIA Zahirah, RSIA Kemang, dan RSU Jakarta. Dan perbandingan ini akan dibahas
pada analisa Benchmarking.

• Kondisi Sosial Ekonomi Wilayah Jakarta Selatan


Jakarta Selatan terletak pada 106°22’42’ Bujur Timur (BT)-106°58’18’ BT dan
5°19’12’ Lintang Selatan (LS). Luas wilayah sesuai dengan keputusan Gubernur DKI

13 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Jakarta nomor 1815 tahun 1989, adalah 145,73 Km2 atau 22,41% dari luas DKI
Jakarta terbagi 10 Kecamatan dan 65 Kelurahan, berada dibelahan selatan banjir
kanal dengan batas-batas wilayah :
• Sebelah Utara : Banjir Kanal Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan
Tanah Abang, Jl. Kebayoran Lama dan Kebun Jeruk
• Sebelah Timur : Kali Ciliwung
• Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kotamadya Depok
• Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Ciledug
Kotamadya Tangerang

Tabel 2.8. Pembagian Kelurahan Jakarta Selatan

Luas Wilayah/ Rumah


Kepadatan Penduduk
Kelurahan/ Penduduk/
2
Area (Km ) Tangga/ per Km2/Population
Village Population
Density per Km2
House hold

1. Cilandak Timur 3,52 7.030 30.071 8.543


2. Ragunan 5,05 7.929 37.074 7.342
3. Kebagusan 2,26 10.260 37.142 16.435
4. Pasar Minggu 2,79 5.425 28.841 10.337
5. Jati Padang 2,50 5.280 33.256 13.302
6. Pejaten Barat 2,90 8.710 33.218 11.454
7. Pejaten Timur 2,88 8.283 45.518 15.805
Jumlah / Total 21,90 52.917 245.120 11.193

Dalam menghadapi era globalisasi yang sangat pesat, pertumbuhan ekonomi


Kotamadya Jakarta Selatan tahun 2002 berdasarkan Produksi Domestik Regional
Bruto (PDRB) atas dasar Harga Konstan sebesar Rp.6.199.427,40. Sedangkan PDRB
Jakarta Selatan menurut Lapangan Usaha atas Dasar Harga Berlaku dan Harga
Konstan selama tahun 2006-2007 adalah sebagai berikut :

Tabel 2.9. Nilai PDRB Jakarta Selatan atas Dasar Harga Berlaku

Nilai PDRB Jakarta Selatan atas dasar Harga Berlaku


Tahun 2006 dan 2007 (Juta Rupiah)

14 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

2006 2007
No Lapangan Usaha
PDRB PDRB
1 Pertanian 91,046.55 94,111.67
2 Perindustrian 2,883,144.67 3,231,656.70
3 Listrik, Gas & Air Minum 541,161.88 643.943,22
4 Pembangunan 6,850,178.02 7,726,028.82
5 Perdagangan, Hotel & Restoran 11,182,499.74 12,009,879.10
6 Angkutan & Komunikasi 2,677,743.77 3,084,845.40
Keuangan, Persewaan & jasa
7 Perusahaan 10,907,425.29 12,491,899.19
8 Jasa-Jasa 6,068,500.51 6,853,126.75
PDRB 41,201,700.42 46,135,490.86

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2007

Nilai PDRB Jakarta Selatan (juta rupiah)

14,000,000.00
12,000,000.00
10,000,000.00
8,000,000.00
2006
6,000,000.00 2007
4,000,000.00
2,000,000.00
0.00
1 2 3 4 5 6 7 8

Grafik 2.3. Nilai PDRB Jakarta Selatan

Dari tabel dan grafik PDRB, nilai dari lapangan usaha jasa dan pembangunan
menempati posisi 3 dan 4 dalam 2 tahun terakhir. Hal ini bisa dijadikan acuan
untuk melaksanakan proyek pembangunan rumah sakit di daerah Jakarta Selatan
ini.

Tabel 2.10. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Propinsi DKI Jakarta Selatan Berdasarkan
PDRB Riil, Periode 1999-2005 (Dalam % / Tahun)

15 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Sumber : jakartainvestment.com

Tabel 2.11. Perkembangan Produktivitas Lapangan Usaha di Propinsi DKI Jakarta Selatan,
Periode 1999-2005

Sumber : jakartainvestment.com

Dari sajian tabel 2.6, kita bisa melihat bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi
dan produktivitas lapangan usaha di Jakarta Selatan pada sektor jasa terus
mengalami kenaikan tiap tahunnya. Sehingga bidang ini menjadi bidang yang aktif
dan produktif selama pengembangannya dari tahun ke tahun.

16 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Sumbangan PDRB Jakarta Selatan atas Dasar


Harga Konstan Terhadap Perekonomian DKI
Jakarta

70
60
50
40
30 Jakarta Selatan
20 DKI Jakarta
10
0
1999 2001 2003 2005 2007
Tahun

Grafik 2.4. Sumbangan PDRB Jakarta Selatan terhadap perekonomian DKI Jakarta

\
Tabel 2.12. Perbandingan PDRB Jakarta Selatan terhadap DKI Jakarta
Tahun Jakarta Selatan DKI Jakarta
Nilai PDRB Pertumbuhan Nilai PDRB Pertumbuhan % Distribusi
(trilyun Rp) (%) (trilyun Rp) (%)
1999 10.46 1,49 57.22 -0,29 18.28032157
2001 10.83 3,60 59.7 4,33 18.14070352
2003 11.22 3,57 64.87 3,64 17.29613072
2005 11.64 3,79 64.34 3,99 18.09138949
2007 12.15 4,34 67.16 4,39 18.09112567

Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan


pembangunan di Kotamadya Jakarta Selatan dalam kurun satu dasawarsa
belakangan ini terus mengalami peningkatan yang sangat pesat. Berbagai sarana
dan prasarana yang dapat menunjang berbagai aktifitas pelayanan masyarakat
telah berhasil dibangun untuk menjaga kesinambungan di Ibukota.

Dengan semakin meningkatnya PDRB tersebut dari tahun ke tahun, maka


prasarana yang akan dibangun pula diharapkan mampu menyerap peningkatan

17 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

PDRB. Sehingga proyek RSIA Healthy ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang
menggunakan jasa dan layanannya.

• Kondisi Ekonomi Makro Indonesia


Berdasarkan perkembangan indikator-indikator yang ada, perekonomian
Indonesia menunjukan perkembangan yang semakin mantap, pertumbuhan dan
aktivitas ekonomi yang meningkat, serta stabilitas yang semakin kuat dan terjaga.
Perkembangan tersebut antara lain ditunjukkan oleh tren pertumbuhan ekonomi
yang terus meningkat, inflasi yang terjaga, nilai tukar yang stabil, cadangan devisa
yang terus meningkat.
Kondisi makro perekonomian Indonesia secara umum digambarkan sebagai
berikut :
1. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I mencapai 6%. Peningkatan laju
pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh perbaikan kinerja investasi,
ekspor barang dan jasa, serta konsumsi masyarakat. Di sisi sektor industri,
laju pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan pertumbuhan sektor
jasa, terutama sektor transportasi dan komunikasi, dan diikuti oleh sektor
perdangangan, hotel, dan restoran, serta konstruksi.
2. Perbaikan kondisi perekonomian mendorong membaiknya daya beli
masyarakat dan aktivitas ekonomi yang antara lain diindikasikan oleh
indikator-indikator pajak (PPn), konsumsi listrik, pertumbuhan penjualan
kendaraan bermotor, dan kredit konsumsi perbankan.
3. Kinerja investasi hingga bulan April 2007 menunjukan tren yang semakin
membaik sebagaimana tercermin dalam berbagai indikator investasi, antara
lain: realisasi penanaman modal dalam negeri dan asing (PMDN dan PMA)
serta laju pertumbuhan impor barang modal semakin meningkat,
peningkatan laba BUMN dan swasta yang akan mendorong peningkatan laba
di tahan untuk diinvestasikan kembali.
4. Di bidang perdagangan internasional, perbaikan kinerja ekspor tercermin
dalam peningkatan pertumbuhan ekspor, khususnya di sektor ekspor non
migas. Perbaikan kinerja ekspor tersebut akan berlanjut seiring dengan
perbaikan investasi, peningkatan harga komoditi (khususnya komoditi
primer) di pasar global, dan peningkatan trade volume dengan mitra dagang
Indonesia. Di sisi lain, impor juga mengalami peningkatan sejalan dengan
membaiknya daya beli masyarakat.

18 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

5. Indikator lainnya juga menunjukan kondisi perekonomian yang cukup


kondusif di mana nilai tukar Rupiah terhadap US dolar berkisar pada
Rp.9096/US$ dengan kecenderungan penguatan Rupiah. Di samping itu,
cadangan devisa terus meningkat dan mencapai US$49,3 miliar di bulan
April 2007 atau meningkat sebesar US$2, 1 miliar dari bulan Maret 2007.

Untuk suku bunga Bank Indonesia, digambarkan sebagai berikut :

Jangka Waktu Suku Bunga


1 Bulan 7.94%

Dikeluarkan Tanggal : 2/20/2008

Jangka Waktu Suku Bunga


3 Bulan 7.99%

Dikeluarkan Tanggal : 2/20/2008

Dengan beberapa indikator diatas, dapat disimpulkan bahwa perekonomian


Indonesia secara umum, berada dalam posisi yang cukup kuat dan didukung oleh
daya beli masyarakat yang semakin tinggi.

Benchmarking

Benchmarking adalah melakukan identifikasi terhadap fasilitas eksternal


yang mempunyai fungsi sama dengan proyek yang akan dijalankan ataupun
terhadap fasilitas internal yang memiliki fungsi yang hampir sama. Penting bagi
owner untuk mengadakan studi banding dengan rumah sakit lain yang mempunyai
hal-hal tertentu yang lebih baik. Misalnya, diketahui ada rumah sakit yang bias
menekan cost yang rendah dengan mutu layanan tetap baik.

Untuk membuat benchmarking pada RSIA ini dilakukan survey ke rumah sakit
yang mempunyai praktik-praktik (hal-hal) yang lebih baik dengan lokasi yang tidak
jauh dari lokasi rencana. Adapun hal-hal tersebut anatara lain:

• Quality : laboratorium, isi dan servis medis termasuk klinik, servis


perawatan, dan lainnya.
• Biaya : Bagaimana rumah sakit tersebut menekan biaya baik biaya langsung
ataupun biaya overhead.

19 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

• Delivery: bagaimana lead time dari barang-barang yang dibeli dan juga stok
inventaris yang tersedia
• Inovasi : Inovasi-inovasi apa yang menyebabkan rumah sakit tersebut unggul.

Maka dari itu dilakukan benchmarking dengan rumah sakit lain dengan lokasi
yang tidak terlalu jauh, yaitu RSU Jakarta Medical Centre, RSIA Kemang, dan RSIA
Duren Tiga. Adapun alasan pemilihan benchmarking dengan rumah sakit tersebut
didasari dari peruntukan rumah sakit yang sejenis (melayani masalah ibu dan anak).
Adapun hasil benchmarking dapat dilihat pada tabel berikut:

20 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Tabel 2.13. Benchmarking

RSU Zahirah RSU JMC


Aspek Penilaian RSIA Healthy RSIA Duren Tiga RSIA Kemang
(Jagakarsa) (Mampang)
Akses jalan Jalan arteri 4 Jalan lokal 2 lajur Jalan lokal 2 Jalan arteri 4 Jalan lokal 2 lajur
lajur lajur lajur
Tingkat bangunan 5 lantai 3 lantai 3 lantai 3 lantai 5 lantai
Fasilitas rawat inap:
• VVIP 8 kamar - - 1 kamar 4 kamar
• VIP 12 kamar 1 kamar 9 kamar 4 kamar 8 kamar
• Kls 1 16 kamar 4 kamar 2 kamar 9 kamar 12 kamar
• Kls 2 4 kamar 6 kamar 1 kamar 2 kamar 4 kamar
• Kls 3 4 kamar 6 kamar 3 kamar 2 kamar 4 kamar
• R. bayi sehat: 1 kamar 1 kamar 1 kamar 1 kamar 1 kamar
• R. bayi sakit: 1 kamar 1 kamar 1 kamar 1 kamar 1 kamar
R. ICU: √ √ √ √ √
R. NICU: √ √ √ - √
Tarif persalinan
normal (per hari):
• VVIP Rp 3,500,000 - - Rp 3,750,000
• VIP Rp 3,200,000 Rp 3,600,000 Rp 2,100,000 Rp 3,500,000 Belum terdaftar
• Kls 1 Rp 2,500,000 Rp 3,000,000 Rp 1,600,000 Rp 2,500,000
• Kls 2 Rp 2,000,000 Rp 1,700,000 Rp 1,300,000 Rp 1,750,000
• Kls 3 Rp 1,500,000 Rp1,300,000 Rp 1,100,000 Rp1,500,000
Pelayanan khusus:
• Poly kebidanan √ √ √ √ √
• Poly USG √ √ √ √ √
• Poly Gigi √ √ √ √ √
• Poly Spesialis √ √ √ √ √
• Poly Anak √ √ √ √ √
Tabel 2.13. Benchmarking (lanjutan)

RSU Zahirah
RSIA Healthy RSIA Duren Tiga RSU JMC (Mampang) RSIA Kemang
(Jagakarsa)
• Lain-lain Klinik THT, Klinik internis, Klinik Fertilitas dan Klinik THT, Klinik kulit, water birth, bayi
Klinik THT, Klinik
Konsultasi Gizi, Klinik Endokrin, Klinik THT, Klinik internis, Klinik tabung
syaraf, Klinik internis,
Fertilitas dan Endokrin, Klinik internis, Klinik Syaraf
Klinik Ortopedi,
Klinik Allergi, Imunisasi, Jantung, Klinik Allergi,
Konsultasi Gizi, Klinik
khitanan, Pelayanan KB, Imunisasi, Pelayanan KB,
Kulit & Kecantikan
Bayi tabung, water birth Sirkumsisi
Pelayanan 24 jam √ √ √ √ √
Ambulance √ (2 buah) √ (1 buah) √ (1 buah) √ (2 buah) √ (1 buah)
Penunjang medis:
• Radiologi √ √ √ √ √
• Inkubator √ √ √ √ √
• Fisioterapi √ √ √ √ √
• Farmasi √ √ √ √ √
• Electro Kardio √ √ - - -
Graphy (EKG)
• Laboratorium √ √ √ √ √
Standar Rumah Lokal, Nasional, Lokal, Nasional,
Sakit Internasional Lokal, Nasional Lokal, Nasional Lokal, Nasional Internasional
Program Edukasi • Senam hamil - • Senam hamil - -
• Senam nifas
• Pijat bayi
• Senam yoga
Fasilitas lain-lain •Roof Garden(lt.2) • Kolam Renang •Children Playground • Gift Shop
• Gift Shop • Children Playground
• Children Playground
Keamanan dan
kenyamanan Satpam dan CCTV Satpam Satpam Satpam Satpam
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Berdasarkan penjabaran yang seperti tersebut diatas, maka dapat diambil


kesimpulan sebagai berikut:

1. RSIA Healthy memberikan fasilitas yang paling lengkap untuk standar RSIA dan
sudah memenuhi standar lokal, nasional, maupun internasional.
2. RSIA Healthy terletak di tempat yang paling strategis dan mudah dijangkau (di
Jalan Warung Jati Barat, Pejaten)
3. RSIA Healthy memiliki jumlah kamar 44 kamar (80 tempat tidur) yang mampu
melayani kesehatan ibu dan anak
4. RSIA Healthy menawarkan tarif yang sesuai dengan fasilitas dan pelayanan yang
diberikan dimana menggunakan teknologi dan peralatan terbaru
5. RSIA Healthy menyediakan fasilitas unggulan berupa program Bayi Tabung dan
water birth yang masih jarang ditemui di RSIA lain
6. Dengan pelayanan 24 jam dan unit ambulance yang tersedia sebanyak 2 unit maka
diharapkan dapat meningkatkan pelayanan RSIA ini.
7. RSIA Healthy menawarkan program-program edukasi yang dapat menunjang
kesehatan ibu dan anak (sebelum dan setelah melahirkan) seperti senam hamil,
senam nifas, pijat bayi, dan senam yoga
8. Fasilitas lain-lain (roof garden, gift shop, dan children playground) yang
disediakan di RSIA Healthy dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung
9. RSIA Healthy mampu memberikan keamanan dan kenyamanan dengan adanya
satpam dan fasilitas CCTV yang beroperasi selama 24 jam

II.6 HARGA
Penentuan harga dari berbagai pelayanan medis yang dilakukan oleh RSIA
Healthy ini berdasarkan biaya dasar yang dikeluarkan, serta menyesuaikan dengan
kemampuan rata-rata konsumen pada umumnya, sehingga harganya dapat
terjangkau.
Harga untuk setiap produk perawatan pada RSIA Healthy ini adalah sebagai
berikut :
− Pelayanan Rawat Inap

Tabel 2.14 Biaya Pelayanan Rawat Inap

KELAS RAWAT INAP TARIF RAWAT / HARI


1 R. Rawat Inap Ibu (VVIP) Rp 750,000.00
2 R. Rawat Inap Anak (VVIP) Rp 750,000.00
24 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

3 R. Rawat Inap Ibu (VIP) Rp 650,000.00


4 R. Rawat Inap Anak (VIP) Rp 650,000.00
5 R. Rawat Inap Ibu (Kelas 1) Rp 375,000.00
R. Rawat Inap Anak (Kelas
6 1) Rp 375,000.00
7 R. Rawat Inap Ibu (Kelas 2) Rp 225,000.00
R. Rawat Inap Anak (Kelas
8 2) Rp 225,000.00
9 R. Rawat Inap Ibu (Kelas 3) Rp 100,000.00
1 R. Rawat Inap Anak (Kelas
0 3) Rp 100,000.00
1
1 Perawatan ICU Rp 1,500,000.00
1
2 Perawatan NICU Rp 1,750,000.00
1
3 Perawatan Bayi Sehat Rp 100,000.00
1
4 Perawatan Bayi Sakit Rp 250,000.00

− Pelayanan Medis
Tabel 2.15 Biaya Perawatan Pelayanan Medis

No. PELAYANAN MEDIS Tarif


1 Poliklinik Anak Rp 90,000.00
2 Poliklinik Gigi Rp 110,000.00
3 Poliklinik Obgyn Rp 100,000.00
4 Poliklinik THT Rp 110,000.00
5 Poliklinik Internis Rp 110,000.00
6 Poliklinik USG
- Cetak Rp 50,000.00
- Tidak Dicetak Rp 25,000.00
7 Poliklinik Bayi Tabung
- Pembuatan Bayi Tabung Rp 150,000,000.00
8 General Check Up
- Paket 1 Rp 1,500,000.00

25 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

- Paket 2 Rp 900,000.00
- Non-Paket Rp 150,000.00
9 Unit Gawat Darurat Rp 150,000.00
10 Unit Bedah Sentral Rp 4,500,000.00
11 Unit Kebidanan
- Normal Rp 3,000,000.00
- Operasi (caesar) Rp 6,000,000.00

− Penunjang Medis
Tabel 2.16 Biaya Perawatan Penunjang Medis

No
PENUNJANG MEDIS Rata-rata Tarif
.
1 Laboratorium Rp 125,000.00
2 Radiologi Rp 110,000.00
3 Unit Farmasi
- Poliklinik Rp 80,000.00
- Rawat Inap Rp 80,000.00
4 Lain-lain (per paket)
- Senam Hamil Rp 250,000.00
- Senam Nifas Rp 250,000.00
- Pijat Bayi Rp 300,000.00
- Senam Yoga Rp 450,000.00

26 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

II.7 DISTRIBUSI
RSIA Healthy merupakan rumah sakit baru yang memiliki segmen pasar khusus
yang cukup jelas yaitu ibu dan anak, namun tetap membuka diri terhadap adanya
pasien diluar target pasar tersebut pada fasilitas dan pelayanan tertentu. Kami ingin
memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan sehingga mereka nyaman
untuk terus melanjutkan perawatan di RSIA Healthy.

