Anda di halaman 1dari 5

POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

PNEUMATIK & HIDROLIK Job Sheet Hidrolik

Hal. - 26

JOB VII Motor Hidrolik Pendahuluan


Motor hidrolik mengkonversi energi hidrolik yang diberikan oleh pompa menjadi energi mekanik dalam bentuk gerak rotasi,dan mentransformasikan energi ini menjadi torsi melalui poros daya (power-take-off-shaft). Umumnya kontruksi motor hidrolik identik dengan kontruksi motor pompa. Dalam banyak hal, pompa dapat bekerja langsung sebagai motor, jika pompa ini tidak dipasangi katup pembeban pegas (sparing loaded valve). Kavitasi berarti adanya sub tekanan yang perlu diperhatikan. Jika fluida hidrolik mengalir pada kecepatan yang amat tinggi, tekanan akan jatuh pada tekanan evaporasi. Gelembung - gelembung uap akan terbentuk dan akan menghilang jika tekanan bertambah besar. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya sentakan tekanan dan akibatnya terjadi efek pengausan yang merusak tehadap material. Torsi motor hidrolik perpindahan konstan ini tergantung pada tekanan kerja. Kenaikan tekanan akan menghasilkan torsi yang lebih tinggi dan pengurangan tekanan menghasikan torsi yang lebih rendah.

Hasil Pembelajaran
Setelah berhasil menyelesaikan, melengkapi tugas-tugas dan latihan dari bab ini, Saudara dapat menjelaskan, mengenal dan memahami cara kerja motor hidrolik dengan perpindahan yang konstan.

Kriteria Penilaian
Keberhasilan Saudara dalam menguasai job ini dapat diukur dengan kriteria penilaian sebagai berikut: Dapat melaksanakan praktikum sesuai dengan rangkaian yang ada. Dapat menganalisa hasil dari praktikum. Dapat menyebutkan dan menjelaskan tentang cara kerja motor hidrolik dengan perpindahan yang konstan. Material Kerja NO 1 2 3 4 NAMA Stasiun pembangkit tekanan Panel pengkur tekanan (2.1 hingga 2.3) M1 / M2 / M3 Panel motor hidrolik Panel katup check throttle (4.1 dan 4.2 ) JUMLAH 1 1 1
Job VII Motor Hidrolik

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK 5 6 7 8 9 10 11 12 Panel katup kontrol arah

PNEUMATIK & HIDROLIK Job Sheet Hidrolik 1 1 1 1 1 14 2 3

Hal. - 26

Panel dengan katup pembantu yang dikontrol secara tidak langsung. Panel blok rem keselamatan (safety brake block panel). Panel katup check Tangki ukur Selang dengan penghubung plug-in Manifold Selang ukur

Langkah Kerja 1. Siapkan material kerja 2. Buat rangkaian sesuai dengan diagram rangkaian 3. Minta pengawas untuk memeriksa rangkaian. 4. Lakukan latihan 5. Membongkar rangkaian Keselamatan Kerja Jalankan motor listrik hanya jika diminta oleh pengawas Bersihkan segera fluida hidrolik yang berceceran dilantai anda dapat tergelincir karenanya. Fluida ini dapat merusak lantai beton. Jangan bekerja dengan tangan yang berlumur pelumas ada kemungkinan anda menjatuhkan barang / alat. Jangan menyentuh poros daya motor hidrolik pada saat motor sedang berputar. Perbaikan kesalahan dan pembongkoran rangkaian hanya boleh dilakukan jika rangkaian telah didepressurisasi. Ketika pompa ganda dijalankan, aliran Q1 mengalir ke sistem hidrolik melalui jalur tekanan P1. Dengan katup kontrol arah 4/3 ada diposisi O, fluida dialirkan ke tangki melalui bypass netral. Jika katup kontrol arah 4/3 di switch ke posisi kerja a (pemberian energi bagi solenoid Y9a), fluida mengalir melalui katup check throttle 4.1 ke motor hidrolik 3. Katup check throttle 4.1 dapat dipakai untuk mendapatkan pengontrolan terhadap aliran. Tergantung pada pengaturan di katup check throttle 4.1, motor hydrolic berputar searah jarum jam pada rpm
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

tertentu. Kenaikan aliran fluida akan memberikan kecepatanyang lebih besar. Penurunan aliran Job VII Motor Hidrolik

POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

PNEUMATIK & HIDROLIK Job Sheet Hidrolik

Hal. - 26

fluida akan memberikan kecepatan yang lebih kecil. Aliran balik dari motor hidrolic mengalir ke tangki ukur melalui katup check throttle 4.2, katup kontrolarah 4/3 dan katup check sederhana. Katup check sederhana membangkitkan sedikit tekanan balik (kecil) dijalur pipa balik. Hal ini diperlukan untuk menyakinkan bahwa torak di motor hidrolik adalah pressure locked pada permukaan bantal (bearing) dan juga untuk meyakinkan bahwa motor berputar dengan lancar. Tangki ukur dapat dipakai untuk menentukan aliran volumetrik Q persatuan waktu yang melewati motor hidrolik. Laju aliran volumetrik dan volume masuk V per putaran dapat dipakai untuk menghitung kecepatan rotasi dari motor hidrolik. Jika katup kontrol arah 4/3 di switch ke posisi kerja b (pembuangan energi bagi solenoid Y9a, pemberian energi bagi solenoid Y1Ob), hal ini akan membalikkan (reverse ) arah putaran katup check throttle 4.3 (kontrol aliran masuk). Jika motor hidrolik ini akan distop, katup kontrol arah 4/3 harus di switch ke posisi diam O (solenoid Y9a dan Y1Ob dibuang energinya ). Massa roda gila dari motor hidrolik akan mencoba untuk tetap untuk memutar motor. Akibatnya, terjadi kenaikan tekanan yang tidak dikehendaki (pressure surge) di reka shut-off pada jalur keluar. Terjadi pula keadaan hampa yang tidak diinginkan di jalur pipa masuk, dan hal ini dapat mengakibatkan kerusakan kavitasi. Untuk menghindar efek-efek yang tidak dikehendak ini dan juga konsekuensinya, dipasang block rem keselamatan 7. Dengan demikian, fluida hidrolik dijalur keluar (untuk motor berputar searah/ berlawanan dengan jarum jam ) akan mengalir memakai antar hubungan yang baik dari 4 katup check sederhana melalui katup pembantu 7.1 dan kembali ke jalur masuk dari motor hidroik. Kenaikan tekanan yang tidak diinginkan dijalur keluar dapat dihindari, karena katup pembantu 7.1 terbuka dan membuat volume fluida hidrolik yang dipindahkan oleh motor hidroik mengalir ke jalur masuk. Hal ini akan menghasilkan kenaikan tekanan diluar kerja yang diinginkan. Pengumpanan jumlah fluida hidrolik yang identik ke jalur masuk dapat mencegah terjadinya formasi hampa. Motor hidrolik ini berlawanan cara kerjanya dengan pompa hidrolik. Di pompa hidrolik energi mekanik dari motor listrik di konversikan ke energi hidrolik. Motor hidrolik ini di beri umpan berupa energi hidrolik dari sistem memakai aliran fluida hidrolik. Energi ini dikonversikan menjadi energi mekanik dan di transmisikan sebagai torsi melalui poros daya.
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN Job VII Motor Hidrolik

POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

PNEUMATIK & HIDROLIK Job Sheet Hidrolik

Hal. - 26

Fluida hidrolik yang telah memberikan energinya ini, akan diumpankan kembali dari motor hidrolik ke tangki. Pengenalan dan pemahaman cara kerja motor hidrolik perpindahan yang konstan Tentukan kecepatan n dari motor hidrolik sebagai fungsi dari aliran volumetrik Q. tekanan sistem Pe1 = 50 bar. Tuliskan berikut ditabel : Persamaan Aliran volumetrik Q = Volume ukur V = 2 (1) Kec. Motor hidrolik n = Q rpm Vs V .60 1 ( ) t menit Posisi switching katup kontrol arah Aliran volumetrik Q (1 / menit) Keceptan n (rpm) Tekanan pe2 dan pe3

Vs = volume masuk motor hidrolik per putaran (dapat dibaca di tabel motor) misal S 4 = m3 putaran

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

Job VII Motor Hidrolik

POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

PNEUMATIK & HIDROLIK Job Sheet Hidrolik

Hal. - 26

Motor Hidrolik Arah putaran dari kiri ke kanan Arah putaran dari kenan ke keri

Posisi switchi ng 4/3 DCV

Katup check throttle 4.1 searah jarum jam 4.2 berlawanan jarum jam Tertutup Pembukaan min Lebih dibuka Terbuka max Kurang terbuka Bukaan min Bukaan min Lebih dibuka Terbuka penuh Kurang terbuka Bukaan min

Aliran volumetrik (1/min)

Kecepatan (rpm)

Pe1 (bar)

Pe3 (bar)

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

Job VII Motor Hidrolik