Anda di halaman 1dari 9

1. Definisi dan tujuan tokskologi Tosikologi adalah study tentang efek toksik dan berbahaya bahan kimia.

Toksikologi juga berhubungan dengan gejala-gejala dan penanganan keracunan serta identifikasi racun(Stinger ) Konsep Dasar Farmakologi Panduan untuk mahasiswa Oleh Janet L. Stringer penerbit EGC Selain itu, toksikologi juga membahas penilaian kuantitatif tentang berat dan seringnya efek toksik ini menerpa makhluk hidup dan sistem biologik lainnya ( Frank,2010). Tujuan ilmu toksikologi ini sendiri adalah untuk meneliti lebih mendalam tentang efek toksikan dan mekanismenya untuk bisa menemukan penawar khusus dan upaya penanggulangan lainnya. Bersam dengan ilmu lan, toksikologi memberi sumbangan bagi pengembangan bahan kimia yang lebih aman untuk digunakan sebagai obat, zat tambahan makanan, pestisida, dan bahan kimia yang digunakan dalam industri. Bahkan efek toksik itu sendiri telah dimanfaatkan untuk mencari insektisida yang lebih efektif, anthelmintik, antimikroba, dan zat-zat yang digunakan dalam perang kimia(Frank,2010)

2. Cakupan Tosikologi tidak hanya menyangkut obat yang digunakan dalam terapi, tetapi juga menyangkut banyak zat kimiayang terdapat dalam lingkungan rumah tangga, masyarakat, industri, pertanian, dan lain-lain. Dalam lingkungan rumah tangga misalnya, tak jarang terjadi keracunan minyak tanha, racun tikus, zat pemutih pakaian, dan racun seranggga(Sjamsuir Munaf Kumpulan Kuliah
Farmakologi
Oleh Staf Pengajar Departemen Farmakologi FK UNSRI)

Toksikologi sangat luas cakupannya. Ia menangani penelitian toksisitas bahan-bahan kimia yang digunakan (1) di bidang kedokteran untuk tujuan diagnostik, pencegahan, dan terapeutik ( proses penyembuhan dengan penanganan medis ), ......................... Karena bidangnya yang luas, dan agar berbagai sasaran terpenuhi, toksikologi terbagi atas sejumlah subdisiplin. Menurut sjamsuir Munaf subdisiplin toksikologi ada 3 yaitu 1. Toksikologi deskriptif, yaitu melakukan uji-ui tosisitas untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi resiko yang ditimbulkan oleh bahan-bahan kimia terhadap manusia dan lingkungan. 2. Tosikologi mekanistik-berusaha menentukan bagaimana zat-zat kimia menimbulkan efek yang merugikan pada organisme hidup. Dalam ilmu ini dikembangkan berbagai jenis uji untuk mencari zat yang aman dan masukan tentang pengobatan yang rasional

3. Tosikologi regulatif-memberika penilaian tingkat bahaya suatu zat dan menentukan apakah suatu obat mempunyai resiko yang rendah untuk dapat digunakanuntuk tujua pengobatan tertentu. Di amerika sendiri terdapat 4 badan yang menangani masalah pengaturan di bidang toksikologi, yaitu :

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Perkembangan awal

Toksikologi umum, buku bahan ajar