II.8 PROMOSI
Untuk memperkenalkan RSIA Healthy kepada masyarakat luas, maka dilakukan
tindakan promosi sebagai berikut :
Memasang pemberitahuan di surat kabar terkemuka atas dibukanya RSIA
Healthy
Memasang papan nama rumah sakit dengan jelas agar para pengguna jalan
disekitar mengetahui keberadaan rumah sakit
Membuat situs khusus RSIA Healthy agar informasi tentang RSIA Healthy dapat
diketahui oleh orang banyak

II.9 STRATEGI PEMASARAN


Produk
Produk yang ditawarkan RSIA Healthy ini adalah perawatan kesehatan yang
ditujukan khusus kepada ibu dan anak, dengan kualitas bertaraf internasional.
Selain itu, kami juga menyediakan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh
yang ditujukan bagi seluruh kalangan masyarakat.
Harga
Pelayanan kesehatan dengan kualitas bertaraf internasional dan memiliki
standar mutu yang tinggi dengan harga yang masih relatif terjangkau
merupakan tujuan kami sebagai penyelenggara fasilitas kesehatan.
Tempat
Lokasi yang berada di jalan arteri utama Jakarta Selatan merupakan tempat
yang strategis untuk mendirikan usaha kesehatan.

II.10ANALISIS SWOT
Analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats)
merupakan suatu kegiatan menganalisa kelebihan dan kekurangan yang ada bila
proyek RSIA Healthy ini jadi dilaksanakan. Hal-hal kelebihan ataupun kekurangan
27 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

yang berpotensi datang dari Internal disebut dengan Strength dan Weakness.
Sedangkan yang berpotensi dari Lingkungan atau External biasa disebut dengan
Opportunities, dan Threats. Berdasarkan analisa terhadap tapak, maka dapat
dilakukan analisa SWOT untuk menilai faktor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap
pengembangan suatu lahan. Faktor yang menjadi keunggulan tapak harus dapat
dioptimalkan, sedangkan faktor yang menjadi kelemahan tapak harus dapat
dieliminsai sehingga tidak memberikan pengaruh buruk.

Hasil analisis SWOT akan diuraikan dalam tabel berikut:

Tabel 2.17. Analisis SWOT

STRENGTH (S) WEAKNESS (W)


Kemudahan akses dari jalan utama
1 1 Kurangnya informasi tentang RSIA
(strategis)
2 Peralatan modern dan terbaru 2 Lahan parkir terbatas
Fasilitas dan pelayanan lengkap untuk
Tidak melayani klinik penyakit
3 Ibu dan Anak (jumlah kamar 44 buah, 3
umum
fasilitas bayi tabung, water birth)
Motivasi sulit, misalnya karena
Dukungan jaringan dengan perusahaan
4 4 peraturan gaji dokter malam kurang
rekanan dan asuransi
lebih sama
Dokter dan tenaga ahli medis mengenai
5
ib dan anak yang memadai
6 Kredibilitas RSIA diakui internasional
Dokter spesialis stand by 24 jam,
7
tersedia 2 unit ambulance
Menawarkan program edukasi yang
8
menunjang kesehatan ibu dan anak
Memberikan keamanan dan kenyamanan
9 dengan CCTV dan roof garden, children
playground
OPPORTUNITY (O) THREATS (T)
Terdapat di daerah pemukiman padat Memiliki banyak pesaing dengan
1 1
(rumah dan apartemen) fasilitas lebih banyak (RSU)
Tarif perawatan RS sejenis lain
2 Pangsa pasar luas 2
relatif lebih murah
3 Kemampuan ekonomi masyarakat sekitar 3 Masih banyak warga yang pergi ke

28 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

cukup tinggi bidan


Dalam waktu dekat akan muncul
4 Adanya pertumbuhan jumlah penduduk 4 RSIA baru (RSIA Kemang) dengan
fasilitas sejenis
Mendapat dukungan pemerintah karena
Inflasi akan mempengaruhi
5 bertaraf internasional (misal dari segi 5
pengeluaran RSIA
promosi atau dana)

Setelah dilakukan identifikasi pada masing-masing faktor (internal dan


eksternal) dan dilakukan strategi untuk mengoptimalkan faktor Strength dan
Opportunities, serta mereduksi faktor Weakness dan Threats, langkah selanjutnya
adalah menghitung nilai dari faktor-faktor tersebut supaya dapat diketahui posisi RSIA
Healthy ini. Berikut adalah hasil perhitungannya:

Tabel 2.18. Penilaian Analisis SWOT (Strength)

STRENGTH (S) Weight (%) Score WxS


1 Kemudahan akses dari jalan utama (strategis) 20 4 0.8
2 Peralatan modern dan terbaru 10 4 0.4
Fasilitas dan pelayanan lengkap untuk Ibu dan
Anak (jumlah kamar 44 buah, fasilitas bayi
3 tabung, water birth) 20 4 0.8
Dukungan jaringan dengan perusahaan rekanan
4 dan asuransi 10 3 0.3
Dokter dan tenaga ahli medis mengenai ib dan
5 anak yang memadai 10 4 0.4
6 Kredibilitas RSIA diakui internasional 5 3 0.15
Dokter spesialis stand by 24 jam, tersedia 2 unit
7 ambulance 10 3 0.3
Menawarkan program edukasi yang menunjang
8 kesehatan ibu dan anak 10 4 0.4
Memberikan keamanan dan kenyamanan dengan
9 CCTV dan roof garden, children playground 5 4 0.2
Total 100 3.75

Tabel 2.19. Penilaian Analisis SWOT (Weakness)

29 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

WEAKNESS (W) Weight (%) Score WxS


1 Kurangnya informasi tentang RSIA 25 2 0.5
2 Lahan parkir terbatas 20 2 0.4
3 Tidak melayani klinik penyakit umum 30 3 0.9
Motivasi sulit, misalnya karena peraturan gaji
4 dokter malam kurang lebih sama 25 3 0.75
Total 100 2.55

Tabel 2.20. Penilaian Analisis SWOT (Opportunity)

OPPORTUNITY (O) Weight (%) Score WxS


Terdapat di daerah pemukiman padat (rumah
1 20 4 0.8
dan apartemen)
2 Pangsa pasar luas 20 3 0.6
Kemampuan ekonomi masyarakat sekitar
3 20 4 0.8
cukup tinggi
4 Adanya pertumbuhan jumlah penduduk 20 3 0.6
Mendapat dukungan pemerintah karena
5 bertaraf internasional (misal dari segi 20 2 0.4
promosi atau dana)
Total 100 3.2

30 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 2.21. Penilaian Analisis SWOT (Threats)

Weight Scor
THREATS (T) WxS
(%) e
Memiliki banyak pesaing dengan fasilitas lebih
1 25 3 0.75
banyak (RSU)
Tarif perawatan RS sejenis lain relatif lebih
2 30 3 0.9
murah
3 Masih banyak warga yang pergi ke bidan 20 2 0.4
Dalam waktu dekat akan muncul RSIA baru
4 15 2 0.3
(RSIA Kemang) dengan fasilitas sejenis

5 Inflasi akan mempengaruhi pengeluaran RSIA 10 2 0.2

Total 100 2.55

Dari penilaian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa RSIA Healthy
termasuk dalam kategori S-O, dengan grafik seperti berikut:

Grafik 2.5 Matriks SWOT RSIA Healthy

31 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Pada matriks terlihat bahwa posisi RSIA Healthy berada pada angka 1.2 pada
Strength dan 0.65 pada Opportunity. Maka RSIA Healthy cukup layak untuk dibangun
dan diharapkan dapat memberikan keuntungan jika faktor Strength dioptimalkan dan
dapat memanfaatkan faktor Opportunity secara maksimal.

32 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

II.11KEPUTUSAN STRATEGI
Dari analisa SWOT yang telah dibuat sebelumnya, dirancang sejumlah strategi
atas masing-masing poinnya, seperti sebagai berikut :

Tabel 2.22 Strategi dari Hasil Analisis SWOT

S-O Strategies : W-O Strategies :


Melakukan tindakan promosi terkait
dengan tingkat pelayanan terbaru
kepada seluruh warga Jakarta (S1- Melakukan promosi kepada warga
1 S3-S5-S8-O2-O4) 1 tentang RSIA (W1-O1-O3)
Menjalin kerjasama dengan Menyewa lahan kosong disekitar lokasi
perusahaan rekanan dan asuransi sebagai lahan parkir (bila diperlukan)
2 (S4-O2) 2 (W2-O2-O4)
Meningkatkan pelayanan dengan
fasilitas yang telah tersedia (S2-S3- Bersedia melayani klinik gigi, THT, bayi
3 S7-S9-O3) 3 tabung (W3-O2)
Meningkatkan mutu pelayanan
secara berkesinambungan (S8-S5- Gaji disesuaikan dengan prestasi (W4-
4 O1-O2) 4 O5)
Melakukan proses audit terhadap
pengelolaan manajemen rumah
5 sakit secara rutin (S6-O6)
S-T Strategies : W-T Strategies :
Melakukan kerjasama dengan
perusahaan rekanan dan asuransi Menambah fasilitas klinik selain ibu
1 (S4-T1-T2) 1 dan anak (W3-T1)
Melakukan tindakan promosi terkait
Memberikan pelayanan sesuai dengan tingkat pelayanan terbaru
dengan fasilitas yang ada (S2-S3- kepada seluruh warga Jakarta (W1-T1-
2 S6-S9-T2) 2 T2-T3)
Melakukan promosi kepada warga
tentang RSIA di tempat yang Diadakan sistem motivasi, reward, dan
mudah terlihat (S1-S2-S5-S10-T1- hukuman yang jelas untuk setiap
3 T3) 3 pegawai (W4-W6-T4)
Mengadakan training secara rutin
untuk tenaga medis untuk meng- Mengoptimalkan pengoperasian
4 update pengetahuan (S5-T1) 4 ambulance (W2-T1-T5)

33 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Melakukan efisiensi biaya


5 pengeluaran (S2-T5)
Meningkatkan layanan bermutu,
baik perawatan, mutu dokter,
menggunakan sistem manajemen
ke arah perbaikan mutu (S2-S3-S5-
6 S8-T1-T4-T6)
Melakukan sistem subsidi silang
7 bagi pasien kurang mampu (S4-T2)

Berdasarkan analisa SWOT yang telah dilakukan sebelumnya, strategi yang


bisa digunakan adalah strategi Strength – Opportunity, yaitu :

• Melakukan tindakan promosi terkait dengan tingkat pelayanan terbaru kepada


seluruh warga Jakarta
• Menjalin kerjasama dengan perusahaan rekanan dan asuransi
• Meningkatkan pelayanan dengan fasilitas yang telah tersedia
• Melakukan proses audit terhadap pengelolaan manajemen rumah sakit secara
rutin
• Meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan

II.12REKOMENDASI
Berdasarkan analisa aspek pasar dan pemasaran yang telah dilakukan, ditinjau
dari sisi proyeksi permintaan dan penawaran, analisis peluang, persaingan, produk,
harga, distribusi, promosi dan analisa SWOT, maka dapat disimpulkan bahwa rencana
pembangunan RSIA Healthy ini layak.

ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI

34 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

III.1DESKRIPSI PRODUK
RSIA Healthy merupakan Rumah Sakit Ibu dan Anak yang memiliki berbagai
pelayanan medis dan alat penunjang medis yang memadai yang akan menunjang
kesehatan ibu dan anak.

Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat diantaranya adalah :

− Pelayanan Rawat Inap


Fasilitas yang ditawarkan RSIA Healthy dalam pelayanan rawat inap
diantaranya:

• R. Rawat VVIP (1 orang) :


o Tempat tidur elektrik (1)
o side table
o extra sofa bed
o TV 21"
o ruangan full AC
o KM shower (water heater)
o Lemari Pakaian
o Kulkas
o Minibar
o Microvawe
o meja kursi makan

• R. Rawat VIP (1 orang) :


o Tempat tidur elektrik (1)
o side table
o extra sofa bed
o TV 14"
o ruangan full AC
o KM shower (water heater)
o Lemari Pakaian
o Kulkas

• R. Rawat Kelas 1 (2 orang) :


o Tempat tidur elektrik (2)
o side table

35 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

o TV 14"
o ruangan full AC
o KM shower (water heater)
o Lemari Pakaian

• R. Rawat Inap Kelas 2 (3 orang):


o Tempat tidur elektrik (3)
o side table
o TV 14"
o ruangan full AC
o KM shower
o Lemari Pakaian

• R. Rawat Inap Kelas 3 (5 Orang) :


o Tempat tidur elektrik (5)
o side table
o TV 14"
o ruangan full AC
o KM shower
o Lemari Pakaian

− Pelayanan Medis
Pelayanan medis yang diberikan oleh RSIA Healthy ini kepada masyarakat
diantaranya :

• Poliklinik Anak (2 ruangan)


o Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak
Klinik Tumbuh Kembang Anak siap membantu para orang tua yang memiliki
anak bermasalah seperti: gangguan kemampuan belajar, perilaku yang
sulit dikendalikan, interaksi sosial yang terbatas, gangguan berkomunikasi,
autisme, dan deteksi bentuk gangguan lain untuk dapat ditangani secara
dini.

o Diagnosa dan Perawatan Kesehatan secara umum seperti alergi, dll


o Imunisasi
o Neonatal ICU (NICU), dll

36 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

• Poliklinik Gigi
o Pemeriksaan Gigi
o Orthodenti, dll
• Poliklinik Obgyn (2 ruangan)
o Klinik ini didukung oleh dokter-dokter ahli kebidanan dan penyakit
kandungan serta konsultan seperti : ahli sitologi, infertilitas, endokrin
/menopause, onkologi, fetomaternal dan dokter ahli genetika klinik.
o Pemeriksaan kehamilan
o Keluarga Berencana
o Kehamilan normal dan resiko tinggi
o Pemeriksaan dini kesehatan reproduksi
o Pemeriksaan gejala menopouse dan permasalahannya, dll
• Poliklinik THT
o Pemeriksaan kesehatan THT
• Poliklinik Internis

• Poliklinik USG 3D/4D

• Poliklinik Bayi Tabung


o Pemeriksaan Bayi Tabung
o Pembuatan Bayi Tabung
• General Check Up

• Unit Gawat Darurat

• Unit Bedah Sentral

• Unit Kebidanan
o Normal
o Operasi (caesar)
• Unit Gawat Darurat
o Ambulance
Unit Gawat Darutat ini dilengkapi dengan ambulance yang lengkap dengan
fasilitas peralatan dan obat-obat life saving/evakuasi lengkap dengan SDM
yang kompeten. Tersedia layanan ambulan untuk menjemput pasien yang

37 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

gawat dari rumah untuk mendapatkan pelayanan pre-hospital oleh dokter


dan perawat yang kompeten

o Ruang IGD

− Penunjang Medis
Penunjang medis yang diberikan oleh RSIA Healthy ini kepada masyarakat,
diantaranya :

• Laboratorium

• Radiologi

• Farmasi

• General Check-Up
RSIA Healthy menyediakan layanan Health Check-Up atau cek kesehatan
terpadu. Dalam waktu kurang dari 6 jam pasien bisa menyelesaikan
pemeriksaan dengan paket terlengkap. Pada hari yang sama, pasien
mendapatkan hasil pemeriksaan dan dapat berkonsultasi langsung dengan
dokter secara lebih mendalam. Bila diperlukan, pasien dapat berkonsultasi
dengan dokter spesialis pada hari yang sama.Pemeriksaan yang cepat dan
akurat hasil quality control yang baik, dikemas dalam beberapa pilihan paket
kesehatan yang memungkinkan pelanggan mendapatkan layanan prima dengan
biaya efisien sesuai kebutuhan masing-masing. Juga tersedia paket bagi
perusahaan dimana jenis pemeriksaan dapat disesuaikan.

− Pelayanan Lain-lain
Pelayanan lain-lain ini, meliputi :

• Pelayanan Kebugaran
o Senam Hamil
o Senam Nifas
o Pijat Bayi
o Senam Yoga
Pelayanan kebugaran ini dilaksanakan di ruang senam di lantai 4, dan
pelaksanaan kelas senam ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan sebelumnya. Senam kebugaran yang ditujukan terutama untuk ibu
38 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

hamil maupun pasca melahirkan ini, memiliki instruktur berserfitikat yang


terjamin kemampuannya, dan jelas aman bagi kesehatan ibu maupun
anaknya.

• Cafetaria
Disaat berada di rumah sakit, anda dapat bersantai sejenak bersama teman
keluarga atau handai taulan lainnya dengan menikmati berbagai hidangan
yang tersedia di cafetaria kami yang berlokasi di lantai dasar.

• Retail
RSIA Healthy memiliki 2 ruangan retail yang disewakan kepada masyarakat
yang berminat. Namun, diutamakan bagi peminat yang akan menjual
produknya berupa bunga atau pun buah yang akan diberikan kepada pasien
RSIA Healthy ini sebagai tanda cinta kepada mereka.

• Children Playground
Areal children playgound ini dibuat untuk membuat suasana rumah sakit tidak
begitu menyeramkan bagi anak-anak. Dengan adanya children playgound ini
diharapkan anak-anak sesaat bisa merasakan relaks atas sakit yang mereka
alami dan merasa nyaman untuk bermain bersama anak-anak lainnya.

• Roof Garden
Roof garden ini berguna bagi pasien yang ingin sekedar berjalan-jalan
melepaskan lelah atau melihat kesejukan dari tanaman-tanaman yang ada.

III.2MESIN DAN TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN


Dalam mendukung pelaksanaan pelayanan medis kepada masyarakat, RSIA
Healthy menggunakan mesin-mesin dan alat operasional medis yang diproduksi
dengan menggunakan teknologi terkini. Alat-alat yang digunakan diantaranya adalah
:

o Hospital Electrical bed


Produsen : PT Dharma Healthcare
Umur Ekonomis : 8 tahun
Harga :-
Quantity : 90 unit

39 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tempat tidur khusus yang dirancang untuk penggunaan pada rumah sakit
(terutama rawat inap) dengan keterangan sebagai berikut :
• Konstruksi : Steel Square Pipes & Sheets
• Finishing : Powder Coating
• Mattress Deck : ABS (Plastik Ringan&Kuat)
• Back, Knee Raise : Adjustable by Electric Actuator DC 24 V
• Dimension : 2000Lx900Wx1000H mm
• Castor/Roda : 4", 2 buah dilengkapi pengunci
• Side Guard : Alumunium
• Head & Foot Panels : ABS (Plastik Kuat)
• Tinggi Bed : 60 cm
• Complement : Infusion Stand

o Mobil Ambulance
Mobil ambulance ini sangat bergunan untuk menjemput pasien yang
gawat dari rumah untuk mendapatkan pelayanan pre-hospital oleh dokter dan
perawat yang kompeten. Didalam ambulance itu sendiri tersedia peralatan
yang lengkap untuk menopang kesehatan dan keselamatan pasien.

