Anda di halaman 1dari 2

Kalahkan Kebiasaan Menunda. Get Fast & Faster!

Saya salah satu orang yang suka sekali menunda. Entah kenapa, apapun alasannya, menunda itu menyenangkan (bagi saya). Tapi untuk kamu yang pengen mengalahkan sikap suka menunda (apapun alasanmu), kamu bisa coba cara berikut ini: 1. Pastikan kamu memang pengen melakukannya. 2. Simplify things jangan kebanyakan persiapan ini-itu, langsung mulai! 3. Jadikan hal tersebut hal pertama yang kamu lakukan hari ini, sebelum mulai membuka email atau apapun. 4. Bersihkan segala hal yang bisa mengganggu atau mengalihkan perhatianmu. Termasuk mematikan internet atau TV. 5. Langsung mulai. Tinggalkan rasa malas dengan langsung memulai. 6. Katakan pada diri sendiri kalau kamu hanya akan melakukannya selama sepuluh menit. 7. Letakkan hal yang paling malas kamu lakukan di paling atas daftar - kamu akan menunda melakukannya dengan mengerjakan hal lain dalam daftarmu. At least you get some things done. 8. Cari sesuatu dalam hal tersebut yang bisa membuat kamu semangat. 9. Lupakan kesempurnaan. Lakukan saja, dan perbaiki nanti. 10. Kalau kamu terus menunda, evaluasi apakah kamu memang ingin melakukannya atau tidak. Mungkin kamu memang tidak harus melakukannya.

Kalau tetap gagal, coba istirahat sebentar atau keluar dan nikmati suasana atau bahkan tidak usah melakukan apapun. Menurut Leo Babauta, hidup nggak melulu tentang produktivitas. Sometimes doing less can get you more.

Agar Gaji Bulanan tidak Jebol


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perlu cara yang bijak untuk mengelola finansial agar gaji yang Anda peroleh tiap bulan tidak jebol alias habis sebelum waktunya. Prita Hapsari Ghozie, MCom, CFP, Chief Financial Planner dari ZAP Finance, mengungkapkan beberapa hal yang perlu diketahui untuk mengelola keuangan: 1. Dibagi per pos Nah, selama ini, bagaimana Anda mengatur alokasi pos pengeluaran? Tugas pertama Anda adalah

mencatat paling tidak tiga bulan ke belakang untuk apa saja penghasilan yang diperoleh setiap bulan itu terpakai. Gunanya, agar Anda bisa mengetahui kemampuan, dan juga mengetahui pos-pos mana yang bocor. Secara umum, pengeluaran rumah tangga dapat dikategorikan menjadi pos pengeluaran hidup rutin, pos pengeluaran tabungan dan investasi, pos cicilan utang, dan pos pengeluaran gaya hidup. Karyawan baru pada umumnya banyak punya kemauan tetapi sadar kemampuan finansial ada batasnya, maka jalan satu-satunya adalah membuat anggaran atau rencana pengeluaran. Jadi, harus ditentukan, berapa uang yang dikeluarkan untuk masing-masing pos, ucap Prita. 2. Jangan dilanggar Bagaimana jika pos sehari-hari selalu besar pasak daripada tiang? Tentu tidak boleh mengambil dari pos lain, tabungan misalnya. Tujuan membuat anggaran itu adalah supaya pengeluaran terarah dan sesuai dengan rencana finansial kita. Kunci anggaran yang sukses adalah realistis dan disiplin. Salah satu caranya adalah membuat rekening-rekening terpisah untuk urusan belanja bulanan, bayar tagihan utilitas, rekening investasi, dan rekening khusus seperti My shopping account atau Spa for me. 3. Debit otomatis Karyawan juga harus punya instruksi debit otomatis ke masing-masing rekening. Namun, bisa juga, setiap tanggal gajian langsung sebarkan dananya menurut anggaran ke rekening-rekening tersebut. Jika tidak terbiasa dengan transaksi elektronik, gunakan metode amplop. Isilah amplop sesuai dengan anggaran bulan itu. Kalau sudah mulai tipis, padahal belum akhir bulan, ya terpaksa harus berhemat. Karyawan baru yang belum punya tanggungan, harusnya juga bisa menyisihkan minimal 20 persen dari gaji bulanan untuk investasi. Investasi yang disarankan tentu saja yang memberikan potensi keuntungan terbesar seperti reksadana saham atau saham, karena tujuannya untuk jangka panjang. 4. Buat prioritas Bagaimana bila ternyata pemasukan tidak sebesar rencana pengeluaran? Prita manawarkan langkah membuat prioritas dengan menggunakan metode ZAPFIN. Konsep ini merupakan cara yang sangat mudah untuk membuat prioritas dalam anggaran. Setiap pendapatan yang diterima, sebaiknya digunakan dengan pembagian Zakat, Assurance, Present Consumption, Future Spending dan Investment.