Anda di halaman 1dari 3

Nama : Luciama Ayu Lestari NPM : 1006672655

Aqidah (Pengertian dan Hakikat, Pemahaman Komperhensif, dan Perkembangan Ilmu Kalam)

Pengertian aqidah secara etimologi yakni, kata "aqidah" diambil dari kata dasar "al-aqdu" yaitu ar-rabth(ikatan), al-Ibraam (pengesahan), al-ihkam(penguatan), at-

tawatstsuq(menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah(pengikatan dengan kuat), attamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti alyaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan). "Al-Aqdu" (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: " Aqadahu" "Ya'qiduhu" (mengikatnya), " Aqdan" (ikatan sumpah), dan " Uqdatun Nikah" (ikatan menikah). Allah Ta'ala berfirman, "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja ..." (Al-Maa-idah : 89). Pengertian aqidah secara terminology yaitu perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidka tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan. Dengan kata lain, keimanan yang pasti tidak terkandung suatu keraguan apapun pada orang yang menyakininya. Dan harus sesuai dengan kenyataannya; yang tidak menerima keraguan atau prasangka. Jika hal tersebut tidak sampai pada singkat keyakinan yang kokoh, maka tidak dinamakan aqidah. Dinamakan aqidah, karena orang itu mengikat hatinya diatas hal tersebut. Aqidah Islam komprehensif (menyeluruh) Karena aqidah mampu menjawab seluruh pertanyaan manusia tentang alam semesta, manusia, kehidupan, dan menetapkan bahwa semuanya itu adalah makhluk. Makhluk cipataan Tuhan, yaitu Allah s.w.t yang diberikan akal

dan pikiran untuk melakukan perbuatan di dunia yang berorientasi pada ibadah kepada- Nya. Aqidah juga mengajarkan tentang pelajaran-pelajaran kepada manusia tentang hubungan antara sesame makhluk cipataan-Nya, dan membantu manusia dalam menggapai keridhoan Allah dunia akhirat. Ilmu kalam jika dilihat secara etimologis terdiri dari dua perkataan : Pertama, arti ilmu itu sendiri yaitu pengetahuan dan kedua, adalah kalam artinya perkataan atau juga percakapan. Ilmu ini biasa digunakan sebagai nama dari ilmu yang membahas aqidah-aqidah dalam Islam. Ilmu kalam memilki beberapa fungsi diantaranya adalah: Untuk meonolak aqidah yang sesat, dan memperkuat, membela, dan memperjelas aqidah Islam. Dalam perkembangannya ilmu kalam merupakan hasil dari ijtihad para ahli bidang tersebut untuk mempertahankan aqidah dengan menggunakan akal dan pikiran manusia. Pada perkembangan ilmu kalam cenderung memiliki pendapat yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya sehingga menimbulkan beberapa aliran, antara lain: 1. Khawarij, berasal dari kata Kharaja-yakhruju yang berarti keluar, yakni mereka yang keluar dan memisahkan diri dari pasuka Ali Bin Abi Thalib pada perang Shifin. 2. Murjiah, berasal dari kalimat arjaa-yurjiu yang berarti mengharap, menyerahkan, dan menangguhkan. Jadi aliran ini mengharapkan

pengampunan dari Allah atas segala dosa yang dikerjakan manusia, menangguhakan dan menyerahkan dosa itu pada ketentuan Allah di akhirat. 3. Syiah, bersala dari kata syiah Ali atau pengikut Ali yang berkeyakinan bahwa kepemimpinan umat Islamharus berada di tangan Ahl al-bait, yaitu keturunan Nabi melalui Fatimah az-Zahra dan Ali Bin Abi Thalib yang melahirkan keturunan Hasan dan Husein. 4. Jabariah, berasal dari kata jabar yang artinya terpaksa. Aliran ini berpendapat bahwa manusia tidak memiliki kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya.

5. Qadariah, berasal dari kata qudrah yang berarti kekeuatan untuk melaksanakan kehendaknya. Aliran ini berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan dan kemampuan sendiri untuk mewujudkan perbuatannya. 6. Mutazilah, diambil dari kata Itazilah yang berarti memisahkan diri. Aliran ini mengajarkan ilmu kalam yang bersifat rasional dengan menggunakan filsafat dalam menjelaskan keyakinan agama. 7. Al- asyariyah, faham ini berpegang teguh dengan al-quran, hadits, dan tradisi para sahabat dengan menggunakan akal pikiran dalam menguraikan ajaran agama. Dengan demikian dapat disimpukan bahwa aqidah sangat berperan dalam kehidupan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Manusia akan menggunakan akal dan pikiran dalam melakukan setiap perbuatan yang diperbuat, bisa membedakan aman perbuatan yang pantas diperbuat dan mana perbuatan yang tidak lazim bahkan haram untuk dilakukan. Penggunaan dan pemahaman tentang ilmu kalam juga berhubungan dengan aqidah dan akhlak seseorang karena tujuan atau fungsi dari ilmu kalam tersebut antara lain adalah untuk menolak aqidah yang buruk. Berarti ilmu kalam membantu kita dalam menyaring aqidah yang kita terima dari berbagai sumber.

Referensi; Mubarak, Z. (2010). Menjadi Cendikiawan Muslim: Kuliah Islam di Perguruan Tinggi. Jakarta: Yayasan ukhuwah Insaniah. Abdullah. (2010). Definisi Aqidah. http://lesehan-muslim.forumotion.com. 22 Maret 2011, pk. 09.00 wib. Makruf, D.A., (2010). Sistem Aqidah Islam. http://dighaalraizha.blogspot.com. 22 Maret 2011, pk. 09.00 wib. Sejathie. (2011). Ilmu Kalam dan Aqidah. http://id.shvoong.com. 22 Maret 2011, pk. 09.00 wib