Umur Ekonomis : 10 tahun


Harga :-
Quantity : 2 unit

o Auto Steam Sterilizer


Alat sterilizer ini berguna untuk mensterilisasi alat-alat medis yang
telah digunakan hingga siap digunakan kembali. Contoh alat-alat yang dapat
disterilisasi adalah aneka gunting, dll. Alat ini dilengkapi juga keterangan suhu
pemanasan, tekanan dan records of the cycle’s time.

Umur Ekonomis : 10 tahun


Harga :-
Quantity : 2 unit

40 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

o Dental Chair Unit


Peralatan khusus dokter gigi ini berguna dalam hal perawatan kesehatan gigi
dan mulut dari pasien. Dilengkapi dengan menggunakan peralatan yang
modern dan lengkap seperti kursi pasien, lampu periksa, tempat kumur yang
terhubung secara elektrik.

Umur Ekonomis : 7 tahun


Harga : Rp. 250.000
Quantity : 1 unit

o EKG/ECG
Elektro Cardio Graph, alat ini digunakan untuk mengetahui dengan jelas
perilaku dari jantung untuk kemudian dianalisa oleh dokter ahli. Alat ini
disambungkan dengan tubuh dengan menggunakan elektroda. Hasil dari alat
ini dapat ditampilkan melalui monitor atau dapat pula di print langsung.
Umur Ekonomis : 10 tahun
Harga : $ 2100
Quantity : 4 unit

o Ultrasound
Merupakan alat yang dapat mencitrakan gambaran bagian dalam tubuh
terutama perut dan payudara. Dibaca dengan menggunakan gel elektrodes
yang diusapkan ke bagian yang ingin dilihat.

Umur Ekonomis : 7 tahun


Harga : $ 2540
Quantity : 1 unit

o Fetal Doppler
Doppler dengan layar LCD+lampu untuk mendeteksi detak jantung
janin melalui speaker dan menampilkan detak jantung/menit di layar. Alat ini

41 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

digunakan untuk para ibu yang ingin mendengar suara detak jantung buah
hatinya di dalam kandungan.
Umur Ekonomis : 3 tahun
Harga : Rp.1.320.000,-
Quantity : 2 unit

o Penyaring Udara
Umur Ekonomis : 3 tahun
Harga : Rp.905.000,-
Quantity : 2 unit
Penyaring udara dengan yang digunakan memiliki 5 tingkatan, menangkap
partikel, mengurangi bau, membunuh kuman dan menyegarkan udara cocok
untuk ruangan 20m2.
• Menangkap Partikel semua ukuran tanpa
hambatan
• Teknologi Filter Nanofotokatalis (TiO2), Lampu UV
pembunuh kuman serta penghasil Ion negatif
serat karbon
• Kipas 2 (dua) kecepatan yang tenang nyaris tanpa
suara
• Filter yang dapat dibersihkan tanpa penggantian filter
• Hemat listrik hanya 10 watt

o Timbangan & Tinggi Badan


Umur Ekonomis : 15 tahun
Harga : Rp.595.000,-
Quantity : 3 unit
Timbangan berat badan dan tinggi badan dalam satu produk. Sangat sesuai
untuk digunakan di klinik atau pusat kebugaran. Penunjuk berat badan berupa
mekanisme putaran jarum.
• Rentang Pengukuran Berat 0-120kg
• Sub-divisi berat 0.5kg
• Rentang Pengukuran Tinggi 70-190cm
• Sub-divisi tinggi 0.5cm
42 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

• Ukuran pijakan timbangan 38.5 x 28cm


• Dimensi keseluruhan 90x35x30.5cm
• Berat produk 24kg

o Timbangan Bayi Digital


Timbangan bayi digital ini digunakan untuk mengetahui berat bayi secara
akurat, serta mengetahui tumbuh kembang bayi dengan baik. Dengan
kapasitas berat maksimum sebesar 20 kg, alat timbang digital ini mampu
digunakan hingga anak bisa berdiri dan ditimbang tanpa pan seperti
timbangan pada umumnya.

Umur Ekonomis : 15 tahun


Harga : Rp.690.000,-
Quantity : 3 unit

o Wheelchair Kursi Roda


Kursi roda dengan kenyamanan maksimal bagi penggunanya. Sandaran
punggung dapat diatur untuk menyesuaikan posisi yang diinginkan sampai
dengan posisi tidur horizontal. Tersedia sandaran kepala untuk kenyamanan
maksimal pada posisi tidur horizontal.

Umur Ekonomis : 15 tahun


Harga : Rp.2.303.000,-
Quantity : 10 unit

o Body Thermometer
Digunakan untuk mengukur suhu badan dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Tampilan layar digital memudahkan melakukan pembacaan alat oleh siapapun.

Umur Ekonomis : 10 tahun


Harga : Rp.45.000,-
Quantity : 15 unit
43 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

o Tensimeter
Digunakan untuk mengukur tekanan darah dengan model air raksa

Umur Ekonomis : 15 tahun


Harga : Rp 1.050.000,-
Quantity : 10 unit

o Lampu Kepala
Merupakan lampu standar yang digunakan di kepala, memudahkan dokter
untuk melakukan pemeriksaan kepada pasien dengan kebebasan bergerak
pada kedua tangan.

Umur Ekonomis : 15 tahun


Harga : Rp.183.000,
Quantity : 3 unit

o Obgyn – Lito
Merupakan perlengkapan khusus yang dibutuhkan pada klinik Obstetric
Gynecology. Perlengkapan ini berupa tempat tidur yang sangat penting untuk
kenyamanan pasien dan kemudahanan pemeriksaan oleh dokter yang
bersangkutan.
Umur Ekonomis : 10 tahun
Harga :-
Quantity : 2 unit

o Incubator
Merupakan alat khusus untuk tempat perawatan bayi tidak sehat, dilengkapi
dengan alat pengatur suhu yang memberi kenyamanan pada bayi dan
membantu kesembuhannya.

Umur Ekonomis : 10 tahun


Harga :-
Quantity : 10 unit

44 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

o Peralatan Medis Lainnya, seperti :


 Resusitasi
 Dental tools
 Table Top Centrifuge
 Baby Tray
 Stetoskop

Gambar 3.1. Peralatan di RSIA Healthy

III.3LOKASI RUMAH SAKIT


Lokasi proyek pembangunan RSIA Healthy terletak di Jl. Warung Jati Barat,
Jakarta Selatan. Tanah yang akan digunakan adalah sebesar 3750 m 2 dan luas
bangunan sebesar 5652 m2.

RSIA ini direncakan akan dibangun dalam 5 (lima) lantai. Bangunan atau objek
berdekatan yang mudah dikenal dan dapat dijadikan petunjuk antara lain:

 Republika
 Gedung Philips

45 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

 Apartemen Pejaten Indah


 Gedung Lembaga Ilmu Saudi Arabia

Batas-batas lokasi proyek RSIA Healthy adalah sebagai berikut:

• Utara : Jl. Pejaten Raya


• Timur : Tanah milik PT.AIS
• Selatan: Tanah milik HERO Swalayan
• Barat : Jl. Warung Jati Barat

Lokasi Proyek

Gambar 3.2. Lokasi Proyek

Kondisi lingkungan objek pada saat dilakukan survey adalah daerah aman
dan cukup ramai karena sepanjang jalan ini banyak ditemukan apartemen,
perumahan, kawasan bisnis, dan perdagangan.

46 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Gambar 3.3 Lokasi Proyek dari udara

Baik jalan maupun fasilitas penerangan memiliki kondisi yang baik dan
cukup terpelihara. Dari hasil survey, kami memberikan argumen bahwa lokasi
tapak merupakan lokasi yang strategis.

 Penggunaan Lahan Eksisting


Kegunaan lahan eksisting sebelum pembangunan RSIA ini adalah berupa
lahan kosong yang hanya ditanami berbagai tumbuhan liar. Adapun maksud dari
pembangunan rumah sakit ibu dan anak ini adalah untuk pemanfaatan lahan
karena lokasi yang strategis sehingga diharapkan dapat menghasilkan keuntungan
yang lebih.

 Aksesibilitas dan Transportasi


Lokasi RSIA ini mempunyai aksesibilitas yang cukup tinggi (mudah dijangkau).
Objek ini terletak di lokasi yang strategis, pada kelas jalan arteri sekunder dengan 4
lajur. Jalan tersebut dibuat dengan konstruksi lapisan aspal.

47 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Gambar 3.4 Kondisi Jalan Warung Jati Barat

Akses masuk dapat ditempuh melalui Jl. Mampang bila dari arah utara, Jl.
Kemang bila dari arah barat, dan Jl. Pejaten Raya bila dari arah timur. Sedangkan
sarana tranportasi untuk menuju lokasi dapat ditempuh melalui angkutan umum yang
beroperasi dalam wilayah tersebut seperti bus, angkutan kota, taksi, dan
transjakarta. Adapun untuk angkutan bus transjakarta dapat berhenti di halte
Republika yang terletak di seberang proyek. Letak rumah sakit yang berada di hook
perempatan lampu merah menambah kemudahan akses masuk RSIA ini.

 Harga Tanah
Mengingat daerah ini merupakan daerah yang cukup berkembang, maka harga
jual tanah daerah sepanjang Jl. Warung Jati Barat ini cenderung dari tahun ke tahun
mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil survey serta Nilai Jual Objek Pajak
(NJOP), maka harga jual tanah di kawasan Pasar Minggu sebesar Rp. 4.000.000 per
m2. Oleh karena itu maka pengembangan propertinya harus disesuaikan dengan nilai
lahannya agar diperoleh pengembalian investasi yang optimal.

 Peruntukan lahan & Ketentuan Bangunan


Lokasi tanah terletak pada daerah industri dan perumahan yang cukup
strategis yang dapat dicapai melalui berbagai akses jalan yang ada. Proyek
pembangunan RSIA Healthy Pejaten ini menempati lahan seluas 3750 m 2 dengan
parameter pembangunan yang ditetapkan Dinas Tata Kota Jakarta Selatan adalah
sebagai berikut:

48 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 3.1 Intensitas Ruang untuk Pemanfaatan Bangunan Umum Campuran

Peruntukan lahan: Rumah Sakit Ibu dan Anak

• KDB (Koefisien Dasar Bangunan) : 60%

• KLB (Koefisien Lantai Bangunan) : 3,5

• GSB : 6,0 m

• Jumlah Lantai Maksimum : 5 lantai

Perhitungan kelayakan berdasarkan KDB adalah:

• Luas tanah = 3750 m2


• Luas bangunan (lantai dasar) rencana = 1491 m2
• Luas bangunan (lantai 1) rencana = 1361 m2
• Luas bangunan (lantai dua + roof garden) rencana = 1361 m2
• Luas bangunan (lantai tiga) rencana = 687 m2

49 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

• Luas bangunan (lantai empat) rencana = 687 m2


• Luas bangunan (lantai atap) rencana = 65 m2
• Total luas bangunan (5 lantai) = 5652 m2
Luas bangunan (1 lantai) maksimum berdasarkan Koefisien Dasar Bangunan :

= 0.6 x 3750

= 2250 m2

Luas bangunan maksimum berdasarkan Koefisien Lantai Bangunan :

= 3.5 x 3750

= 13,125 m2

Mengacu pada kondisi tersebut, terlihat bahwa luas bangunan maksimum


perlantai yang telah direncanakan tidak melebihi batas maksimum/KDB yaitu 2250
m2. Dan jika ditinjau dari KLB, luas bangunan maksimum yang diperbolehkan adalah
sebesar 13,125 m2, sedangkan luas bangunan yang ada di RSIA Healthy adalah sebesar
5652 m2. Maka secara teknis (intensitas dan kepadatan bangunan) rencana
pembangunan RSIA Healthy Pejaten tersebut telah sesuai (tidak melanggar
batas/ketentuan) dengan regulasi Suku Dinas Tata Kota Jakarta Selatan.

III.4AMDAL
Dampak lingkungan adalah perubahan lingkungan yang disebabkan oleh suatu
kegiatan (pembangunan), yang ditimbulkan oleh proses alamiah ataupun yang
dilakukan oleh manusia. Dampak yang terjadi dapat bersifat positif maupun negatif.
Pembangunan adalah suatu jenis kegiatan yang bertujuan meningkatkan
kesejahteraan hidup rakyat dengan pendayagunaan sumber alam, yang pada
kenyataanya disamping menghasilkan hal-hal yang positif juga mengahasilkan dampak
negatif terhadap lingkungan.

Kegunaan AMDAL

Aspek Teknis:

∗ Untuk menghindari & meminimalisasi dampak lingkungan sehingga terwujud


pembangunan yang berkelanjutan
50 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

∗ Survei, prakiraan, dan evaluasi dampak berupa polusi, gangguan


keanekaragaman ekosistem, hubungan manusia alam dan lingkungan global
(nir emisi, efek rumah kaca dll).
Alat Komunikasi:

∗ Untuk mendapatkan konsensus dengan masyarakat (terkena dampak),


akuntabilitas pemrakarsa dan pemerintah, dan keterlibatan masyarakat
dalam pembangunan
AMDAL merupakan alat pengelolaan lingkungan hidup untuk:

∗ Menghindari dampak
1. Apakah proyek dibutuhkan?
2. Apakah proyek harus dilaksanakan saat ini?
3. Apakah ada alternatif lokasi?
∗ Meminimalisasi dampak
1. Mengurangi skala, besaran, ukuran
2. Apakah ada alternatif untuk proses, desain, bahan baku, bahan bantu?
∗ Melakukan mitigasi/kompensasi dampak
1. Memberikan kompensasi atau ganti rugi terhadap lingkungan yang
rusak

Berikut ini merupakan gambaran alur penerapan AMDAL pada RSIA Healthy:

51 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Gambar 3.5. Cara Penerapan AMDAL

Manfaat AMDAL:

∗ Sebagai “environmental safe guard”

∗ Pengembangan wilayah
∗ Sebagai pedoman pengelolaan lingkungan

∗ Pemenuhan persyaratan utang

∗ Rekomendasi dalam proses perijinan

Tabel 3.2 Dampak Terhadap Lingkungan Proyek RSIA Healthy

DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN


Jenis Kegiatan
Pembebasan & Engineering &
Penyiapan Tanah Konstruksi Produksi
SOSIAL BUDAYA 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2
Demografi X
Nilai X
Keresahan Sosial X
Keserasian Lingkungan X
EKONOMI

52 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Struktur Ekonomi X
Lapangan Kerja X
Mata Pencaharian X
Pendapatan X
PENCEMARAN AIR
Kekeruhan X X X
Konsentrasi Bahan Kimia X X X
Suhu X X X
BOD X X X
COD X X X
PENCEMARAN UDARA
Kebisingan X X X
Suhu X X
Kelembaban X X
Partikel X X
Bahan Kimia X X

Keterangan tabel:

Jenis kegiatan 1: Tidak ada 2: Sedikit 3: Sedang 4: Banyak

Khusus dalam aspek Ekonomi: 1: Turun 2: Sedang 3: Banyak

Dari tabel penilaian diatas maka terlihat bahwa pembangunan proyek RSIA ini
masih memenuhi syarat Analisa terhadap Dampak Lingkungan karena masih berada
dalam batas aman (dampak paling tinggi adalah ‘sedang’ untuk segi ekonomi). Yang
menjadi perhatian utama dalam analisa dampak lingkungan untuk rumah sakit adalah
limbah rumah sakitnya. Berikut adalah uraian dari analisa dampak terhadap limbah
RSIA Healthy:

Kegiatan operasional RSIA Healthy diperkirakan di samping berpotensi


menimbulkan dampak positif, kemungkinan juga dapat menimbulkan dampak negatif.
Berdasarkan perkiraan dampak yang akan terjadi maka RSIA Healthy telah membuat
dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL dan
UPL). Sebagai implementasi dari dokumen tersebut, maka pihak rumah sakit telah

53 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

memulai untuk membangun sarana pengolahan limbah cair (IPAL) rumah sakit, yang
dimulai dengan tahap perencanaan dan disain IPAL bekerjasama dengan BPPT.

Kapasitas pengolahan IPAL yang direncanakan disesuaikan dengan jumlah


limbah cair yang akan dihasilkan. Secara detail jumlah limbah cair yang dihasilkan
rumah sakit dan rencana IPAL yang akan dibangun adalah sebagai berikut :

KARAKTERISTIK LIMBAH CAIR RSIA Healthy

Sebagai pembanding hasil analisa kimia terhadap berberapa contoh air limbah
rumah sakit yang ada di DKI Jakarta menunjukkan bahwa konsentrasi senyawa
pencemar sangat bervariasi misalnya, BOD 31,52 - 675,33 mg/l, ammonia 10,79 -
158,73 mg/l, deterjen (MBAS) 1,66 - 9,79 mg/l. Hal ini mungkin disebabkan karena
sumber air limbah juga bervarisi sehingga faktor waktu dan metode pengambilan
contoh sangat mempengaruhi besarnya konsentrasi.
Dengan dasar hasil analisa tersebut diatas, maka ditetapkan angka-angka
untuk perencanaan IPAL sebagai berikut:
Kapasitas Rencana = 40 m3 per hari.
BOD Masuk = 350 mg/lt.
SS Masuk = 200 mg/lt
Efisiensi Pengolahan Total = 90 – 95 %
BOD keluar = 20 mg/lt
SS keluar = 20 mg/lt

BAKU MUTU LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT


Baku mutu air limbah rumah sakit adalah ukuran batas atau kadar unsur
pencemar dan atau jumlah unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam
air limbah rumah sakit yang akan dibuang atau dilepas ke air permukaan. Jadi semua
air limbah rumah sakit sebelum dibuang ke perairan/ saluran umum harus diolah
terlebih dahulu sampai memenuhi baku mutu seperti tersebut.
Sesuai dengan keputusan Meneg Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor :
Kep-58/MENLH/12/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan rumah sakit
maka semua rumah sakit yang menghasilkan limbah harus mengolah limbahnya
sampai memenuhi baku mutu yang berlaku.

54 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

SISTEM IPAL RSIA HEALTHY


Sistem IPAL RSIA HEALTHY menggunakan teknologi proses biologis biofilter
anaerob-aerob yang dilengkapi dengan proses reuse air hasil olahan IPAL. Yang
dimaksud teknologi proses biologis adalah teknologi pengolahan air limbah yang
memanfaatkan kinerja dari bakteri pemakan limbah.

