Definisi Psikologi Menurut Para Ahli

:
S. Freud : Psikologi adalah ilmu tentang ketidaksadaran manusia.

Descartes dan Wundt (Davidoff, 1981), Psikologi adalah ilmu tentang kesadaran manusia. Branca (1964) & Sartain DKK (1967) : Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku (overt behavior & inner behavior). Woodworth & Marquis (1975) : Psikologi adalah ilmu tentang aktivitas-aktivitas individu (motorik, kognitif dan emosional). Morgan dkk (1984) : Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku manusia dan hewan. Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship. (Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya. Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism, with especial attention given to human behavior. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia). Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu: Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme. Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan. Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa. Richard Mayer (1981)

Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia..L. Di antara sarjana Yunani yang menggunakan pendekatan naturalistik adalah Thales (624548 SM) yang sering disebut sebagai Bapak Filsafat.W. .E.L. both of its phenomena.Loftus. Science.. Tokoh lainnya adalah Anaximander (611-546 SM) yang mengatakan bahwa segala sesuatu berasal dari sesuatu yang tidak tentu. Tokoh yang tak kalah pentingnya adalah Empedocles.C. Pada mulanya ahli-ahli filsafat dari zaman Yunani Kuno-lah yang mulai memikirkan gejalagejala kejiwaan. Cara pendekatan seperti itu disebut sebagai cara pendekatan yang naturalistik. both external observable action and internal thought”.ed) : “the scientific study of behavior.Weaver.1963 .Ch. Ia meyakini bahwa jiwa dan hal-hal supernatural lainnya tidak ada karena sesuatu yang ada harus dapat diterangkan dengan gejala alam (natural phenomenon).P. Saat itu belum ada pembuktian-pembuktian secara empiris atau ilmiah. and of their condition”. (dlm Harriman. Ia pun percaya bahwa segala sesuatu berasal dari air dan karena jiwa tidak mungkin dari air maka jiwa dianggapnya tidak ada. 5th. psikologi dianggap sebagai bagian dari filsafat atau ilmu faal. Sejarah Perkembangan Psikologi 1. Mereka mencoba menerangkan gejala-gejala kejiwaan melalui mitologi. Wortman. Psikologi Sebagai Bagian dari Filsafat dan Ilmu Faal Sebelum 1879.Handbook of Psychological Terms): “the science of mental life. sementara Anaximenes (abad 6 SM) mengatakan bahwa segala sesuatu berasal dari udara. James. ..(dlm Psychology.R. 1988. Stein.. Crooks. Hippocrates. dan Democritos.Behavior and Life) : “the scientific study of the behavior and mental processes of humans and other animals”.2004 (dlm Psychology.J..

api. otot. suatu teknik yang digunakan oleh psikolog atau psikoterapis untuk menggali persoalan-persoalan dalam diri pasien sehingga ia menyadari sendiri persoalan-persoalannya tanpa terlalu diarahkan oleh psikolog atau psikoterapisnya. fungsi rasio dan mental merupakan unsur dari api. Jiwa dan badan berasal dari unsur-unsur yang sama dan tunduk pada hukum-hukum yang sama (pandangan monoisme). cairan tubuh merupakan unsur dari air. Socrates berpandangan bahwa pada setiap manusia terpendam jawaban mengenai berbagai persoalan dalam dunia nyata. udara. Selain pandangan monoisme. sedangkan pendukung dari elemen-elemen atau fungsi hidup adalah udara. Berdasarkan pada pandangan Empedochles. Tokoh-tokoh terkenal yang menganut pandangan dualisme antara lain: Socrates (469-399 SM). jiwa tidak sama dengan badan. menyatakan bahwa dalam diri manusia terdapat empat cairan tubuh yang memiliki kesesuaian sifat dengan keempat elemen dasar tersebut. tumbuh pula pandangan dualisme. dan Aristoteles (384-322 SM). yaitu pandangan yang memisahkan jiwa dari badan. Oleh karena itu. dan usus yang merupakan unsur dari tanah. Manusia terdiri dari tulang. dan masing-masing tunduk pada peraturanperaturan atau hukum-hukum yang terpisah. Socrates menekankan pentingnya pengertian tentang “diri sendiri” bagi . Socrates mengembangkan metode tanya jawab untuk menggali jawaban-jawaban terpendam mengenai berbagai persoalan. dan air. perlu ada orang lain—semacam bidan—yang membantu melahirkan sang ‘Ide’ dari dalam kalbu manusia. Rogers tahun 1943 menjadi teknik dalam psikoterapi yang disebut “Non Directive Techniques”. Tokoh-tokoh Yunani kuno tersebut di atas pada dasarnya menganggap bahwa jiwa adalah satu dengan badan. Dengan metode tanya jawab yang disebut “Socratic Method” itu akan timbul pengertian yang disebut “Maieutics” (menarik keluar seperti yang dilakukan oleh bidan). Masalahnya adalah kebanyakan manusia tidak menyadarinya. Maieutics ini kemudian ditumbangkan oleh R. yaitu bumi/tanah.Empedocles (490-430 SM) mengatakan bahwa ada empat elemen besar dalam alam semesta. Plato (427-347 SM). Hipocrates (460-375 SM) yang dikenal sebagai Bapak Ilmu Kedokteran.

