Anda di halaman 1dari 19

Bab.

3 Ruang Lingkup Manajemen


Pertemuan Ketiga Oleh : Sitti Zubaidah Dacha, S.Pt, S.Ag, MM

MANAJER Siapa?
Manager = seorang yan bekerja dengan memanfaatkan bantuan orang lain dengan cara mengkoordinasikan kegiatan dan pekerjaan mereka guna mencapai sasaran dan tujan dari organisasi/ perusahaan. Secara Etimologi Management berasal dari kata latin yaitu manus yang artinya to control by hand atau gain result. Manajemen dapat didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpinan, dan pengontrolan untuk optimasi penggunaan sumber-sumber dan pelaksanaan tugastugas dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.---MENANGANI

Apa Perannya?
Interpersonal Roles melibatkan hubungan dengan pihak lain, baik tugas yg bersifat seremonial atau simbolis. 1. Figurehead: Symbolic head; obliged to perform a number of routine duties of a legal or social nature. 2. Leader: Responsible for the motivation of subordinates; responsible for staffing training, and associated duties. 3. Liaison: Maintain self-developed network of outside contacts and informers who provide favors and information.

Lanjutan :
Informational Roles menerima, mengumpulkan, dan menyebarkan informasi kepada seluruh anggota organisasi. 1. Monitor: Seeks and receives wide variety of internal and external information to develop thorough understanding of organizations and environment. 2. Disseminator: Transmits information received from outsiders or subordinates to members of the organization. 3. Spokesperson: Transmits information to outsiders on organization's plans, policies, results, etc.

Lanjutan
Decisional Roles membuat pilihan dalam pengambilan keputusan terhadap suatu permasalahan. 1. Entrepreneur: Searches opportunities and initiates improvement projects. 2. Disturbance-handler: Responsible for corrective action when organization faces important, unexpected disturbances. 3. Resource-Allocator: Responsible for the allocations of organizational resources of all kinds. 4. Negotiator: Responsible for presenting the organization at major negotiations.

Keahliannya?
Keterampilan konseptual (conceptional skill). Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill) Keterampilan teknis (technical skill)

Keterampilan Konseptual (conceptional skill)


Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga merupakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

Keterampilan Berhubungan dengan Orang Lain (humanity skill)


Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

Keterampilan Teknis (technical skill)


Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

Ricky W. Griffin , 2 Keterampilan Dasar yang Perlu Dimiliki Manajer,


Keterampilan manajemen waktu Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana.
Keterampilan Membuat Keputusan Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager).

Tingkatannya?

Tingkatan manajer

Manejemen Lini Pertama (first-line management)


dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).

Manajemen Tingkat Menengah (middle management)


Mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.

Manajemen Puncak (top management)


Dikenal pula dengan istilah executive officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).

Pembagian Ruang Lingkup Manajemen


Lingkungan Luar (Eksternal) Terdiri dari : a. Lingkungan Umum, meliputi ekonomi, politik, hukum, sosio kultural (budaya), teknologi, dimensi internasional (seperti globalisasi dan paham ekonomi), dan kondisi lingkungan alam. b. Lingkungan Khusus (Tugas), meliputi pemilik (stockholder), customer, klien, pemasok (supplier), pesaing, suplai tenaga kerja, badan pemerintah, lembaga keuangan, media, dan serikat pekerja.

Lanjutan
Lingkungan Dalam (Internal) Terdiri dari : 1. Manusia (specialized dan manajerial personal). 2. Finansial (sumber, alokasi, dan control dana). 3. Fisik (gedung, kantor, dll.) 4. Sistem dan Teknologi. 5. Sistem Nilai dan Budaya Organisasi.

Untuk mengukur dan menganalisis lingkungan ini digunakan analisis SWOT.

Etika Manajemen
Ada tiga kategori klasifikasi menurut Ricky W. Griffin: 1. Perilaku terhadap karyawan 2. Perilaku terhadap organisasi 3. Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya