Anda di halaman 1dari 35

PEMBAHASAN PELVIC INFLAMMATORY DISEASE(PID) 1.

Pengertian Penyakit Radang Panggul Penyakit radang panggul (PID) merupakan infeksi genitalia bagian atas wanita yang sebagian besar akibat hubungan seksual. Biasanya disebabkan oleh Neisseria gonore dan Klamidia trakomatis oleh organisme lain yang menyebabkan vaginosis bakteria. Penyakit Radang Panggul (Salpingitis, PID, Pelvic Inflammatory Disease) adalah suatu peradangan pada tuba falopii (saluran menghubungkan indung telur dengan rahim). Peradangan tuba falopii terutama terjadi pada wanita yang secara seksual aktif. Resiko terutama ditemukan pada wanita yang memakai IUD. Bisasanya peradangan menyerang kedua tuba. Infeksi bisa menyebar ke rongga perut dan menyebabkan peritonitis. Penyakit radang panggul (PRP) adalah istilah umum untuk infeksi pada lapisan rahim, tuba falopi, atau indung telur. Sebagian besar kasus penyakit radang panggul disebabkan oleh bakteri yang bergerak dari vagina atau leher rahim ke dalam rahim, tuba falopi, ovarium, atau panggul. Gejalanya termasuk demam, nyeri panggul dan vagina berbau busuk. Hasil jaringan parutnya bisa menyebabkan kemandulan dan kehamilan ektopik. Saat ini hampir 1 juta wanita mengalami penyakit radang panggul yang merupakan infeksi serius pada wanita berusia antara 16-25 tahun.Lebih buruk lagi, dari 4 wanita yangmenderita penyakit ini, 1 wanita akan mengalami komplikasi seperti nyeri perut kronik,infertilitas (gangguan kesuburan), atau kehamilan abnormal.Terdapat peningkatan jumlah penyakit ini dalam 2-3 dekade terakhir berkaitan dengan beberapa faktor, termasuk diantaranya adalah peningkatan jumlah PMS dan penggunaan kontrasepsi seperti spiral. 15% kasus penyakit ini terjadi setelah tindakan operasi seperti biopsi endometrium, kuret, histeroskopi, dan

pemasangan IUD (spiral). 85% kasus terjadi secara spontan pada wanita usia reproduktif yang seksual aktif.
2. Penyebab Penyakit Radang Panggul

Penyakit berbahaya ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang juga menyebabkan penyakit menular seksual lainnya, seperti klamidia, gonore, mikoplasma, stafilokokus, streptokokus. Bakteri ini masuk melalui vagina dan bergerak menuju rahim lalu ke tuba falopi. Penyakit radang panggul terjadi apabila terdapat infeksi pada saluran genital bagian bawah, yang menyebar ke atas melalui leher rahim. Butuh waktu dalam hitungan hari atau minggu untuk seorang wanita menderita penyakit radang panggul. Bakteri penyebab tersering adalah N. Gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis yang menyebabkan peradangan dankerusakan jaringan sehingga menyebabkan berbagai bakteri dari leher rahim maupun vagina menginfeksi daerah tersebut. Kedua bakteri ini adalah kuman penyebab PMS. Proses menstruasi dapat memudahkan terjadinya infeksi karena hilangnya lapisan endometrium yang menyebabkan berkurangnya pertahanan dari rahim, serta menyediakan medium yang baik untuk pertumbuhan bakteri (darah menstruasi). Infeksi ini jarang terjadi sebelum siklus menstruasi pertama, setelah menopause maupun selama kehamilan. Penularan yang utama terjadi melalui hubungan seksual, tetapi bakteri juga bisa masuk ke dalam tubuh setelah prosedur kebidanan/kandungan (misalnya pemasangan IUD, persalinan, keguguran, aborsi dan biopsi endometrium). Penyebab lainnya yang lebih jarang terjadi adalah:
Aktinomikosis (infeksi bakteri) Skistosomiasis (infeksi parasit) Tuberkulosis.

Penyuntikan zat warna pada pemeriksaan rontgen khusus

3. Faktor Resiko Penyakit Radang Panggul

Wanita yang aktif secara seksual di bawah usia 25 tahun berisiko tinggi untuk mendapat penyakit radang panggul. Hal ini disebabkan wanita muda berkecenderungan untuk berganti-ganti pasangan seksual dan melakukan hubungan seksual tidak aman dibandingkan wanita berumur. Faktor lainnya yang berkaitan dengan usia adalah lendir servikal (leher rahim). Lendir servikal yang tebal dapat melindungi masuknya bakteri melalui serviks(seperti gonorea), namun wanita muda dan remaja cenderung memiliki lendir yang tipis sehingga tidak dapat memproteksi masuknya bakteri. Faktor resiko lainnya adalah :

Pasangan seks lebih dari satu Menggunakan douche (cairan pembersih vagina) beberapa kali dalam sebulan Penggunaan IUD (spiral) meningkatkan risiko penyakit radang panggul. Risiko tertinggi adalah saat pemasangan spiral dan 3 minggu setelah pemasangan terutama apabila sudahterdapat infeksi dalam saluran reproduksi sebelumnya Irigasi vagina Pemasangan IUD/spiral Berusia 25 tahun atau kurang Aktivitas seksual yang dilakukan pada usia yang terlalu muda, yaitu di bawah 16 tahun. Sering berganti-ganti pasangan seksual Pernah menderita penyakit menular seksual sebelumnya Pernah menderita penyakit radang panggaul sebelumnya Pemakaian alat kontrasepsi yang bukan penghalang Gejala paling sering dialami adalah nyeri pada perut dan panggul. Nyeri ini

4. Tanda dan gejala Penyakit Radang Panggul

umumnya nyeri tumpul dan terus menerus,terjadi beberapa hari setelah menstruasi

terakhir, d a n diperparah dengan gerakan, aktivitas, atau sanggama. Nyeri karena radang panggul biasanyakurang dari 7 hari. Beberapa wanita dengan penyakit ini terkadang tidak mengalami gejalasama sekali. Keluhan lain adalah mual, nyeri berkemih, perdarahan atau bercak pada vagina,demam, nyeri saat sanggama, dan menggigil. Biasanya infeksi akan menyumbat tuba falopii. Tuba yang tersumbat bisa membengkak dan terisi cairan. Sebagai akibatnya bisa terjadi nyeri menahun, perdarahan menstruasi yang tidak teratur dan kemandulan. Infeksi bisa menyebar ke struktur di sekitarnya, menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan perlengketan fibrosa yang abnormal diantara organ-organ perut serta menyebabkan nyeri menahun. Di dalam tuba, ovarium maupun panggul bisa terbentuk abses (penimbunan nanah).Jika abses pecah dan nanah masuk ke rongga panggul, gejalanya segera memburuk dan penderita bisa mengalami syok.Lebih jauh lagi bisa terjadi penyebaran infeksi ke dalam darah sehingga terjadi sepsis. Adapun gelaja lainnya antara lain :

Nyeri ringan sampai berat pada abdomen bagian bawah Rabas abnormal dari vagina Uretritis Metrorargia Kelelahan Peritonitis (demam, mual, muntah) Nyeri tekan pada gerakan serviks Nyeri tekan pada adneksa uteri bilateral, kemungkinan terjadi pembesaran Rasa nyeri pada perut bagian bawah perut. Kondisi ini semakin memburuk jika disertai oleh rasa mual atau muntah. Penderita akan merasakan nyeri menahun. Hal ini disebabkan karena tuba falopi tersumbat cairan hingga terjadi pembengkakan. Terjadi perdarahan hebat saat menstruasi Menstruasi datang tidak teratur

Keluar cairannya dari vagina dengan warna, konsistensi dan bau yang abnormal Penderita mengalami demam Timbul spotting (bercak-bercak kemerahan di celana dalam) Kram perut saat menstruasi Rasa nyeri ketika melakukan hubungan seksual Terjadi perdarahan pasca melakukan hubungan seksual Nyeri punggung bagian bawah Nafsu makan berkurang Sering berkemih dengan diserta rasa nyeri Nyer Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

5. Diagnosa Penyakit Radang Panggul

Dilakukan pemeriksaan panggul dan perabaan perut. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:

Pemeriksaan darah lengkap Pemeriksan cairan dari serviks Kuldosentesis Laparoskopi USG panggul Kombinasi dari tanda dan gejala yang ada dengan atau tanpa gonore atau biakan klamidia positif Abaikan kemungkinan lain yang dapat menjadi penyebab nyeri abdomen bagian bawah Peningkatan leukosit pada sediaan basah Peningkatan laju sedimentasi eritrosit

6. Penularan Penyakit Radang Panggul

Penularan penyakit radang panggul ini adalah sebagai berikut :


Melalui hubungan seksual. Prosedur kebidanan/ kandungan seperti pemasangan IUD, persalinan, keguguran, aborsi dan biopsi endometrium yang tidak steril.

7. Dampak Penyakit Radang Panggul


Infertilitas Kehamilan ektopik Nyeri kronis abdomen bagian bawah Jika hamil, persalinan prematur

8. Akibat lanjut penyakit radang panggul

Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan. Untuk mendeteksi kemungkinan hal ini terjadi segera lakukan pemeriksaan ultrasonografi apabila terjadi kehamilan pasca menderita penyakit radang panggul.

Infertilitas. Penyakit radang panggul dapat meningkat pada penderita hingga 17%. Hal ini karena terjadi perubahan pada anatomi tuba falopi. Bayi lahir cacat atau meninggal. Jika bayi dilahirkan lewat vagina yang memiliki banyak kuman, maka kuman-kuman itu pun akan ikut dengan si bayi. Akibat lain dari peradangan saat hamil, bayi bisa lahir prematur, terjadi penyebaran kuman pada tubuh bayi. Dan jika infeksi parah, bayi dalam rahim bisa meninggal.

9. Pemeriksaan penunjang Pada Penyakit Radang Panggul

Adapun pemeriksaan penunjang pada penyakit radang panggul adalah : Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat kenaikan dari sel darah putih yang menandakan terjadinya infeksi. Kultur untuk GO dan chlamydia digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Ultrasonografi atau USG dapat digunakan baik USG abdomen (perut) atau USG vagina,untuk mengevaluasi saluran tuba dan alat reproduksi lainnya. Biopsi endometrium dapat dipakai untuk melihat adanya infeksi. Laparaskopi adalah prosedur pemasukan alat dengan lampu dan kamera melaliu insisi (potongan)kecil di perut untuk melihat secara langsung organ di dalam paggul apabila terdapat kelainan.

10. Terapi Pada Penyakit Radang Panggul

Tujuan utama terapi penyakit ini adalah mencegah kerusakan saluran tuba yang dapat mengakibatkan infertilitas (tidak subur) dan kehamilan ektopik, serta pencegahan dari infeksikronik. Pengobatan dengan antibiotik, baik disuntik maupun diminum, sesuai dengan bakteri penyebab adalah pilihan utama. Kontrol setelah pengobatan sebanyak 2-3 kali diperlukanuntuk melihat hasil dan perkembangan dari pengobatan
11. Komplikasi Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul dapat menyebabkan berbagai kelainan di dalam kandungan seperti nyeri berkepanjangan, infertilitas dan kehamilan abnormal. Penyakit ini dapat menyebabkan parut pada rahim dan saluran tuba. Parut ini mengakibatkan kerusakan dan menghalangi saluran tuba sehingga menyebabkan infertilitas. Parut juga dapat menyebabkan sel telur tidak dapat melalui jalan normalnya ke rahim sehingga dapat terjadi kehamilan ektopik.
12. Pencegahan dan Pengobatan Pada Penyakit Radang Panggul

Cara terbaik untuk menghindari penyakit radang panggul adalah melindungi diri dari penyakit menular seksual. Penggunaan kontrasepsi seperti kondom dapat mengurangi timbulnya penyakit radang panggul. Apabila mengalami infeksi saluran genital bagian bawahmaka sebaiknya segera diobati karena dapat menyebar hingga ke saluran reproduksi bagianatas. Terapi untuk pasangan seksual sangat dianjurkan untuk mencegah berulangnya infeksi. PID tanpa komplikasi bisa diobati dengan antibiotik dan penderita tidak perlu dirawat.

Jika terjadi komplikasi atau penyebaran infeksi, maka penderita harus dirawat di rumah sakit. Antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) lalu diberikan per-oral (melalui mulut). Jika tidak ada respon terhadap pemberian antibiotik, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Pasangan seksual penderita sebaiknya juga menjalani pengobatan secara bersamaan dan selama menjalani pengobatan jika melakukan hubungan seksual, pasangan penderita sebaiknya menggunakan kondom. 13. Tips Penyakit Radang Panggul Saat keputihan segera diobati, jangan didiamkan terlalu lama karena infeksinya menjadi lebih memburuk. Jaga area kewanitaan tetap terawat, jangan menggunakan sabun pembersih kewanitaan yang justru akan memusnahkan pelindung disekitarnya sehingga tubuh rentan terkena infeksi. 14. Sikap bidan Dalam Menghadapi Masalah Penyakit Radang Panggul

Konsultasi Merujuk

15. Jenis dan Letak Infeksi Pada Penyakit Radang Panggul

15.1

Servisitis akuta
15.1.1

Pengertian Servisitis Akuta

Servisitis akuta adalah infeksi dibawah endoserviks, seperti pada gonorhoe, post abortus atau post partum yang disebabkan streptococcus, staphylococcus dan lain-lain. Servisitis akuta dalam pengertian yang lazim ialah infeksi yang diawali di endoserviks dan ditemukan pada gonorea, dan pada infeksi post abortum atau post partum, yang disebabkan oleh streptokokus, stafilokokus dan lain-lain. Dalam hal ini serviks merah dan membengkak dengan mengeluarkan cairan mukopurulen. Akan tetapi gejala-gejala pada serviks biasanya tidak seberapa tampak di tengah

gejala-gejala lain dari infeksi yangbersangkutan.Pengobatan dilakukan dalam rangka pengobatan infeksi tersebut. Penyakitnya dapat sembuh tanpa bekas atau menjadi servisitis kronika. 15.1.2 Tanda-tanda servisitis akuta :