yang sesungguhnya merupakan buku tentang ilmu hewan komparatif dan biologi. mengatakan bahwa dunia kejiwaan berisi ide-ide yang berdiri sendiri terlepas dari pengalaman hidup sehari-hari. mereka dapat membedakan mana jiwa dan mana badan.setiap manusia sehingga menurutnya adalah kewajiban setiap orang untuk mengetahui dirinya sendiri terlebih dahulu kalau ia ingin mengerti tentang hal-hal di luar dirinya. Dengan demikian. Dalam buku itu ia mengatakan bahwa setiap benda di dunia ini mempunyai dorongan untuk tumbuh dan menjadi sesuatu sesuai dengan tujuan yang sudah .” Dalam perkembangan psikologi selanjutnya. prajurit. Wujud ini pada hakikatnya merupakan pernyataan atau ekspresi dari jiwa. Pada orang dewasa dan intelektual. Pandangan dan teori-teori Aristoteles tentang Psikologi dapat dilihat dalam bukunya yang terkenal De Anima. paham individual differences ini membawa para sarjana ke arah penemuan alat-alat pemeriksaan psikologi (psikotes). Aristoteles sering disebut sebagai Bapak Psikologi Empiris karena menurutnya segala sesuatu harus bertitik tolak dari realita.[2] Ia percaya bahwa tiap orang dilahirkan dengan kekhususan tersendiri. Matter-lah sumber utama pengatahuan. pada anak-anak jiwa masih bercampur dengan badan. Kalau Plato dianggap sebagai seorang rasionalis yang percaya bahwa segala sesuatu berasal dari ide-ide yang dihasilkan rasio maka Aristoteles (385-322 SM). berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang berbentuk kejiwaan (form) harus menempati sesuatu wujud tertentu (matter). belum bisa memisahkan Ide dari bendabenda kongkrit. yaitu matter. hanya form saja. murid dan pengikut setia Socrates dan dianggap sebagai penganut dualisme yang sebenar-benarnya. Akan tetapi. selain dianggap sebagai penganut paham Determinisme atau Nativisme. tidak sama antara satu sama lainnya. atau pekerja. Jiwa yang berisi Ide-Ide ini diberi nama “Psyche”. ia pun dianggap sebagai tokoh pemula dari paham “individual differences. Semboyannya yang terkenal adalah “belajar yang sesungguhnya pada manusia adalah belajar tentang manusia. Selain itu. murid Plato. Sementara Plato. Plato juga meyakini bahwa tiap-tiap orang telah ditetapkan status dan kedudukannya di masyarakat sejak lahir apakah ia seorang filsuf. Tuhanlah satu-satunya yang tanpa wujud.

di Francis muncul Rene Decartes (1596-1650) yang terkenal dengan teori tentang “kesadaran”. yang memungkinkan manusia malakukan penalaran (reasoning) dan membentuk konspkonsep. Selanjutnya Aristoteles membedakan tiga macam form. George Berkeley (1685-1753). Selain itu. I. peranan seorang dokter berdarah campuran Inggris-Skotlandia bernama William McDaugall (18711938) perlu pula dikemukakan. Aristoteles selanjutnya membedakan antara hule dan morphe. sedangkan Morphe (Noes Poeticos) adalah “yang membentuk”. F. dorongan untuk tumbuh ini berbentuk dorongan untuk merealisasikan diri (self realization) yang disebut entelechi. J. . Sebelum benda itu terwujud benda itu berupa kemungkinan. James Mill (1773-1836).terkandung dalam benda itu sendiri. Bell (1774-1842). Ia juga telah memberi inspirasi kepada aliran Behaviorisme di Amerika dengan teori-teorinya yang dikenal dengan nama “Purposive Psychology”.P. Animal. Hule (Noes Photeticos) adalah “yang terbentuk”. Magendie (1785-1855). Khusus pada manusia.P. dapat dilihat dalam fungsi-fungsi seperti: mengingat. Pandangan ini dikenal sebagai “dichotomi”. peran sejumlah sarjana ilmu Faal yang juga menaruh minat terhadap gejala-gejala kejiwaan tidak dapat diabaikan. yaitu: Plant. Muller (1801-1858). tetapi menjadi atau diperkembangkan menjadi sesuatu. yaitu kemampuan untuk mengenal dan kemampuan berkehendak. Berabad-abad setelah zaman Yunani Kuno. Rasional. Tokohnya antara lain: C. P. Psikologi masih merupakan bagian dari Filsafat. Benda dalam alam tidak tumbuh dan berkembang begitu saja. dan persepsi. Pavlov (1849-1936). sementara di Inggris muncul tokoh-tokoh seperti John Locke (1623-1704). yang mengontrol fungsi-fungsi vegetatif. yang semuanya itu dikenal sebagai tokohtokoh aliran Asosianisme. Nama seorang sarjana Rusia. yaitu aliran dalam psikologi yang hanya mau mengakui tingkah laku yang nyata sebagai objek studinya dan menolak anggapan sarjana lain yang mempelajari juga tingkah laku yang tidak tampak dari luar. dan anaknya John Stuart Mill (1806-1873). tampaknya perlu dicatat secara khusus karena dari teori-teorinya tentang refleks kemudian berkembang aliran Behaviorisme. Dalam perkembangan Psikologi selanjutnya. Pada masa Renaissance. dan sebagainya. Broca (1824-1880). mengharap. Menurut Aristoteles fungsi jiwa dibagi dua.

Selain di Amerika.F. Mereka hanya mau mengakui tingkah laku yang nyata (dapat dilihat dan diukur) sebagai objek Psikologi (Behaviorisme). Wundt memperkenalkan metode Introspeksi yang digunakan dalam eksperimen-eksperimennya. orang Amerika yang terkenal praktis dan pragmatis kurang suka pada teori Wundt yang dianggap terlalu abstrak dan kurang dapat diterapkan secara langsung dalam kenyataan. 1832-1920) mendirikan laboratorium Psikologi pertama di Leipzig yang menandai titik awal Psikologi sebagai suatu ilmu yang berdiri sendiri. namun aliran Fungsionalisme masih dianggap terlalu abstrak bagi segolongan sarjana Amerika. Mereka kemudian membentuk aliran sendiri yang disebut Fungsionalisme dengan tokoh-tokohnya antara lain: William James (1842-1910) dan James Mc Keen Cattel (1866-1944). Wundt percaya bahwa jiwa terdiri dari elemen-elemen (Elementisme) dan ada mekanisme terpenting dalam jiwa yang menghubungkan elemen-elemen kejiwaan satu sama lainnya sehingga membentuk suatu struktur kejiwaan yang utuh yang disebut asosiasi. Wilhem Wundt (Jerman. Akan tetapi. Sebagai tokoh Psikologi Eksperimental. Oleh karena itu. Wundt juga dianggap sebagai tokoh Asosianisme. Edward Bradford Titchener (1867-1927) mencoba menyebarluaskan ajaran-ajaran Wundt ke Amerika. Mereka menghendaki agar Psikologi hanya mempelajari hal-hal yang benar-benar objektif saja. Ia dikenal sebagai tokoh penganut Strukturalisme karena ia mengemukakan suatu teori yang menguraikan struktur dari jiwa. Aliran ini lebih mengutamakan fungsi-fungsi jiwa dari pada mempelajari strukturnya. di Jerman sendiri ajaran Wundt mulai mendapat kritik dan koreksi- . Ditemukannya teknik evaluasi psikologi (sekarang psikotest) oleh Cattel merupakan bukti betapa pragmatisnya orang-orang Amerika. Pada tahun 1879. Skinner (1904). Pelopornya adalah John Broades Watson (1878-1958) yang kemudian dikembangkan oleh Edward Chase Tolman (1886-1959) dan B. Meskipun sudah menekankan pragmatisme.Psikologi Sebagai Ilmu yang Berdiri Sendiri Pada akhir abad ke-19 terjadilah babak baru dalam sejarah Psikologi.