PROSES PENGOLAHAN
Seluruh air limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit, yakni yang
berasal dari limbah domestik maupun air limbah yang berasal dari kegiatan klinis
rumah sakit dikumpulkan melalui saluran pipa pengumpul. Selanjutnya dialirkan ke
bak pengumpul. Fungsi bak pengumpul adalah untuk mencegah sampah padat
misalnya plastik, kaleng, kayu agar tidak masuk ke dalam unit pengolahan limbah,
serta mencegah padatan yang tidak bisa terurai misalnya lumpur, pasir, abu gosok
dan lainnya agar tidak masuk kedalam unit pengolahan limbah. Selain itu juga untuk
menampung sementara air limbah agar dapat dipompa menuju IPAL.
Dari bak pengumpul, selanjutnya air limbah dipompa menuju bak equalisasi
atau bak penampung air limbah. Fungsi dari equalisasi adalah untuk
menghomogenkan air limbah agar kualitas air limbah yang masuk ke IPAL tidak
fluktuatif. Selain itu juga equalisasi dapat berfungsi sebagai bak pengurai anaerobik.
Di bak equalisasi limbah dilengkapi dengan bak pemisah lemak agar
pemisahan lemak dapat lebih sempurna agar limbah masuk ke IPAL sudah bersih dari
lemak dan minyak. Selanjutnya limpasan dari bak pemisak lemak dialirkan ke bak
ekualisasi (Sum Pit) yang berfungsi sebagai bak penampung limbah dan bak kontrol
aliran. Air limbah di dalam bak ekualisasi selanjutnya dipompa ke unit IPAL.
Diperkirakan BOD air keluar equalisasi dapat turun 60% yaitu dari 350 menjadi
160 mg per liter. Selanjutnya dari bak equalisasi dialirkan dengan pompa menuju ke
sistem IPAL. Sistem IPAL terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah bak pengurai
anaerob. Yang kedua adalah pengurai lanjut yang terdiri dari pengendap awal, bak
anoxic bak aerobic dan pengendap akhir. Air limbah dari equalisasi dipompa ke bak
anaerob sehingga limbah akan terurai secara anaerob. Kemudian dari bak anaerob
dialirkan secara gravitasi ke pengendap awal kemudian menuju ke anoxic dan aerobic
dan selanjutnya ke pengendapan akhir, lalu ditampung untuk selanjutnya di khlorinasi
dan direuse.

55 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

PENGURAIAN ANAEROB
Dalam proses peruraian secara anaerob, bakteri yang bekerja adalah bakteri
anaerob seperti methanothrix dan methanosarcinae. Bakteri ini dalam menguraikan
polutan di air limbah, tidak memerlukan suplai dan bahkan harus tidak ada udara.
Bakteri ini tinggal dan berada dalam media tumbuh bakteri dalam bak anaerob.
Polutan organic yang diuraikan oleh bakteri anaerob akan berubah menjadi gas metan
dan CO2 dan juga H2S. Dengan proses anaerob ini tahap pertama konsentrasi BOD
akan turun sekitar 60-70% yaitu dari 400 mg/l menjadi sekitar 140 mg/lt. Air olahan
tahap awal ini selanjutnya diolah dengan proses pengolahan lanjut dengan biofilter
anoxic-aerob.

PROSES PENGOLAHAN LANJUT


Proses pengolahan lanjut ini dilakukan dengan sistem biofilter anoxic-aerob.
Pengolahan air limbah dengan proses biofilter anoxic-aerob terdiri dari beberapa
bagian yakni bak pengendap awal, biofilter anoxic, biofilter aerob, bak pengendap
akhir, dan jika perlu dilengkapi dengan bak kontaktor khlor. Air limbah yang berasal
dari proses penguraian anaerob dialirkan ke bak pengendap awal, untuk
mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran lainnya. Selain sebagai bak
pengendapan, juga berfungsi sebagai bak pengontrol aliran, serta bak pengurai
senyawa organik yang berbentuk padatan, sludge digestion (pengurai lumpur) dan
penampung lumpur.
Air limpasan dari bak pengendap awal selanjutnya dialirkan ke bak anoxic
dengan arah aliran dari atas ke bawah dan bawah ke atas. Di dalam bak kontaktor
anoxic tersebut diisi dengan media tempat tumbuh bakteri. Penguraian zat-zat
organik yang ada dalam air limbah dilakukan oleh bakteri fakultatif aerobik setelah
beberapa hari operasi, pada permukaan media filter akan tumbuh lapisan film
mikroorganisme. Mikroorganisme inilah yang akan menguraikan zat organik yang
belum sempat terurai pada bak pengendap.
Air limpasan dari bak anoxic dialirkan ke bak kontaktor aerob. Di dalam bak
aerob ini diisi juga dengan media tempat tumbuh bakteri sambil diaerasi atau
dihembus dengan udara sehingga mikroorganisme yang ada akan menguraikan zat
organik yang ada dalam air limbah serta tumbuh dan menempel pada permukaan
media. Dengan demikian air limbah akan kontak dengan mikroorganisme yang
tersuspensi dalam air maupun yang menempel pada permukaan media yang mana hal

56 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

tersebut dapat meningkatkan efisiensi penguraian zat organik, deterjen serta


mempercepat proses nitrifikasi (peruraian ammonia menjadi nitrat dan nitrit),
sehingga efisiensi penghilangan ammonia menjadi lebih besar. Proses ini sering di
namakan Aerasi.
Kontak (Contact Aeration). Dari bak aerasi, air dialirkan ke bak pengendap
akhir. Di dalam bak ini lumpur aktif yang mengandung massa mikroorganisme
diendapkan dan dipompa kembali ke bagian inlet bak aerasi dengan pompa sirkulasi
lumpur. Sedangkan air limpasan (over flow) dialirkan ke bak khlorinasi. Di dalam bak
kontaktor khlor ini air limbah dikontakkan dengan senyawa khlor untuk membunuh
mikroorganisme patogen. Air olahan, yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi
dapat langsung di proses reuse atau dibuang ke sungai atau saluran umum. Dengan
kombinasi proses anaerob dan aerob tersebut selain dapat menurunkan zat organik
(BOD, COD), ammonia, deterjen, padatan tersuspensi (SS), phospat dan lainnya.
Dengan adanya proses pengolahan lanjut tersebut konsentrasi BOD dalam air olahan
yang dihasilkan relatif rendah yakni sekitar 20-40 ppm.

SKENARIO PENURUNAN POLUTAN ORGANIK DI IPAL


Unit alat ini dirancang untuk dapat mengolah air limbah sebesar 40 m3/hari.
Skenario proses IPAL serta reduksi polutan organik (BOD).

PROSES PEMBANGUNAN
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang AKAN dibangun menggunakan
sistem Anaerob – Aerob dengan kapasitas terpasang 40 m3 perhari. IPAL tersebut
menggunakan konstruksi gabungan beton dengan reinforced fiber plastic. Bak-bak
pengumpul, bak pemisah lemak dan bak equalisasi dari IPAL tersebut menggunakan
konstruksi beton bertulang sedangkan tangki Biofill (septic tank) dan reaktor Anaerob
- Aerob menggunakan konstruksi Reinforced Fiber Plastic (RFP) yang diperkuat dengan
beton bertulang.
Dari uraian diatas terbukti bahwa pihak RSIA Healthy juga menyediakan unit
pengolahan limbah yang memadai, sehingga limbah hasil olahan yang akan dibuang
sudah dapat memenuhi syarat pembuangan limbah dalam batas normal sehingga
proyek dapat dianggap layak.

57 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

III.5LAY OUT RUMAH SAKIT


Rencana pemanfaatan lahan adalah akan dibangun Rumah Sakit Ibu dan Anak
dengan luas lantai bangunan 5652 m2. Luas lahan ini cukup ideal untuk pembangunan
rumah sakit ibu dan anak mengingat rumah sakit lain di sekitar kawasan tersebut
cukup jauh (daerah mampang untuk RSU, daerah duren tiga dan kemang untuk RSIA),
sehingga diasumsikan lokasi pembangunan RSIA cukup potensial.

Tapak memiliki lahan yang persegi panjang dengan kontur yang sejajar dan
terletak pada daerah perempatan yang dapat mengembangkan proyek ini. Selain itu,
bila dilihat traffic analysis daerah sepanjang Jl. Warung Jati Barat selalu padat akan
aktivitas masyarakat sehingga mampu meningkatkan potensi pasar dan ekonomi yang
dimiliki tapak tersebut.

• Tata ruang
Secara garis besar ada dua fungsi ruang yang digunakan dalam RSIA ini. Yang
utama adalah ruang yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang sangat
menunjang bagi kesehatan ibu dan anak, seperti poliklinik, farmasi, ruang operasi
dan lainnya. Selain itu, RSIA ini juga menyediakan fasilitas rawat inap untuk ibu dan
anak dengan tingkat pelayanan kesehatan yang tinggi.

Untuk lengkapnya, seluruh fasilitas yang tersedia di RSIA Healthy, dapat dilihat
pada tabel berikut ini:

58 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Gambar 3.5 Layout Bangunan (Lantai Dasar)

59 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

WC

Gambar 3.6 Layout Bangunan (Lantai Satu

60 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

JAN

Gambar 3.7 Layout Bangunan (Lantai Dua)

61 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Gambar 3.8 Layout Bangunan (Lantai Tiga)

R.ME

Gambar 3.9 Layout Bangunan (Lantai Empat)

62 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 3.2. Tata Ruang RSIA Healhty

N Nama Jumla Luas


o. ruang/bangunan h (m2)
LANTAI DASAR
1 VIP 3 76
2 VVIP 2 70
3 Kelas III 1 40
4 Kelas II 1 27.5
5 Kelas I 4 90
6 R.perawat 3 31.5
7 R.Bayi Tabung 1 40.3
8 R.pompa + hydrant 1 12
9 R.panel ME 1 12.65
Playground + Lobby
10 lift 1 121.5
11 Cafetaria 1 37.5
12 Pantry 1 11.5
13 Musholla 1 24
14 Tempat Wudhu 2 5
15 Toilet 2 30.25
16 Poly THT 1 17
17 Poly Internis 1 17
18 Poly Anak 3 50.4
19 Poly Kebidanan 2 30.25
20 Poly USG 1 16
21 Poly Gigi 1 16
22 Apotik 1 12
23 R.racik 1 7.5
24 Lobi masuk 1 64
25 R.Tunggu 1 17.6
Informasi dan
26 registrasi 1 21.5
27 R.IGD 1 35.75
28 R.KA Administrasi 1 10
29 R.Timbang 1 8.5
30 Medical Record 1 18.5
31 Radiologi 1 28
63 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

32 Laboratorium 1 22
33 Retail 2 20.4
34 Tangga 2 30.25
Lift pasien dan
35 pengunjung 2 30.25
36 R.Central gas 1 12.4
37 KM/WC 13 35.1
38 Teras 1 40
39 Entrance area 1 56
40 Reflectif Pool 2 20
41 Koridor 1 224.9

64 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 3.2. Tata Ruang RSIA Healhty (Lanjutan)

N Nama Juml Luas


o. ruang/bangunan ah (m2)
LANTAI SATU
1 VIP 3 76
2 VVIP 2 70
3 Kelas III 1 40
4 Kelas II 1 27.5
5 Kelas I 4 90
6 R.Dokter 1 23.5
7 R.perawat 5 52
8 R.linen 3 31.5
9 R.panel ME 1 12.65
10 Tangga 2 30.25
Lift pasien dan
11 pengunjung 2 30.25
12 KM/WC 17 59.5
13 Toilet 2 30.25
14 R.recovery 2 44.4
15 R.kala 3 101
16 R.operasi 3 82.7
17 R.ICU 1 30.25
18 R.NICU 1 22.2
19 R.Bayi Sakit 1 37.3
20 R.Bayi Sehat 1 47.4
21 R.Sterilisasi alat 1 22
11 Lounge 3 96.53
13 Koridor 1 86.2
14 R. ME 1 11.55
15 Balkon 1 27.13
16 Void 1 67.5
17 Atap Dak Beton 1 131.5
LANTAI DUA
1 VIP 3 76
2 VVIP 2 70
3 Kelas III 1 40

65 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

4 Kelas II 1 27.5
5 Kelas I 4 90
6 R.perawat 2 17.2
7 Toilet 2 30.25
8 Tangga 2 30.25
Lift pasien dan
9 pengunjung 2 30.25
10 KM/WC 12 32.4
11 Lounge 3 96.525
12 Roof Garden 1 688.25
13 Koridor 1 86.2
14 R. ME 1 11.55
15 Balkon 1 27.125
16 Void 1 27.5

66 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 3.2. Tata Ruang RSIA Healhty (Lanjutan)

N Nama Juml
o. ruang/bangunan ah Luas (m2)
LANTAI TIGA
1 VIP 3 76
2 VVIP 2 70
3 Kelas III 1 40
4 Kelas II 1 27.5
5 Kelas I 4 90
6 R.perawat 2 17.2
7 Toilet 2 30.25
8 R.linen 1 6.25
9 Tangga 2 30.25
Lift pasien dan
10 pengunjung 2 30.25
11 KM/WC 12 32.4
12 Koridor 1 86.2
13 Lounge 1 96.525
14 R. ME 1 11.55
15 Balkon 1 15.125
16 Void 1 27.5
LANTAI EMPAT
1 Toilet 2 30.25
2 R.Pimpinan 1 25.2
3 R.Staff 1 55.5
4 Dapur 1 30.25
5 Pantry 1 15
6 R. Makan Bersama 1 47.5
7 R. Fitness 1 54.06
8 R. Ganti 1 15
9 R. Perpustakaan 1 17.2
10 R. Rapat 1 29.14
11 Gudang 1 27.5
12 Laundry Kering 1 24.6
13 Laundry Basah 1 13
14 KM/WC 2 5.4

67 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

15 Tangga 2 30.25
Lift pasien dan
16 pengunjung 2 30.25
12 Koridor 1 86.2
13 Lounge 1 96.525
14 R. ME 1 11.55
15 Balkon 1 15.125
16 Void 1 27.5

Meningkatnya intensitas persaingan pada industri rumah sakit, khususnya


Rumah Sakit Ibu dan Anak, maka RSIA Healty berupaya melakukan inovasi terbaru
untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh pasien. Dengan penataan ruang
disertai teknologi yang dikembangkan oleh RSIA Healthy maka diharapkan mutu RSIA
dimata masyarakat lebih memudahkan dalam pelayanan kesehatan.

68 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

III.6DESAIN PRODUK
Konsep desain ruangan yang direncanakan RSIA Healthy adalah rumah sakit
yang memberikan kehangatan dan kenyamanan sehingga pasien ataupun keluarganya
tidak merasa seperti di rumah sakit.

Dengan target utama ibu dan anak, maka desain ruangannya dibuat ceria,
sesuai dengan peruntukkannya, misalnya, di rawat inap untuk anak diberikan seprai
dan perlengkapan dengan warna dan motif yang ceria, sehingga anak-anak tidak
merasa tertekan apabila harus tinggal lama di dalam ruangan rumah sakit.

− Pelayanan Rawat Inap


Fasilitas pada pelayanan rawat inap ini disesuaikan dengan kelasnya, dengan
pembedaan pada rawat inap ibu (dewasa) dan rawat inap anak. Perbedaan utama
terletak pada desain ruangan, pemilihan warna, pemilihan seprai, motif dinding
kamar mandi dimana untuk anak-anak dipilih keramik dengan motif ceria seperti
hewan ataupun alat transportasi.

Gambar 3.10 Rawat Inap Ibu (VIP), Rawat Inap Anak (VIP), R.ICU, R VVIP

69 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

(searah jarum jam)

− Pelayanan Medis dan Penunjang Medis


Desain pada pelayanan medis, direncanakan dengan mempertimbangkan
kenyamanan dari pasien dan keluarganya. Pemilihan warna penutup dinding yang
terang membuat ruangan terlihat lebih luas dan lebih bersih. Pada ruang operasi,
penutup lantai merupakan lapisan vinyl yang lebih steril dibandingkan dengan
keramik biasa, sedangkan plafondnya merupakan plafond gypsum waterproof untuk
menghindari kebocoran dari atas. Cat yang digunakan pada sebagian besar daerah
rumah sakit adalah cat anti bakteri (terutama daerah steril seperti ruang operasi).

Gambar 3.11 R. Periksa Dokter, R. Pelayanan Farmasi, R. Operasi

(searah jarum jam)

− Fasilitas Lainnya
Desain pada fasilitas lainnya seperti cafetaria mempertimbangkan fungsi dan
kenyamanan pengunjung, pemilihan warna yang terang memberikan kesan bersih.
Pada area children playground, pemilihan permainan yang aman bagi anak serta
warna yang cerah membuat anak betah untuk bermain disana, serta merasa gembira,
sesaat melupakan sakit yang dirasakan. Pada area rooftop garden, pemilihan tanaman
yang rindang tapi ringan, dan tempat duduk berpayung memberikan kesan nyaman
dan ramah lingkungan, membuat tempat ini menjadi spot utama untuk tempat
melepas lelah sejenak.

70 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Gambar 3.12 Cafetaria, Children PlayGround, Rooftop Garden

(searah jarum jam)

III.7REKOMENDASI
Berdasarkan pertimbangan pada aspek teknis dan teknologi diatas, ditinjau
dari sisi deskripsi produk, mesin dan teknologi yang digunakan, lokasi, lay out RSIA
serta desain dari RSIA itu sendiri, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
pembangunan RSIA Healthy adalah layak dari aspek teknis dan teknologi.

ASPEK MANAJEMEN DAN SDM

III.8ANALISIS STAKEHOLDER

71 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Pihak-pihak yang terlibat dalam Proyek Rumah Sakit Ibu dan Anak Healthy ini
adalah :

1. Owner / Equity Investor (Pemilik Proyek)


2. Pemerintah
3. Lender / Bank
4. Insurance Company
5. Manajemen RS
6. Costumer / Pasien
7. Kontraktor Utama
8. Subkontraktor
9. Konsultan
10. Supplier Medis
11. Perusahaan Asuransi Kesehatan
12. Dokter Tamu
13. Supplier Farmasi

Setiap pihak dalam proyek RSIA Healthy ini memiliki tugas, hak dan kewajiban
atas perannya didalam proyek. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat didalam diagram
keterkaitan stakeholder sebagai berikut .

72 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

OWNER /
EQUITY INVESTOR PEMERINTAH
Pajak

Profit
SUPPLIER ALAT-
ALAT MEDIS Perijinan

Dividen

Equity
Barang
Pembayaran
+ Bunga
LENDERS / BANK
Pinjaman
PROYEK
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK
Premi
KONSULTAN ARS, Biaya HEALTHY
ASURANSI
STRUKTUR, ME, MK,dll Jasa Jaminan
Konsultasi

Pengelolaan
Asuransi

Pengelolaa
Persyaratan

Fee
Hak
Teknis

Realisasi

n
B on ya

na ,
gu ak
K ia

n
B
a n tr

Barang
SUPPLIER FARMASI
KONTRAKTOR MANAJEMEN Profit
UTAMA RUMAH SAKIT

Fasilitas

Pelayanan
Barang
Profit

DOKTER TAMU

Tarif
Fee

SUB-KONTRAKTOR/ Jaminan
SUPPLIER COSTUMER / Asuransi ASURANSI
PASIEN KESEHATAN
Premi

73 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Gambar 4.1 Stakeholder Analysis

74 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

1. Owner / Equity Investor (Pemilik Proyek)


Pemilik proyek dapat berupa perorangan atau badan usaha dan bertindak
sebagai pihak pemrakarsa proyek (pemilik ide), dimana pada dasarnya pemberi
tugas sebagai pihak yang awam menyampaikan maksud dan kehendaknya untuk
membangun kepada mereka yang terpercaya dan dikenal memiliki keahlian
dibidang konstruksi. Ahli konstruksi yang dipercaya tersebut ditugaskan untuk
menuangkan prakarsa pemberi tugas kedalam bentuk gagasan rancangan (desain)
dan kemudian sekaligus membangunnya (diwujudkan secara fisik). Dengan
didasarkan atas asas saling pecaya secara profesional (trust worthy) mereka
membentuk kesepakatan. Ahli konstruksi memberikan pelayanan jasa melalui
keahliannya sedangkan pemberi tugas menyediakan imbalan tertentu atas
pelayanan yang diberikan tersebut.

