Anda di halaman 1dari 7

BAB III PERAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN DALAM MENGENDALIKAN BIAYA

3.1

Informasi yang Diperoleh dari Akuntansi Pertanggungjawaban Manajemen dari berbagai jenjang organisasi suatu perusahaan memerlukan

informasi keuangan untuk mengambil keputusan mengenai perusahaan itu sendiri atau bagiannya. lnformasi keuangan ini merupakan masukan yang penting bagi para manajer dalam mengelola perusahaan atau bagiannya. Berbeda dengan pihak luar yang memerlukan informasi keuangan guna mengambil keputusan untuk menentukan hubungan mereka dengan suatu perusahaan,para manajer

memerlukan informasi keuangan sebagai dasar untuk mengambil keputusan mengenai perusahaan atau bagian yang dipimpin oleh manajer yang bersangkutan. Informasi keuangan yang dibutuhkan oleh para manajer tersebut diolah dan disajikan oleh tipe akuntansi. Perbedaan karakteristik keputusan yang dibuat oleh pihak luar dengan yang dibuat oleh para manajer berdampak terhadap karakteristik sistem pengolahan informasi akuntansi yang menghasilkan informasi keuangan tersebut. Informasi akuntansi pertanggungiawaban merupakan informasi biaya, pendapatan, dan aktiva yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggung

jawab terhadap pusat pertanggungjawaban tertentu. Dalam penyusunan anggaran, tiap manager dalam organisasi merencanakan biaya dan pendapatan yang menjadi tanggungjawabnya di bawah koordinasi manajemen puncak. Pelaksanaan anggaran tersebut memerlukan informasi akuntansi guna memantau sampai seberapa jauh tiap manajer tersebut melaksanakan rencananya. Informasi akuntansi pertanggungjawaban dengan demikian merupakan dasar untuk menganalisis prestasi manager dan sekaligus untuk memotivasi para manager dalam melaksanakan rencana mereka atas biaya yang akan terjadi yang dituangkan dalam anggaran.

3.1.1 Anggaran Anggaran adalah suatu rencana yang dinyatakan secara kuantitatif biasanya dalam satuan uang yang berjangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. Penyusunan anggaran pada dasarnya merupakan proses penetapan peran tiap manajer dalam melaksanakan program. Dalam proses penyusunan anggaran ditetapkan siapa yang bertanggung jawab untuk melaksanakan sebagian kegiatan untuk pencapaian tujuan perusahaan dan ditetapkan dana sumber ekonomi yang disediakan bagi pemegang tanggung jawab tersebut untuk memungkinkan melaksanakan tanggung jawabnya. Sumber ekonomi yang disediakan yang memungkinkan manager bertangggung jawab dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan tersebut diukur dengan satuan moneter standard yang berupa informasi akuntansi. Penyusunan anggaran dilakukan hanya jika tersedia informasi akuntansi pertanggungjawaban yang mengukur berbagai sumber

ekonomi yang disediakan bagi tiap manajer yang bertanggung jawab dalam usaha pencapaian tujuan yang ditetapkan dalam tahun anggaran.

3.1.2 Pengukuran Kinerja Manager Pusat Pertanggungjawaban Prestasi kerja atau yang biasa juga disebut kinerja adalah kontribusi yang dapat diberikan oleh suatu akuntansi pertanggungjawaban. Oleh karena itu pengukuran atas kontribusi yang dapat diberikan oleh suatu bagian bagi pencapaian tujuan perusahaan. Dalam mengevaluasi pengukuran kinerja manager pusat

pertanggungjawaban ada tiga kriteria yang digunakan yaitu efisiensi, efektivitas, dan ekonomis. Efisiensi adalah perbandingan, antara output yang dihasilkan dengan besarnya input yang digunakan. Sedangkan efektivitas adalah hubungan antara output suatu pusat pertanggungjawaban yang sasarannya harus dicapai. Efektivitas selalu berhubungan dengan tujuan organisasi sedang efisiensi tidak ekonomis dimaksudkan sebagai penggunaan sumber dana seminimal

mungkin.Suatu pusat pertanggungjawaban dalam melaksanakan operasinya harus memenuhi ketiga kriteria di atas. Dari uraian mengenai berbagai tipe pusat pertanggungjawaban tersebut di atas, manajer pusat pertanggungjawaban diukur prestasinya berdasarkan karakteristik masukan dan keluarannya. Biaya rnerupakan tolok ukur prestasi bagi manajer pusat biaya, sedangkan pendapatan merupakan tolok ukur prestasi bagi manajer pusat pendapatan. Dalam pusat investasi rasio laba dengan investasi utau residual income dipakai sebagai tolok ukur prestasi manajer pusat pertanggungiawaban tersebut. Perlu diingat bahwa manajer