Serviks merah Edema serviks Mengeluarkan cairan mukopurulen Pengobatan infeksi Penyakit dapat sembuh tanpa bekas/menjadi servisitis kronika

15.1.3 Pengobatan Servisitis Akuta :


15.2 Servisitis kronika


15.2.1 Pengertian Servisitis Kronika

Servisitis kronika adalah infeksi menahun akibat luka-luka pada serviks karena partus/abortus yang disebabkan masuknya kuman-kuman kedalam endoserviks dan kelenjar-kelenjarnya. Penyakit ini dijumpai pada sebagian besar wanita yang pernah melahirkan. Luka-luka kecil atau besar padaserviks karena partus atau abortus memudahkan masuknya kuman-kuman ke dalam endoserviks dan kelenjar-kelenjarnya, lalu menyebabkan infeksi menahun 15.2.2 Beberapa gambaran patologis dapat ditemukan : a. Serviks kelihatan normal; hanya pada pemeriksaan mikroskopik ditemukan infiltrasi leukosit dalam stromaendoserviks. Servisitis ini tidak menimbulkan gejala, kecuali pengeluaran sekret yang agak putih-kuning. b. Di sini pada porsio uteri & sekitar ostium uteri eksternum tampak daerah kemerah-merahan yang tidakdipisahkan secara jelas dari epitel porsio di sekitarnya, sekret yang dikeluarkan terdiri atas mukus bercampurnanah.
c. Sobekan pada serviks uteri di sini iebih luas dan mukosa endoserviks lebih

kelihatan dari luar (ekstropion).Mukosa dalam keadaan demikian mudah kena infeksi dari vagina. Karena radang menahun, serviks bias menjadi hipertrofis dan mengeras; sekret mukopurulen bertambah banyak.

15.2.3 Pengobatan Servisitis Kronika

Pap smear Biopsi untuk memastikan tidak adanya Ca

15.2.4 Therapi Servisitis Kronika

Pengobatan lokal dengan obat-obat tinktura jodii, larutan nitras argenti dan sebagainya tidak dapat menyembuhkan servitis kronika, oleh karena tidak dapat mencapai kuman-kuman yang bersarang di dalam kelenjar-kelenjar. Pengobatan yang baik ialah dengan jalan kausteriasasi-radial dengan termokauter, atau dengan krio terapi. Adapun terapi lainnya adalah sebagai berikut :

Dilakukan kanterisasi radial sehingga terjadi nekrosis Jaringan yang meradang terlepas kira-kira 2 minggu, lambat laun diganti jaringan sehat Bila radang menahun mencapai endoserviks jauh kedalam kanalis servikalis dilakukan ronisasi dengan mengangkat sebagian besar mukosa endoserviks Jika infeksi sangat luas dilakukan amputasi serviks

15.3 Piometra
15.3.1 Pengertian Piometra

Piometra ialah pengumpulan nanah di kavum uteri karena stenosis kanalis servikalis oleh salah satu sebab,seperti karsinoma servisis uteri, amputasi serviks, akibat radiasi, endometritis tuberkulosa, dan penutup anostium uteri internum karena involusi uterus sesudah menopause. Piometra terdapat lebih banyak pada wanita di sekitar dan sesudah menopause. Karena kekurangan estrogen endometrium menipis, dan resistensi yang berkurang terhadap kuman-kuman dari vagina menyebabkan endometritis senilis menahun.Diagnosis dapat dibuat jika pada pemasukan sonde uterus keluar banyak cairan bernanah.

15.3.2 Penyebab Piometra


Ca serviks uteri Endometritis tuberkulosa Amputasi serviks Akibat radiasi Penutupan ostium uteri karena involusio uterus sesudah menopause Pada gonorhoe, ada kecenderungan perlengketan fibria pada ostium tuba abdominalis, menyebabkan penutupan ostium

Pada salpingitis GO akut, ada kecenderungan gonokokus menghilang dalam waktu kira-kira 10 hari, sehingga pembiakannya negatif. Salpingitis akut piogenik banyak ditemukan pada :

Infeksi puerperal atau pada abortus septic Dapat juga disebabkan adanya tindakan misalkan kerokan

Infeksi dapat disebabkan oleh bermacam-macam kuman :


a) b) c) d)

Streptococcus (aerob dan anaerob) Staphylococcus Eschericia Clostridium welchii Dari serviks uteri atau kavum uteri dengan jalan darah atau limpeke parametrium terus ke tuba Dapat pula ke peritonium pelvic disini timbul salpingitis interstisialis akuta.

Infeksi ini menjalar :

15.4 Parametritis Akuta 15.4.1 Pengertian Parametritis Akuta

15.4.2 Perimetritis akuta ialah radang serosa yang meliputi uterus. Radang ini

merupakan bagian dari radang peritoneumpelvik, dan oleh karena itu tidak memerlukan pembahasan tersendiri. Perimetritis akuta terjadi bila kuman-kuman masuk limpe atau darah melewati batas uterus sampai ke jaringan ikat parametrium,kejadian ini muncul karena infeksi puerperal atau post abortus, juga akibat dari tindakan intra uterin
15.4.3 Penyebab Parametritis Akuta :

Adapun penyebab parametritis Akuta adalah : a. streptococcus b. staphylococcus


15.4.4 Gambaran klinik Parametritis Akuta
a. b. c.

Demam Sakit perut bagian bawah sebelah kanan atau kiri Disebelah uterus teraba tumor

15.4.5 Terapi Parametritis Akuta

Sama dengan adneksitis jika ditemukan abses dilakukan pembukaan tumor. 15.5 Peritonitis pelvika (pelvioperitonitis)
15.5.1 Pengertian Peritonitis pelvika

Peritonitis pelvika (pelvioperitonitis) adalah bagian sering terjadi bersamaan dengan adneksitis akuta.
15.5.2 Gejala-gejala Peritonitis pelvika

Demam dan mual Leucositosis Nyeri lebih hebat Terdapat defencemusculaire Gerakan uterus menyebabkan rasa nyeri Jika ada abses di kavum Douglas, teraba tumor di belakang uterus yang menonjol ke forniks vagina posterior

15.5.3 Terapi Peritonitis pelvika

Jika ada abses yaitu dengan kolpotomia posterior dan drainase.