Tugas dan wewenang owner / equity investor antara lain :

mengurus administrasi dan perijinan pelaksanaan proyek pada pihak-pihak


yang berkesesuaian, baik kepada pemerintah maupun kepada pihak yang
terkait lainnya.
memilih tim pembangunan proyek
bertanggung jawab dalam pendanaan proyek sesuai dengan kesepakatan
kontrak
memberikan data-data yang dibutuhkan kepada konsultan
mempersiapkan dokumen lelang dan kelengkapan lelang lainnya
menentukan pemenang lelang
memberikan keputusan terhadap perubahan waktu pelaksanaan
menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap perubahan pekerjaan

Sedangkan hak dari pihak owner adalah :

menerima laporan pertanggungjawaban dari pihak-pihak lain yang terkait


dengan proyek ini
menerima pembagian keuntungan (bagi hasil / dividen) dari proyek ini

2. Pemerintah

75 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Pemerintah dalam hal ini merupakan pihak yang bertugas sebagai regulator,
pihak yang mengeluarkan peraturan atas tata guna lahan, perpajakan dan
perizinan. Seluruh kegiatan proyek harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dalam kegiatan proyek pembangunan RSIA Healthy ini, pemerintah terkait adalah
Dinas Tata Kota DKI Jakarta yang mengeluarkan peraturan tentang Intensitas
Ruang untuk Pemanfaatan Bangunan Campuran yang berisikan KLB, KDB, KDH, dll
yang menuntun pihak perencana agar dapat merencanakan bangunan sesuai
dengan peruntukkannya. Selain itu juga terlibat Dinas Kesehatan yang
mengeluarkan perizinan tentang pembangunan rumah sakit ini. Pada saat
pengoperasian rumah sakit juga terlibat Dinas Kebersihan yang berkewajiban
untuk melakukan pengangkutan atas sampah rumah sakit (bukan berbahaya)
maupun sampah berbahaya yang telah mengalami pengolahan sebelumnya.

Kewajiban dari pemerintah adalah :

 Mengeluarkan perizinan yang menjamin bahwa peruntukkan bangunan sesuai


dengan rencana tata ruang
 Menjamin bahwa bangunan yang didirikan memiliki fasilitas yang sesuai
dengan kebutuhan bangunan itu sendiri (misalnya : rumah sakit memiliki
fasilitas pengolahan limbah, dll)

Hak dari pemerintah adalah :

 Menerima pembayaran pajak atas objek yang dikenai pajak


 Mengeluarkan surat penyegelan atas bangunan apabila ditemukan bangunan
tidak sesuai dengan rencana awal dan peraturan yang berlaku sesuai dengan
hukum yang berlaku

3. Lender
Merupakan badan atau lembaga yang dapat meminjamkan dana kepada proyek
dalam proses pembangunan sebagai tambahan dana selain ekuitas pemilik proyek.
Lender ini biasanya berupa bank, asuransi, leasing company atau lembaga
keuangan lainnya.

Kewajiban dari lender adalah :

 Memberikan sejumlah uang sesuai dengan kontrak yang ada

76 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

 Membuat surat perjanjian di atas materai tentang perjanjian pinjaman agar


tidak menimbulkan masalah dikemudian hari

Hak dari lender adalah :

 Mendapatkan pembayaran atas uang yang dipinjam sesuai dengan perjanjian


diawal
 Mendapatkan bunga atau keuntungan atas uang yang dipinjamkan sesuai
dengan perjanjian
 Mendapatkan jaminan bahwa uang yang dipinjam akan kembali sesuai dengan
perjanjian
 Proyek yang meminjam dana kepada lender berkewajiban untuk membayarkan

4. Insurance Company
Perusahaan asuransi disini adalah pihak yang diberikan kepercayaan oleh
owner atas investasi yang dimilikinya yaitu bangunan dan alat-alat medisnya.

Kewajiban dari perusahaan asurasi ini adalah :

 Memberikan jaminan atas bangunan dan alat-alat medis


 Memberikan penggantian kerugian apabila bangunan ataupun alat-alat medis
mengalami gangguan fungsi / kerusakan sesuai dengan perjanjian yang telah
ditetapkan

Hak dari perusahaan asuransi adalah :

 Mendapatkan pembayaran premi atas perlindungan yang diberikan kepada


aset yang dimiliki oleh rumah sakit
 Menolak membayarkan pengganti atas kerugian apabila tidak sesuai dengan
perjanjian

5. Manajemen Rumah Sakit


Manajemen Rumah Sakit merupakan pihak yang melakukan pengelolaan dan
kegiatan operasional atas proyek RSIA Healthy ini. Untuk mendukung kegiatan
manajemen rumah sakit diperlukan perangkat organisasi yang terdiri dari
departemen-departemen yang bertanggung jawab atas bagiannya masing-masing.

Kewajiban dari Manajemen Rumah Sakit adalah :

77 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

 Mengelola, mengoperasikan melakukan tindakan yang dapat memberikan


keuntungan kepada Proyek RSIA Healthy
 Membuat peraturan yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak di RSIA Healthy
selama masa operasional
 Membuat laporan bulanan yang dapat dipertanggung jawabkan kepada pihak
owner / pemilik modal
 Menjaga kualitas, mutu dan nama baik RSIA Healthy
 Membuat program-program untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan
program
 Membuat program pendidikan dan pelatihan bagi para dokter maupun pekerja
medis lainnya untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kualitas
medis
 Memberikan pelayanan kesehatan yang memuaskan bagi pasien
 Memberikan informasi pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat untuk
meningkatkan jumlah pasien

Hak dari pihak Manajemen Rumah Sakit adalah :

 Menerima pembayaran atas pelayanan medis yang diterima dari pasien


 Melakukan pengelolaan dan pengoperasian atas RSIA Healthy secara penuh
 Menerima pembayaran dari dokter tamu sesuai dengan perjanjian yang telah
ditetapkan

6. Customer / Pasien
Dalam sebuah rumah sakit, pasien merupakan konsumen utama. Pasien ini
dapat merujuk untuk berobat rawat inap, rawat jalan, poliklinik, atau sekedar
menebus obat di apotik. Dengan kondisi keuangan yang berbeda-beda, pasien
diberikan kebebasan untuk memilih kelas rawat inap sesuai dengan kemampuan.

Kewajiban dari pasien adalah :

 Mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan oleh Manajemen RSIA


 Menyelesaikan segala urusan administrasi (keuangan)

Hak dari pasien adalah :

78 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

 Mendapatkan pelayanan medis yang memadai sesuai dengan standar


pelayanan rumah sakit
 Mendapatkan informasi tentang pelayanan medis yang ada
 Mendapatkan kemudahan pembayaran dengan asuransi (bila memiliki)

7. Kontraktor Utama
Setelah tersusun dokumen perencanaan yang terdiri dari gambar arsitektur
dan gambar detail teknis, spesifikasi teknis serta administratif barulah kemudian
dilaksanakan pembangunan fisik. Sehingga peran utama kontraktor adalah sebagai
pengelola sumber daya yang bertugas untuk mengubah dokumen perencanaan
menjadi keluaran-keluaran berupa bangunan fisik.

Oleh pihak kontraktor gambar perencanaan sebagai bagian dari dokumen


perencanaan kemudian diperjelas dan diterjemahkan menjadi gambar-gambar
kerja untuk keperluan operasi dan pelaksanaan. Melalui gambar kerja tersebut
kontraktor harus mengarahkan para mandor dan pekerjanya untuk dapat
memasang komponen-komponen dengan sebaik-baiknya dan setepat mungkin.
Dengan semakin kompleksnya kegiatan dalam proses konstruksi, pekerjaan
kontraktor utama dapat dibantu oleh sub kontraktor.

8. Subkontraktor
Merupakan pihak yang ditunjuk oleh kontraktor utama dengan tujuan untuk
meringankan tugas kontraktor utama. Pekerjaan yang dapat dilimpahkan
tanggung-jawabnya kepada subkontraktor misalnya adalah pekerjaan yang cukup
spesial, yang membutuhkan spesialis untuk mengerjakannya, misalnya adalah
pekerjaan instalasi gas medis atau pekerjaan M/E. Secara struktural,
subkontraktor bertanggungjawab kepada kontraktor utama yang
mempekerjakannya.

Kewajiban dari subkontraktor adalah :

 Menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kualitas yang diharapkan sesuai


dengan kontrak
 Menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
 Menyelesaikan pekerjaan tanpa melibatkan adanya kecelakaan
 Membuat laporan atas pekerjaan yang diterima oleh kontraktor

79 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Hak dari subkontraktor :

 Menerima pembayaran atas pekerjaan yang dikerjakan sesuai dengan kontrak

9. Konsultan
Konsultan perencana merupakan pihak yang ditunjuk owner untuk
merencanakan dan mendesain bangunan. Pekerjaan konsultan adalah memberikan
dan menuangkan pemikiran, gagasan, atau ide yang lebih bersifat perangkat
lunak (software). Konsultan mendapatkan tugas atas penunjukkan langsung oleh
pihak owner dan terkait dalam perjanjian yang telah dibuat diantara keduanya.

Tugas dan wewenang konsultan perencana bidang arsitektur antara lain :


 melaksanakan desain arsitektur proyek secara lengkap beserta gambar-
gambar yang dibutuhkan, berdasarkan keinginan owner
 memberikan saran atau konsultansi mengenai bidang arsitektur kepada owner

Tugas dan wewenang konsultan perencana bidang struktur antara lain :


 melakukan penyelidikan yang diperlukan dalam perencanaan struktur
 bertanggung jawab atas perencanaan struktur lengkap dengan detail material
yang dibutuhkan termasuk perhitungan-perhitungan struktur
 melakukan perhitungan tambahan perubahan desain atas permintaan owner
(sesuai kesepakatan keduanya)
Tugas dan wewenang konsultan bidang Mekanikal dan Elektrikal (M/E) yaitu
merencanakan dan memasang instalasi mekanikal dan listrik.

Hak dari konsultan adalah mendapatkan pembayaran sesuai dengan jasa


konsultasi yang diberikan.

10. Supplier alat-alat medis


Supplier alat-alat medis adalah supplier yang ditunjuk untuk melakukan
pengadaan atas alat-alat medis seperti meja operasi, tempat tidur elektrik, dll.

Kewajiban dari supplier adalah untuk menyediakan barang-barang sesuai dengan


spesifikasi yang telah ditentukan dengan tepat waktu dan sesuai budget.
Sedangkan hak dari supplier adalah mendapatkan pembayaran atas hasil
pengadaan barang.

80 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

11.Perusahaan Asuransi Kesehatan


Perusahaan asuransi ini merupakan pihak yang terkait dengan kebutuhan
pendanaan terkait dengan kesehatan pasien dimana pasien sebagai costumer dari
RSIA Healthy. Kewajiban dari perusahaan asuransi adalah memberikan jaminan
asuransi kesehatan yang memadai kepada pasien sesuai dengan premi yang
dibayarkan. Hak dari perusahaan asuransi kesehatan adalah untuk mendapatkan
pembayaran premi asuransi oleh pelanggan (pasien).

12.Dokter Tamu
Dokter tamu adalah pihak yang memberikan pelayanan kesehatan kepada
pasien terkait dengan profesinya sebagai dokter yang terikat dengan kode etik
kedokteran.

Kewajiban dari dokter tamu adalah :

 Memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya


secara maksimal untuk meningkatkan pelayanan RSIA
 Memberikan pembayaran atas setiap pasien yang dilayani sesuai dengan
perjanjian dengan Manajemen RS (70: 30)

Hak dari dokter tamu adalah :

 Dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia


 Menerima pembayaran atas pasien yang dilayaninya

13.Supplier Farmasi
Supplier farmasi merupakan supplier yang menjalin kerjasama dengan pihak
manajemen rumah sakit terkait dengan pengadaan farmasi atau obat-obatan
maupun peralatan medis untuk operasional misalnya autoclave, dll. Kewajiban
dari supplier adalah untuk menyediakan barang-barang sesuai dengan spesifikasi
yang telah ditentukan dengan tepat waktu dan sesuai budget. Sedangkan hak dari
supplier adalah mendapatkan pembayaran atas hasil pengadaan barang.

Dari keterkaitan yang terjadi antar stakeholder maka suatu proyek rumah sakit
dikatakan layak jika semua stakeholder bersedia untuk memenuhi kewajibannya
sehingga mendapatkan hak yang sesuai dengan perjanjian awal yang telah disepakati.

81 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Sehingga terjadi suatu hubungan mutualisme yang saling menguntungkan baik antar
pihak yang terlibat atau dengan kata lain semua ekspektasi stakeholder telah
terpenuhi.

III.9MANAJEMEN WAKTU
Aspek manajemen terdiri dari manajemen waktu serta manajemen
operasional. Manajemen waktu untuk proyek RSIA Healthy terdiri dari beberapa
tahapan proyek, yaitu :

 Tahapan Inisiasi
Menetapkan sebuah proyek kapan akan dilaksanakan, membentuk tim proyek
yang akan melaksanakan, dan menentukan benchmarking dari proyek
tersebut. Pada tahap inisiasi akan berlangsung pada awal tahun 2008.

 Tahapan Perencanaan
Mendefinisikan sasaran dari proyek dan merencanakan kegiatan-kegiatan
untuk mencapai sasaran proyek. Tahapan ini berlangsung pada awal tahun
2008.

 Tahapan Pelaksanaan
Mengkoordinasikan sumber daya yang akan digunakan untuk menjalankan
rencana manajemen proyek. Pada tahap pelaksanaan akan berlangsung selama
20 tahun, disesuaikan dengan umur rencana proyek RSIA Kemang ini.

 Tahapan Monitoring
Mengukur dan memonitor progres untuk mengidentifikasi penyimpangan dari
rencana manajemen proyek, sehingga tindakan koreksi dapat dilakukan bila
diperlukan dalam mencapai tujuan proyek. Tahapan monitoring ini
berlangsung mulai dari tahap perencanaan hingga akhir pelaksanaan proyek.

 Tahapan Penutupan
Menutup proyek dengan menerima produk atau hasil dan membuat berita
acara serah terima proyek. Tahapan penutupan ini berlangsung pada akhir
masa proyek yaitu pada akhir tahun 2028.

Tabel 4.1. Rencana Jadwal Proyek Secara umum

82 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

No Tahapan Proyek

2008

2009
Awal

Awal
1 Inisiasi

2 Perencanaan Proyek

3 Pelaksanaan Proyek

4 Monitoring Proyek

5 Penutupan Proyek

Setelah melewati masa 20 tahun yang telah direncanakan (umur proyek),


selanjutnya proyek akan mengalami evaluasi dan perencanaan ulang terhadap nilai
investasi dari proyek itu sendiri. Bila diperlukan, akan mengalami penambahan serta
perbaikan di segala bidang.

III.10STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN


Dalam menjalankan operasionalnya, RSIA Healthy ini membutuhkan tenaga
kerja agar dapat beroperasi dengan baik. Didalamnya, terdapat pihak-pihak yang
terkait dan mendukung pelaksanaan proyek agar tercapai sasaran dari proyek
tersebut. Berikut adalah gambaran pihak-pihak yang terkait berupa struktur
organisasi pada Gambar 4.2 dan Tabel 4.2.

83 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

DIREKTUR
RUMAH SAKIT

Internal
Staff Ahli
Audit

Departemen
Departemen Departemen Departemen
KEUANGAN dan
MEDIS SDM dan Umum KEPERAWATAN
SISTEM INFORMASI

Bid. Bid. Bid. Perencana


Bid.Pelayanan Bid. SDM dan Bid. SDM dan Bid. Keperawatan Bid. Keperawatan Bid.
Penunjang Pendidikan dan Lap
Medis Umum Umum dan Kebidanan Fungsional Perbendaharaan
Medis dan Latihan Keuangan

Bid.
Bid. Bid. Bid. Akun dan Bid. Sistem
Procurement
Farmasi Humas Keuangan Informasi
dan Logistik

Gambar 4.2. Struktur Organisasi RSIA Healthy

Tabel 4.2 Jumlah Kebutuhan Personil RSIA Healthy

No. STAFF DGN FUNGSINYA Jumlah


1 Kepala Rumah Sakit 1
2 Satuan Pengawas dan Audit 2
3 Staff Ahli 1
4 Sekretaris Perusahaan dan Staff 2
5 Bagian Sekretariat / Tata Usaha 2
6 Ka. Departemen Medis 1
7 Staff Medis Fungsional 30
8 Bidang Pelayanan Medis 15
9 Bidang Penunjang Medis 16
10 Ka. Departemen Keperawatan 1
11 Bidang Perawatan dan Kebidanan 24
12 Kelompok Perawat Fungsional 120
13 Kepala Departemen Keuangan & SI 1
14 Staff Kadep Keuangan & SI 6
15 Bidang Perbendaharaan 3
16 Bidang Akutansi dan Keuangan 2
17 Bidang Perencana dan Lap Keuangan 2

84 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

18 Bidang Sistem Informasi 4


19 Kepala Departemen SDM & Umum 1
20 Staff Departemen SDM & Umum 4
21 Bidang SDM 2
22 Bidang Procurement dan Logistik 2
23 Bidang Farmasi 4
24 Bidang Penunjang Umum 2
25 Bidang Pendidikan dan Latihan 1
26 Bidang Humas 2

III.11JOB ANALYSIS DAN JOB DESCRIPTION


III.11.1Job Analysis
RSIA Healthy telah membuat suatu pembagian tugas dan tanggung jawab untuk
masing-masing jabatan yang disebut sebagai segregation of duties matrix yang dapat dilihat
pada Tabel IV.2

Pada tabel IV.2 terdapat keterangan tentang RACI yaitu :

R = Responsible A = Accountable

C = Consult I = Inform

85 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Pendidikan & Pelatihan
Memberikan Masukan

