Anda di halaman 1dari 3

PERCOBAAN IV ISOLASI DAN ANALISIS PIGMENT DARI TUMBUHAN I. Tujuan 1. Melakukan isolasi senyawa bahan alam 2.

Melakukan Thin Layer Chromatography 3. Mengoperasikan spektrometer UV-Vis 4. Melakukan kromatografi kolom II. Alat dan Bahan a. Alat 1. cawan porselen 2. mortal 3. timbangan 4. pipet pasteur 5. tabung reaksi b. Bahan 1. bunga sepatu 2. aseton 3. Na2SO4 anhidrat 4. n-heksana 5. alumina III. Cara Kerja Ekstraksi pigmen Timbang 3 g daun segar dan masukkan dalam cawan porselen. Tambahkan 10 mL aseton dan lumat daun dalam mortal sampai partikel halus. Saring ekstrak dengan pipet pasteur yang ujungnya diberi kapas dan diisi dengan Na2SO4 anhidrat. Pindahkan ekstrak aseton ke dalam tabung. 6. metanol 6. Spektrometer Uv-Vis 7. kuvet 8. gelas beker 9. Kertas saring 10. TLC 11. pensil 12. Pipa kapiler 13. Corong pisah 14. Corong pisah 15. Rotari evaporator

Penentuan konsentrasi pigmen Ukur absorbansi ekstrak aseton paa panjang gelombang 661,6 nm; 644,8 nm dan 470 nm. Gunakan kuvet yang berisi aseton sebagai larutan blanko. Ukur dan atur spektrometer pada posisi nol. Ukur absorbansi ekstrak aseton. Pemisahan dan penentuan pigmen dengan TLC Siapkan 10 mL n-heksana/aseton (7/3) dalam gelas beker 250 mL. Taruhlah kertas saring pada dinding gelas beker dan tutuplah gelas beker. Ambil plat TLC yang disediakan, buatlah garis tipis dengan menggunakan pensil pada 1,5 cm dan 1 cm dari masing-masing ujungnya. Teteskan ekstrak aseton pada garis yang berjarak 1,5 cm dari ujung dengan menggunakan pipa kapiler yang diruncingkan ujungnya. Masukkan plat TLC yang sudah ditetesi sampel kedalam gelas beker dengan posisi ujung dengan totolan sampel kebawah. Ulangi tetesan beberapa kali. Tutup gelas beker kembali. Biarkan fasa gerak TLC bergerak sepanjang plat. Hentikan pergerakan fase gerak jika sudah mencapai garis di ujung atas plat dengan cara mengambil plat dari gelas beker. Biarkan plat TLC mengering. Tandai noda atau garis pada plat TLC. Pemisahan pigman dengan kromatografi kolom Timbang 3 g daun segar dan masukkan dalam cawan porselen. Tambahkan 10 mL aseton dan lumat daun dalam mortal sampai partikel halus. Masukan campuran kedalam tabung sentrifuge kemudian sentrifuge. Ambil supernatan kedalam tabung reaksi. Tambahkan 6 mL n-heksana dan 6 mL akuades. Kocok dalam corong pisah. Ambil fasa organik. Saring fasa organik dengan pipet pasteur yang ujungnya diberi kapas dan diisi dengan Na2SO4 anhidrat. Cuci kolom dengan 3 mL n-heksana. Gabungkan cucian dengan hasil elusi sebelumnya. Uapkan semua pelarut dengan rotari evaporator. Larutkan residu dalam 1 mL n-heksana. Siapkan kolom dengan memasukkan 1,25 g alumina ke dalam pipet pasteur yang sudah diberi kapas ujungnya. Ketuk-ketuk pipet agar kolom tertata dengan baik. Isi kolom dengan 3 mL n-heksana secara pelan-pelan. Saat pelarut hampir rata dengan ujung atas pelarut masukkan 0,25 mL sampel pigmen. Ikuti dengan penambahan 4 mL n-heksana, tampung eluat dalam tabung-tabung reaksi dengan fraksi-fraksi tiap 1 mL. Elusi dengan 4 mL nheksana/aseton (70/30), tampung fraksi-fraksi lagi. Elusi kolom dengan 4 mL aeton,

tampung fraksi-fraksi lagi. Elusi kolom dengan 4 mL aseton/metanol (80/20), tampung fraksi-fraksi lagi. Uji masing-masing dengan TLC. IV. Hasil Percobaan