Anda di halaman 1dari 4

Pengaruh Kedudukan kepala dan Mata yang Normal Terhadap Keseimbangan Badan 1.

Suruhlah OP berjalan mengikuti suatu garis lurus di lantai dengan mata terbuka dan kepala serta badan dalam sikap yang biasa. Perhatikan jalanya dan tanyakan apakah ia mengalami kesulitan dalam mengikuti garis tersebut. 2. Ulangi percobaan nomor 1 dengan mata tertutup 3. Ulangi percobaan nomor 1 dan 2 dengan : a. Kepala dimiringkan dengan kuat ke kiri b. Kepala dimiringkan dengan kuat ke kanan P-SK.3. Bagaimana pengaruh sikap kepala dan mata terhadap keseimbangan badan ? Dasar Teori Mekanisme Vestibular Untuk Menstabilkan Mata Bila seorang mengubah arah gerakannya dengan cepat atau mencondongkan kepalanya ke salah satu sisi, misalnya ke depan atau ke belakang, orang itu tak mungkin dapat mempertahankan bayangan yang stabil pada retinanya, kecuali bila ia mempunyai beberapa mekanisme pengatur yang secara otomatis dapat mempertahankan arah pandangan matanya. Selain itu, sebenarnya untuk mendeteksi suatu bayangna diperlukan sedikit saja bantuan mata, kecuali bila mata itu dipertahankan untuk terfiksasi memandang suatu objek dalam waktu yang cukup lama sampai memperoleh bayangan yang jelas. Untungnya, setiap kali kepala berputar tiba-tiba, sinyal yang berasal dari kanalis semisirkularis menyebabkan mata berputar dengan arah yang berlawanan dengan arah putaran kepala. Keadaan ini timbul akibat adanya refleks yang dijalarkan melalui nuklei vestibular dan fasikulus longitudinalis medial menuju nuclei okulomotor.

Hasil dan Pembahasan P-SK.3. Jawab bila kepala dimiringkan terjadi perangsangan asimetris pada reseptor proprioseptif di otot leher dan alat vestibuler yang menyebabkan tonus yang asimetris pula pada otot-otot ekstrimitas. Dalam keadaan seperti di atas mata yang terbuka berusaha untuk mempertahankan sikap badab yang seimbang sebagai komoensasi. Bila mata ditutup ketidakseimbangan ini akan lebih jelas. 1. Mata terbuka dengan kepala dan badan dalam sikap biasa OP mampu mengikuti garis yang ada tanpa adanya kesulitan 2. Mata terbuka dengan kepala dimiringkan dengan kuat ke kiri OP cenderung berjalan kearah kiri 3. Mata terbuka dengan kepala dimiringkan dengan kuat ke kanan OP cenderung berjalan kearah kanan

4. Mata tertutup dengan kepala dan badan dalam sikap biasa OP sudah tidak bisa mengikuti garis yang ada, keseimbangannya terganggu 5. Mata tetutup dengan kepala dimiringkan dengan kuat ke kiri ketidakseimbangan OP makin nyata. 6. Mata tertutup dengan kepala dimiringkan dengan kuat ke kanan

ketidakseimbangan OP makin nyata. Hal di atas dipengaruhi oleh 1. Proprioseptif leher Apparatus vestibular hanya mendeteksi orientasi dan gerakan kepala. Oleh karena itu, pada prinsipnya pusat-pusat saraf juga menerima informasi yang sesuai mengenai orientasi kepala sehubungan dengan keadaan tubuh. Bila kepala condong ke salah satu sisi akibat menekuknya leher, impuls yang berasal proprioseptif leher dapat mencegah sinyal yang terbentuk di dalam apparatus vestibular mencetuskan rasa ketidakseimbangan pada seseorang. 2. Informasi proprioseptif dan eksteroseptif dari bagian-bagian tubuh lainnya Informasi proprioseptif yang berasal dari bagian tubuh selain leher juga penting untuk menjaga keseimbangan. A. Kesimpulan Pada saat mata OP terbuka OP masih dapat merasakan rangsang bayangan yang stabil pada retinanya, sehingga OP mampu berjalan lurus ketika posisi badan dalam sikap biasa dan dengan posisi kepala miring. Namun pada saat kepala ditutup, dapat terlihat adanya gangguan keseimbangan yang nyata pada posisi tubuh yang dalam sikap biasa dan dengan posisi kepala miring ke salah satu sisi. Hal ini dipenngaruhi oleh berbagai faktor yaitu : 1. Proprioseptif leher 2. Informasi proprioseptif dan eksteroseptif dari bagian-bagian tubuh lainnya