15.6 Metritis

15.6.1 pengertian Metritis Metritis atau miometritis adalah radang miometrium. Metritis akuta biasanya terdapat pada abortus septik atau infeksi postpartum. Penyakit ini tidak berdiri sendiri, akan tetapi merupakan bagian dari infeksi yang lebih luas.Kerokan pada wanita dengan endometrium yang meradang dapat menimbulkan metritis akut.Pada penyakit ini miometrium menunjukkan reaksi radang berupa pembengkakan dan infiltrasi sel-sel radang.Perluasan dapat terjadi lewat jalan limfe atau lewat tromboflebitis, dan kadang-kadang dapat terjadi abses. 15.7 Metritis kronika 15.7.1 pengertian Metritis kronika Metritis kronika adalah diagnosis, yang dahulu banyak dibuat atas dasar menometroragia dengan uterus lebihbesar dari biasa, sakit pinggang, dan leukorea. Akan tetapi pembesaran uterus pada seorang multiparaumumnya disebabkan oleh penambahan jaringan ikat akibat kehamilan, sedang gejala-gejala yang lain mungkin mempunyai sebab lain. 15.8 Endometritis akuta Pada endometritis akuta endometrium mengalami edema dan hiperemi, dan pada pemeriksaan mikroskopikterdapat hiperemi, edema, dan infiltrasi leukosit berinti polimoni yang banyak, serta perdarahan-perdarahan interstisial. Sebab yang paling penting ialah infeksi gonorea dan infeksi pada abortus dan partus.Infeksi gonorea mulai sebagai servisitis akuta, dan radang menjalar ke atas dan menyebabkan endometritisakuta. Infeksi gonorea akan dibahas secara khusus, dan

oleb sebab itu tidak dibicarakan lebib lanjut di sini.Infeksi post abortum dan post partum sering terdapat oleh karena luka-luka pada serviks uteri, luka padadinding uterus bekas tempat plasenta, yang merupakan porte dentree bagi kuman-kuman patogen. Selain in,alat-alat yang digunakan pada abortus dan partus dan tidak sucihama dapat membawa kuman-kuman kedalam uterus.Sebab lain endometritis akuta ialah tindakan yang dilakukan dalam uterus di luar partus atau abortus, sepertikerokan, memasukkan radium ke dalam uterus, memasukkan IUD (intrauterine device) ke dalam uterus, dansebagainya. 15.9 Eadometritis kronika Eadometritis kronika tidak seberapa sering terdapat, oleh karena infeksi yang tidak dalam masuknya padamiometrium, tidak dapat mempertahankan diri, karena pelepasan lapisan fungsional dan endometrium padawaktu haid. Pada pemeriksaan mikroskopik ditemukan banyak sel-sel plasma dan limfosit. Penemuan limfositsaja tidak besar artinya karena sel itu juga ditemukan dalam keadaan normal dalam endometrium.Gejala-gejala klinik endometritis kronika ialah, leukorea dan menoragia. Pengobatannya tergantung dari penyebabnya. Endometritis knonika ditemukan: a. pada tuberkulosis; b. jika tertinggal sisa-sisa abortus atau partus; c. jika terdapat korpus alienum di kavum uteri; d. pada polip uterus dengan infeksi; e. pada tumor ganas uterus; f. pada salpingo-ooforitis dan sellulitis pelvik 16. Penyakit yang Timbul Akibat radang Panggul 16.1 Leukorea 16.1.1 Pengertian Leukorea Keputihan dalam bahasa medis dikenal sebagai leukorea, fluor albus. Leukorea adalah cairan yang keluar darialat genital wanita yang tidak berupa darah melainkan berupa keputihan yang banyak dialami wanita usia produktif tapi tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada anak-anak dan usia tua. Hal ini terjadi

karena pengaruh hormonal dan tubuh. Keluarnya cairan selain darah ini dapat bersifat normal ataupun tidak normal(patologis). Leukorea merupakan gejala yang paling sering dijumpai pada penderita ginekologik.Leukorea dapat dibedakan antara leukorea yang fisiologik dan yang patologik. Leukorea fisiologik Terdiri atascairan yang kadang-kadang berupa mukus yang mengandung banyak epitel dengan leukosit yang jarang. Dari 162 penderita leukorea didapatkan infeksi candididasis 53,7%, infeksi tri chomoniasis 3,1%, infeksi gabungan candidiasis dan trichomoniasis3,1% dan infeksi bakteri 40,1 %. Infeksi candidiasis pada kelompok ibu hamil, kelompok KB maupun kelompok non KB tinggi (61,1%, 53,4%, 50%) dan secara statistic tidak berbeda bermakna. Infeksi candidiasis merupakan infeksi yang umum ditemukan pada penderita leukorea dan tidak menunjukan adanya pengaruh KB maupun kehamilan. 16.1.2 Leukorea fisiologik ditemukan pada : a. bayi yang baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari;disini sebabnya ialah pengaruh estrogen dari plasenta terhadap uterus dan vagina janin; b. waktu di sekitar menarche karena mulai terdapat pengaruh estrogen; leukorea di sini hilang seniri, akantetapi dapat menimbulkan keresahan pada orang tuanya; c. wanita dewasa apabila ia dirangsang sebelum dan pada waktu koitus, disebabkan oleh pengeluaran transudasi dari dinding vagina;d. waktu disekitar ovulasi; dengan sekret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri menjadi lebih encer. pengeluaran sekret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri juga bertambah pada wanita dengan penyakit menahun, dengan neurosis, dan pada wanita dengan ektropion persionis uteri. Penyebab paling penting dari leukorea patologik adalah infeksi. Disini ditemukan: - banyak leukosit - warnanya agak kekuning-kuningan sampai hijau, seringkali lebih kental dan berbau, radang vulva, vagina,serviks dan kavum uteri dapat menyebabkan leukorea patologik; pada adneksitis gejala tersebut dapat pulatimbul. Selanjutnya leukorea ditemukan pada neoplasma jinak atau ganas.

Untuk membedakan keputihan yang normal dengan yang tidak normal bisa dengan melihat bentuk fisik dan material dari cairan itu sendiri. Untuk keputihan yang normal, terdiri atas cairan berupa mukus yang mengandung selaput lendir vagina(epitel) tanpa atau hanya sedikit disetai sel darah putih (leukosit). Sedangkan bentuk fisiknya sendiri lebih cenderung berwarna agak jernih, bening, licin dan tidak berbau. Dari segi jumlahnya juga tidak terlalu banyak.Kalau warnanya ada yang agak menguning itu karena terkontaminasi udara yang kemudian mengering.Sedangkan untuk keputihan yang tidak normal, materialnya kurang lebih hampir sama dengan yang normal namun lebih banyak mengandung sel darah putih. Jika dilihat dari bentuk fisik, cairannya lebih berupa getah yang berwana kuning pekat, kehijauan atau kecoklatan jumlahnya sangat banyak dan berbau, tidak jarang disertai rasa nyeri atau panas dan gatal pada vagina. Keluarnya cairan dikatakan normal jika terjadi sebelum haid, sesudah haid, pada pertengahan siklus atau pada saat ovulasi, serta saat mendapat rangsangan sex. Hal ini normal terjadi pada semua wanita dimasa produksi.Cairan yang keluar dimasa-masa itu akan berupa cairan berbentuk jernih, agak kental, tidak berbau, tidak mengalir dan ph keasamannya antara 3,5 hingga 4,5. Cairan ini biasanya akan hilang dalam beberapa hari tanpa keluhan apapun. 16.1.3 Etiologi Ada empat hal yang menyebabkan timbulnya keputihan: 1. kondisi tubuh akibat penyakit kronis yang menahun yang dapat melemahkan daya tahan tubuh orang tersebut sehingga menyebabkan keluarnya cairan keputihan secara berlebihan dan juga bisa terjadi pada wanita yang senantiasategang atau stress. 2. kelainan endokrin atau hormon Disini sebagai contoh pada saat hamil atau terjadi perubahan hormonal, terjadi suasana asam menjadi basa sehingga mengakibatkan banyak ibu hamil mendapat jamur. Apabila ini tidak segera diobati maka akan menyebabkan ketuban pecah dini. 3. Infeksi

Infeksi dapat berasal dari bermacam-macam organ reproduksi, misalkan infeksi vulva, vagina, mulut rahim,selaput lendir rahim dan saluran telur. Semua infeksi ini dapat memberikan gambaran berupa keputihan.Infeksi vulva umumnya disebabkan oleh kuman GO (gonorrhea (gonore)), chlamydia, dan herpes simplex.Infeksi lain disebabkan jamur candida (candidiasis), bakteri (vaginosis) dan parasit tricomonas vaginatis 4. Benda asing Benda asing ini bermacam-macam seperti kondom, benang IUD yang tertinggal didalam vagina, kelainanfistula akibat persalinan atau tindakan operasi, hubungan antara rektum dengan vagina atau antara kandung kencing dengan vagina, serta tissue pembasuh. 16.2Vulvitis Umumnya vulvitis dapat di bagi dalam tiga golongan: a. yang bersifat lokal b. yang timbul bersama-sama atau sebagai akibat vaginitis c. yang merupakan permulaan atau manifestasi dari penyakit umum Yang termasuk kedalam golongan vulvitis lokal adalah: 1. infeksi pada kulit, termasuk rambut, kelenjar-kelenjar sebasea dan kelenjarkelenjar keringat. Infeksi initimbul karena trauma luka atau sebab lain, dan sebagainya dapat menimbulkan folikulitis, furunkulosis,hidradenitis, dan sebagainya 2. infeksi pada orifisium urethra eksternum, glandula paraurethralis . infeksi ini biasanya disebabkan olehgonorea dan akan dibahas pada bab ini. 3. infeksi pada glandula Batholini Dalam golongan vulvitis sebagai permulaan atau manifestasi penyakit umum, terdapat antara lain: 1. penyakit-penyakit kelamin, yang dianggap penyakit kelamin klasik ialah gonorrea, sifilis, ulkus molle,limfogranuloma venereum, dan granuloma inguinale. Semuanya akan di bicarakan dalam bab ini (infeksi-infeksi khusus) 2. tuberkulosis, juga dibicarakan dalam bab ini (infeksi-infeksi khusus)

3. vulvitis disebabkan oleh infeksi karena virus. Termasuk di sini limfogranuloma venereum,herpes genitalisdan kondiloma akuminatum. limfogranuloma venereum dibahas dalam bab ini (infeksi-infeksi khusus)

4. vulvitis pada diabetika Pada Vulvitis diabetika Vulva merah dan sedikit membengkak. Keluhan terutama rasa gatal, diseratai rasa nyeri. Jaringan pada penderita diabetes mengandung kadar glukosa yang lebih tinggi, dan air kencing dengan glukosuria menjadi penyebab peradangan. Oleh karena itu pada penderita dengan vulvitis yang sebabnya tidak terang, perlu dipikirkan adanya diabetes. Vulvitis diabetika kadangkadang dapat disertai dengan moniliasis. 16.3Vulvovaginitis
16.3.1 Penyebab Vulvovaginitis

Vulvovaginitis ini disebabkan oleh trikomonas vaginalis. Trikomonas dapat ditemukan dalam jumlah kecil dalam vagina tanpa gejala apapun, akan tetapi dalam beberapa hal yang ada hubungannya dengan perubahan kondisi lingkungan, jumlah dapat bertambah banyak dan menimbulkan radang. Peterson melaporkan bahwa24,6% dari apusa vagina yang diambil secara rutin pada penderita obstetri dan ginekologi menunjukan adanya trikomonas vaginalis. 16.3.2 Etiologi Vulvovaginitis : 1. Bakteri : Synergistic bacterial infection(bacterial vaginosis) 2. Jamur : - Candida Vulvovaginitis- Cyclic Vulvovaginitis 3. Parasit : Trikomoniasis 16.3.3 Symptom Vulvovaginitis : 1. Bakterial Vaginosis Sekitar 50 % dari wanita dengan bakterial vaginosis A. gejala-gejala utama bakterial vaginosis :

Discharge Fishly Smelling, yang lebih terasa setelah melakukan hubungan seksual dan menstruasi
Discharge berwarna putih susu atau abu-abu, encer, timbul rasa gatal dan

terbakar.

B. Diagnosa Bakterial vaginosis Dipakai Amsels criteria untuk menegakkan diagnosa bakterial vaginosis : o Discharge tipis, keputihan seperti susu, lengket ke vagina o Terdapat bau amis o pH > 4,5 o Terdapat clue cells C. Pengobatan Bakterial vaginosis Wanita dengan gejala diobati dengan metronidazol atau dengan clyndamycin. Obat tersebut dapat berbentukpil per oral atau gel, cream untuk topikal. Wanita hamil dengan gejala harus diobati, karena jika radang tidakdiobati akan menular ke atas ? terjadi amnionitis ? ketuban pecah dini. Jika sudah diobati tapi tidak adapenyembuhan ? periksa pasangannya D.Komplikasi Bakterial vaginosis : Persalinan prematur Infeksi naik ke atas ? terjadi amnionis ? ketuban pecah dini ? partus prematur. 2. Candida Vulvovaginitis A. Gejala-gejala candida Vulvovaginitis : Gatal Rasa perih Saat melakukan hubungan seksual terasa sakit
Discharge vagina kental, putih, berbutir-butir (like cottagecheese)

B. Diagnosa Candida vulvovaginitis Diagnosa berdasarkan :

pH : 4 4,5 (pH vagina normal) Terdapat sel-sel jamu

C. Pengobatan Candida vulvovaginitis Diobati dengan miconazole cream / gel / suppositoria atau dengan clotrimazole 200 mg vaginal suppositoria selama 3 hari dimasukkan ke dalam vagina. Dosisn Oral atau Dosis Topikal : Fluconazole Miconazole Butoconazole Ticonazole Clotrimazole

Kebanyakan dipakai 1 sampai dengan beberapa hari sudah efektif Pada wanita hamil beri dosis oral atau 2 kali dosis topikal dan clotrimazole. 3. Cyclic Vulvovaginitis A. Gejala gelaja cyclic Vulvovaginitis Kadang asimptomatis Vaginal discharge sedikit Nyeri setelah berhubungan seksual B. Pengobatan Cyclic vulvovaginitis - Tercanozole/clotrimazole creamSelama 10 hari, 4 x sehari.Dimasukkan krim ke dalam aplikator untuk 2 4 bulan. - Fluconazole 150 mgTiap seminggu selama 2 bulan atau sebulan 2 x selama 2 4 bulan.- Calcium citrat oral 200 mg 2 x sehari. 4.Trikomonas Seperti sexual transmitted disease lainya yang sering terjadi tanpa gejala, trikomonas juga sering tanpa gejala, tapi jika ada gejala biasanya akan muncul hari ke 4 20 setelah infeksi. A. Gejala-gejala Trikomonas: a. Disuria b. Dispareunia

c. Discharge berwarna kuning kehijauan dan berbuih d. Discharge khas berbau tidak sedap e. Pada beberapa kasus ditemukan adanya pendarahan pada vagina B. Diagnosa Trikomonas Diagnosa berdasarkan : a) Labia oedem sehingga menutup, merah, gatal, terdapat iritasi (bekas garukan) b) Discharge dapat kental atau encer dan berbau c) Mikroskopik ditemukan parasit berflagelkadang-kadang candidiasis dan trikomonas dapat ditegakkan pada pemeriksaan papsmear. C. Pengobatan Trikomonas Diobati dengan dosis tinggi dan dosis tunggal dari metronidazol 2000 mg (cukup 1 x) atau dengan dosis kecil500 mg (2x sehari selama 7 hari) Pada trimester I kehamilan, maka diberikan obat dalam bentuk clotrimazole (lebih aman daripadametronodazole) 100 mg vaginal suppositoria selama seminggu. D. Komplikasi Trikomonas : Dapat menyebabkan prematuritas.
Meningkatkan resiko transmisi HIV.

