Anda di halaman 1dari 2

A. Biologi Rusa 1.

Klasifikasi Rusa Jawa (Cervus timorensis russa) diklasifilasikan oleh Schroder (Nugroho, 1992) sebagai berikut : Phyllum Sub phyllum Class Ordo Familia Genus Species Sub species : Vertebrata : Chordata : Mammalia : Artiodactyla : Cervidae : Cervus : Cervus timorensis (Blainville, 1822) : Cervus timorensis russa (Mul.&Schl., 1844)

2. Deskripsi Morfologi Jenis Cervus timorensis, menurut Dradjat (2002), memiliki bulu coklat dengan warna bagian bawah perut dan ekor berwarna putih. Hewan jantan relatif lebih besar dibandingkan dengan betinanya. Tinggi badannya antara 91-102 cm dengan berat badan 103-155 kg, lebih kecil bila dibandingkan dengan Sambar (Cervus unicolor). Rusa jantan mempunyai tanduk (ranggah) yang bercabang. Tanduk akan tumbuh pertama kali pada anak jantan umur 8 bulan. Setelah dewasa, ranggah menjadi sempurna yang ditandai dengan terdapatnya 3 ujung runcing. 3. Aktivitas Rusa memiliki aktivitas pergerakan dan penjelajahan yang terpengaruh oleh 2 aspek, yaitu rutinitas harian yang berkaitan dengan mencari makanan, air, dan tempat istirahat yang sesuai, dan aspek musiman yang berkaitan dengan iklim setempat (Trippensee, 1948). Pada suatu saat rusa dapat bergerak aktif dengan menempuh perjalanan yang sangat jauh, namun pada kondisi iklim yang buruk rusa akan bergerak sangat terbatas.

Jenis Cervus timorensis merupakan hewan yang dapat aktif di siang hari (diurnal) maupun di malam hari (nokturnal), tergantung pada kondisi lingkungannya. Dilaporkan oleh Garsetiasih (1996) bahwa aktivitas puncak Cervus timorensis di Taman Wisata Alam Pulau Menipo Nusa Tenggara Timur adalah pada pagi hari pukul 06.00-09.00 dan pada sore hari

pukul

16.00-18.00.

Aktivitas

tersebut

meliputi

istirahat,

makan,

dan

bergerak.

B. Habitat Rusa membutuhkan semak-semak untuk berlindung, pepohonan untuk berteduh, dan adanya persediaan air untuk mencukupi kebutuhan minum. C. Pakan Rusa termasuk hewan pemamah biak (ruminant) yang makanannya adalah daun-daunan (vagetable materials) dan berbagai macam buah-buahan yang dapat dimakan. Sebagaimana hewan pemamah biak lainnya, rusa makan rumput di padang rumput (grazing), makan daun-daunan semak di hutan (browsing), dan makan jamur yang tumbuh di bawah pohon. Rusa makan dari bagian tumbuhan mulai dari pucuk kemudian daun muda, daun tua, dan batang muda. Bagian-bagian tumbuhan yang dimakan antara lain pucuk, daun, kuncup, dan buah. Rusa yang hidup di alam akan mendapatkan air dari sumber air permukaan, seperti air sungai, danau, waduk, parit, atau mata air. Kemungkinan lain, mereka akan mendapatkan air dari embun atau memakan pakan yang mengandung banyak air. D. Prilaku kawin Untuk memperebutkan betina didahului dengan perkelahian diantara pejantan-pejatan. Bekas gosokan tanduk pada batang-batang pohon merupakan petunjuk bagi rusa betina akan adanya sang jantan. Sedangkan rusa betina sendiri mengeluarkan cairan dari celahcelah jarinya dengan mengandalkan penciumannya. Umumnya rusa timor bersifat poligamus yaitu satu penjantan akan mengawini beberapa betina. Rusa betina mempunyai anak setiap tahun dengan sekali musim rata-rata satu ekor anak.