Infeksi Genitalia Wanita

Dr . Hasanuddin, SpOG-K.Onk Spesialis Kebidanan-Kandungan Konsultan Tumor / Kanker

Genitalia Wanita :
• Genitalia Eksterna : Mons veneris, labia mayora, labia minora, vulva, bulbus vestibuli, introitus vagina, perineum • Genitalia Interna : Vagina, uterus, tuba, ovarium

Pertahanan tubuh
• Penutupa vulva oleh labia • Epitel yang tebal • Bakteri Doderlein • Kelenjar serviks yang alkalis • Siklus menstruasi • Rambut getar pada tuba

Tanda Infeksi Genitalia : • • • • • • Color Dolor Rubor Palor Functio lesa Keputihan .

Keputihan • Fisiologis • Patologis .

Keputihan Fisiologis • • • • • Neonatus –10 hari Sekitar Menarche Saat akan dan setelah coitus Sekitar ovulasi Kehamilan .

Keputihan Patologis • • • • • • Banyak Berbau Disertai gatal Disertai perih Warna kuning atau kehijauan Seperti nanah .

Infeksi Genitalia Eksterna o Bartholinitis o Vulvovaginitis .

ekstirpasi. .Bartholinitis • Etiologi: GO.Streptococcus. E Koli • Peradangan: Rx Radang • Tersumbat : Kista Bartholin • Terapi : Antibiotika. marsupialisasi.

HPV • Vulvitis DM .Ulkus Molle.Vulva • Penyakit Kelamin : Sifilis.dll • Tuberkulosis • Vulvitis Virus : Herpes.

Herpes • • • • HSV tipe 2 STD 3-7 hari Belum ada terapi .

vagina dan servik • Cauliflower • Penyebab HPV • Gejala keputihan dan gatal • Terapi Podofilin dan Kauterisasi .perneum.perianal.Kondiloma Akuminatum • Vulva.

Difteroid • Gejala : Fluor Albus. Gatal.Streptoccocus. Terbakar • Vulvovaginitis • Hati hati pembersih wanita . Stafilococus.Vagina • Kuman normal : Dodelein.

Vaginitis Trikomoniasis : o o o o Trikomonas vaginalis Parasit dengan flagella Keputihan kekuningan dan bau Gatal dan panas .

Vaginitis Candidiasis : o o o o o Candida Albicans Jamur Fluor putih Gatal dan panas Kemerahan pada kulit .

Terapi : ® Metronidazole: 500 mg 2x1 /hari p. ® Metronidazole Gel 0.75%. 5 g intravaginal 2x1 /hari  5 hari. ® Klindamisin.o. 300 mg per oral dua kali sehari untuk 7 hari.  7 hari atau 2 g dosis tunggal p.o. 5 g intravaginal  7 hari. 17 . ® Klindamisin cream 2%.

.

.

Epitel squamousa. Candida. Penyebab inflamasi serviks tergantung dari epitel yang terkena Trichomonas. Trachomatis  epitel glandular  endocervicitis mukopurulen. .CERVISITIS Serviks mempunyai 2 jenis epitel . GO dan C. 20 . and Herpes Simplex virus  inflamasi ektoserviks.Epitel glandular. N.

® Nabothi ovula pada kasus kronis. ® Erotio portionis.Diagnosis : ® Sekret endoserviks purulen. . Etiologi : ® Infeksi Gonokokus. ® Vaginitis atau vulvitis sekunder. ® Benda dalam 21 intrauterin. biasanya kuning kehijauan.

Terapi : ® Antibiotika untuk terapi uncomplicated lower genital tract infection. ® Ulcus Syphiliticum. .Ulcus Portio : ® Ulcus Carsinomatosum. ® Ulcus Tuberculosum.

23 .

24 .

IV. Pelvic Inflammatory Disease (PID)  PID disebabkan oleh mikro organisme pada endoserviks yang naik ke endometrium dan tuba fallopi secara hematogen.  Kebanyakan kasus disebabkan PMS  Neiserria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis serta H influenza (jarang) 25 . atau secara langsung. limfogen.