pusatpertanggung jawaban tidak hanya diukur prestasinya dengan menggunakan tolok ukur keuangan saja, namun masih ada tolok ukur non keuangan yang digunakan untuk mengukur prestasi manajer pusat pertanggungjawaban. Metode pengukuran kinerja merupakan satu hal yang penting dalam proses perencanaandan pengawasan. Melalui pengukuran perusahaan dapat memilih strategi dan strukturkeuangannya dan menemukan phase out terhadap unit-unit bisnis yang tidak produktif. Selama ini belum dirasakan adanya suatu metode penilaian yang secara akurat dankomprehensif mampu memberikan penilaian secara wajar atas kondisi suatu perusahaan.Ditengah kekurangan alat ukur untuk menilai kinerja operasional, beberapa metode yang dapat dipergunakan antara lain: Analisa Rasio Balance Scorecard Economic Value Added (EVA) Benchmarking.

3.2 Biaya

Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Alat Pengendalian

Informasi akuntansi pertanggungjawaban berguna dalam pengendalian biaya karena menekankan pada hubungan antara informasi dengan manajer yang bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pelaksanaan biaya.

Pengendalian dapat dilakukan dengan memberikan tanggungjawab kepada masing-masing manajer untuk merencanakan pendapatan dan atau biaya, dan berusaha mengajukan informasi realisasi pendapatan dan biaya tersebut di bawah pengendaliannya. Dengan demikian anggaran harus disusun untuk setiap pusat

pertanggungjawaban, yang dibebani tanggung jawab atas pendapatan dan biaya. Di samping itu melalui realisasi dari setiappusat pertanggungjawaban

dibandingkan dengan anggarannya sehingga dapat ditentukan selisih (Variance) dan anggaran. Selanjutnya selisih ini dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai prestasi manager dari setiap pusat pertanggungjawaban. Dalam hal ini akuntansi pertanggungjawaban penting dalam proses perencanaan dan pengendalian kegiatan organisasi; karena dapat menekankan hubungan antara informasi dengan jasa yang bertanggung jawab terhadap perencanaan dan realisasinya. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara memberikan peran bagi manager untuk merencanakan pendapatan dan atau biaya yang menjadi tanggung jawab dan kemudian menyajikan informasi realisasi pendapatan dan biaya tersebut menurut manager yang bertanggung jawab. Dengan demikian informasi yang ada melalui akuntansi pertanggungjawaban dapat mencerminkan nilai yang dibuat oleh setiap manager dalam menggunakan berbagai sumber ekonomi untuk melaksanakan peran manager tersebut dalam mencapai tujuan perusahaan.

3.3

Kendala dan Solusi

3.3.1 Kendala Penggunaan Akuntansi Pertanggungjawaban sebagai Pengendali Biaya Akuntansi pertanggungjawaban dalam peranannya dalam mengendalikan biaya-biaya yang terjadi dalam suatu perusahaan memiliki beberapa kendala dalam penerapannya sebagai berikut : Kendala pada Pusat Laba

Dalam pembentukkan pusat laba setidaknya ada tiga kendala yang muncul : a. Kendala dalam pendelegasian wewenang Pendelegasian wewenang harus dilakukan dengan pertimbangan sinergi, apabila terlalu besar maka akan kehilangan sinergi. Sehingga pembentukan pusat laba masih mempertahankan kegiatan yang dilakukan secara terpusat. b. Kendala dari unit bisnis yang lain Karena adanya kegiatan antar unit bisnis yang saling berkaitan, maka campur tanga dari pusat masih diperlukan untuk menentukan:keputusan produk apa yang dibuat dan dijual setiap unit bisnis, keputusan pemasaran (kemana dan bagaimana penjualan produk setiap unit bisnis), dan keputusan sumber ( darimana sumberdaya yang diperlukan akan diperoleh) c. Kendala dari manajemen Puncak Keputusan yang berasal dari pertimbangan strategis Keputusan dari kesuaian yang diperlukan Keputusan yang berasal dari economic of centralization

Kendala pada Pusat Biaya Pada umumnya kendala yang timbul pada Pusat Investasi adalah berkaitan

dengan pengukuran dan tolok ukur prestasi pusat investasi. Pada umumnya tujuan manajer unit usaha adalah memperoleh laba yang

memuaskan dari investasi yang ditanamkan. Laba yang yang diperoleh, berasal dari modal yang ditanam untuk

memperoleh laba tersebut. Makin besar modal yang ditanam belum tentu makin besar pula labanya.

3.3.2 Solusi atas Kendala Meskipun penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai pengendali biaya memiliki beberapa kendala namun perencanaan yang matang dan pengelolaan yang tepat dapat meminimalisir kendala-kendala tersebut, seperti : Perencanaan kas yang baik Pembekalan karyawan Peningkatan persaingan tiap divisi Pemusatan pada rencana jangka panjang