ide. Mulanya Lewin tertarik pada faham Gestalt. hal-hal yang terjadi dalam alam kesadaran (kognisi) dipelajari oleh aliran ini sehingga besar pengaruhnya terutama dalam mempelajari hubungan antar manusia (Psikologi Sosial). Ia berpendapat bahwa psikologi Gestalt terlalu menitikberatkan kepada masalah persepsi objek. Di Eropa muncul juga reaksi terhadap Wundt dari aliran Gestalt. Salah satunya dari Oswald Kulpe (1862-1915). Aliran Wurzburg menolak anggapan Wundt bahwa berpikir itu selalu berupa image (bayangan dalam alam pikiran). Meskipun istilah Ganzheit masih dianggap sama dengan istilah Gestalt dan aliran ini sering tidak dianggap sebagai aliran tersendiri. pada tahun 1924 Krueger memperkenalkan istilah Ganzheit (berasal dari kata da Ganze yang berarti keseluruhan). Krueger. Perkembangan lebih lanjut dari psikologi Gestalt adalah munculnya “Teori Medan (Field Theory)” dari Kurt Lewin (1890-1947). . Kulpe berpendapat. pada tingkat berpikir yang lebih tinggi apa yang dipikirkan itu tidak lagi berupa image. sebagai perkembangan lebih lanjut di Amerika Serikat lahir aliran “Psikologi Kognitif” yang merupakan perpaduan antara aliran Behaviorisme yang tahun 1940-an sudah ada di Amerika dengan aliran Gestalt yang dibawa oleh Lewin. namun menurut tokohnya. tapi ada pikiran yang tak terbayangkan (imageless thought). salah seorang muridnya yang kurang puas dengan ajaran Wundt dan kemudian mendirikan alirannya sendiri di Wurzburg. Aliran psikologi Kognitif sangat menitikberatkan proses-proses sentral (seperti sikap. Aliran Gestalt menolak ajaran elementisme Wundt dan berpendapat bahwa gejala kejiwaan (khususnya persepsi.Di Leipzig. dan harapan) dalam mewujudkan tingkah laku.koreksi. Ganzheit tidak sama dengan Gestalt dan merupakan perkembangan dari psikologi Gestalt. berkat Lerwin. padahal yang terpenting adalah penghayatan secara menyeluruh terhadap ruang dan waktu. yang banyak diteliti aliran ini) haruslah dilihat sebagai suatu keseluruhan yang utuh (suatu gestalt) yang tidak terpecah dalam bagian-bagian. Namun demikian. Diantara tokohnya adalah F. Kurt Koffka (1886-1941). Heider dan L. bukan persepsi saja atau totalitas objek-objek saja. Fertinger. Wolfgang Kohler (1887-1967) . Secara khusus. Diantara tokohnya adalah Max Wertheimer (1880-1943). tetapi kemudian ia mengeritiknya karena dianggap tidak adekuat.

lahirnya aliran Psikoanalisa yang besar pengaruhnya dalam perkembangan psikologi hingga sekarang. perlu mendapat perhatian khusus. seperti Jean Martin Charcot (1825-1893) dan Pierre Janet 1859-1947) tidak kurang pentingnya dalam menumbuhkan aliran ini. maka Psikoanalisa dikenal juga sebagai “Psikologi Dalam (Depth Pshology)”. Meskipun peranan beberapa dokter ahli jiwa (psikiater). tetapi secara khusus berusaha menerangkan apa yang terjadi di dalam atau di bawah kesadaran manusia. namun Sigmund Freud-lah (1856-1939) yang dianggap sebagai tokoh utama yang melahirkan Psikoanalisa. . Karena Psikoanalisa tidak hanya berusaha menjelaskan segala sesuatu yang tampak dari luar saja.Akhirnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful