Anda di halaman 1dari 5

TUGAS AUDIT KEUANGAN SEKTOR PEMERINTAH

Perbedaan Pemeriksaaan Keuangan Sektor Pemerintah dan Pemeriksaan Keuangan Sektor Komersial

DiSUSUN OLEH: SANI NOVI NUGRAHENI 3-B AKUNTANSI / 32 093060016420

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA MARET, 2012

Perbedaan Pemeriksaaan Keuangan Sektor Pemerintah dan Pemeriksaan Keuangan Sektor Komersial

Pemeriksaan adalah proses menyerap informasi, mengolah data, dan merespon data yang dilakukan oleh orang yang dapat dipercaya untuk selanjutnya disampaikan kepada pihak yang berkepentingan untuk ditindaklanjuti. Menurut UU Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, pemeriksaan adalah proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi yang dilakukan secara independen, obyektif, dan profesional berdasarkan standar pemeriksaan untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, dan keandalan informasi mengenai pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Audit sektor pemerintah merupakan bagian dari audit sektor publik. Audit sektor publik atau bisa disebut juga audit keuangan negara, menurut I Gusti Agung Rai mengandung definisi Audit sektor publik adalah kegiatan yang ditujukan terhadap entitas yang menyediakan pelayanan dan penyediaan barang yang pembiayaannya berasal dari penerimaan pajak dan penerimaan negara lainnya dengan tujuan untuk membandingkan antara kondisi yang ditemukan dengan kriteria yang ditetapkan. Pemeriksaan keuangan sektor pemerintah dilakukan kepada entitas yang menggunakan pendanaan dari pajak (dari masyarakat) dan penerimaan negara lainnya untuk mendanai kegiatan operasinya (pelayanan dan penyediaan barang). Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui tanggung jawab entitas atas

pengelolaan dana masyarakat. Lain halnya pada sektor komersial, kegiatan operasionalnya didanai dari utang dan modal dari para pemegang saham. Oleh karena itu, pemeriksaan

ditujukan untuk mengetahui apakah sumber daya yang didapat dari para investor dan/atau kreditor itu telah digunakan sesuai dengan tujuan perusahaan. Dalam hal proses dan teknik audit, antara audit komersial dan audit sektor pemerintah tidak banyak perbedaan. Keduanya mempunyai teknik dan proses yang samar pemerintah dan sektor komersial juga sama. Keduanya sama-sama menghasilkan opini dengan peringkat wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, tidak wajar, atau menolak memberikan pendapat. Akan tetapi, karakteristik sektor pemerintah berbeda dengan sektor komersial. Akuntansi sektor publik, termasuk juga sektor pemerintah sangat kaku karena banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan peraturan perundangan yang wajib ditaati. Oleh karena itu, ada beberapa perbedaan antara audit keuangan sektor pemerintah dan sektor komersial. Terdapat perbedaan dari sisi pelaksana audit. Audit sektor komersial dilakukan oleh KAP (Kantor Akuntan Publik), sedangkan audit sektor pemerintah dilakukan oleh lembaga audit pemerintah (BPK-RI). Pemeriksa juga bisa dilakukan oleh KAP atau pihak lain yang melakukan pemeriksaan keuangan untuk dan atas nama BPK-RI. Hal ini sesuai dengan yang tertulis dalam UU No. 15 tahun 2006 tentang BPK yang menyatakan bahwa pemeriksa adalah orang yang melaksanakan tugas pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara untuk dan atas nama BPK .

Dalam menjalankan pemeriksaan keuangan komersial, KAP pastilah berhubungan dengan perusahaan swasta atau privat. Oleh sebab itu, yang menjadi objek pemeriksaan adalah laporan keuangan entitas atau perusahaan swata. Lain halnya dengan pemeriksaan keuangan sektor pemerintah. Objek pemeriksaannya adalah laporan keuangan pemerintah,

termasuk juga proses pengelolaan keuangan negara, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban. Auditor menggunakan suatu standar untuk memeriksa keuangan entitas, baik itu privat ataupun publik. Standar pemeriksaan adalah ukuran mutu berupa persyaratan minimum yang harus dipenuhi oleh auditor. Standar pemeriksaan keuangan komersial diatur dalam SPAP (Standar Profesional Akuntan Publik) yang dikeluarkan oleh IAI. Standar pemeriksaan keuangan Negara disusun oleh BPK (menurut UU No. 15 Tahun 2004). Standar pemeriksaan itu disebut dengan SPKN atau Standar Pemeriksaan Keuangan Negara. SPKN tidak hanya berlaku untuk pemeriksaan keuangan, tetapi juga untuk semua pemeriksaan terhadap entitas, program, kegiatan, serta fungsi yang berkaitan dengan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. SPAP dan SPKN sama-sama memuat tiga kelompok standar, yakni standar umum, standar pekerjaan lapangan, serta standar pelaporan. Isi dari keduanya pun hampir sama. Pemeriksaan bertujuan untuk membandingkan kondisi yang sebenarnya dengan kriteria yang telah ditetapkan. Akuntan publik menggunakan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia yaitu PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) sebagai kriteria pemeriksaan keuangan sektor komersial. Akuntansi pemerintah kita berbeda dengan akuntansi komersial. Ada panduan khusus untuk melaksanakan akuntansi pemerintah karena teknik akuntansinya berbeda dengan akuntansi sektor komersial. Salah satu yang menjadi alasan perbedaan itu adalah tujuan entitas. Entitas privat berorientasi untuk mencari keuntungan, sedangkan pemerintah berorientasi nonprofit. Di Indonesia, penyusunan laporan keuangan menggunakan dasar SAP (Standar Akuntansi Pemerintah). Untuk saat ini, SAP yang terbaru diundangkan dalam PP Nomor 71 tahun 2010.

Perbedaan lain antara pemeriksaan keuangan pemerintah dan komersial adalah terletak pada kepatuhan terhadap undang-undang. Pada sektor komersial, peraturan perundangan tidak terlalu dominan dalam audit. Yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan sektor komersial adalah kesesuaian laporan keuangan entitas dengan Standar Akuntansi yang digunakan. Sebaliknya, peraturan perundangan dalam pemeriksaan keuangan sektor pemerintah harus dipatuhi secara penuh. Peraturan perundangan di sektor publik merupakan hal yang sangat dominan. Kegiatan operasi entitas diatur dengan undang-undang, pun demikian dengan pengelolaan keuangan negara. Alasannya karena pemerintah menggunakan sumber dana dari masyarakat dan hasilnya pun digunakan untuk pelayanan masyarakat. Paparan di atas merupakan beberapa perbedaan pemeriksaan keuangan pada sektor pemerintah dan sektor komersial. Perbedaan pemeriksaan itu ada karena memang terdapat perbedaan karakteristik antara akuntansi pemerintah dan komersial. Untuk selebihnya, menyangkut proses dan teknik audit, keduanya tidak banyak memiliki perbedaan.