Anda di halaman 1dari 24

BIOLOGI PERIKANAN SB 091521

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERIKANAN MORFOLOGI IKAN

NAMA NRP KELOMPOK ASISTEN

: RIZKY YANUARISTA : 1509100027 :I : ARSETYO RAHARDHIANTO

DOSEN PENGAMPU Dra. Nurlita Abdulgani, M.Si

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Morfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk luar suatu organisme. Morfologi setiap spesies berbeda dengan spesies yang lainnya. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan. Pengetahuan mengenai bentuk dan struktur tubuh suatu organisme sangat diperlukan untuk melakukan identifikasi dan klasifikasi. Dengan mengetahui morfologi suatu spesies maka akan dapat menentukan jenis dari spesies tersebut. Identifikasi jenis ikan dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran dan penghitungan morfometri dan meristik ikan. Dalam menentukan identifikasi seringkali kita melakukan pengukuran-pengukuran dan penghitungan yang dikenal dengan ciri meristik dan morfometrik (Anonima, 2010). Pada praktikum morfologi ikan ini dilakukan identifikasi jenis ikan dengan pengukuran dan penghitungan secara morfometri pada ikan yang akan diidentifikasi serta menentukan rumus sirip ikan. 1.2 Permasalahan Permasalahan dari praktikum biologi perikanan tentang morfologi ikan ini adalah bagaimana mengenal karakter morfologi untuk identifikasi ikan. 1.3 Tujuan Tujuan dari praktikum biologi perikanan tentang morfologi ikan ini adalah mengenal karakter morfologi untuk identifikasi ikan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Morfologi Ikan Ikan, didefinisikan. secara umum sebagai hewan yang hidup di air, bertulang belakang, poikiloterm, bergerak dengan menggunakan ship, bernafas dengan insang, dan memiliki gurat sisi (linea lateralis) sebagai organ keseimbangannya. Bagian tubuh ikan mulai dari anterior sampai posterior terdiri dari kepala (caput), tubuh (truncus) dan ekor (cauda) (Anonimb, 2011). Morfologi merupakan ilmu yang mempelajari bentuk luar tubuh suatu makhluk hidup atau suatu organisme. Pada ikan Morfologi (bentuk luar) dari ikan ini dapat dilihat secara jelas dan dapat dibedakan bagian-bagian tubuhnya. Secara historis, morfologi ikan merupakan sumber utama informasi untuk studi taksonomi dan evolusi. Ada beberapa karakter morfologi. Karakter ini biasanya dibagi menjadi dua kategori yaitu morfometrik dan meristic (Anonimb, 2011). Secara garis besar ikan yang terdapat di alam tebagi atas dua group yaitu Agnatha (Ikan yang tidak memiliki rahang) dan Gnathostomata (Ikan yang memiliki rahang). Kedua group ikan tersebuat dikelompokkan ke dalam tiga kelas yaitu Kelas Cephalaspidomophi, Condrichthyes, dan Osteichthyes. Suasono (1960), menyatakan bahwa ikan apabila ditinjau dari morfologinya dapat dibagi menjadi tujuh bagian yaitu bentuk tubuh, bentuk mulut, linnea lateralis, sirip, sungut, sisik, dan ciri-ciri lainnya. Sedangkan bagian tubuh lainnya, ikan dapat dibagi tiga bagian yaitu kepala (caput), badan (truncus), dan ekor (caudal) (Anonimb, 2011).

Gambar 1 : Tubuh Ikan Dan Bagian Bagiannya. Bagian kepala yakni bagian dari ujung mulut terdepan hingga hingga ujung operkulum (tutup insang) paling belakang. Adapun organ yang terdapat pada bagian kepala ini antara lain adalah mulut, rahang, gigi, sungut, cekung hidung, mata, insang, operkulum, otak, jantung, dan pada beberapa ikan terdapat alat pernapasan tambahan. 1. Bagian badan yakni dari ujung operkulum (tutup insang) paling belakang sampai pangkal awal sirip belang atau sering dikenal dengan istilah sirip dubur. Organ yang terdapat pada bagian ini antara lain adalah sirip punggung, sirip dada, sirip perut, hati, limpa, empedu, lambung, usus, ginjal, gonad, gelembung renang. 2. Bagian ekor, yakni bagian yang berada diantara pangkal awal sirip belakang/dubur sampai dengan ujung terbelakang sirip ekor. Adapun yang ada pada bagian ini antara lain adalah anus, sirip dubur, sirip ekor, dan pada ikan-ikan tertentu terdapat scute dan finlet (Anonimc, 2011).

Chemical And Sensory Assessment Of Hot-Smoked Fish Pt Pt is a processed product that has important gastronomic traditions and good sensory properties. Pts made from a variety of flesh foods including fish, which have become a popular item in delicatessens and supermarkets. The term of pt is sometimes reserved for a product with a courser texture. In addition, while pastes and spreads are usually sold as a sterile product in cans or jars, pts are sometimes also sold as chilled products (Le Ba and Zuber 1996) (Unlunsayin, 2007). 2.1.1 Bentuk tubuh ikan Antara jenis yang satu dengan jenis lainnya berbeda- beda. Perbedaan bentuk tubuh ini pada umumnya disebabkan oleh adanya adaptasi terhadap habitat dan cara hidupnya. Adapun bentuk-bentuk tubuh ikan tersebut dibagi dua yaitu: a. Simetri bilateral yaitu ikan yang apabila dibeah ditengah dengan potongan sagital, maka akan mendapatkan hasil yang sama persis antara bagian kiri dan bagian kanannya b. Non simetri bilateral yaitu ikan yang apabila dibeah ditengah dengan potongan sagital, maka kita akan mendapatkan hasil yang berbeda antara bagian kiri dan bagian kanannya c. Simetri bilateral. (Islam, 2005). Dilihat dari bentuk tubuh terutama dari penampang melintangnya ada beberapa macam bentuk tubuh ikan simetri bilateral, bentuk-bentuk tersebut adalah: Pipih (kompres) yakni ikan yang bertubuh pipih atau dengan kata lain lebar tubuh jauh lebih kecil dibanding tinggi tubuh dan panjang tubuh Picak (depress) yakni ikan yang lebar tubuhnya jauh lebih besar dari tinggi tubuhnya Cerutu (fusiform) yakni ikan dengan tinggi tubuh yang hampir sama dengan lebar panjang tubuhnya beberapa kali ukuran tingginya Ular (sidat) yakni ikan yang bentuk tubuhnya menyerupaibelut atau ular Tali (filiform) yakni ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai tali Pita (taeniform/flattedform) yakni ikan yang bentuk tubuhnya memanjang dan tipi menyerupai pita Panah (sagittiform) yakni ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai anak panah Bola (globiform) yakni ikan yang bentuk tubuhnyamenyerupai bola Kotak (ostraciform) yakni ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai kotak (Islam, 2005).

