Anda di halaman 1dari 2

RINGKASAN Suci Fitri Ancat Pamungkas, 0210440074-44.

Analisis Strategi Bisnis Sayuran Organik (Studi Kasus Pada Golden Sound Farm Pujon, MalangJawa Timur). Dibawah Bimbingan Prof. Ir. Soekartawi, MS. Ph.D. dan Ir. Ratya Anindita, MS. Ph.D. Potensi sayuran organik cenderung akan terus membaik, seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat atas konsumsi sayuran yang bebas bahan-bahan kimia. Namun jika minat masyarakat yang sudah tinggi, kemudian belum didukung dengan sistem perdagangan dan strategi bisnis yang tepat akan menghambat pengembangan usaha sayuran organik itu sendiri. Golden Sound (GS) Farm merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan sayuran organik. Perusahaan dituntut untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi agar dapat beradaptasi sehingga mampu bertahan dan mengembangkan usahanya. Analisis lingkungan akan memberikan kesempatan kepada manajemen untuk meneliti faktor pada lingkungan yang menjadi kendala atau yang memberi peluang terhadap pelaksanaan strategi perusahaan. Strategi yang dijalankan perusahaan merupakan reaksi atas perubahan lingkungan yang terjadi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimanakah strategi bisnis yang tepat untuk diimplementasikan pada GS Farm, (2) Bagaimanakah posisi bisnis unit usaha sayuran organik pada GS Farm. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah : (1) Memformulasikan strategi bisnis sayuran organik GS Farm, (2) Mempelajari dan menganalisis daya tarik industri dan kekuatan bisnis untuk mengetahui posisi bisnis unit usaha sayuran organik pada GS Farm. Metode penelitian ini meliputi : (1) Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive), yaitu pada Golden Sound (GS) Farm Pujon, Malang-Jawa Timur, (2) Penentuan responden dilakukan dengan metode Accidental Sampling, yaitu bentuk sampling nonprobabilitas di mana anggota sampel yang dipilih diambil berdasarkan kemudahan mendapatkan data yang diperlukan, atau dilakukan seadanya, seperti mudah ditemui atau kebetulan ditemui (Hasan, 2002). Responden berjumlah 30, yang merupakan konsumen akhir produk sayuran organik GS Farm pada satu daerah pemasaran, dengan pertimbangan daerah tersebut merupakan pangsa pasar terbesar sayuran organik. (3) Analisis data meliputi enam bagian penting, yaitu analisis situasi pasar, analisis persaingan, analisis konsumen, analisis perusahaan, analisis daya tarik industri, dan analisis kekuatan usaha. Setelah keenam analisis tersebut dilakukan dilanjutkan dengan analisis SWOT, matriks internal eksternal, dan analisis portofolio General Electric (GE) untuk merumuskan strategi bisnis perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bisnis yang tepat bagi GS Farm adalah strategi stabilitas. Hal ini didasarkan pada hasil analisis Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), dan InternalEksternal (IE) matriks, dengan nilai total skor IFE = 3,12 dan EFE = 2,98. Strategi stabilitas berarti suatu alternatif strategi dimana perusahaan berjalan baik, lingkungan tidak terlalu rawan, dan produk atau jasa telah mencapai tahap pemantapan. Pada strategi stabilitas yang efektif, perusahaan akan memusatkan

sumber dayanya dimana mereka

telah mengembangkan atau dapat

mengembangkan dengan cepat keunggulan bersaing yang berarti dalam lingkup fungsi-produk-pasar yang paling sempit yang sesuai dengan sumber daya dan permintaan pasarnya. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari analisis kekuatan usaha dan daya tarik industri maka dapat diketahui posisi bisnis unit usaha dengan menggunakan General Electric Matrix (matriks daya tarik industri). GE matriks memperlihatkan bahwa posisi perusahaan dalam industri sayuran organik berada pada bisnis dengan posisi selektif/kelola untuk laba dengan kekuatan usaha sebesar 3,24 dan daya tarik industri sebesar 3,05. Saran yang dapat diberikan adalah (1) GS Farm diharapkan untuk menerapkan strategi stabilitas dengan cara mempertahankan tingkat pasar atau tingkat laba dan melakukan sedikit perubahan pada produk, pelayanan atau pasar, (2) GS Farm diharapkan untuk menerapkan implikasi strategi pada posisi selektif/kelola untuk laba dengan cara melakukan salah satu atau kombinasi dari strategi yang meliputi identifikasi pertumbuhan segmen, spesialisasi pada bidang penjualan sayuran organik, mengelola laba unit usaha, dan menanam modal secara selektif.

ii