16.4 Atrofik Vaginitis 16.4.1 Gejala-gejala Atrofik Vaginitis : Dispareunia Kering Perih dan gatal Flek Jika terkena selaput lendir uretra menyebabkan disuria danhematuria. Mukosa vagina pucat Rugae vagina menghilang, kering dan saat pemeriksaan inspekuloterasa perih. 16.4.2 Pengobatan Atrofik vaginitis

Lokal : estrogen krim dimasukkan ke vagina setiap 2 hari. Bagi wanita yang tidak bisa menerima estrogen,maka dilakukan lubrikas pada vagina dalam bentuk jell a. Allergic vaginitis / Irritan Hindari/singkirkan allergen. Kortikosteroid.

b. Modifikasi diet dan suplemen nutrisi Diet dengan balance yang baik antara lemak dan gula. L. Acidophillus dapat diberi secara oral dalam bentuk yogurt atau kapsul. c. Pencegahan Hindari douching (berendam susu, madu di bath tube) Keringkan vagina sesudah mandi Sesudah defekasi bersihkan dari arah depan ke belakang untuk mencegah penyebaran kuman intestinal kevagina. Aplikator spermisid, diafragma, cervical caps harus selalu dibersihkan. Jika ragu-ragu, maka pasangan dianjurkan memakai kondom untuk mencegah sexual transmitted disease. 16.5 Allergic Vaginitis / Irritan 16.5.1 Gejala-gejala Allergic Vaginitis / Irritan : Vulva pruritus Erythema Oedem Gatal Iritasi Bau busuk Rasa tidak enak / nyaman di abdomen bawah
Disuria (jika mengenai endotel uretia)

16.6 Kandidiasis Kandidiasis disebabkan oleh infeksi dengan kandida albikans, suatu jenis jamur gram positif yang mempunyai benang-benang pseudomiselia yang terbagibagi dalam kelompok blastopores. Jamur ini tumbuh baik dalam suasana asam (pH

5.0 6.5) yang mengandung glikogen; ia dapat ditemukan dalam mulut, daerahdaerahperianal dan vagina tanpa menimbulkan gejala. Ia dapat tumbuh dengan cepat dan menyebabkan vaginitispada wanita hamil, wanita yang minum pil kontrasepsi hormonal, wanita yang diberi terapi antibiotic aberspektrum luas, wanita dengan diabetes, dan wanita dengan kesehatan yang.mundur. vulvovagninitis karena infeksi dengan kandida albikans menyebabkan leukorea berwarna keputih-putihan dan perasaan sangat gatal.Faktor lain yang dapat menyebabkan kandidiasis termasuk:diabetes,kehamilan,penggunaan Anti Histamin (obat yang biasa dipakai untuk mencegah alergi dan gatal)dan besi,asam folat ,vitamin B12,atau kekurangan Zinc.Faktor yang dapat melemahkan sistem imun dari kemoterapi karsinoma sampai stress dan depresi dapat juga sebabkan kandidiasis.Celana ketat dan reaksi terhadap bahan kimia pembuat sabun dan detergent dapat juga menyebabkan kandidiasis vagina Pada pemeriksaan ditemukan radang vulva dan vagina, pada dinding sering juga terdapat membran-membran kecil berwarna putih, yang jika diangkat meninggalkan bekas yang agak berdarah.Diagnosis dibuat dengan cara pemeriksaan seperti trikomonas vaginalis; pada sediaan tampak Namun ditengah-tengah leukosit. Dapat pula usapan di atas gelas objek dengan cara Gram. 16.7 Insiden
Bakteri Vaginosis :40 - 50 % pada masa reproduksi

10 40 % sisanya75 % dari wanita pernah mengalami kandidiasis paling tidak minimal satu kali. 24,6 % dari apusan vagina
yang diambil secara rutin pada penderita obstetri dan ginekologi

menunjukan adanya trikomonas vaginalis. 16.8 Terapi A. Terapi TOPIKAL


1. Butoconazole 2% cream 5 gr selama 3 hari Dapat diperoleh ditoko

obat.Dapat merusak latex kondom & diafragma


2. Clotrimazole(Lotrimin) 1% cream 5 gr selama 7-14 hari Dapat diperoleh

ditoko obat.Dapat merusak latexkondom & diafragma

3. Clotrimazole(Mycelex) 100mg vaginal tablet 1x100mg selama 7hari atau

2x100mg selama 3hariClotrimazole(Mycelex) 500mg vaginal tablet Single dose


4. Miconazole(Monistat) 2% cream 5gr selama 7 hari Dapat diperoleh ditoko

obat.Dapat merusak latex kondom & diafragma


5. Miconazole(Monistat) 200mg vaginal suppositoria 1x/hr selama 3hari Dapat

diperoleh ditoko 6. Miconazole(Monistat) 100mg vaginal suppositoria 1x/hr selama 7hari Dapat diperoleh ditoko 7. Miconazole(Monistat) 1200mg vaginal suppositoria Single doseTioconazole(Vagistat) 300mg, salep A Single dose Dapat diperoleh ditokoTerconazole(Terazole 7) 0,4% cream 5gr selama 7 hari Dapat merusak latex kondom & diafragma 8. Terconazole(Terazole 3) 0,8% cream 5gr selama 3 hari Dapat merusak latex kondom & diafragma 9. Terconazole(Terazole 3) 80mg vaginal suppositoria 1x/hr selama 3hari B. TERAPI ORAL Fluconazole(Diflucan) 150mg 1x Tidak direkomendasikan untuk wanita hamil;kadang- kadang digunakanperminggu sebagai pencegahan. C. TERAPI LAIN a. Nystatin vaginal tablet (Mycostatin) Dipakai pada daerah yang sakit 2x/hr selama 3 hari Dapat diperoleh ditoko.Dapat digunakan untuk infeksiyang rekuren (digunakan tiap 7hari selama 1 bulan); Penggunaan yang tidak teratur dapat menyebabkan radang vagina; Jangan melakukan hubungan seks atau pakai kondom.Pengobatan dengan gentian violet 51% Semarang tidak banyak dilakukan oleh karena mewarnai pakaian.Obat yang memberi hasil baik ialah Nystatin, suatu antibiotika dihasilkan oleh Streptomises moursei (formulaC46 H 77 No.19). Yang banyak dipakai ialah tablet vaginal Mycostatin (10.000 unit) dimasukan dalam vagina1 sampai 2 tablet selama 14 hari. Pemakaian Mycostatin per os untuk kandida yang masih bersarang dalamtraktus sigestivus. Untuk minggu sebelum haid selama beberapa bulan

b.