Pengadaan Barang

Sistem Informasi
Pelayanan Medis
Decision Making

Melayani Pasien
Feasibility Study
N Proyek RSIA Healthy

Perencanaan
JABATAN

Jasa Farmasi
o

Pemasaran
Personalia
Registrasi

Transaksi

Inventori
Kepala Rumah
1 R R
Sakit
Satuan
2 Pengawas dan A
Audit
3 Staff Ahli C C R C
Sekretaris
4 Perusahaan dan
Staff
Bagian
5 Sekretariat / I I I I
Tata Usaha
Ka. Departemen
6 C C I I
Medis
Staff Medis
7 R R
Fungsional
Bidang
8 R R R
Pelayanan Medis
Bidang
9 Penunjang R R
Medis
1 Ka. Departemen
C C I I
0 Keperawatan
Bidang
1
Perawatan dan R R
1
Kebidanan
Kelompok
1
Perawat R R
2
Fungsional
Kepala
1
Departemen C C C I
3
Keuangan & SI
1 Staff Kadep
I I I
4 Keuangan & SI
1 Bidang
A A
5 Perbendaharaan
1 Bidang Akutansi
A A
6 dan Keuangan
1 Bidang
7 Perencana dan R
86 Lap Keuangan Kelompok 3
1 Bidang Sistem R,
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
A R
8 Informasi I
Kepala
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

III.11.2Job Description
Peran dan Tanggung Jawab dari masing-masing personel digambarkan sebagai berikut
:

1. Direktur Rumah Sakit (D. RS)


 Bertanggung jawab dalam perencanaan, keputusan, monitoring proyek, dan
membuat laporan review dan evaluasi.
 Memilih personel, membentuk dan mengkoordinasikan tim proyek.
 Melakukan kontrol pelaksanaan proyek sehingga berjalan sesuai dengan
rencana dan mencapai sasaran proyek.
 Bertanggung jawab terhadap deliverable selama tahapan proyek.
2. Staff Ahli (SA)
 Memberikan masukan dan pertimbangan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
proyek.
 Memberikan penjelasan dan jawaban yang berkaitan dengan permasalahan
yang diketemui dalam pelaksanaan proyek.
 Menghadiri rapat koordinasi pengelolaan proyek.
3. Departemen Medis (D. M)
 Bertanggung jawab dalam pelayanan medis
 Menyediakan semua kebutuhan penunjang medis.
 Melaporkan semua perkembangan dan permasalahan yang diketemui berkaitan
dengan bidang medis kepada direktur rumah sakit.
4. Departemen SDM dan Umum (D. SDM)
 Bertanggung jawab dalam Pembelian kebutuhan proyek, penentuan staff dan
karyawan yang dibutuhkan.
 Melakukan penyebaran informasi mengenai perkembangan dan permasalahan
proyek..
 Mengadakan pendidikan dan pelatihan yang diperlukan
 Melaporkan semua perkembangan dan permasalahan yang diketemui berkaitan
dengan bidang SDM dan umum kepada direktur rumah sakit.
5. Departemen Keperawatan (D. Kep)
 Menyediakan semua kebutuhan keperawatan
 Melaporkan semua perkembangan dan permasalahan yang diketemui berkaitan
dengan bidang keperawatan kepada direktur rumah sakit.
6. Departemen Keuangan (D. Keu)

87 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

 Bertanggung jawab dalam hal keuangan proyek, pengelolaan dana dan


pengawasan pemakaian dana.
 Melakukan analisa keuangan untuk semua hal yang berkaitan dengan proyek.
 Melaporkan semua perkembangan dan permasalahan yang diketemui berkaitan
dengan keuangan proyek kepada direktur rumah sakit.
7. Departemen Sistem Informasi (D. SI)
 Bertanggung jawab dalam mempersiapkan sistem informasi agar dapat
mendukung proyek.
 Melakukan sosialisasi informasi.yang berkaitan dengan progres proyek.
 Melaporkan semua perkembangan dan permasalahan yang diketemui berkaitan
dengan bidang sistem informasi kepada direktur rumah sakit.

III.12PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI


Tahapan rekrutmen dan seleksi secara umum yang akan diberlakukan di RSIA
Healthy ini antara lain :

1. Penyampaian informasi lowongan kerja melalui media


2. Menyampaikan pelamaran
3. Seleksi Administratif
4. Pemanggilan untuk wawancara
5. Seleksi kompetensi untuk pekerja non-administratif
6. Keputusan diterima atau tidak berdasarkan seleksi
7. Registrasi pegaawai pasca seleksi
8. Penempatan pada unit-unit kerja
9. Form evaluasi kerja
10. Pengembangan SDM / Pelatihan
11. Sistem Kompensasi
12. Ketentuan tentang Pemutusan Hubungan Kerja

III.13SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


Untuk mengorganisir antar bagian agar dapat menghasilkan kinerja yang lebih
efektif dan efisien, manajemen perlu menyiapkan sistem aplikasi pembantu
komputer (software), diantaranya :

1. Aplikasi cash register

88 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

2. Inventory control
3. Sistem penggajian karyawan dan data karyawan
4. Aplikasi keuangan
5. Office automation
6. Email system
Selain peralatan yang telah disebutkan sebelumya, RSIA Healhty juga
menggunakan Hospital Management System (HMS) yang sangat banyak manfaatnya
dalam operasional rumah sakit. Software yang digunakan adalah ELECTRA yang
diproduksi oleh ACG Infotech Limited.

Beberapa keuntungan menggunakan software ELECTRA ini adalah :

o Meningkatkan pelayanan rumah sakit dan dokter kepada pasien


o Meningkatkan kualitas perhatian kepada pasien
o Meningkatkan produktifitas perawat
o Mengontrol biaya yang dibutuhkan

III.14REKOMENDASI
Berdasarkan analisa pada aspek managemen dan sumber daya manusia.
Ditinjau dari sisi analisis stakeholder, manajemen waktu, struktur organisasi
perusahaan, job analysis dan job description, proses rekrutmen dan seleksi, sistem
informasi manajemen dapat ditarik kesimpulah bahwa proyek RSIA Healthy ini layak
dan dapat diteruskan untuk dianalisa berdasarkan aspek hukum dan legalitas.

ASPEK HUKUM DAN LEGALITAS

V.1 BADAN HUKUM ORGANISASI

Status badan hukum Perseroan Terbatas (PT) merupakan bentuk badan hukum
yang sesuai dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak Healthy. Lebih dipilihnya PT sebagai
bentuk perusahaan dibandingkan dengan bentuk yang lain ini dikarenakan oleh dua
hal, pertama, PT merupakan asosiasi modal, dan kedua, PT merupakan badan hukum
yang mandiri. Sebagai asosiasi modal maka ada kemudahan bagi pemegang saham PT
untuk mengalihkan sahamnya kepada orang lain, sedangkan sebagai badan hukum
yang mandiri berdasarkan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995

89 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tentang Perseroan Terbatas (UUPT) menentukan bahwa pertanggungjawaban


pemegang saham PT hanya terbatas pada nilai saham yang dimiliki dalam PT. Secara
ekonomis, unsur pertanggungjawaban terbatas dari pemegang saham PT tersebut
merupakan faktor yang penting sebagai umpan pendorong bagi kesediaan para calon
penanam modal untuk menanamkan modalnya dalam PT. Pendapat senada juga
disampaikan oleh Kenny Wiston (pengarang buku “Piercing Corporate Veil“, Jurnal
Hukum Bisnis, Vol. 15, Tahun 2001), “generally, people prefer to choose limited
liability company as a corporate body for their new established company since they
confide that shareholders have not personally hold responsibilities for the company’s
financial loss, except what are stated in their nominal shares.”

V.2 ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGGA (AD/ART)

Untuk mengatur kehidupan organisasi pada masa yang akan datang maka perlu
disusun suatu anggaran dasar atau anggaran rumah tangga. Contoh AD/ART yang
dimaksud antara lain:

Nama perusahaan : PT. Try Engineering

Tempat & Kedudukan : Pasar Minggu – Jakarta Selatan

Landasan Hukum : Pancasila / UUD 45

Tujuan : Memberikan jasa pelayanan dalam jasa pelayanan


kesehatan

Fungsi : Memberikan kontribusi yang positif dalam


perekonomian Indonesia dan memajukan kesehatan
masyarakat

Bidang Usaha : Pelayanan Kesehatan

Perlengkapan Organisasi : RUPS

Kepengurusan : Jajaran Direksi dan Manajemen

Tahun Buku : Berlangsung dari 1 Jan – 31 Des

Modal Usaha : Saham (terdiri dari modal pribadi dan pinjaman


bank)

Pembagian keuntungan : Deviden

90 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Jangka Waktu Berdiri : Tidak Terbatas

Pembubaran Organisasi : Mengadakan RUPS lalu dibubarkan secara resmi

V.3 JENIS JENIS PERIJINAN YANG DIPERLUKAN

Untuk mendapatkan legalitas usaha, maka organisasi harus mendapatkan


perijinan dalam melakukan operasinya. Prosedur pendirian Perseroan Terbatas adalah
sbb:

1. Membuat Akta Notaris di Notaris yang berkantor di wilayah setempat


Persyaratan untuk membuat Akta Notaris antara lain.
a. Fotokopi KTP para pendiri perseroan
b. Draft anggaran dasar yang sudah ditandatangani pendiri
2. Menyampaikan pendaftaran ke Pengadilan Negeri dengan membawa Akta
Notaris yang sudah ditandatangani oleh para pendiri.
3. Menyampaikan permohonan untuk menjadi Wajib Pajak Badan di Kantor Pajak
setempat dengan menyerahkan Akta Notaris yang dilegalisasi oleh Pengadilan
Negeri setempat.
4. Melakukan pendaftaran ke Dinas Perdagangan/Perindustrian dengan membawa
Akta Notaris yang dilegalisasi oleh pengadilan.
5. Mendatangi kantor Departemen Kehakiman dan HAM RI di Jakarta untuk
membuat ijin penggunaan nama dan pengesahan oleh Menteri Kehakiman dan
HAM RI dengan membawa persyaratan sbb:
a. Akta Notaris

b. NPWP

c. Fotokopi KTP pendiri


Sedangkan bentuk perijinan yang dibutuhkan antara lain:

1. Akta Notaris
2. Surat Keterangan Domisili dari Kantor Kelurahan/Kecamatan setempat
3. Surat Ijin Tempat Usaha (SITU)
4. Ijin lokasi berupa Surat Ijin Tempat Usaha (SITU) oleh kepala daerah setempat
5. Ijin Gangguan (HO) dari kepala daerah
6. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Ijin penggunaan Gedung

91 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

V.4 PERATURAN-PERATURAN TERKAIT DENGAN PENDIRIAN RUMAH SAKIT

− Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.1045/Menkes/Per/XI/2006


tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen
Kesehatan
− Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.159b/Menkes/Per/II/1988
tentang Rumah Sakit
− Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.920/Menkes/Per/XII/1986
tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta di Bidang Medik
− Keputusan Direktur jenderal Pelayanan Medik Depkes RI No. 00.06.1.5.787
Tahun 1999 tentang Perubahan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik
Depkes RI No.HK.00.06.3.5.5797.
− Kode Etik Rumah Sakit Indonesia (KODERSI), yang memuat rangkuman nilai-
nilai dan norma-norma perumahsakitan guna dijadikan pedoman bagi semua
pihak yang terlibat dan berkepentingan dalam penyelenggaraan dan
pengelolaan perumahsakitan di Indonesia.

V.5 PERIJINAN YANG DIPERLUKAN DALAM PENDIRIAN RUMAH SAKIT

Perijinan yang diperlukan dalam pendirian Rumah Sakit berbeda-beda


tergantung keputusan Pemerintah daerah setempat. Pada dasarnya ada 2 ijin yang
harus dimiliki oleh Rumah Sakit yang beroperasi, yaitu :

− Ijin Mendirikan Rumah Sakit


− Ijin Menyelenggarakan Rumah Sakit atau Ijin Sementara (Ijin Operasional
Rumah Sakit)

Secara umum, persyaratan yang diperlukan dalam pembuatan perijinan


tersebut adalah :

1. Surat Permohonan
2. Studi Kelayakan dan Master Plan
3. FC Akte Pendirian Badan Hukum Pemohon
4. FC sertifikat tanah/ surat penunjukan penggunaan
5. Ijin Lokasi dari Pemda setempat
6. FC Ijin Mendirikan Bangunan ( IMB )
7. Daftar Isian Pendirian Rumah Sakit

92 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

8. Dokumen UKL-UPL
9. Surat Pernyataan tunduk pada peraturan yang berlaku
10. Rekomendasi PERSI

V.6 REKOMENDASI

Berdasarkan analisis pada aspek hukum dan legalitas, ditinjau dari sisi badan
hukum organisasi, AD/ART Perusahaan, Jenis Perijinan maka Proyek RSIA Healthy ini
dapat dikatakan layak.

ASPEK EKONOMI DAN KEUANGAN

Dalam aspek keuangan ini yang ditinjau adalah aspek-aspek saja yang
mempengaruhi kegiatan finansial proyek RSIA Healthy ini. Aspek-aspek yang
diperlukan adalah :

 Jadwal rencana proyek


 Asumsi ekonomi yang digunakan
 Struktur Pendanaan
 Asumsi konsumen
Data-data tersebur nantinya akan diperlukan untuk analisa keuangan.
Sedangkan dalam analisa keuangan yang akan menentukan apakah proyek ini layak
atau tidak ditinjau dari sisi ekonomi.

VI.1PERKIRAAN MODAL KERJA


Project Overview

Lokasi Pejaten, Jakarta Selatan


Luas Lahan 3750 m2

93 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Luas Bangunan 5652 m2

Jadwal Rencana Proyek


Awal Tahap Perencanaan Awal 2008
Masa Pembangunan 1 tahun
Awal Tahap Operasional Triwulan Kedua 2009
Umur Rencana Proyek 20 tahun

Asumsi Ekonomi yang Digunakan


Kenaikan Penerimaan per tahun 5%
Kenaikan Biaya Operasional per tahun 6%
Pajak 10%
Depresiasi & Amortisasi straight line
Keterangan Pinjaman
Suku Bunga Pinjaman 12%
Saldo Minimum Rp. 2,000,000,000.00
Harga tanah di lokasi Rp. 4,000,000.00
SBI (Suku Bunga Bank Indonesia) 8%

Struktur Pendanaan
Equity investor 30%
Pinjaman Bank 70%

Asumsi Pasien yang menggunakan Jasa RSIA Healthy

Pada proyek RSIA Healthy ini, pendapatan utamanya adalah pasien sebagai
pengguna jasanya. Untuk dapat memperkirakan jumlah pendapatan RSIA Healthy ini
pertahun, tentu perlu ditentukan dulu berapa besar pasar yang akan diserap oleh
proyek ini.

Asumsi yang digunakan adalah adalah sebagai berikut :

1. Jumlah kelahiran di Jakarta Selatan pada tahun 2007 adalah sebesar 29.694
kelahiran.

94 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Bila persentase yang diserap oleh RSIA Healthy ini sebesar 6%, maka jumlah
kelahiran di RSIA Healthy adalah sebesar

= 6% x 29.694 kelahiran

= 1782 ≈1800 kelahiran

2. Jumlah tempat tidur yang tersedia adalah 84 tempat tidur dari berbagai kelas
yang tersedia.
Asumsi Bed Occupancy Ratio (BOR) sebesar 80 % atau rata-rata tingkat
keterisian tempat tidur perharinya adalah sebesar 67,2 ≈ 70 tempat tidur

3. Poliklinik
Dalam RSIA Healthy ini terdapat 9 ruangan poliklinik yang diasumsikan jumlah
kunjungan pasiennya adalah sebagai berikut :

Tabel 6.1 Jumlah Kunjungan Pasien Poliklinik

Jumlah Pasien /
No. Poliklinik
hari
1 Poliklinik Anak (3 ruang) 50
2 Poliklinik Gigi 16
Poliklinik Obgyn (2
3 ruangan) 15
4 Poliklinik THT 12
5 Poliklinik Internis 9
6 Poliklinik USG
` Cetak 7
` Tidak Dicetak 5
7 Poliklinik Bayi Tabung 20 ( /tahun )

Sedangkan untuk pelayanan medis lainnya seperti farmasi, perinciannya


adalah sebagai berikut :

Tabel 6.2 Jumlah Kunjungan Pasien Penunjang Medis

95 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

No Unit Jumla
. Pelayanan h Satuan
Pasien/har
1 Laboratorium 22 i
Pasien/har
2 Radiologi 12 i
3 Unit Farmasi
Pasien/har
- Poliklinik 100 i
Pasien/har
- Rawat Inap 70 i
Pelayanan Lain-
4 lain
- Senam Hamil 1100 Paket
- Senam Nifas 700 Paket
- Pijat Bayi 300 Paket
- Senam Yoga 500 Paket

VI.2PERKIRAAN BIAYA INVESTASI


− Biaya Pembelian Lahan
Berdasarkan informasi pada tahapan aspek pasar, diketahui bahwa harga
tanah pada daerah Pejaten adalah Rp. 4.000.000,-

− Biaya Konstruksi Bangunan


Untuk Perkiraan Biaya Konstruksi Ini Digunakan Estimasi Pada Tahapan
Konseptual (Keputusan Menteri Permukiman Dan Prasarana Wilayah Nomor:
332/Kpts/M/2002 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara).
Informasi penting yang perlu diketahui adalah :

o Koefisien pengali gedung 5 lantai = 1,162


o Harga Satuan Konstruksi Gedung Standard (Tidak sederhana) di Jakarta Thn
2008 = Rp. 2.250.000 / m2
o Kemudian ditambah dengan konstruksi fisik non-standar seperti :
 Pekerjaan Arsitektur :
 Pekerjaan Desain Interior
 Pekerjaan Lansekap & Parkir
 Pekerjaan Struktur :
• Pekerjaan Rangka Atap (baja)

96 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

• Pekerjaan Dak Beton


• Pekerjaan Pondasi Dalam
• Pekerjaan Bangunan Genset, PLN, TPS, dll
• Pekerjaan STP
• Pekerjaan Anti rayap
 Pekerjaan Elektrikal & Mekanikal :
Elektrikal :

• Generator Set = 300 kVA lengkap dengan alat bantu


• Pekerjaan jaringan telepon/PABX
• Penangkal Petir Khusus
• Lift (2 unit) @ kapasitas 15 orang
Mekanikal :

• Tata Udara/AC
• Instalasi pemadam kebakaran
• Instalasi Gas Medis
o Dari perhitungan tersebut kemudian didapat biaya pembanguan gedung
Rumah Sakit Healthy adalah sebesar Rp 4,150,000.00
− Biaya Konsultasi
Dalam pembangunan rumah sakit ini, banyak pihak yang terlibat dalam hal
konsultasi, diantaranya adalah :

Tabel 6.3 Biaya Konsultasi

N Satu Juml
o Unit Konsultasi an ah Biaya
Rp
1 Konsultan Amdal LS 1 100,000,000.00
2 Konsultan Teknik
Rp
a Studi Kelayakan LS 1 120,000,000.00
Pemetaan / Pengukuran Rp
b Tanah LS 1 30,000,000.00
Rp
c Penyelidikan Tanah LS 1 150,000,000.00
Arsitektur, Interior, Rp
d Planner LS 1 450,000,000.00

97 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Rp
e Sipil dan Struktur LS 1 120,000,000.00
Rp
f Mekanikal / Elektrikal LS 1 90,000,000.00
Rp
g Manajemen Konstruksi LS 1 100,000,000.00
Rp
h Lingkungan LS 1 75,000,000.00
Rp
3 Konsultan Rumah Sakit LS 1 400,000,000.00
Rp
Total 1,635,000,000.00

− Biaya Sistem Informasi (Hospital Management System)


Biaya sistem informasi ini terdiri dari pembelian software, hardware yang
melengkapi, serta jaringannya.