1. 2. 3. 4. 5. 6 7. 8. 9.

2.2.2 Bentuk Sirip Bentuk sirip pada ikan baik sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang (dubur) maupun sirip ekor beraneka ragam. Pada dasarnya ada sepuluh macam bentuk sirip ekor antara lain: Sirip ekor bercagak seperti pada ikan mas (Cyprinus carpio), ikan tawes (Puntius javanicus), ikan bawal (Pampus sp.), dan sebagainya. Sirip ekor berpinggiran tegak, seperti pada ikan buntal (Tetraodon sp.) Sirip ekor berpinggiran tegak, seperti pada ikan tambakan (Helostoma temmincki) Sirip ekor berlekuk kembar, seperti pada ikan Scatophagus argus

1. 2. 3. 4.

5. 6. 7. 8. 9.

Sirip ekor berbentuk membundar, seperti pada ikan gurame (Osphronemus gouramy) Sirip ekor berbentuk bajir, seperti pada ikan bloso (Glossogobius sp.) Sirip ekor berbentuk meruncing, seperti pada ikan belut (Monopterus albus) Sirip ekor berbentuk sabit, seperti pada ikan tongkol (Euthynus sp.) Sirip ekor berbentuk episerkal, dalam hal ini ekor bagian atasnya lebih panjang dibanding ekor bagian bawahnya seperti yang terdapat pada ikan atlantik sturgeon (Acipencer oxyrhynchus). 10. Sirip ekor berbentuk hiposerkal, dalam hal ini ekor bagian bawah lebih panjang dibanding ekor bagian atasnya seperti yang terdapat pada ikan caracas (Tylosurus sp). (Moura, 2007).

Gambar 2 : Macam Macam Bentuk Sirip Ikan. Sirip ikan sangat beragam baik bentuk, susunan maupun jumlahnya. Selain dinyatakan secara deskriptif dalam deskripsi spesies, karakter sirip suatu ikan dapat dinyatakan dalam bentuk rumus sirip. Rumus sirip adalah suatu rumus yang menggambarkan bentuk dan jumlah sirip serta jumlah dan macam jari-jari sirip (Moura, 2007). a. Jenis jari-jari sirip Jari-jari sirip dapat dibedakan menjadi 2 macam: 1) Jari-jari keras Jari-jari keras tidak beruas-ruas, pejal (tidak berlubang), keras dan tidak dapat dibengkokkan. Biasanya jari-jari keras ini berupa duri atau patil dan merupakan alat untuk mempertahankan diri bagi ikan. Jumlah jari-jari keras dinotasikan dengan huruf Romawi (I, II, III,). 2) Jari-jari lemah Jari-jari lemah biasanya bening, seperti tulang rawan, mudah dibengkokkan dan beruas-ruas. Bentuknya berbeda-beda tergantung pada jenis ikan, jari-jari lemah ini mungkin sebagian mengeras, salah satu bergerigi, bercabang atau satu sama lain berhimpitan. Jumlah jari-jari lemah dinotasikan dengan angka biasa (1,2, 3, ). Notasi yang biasanya digunakan untuk penulisan rumus sirip adalah sebagai berikut: - sirip punggung (pinna dorsalis= dorsal fin)= D - sirip punggung pertama (di muka, first dorsal fin)= D1 - sirip punggung kedua (di belakang, second dorsal fin) = D2 - sirip ekor (pinna caudalis= caudal fin)= C - sirip dubur (pinna analis= anal fin)= A (Kottelat, 1993).

2.1.3 Bentuk Mulut (cavum oris) Mulut pada ikan memiliki berbagai bentuk dan posisi yang tergantung dari kebiasaan makan dan kesukaan pada makanannya (feeding dan foot habits). Perbedaan bentuk dan posisi mulut ini juga kadang diikuti dengan keberadaan gigi dan perbedaan bentuk gigi pada ikan. Bentuk mulut pada ikan dapat digolongkan dalam : 1. Mulut terminal, yaitu posisi mulut berada di bagian ujung kepala 2. Mulut inferior, yaitu posisi mulut berada di bagian agak bawah ujung kepala 3. Mulut superior, yaitu posisi mulut berada di bagian agak atas ujung kepala (Haryono, 2009).

Gambar 3 : Macam Macam Bentuk Mulut Ikan.

Gambar 4 : Bentuk gigi ikan secara umum. 2.2 Morfometri dan Meristik Ikan Untuk mengidentifikasi jenis suatu ikan maka perlu dilakukan pengukuran dan penghitungan morfometri dan meristik ikan. Ciri meristik adalah ciri yang berkaitan dengan jumlah bagian tubuh tertentu seperti jumlah jari-jari keras dan jumlah jari-jari lemah pada sirip punggung, dan sebagainya. Sedangkan ciri morfometrik adalah ciri yang berkaitan dengan ukuran tubuh seperti panjang total, panjang kepala, dan sebagainya. Semua ukuran yang digunakan merupakan pengukuran yang diambil dari satu titik ke titik lain tanpa melalui lengkungan badan (FAO, 2009). 2.2.1 Morfometri Morfometri merupakan pengukuran ikan dan bagian-bagian tertentu yang dapat menjadi karakter taksonomi. Karena ukuran satu jenis ikan berbeda-beda akibat pengaruh umur dan lingkungannya, maka tidak mungkin memberikan ukuran untuk identifikasi secara mutlak. Beberapa parameter morfometri yang harus diukur adalah: 1. Panjang total (TL) diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxillae) hingga ujung ekor.