Hemofilus vaginalis vaginitis

Sembilan puluh persen dari kasus-kasus yang dahulu disebut vaginitis nonspesifik kini ternyata disebabkanoleh hemofilus vaginalis , suatu basil kecil yang gram negatif. Gejala vaginitis ialah leukorea yang berwarnaputih bersemu kelabu, kadang-kadang kekuning-kuningan dengan bau yang kurang sedap. Vaginitis ini menimbulkan pula perasaan sangat gatal. Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual.Diagnosis dibuat dengan cara pemeriksaan seperti yang digambarkan pada pemeriksaan trikomonas vaginalis.

17.

Adneksa dan Jaringan di Sekitarnya

17.1 Oofiritis/Adneksitis akuta 17.1.1 Penyebab Salpingo-ooforitis atau adneksitis Radang tuba Falloppii dan radang ovarium biasanva terjadi bersamaan. Oleh sebab itu tepatlah nama salpingo-ooforitis atau adneksitis untuk radang tersebut. Radang itu kebanyakan akibat infeksi yang menjalar ke atas walaupun infeksi ini juga bisa datang dari tempat ekstra-vaginal liwat jalan darah, atau menjalar dari jaringan- jaringan di sekitarnya. Di antara sebab-sebab yang paling banyak terdapat ialah infeksi gonorea dan infeksi puerperal dan postpartum. Kira-kira 10% infeksi disebabkan oleh tuberkulosis. Selanjutnya bisa timbul radang adneksa sebagai akibat tindakan (kerokan, laparotomi, pemasangan IUD, dan sebagainya) dan perluasan radang darialat yang letaknya tidak jauh seperti appendiks. Salpingo-ooforitis akuta yang disebabkan oleh gonorea sampai ke tuba dari uterus melalui mukosa. Pada endosalping tampak edema serta hiperemi dan infiltrasi leukosit; pada infeksi yang ringan epitel masih utuh,tetapi pada infeksi yang lebih berat kelihatan degenerasi epitel yang kemudian menghilang pada daerah yangagak luas, dan ikut juga terlihat lapisan otot dan serosa. Dalam hal yang akhir ini dijumpai eksudat purulenyang dapat keluar meialui ostium tuba abdominalis dan menyebabkan peradangan di sekitarnya (peritonitis

pelvika).Salpingitis akuta piogenik banyak ditemukan pada infeksi puerpural atau pada abortus septik, akan tetapidapat disebabkan pula sebagai akibat berbagai tindakan, seperti kerokan. Infeksi dapat disebabkan oleh bermacam-macam kuman, scperti Streptokokus (aerobik dan anaerobik), Stafilokokus, Escheria koli,Klostridium welchii, dan lain-lain. Infeksi ini menjalar dari serviks uteri atau kavum uteri dengan jalan darah atau limfe ke parametrium terus ke tuba, dan dapat pula ke peritoneum pelvik.Gambaran klinik salpingo-ooforitis akuta ialah demam, dan rasa nyeri di sebelah kanan atau kiri uterus;penyakit tersebut tidak jarang terdapat pada kedua adneksa. Setelah liwat beberapa hari dijumpai pula tumor dengan batas yang tidak jelas dan yang nyeri tekan. Diagnosis diferensial ialah dengan apendisitis akuta, pielitis akuta, torsi adneksa dan kehamilan ektopik yang terganggu. Biasanya lokasi nyeri tekan pada appendisitis akuta (pada titik Mac Burney) lebih tinggi daripadaadneksitis akuta, akan tetapi apabila proses agak meluas perbedaan menjadi kurang jelas. Jika terdapat keragu-raguan, perlu diadakan laparotomi percobaan, agar dapat dicegah peritonitis umum karena appendisitisakuta.Tetapi pada salpingo-ooforitis akuta terdiri atas istirahat baring, perawatan umum, pernberian antibiotik dan analgetik. 17.1.2 Bagian Bagian Salpingo Oofiritis/Adneksitis akuta terdiri dari :

Hidro salping : terdapat penutupan ostiumtuba abdominalis Piosalping : dalam stadium menahun merupakan kantung dengan dinding tebal yang berisi nanah Salpingitis interstisialis kronika : dinding tuba menebal dan banyak fibrosis serta ditemukan pengumpulan nanah sedikit ditengah-tengah jaringan otot Kista tuba ovarial, abses tuba ovarial : bersatu dengan folikel ovarium, pada abses tuba ovarial piosalping bersatu dengan abses ovarium Abses ovarial : jarang terdapat sendiri dari stadium akut dapat memasuki stadium menahun Salpingitis tuberkulosa : merupakan bagian penting dari tuberculosis genital

17.1.3 Gejala-gejala Oofiritis/Adneksitis akuta :

a) Panas b) Nyeri cukup kuat dibagian bawah sebelah kiri dan kanan c) Bertambah sakit pada pekerjaan berat disertai sakit pinggang d) Leukorea disebabkan oleh servisitis kronika e) Haid lebih banyak dari biasa dengan siklus yang tidak teratur

17.1.4 Therapi Oofiritis/Adneksitis akuta:


Antibiotik spektrum luas Tidak melakukan pekerjaan yang berat Terapi diatermi Terapi oerasi bila ada indikas.

17.2 Salpingo-ooforitis kronika


17.2.1 Pembagian Salpingo-ooforitis kronika

Pembagian Salpingo-ooforitis kronika antara lain: a. hidrosalping;. b. piosalping; c. salpingitis interstisialis kronika; d. kista tubo-ovarial, abses tubo-ovarial; e. abses ovarial; f. salpingitis tuberkulosa Pada hidrosalping terdapat penutupan osnum tuba abdominalis. Sebagian dari epitel mukosa tuba masihberfungsi dan mengeluarkan cairan dengan akibat retensi cairan tersebut dalarn tuba. Piosalping dalam stadium menahun merupakan kantong dengan dinding tebal yang berisi nanah. Padapiosalping biasanya terdapat perlekatan dengan

jaringan di sekitarnya.Pada salpingitis interstisialis kronika dinding tuba menebal dan tampak fibrosis dan dapat pula ditemukan pengumpulan nanah sedikit di tengah-tengah janingan otot. Terdapat pula perlekatan dengan jaringan- jaringan di sekitarnya, seperti ovarium, uterus dan usus. Salah satu jenis ialah salpingitis isthmika nodosa.Pada kista tubo-ovariaI, hidrosalping bersatu dengan kista folikel ovarium, sedang pada abses tuho-ovarialpiosalping bersaru dengan abses ovarium. Abses ovarium yang jarang terdapat sendiri, dari stadium akut dapat memasuki stadium menahun. Salpingitis tuberkulosa merupakan bagian penting dari tuberkulosis genital. Gejala-gejala salpingo-ooforitiskronika tidak selalu jelas; penyakir bisa didahuLui oLeh gejala-gejala penyakit akut dengan panas, rasa nyeri yang cukup kuat di perut bagian bawah, akan tetapi bisa pula dari permulaan sudah subakut atau menahun. 17.2.2 Terapi Salpingo-ooforitis kronika Jika penyakitnya masih dalam keadaan subakut, penderita harus diberi terapi dengan antibiotik dengan spektrum luas. Terapi operatif mempunyai tempat pada salpingo-ooforitis kronika. Indikasi untuk terapi ini ialah: 1. apabila setelah berulang kali dilakukan terapi dengan diatermi keluhan tetap ada, dan mengganggukehidupan sehari-hari; 2. apabila tiap kali timbul reaktivisasi dan proses radang; 3. apabila ada tumor di sebelah uterus, dan setelah dilakukan beberapa seri terapi diatermi tumor tidak mengecil, sehingga timbul dugaan adanya hidrosalping, piosalping, kista tubo-ovarial, dan sebagainya; 4. apabila ada infertilitas yang sebabnya tenletak pada tuba.

