Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN PRAKTEK KLINIK KEBIDANAN (PKK) I

A. PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan ditetrapkan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Salah satu upaya dalam penyelenggaraan kesehatan adalah upaya kesehatan keluarga. Kesehatan keluarga meliputi kesehatan suami, istri, anak dan anggota keluarga lainnya. Kesehatan istri meliputi kesehatan pada masa pra kehamilan, kehamilan, persalinan, nifas dan masa di luar kehamilan. Kesehatan anak diselenggarakan untuk mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat. Kesehatan anak dalam kandungan, neonatal, masa bayi dan masa balita. Untuk mendukung upaya kesehatan dan pencapaian sasaran pembangunan maka diperlukan tenaga kesehatan dalam jumlah, jenis dan kualitas yang tepat dan dapat diandalkan khususnya dalam akselerasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB) di Indonesia. Bidan adalah salah satu kategori tenaga kesehatan yang sangat berperan dalam upaya tersebut dan oleh karena itu perlu dipersiapkan sebaik-baiknya. Dalam upaya pengadaan tenaga bidan yang profesional sesuai dengan kewenangan yang tertuang dalam Kepmenkes No. 149 tahun 2010, diperlukan fokus dan kompetensi pendidikan yang diaplikasikan pada masa studi. Pada masa studi semester III, mahasiswa diharapkan mampu menguasai fokus pendidikan tahap II dan kompetensi tahap II. Kompetensi tahap II yang diharapkan dikuasai oleh mahasiswa adalah mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada kasus fisiologis secara

komprehensif, mampu melaksanakan asuhan pada klien pada wanita dalam siklus kehidupan., mampu melaksanakan Asuhan Kebidanan I (kehamilan), Asuhan Kebidanan II (persalinan), Asuhan Kebidanan III (Nifas), Asuhan Neonatus Bayi dan Balita di semua tatanan pelayanan kesehatan. Diharapkan juga pada kompetensi II mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan berdasarkan evidence-based di semua tatanan pelayanan kesehatan di institusi maupun komunitas. Dalam rangka mencapai kompetensi tahap II tersebut, mahasiswa D-III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mahardika Cirebon secara bertahap akan menjalankan Praktik Klinik Kebidanan (PKK) I untuk menerapkan peran fungsi bidan serta kompetensinya.

Peran dan fungsi bidan adalah memberikan pelayanan kesehatan yang mempunyai tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan praktiknya. Dalam melaksanakan praktik, bidan dihadapkan pada pertanyaan apa dan bagaimana bidan bekerja. Peran bidan lulusan D-III Kebidanan sebagai pelaksana, pengelola, peneliti, dan pendidik harus didukung oleh kompetensi inti bidan. Kompetensi inti yang dimaksud di sini adalah penguasaan pengetahuan dasar, keterampilan dan pengetahuan lapangan oleh seorang bidan dalam melaksanakan praktik kebidanan secara aman dan bertanggungjawab di berbagai pelayanan kesehatan. Dengan didasari kompetensi inti, bidan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam memberikan asuhan kebidanan sesuai kebutuhan klien, sehingga proses pengambilan keputusan asuhan kebidanan yang diberikan menggunakan berbagai sumber penegetahuan, kemampuan berpikir kritis dan pertimbangan klinis yang tepat. Dalam rangka mencapai kompetensi tersebut, mahasiswa D-III Kebidanan STIKes Mahardika Cirebon secara bertahap akan menjalankan Praktik Klinik Kebidanan I untuk menerapkan peran fungsi bidan serta kompetensinya. Adapun peran fungsi dan kompetensi pada pencapaian praktik klinik ini tercantum dalam daftar target kompetensi praktik klinik kebidanan I.

B. TUJUAN PRAKTEK 1. TUJUAN UMUM Setelah mengikuti praktek klinik kebidanan mahasiswa mampu menerapkan manajemen kebidanan dalam praktek klinik dengan menggunakan pendekatan asuhan kebidanan. 2. TUJUAN KHUSUS Tujuan khusus yang akan dicapai oleh mahasiswa dalam Praktek klinik Kebidanan (PKK) I pada semester III adalah sebagai berikut: Setelah mengikuti praktek klinik diharapkan mahasiswa mampu : a. Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil normal b. Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu bersalin normal c. Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas normal d. Melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal e. Melaksanakan asuhan kesehatan pada bayi dan anak balita f. Melaksanakan imunisasi pada bayi

C. WAKTU DAN TEMPAT PRAKTEK Praktek Klinik Kebidanan I (PKK I) untuk mahasiswa semester III ini dilaksanakan selama 8 minggu dimulai pada tanggal 20 Februari 2012 sampai dengan 14 April 2012. Lahan yang digunakan untuk Praktek Klinik Kebidanan I (PKK I) adalah sebagai berikut: 1. 8 Puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Cirebon a. Puskesmas Jagasatru b. Puskesmas Pamitran c. Puskesmas Kejaksan d. Puskesmas Sunyaragi e. Puskesmas Drajat f. Puskesmas Sitopeng g. Puskesmas Larangan h. Puskesmas Kesunean 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. BPS Nurkomariah, S.ST BPS Asih, Amd.Keb BPS Entat S., Amd.Keb BPS Hj. Nani Rohayani, S.ST BPS Ade Wasiah, Amd.Keb BPS Moly U., Amd.Keb, SKM BPS Tati Gunawati, Amd.Keb, SKM BPS Hj. Cicih Rukaesih, S.ST

D.

STRATEGI 1. 2. 3. Mahasiswa memperoleh informasi tentang target yang akan dicapai Mahasiswa memperoleh pembekalan sebelum pelaksanaan praktek Mahasiswa dibagi dalam kelompok sesuai dengan ruangan atau tempat praktek 4. 5. Setiap kelompok praktek dimulai dengan pre conference Mahasiwa melaksanakan praktek klinik kebidanan sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai 6. Dalam melaksanakan praktek, mahasiswa didampingi oleh pembimbing lahan (CI) yang sudah ditunjuk. 7. Setiap akhir praktek, mahasiswa diwajibkan membuat kasus dan dipresentasikan di lahan praktek. 8. Praktek diakhiri dengan post conference

E. KOMPETENSI Kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa pada Praktek Klinik Kebidanan (PKK) I adalah sebagai berikut : 1. Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil normal 2. Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu bersalin normal 3. Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas normal 4. Melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal 5. Melaksanakan asuhan kesehatan pada bayi dan anak balita 6. Melaksanakan imunisasi pada bayi Sedangkan distribusi target pada masing-masing Praktek Klinik Kebidanan selama megikuti pendidikan adalah seperti yang terlampir.

F. TUGAS PEMBIMBING 1. Pembimbing akademik a. Memberikan pembekalan sebelum pelaksanaan praktek b. Melaksanakan bimbingan laporan c. Melaksanakan bimbingan lahan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Akademik d. Mengadakan evaluasi di akhir praktek 2. Pembimbing Lahan a. Melaksanakan Orientasi mahasiswa b. Mendampingi mahasiswa selama melaksanakan tindakan atau perasat c. Melaksanakan bimbingan laporan mahasiswa, baik laporan individu maupun laporan kelompok (laporan seminar) d. Memantau kehadiran mahasiswa e. Memberikan penilaian

G. TUGAS MAHASISWA 1. Mengisi daftar hadir 2. Mengikuti pembekalan sebelum praktek 3. Mengikuti orientasi di lahan praktek 4. Melaksanakan praktek klinik kebidanan sesuai dengan tujuan yang harus dicapai 5. Membuat laporan a. Laporan Individu 1) Membuat asuhan kebidanan dengan menggunakan metode SOAP sesuai dengan ketentuan akademik dan target 2) Membuat laporan kegiatan harian

b. Laporan Kelompok Setiap kelompok membuat satu kasus yang sudah ditentukan oleh pembimbing akademik atau pembimbing lahan untuk diseminarkan pada akhir praktik. 6. Mendokumentasikan asuhan kebidanan ke dalam buku Rekapitulasi Target Praktek Klinik Kebidanan.

H. PEMBIMBING 1. Pembimbing akademik a. Hj. Nani Rohayani, S.ST b. Riana Fuji Astuti, S.ST c. Whike Nur Andayani, S.ST d. Nurhasanah, S.ST e. Tri Yuliani, S.SiT f. Suprapti, S.SiT 2. Pembimbing lahan Seluruh Clinical Instructure BPS dan Puskesmas.

I.

TATA TERTIB PRAKTEK 1. 2. Mahasiswa/ praktikan telah memenuhi persyaratan administratif. Mahasiswa/ praktikan telah lulus mata ajaran prasyarat sesuai dengan ketentuan tiap semester. 3. Setiap praktikan diwajibkan memakai kelengkapan seragam praktek dengan ketentuan sebagai berikut : a. Seragam : bawah putih atas putih lengkap dengan nama, lencana serta model pakaian sesuai ketentuan akademi serta memakai kap, kecuali yang berjilbab. b. Sepatu putih dengan hak pendek (bukan sepatu ket) dan tidak menimbulkan bunyi. c. Rambut : rapi dan disanggul (menggunakan hairnet) kecuali yang berjilbab. d. Tidak boleh memakai perhiasan, make up tidak mencolok, kuku tidak boleh panjang dan tidak boleh dicat. 4. Setiap mahasiswa/ praktikan harus masuk dan keluar ruangan praktek sesuai jadwal yang telah ditentukan. 5. 6. Mahasiswa harus menandatangani daftar hadir. Setiap praktikan harus datang ditempat praktek paling lambat 15 menit sebelum jam dinas yang telah ditentukan.

7.

Waktu praktek tidak boleh meninggalkan ruang praktek kecuali dengan ijin pembimbing lapangan.

8.

Apabila praktikan tidak dapat mengikuti praktek oleh karena sakit dan lainlain harus diketahui oleh Clinical Instruktur pendidikan maupun

pembimbing lahan disertai surat ijin sakit/ istirahat dari dokter . 9. Setiap mahasiswa/ praktikan tidak boleh menerima barang atau imbalan dari pihak pasien yang sifatnya pribadi. 10. Setiap mahasiswa atau praktikan tidak diperbolehkan bertindak yang sifatnya merugikan Akademi/ lahan praktek klinik /pasien. 11. Setiap praktikan wajib menyelesaikan kompetensi ketrampilan 100%. 12. Setiap mahasiswa atau praktikan wajib membuat laporan dan menyelesaikan tugas-tugas yang dipersyaratkan sesuai tuntutan akademi. 13. Mahasiswa harus mentaati peraturan yang berlaku bagi mahasiswa praktik klinik.

J.

PELANGGARAN DAN SANGSI 1. Apabila mahasiswa/ praktikan tidak dapat mengikuti praktek oleh karena a. Sakit dengan surat keterangan dokter dan atau izin kepentingan akademi dengan surat pengantar dari akademi, wajib mengganti sesuai dengan hari yang ditinggalkan. b. Sakit tanpa surat keterangan dokter dan atau izin kepentingan pribadi, wajib mengganti dua kali hari yang ditinggalkan. c. Tidak masuk tanpa keterangan (alpa), wajib mengganti tiga kali hari yang ditinggalkan. 2. Mahasiswa/ praktikan yang merusakkan atau menghilangkan alat/ bagian alat, diwajibkan mengganti alat yang rusak atau hilang. 3. Mahasiswa/ praktikan yang tidak memenuhi persyaratan kelengkapan praktek diwajibkan untuk segera melengkapi 4. Apabila diakhir semester mahasiswa belum memenuhi target yang sudah ditentukan, maka mahasiswa harus memenuhinya pada semester berikutnya 5. Mahasiswa/ praktikan yang melakukan tukar dinas tanpa seijin pendidikan, maka dianggap tidak masuk (alpha) 6. Setiap mahasiswa/ praktikan yang meninggalkan praktek sebelum jam dinas selesai tanpa seijin pembimbing dianggap tidak masuk 7. Mahasiswa yang terbukti secara sah melakukan tindakan asusila pada waktu pelaksanaan praktek diberhentikan dari praktek 8. Mahasiswa yang tidak masuk selama 4 hari berturut turut tanpa keterangan/ ijin yang jelas, diberi peringatan secara tertulis.

9.

Alpa 6 hari berturut turut diberhentikan dari praktek

10. Mahasiswa wajib memenuhi kehadiran 100%.

K. PENILAIAN MAHASISWA 1. Evaluasi dan pelaksanaan melalui : a. Penilaian penampilan, sikap, kedislipinan dan tanggung jawab dalam kegiatan praktek sehari-hari (bobot 25%) b. Penilaian pencapaian target ketrampilan dan laporan praktek ( bobot 25% ) c. Penilaian presentasi praktek (bobot 25) d. Kegiatan ujian pada akhir praktek (bobot 25%) 2. Penilaian selama periode praktek dilakukan oleh pembimbing dari akademik dan lahan praktek yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk memberikan bimbingan dan penilaian.

Mengetahui, Ka. Prodi Kebidanan

Cirebon,

2012

Koordinator Praktik,

Hj. Nani Rohayani, S.ST

Whike Nur Andayani, S.ST