− Mobil Ambulance
Untuk melengkapi pelayanan medis kepada masyarakat, RSIA Healthy
dilengkapi dengan mobil ambulance yang didalamnya berisi peralatan dengan
kualitas terbaik.

− Biaya Investasi Alat


Pada tahapan aspek teknis dan teknologi, diketahui peralatan apa saja yang
dibutuhkan oleh RSIA Healthy ini. Untuk lebih jelasnya, dapat diketahui pada Tabel
6.4 berikut :

98 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 6.4 Biaya Investasi Alat

No. Item Investasi Satuan Vol. Harga Satuan Total Harga


Rp Rp
1 R. Rawat Inap Ibu (VVIP) Unit (TT) 4
36,000,000 144,000,000
Rp Rp
2 R. Rawat Inap Anak (VVIP) Unit (TT) 4
36,000,000 144,000,000
Rp Rp
3 R. Rawat Inap Ibu (VIP) Unit (TT) 6
28,000,000 168,000,000
Rp Rp
4 R. Rawat Inap Anak (VIP) Unit (TT) 6
28,000,000 168,000,000
Rp Rp
5 R. Rawat Inap Ibu (Kelas 1) Unit (TT) 16
18,000,000 288,000,000
Rp Rp
6 R. Rawat Inap Anak (Kelas 1) Unit (TT) 16
18,000,000 288,000,000
Rp Rp
7 R. Rawat Inap Ibu (Kelas 2) Unit (TT) 6
14,000,000 84,000,000
Rp Rp
8 R. Rawat Inap Anak (Kelas 2) Unit (TT) 6
14,000,000 84,000,000
Rp Rp
9 R. Rawat Inap Ibu (Kelas 3) Unit (TT) 10
11,000,000 110,000,000
Rp Rp
10 R. Rawat Inap Anak (Kelas 3) Unit (TT) 10
11,000,000 110,000,000
Rp Rp
11 R. ICU Unit (TT) 6
130,000,000 780,000,000
Rp Rp
12 R. NICU Unit (TT) 6
110,000,000 660,000,000
Rp
13 R. Operasi
-
Rp Rp
Meja Operasi Unit 3
75,000,000 225,000,000
Rp Rp
Peralatan Medis Unit 3
1,050,000,000 3,150,000,000
Rp Rp
14 R. Kala / R. Bersalin Unit 3
680,000,000 2,040,000,000
Rp
15 R. Bayi Sehat
-
Rp Rp
Baby Tray Unit 12
1,400,000 16,800,000
Rp
16 R. Bayi Sakit
-

99 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Rp Rp
Baby Tray Unit 4
1,400,000 5,600,000
Rp Rp
Incubator Unit 8
3,200,000 25,600,000
Rp Rp
17 Unit Gawat Darurat Unit (TT) 3
21,000,000 63,000,000
Rp Rp
18 Poliklinik Anak Unit (TT) 3
75,000,000 225,000,000
Rp Rp
19 Poliklinik Gigi Unit 1
950,000,000 950,000,000
Rp Rp
20 Poliklinik Obgyn Unit (TT) 2
525,000,000 1,050,000,000
Rp Rp
21 Poliklinik THT Unit 1
75,000,000 75,000,000
Rp Rp
22 Poliklinik Internis Unit (TT) 1
75,000,000 75,000,000
Rp Rp
23 Poliklinik USG Unit 1
1,200,000,000 1,200,000,000
Rp Rp
24 Poliklinik Bayi Tabung Unit 1
2,300,000,000 2,300,000,000
Rp Rp
25 Nurse Station R. Rawat Inap Unit 4
90,000,000 360,000,000
Nurse Station R. Rp Rp
26 Unit 1
Tindakan/ICU/Operasi 100,000,000 100,000,000
Rp Rp
27 R. Radiologi Unit 1
1,600,000,000 1,600,000,000
Rp Rp
28 R. Laboratorium Unit 1
1,200,000,000 1,200,000,000
Rp Rp
29 R. Locker Unit 1
85,000,000 85,000,000
Rp Rp
30 R. Sterilisasi Alat Unit 2
40,000,000 80,000,000
Rp Rp
31 R. Fitness / Senam Unit 1
600,000,000 600,000,000
Rp Rp
32 Farmasi Unit 1
45,000,000 45,000,000
R. Pendaftaran Rawat Rp Rp
33 Unit 1
Jalan/Kasir 90,000,000 90,000,000
Rp Rp
34 Lobby/Bagian Informasi Unit 1
100,000,000 100,000,000

100 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Rp Rp
35 R. Dokter Unit 1
100,000,000 100,000,000
Rp Rp
36 R. Tunggu Rawat Jalan Unit 1
145,000,000 145,000,000
Rp Rp
37 Kasir / Bagian Admission Unit 1
60,000,000 60,000,000
Laundry (CSSD-Central
Rp Rp
38 Sterilization and Supply Unit 1
1,250,000,000 1,250,000,000
Dept)
Rp Rp
39 Dapur Unit 1
800,000,000 800,000,000
Rp Rp
40 R. Linen Unit 1
250,000,000 250,000,000
TOTAL Rp
21,294,000,000

Untuk lebih mudahnya, rekapitulasi hasil perhitungan biaya investasi pada


Proyek RSIA Healthy ini dapat dilihat pada Tabel 6.5 sebagai berikut :

Tabel 6.5 Rekapitulasi Biaya Investasi

N Satu
o. Item Pekerjaan an Harga Satuan Total Harga
Rp Rp
1 Biaya Pembelian Lahan m2 4,000,000.00 15,000,000,000.00
2 Biaya Konstruksi Bangunan
Rp Rp
m2 4,150,000.00 23,455,800,000.00
- Biaya Konstruksi
Rp
Bangunan
LS 1,560,000,000.00
-Biaya Konsultasi
Rp
-Sub-Total 25,015,800,000.00
Biaya Sistem Informasi
3 (HIS)

101 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Rp Rp
ls 105,600,000.00 105,600,000.00
Rp Rp
-Software ls 400,000,000.00 400,000,000.00
Rp Rp
-Hardware
ls 350,000,000.00 350,000,000.00
-Network
Rp
-Sub-Total 855,600,000.00
Rp Rp
4 Mobil Ambulance unit 600,000,000.00 1,200,000,000.00
5 Investasi Alat LS
Rp
Sub-Total 21,294,000,000.00
Biaya Pelelangan
Rp
6 LS 75,000,000.00
Rp
TOTAL 63,440,400,000.00

Investasi pada Proyek RSIA Healthy

Dari total investasi sebesar Rp 63,440,400,000.00 tersebut, besarnya dana


ditanggung oleh dua pihak yaitu :

 equity investor dalam hal ini merangkap sebagai owner


 lender,
Struktur pemodalan dalam proyek RSIA Healthy dapat dilihat sebagai berikut :

Struktur Pendanaan
Equity 30% Rp 19,032,120,000.00
Pinjaman Bank 70% Rp 44,408,280,000.00

102 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

VI.3PERKIRAAN PENDAPATAN DAN BIAYA OPERASIONAL

• Pendapatan Proyek RSIA Healthy

Pendapatan Rawat Inap

Tabel 6.6 Pendapatan Rawat Inap

Rata2 jml
No Jumlah Jml Hari /
Bisnis Item pasien / Tarif / hari Total Rev / Tahun
. TT Tahun
hari
RAWAT INAP
Rp Rp
1 R. Rawat Inap Ibu (VVIP) 4 3 360 750,000.00 810,000,000.00
Rp Rp
2 R. Rawat Inap Anak (VVIP) 4 4 360 750,000.00 1,080,000,000.00
Rp Rp
3 R. Rawat Inap Ibu (VIP) 6 4 360 650,000.00 936,000,000.00
Rp Rp
4 R. Rawat Inap Anak (VIP) 6 5 360 650,000.00 1,170,000,000.00
R. Rawat Inap Ibu (Kelas Rp Rp
5 1) 16 13 360 375,000.00 1,755,000,000.00
6 R. Rawat Inap Anak (Kelas 16 13 360 Rp Rp

103 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

1) 375,000.00 1,755,000,000.00
R. Rawat Inap Ibu (Kelas Rp Rp
7 2) 6 5 360 225,000.00 405,000,000.00
R. Rawat Inap Anak (Kelas Rp Rp
8 2) 6 5 360 225,000.00 405,000,000.00
R. Rawat Inap Ibu (Kelas Rp Rp
9 3) 10 9 360 100,000.00 324,000,000.00
R. Rawat Inap Anak (Kelas Rp Rp
10 3) 10 8 360 100,000.00 288,000,000.00
Rp Rp
11 Perawatan ICU 6 4 360 1,500,000.00 2,160,000,000.00
Rp Rp
12 Perawatan NICU 6 3 360 1,750,000.00 1,890,000,000.00
Rp Rp
13 Perawatan Bayi Sehat 12 7 360 100,000.00 252,000,000.00
Rp Rp
14 Perawatan Bayi Sakit 12 5 360 250,000.00 450,000,000.00
Rp
SUB TOTAL 69 13,680,000,000.00

104 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Pendapatan Pelayanan Medis

Tabel 6.7 Pendapatan Pelayanan Medis

Konsesi Untuk
Rata2 jml Jml
No RS
Pelayanan Medis pasien / Hari / Tarif Konsultasi Total Rev / Tahun
. (per pasien) =
hari Tahun
30%
1 Poliklinik Anak
Rp Rp Rp
Pemeriksaan Anak 50 300 90,000.00 27,000.00 405,000,000.00
2 Poliklinik Gigi
Rp Rp
Pemeriksaan Gigi 16 300 Rp 110,000.00 33,000.00 158,400,000.00
3 Poliklinik Obgyn
Rp Rp
Pemeriksaan 15 300 Rp 100,000.00 30,000.00 135,000,000.00
Rp Rp
4 Poliklinik THT 12 300 Rp 110,000.00 33,000.00 118,800,000.00
Rp Rp
5 Poliklinik Internis 9 300 Rp 110,000.00 33,000.00 89,100,000.00
6 Poliklinik USG 102
Cetak 7 300 Rp Rp

105 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

50,000.00 105,000,000.00
Rp Rp
Tidak Dicetak 5 300 25,000.00 37,500,000.00
7 Poliklinik Bayi Tabung
Rp
Pembuatan Bayi Tabung 20 Rp 150,000,000.00 3,000,000,000.00
8 General Check Up
Rp
Paket 1 1 360 Rp 1,500,000.00 540,000,000.00
Rp
Paket 2 3 360 Rp 900,000.00 972,000,000.00
Rp
Non-Paket 4 360 Rp 150,000.00 216,000,000.00
Rp
9 Unit Gawat Darurat 8 365 Rp 150,000.00 438,000,000.00
Rp
10 Unit Bedah Sentral 5 365 Rp 4,500,000.00 8,212,500,000.00
11 Unit Kebidanan
Rp
Normal 3 365 Rp 3,000,000.00 3,285,000,000.00
Rp
Operasi (caesar) 2 365 Rp 6,000,000.00 4,380,000,000.00

106 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Rp
SUB TOTAL 22,092,300,000.00

107 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Pelayanan Penunjang Medis

Tabel 6.8 Pendapatan Penunjang Medis

Rata2
Jml
N PENUNJANG Satu jml
Hari / Rata2 Tarif Total Rev / Tahun
o MEDIS an pasien /
Tahun
hari
Laboratoriu Rp Rp
1 m Unit 22 300 125,000.00 825,000,000.00
Rp Rp
2 Radiologi Unit 12 300 110,000.00 396,000,000.00
3 Unit Farmasi
Rp Rp
Poliklinik Unit 100 300 80,000.00 2,400,000,000.00
Rp Rp
Rawat Inap Unit 70 360 80,000.00 2,016,000,000.00
4 Lain-lain
Senam Rp Rp
Hamil Paket 1100 250,000.00 275,000,000.00
Senam Rp Rp
Nifas Paket 700 250,000.00 175,000,000.00
Rp Rp
Pijat Bayi Paket 300 300,000.00 90,000,000.00
Senam Rp Rp
Yoga Paket 500 450,000.00 225,000,000.00
Rp
SUB TOTAL 6,402,000,000.00

Rekapitulasi Pendapatan RSIA Healty Per-tahun

Tabel 6.9 Pendapatan Pelayanan Medis

Tipe Pelayanan Total


Rp
Rawat Inap 13,680,000,000.00

108 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Rp
Pelayanan Medis 22,092,300,000.00
Rp
Penunjang Medis 6,402,000,000.00
Rp
Total 42,174,300,000.00

109 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

• Biaya Operasional

Perincian Biaya Operasional

Tabel 6.10 Perincian Biaya Operasional

BIAYA VARIABEL
Rp
1 Biaya Obat Unit/Farmasi 3,532,800,000.00
Rp
2 Biaya Jasa Medis & Insentif 2,345,000,000.00
Rp
3 Biaya Bahan & Alat Medis Unit 833,250,000.00
Rp
4 Biaya Makan Pasien 1,511,100,000.00
Rp
Sub Total 8,222,150,000.00
BIAYA TETAP
Satuan Vol. Harga Satuan Biaya / Tahun
Rp
1 Gaji Karyawan Tetap LS 1 13,780,000,000.00
Rp
2 Kesejahteraan Karyawan LS 1 5,512,000,000.00
Rp Rp
3 Listerik/Air / bulan 12 65,000,000.00 780,000,000.00
Rp Rp
4 Pos/Telekom / bulan 12 12,000,000.00 144,000,000.00
Rp Rp
5 Transportasi/Angkutan(SPD) / bulan 12 11,500,000.00 138,000,000.00
Rp Rp
6 Kebersihan / bulan 12 5,000,000.00 60,000,000.00
Rp Rp
7 Reparasi dan Perawatan / bulan 12 10,000,000.00 120,000,000.00
Rp Rp
8 Pemasaran & Promosi / bulan 12 6,000,000.00 72,000,000.00
Rp Rp
9 Administrasi dan Umum / bulan 12 9,000,000.00 108,000,000.00
Rp Rp
10 Tenaga Ahli & Diklat / bulan 12 21,000,000.00 252,000,000.00
Rp Rp
11 Kontrak Labour / bulan 12 20,000,000.00 240,000,000.00

110 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Rp Rp
12 Biaya Umum / bulan 12 7,500,000.00 90,000,000.00
Rp Rp
13 Premi Asuransi / bulan 12 26,433,500.00 317,202,000.00
Rp Rp
14 Subkontraktor Cleaning Service / bulan 12 15,000,000.00 180,000,000.00
Subkontraktor Keamanan & Rp Rp
15 Parkir / bulan 12 15,000,000.00 180,000,000.00
Rp
Sub Total 21,973,202,000.00
Rp
TOTAL 30,195,352,000.00

111 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Perincian Gaji Management dan Staff

Tabel 6.11 Rekapitulasi Biaya Operasional pada Proyek RSIA Healthy

MANAGEMENT AND STAFF COST


STAFF DGN Satua Jm Duras
No Rp/Orang/bln Total Biaya
FUNGSINYA n l i/ Thn
Rp Rp
1 Kepala Rumah Sakit bulan 1 13 15,000,000.00 195,000,000.00
Satuan Pengawas dan Rp Rp
2 Audit bulan 2 13 3,500,000.00 91,000,000.00
Rp Rp
3 Staff Ahli bulan 1 13 3,500,000.00 45,500,000.00
Sekretaris Perusahaan Rp Rp
4 dan Staff bulan 2 13 3,500,000.00 91,000,000.00
Bagian Sekretariat / Tata Rp Rp
5 Usaha bulan 2 13 2,500,000.00 65,000,000.00
Rp Rp
6 Ka. Departemen Medis bulan 1 13 12,000,000.00 156,000,000.00
Rp Rp
7 Staff Medis Fungsional bulan 30 13 2,500,000.00 975,000,000.00
Rp Rp
8 Bidang Pelayanan Medis bulan 15 13 4,500,000.00 877,500,000.00
Rp Rp
9 Bidang Penunjang Medis bulan 16 13 4,500,000.00 936,000,000.00
Ka. Departemen Rp Rp
10 Keperawatan bulan 1 13 12,000,000.00 156,000,000.00
Bidang Perawatan dan Rp Rp
11 Kebidanan bulan 24 13 4,500,000.00 1,404,000,000.00
Kelompok Perawat 12 Rp Rp
12 Fungsional bulan 0 13 3,500,000.00 5,460,000,000.00
Kepala Departemen Rp Rp
13 Keuangan & SI bulan 1 13 12,000,000.00 156,000,000.00
Staff Kadep Keuangan & Rp Rp
14 SI bulan 6 13 2,500,000.00 195,000,000.00
Rp Rp
15 Bidang Perbendaharaan bulan 3 13 3,500,000.00 136,500,000.00

112 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Bidang Akutansi dan Rp Rp


16 Keuangan bulan 2 13 3,500,000.00 91,000,000.00
Bidang Perencana dan Rp Rp
17 Lap Keuangan bulan 2 13 3,500,000.00 91,000,000.00
Rp Rp
18 Bidang Sistem Informasi bulan 4 13 3,500,000.00 182,000,000.00
Kepala Departemen Rp Rp
19 SDM & Umum bulan 1 13 12,000,000.00 156,000,000.00
Staff Departemen SDM Rp Rp
20 & Umum bulan 4 13 2,500,000.00 130,000,000.00
Rp Rp
21 Bidang SDM bulan 2 13 3,500,000.00 91,000,000.00
Bidang Procurement Rp Rp
22 dan Logistik bulan 2 13 3,500,000.00 91,000,000.00
Rp Rp
23 Bidang Farmasi bulan 4 13 3,500,000.00 182,000,000.00
Bidang Penunjang Rp Rp
24 Umum bulan 2 13 3,500,000.00 91,000,000.00
Bidang Pendidikan dan Rp Rp
25 Latihan bulan 1 13 3,500,000.00 45,500,000.00
Rp Rp
26 Bidang Humas bulan 2 13 3,500,000.00 91,000,000.00
Rp
SUB-TOTAL 12,181,000,000.00

113 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 6.11 Rekapitulasi Biaya Operasional pada Proyek RSIA Healthy


(lanjutan)

MANAGEMENT DGN Satua Jm Duras


No. Rp/Orang/bln Total Biaya
FUNGSINYA n l i/ Thn
Rp Rp
1 Komisaris bulan 3 13 12,000,000.00 468,000,000.00
Rp Rp
2 Direktur Utama bulan 1 13 21,000,000.00 273,000,000.00
Rp Rp
3 Direktur bulan 2 13 18,000,000.00 468,000,000.00
Rp Rp
4 Konsultan MIS/Finance bulan 1 13 15,000,000.00 195,000,000.00
Rp Rp
5 Konsultan Pemasaran bulan 1 13 15,000,000.00 195,000,000.00
Rp
SUB-TOTAL 1,599,000,000.00
Rp
TOTAL 13,780,000,000.00

VI.4PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN

114 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Proyeksi Keuangan Tahunan RSIA Healthy


120,000,000,000.00

100,000,000,000.00

80,000,000,000.00

60,000,000,000.00

40,000,000,000.00

20,000,000,000.00

-
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

tahun
Biaya Operasional Bunga Pinjaman
Pajak Pengembalian Pinjaman
Laba

Grafik 6.1 Proyeksi Keuangan Tahunan RSIA Healthy

Dari proyeksi keuangan tahunan pada Grafik 6.1 dapat diketahui bahwa
terjadi kenaikan arus uang pada setiap tahunnya. Termasuk pada peningkatan laba
dan biaya operasional. Untuk mengetahui arus kas Proyek pertahunnya dapat
dilihat pada Tabel 6.12 sebagai berikut :

115 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 6.12 Laporan Arus Keuangan (Cashflow) RSIA Healthy

Tahun 0 1 2 3 4
PENERIMAAN
21,032,120,000
Equity .00
44,408,280,000
Pinjaman .00
Penerimaan 42,174,300,000 44,283,015,000 46,497,165,750 48,822,024,037
Operasional .00 .00 .00 .50
65,440,400,000 42,174,300,000 44,283,015,000 46,497,165,750 48,822,024,037
Total Penerimaan .00 .00 .00 .00 .50
PENGELUARAN
(63,440,400,00
Biaya Investasi 0.00) - - - -
(30,195,352,00 (32,007,073,12 (33,927,497,50 (35,963,147,35
Biaya Operasional - 0.00) 0.00) 7.20) 7.63)
(63,440,400,00 (30,195,352,00 (32,007,073,12 (33,927,497,50 (35,963,147,35
Total Pengeluaran 0.00) 0.00) 0.00) 7.20) 7.63)

2,000,000,000. 11,978,948,000 12,275,941,880 12,569,668,242 12,858,876,679


EBITDA 00 .00 .00 .80 .87
Depresiasi dan - (3,172,020,000. (3,172,020,000. (3,172,020,000. (3,172,020,000.

