MANAJEMEN KESEHATAN PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT

DiSusun oleh Kelompok 9: Rumiasih ( 09060027) Ahmad Ardi Prasetiyo ( 09060032 ) Dewi Yuniartika ( 09060047 ) Ike Fitrianti C ( 09060049 )

. keluarga. ditujukan kepada individu.Definisi dari perawatan kesehatan masyarakat  Perawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas) adalah perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyuluh dan terpadu. kelompok dan masyarakat.

.. keluarga.. pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar. Menurut WHO Perkesmas merupakan lapangan perawatan khusus yang merupakan gabungan ketrampilan ilmu keperawatan.. ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial. ditujukan kepada individu. perbaikan lingkungan fisik. penyempurnaan kondisi sosial. sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guna meningkatkan kesehatan.. rehabilitasi.Cont.

kelompok/masyarakat (rawan kesehatan) untuk mengatasi masalah kesehatan/keperawatannya sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal. keluarga.Tujuan dari perawatan kesehatan masyarakat Dalam Perkesmas tujuan yang diharapkan adalah meningkatnya kemandirian individu. .

Dasar hukum perawatan kesehatan masyarakat  UU no 23 th 1992 tentang kesehatan  UU no 32/2004 tentang pemerintahan daerah  Kepmenkes no 1575 /menkes/sk/xi/2005 tentang organisasi dan tata kerja Departemen Kesehatan Republik Indonesia  Kepmenkes no 1239/2001 tentang registrasi dan praktik perawat  Kepmenkes no 1457/menkes/sk/ x/ 2003 tentang standar pelayanan minimal bidang kesehatan di kabupaten/kota .

lansia  Kelompok/masyarakat berisiko tinggi berpenyakit seperti daerah kumuh .Sasaran perawatan kesehatan masyarakat  Individu khususnya individu risiko tinggi (risti)  Keluarga khususnya ibu hamil (bumil).

Kunjungan perawat ke kelompok prioritas terencana (posyandu usila. Kunjugan rumah oleh perawat (home visit/home care) terencana. 3. Asuhan keperawatan pasien di ruang rawat inap Puskesmas . panti asuhan dan lain-lain) 4. Asuhan keperawatan pasien (prioritas) 2. posyandu balita.Bentuk kegiatan dari perawatan kesehatan masyarakat 1.

memfasilitasi pembahasan masalah dalam Refleksi Diskusi Kasus (RDK). membahas masalah keuangan.Pelaksana kegiatan perawatan kesehatan masyarakat Perawat koordinator Perkesmas di Puskesmas harus mempunyai kualifikasi yaitu minimal D3 Keperawatan dan pernah mengikuti pelatihan/sertifikasi Perkesmas serta memiliki pengalaman kerja di Puskesmas yang mempunyai tugas sebagai berikut:  Pertemuan dengan perawat pelaksana Perkesmas/penanggung jawab daerah binaan (darbin) untuk mengidentifikasi masalah prioritas dengan data epidemiologi.  Kunjungan lapangan untuk melakukan bimbingan pada perawat pelaksana  Penyusunan laporan yang disusun berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Perkesmas yang merupakan bahan pertanggung jawaban kepada Kepala Puskesmas . merencanakan kegiatan Perkesmas.

Indikator output (key indicator) 4. Indikator input 2. Indikator proses 3. Indikator kinerja klinik Ada 4 indikator dalam menilai keberhasilan kinerja klinik Perkesmas: 1. Indikator hasil (Outcome) B. Indikator kinerja fungsional Indikator kinerja fungsional yaitu indikator kinerja perawat Puskesmas untuk mengukur pencapaian angka kredit jabatan fungsionalnya. .Indikator keberhasilan perawatan kesehatan masyarakat A.

Hasil pemantauan terhadap pencapaian indikator kinerja menjadi masukan untuk perbaikan dan peningkatan kinerja perawat berikutnya. .Pemantau dan penilaian perawatan kesehatan masyarakat Pemantauan dilaksanakan secara periodik setiap bulan oleh kepala Puskesmas dan Perawat koordinator Perkesmas. peningkatan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan.

 Terwujudnya peningkatan kemampuan/keterampilan petugas (bidan dan perawat).  Tersedianya sarana dan prasarana yang dibutuhkan. .penyebab terwujudnya peningkatan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat oleh petugas adalah :  Terwujudnya peningkatan kerjasama lintas program terkait.  Terwujudnya motivasi kerja petugas.

masalah mental/jiwa berintegritas kedalam promosi kesehatan(Promkes) 2. Keluarga khususnya ibu hamil (bumil). lanjut usia (lansia). balita. lansia. tidak terjangkau pelayanan kesehatan berintegritas ke dalam preventif kesehatan . Individu khususnya individu risiko tinggi (risti): menderita penyakit. konflik. Kelompok/masyarakat berisiko tinggi. termasuk daerah kumuh. terisolasi. menderita penyakit.Intregritas Perawatan Kesehatan Masyarakat 1. masalah mental/jiwa berintegritas ke dalam faktor keluarga berencana (KB) 3.

Terima kasih aNd Waalaikum salam wr.wb .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful