Anda di halaman 1dari 38

Kariono Anggia Sari Lubis Yuni Ulfah Lubis

Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

Medan Selasa, 20 Maret 2012

Kemampuan seorang manajer dalam menghadapi masalah tergantung kapada 3 hal, yaitu:
Pengalaman berorganisasi Pengetahuan mengenai organisasi, administrasi dan manajemen Keberanian untuk memikul resiko

Tujuan a b Kondisi ideal: efisien efektif puas

Start

Ilmiah > Seni

Perlu Perencanaan

Seni > Ilmiah

Pelaksanaan / operasional

Ilmiah > Seni

Evaluasi / monitoring

Dari mimpi
Definisikan nilai-nilai kunci yang bermakna dalam setiap aktifitas

Klarifikasi Nilai-nilai
Langkah 1

Kaji kondisi lingkungan saat ini (internal dan eksternal)

Pahami kondisi saat ini


Langkah 2

Ciptakan visi sesuai dengan kebutuhan masa depan Klarifikasi tujuan dasar

Ciptakan Visi
Langkah 3

Definisikan Misi
Langkah 4

Implementasi Visi
Langkah 5

Ciptakan rencana strategis, rencana aksi, dan evaluasi

Kenyataan / Realisasi

STRATEGY FORMULATION Lingkungan Eksternal

STRATEGY IMPLEMENTATION

EVALUATION

Visi Misi Tujuan Strategi


Kebijakan Program Anggaran Prosedur Performance

Lingkungan Internalal

PROSES ANALISIS
ANALISIS SITUASI Jelaskan situasi ANALISIS PERUSAHAAN Mengetahui strategi prs 1.Tentukan dan evaluasi lingkungan PELUANG DAN ANCAMAN 2. Tentukan dan evaluasi KEKUATAN dan KELEMAHAN prs Analisis masalah yg perlu mendapatkan perhatian Cari Pemecahan masalah

Evaluasi Situasi

Tentukan alternatif dan pilihan strategi

Dengan demikian perencanaan strategis (Strategic Planner) harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi saat ini. Hal ini disebut dengan Analisis Situasi. Dimana model yang paling popular untuk menganalisis situasi adalah Analisis

SWOT.

Analisis SWOT : mengidentifikasikan berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis di dasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Treats). Proses pengambilan keputusan strategi selalu berkaitan pengembangan visi,misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan.
8

Strengths (Kekuatan) Weaknesses (Kelemahan) Opportunities (Peluang)

Threats (Ancaman)

Kekuatan Faktor Internal Kelemahan Peluang Ancaman

lingkungan internal organisasi

Faktor Eksternal

lingkungan eksternal organisasi

STRENGTHS (FAKTOR KEKUATAN)


Kekuatan internal organisasi menyangkut situasi dan kondisi, yaitu potensi yang dimiliki, seperti: Cita-cita, kebijakan Tugas pokok, fungsi dan sasaran Filosofi dan tata nilai Jumlah personel, keterampilan dan pengalaman Tingkat kesetiakawanan personel Teknologi yang dimiliki Dll

WEAKNESSES (FAKTOR KELEMAHAN)


Berbagai kondisi internal yang melemahkan atau kurang kondusifnya upaya mengejar visi/misi organisasi, seperti: Buruknya birokrasi organisasi Lemahnya disiplin pegawai Adanya jabatan rangkap Rendahnya kesejahteraan pegawai Lemahnya etos kerja Lemahnya infrastruktur Dll

OPPORTUNITIES (FAKTOR PELUANG)


Merupakan faktor eksternal yaitu tersedia pada lingkungan yang harus dimanfaatkan oleh organisasi, seperti Ketersediaan sumber tenaga kerja Kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap hukum Kesadaran politik masyarakat Jaminan keamanan Dll

THREATS (FAKTOR ANCAMAN)


Berupa ancaman eksternal yang mungkin membahayakan kelancaran aktifitas organisasi, seperti: Kenaikan harga bahan baku Kelangkaan pemasok material dan peralatan Bencana alam Tingginya tingkat inflasi Kekuatan pesaing Tumpang tindihnya kewenangan antar instansi Dll

ANALISIS SWOT
S>W O>T S<W O<T

Perluasan

Konsolidasi

CARA MEMBUAT ANALISIS SWOT


BERBAGAI PELUANG 3.Mendukung strategi turn-around 1. Pendukung strategi agresif

KELEMAHAN EKTERNAL

KEKUATAN INTERNAL

4.Mendukung strategi defensife

2.Mendukung strategi diversifikasi

BERBAGAI ANCAMAN

Kuadran I
Pada kuadran ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan, karena perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif.

Kuadran II
Pada kuadran ini mengalami berbagai ancaman, tetapi perusahaan masih memiliki kekuatan dari segi internalnya. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk/pasar).

Kuadran III
Pada kuadran ini perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi disisi lain, perusahaan ini menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Strategi perusahaan adalah meminimalkan masalahmasalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik.

Kuadran IV
Pada kuadran ini merupakan situasi yang tidak menguntungkan, karena menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal.

SARAN UNTUK MELAKUKAN ANALISIS SWOT


Langkah 1: Identifikasi kelemahan dan ancaman yang paling urgen untuk diatasi secara umum pada semua komponen. Langkah 2: Identifikasi kekuatan dan peluang yang diperkirakan cocok untuk upaya mengatasi kelemahan dan ancaman yang telah diidentifikasi lebih dahulu pada Langkah 1. Langkah 3: Masukkan butir-butir hasil identifikasi (Langkah 1 dan Langkah 2) ke dalam Bagan Deskripsi SWOT. Langkah ini dapat dilakukan secara keseluruhan, atau jika terlalu banyak, dapat dipilah menjadi analisis SWOT untuk komponen masukan, proses, dan keluaran.

Langkah (lanjutan)

Langkah 4: Rumuskan strategi atau strategi-strategi yang direkomendasikan untuk menangani kelemahan dan ancaman, termasuk pemecahan masalah, perbaikan, dan pengembangan lebih lanjut. Langkah 5: Tentukan prioritas penanganan kelemahan dan ancaman itu, dan susunlah suatu rencana tindakan untuk melaksanakan program penanganan. Ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan dalam analisis SWOT, yaitu sebagai berikut.

ANALISIS KKPA [SWOT]


Faktor Internal Faktor Eksternal

Kekuatan [S]
Strategi SO -------------------------Gunakan S untuk memanfaatkan O

Kelemahan [W]
Strategi WO ---------------------------Menghilangkan W dan memanfaatkan O

Peluang [O]

Perluasan

Ancaman [T]

Konsolidasi
Strategi ST -----------------------Gunakan S untuk Menghindarkan T Strategi WT -------------------------Minimalkan W untuk Menghindarkan T

Diagram Analisis SWOT


Peluang Strategi Orientasi Perubahan Kelemahan

Strategi Agresif

Kekuatan

Strategi Defensif

Strategi Diversifikasi

Ancaman

Konsep Fred R. David


Tiga Tahap Pelaksanaan

Tahap 1: The Input Stage


External Factor Evaluation (EFE) Matrix Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix Competitive Profile (CP) Matrix

Tahap 2: The Matching Stage


TOWS Matrix (Threat-Opprotunity -WeaknessesStrength) SPACE Matrix BCG Matrix IE Matrix Grand Strategy (Strategic Position (Boston Consulting (InternalMatrix and Action Evaluation) Group) External)

Tahap 3: The Decision Stage QSPM (Quantity Strategic Planning Matrix)

The matching Stage

Pemahaman
TOWS/SWOT Matrix *)
(Threats, Opportunities, Weakness, Strengths) Dikembangkan untuk mengembangkan 4 macam strategi: Strategi SO (Strength-Opport) Strategi WO (Weakness-Opprt) Strategi ST (Strength-Threat) Strategi WT (Weakness-Strength) Memetakan kondisi perusahaan dengan menggunakan model diagram cartesius (4 kuadran dengan skala sama) berdimensi internal (Financial Strength/FS & Competitive Advantage/CA) vs eksternal (environmental stability/ES & Industry Strength/IS). Hasilnya adalah pilihan strategi aggressive, competitive, defensive atau conservative

Tahapan Kerja
Buat daftar key success factors/KSF (E-I) Lakukan sama dengan tahapan EFE Matrix Buat matrix 4 macam strategi (SO,WO,ST,WT) -> cocokan S & O -> cocokan W & O -> cocokan S & T -> cocokan W & T

SPACE Matrix*)
(Strategic Positioning and Action Evaluation)

Pilih variabel FS, CA, ES dan IS beri skala penilain untuk masing-masing FS, CA, ES dan IS (skala positif 1 6 untuk FS dan IS; skala negatif 1 6 untuk ES dan CA Hitung rata-rata nilai per FS, CA, ES dan IS petakan nilai rata-rata tsb pd SPACE matrix Gambar arah hasil perpotongan pd matrix Tetapkan pilihan tipe strategi hasil arah tadi; apakah strategi aggressive, competitive, defensive atau conservative

*) Keterangan/ contoh TOWS Matrix

Key Internal Factor


Modal Kerja yang berlebih (kekuatan internal) Kepastian produksi tidak cukup (kelemahan internal)

Key External Factor


40% pertumbuhan tahunan (peluang eksternal) Dua pesaing utama telah keluar/ mudur (peluang eksternal)

Resultant Strategy
Mengakuisisi

Horizontal integration melalui pembelian fasilitas pesaing

Kemampuan tinggi di bidang R&D (kekuatan internal)


Moral pekerja rendah (kelemahan internal)

Berkurangnya jumlah orang dewasa/muda (ancaman eksternal)


Aktifitas persatuan pekerja yang kuat (ancaman eksternal)

Mengembangkan produk baru untuk orang dewasa yang lebih tua


Mengembangkan paket baru untuk kesejahteraan pekerja

Sumber: Husein Umar, 2001

*) Keterangan/ contoh TOWS Matrix

IFAS
1. 2. 3. 4. 5.

Strengths - S 1. 2. 3. 4. 5.

Weaknesses W

Dibiarkan kosong

Catat kekuatan -kekuatan Internal perusahaan

Catat kelemahan-kelemahan Internal perusahaan

EFAS
Opporotunities O
1. 2. 3. Catat peluang-peluang 4. eksternal 5. Threats T 1. 2. 3. Catat ancaman-ancaman 4. eksternal 5. Sumber: Husein Umar, 2001

Strategi S-O
1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5.

Strategi WO

Daftar kekuatan untuk meraih keuntungan dari peluang yang ada Strattegi ST

Daftar untuk memperkecil kelemahan dg memanfaat kan keuntungan dr peluang yang ada Strategi WT

1. 2. 3. Daftar kekuatan untuk 4. menghindari ancaman 5.

1. 2. 3. Daftar untuk memperkecil 4. kelemahan dan menghindari 5. ancaman

*) keterangan/ contoh SPACE Matrix

Posisi Strategis Internal


Financial Strength (FS)

Posisi Strategis Eksternal


Environmental Stability (ES)
Technology change

ROI Leverage Liquidity Working Capital Cash flow Ease to exit from market Risk involved in Business

Rate of inflation Demand variability Price range of competing product Barriers to entry into market Competitive pressure Price elasticity of demand

Competitive Advantage (CA)


Market Share

Industry Strength (IS)


Product Quality Product Life Cycle Customer Loyalty Competitions capacity utilization Technology know-how Control over supplier and utilization distributor

Growth potential Profit potential Financial stability Technological know-how Resource utilization Ease to exit from market Productivity , capacity

Catatan: masing-masing variabel diberi skala penilaian 1 s/d 6 (paling buruk s/d paling baik) dan -1 s/d -6 (paling baik s/d paling buruk)

*) keterangan/ contoh SPACE Matrix

FS

+6 Conservative Aggressive

CA

IS

-6

+6

Defensive
-6
ES

Competitive

*) keterangan/ contoh SPACE Matrix

Contoh Profil Agresif


FS (4,4)

CA

IS

Perusahaan kuat secara finansial dan memiliki keunggulan bersaing pada industri yang stabil dan sedang tumbuh

ES

FS

Perusahaan dengan faktor finansial mendominasi aktifitas industrinya

(1,5)
CA IS

ES

*) keterangan/ contoh SPACE Matrix

Contoh Profil Konservatif


FS (-2,4)

CA

IS

Perusahaan memiliki kekuatan finansial pada industri yang stabil tetapi tidak tumbuh (daya saing lemah)

ES

FS

Kerugian perusahaan akibat kalah bersaing dalam industri yang secara teknologi stabil, tetapi hasil penjualan menurun

(-5,2) CA IS

ES

*) keterangan/ contoh SPACE Matrix

Contoh Profil Kompetitif


FS

CA

IS

Perusahaan yang berada pada pertumbuhan industrinya kuat namun situasi makro kondusif

(5,-1)
ES

FS

Perusahaan yang berada dalam kondisi industri tumbuh lambat padahal kondisi makro sedang membaik

CA (1,-2) ES

IS

*) keterangan/ contoh SPACE Matrix

Contoh Profil Defensif


FS

CA

IS

Perusahaan dengan posisi persaingan sangat lemah dan tumbuh negatif pada situasi makro yang stabil

(-5,-1) ES

FS

Perusahaan dengan daya saing tinggi namun kondisi makro sedang sangat lemah

CA

IS

(-1,-5)

ES

The matching Stage

Pemahaman
IE Matrix*)
(Competitive Profile) Digunakan untuk memetakan dan mengarahkan posisi SBU Mirip dengan BCG hanya infonya lebih mendalam dan implikasinya sedikit berbeda

Tahapan Kerja
Berikan skor pada IFE dan EFE masing-masing SBU (lihat ket. EFE dan IFE Matrix) Buat IE Matrix yang telah diklasifisikasi untuk masing-masing dimensi. Ada 3 klas yaitu tinggi (tot. skor 3-4), sedang (tot. skor 2,0 2,99) dan rendah (tot. skor 1,0 -1,99).Dimensi/sumbu X sbg Total Skor IFE per SBU, dimensi/sumbu Y untuk sbg Total Skor EFE per SBU

BCG Matrix*)
(Boston Consulting Group)

Diguanakan untuk menyusun strategi portofolio SBU Menitikberatkan pada penjelasan posisi pangsa pasar vs rata-rata pertumbuhan industrinya Ada 4 kategori strategi sel dalam BCG Matrix: Question Marks, Stars, Cash Cows dan Dogs

tetapkan posisi (relatif) pangsa pasar : rasio share SBU ybs terhadap market share pesaing terbesar kategori industri ybs (letakan pd sumbu X). Titik tengah sumbu X adalah 0,5 Sumbu Y adalah tingkat pertumbuhan penjualan industri pd kategori industri SBU ybs. Nilai sumbu Y antara -20% s/d +20% dengan titik tengah 0%

Grand Strategy Matrix*)

Menggunakan 2 dimensi kajian yaitu Posisi Persaingan vs Pertumbuhan Pasar. Terdiri dari 4 kuadran alternatif strategi

Secara teknis mirip dengan BCG hanya penempatan / plotting SBU atau perusahaan pada kuadran bersifat total relatif terhadap situasi total persaingan dan pertumbuhan industri ybs.

Keterangan/ Contoh IE Matrix

TOTAL SKOR IFE


Kuat 3,0-4,0 Rata-rata 2,0-2,99 Lemah 1,0-1,99

I IV

II V

III VI

TOTAL SKOR EFE

Tinggi 3,0-4,0 Sedang 2,0-2,99

VII

VIII

IX

Lemah 1,0-12,99

Grow & Build : Strategi Insentif (market penetration, market/product development) atau Strategi Terintegrasi (backward /Forward Integration, Horizontal Integration) Hold & Maintain: Strategi Market penetration, Market/Product development) Harvest or Divestitute

Keterangan/ contoh BCG Matrix

high 1,0

Posisi Pangsa Pasar Industri medium 0,5

SBU 1

SBU 3

low 0,0 + 20% high

Rata-rata Pertumbuhan Industri

II STARS

I QUESTION MARKS
SBU 2 0% medium

SBU 5

III CASH COWS

SBU 4

IV DOGS
low - 20%

Question Marks : Pangsa pasar relatif rendah dan bersaing dalam pertumbuhan industri yg tinggi
Strategi Insentif : market penetration, market /product dev atau divestitute

Star : Perusahaan/ SBU memiliki long-run opportunities terbaik krn tumbuh dengan laba tinggi
Strategi : forward/ backward/ horizontal integration, market/ prod. Dev, joint venture

Cash Cows : Perusahaan/ SBU menghasilkan cash-inflow yg melebihi kebutuhan (biasanya menjadi STARS
lebih dulu). Namun satu saat posisi ini dapat melemah, terutama jika persaingan meninggi Strategi : product development atau concentric diversification

Dogs : Perusahaan/ SBU dalam pangsa pasar relatif rendah dan pertumbuhan industri lemah sekali
Strategi : likuidasi/ divestasi (Strategi Retrenchment)

Keterangan/ contoh Grand Strategy Matrix

Pertumbuhan Pangsa Cepat

Kuadran 2

Kuadran 1

Market development
Market penetration Product development Horizontal integration Divestitute Liquidation Concentric Diversification

Market development
Market penetration Product development Forward integration Backward integration Horizontal integration

Posisi Persaingan Lemah

Posisi Persaingan Kuat

Kuadran 3

Concentric diversification
Horizontal diversification Conglomerate diversification Divestitute Liquidation

Kuadran 4

Concentric diversification
Horizontal diversification Conglomerate diversification Joint venture

Pertumbuhan Pangsa Lemah

Catatan : setiap kuadran adalah alternatif Strategi

SWOT Matrix : Brand X, Electronic Household


Kekuatan: (S)
1. Brand Image kuat 2. Kualitas tinggi 3. Manajemen solid Kelemahan: (W) 1. Harga mahal 2. Ketergantungan pasokan dari LN 3. Produk kurang inovatif
STRATEGI WO 1. Inovasi produk pd segmen lapis 2 (O2,W1,W3) 2. Inovasi produk ramah lingkungan (O3,W3)

Peluang: (O)

STRATEGI SO 1. Perluasan pasar pada wilayah yang belum dijangkau (S1,O1) 2. Inovasi produk ramah lingkungan (S2,O3)

1. Populasi besar 2. Naiknya disposable income keluarga 3. Teknologi ramah lingkungan

Ancaman: (T)
1. Masuknya barang elektronik Cina dengan harga murah 2. Fluktuasi kurs 3. Ancaman menipisnya ozon

STRATEGI ST
1. Komunikasi& edukasi pasar akan kualitas tinggi (T1,S2) 2. Integrasi kebelakang,utk mengamankan pasokan dr LN (S3,T2)

STRATEGI WT
1. Perluasan lini produk dgn harga murah (W1,T1) 2. Inovasi produk non Freon (W3,T3) 3. Integrasi kebelakang (W2,T2)
37

Tugas_4: Manajemen Strategis Bisnis