2. Panjang standar (SL) diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxillae) hingga pertengan pangkal sirip ekor (pangkal sirip ekor bukan berarti sisik terakhir karena sisik- sisik tersebut biasanya memanjang sampai ke sirip ekor) 3. Panjang kepala (HL) diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxilla) hingga bagian terbelakang operculum atau membran operculum. 4. Panjang batang ekor (LCP) diukur mulai dari jari terakhir sirip dubur hingga pertengahan pangkal batang ekor. 5. Panjang moncong (SNL) diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir hingga pertengan garis vertikal yang menghubungkan bagian anterior mata. 6. Tinggi sirip punggung (DD) diukur mulai dari pangkal hingga ujung pada jari-jari pertama sirip punggung. 7. Diameter mata (ED) diukur mulai dari bagian anterior hingga posterior bola mata, diukur mengikuti garis horisontal. 8. Tinggi batang ekor (DCP) diukur mulai dari bagian dorsal hingga ventral pangkal ekor. 9. Tinggi badan diukur (BD) secara vertikal mulai dari pangkal jari-jari pertama sirip punggung hingga pangkal jari-jari pertama sirip perut. 10. Panjang sirip dada diukur mulai dari pangkal hingga ujung jari-jari sirip dada. 11. Panjang sirip perut diukur mulai dari pangkal hingga ujung sirip perut. (Kotelllat et al., 1993). 2.2.2 Meristik Ikan Meristik merupakan pengamatan morfologi dengan cara menghitung semua struktur morfologi yang dapat dihitung misalnya jumlah sisik, jumlah tulang sirip dan lain-lain. Ciri meristik yang biasanya dihitung adalah : Bentuk, susunan dan tempat melekatnya sisik. Gurat Sisi (linea lateralis) adalah garis yang gelap di sepanjang kedua sisi tubuh ikan mulai dari posterior operculum sampai pangkal ekor (peduncle). Bentuk garis rusuk (linea lateralis) dan jumlah sisik yang membentuk linea lateralis di sebelah atas dan bawah linea lateralis. Rumus Sirip, pada ikan umumnya ada yang berpasangan dan ada yang tidak. Jenis jari-jari sirip dan jumlah jari-jari sirip. Letak dan bentuk mulut serta letak dan tipe gigi. (Haryono, 2009).

a. b. c. d. e. f.

2.3 Sisik ikan Bentuk, ukuran dan jumlah sisik ikan dapat memberikan gambaran bagaimana kehidupan ikan tersebut. Sisik ikan mempunyai bentuk dan ukuran yang beraneka macam, yaitu : Sisik ganoid merupakan sisik besar dan kasar Sisik sikloid berbentuk bulat, jika diamati akan tampak lingkaran yang berbeda-beda, pinggiran sisik halus dan rata Stenoid bentuk seperti sikloid tetapi mempunyai pinggiran yang kasar Sisik placoid merupakan sisik yang lembut (FAO, 2009).

a. b. c. d.

Umumnya tipe ikan perenang cepat atau secara terus menerus bergerak pada perairan berarus deras mempunyai tipe sisik yang lembut, sedangkan ikan-ikan yang hidup di perairan yang tenang dan tidak berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi umumnya mempunyai tipe sisik yang kasar. sementara sisik stenoid mempunyai (Anonim, 2010). 2.4 Linea Lateralis Linea lateralis adalah garis yang dibentuk oleh pori-pori, sehingga linea lateralis ini terdapat baik pada ikan yang bersisik maupun ikan yang tidak bersisik. Pada ikan yang tidak bersisik linea lateralis terbentuk oleh pori-pori yang terdapat pada kulitnya, sedangkan pada ikan yang bersisik linea lateralis terbentuk oleh sisik yang berpori. Pada umumnya ikan mempunyai satu buah garis linea lateralis, namun demikian adapula ikan yang mempunyai beberapa buah linea lateralis. Linea lateralis ini berfungsi untuk mendeteksi keadaan linkungan, terutama kualitas air dan juga berperan dalam proses osmoregulasi (Effendie, 1997). 2.5 Klasifikasi ikan a. Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) Klasifikasi Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Classis : Actinopterygii Ordo : Perciformes Familia Genus Species : Oreochromis : Oreochromis mossambicus (Anonima, 2011). b. Ikan gurame (Osphronemus gouramy) Klasifikasi Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Classis : Actinopterygii Ordo : Perciformes Familia : Osphronemidae Genus : Osphronemus Species : Osphronemus gouramy (Anonima, 2011). c. Ikan tongkol (Euthynnus pelamis.) Klasifikasi Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Classis : Osteichthyes Ordo : Goboioida Familia : Scombridae Genus : Euthynnus Species : Euthynnus pelamis : Cichlidae

(Anonima, 2011).

BAB III METODOLOGI 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Peralatan yang digunakan dalam praktikum biologi perikanan tentang morfologi ikan adalah papan lilin, satu set alat bedah,meteran jahit, penggaris, dan alat tulis. 3.1.2 Bahan Bahan bahan yang digunakan dalam praktikum biologi perikanan tentang morfologi ikan adalah ikan mujair (Oreochromis mossambicus), ikan gurame (Osphronemus gouramy), dan ikan tongkol (Euthynus pelamis). 3.2 Cara Kerja Cara kerja dari praktikum biologi perikanan tentang morfologi ikan adalah ikan mujair, ikan gurame, dan ikan tongkol diletakkan di atas papan lilin, di gambar morfologi sediaan ikan dan diberi keterangan lengkap dengan bagian-bagiannya. Dilakukan pengukuran terhadap ukuran-ukuran tubuh ikan seperti : panjang total ikan, panjang standar ikan, panjang kepala, panjang sebelum sirip dorsal, panjang sebelum sirip perut, tinggi kepala, tinggi badan, tinggi batang ekor, panjang batang ekor, lebar badan, jarak antara dua mata, panjang dasar sirip dorsal, panjang dasar sirip anal, panjang dasar sirip perut, panjang sirip ekor, tipe mulut, bentuk tubuh, dan tipe sirip ekor. Setelah itu, ditentukan rumus sirip ikan.

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisa Data 4.1.1 Tabel Pengukuran Morfometri Ikan (Dalam cm) N KARAKTER IKAN GURAME IKAN MUJAIR O. 1 2 1 2 1. PANJANG TOTAL IKAN 26,5 27 28 25,5 2. PANJANG STANDART 21,5 22,5 23,5 21 IKAN 3. PANJANG SEBELUM 10 14,5 8 7,5 SIRIP DORSAL IKAN 4. PANJANG SEBELUM 7,5 8,3 8,8 8,3 SIRIP PERUT IKAN 5. TINGGI KEPALA IKAN 7,5 7 9,5 8,8 6. TINGGI BADAN IKAN 12 12,9 17 16,5 7. TINGGI BATANG EKOR 3,5 3,5 4 4,4 IKAN 8. PANJANG BATANG 3,8 1 5 5,5 EKOR IKAN 9. LEBAR BADAN IKAN 3 3 4,3 4,3 10 JARAK ANTARA 2 3 3 3,5 3 MATA IKAN 11 PANJANG DASAR SIRIP 6,2 5 8 7 . DORSAL IKAN 12 PANJANG DASAR SIRIP 6,1 6 3 4 . ANAL IKAN 13 PANJANG DASAR SIRIP 6,4 5 5 6 . PERUT IKAN 14 PANJANG SIRIP EOR 7,5 6,5 6 4,5 . BAGIAN ATAS IKAN 15 TIPE MULUT IKAN TERMI TERMI TERMI TERMI . NAL NAL NAL NAL 16 TIPE SIRIP EKOR IKAN HOMO MEMB MEMBU MEMB . CERC UNDA NDAR UNDA AL R R 17 PANJANG SIRIP EKOR 6,2 5,5 3,2 . BAGIAN BAWAH IKAN 18 PANJANG SIRIP EKOR 6,2 4 3,3 . BAGIAN TENGAH IKAN 19 BENTUK TUBUH PIPIH COMP COMPR COMP . RESSE ESSED RESSE D D 20 PANJANG KEPALA 6 6,8 7,4 6,7 . IKAN

IKAN TONGKOL 1 2 33 33 32 32 10 10 7 14 0,9 2 6 3 5 3,2 5,4 4,8 TERMI NAL HOMO CERC AL 1 4,8 ROUN DED 8,5 10 10 7 13 0,8 4,5 6,5 3 4 4 6 5 TERMI NAL HOMO CERCA L 1,3 5 ROUND ED 9

4.1.5 Tabel Rumus Sirip GURAME N RUMUS O. 1 2 1. SIRIP D.XII.12 D.XIII.1 DORSAL 2

MUJAIR 1 D.XVII. 10 2 D.XVI.1 0

2. 3. 4.

SIRIP VENTRAL SIRIP PECTORAL SIRIP ANAL

V.IX.21 P.24 A.XII.56

V1.1.13 V2.1.12 P.24 A.X.63

V.VI P.11 A.V.6

V.VI P.10 A.VI.6

TONGKOL 1 2 D1.IX D1.XI D2.16 D2.19 D3.4 D3.4 D4.4 D4.8 D5.5 D5.8 D6.5 D6.9 D7.3 D7.5 D8.3 D8.7 D9.2 D9.3 V1.III.5 V1.36 V2.IV.7 V2.5 P.VI.19 P.77 A1.III.14 A2.IV A3.4 A4.5 A5.4 A6.4 A7.3 C.XIII.5 0 A1.17 A2.7 A3.7 A4.6 A5.5 A6.7 A7.7 C.146

5.

SIRIP CAUDAL

C.64

C.56

C.61

C.57

4.2 Pembahasan Pada praktikum morfologi ikan ini bertujuan untuk mengenal karakter morfologi untuk identifikasi ikan. Spesies ikan yang diamati adalah ikan gurame (Osphronemus gouramy), ikan tongkol (Euthynus sp.), dan ikan mujair (Oreochromis mossambicus). Praktikum ini dilakukan dengan meletakkan sediaan di atas papan lilin kemudian digambar morfologi ikan dan diberi keterangan lengkap bagian-bagiannya. Kemudian dilakukan pengukuran morfometrik dan meristik pada ikan dan ditentukan rumus sirip ikan. Pengukuran morfometri ikan dilakukan dengan melakukan pengukuran terhadap ukuranukuran tubuh ikan seperti : 1. panjang total ikan dilakukan pengukuran jarak garis lurus antara ujung kepala paling depan dengan ujung sirip paling belakang; 2. panjang standar ikan dilakukan pengukuran jarak garis lurus antara ujung kepala paling depan (biasanya ujung salah satu rahang) dengan pelipatan pangkal sirip ekor; 3. panjang kepala dilakukan pengukuran jarak antara ujung hidung sampai dengan tepi belakang keping tutup insang (operkulum); 4. panjang sebelum sirip dorsal dilakukan pengukuran panjang sebelum sirip dorsal ikan. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga sebelum sirip dorsal;

5.

panjang sebelum sirip perut dilakukan pengukuran panjang sebelum sirip perut ikan. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga sebelum sirip perut; 6. tinggi kepala dilakukan pengukuran ujung atas kepala ikan hingga ujung bawah kepala ikan; 7. tinggi badan dilakukan pengukuran jarak antara pangkal sirip punggung sampai pangkal sirip perut; 8. tinggi batang ekor dilakukan pengukuran jarak terendah dari kelipatan atau pangkal ekor; 9. panjang batang ekor dilakukan pengukuran Jarak miring antara tepi caudal dari sirip dubur sampai dengan pangkal jari-jari tengah sirip ekor; 10. lebar badan; 11. jarak antara dua mata dilakukan pengukuran ujung mata sebelah kiri hingga ujung mata sebelah kanan; 12. panjang dasar sirip dorsal dilakukan pengukuran jarak antara pangkal jari-jari pertama sampai dengan selaput sirip di belakang jari-jari terakhir; 13. panjang dasar sirip anal dilakukan pengukuran jarak antara pangkal jari-jari pertama sampai dengan selaput sirip di belakang jari-jari terakhir; 14. panjang dasar sirip perut ; 15. panjang sirip ekor dilakukan pengukuran 3 kali : bagian atas dari sirip ekor, bagian tengah dari sirip ekor, dan bagian bawah dari sirip ekor; 16. tipe mulut; 17. bentuk tubuh; 18. tipe sirip ekor Sedangkan pengukuran meristik ikan dilakukan dengan menghitung jumlah jari-jari keras dan jari-jari lemah. Untuk memberikan rumus suatu sirip tertentu, pertama dicantumkan dahulu notasi yang menentukan sirip mana yang dimaksud, misal suatu jenis ikan mempunyai jari-jari sirip punggung 6 jari-jari lemah, sirip ekor 12 serta jari-jari sirip dubur 6 dan 2 di antaranya keras, maka hal ini dapat ditulis: D.2; C.12; A.II.4. Menghitung jari-jari sirip yang berpasangan, dilakukan pada sirip yang terletak pada sebelah kiri, kecuali jika ada ketentuan yang lain. Pada pengamatan, ikan diletakkan dengan posisi perut (bagian ventral) menghadap pengamat dan kepala di sebelah kiri. Pada ikan yang jari-jari ekornya bercabang, jumlah jari-jari ini ditetapkan sebanyak jumlah jari-jari bercabang ditambah dua. Pengukuran morfometrik dan meristik berfungsi untuk mengidentifikasi jenis ikan, mengetahui analisa tingkat kematangan gonad, struktur kopulasi dari ikan dan laju pertumbuhan dari ikan tersebut. Pengukuran morfometrik merupakan beberapa pengukuran standar yang digunakan pada ikan antara lain panjang standar, panjang moncong atau bibir, panjang sirip punggung atau tinggi batang ekor. Pada pengukuran ikan yang sedang mengalami pertumbuhan digunakan rasio dari panjang standar. Ikan yang digunakan adalah ikan yang diperkirakan mempunyai ukuran dan kelamin yang sama. Hal ini disebabkan pertumbuhan ikan tidak selalu proporsional dan dimorfime seksual sering muncul pada ikan (tetapi seingkali tidak jelas) (Anonimb, 2010).

Ciri-ciri ikan yang penting untuk di identifikasi: Rumus sirip Morfometri Bentuk Linea lateralis dan jumlah sisik pada Linea lateralis tsb. Jumlah sisik di sebelah atas dan bawah Linea Lateralis Bentuk, susunan, dan tempat melekat sisik Letak dan bentuk serta gigi

Jari jari pada ikan yang keras memakai angka romawi sedangkan jari jari pada ikan yang lunak memakai angka biasa digunakan untuk membedakan mana yang berjari-jari lunak dan mana yang keras, mempermudah pengamatan dan penyusunan data. 4.2.1 Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) Gurame (Osphronemus gouramy) adalah sejenis ikan air tawar yang populer dan disukai sebagai ikan konsumsi di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di samping itu, di negara-negara lainnya gurami juga sering dipelihara dalam akuarium. Ikan yang lebar dan pipih. Panjang tubuh (SL, standard length) 2,0-2,1 kali tinggi tubuh; panjang tubuh total (dengan sirip ekor) bisa mencapai 1.000 mm. Sirip perut dengan jari-jari pertama yang pendek berupa duri dan jari-jari kedua yang lentur panjang serupa cambuk. Rumus sirip punggung (dorsal) XI-XIV (jari-jari keras atau duri) dan 12-14 (jari-jari lunak); sementara sirip dubur (anal) X-XI dan 20-23. Ikan yang muda memiliki moncong yang meruncing, dengan 8-10 pita melintang (belang) di tubuhnya. Jika beranjak dewasa warna-warna ini memudar, dan kepala ikan akan membengkak secara tidak teratur (Anonima, 2011). Pengukuran panjang total ikan : 26,5 cm dan 27 cm, panjang standar ikan : 21,5 cm dan 22,5 cm, panjang kepala : 6 cm dan 6,8 cm, panjang sebelum sirip dorsal : 10 cm dan 14,5 cm, panjang sebelum sirip perut : 7,5 cm dan 8,3 cm, tinggi kepala : 7,5 cm dan 7 cm, tinggi badan : 12 cm dan 12,9 cm, tinggi batang ekor : 3,5 cm dan 3,5 cm, panjang batang ekor : 3,8 cm dan 1 cm, lebar badan : 3 cm dan 3 cm, jarak antara dua mata : 3 cm dan 3 cm, panjang dasar sirip dorsal : 6,2 cm dan 5 cm, panjang dasar sirip anal : 6,1 cm dan 6 cm, panjang dasar sirip perut : 6,4 cm dan 5 cm, panjang sirip ekor bagian atas : 7,5 cm dan 6,5 cm, panjang sirip ekor bagian tengah : 6,2 cm dan - , panjang sirip ekor bagian bawah : 6,2 cm dan -. tipe mulut : terminal, bentuk tubuh : compressed atau pipih, dan tipe sirip ekor : homocercal Sedangkan hasil pengamatan meristiknya, yaitu: a. Ikan gurame 1 Panjang tubuh = 26,5 cm - Sirip dorsal : D.XII.12 - Sirip pectoral : P.24 - Sirip ventral : V.IX.21 - Sirip anal : A.XII.56 - Sirip caudal : C.64 b. Ikan gurame 2 Panjang tubuh

= 27 cm

Sirip dorsal Sirip pectoral Sirip ventral Sirip anal Sirip caudal

: D.XIII.12 : P.24 : V1.1.13 dan V2.1.12 : A.X.63 : C.56

TABEL PENGUKURAN IKAN GURAME NO. GAMBAR DAN PERLAKUAN

KETERANGAN

1. ikan gurame diukur panjangnya, mulai dari ujung mulut hingga ujung sirip ekornya. 2. ikan gurame diukur panjang standartnya. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga sebelum sirip ekornya

panjang total ikan gurame 1 = 26,5 cm panjang total ikan gurame 2 = 27 cm

3.

ikan gurame diukur panjang sebelum sirip dorsal ikan. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga sebelum sirip dorsal ikan gurame diukur panjang sebelum sirip perut ikan. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga sebelum sirip perut ikan gurame diukur tinggi kepalanya. pengukuran dimulai ujung atas kepala ikan hingga ujung bawah kepala ikan ikan gurame diukur tinggi badannya. pengukuran dimulai dari ujung atas sirip dorsal hingga ujung bawah sirip ventral ikan gurame diukur tinggi batang ekornya. pengukuran dimulai dari ujung atas sirip caudal hingga ujung bawah sirip caudal ikan gurame diukur panjang batang ekornya. pengukuran dimulai dari ujung belakang badan ikan hingga ujung sirip caudal

4.

5.

6.

7.

8.

panjang standart ikan gurame 1 = 21,5 cm panjang standart ikan gurame 2 = 22,5 cm panjang sebelum sirip dorsal ikan gurame 1 = 10 cm panjang sebelum sirip dorsal ikan gurame 2 = 14,5 cm panjang sebelum sirip perut ikan gurame 1 = 7,5 cm panjang sebelum sirip perut ikan gurame 2 = 8,3 cm tinggi kepala ikan gurame 1 = 7,5 cm tinggi kepala ikan gurame 2 = 7 cm tinggi badan ikan gurame 1 = 12 cm tinggi badan ikan gurame 2 = 12,9 cm tinggi batang ekor ikan gurame 1 = 3,5 cm tinggi batang ekor ikan gurame 2 = 3,5 cm panjang batang ekor ikan gurame 1 = 3,8 cm panjang batang ekor ikan gurame 2 = 1 cm

9.

ikan gurame diukur lebar badannya

10.

ikan gurame diukur jarak antara dua mata. pengukuran dimulai dari ujung mata sebelah kiri hingga ujung mata sebelah kanan ikan gurame diukur panjang dasar sirip dorsal. pengukuran dimulai dari ujung atas sirip dorsal hingga badan ikan ikan gurame diukur panjang dasar sirip anal. pengukuran dimulai dari ujung bawah sirip anal hingga badan ikan

11.

12.

13.

ikan gurame diukur panjang dasar sirip ekornya. pengukuran dilakukan 3 kali : bagian atas dari sirip ekor, bagian tengah dari sirip ekor, dan bagian bawah dari sirip ekor

14.

ikan gurame diukur panjang kepalanya. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga batas kepalanya

15.

ikan gurame diukur panjang dasar sirip perut

lebar badan ikan gurame 1 = 3 cm lebar badan ikan gurame 2 = 3 cm jarak antara dua mata ikan gurame 1 = 3 cm jarak antara dua mata ikan gurame 2 = 3 cm panjang dasar sirip dorsal ikan gurame 1 = 6,2 cm panjang dasar sirip dorsal ikan gurame 2 = 5 cm panjang dasar sirip anal ikan gurame 1 = 6,1 cm panjang dasar sirip anal ikan gurame 2 = 6 cm panjang sirip ekor bagian atas ikan gurame 1 = 7,5 cm panjang sirip ekor bagian atas ikan gurame 2 = 6,5 cm panjang sirip ekor bagian tengah ikan gurame 1 = 6,2 cm panjang sirip ekor bagian tengah ikan gurame 2 = - cm panjang sirip ekor bagian bawah ikan gurame 1 = 6,2 cm panjang sirip ekor bagian bawah ikan gurame 2 = - cm panjang kepala ikan gurame 1 = 6 cm panjang kepala ikan gurame 2 = 6,8 cm panjang dasar sirip perut ikan gurame 1 = 6 cm panjang dasar sirip perut ikan gurame 2 = 6,8 cm

4.2.2 Ikan Mujair (Osphronemus gouramy) Mujair adalah sejenis ikan air tawar yang biasa dikonsumsi. Penyebaran alami ikan ini adalah perairan Afrika dan di Indonesia pertama kali ditemukan oleh Pak Mujair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar, Jawa Timur pada tahun 1939. Meski masih menjadi misteri, bagaimana ikan itu bisa sampai ke muara terpencil di selatan Blitar, tak urung ikan tersebut

dinamai mujair untuk mengenang sang penemu. Ikan berukuran sedang, panjang total maksimum yang dapat dicapai ikan mujair adalah sekitar 40 cm. Bentuk badannya pipih dengan warna hitam, keabu-abuan, kecoklatan atau kuning. Sirip punggungnya (dorsal) memiliki 15-17 duri (tajam) dan 10-13 jari-jari (duri berujung lunak); dan sirip dubur (anal) dengan 3 duri dan 912 jari-jari (Anonima, 2011). Pengukuran ukuran tubuh ikan mujair adalah sebagai berikut panjang total ikan : 28 cm dan 25,5 cm, panjang standar ikan : 23,5 cm dan 21 cm, panjang kepala : 7,4 cm dan 6,7 cm, panjang sebelum sirip dorsal : 8 cm dan 7,5 cm, panjang sebelum sirip perut : 8,8 cm dan 8,3 cm, tinggi kepala : 9,5 cm dan 8,8 cm, tinggi badan : 17 cm dan 16,5 cm, tinggi batang ekor : 4 cm dan 4,4 cm, panjang batang ekor : 5 cm dan 5,5 cm, lebar badan : 4,3 cm dan 4,3 cm, jarak antara dua mata : 3,5 cm dan 3 cm, panjang dasar sirip dorsal : 8 cm dan 7 cm, panjang dasar sirip anal : 3 cm dan 4 cm, panjang dasar sirip perut : 5 cm dan 6 cm, panjang sirip ekor bagian atas : 6 cm dan 4,5 cm, panjang sirip ekor bagian tengah : 4 cm dan 3,3 cm , panjang sirip ekor bagian bawah : 5,5 cm dan 3,2 cm. tipe mulut : terminal, bentuk tubuh : compressed atau pipih, dan tipe sirip ekor : homocercal (membulat). Sedangkan hasil pengamatan meristiknya, yaitu: a. Ikan mujair 1 Panjang tubuh = 28 cm - Sirip dorsal : D.XVII.10 - Sirip pectoral : P.11 - Sirip ventral : V.VI - Sirip anal : A.V.6 - Sirip caudal : C.61 b. Ikan mujair 2 Panjang tubuh - Sirip dorsal - Sirip pectoral - Sirip ventral - Sirip anal - Sirip caudal

= 25,5 cm : D.XVI.10 : P.10 : V.VI : A.VI.6 : C.57

TABEL PENGUKURAN IKAN MUJAIR NO. GAMBAR DAN PERLAKUAN

KETERANGAN panjang total ikan mujair 1 = 28 cm

1. panjang total ikan mujair 2 = 25,5 cm

ikan mujair diukur panjangnya, mulai dari ujung mulut hingga ujung sirip ekornya.

panjang standart ikan mujair 1 = 23,5 cm 2. panjang standart ikan mujair 2 = 21 cm

ikan mujair diukur panjang standartnya. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga sebelum sirip ekornya

panjang sebelum sirip dorsal ikan mujair 1 = 8 cm 3. ikan mujair diukur panjang sebelum sirip dorsal ikan. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga sebelum sirip dorsal panjang sebelum sirip dorsal ikan mujair 2 = 7,5 cm

panjang sebelum sirip perut ikan mujair 1 = 8,8 cm 4. ikan mujair diukur panjang sebelum sirip perut ikan. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga sebelum sirip perut panjang sebelum sirip perut ikan mujair 2 = 8,3 cm

tinggi kepala ikan mujair 1 = 9,5 cm 5. tinggi kepala ikan mujair 2 = 8,8 cm ikan mujair diukur tinggi kepalanya. pengukuran dimulai ujung atas kepala ikan hingga ujung bawah kepala ikan

tinggi badan ikan mujair 1 = 17 cm 6. ikan mujair diukur tinggi badannya. pengukuran dimulai dari ujung atas sirip dorsal hingga ujung bawah sirip ventral tinggi badan ikan mujair 2 = 16,5 cm

tinggi batang ekor ikan mujair 1 = 4 cm 7. ikan mujair diukur tinggi batang ekornya. pengukuran dimulai dari ujung atas sirip caudal hingga ujung bawah sirip caudal tinggi batang ekor ikan mujair 2 = 4,4 cm

panjang batang ekor ikan mujair 1 = 5 cm 8. ikan mujair diukur panjang batang ekornya. pengukuran dimulai dari ujung belakang badan ikan hingga ujung sirip caudal panjang batang ekor ikan mujair 2 = 5,5 cm

lebar badan ikan mujair 1 = 4,3 cm 9. lebar badan ikan mujair 2 = 4,3 cm ikan mujair diukur lebar badannya

jarak antara dua mata ikan mujair 1 = 3,5 cm 10. ikan mujair diukur jarak antara dua mata. pengukuran dimulai dari ujung mata sebelah kiri hingga ujung mata sebelah kanan jarak antara dua mata ikan mujair 2 = 3 cm

panjang dasar sirip dorsal ikan mujair 1 = 8 cm 11. panjang dasar sirip dorsal ikan mujair 2 = 7 cm ikan mujair diukur panjang dasar sirip dorsal. pengukuran dimulai dari ujung atas sirip dorsal hingga badan ikan

panjang dasar sirip anal ikan mujair 1 = 3 cm 12. panjang dasar sirip anal ikan mujair 2 = 4 cm ikan mujair diukur panjang dasar sirip anal. pengukuran dimulai dari ujung bawah sirip anal hingga badan ikan panjang sirip ekor bagian atas ikan mujair 1 = 6 cm panjang sirip ekor bagian atas ikan mujair 2 = 4,5 cm panjang sirip ekor bagian tengah ikan mujair 1 = 4 cm 13. panjang sirip ekor bagian tengah ikan mujair 2 = 3,3 cm ikan mujair diukur panjang dasar sirip ekornya. pengukuran dilakukan 3 kali : bagian atas dari sirip ekor, bagian tengah dari sirip ekor, dan bagian bawah dari sirip ekor panjang sirip ekor bagian bawah ikan mujair 1 = 5,5 cm panjang sirip ekor bagian bawah ikan mujair 2 = 3,2 cm

panjang kepala ikan mujair 1 = 7,4 cm 14. ikan mujair diukur panjang kepalanya. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga batas kepalanya 15. ikan mujair diukur panjang dasar sirip perut panjang kepala ikan mujair 2 = 6,7 cm Panjang dasar sirip perut ikan mujair 1 = 5 cm Panjang dasar sirip perut ikan mujair = 6 cm

4.2.3 Ikan Tongkol (Euthynus pelamis) Ikan tongkol masih tergolong pada ikan Scombridae, bentuk tubuh seperti betuto, dengan kulit yang licin .Sirip dada melengkung, ujngnya lurus dan pangkalnya sangat kecil. Ikan tongkol merupakan perenang yang tercepat diantara ikan-ikan laut yang berangka tulang. Sirip-sirip punggung, dubur, perut, dan dada pada pangkalnya mempunyai lekukan pada tubuh, sehingga sirip-sirip ini dapat dilipat masuk kedalam lekukan tersebut, sehingga dapat memperkecil daya gesekan dari air pada waktu ikan tersebut berenang cepat. Dan dibelakang sirip punggung dan sirip dubur terdapat sirip-sirip tambahan yang kecil-kecil yang disebut finlet (Anonima, 2011). Pengukuran ukuran panjang total ikan : 33 cm dan 33 cm, panjang standar ikan : 32 cm dan 32 cm, panjang kepala : 8,5 cm dan 9 cm, panjang sebelum sirip dorsal : 10 cm dan 10 cm, panjang sebelum sirip perut : 10 cm dan 10 cm, tinggi kepala : 7 cm dan 7 cm, tinggi badan : 14 cm dan 13 cm, tinggi batang ekor : 0,9 cm dan 0,8 cm, panjang batang ekor : 2 cm dan 4,5 cm, lebar badan : 6 cm dan 6,5 cm, jarak antara dua mata : 3 cm dan 3 cm, panjang dasar sirip dorsal : 5 cm dan 4 cm, panjang dasar sirip anal : 3,2 cm dan 4 cm, panjang dasar sirip perut : 5,4 cm dan 6 cm, panjang sirip ekor bagian atas : 4,8 cm dan 5 cm, panjang sirip ekor bagian tengah : 4,8 cm dan 5 cm , panjang sirip ekor bagian bawah : 1 cm dan 1,3 cm. tipe mulut : terminal, bentuk tubuh : rounded, dan tipe sirip ekor : homocercal (membulat). Sedangkan hasil pengamatan meristiknya, yaitu: a. Ikan gurame 1 Panjang tubuh = 26,5 cm - Sirip dorsal : D.XII.12 - Sirip pectoral : P.24 - Sirip ventral : V.IX.21 - Sirip anal : A.XII.56 - Sirip caudal : C.64 b. Ikan gurame 2 Panjang tubuh - Sirip dorsal - Sirip pectoral

= 27 cm : D.XIII.12 : P.24

Sirip ventral Sirip anal Sirip caudal

: V1.1.13 dan V2.1.12 : A.X.63 : C.56

TABEL PENGUKURAN IKAN TONGKOL NO. GAMBAR DAN PERLAKUAN

KETERANGAN panjang total ikan tongkol 1 = 33 cm panjang total ikan tongkol 2 = 33 cm panjang standart ikan tongkol 1 = 32 cm panjang standart ikan tongkol 2 = 32 cm panjang sebelum sirip dorsal ikan tongkol 1 = 10 cm panjang sebelum sirip dorsal ikan tongkol 2 = 10 cm panjang sebelum sirip perut ikan tongkol 1 = 10 cm panjang sebelum sirip perut ikan tongkol 2 = 10 cm tinggi kepala ikan tongkol 1 = 7 cm tinggi kepala ikan tongkol 2 = 7 cm tinggi badan ikan tongkol 1 = 14 cm tinggi badan ikan tongkol 2 = 13 cm tinggi batang ekor ikan tongkol 1 = 0,9 cm tinggi batang ekor ikan tongkol 2 = 0,8 cm panjang batang ekor ikan tongkol 1 = 2 cm panjang batang ekor ikan tongkol 2 = 4,5 cm lebar badan ikan tongkol 1 = 6 cm lebar badan ikan tongkol 2 =

1. ikan tongkol diukur panjangnya, mulai dari ujung mulut hingga ujung sirip ekornya. 2. ikan tongkol diukur panjang standartnya. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga sebelum sirip ekornya

3.

ikan tongkol diukur panjang sebelum sirip dorsal ikan. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga sebelum sirip dorsal ikan tongkol diukur panjang sebelum sirip perut ikan. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga sebelum sirip perut ikan tongkol diukur tinggi kepalanya. pengukuran dimulai ujung atas kepala ikan hingga ujung bawah kepala ikan ikan tongkol diukur tinggi badannya. pengukuran dimulai dari ujung atas sirip dorsal hingga ujung bawah sirip ventral ikan tongkol diukur tinggi batang ekornya. pengukuran dimulai dari ujung atas sirip caudal hingga ujung bawah sirip caudal ikan tongkol diukur panjang batang ekornya. pengukuran dimulai dari ujung belakang badan ikan hingga ujung sirip caudal ikan tongkol diukur lebar badannya

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

ikan tongkol diukur jarak antara dua mata. pengukuran dimulai dari ujung mata sebelah kiri hingga ujung mata sebelah kanan ikan tongkol diukur panjang dasar sirip dorsal. pengukuran dimulai dari ujung atas sirip dorsal hingga badan ikan ikan tongkol diukur panjang dasar sirip anal. pengukuran dimulai dari ujung bawah sirip anal hingga badan ikan

11.

12.

13.

ikan tongkol diukur panjang dasar sirip ekornya. pengukuran dilakukan 3 kali : bagian atas dari sirip ekor, bagian tengah dari sirip ekor, dan bagian bawah dari sirip ekor

14.

ikan tongkol diukur panjang kepalanya. pengukuran dimulai dari ujung mulut hingga batas kepalanya

15.

ikan tongkol diukur panjang dasar sirip perut

6,5 cm jarak antara dua mata ikan tongkol 1 = 3 cm jarak antara dua mata ikan tongkol 2 = 3 cm panjang dasar sirip dorsal ikan tongkol 1 = 5 cm panjang dasar sirip dorsal ikan tongkol 2 = 4 cm panjang dasar sirip anal ikan tongkol 1 = 3,2 cm panjang dasar sirip anal ikan tongkol 2 = 4 cm panjang sirip ekor bagian atas ikan tongkol 1 = 4,8 cm panjang sirip ekor bagian atas ikan tongkol 2 = 5 cm panjang sirip ekor bagian tengah ikan tongkol 1 = 4,8 cm panjang sirip ekor bagian tengah ikan tongkol 2 = 5 cm panjang sirip ekor bagian bawah ikan tongkol 1 = 1 cm panjang sirip ekor bagian bawah ikan tongkol 2 = 1,3 cm panjang kepala ikan gurame 1 = 8,5 cm panjang kepala ikan gurame 2 = 9 cm panjang dasar sirip perut ikan tongkol 1 = 5,4 cm panjang dasar sirip perut ikan tongkol 2 = 6 cm

BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan praktikum morfologi ikan adalah untuk mengenal karakter morfologi dalam mengidentifikasi ikan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengukuran secara morfometri dan meristik pada ikan. Pengukuran secara morfometrik dilakukan dengan mengukur panjang total ikan, panjang standar ikan, panjang kepala, panjang sebelum sirip dorsal, panjang sebelum sirip perut, tinggi kepala, tinggi badan, tinggi batang ekor, panjang batang ekor, lebar badan, jarak antara dua mata, panjang dasar sirip dorsal, panjang dasar sirip anal, panjang dasar sirip perut, panjang sirip ekor, tipe mulut, bentuk tubuh, dan tipe sirip ekor. Pengukuran secara meristik dilakukan dengan mengukur jumlah bagian tubuh tertentu seperti jumlah jari-jari keras dan jumlah jari-jari lemah pada sirip ikan.

DAFTAR PUSTAKA
Anonima. 2011. Taxonomy. Diakses dari www.zipcodezoo.com tanggal 16 November 2011 pukul 14.00 WIB. Anonimb. 2011. Water Biodiversity. Diakses dari www.fpik.undip.ac.id.mht tanggal 16 November 2011 pukul 10.30 WIB. Anonimc. 2011. Ikan Air Tawar. Diakses dari http://jeffri022.student.umm.ac.id/2010/05/01/morfologi/. tanggal 16 November 2011 pukul 13.00 WIB. Effendie, M. I. 1997. Metode Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara: Yogyakarta. FAO. 2009. Fish Identification. Diakses dari www.fao.org. tanggal 16 November 2011 pukul 22.00 WIB Haryono. 2009. Buku Panduan Lapangan: Ikan Perairan Lahan Gambut. Penerbit LIPI Press, Jakarta. Islam, Md. Shahidul. 2005. Threatened shes of the world: Tor tor Hamilton 1822 (Cyprinidae). Division of Applied Biosciences, Graduate School of Agriculture, Kyoto University: Japan. Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari & S. Wirjoatmodjo. 1993. Fresh Water Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus Editions Limited : Jakarta. Moura, Rodrigo L. 2007. A new species of snapper (Perciformes: Lutjanidae) from Brazil, with comments on the distribution of Lutjanus griseus and L. apodus. Magnolia Press: Brazil.

Unlusayn, Mustafa, engul Bilgin, Levent zci and Ali Gunlu. 2007. Chemical And Sensory Assessment Of Hot-Smoked Fish Pt. Journal of FisheriesSciences.com 1 (1):20-25 (2007).