26 .Diagnosis : Berdasarkan gejalagejala : ® Nyeri pinggang ® Cervical motion ® Adnexal tenderness ® Demam Terapi : Antibiotika spektrum luas.

® Lochia lama berdarah  Metrorrhagi. Terapi : ® Uterotonika. . bila radang menjalar ke parametrium dan perimetrium. ® Bed rest dengan posisi Fowler. ® Nyeri. ENDOMETRITIS AKUT Gejala : ® Demam. ® Antibiotika. ® Lochia berbau : Terkadang purulen . ® Kuret bila diperlukan.

 Diagnosis  PA.  Gejala dan terapinya = endometritis. . ® Metrorrhagia or menorrhagia.  MYOMETRITIS Biasanya merupakan lanjutan dari endometritis. ENDOMETRITIS KRONIS Gejala : ® Fluor albus keluar dari ostium. Terapi : ® Kuretase.

. ®Kadang disertai demam. ®Nausea. Gonorrhoea. SALPINGITIS AKUT Disebabkan oleh N. Gejala : ®Nyeri abdomen bawah. pelvis  bilateral. vomitus. ®Sekret purulen. Symptom : ®Nyeri abdomen  Kuadran bawah ®Distensi abdomen bila ada peritonitis pelvis ®Cervical motion tenderness. headache.

® Mikroskopis ditemukan bakteri and leukosit.Laboratorium : ® Leukositosis. ® Cairan peritoneum yang keruh pada kuldocentesis. ® Ruptur kista lutein pada corpus. DD / ® Apendisitis akut. ® Leiomioma . ® Kehamilan ektopik. ® Diverticulitis.

tuboovarial. Komplikasi : ® Peritonitis pelvis ® Ileus paralitik. atau cavum Douglas.® Torsi massa adneksa. . Pencegahan : ® Deteksi dini dan pemberantasan PMS. ® Abses tuba. ® Selulitis pelvis dgn trombophlebitis. ® Endometriosis. ® Infeksi traktus urinaria.

32 .

o  3 minggu Analgesik : Acetaminophen atau aspirin.Terapi : A. B.Sefalosporin 4x500 mg sehari p. . Kasus rekuren Terapi seperti pada salphyngitis akut. Kasus kronis Antibiotika : . Ampicillin.Tetracycline. .

PARAMETRITIS • Radang jaringan longgar di dalam ligamentum latum • Biasanya unilateral Etiologi :  Dari edndometritis (percontinuatum. hematogen)  Robekan serviks  Perforasi uterus oleh alat-alat . limfogen.

Gejala :  Febris tinggi  Nyeri unilateral Diagnosis :  Infiltrat pada rektal toucher  Uterus terdesak ke sisi yang sehat Penyulit :  Eksaserbasi akut  Trombophlebitis  Abses dalam parametrium 35 .

DD / Adneksitis Terapi : Antibiotika 36 .

PERIMETRITIS Sebagai lanjutan Salpingoophroritis Kadang dari endometritis atau parametritis Etiologi : GO Sepsis (postpartum/postabortum) Appendisitis Terapi : Sesuai etiologi 37 .

® Bakteri M. Laboratorium : ® Ditemukan bakteri dari kuretase/biopsi dengan preparat langsung atau kultur .Endometrium ( 70 %). ® TB paru aktif atau dalam penyembuhan. TBC ditemukan pada cairan menstruasi atau biopsi spesimen. Histeroskopi atau laparoskopi. Diagnosis : ® Infertilitas.TUBERCULOSIS PELVIS . ® HSG.Tuba ( 90 %) .

®Infeksi fungal. ®HSG. ®Carcinoma. Komplikasi : ®Infertilitas. ®Peritonitis tuberkulosa generalisata . Differential diagnosis : ®Schistosomiasis.Radiologi : ®Foto Thorax. ®Enterobiasis.

2. 4. Terapi medikamentosa gagal. Resisten atau rekuren 3. Indikasi terapi operatif : 1. = Terapi TBC B.Terapi : A. Fistel. Medikamentosa. Operatif Sebelum tindakan operasi pasien harus diberi antimikroba selama 12 – 18 bulan. . Ganggguan menstruasi yang menetap.