116 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Amortisasi 00) 00) 00) 00)

2,000,000,000. 8,806,928,000. 9,103,921,880. 9,397,648,242. 9,686,856,679.


EBIT 00 00 00 80 87
(5,328,993,600. (4,812,734,284. (4,208,643,624. (3,507,588,725.
Bunga Pinjaman - 00) 80) 52) 74)

2,000,000,000. 3,477,934,400. 4,291,187,595. 5,189,004,618. 6,179,267,954.


EBT 00 00 20 28 12
(347,793,440.0 (429,118,759.5 (518,900,461.8 (617,926,795.4
Pajak - 0) 2) 3) 1)

2,000,000,000. 3,130,140,960. 3,862,068,835. 4,670,104,156. 5,561,341,158.


EAT 00 00 68 45 71

Penyesuaian
3,172,020,000. 3,172,020,000. 3,172,020,000. 3,172,020,000.
Penyesuaian Depresiasi - 00 00 00 00
(4,302,160,960. (5,034,088,835. (5,842,124,156. (6,733,361,158.
Pengembalian Pinjaman - 00) 68) 45) 71)

2,000,000,000. 2,000,000,000. 2,000,000,000. 2,000,000,000. 2,000,000,000.


SALDO AKHIR 00 00 00 00 00

117 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 6.12 Laporan Arus Keuangan (Cashflow) RSIA Healthy (Lanjutan)

Tahun 5 6 7 8 9
PENERIMAAN
Equity
Pinjaman
Penerimaan 51,263,125,239 53,826,281,501 56,517,595,576 59,343,475,355 62,310,649,122
Operasional .38 .34 .41 .23 .99
51,263,125,239 53,826,281,501 56,517,595,576 59,343,475,355 62,310,649,122
Total Penerimaan .38 .34 .41 .23 .99
PENGELUARAN
Biaya Investasi - - - - -
(38,120,936,19 (40,408,192,37 (42,832,683,91 (45,402,644,94 (48,126,803,64
Biaya Operasional 9.09) 1.04) 3.30) 8.10) 4.98)
(38,120,936,19 (40,408,192,37 (42,832,683,91 (45,402,644,94 (48,126,803,64
Total Pengeluaran 9.09) 1.04) 3.30) 8.10) 4.98)

13,142,189,040 13,418,089,130 13,684,911,663 13,940,830,407 14,183,845,478


EBITDA .29 .31 .11 .14 .01
Depresiasi dan (3,172,020,000. (3,172,020,000. (3,172,020,000. (3,172,020,000. (3,172,020,000.
Amortisasi 00) 00) 00) 00) 00)

118 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

9,970,169,040. 10,246,069,130 10,512,891,663 10,768,810,407 11,011,825,478


EBIT 29 .31 .11 .14 .01
(2,699,585,386. (1,773,719,952. (718,063,840.8
Bunga Pinjaman 70) 11) 7) - -

7,270,583,653. 8,472,349,178. 9,794,827,822. 10,768,810,407 11,011,825,478


EBT 59 20 25 .14 .01
(727,058,365.3 (847,234,917.8 (979,482,782.2 (1,076,881,040. (1,101,182,547.
Pajak 6) 2) 2) 71) 80)

6,543,525,288. 7,625,114,260. 8,815,345,040. 9,691,929,366. 9,910,642,930.


EAT 23 38 02 42 21

Penyesuaian
3,172,020,000. 3,172,020,000. 3,172,020,000. 3,172,020,000. 3,172,020,000.
Penyesuaian Depresiasi 00 00 00 00 00
(7,715,545,288. (8,797,134,260. (5,983,865,340.
Pengembalian Pinjaman 23) 38) 55) - -

2,000,000,000. 2,000,000,000. 6,003,499,699. 12,863,949,366 13,082,662,930


SALDO AKHIR 00 00 47 .42 .21

119 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 6.12 Laporan Arus Keuangan (Cashflow) RSIA Healthy (Lanjutan)

Tahun 10 11 12 13 14
PENERIMAAN
Equity
Pinjaman
Penerimaan 65,426,181,579. 68,697,490,658. 72,132,365,191 75,738,983,450. 79,525,932,623
Operasional 14 10 .00 56 .08
65,426,181,579. 68,697,490,658. 72,132,365,191 75,738,983,450. 79,525,932,623
Total Penerimaan 14 10 .00 56 .08
PENGELUARAN
Biaya Investasi - - - - -
(51,014,411,863. (54,075,276,575 (57,319,793,17 (60,758,980,760. (64,404,519,60
Biaya Operasional 68) .50) 0.03) 23) 5.85)
(51,014,411,863. (54,075,276,575 (57,319,793,17 (60,758,980,760. (64,404,519,60
Total Pengeluaran 68) .50) 0.03) 23) 5.85)

14,411,769,715. 14,622,214,082. 14,812,572,020 14,980,002,690. 15,121,413,017


EBITDA 46 60 .97 32 .24
Depresiasi dan (3,172,020,000.0 (3,172,020,000. (3,172,020,000. (3,172,020,000.0 (3,172,020,000.
Amortisasi 0) 00) 00) 0) 00)

11,239,749,715. 11,450,194,082. 11,640,552,020 11,807,982,690. 11,949,393,017


EBIT 46 60 .97 32 .24

120 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Bunga Pinjaman - - - - -

11,239,749,715. 11,450,194,082. 11,640,552,020 11,807,982,690. 11,949,393,017


EBT 46 60 .97 32 .24
(1,123,974,971.5 (1,145,019,408. (1,164,055,202. (1,180,798,269.0 (1,194,939,301.
Pajak 5) 26) 10) 3) 72)

10,115,774,743. 10,305,174,674. 10,476,496,818 10,627,184,421. 10,754,453,715


EAT 92 34 .88 29 .51

Penyesuaian
3,172,020,000.0 3,172,020,000.0 3,172,020,000. 3,172,020,000.0 3,172,020,000.
Penyesuaian Depresiasi 0 0 00 0 00
Pengembalian Pinjaman - - - - -

13,287,794,743. 13,477,194,674. 13,648,516,818 13,799,204,421. 13,926,473,715


SALDO AKHIR 92 34 .88 29 .51

121 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Tabel 6.12 Laporan Arus Keuangan (Cashflow) RSIA Healthy (Lanjutan)

Tahun 15 16 17 18 19 20
PENERIMAAN
Equity
Pinjaman
Penerimaan 83,502,229,254.2 87,677,340,716.9 92,061,207,752.8 96,664,268,140.4 101,497,481,547. 106,572,355,624.
Operasional 4 5 0 4 46 83
83,502,229,254.2 87,677,340,716.9 92,061,207,752.8 96,664,268,140.4 101,497,481,547. 106,572,355,624.
Total Penerimaan 4 5 0 4 46 83
PENGELUARAN
Biaya Investasi - - - - - -
(68,268,790,782. (72,364,918,229. (76,706,813,322. (81,309,222,122. (86,187,775,449. (91,359,041,976.
Biaya Operasional 20) 13) 88) 25) 58) 56)
(68,268,790,782. (72,364,918,229. (76,706,813,322. (81,309,222,122. (86,187,775,449. (91,359,041,976.
Total Pengeluaran 20) 13) 88) 25) 58) 56)

15,233,438,472.0 15,312,422,487.8 15,354,394,429.9 15,355,046,018.1 15,309,706,097.8 15,213,313,648.2


EBITDA 4 2 2 9 7 7
Depresiasi dan (3,172,020,000.0 (3,172,020,000.0 (3,172,020,000.0 (3,172,020,000.0 (3,172,020,000.0 (3,172,020,000.0
Amortisasi 0) 0) 0) 0) 0) 0)

12,061,418,472.0 12,140,402,487.8 12,182,374,429.9 12,183,026,018.1 12,137,686,097.8 12,041,293,648.2


EBIT 4 2 2 9 7 7

122 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Bunga Pinjaman - - - - - -

12,061,418,472.0 12,140,402,487.8 12,182,374,429.9 12,183,026,018.1 12,137,686,097.8 12,041,293,648.2


EBT 4 2 2 9 7 7
(1,206,141,847.2 (1,214,040,248.7 (1,218,237,442.9 (1,218,302,601.8 (1,213,768,609.7 (1,204,129,364.8
Pajak 0) 8) 9) 2) 9) 3)

10,855,276,624.8 10,926,362,239.0 10,964,136,986.9 10,964,723,416.3 10,923,917,488.0 10,837,164,283.4


EAT 4 4 3 7 9 4

Penyesuaian
Penyesuaian
Depresiasi 3,172,020,000.00 3,172,020,000.00 3,172,020,000.00 3,172,020,000.00 3,172,020,000.00 3,172,020,000.00
Pengembalian
Pinjaman - - - - - -

14,027,296,624.8 14,098,382,239.0 14,136,156,986.9 14,136,743,416.3 14,095,937,488.0 14,009,184,283.4


SALDO AKHIR 4 4 3 7 9 4

123 Kelompok 3
Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

VI.5PENILAIAN INVESTASI
Dari perkiraan laporan keuangan pada sub-bab sebelumnya, maka akan
dilakukan penilaian investasi dengan menggunakan metode yang cukup populer di
bidang keuangan, yaitu :

• Net Present Value


• Payback Period
• Interest Rate of Return
• Sensitivity Analysis

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel 6.12 berikut :

Tabel 6.13 Rekapitulasi Hasil Penilaian Investasi Proyek RSIA Healthy

IRR 14.98%
44,313,118,54
NPV 9.29
Payback Period 8 tahun

IRR Investor per Tahun


30%
20%
Persentase IRR

10%
0%
-10%
10

12

14

16

18

20
0

-20%
-30%
-40%
Tahun SBI (8%) IRR Tahunan

Grafik 6.2 IRR Investor per Tahun

Kelompok 3
124 Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

IRR Proyek Per Tahun


20%
14.98%
15%
10%
Persentase IRR

5%
0%
-5% 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
-10%
-15%
-20%
-25%
-30%
Tahun SBI (8%) IRR Tahunan

Grafik 6.3 IRR proyek per Tahun

Sensitivity Analysis

Sensitivity analysis merupakan sebuah sarana untuk menganalisa simulasi


cashflow apabila terjadi perubahan-perubahan pada asumsi yang telah dibuat di
awal. Tujuannya adalah untuk dapat mempersiapkan tindakan-tindakan yang sesuai
dengan perubahan yang diramalkan akan terjadi pada kondisi finansial.

Asumsi perubahan yang dianalisa adalah :

− Suku Bunga Pinjaman  10%, 15%, 18% (Current Value : 12 %)


− Kenaikan Penerimaan  4%, 6%, 7%, 8% (Current Value : 5 %)

Berdasarkan sensitivity analysis yang dilakukan, diketahui perubahan atas aspek


yang ditinjau (IRR, NPV dan Payback Period) adalah sebagai berikut.

Kelompok 3
125 Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Skenario Perubahan " Suku Bunga "

20.00%

15.00%
15.71% 14.98%
% IRR

13.73%
10.00% 12.19%
5.00%

0.00%
10% 12% 15% 18%
% Suku Bunga

Grafik 6.4 Skenario Perubahan Suku Bunga (terhadap IRR)

Skenario Perubahan " Suku Bunga "

6.00E+10
48,034,676,933.42
5.00E+10
37,478,832,274.04
4.00E+10 44,313,118,549.29
NPV

3.00E+10
2.00E+10 28,208,278,883.01

1.00E+10
0.00E+00
10% 12% 15% 18%
% Suku Bunga

Grafik 6.5 Skenario Perubahan Suku Bunga (terhadap NPV)

Kelompok 3
126 Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Skenario Perubahan " Suku Bunga "

10
8 9
8 8
6 7
4
2
d P
rio
b
e
k
c
y
a

0
10% 12% 15% 18%
% Suku Bunga

Grafik 6.6 Skenario Perubahan Suku Bunga (terhadap Payback Period)

Skenario Perubahan " Kenaikan Penerimaan "

30.00%
25.00%
22.48% 25.31%
20.00%
19.19%
15.00%
14.98%
10.00%
8.16%
IRP

5.00%
n
h
b
ru
ae

0.00%
4% 5% 6% 7% 8%
% Perubahan Penerimaan

Grafik 6.7 Skenario Perubahan Kenaikan Penerimaan (terhadap IRR)

Kelompok 3
127 Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

Skenario Perubahan " Kenaikan Penerimaan "

2.5E+11

2E+11 204,561,026,750.65
Nilai NPV

1.5E+11 145,376,064,798.96

1E+11 92,312,449,269.02

5E+10 44,313,118,549.29

0 638,375,451.46

4% 5% 6% 7% 8%
% Perubahan Penerimaan

Grafik 6.8 Skenario Perubahan Kenaikan Penerimaan (terhadap NPV)

Skenario Perubahan " Kenaikan Penerimaan "

10
8
Payback Period

9
6 8
7
6 6
4
2
0
4% 5% 6% 7% 8%
% Perubahan Penerimaan

Grafik 6.9 Skenario Perubahan Kenaikan Penerimaan (terhadap Payback Period)

Dari hasil analisa tersebut diketahui bahwa skema pendanaan seperti yang telah
dilakukan diatas tetap mampu mempertahankan kelayakannya terhadap perubahan
persentase kenaikan penerimaan dan suku bunga pinjaman.

Kelompok 3
128 Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

VI.6REKOMENDASI
Berdasarkan analisis pada aspek ekonomi dan keuangan, ditinjau dari
perkiraan modal kerja, perkiraan biaya investasi, proyeksi laporan keuangan dan
penilaian atas investasi, maka Proyek RSIA Healthy ini dapat dikatakan layak.

KESIMPULAN

VII.1 HASIL ANALISIS ASPEK KELAYAKAN

Berdasarkan uraian dan analisa studi kelayakan yang telah dijabarkan pada
bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :

1. Segi Pasar, diketahui pasar yang begitu besar terhadap kebutuhan kesehatan
ibu dan anak baru dikelola bahwa oleh sebagian kecil RS yang bergerak khusus
melayani kebutuhan ibu dan anak. Sehingga peluang untuk RSIA Healthy ini
mampu menjalankan usaha kesehatannya dengan baik masih begitu besar.
2. Segi Perekonomian, pembukaan RSIA Healthy ini dapat membantu
meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak. Dan
apabila tingkat kesehatan ibu dan anak meningkat, maka akan meningkatkan
kemampuan serta daya saing bangsa secara keseluruhan.
3. Segi hukum, RSIA Healthy memiliki dasar hukum yang kuat dan diakui sebagai
Perseroan Terbatas dan telah memenuhi seluruh prosedur perijinan pendirian
dan penyelenggaraan Rumah Sakit.

Kelompok 3
129 Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

4. Segi produk, RSIA Healthy menyediakan fasilitas kesehatan secara


menyeluruh kepada pasiennya terutama ibu dan anak. Terdiri dari tiga produk
utama yaitu rawat inap, pelayanan medis (poliklinik) dan penunjang medis.
Untuk pelayanan medical check-up dan poliklinik RSIA Healthy membuka diri
terhadap pasien diluar target pasar utama.
5. Segi teknologi, RSIA Healthy menggunakan alat-alat medis dengan teknologi
terkini yang menghasilkan perawatan kesehatan dengan kualitas tinggi. Selain
mesin peralatan medis, RSIA Healthy juga menggunakan Hospital Management
System dimana tingkat kenyamanan dan kemudahan perawatan kepada pasien
sangatlah tinggi.
6. Segi lokasi, lokasi tempat RSIA Healthy ini berdiri merupakan lokasi yang
sangat strategis. Terletak di salah satu sisi jalan arteri yang merupakan jalur
utama di Jakarta Selatan, dekat dengan daerah perumahan dan kawasan
perkantoran.
7. Segi manajemen SDM, memperkerjakan tenaga medis yang ahli dibidangnya
dengan gaji yang ditawarkan telah disesuaikan dengan latar belakang,
pengalaman dan budget perusahaan.
8. Segi penawaran, tingkat permintaan masih lebih tinggi dibandingkan dengan
tingkat penawaran yang ada, terutama di Jakarta Selatan.
9. Segi promosi dan service yang ditawarkan. RSIA Healthy menawarkan
pelayanan kesehatan yang memuaskan dengan harga yang relatif terjangkau,
desain interior yang membuat pasiennya tidak merasa berada di rumah sakit
membuat tingkat kenyamanan semakin tinggi.
10. Segi keuangan, biaya-biaya, kewajiban dan harta yang digunakan sebanding
dengan modal yang ada. Modal yang digunakan adalah modal sendiri (30%) dan
modal pinjaman (70%).
11. Segi penilaian investasi, berdasarkan parameter penilaian investasi, RSIA
Healthy memiliki tingkat pengembalian investasi yang cukup menguntungkan
dan relatif aman dari analisa sensitivitas.

VII.2 PENUTUP

Feasibility study adalah untuk menentukan kelayakan suatu proyek, dalam hal
ini untuk mengetahui tingkat kelayakan pembangunan Rumah Sakit Ibu Dan Anak di
daerah Pejaten. Dalam prosesnya terdapat beberapa aspek yang dinilai diantaranya

Kelompok 3
130 Adecya – Indah – M. Arif - Sondy
Feasibility Study Proyek RSIA Healthy

aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen dan
organisasi, aspek hukum dan legalitas serta aspek ekonomi dan keuangan.

Dari analisis pada masing-masing aspek kemudian diketahui bahwa RSIA


Healthy memenuhi syarat kelayakan.

Kelompok 3
131 Adecya – Indah – M. Arif - Sondy