DAFTAR PUSTAKA 1. Sarwono Prawirohardjo, Prof, dr, DSOG dan Hanifa Wiknjosastro, Prof, dr, DSOG; Ilmu Kandungan, YBP-SP,Edisi ke dua, estacan ke tiga, FKUI, Yakarta; 1999, Hal 271 -272. Robbins L., M.D; Buku Ajar Patologi II, Edisi ke empat, cetakan pertama. Penerbit Buku Kedokteran EGC,Jakarta; 1995, Hal. 372-377. 3. Djuanda Adhi, Prof. DR. Hamzah Mochtar, Dr. Aisah Siti,DR ; Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Edisi ke tiga,cetakan pertama, FKUI, Jakarta ; 1987, Hal. 103-106, 358-364. 4. Winkosastro Hanifa, Prof, dr, DSOG ; Ilmu Kebidanan YBP-SP, Edisi ketiga, cetakan ke enam, FKUI,Jakarta ; 2002. Hal:406-410. 5. Cuningham, Macdonald Gant : William Obstetri, Edisi 18, EGC, Jakarta; 1995, Hal: 1051-1057. 6. http://www.mer-c.org/mc/ina/ikes/ikes_0304_keputihan.htm 7. http://www.tabloid-akita.cpm/artikel.php3.dedui=02059&rubrik=kecil 8. http://www.google com/leuko

SOAL SOAL
1. Apakah kepanjangan dari PID ?

a. b. c. d. e. a. b. c. a. b. c. d. e. a. b. c.

Pelvic Inflamotry Desease (PID) Pelvic Inflammatory Desease (PID) Pelvic Inflamotry Diseass (PID) Pelvik Inflamotry Desease (PID) Pelvik Inflammatory Disease (PID) Infeksi Bakteri Infeksi Parasit Infeksi Jamur Sering berganti- ganti pasangan Pernah menderita penyakit radang panggul sebelumnya Pernah menderita penyakit menular seksual sebelumnya Berusia 40 tahun keatas Penggunaan IUD/spiral berulang kali Peritonitis Nyeri ringan sampai berat pada abdomen bagian bawah Kelelahan d. Infeksi Vagina e. a dan b Benar

2. Penyakit Radang Panggul disebabkan oleh............

3. Faktor resiko Penyakit Radang Panggul adalah sebagai berikut,kecuali.......

4. Beberapa gejala penyakit radang panggul, kecuali..........

d. e. a. b. c. d. e.

Terjadi pendarahan pasca melakukan hubungan seksual Nyeri pada bagian tangan dan kaki Melakukan pemeriksaan panggul dan pemeriksaan perut Melakukan pemeriksaan urin Melakukan pemeriksaan laboratorium Melakukan pemeriksaan psikis A dan d benar

5. Apakah yang dilakukan dalam mengdiagnosa penyakit radang panggul ?

6. Penularan penyakit radang panggul ini adalah sebagai berikut, kecuali.......

a. b. c. d. e. a. b. c. a. b. c. a. b. c. d. e.
10.

Melalui hubungan seksual Melalui aborsi Melalui persalinan Melalui pemasangan infus Melalui endometrium yang tidak steril Infertilitas Kehamilan ektopik Nyeri kronis abdomen bagian bawah Kehamilan ektopik Kehamilan normal Bayi lahir normal Mencegah iritasi Mencegah nyeri pada bagian tangan Mencegah kerusakan saluran tuba yang mengakibatkan kehamilan Mencegah nyeri pada bagian kaki Mencegah pembengkakan vagina Beberapa tips penyakit radang panggul, kecuali........ d. a dan b benar e. a dan c benar d. a,b, dan c benar e. a,b, dan c salah

7. Penyakit radang panggul berdampak............

8. Penyakit radang panggul yang berakibat lanjut menyebabkan..........

9. Tujuan terapi pada radang panggul adalah.............

ektopik

a. b. c. d. e.
11. a.

Jaga area kewanitaan Jangan melakukan hubungan seksual diusia muda Melakukan hubungan seksual yang berkali kali Jangan gunakan sabun pembersih kewanitaan yang justru akan Melakukan tindakan dan pemeriksaan pada saat timbul gejala PID Jenis infeksi pada penyakit radang panggul adalah.......... Servisitis akuta dan servisitis kronika Bakterial vaginosis Candida vulvovaginitis Apakah penyebab parametritis akuta ? d. Cyclic e. Trikomonas

merusak

vulvovginitis
b.

c. 12. a. b. c. d. e.
13.

Streptococcus Stephylococcus Eschericia Clostridium welwhii a dan b benar Penyebab keputihan adalah sebagai berikut , kecuali............ Kondisi tubuh Kelainan jiwa Kelaian endokri atau hormon Infeksi Benda asing Apakah nama penyakit yang dianggap penyakit kelamin klasik ? Gonore, sifilis dan hipertensi Ulkus molle, sifilis dan gonore Granuloma inguinalae, hipertensi dan ulkus molle Limfogranuloma venereum dan tipus Demam berdarah, hipertensi dan tipus

a. b. c. d. e. 14. a. b. c. d. e.

15.

Symptom Vulvovaginitis terdiri dari, kecuali ............ a. b. c. d. e. Bakterial vaginosis Candida vulvovaginitis Atrofik vaginitis Cyclis vulvovaginitis Trikomonas Berapakah jumlah persen bakteri vaginosis pada masa reproduksi ? a. b. c. d. e. 40 50 % 20 60 % 10 30 % 60 90 % 50 80 % Apakah yang dimaksud dengan Douche ? a. b. c. d. e. Cairan pembersih luka bakar Cairan alkohol Sabun Cairan pembersih vagina Cairan pengering luka Apakah kepanjangan dari USG dalam mengdiagnosa penyakit a. b. c. d. e. Ultrasemigrafi Ultrasinografi Ultrasonogravity Ultrasonogravitasi Ultrasonografi Apakah yang dimaksud dengan spotting ? a. b. c. d. Bercak bercak kemerahan pada abdomen Bercak bercak kemerahan pada kulit Bercak bercak kemerahan pada alat ginetalia Bercak bercak kemerahan pada celana dalam

16.

17.

18.

radang panggul ?

19.

e. 20. a. b. c. d. e.

Bercak bercak kemerahan pada wajah Yang manakah yang termasuk gejala kliniks endometritis kronika ? Leukorea dan menoragia Abortus dan ektopik Candidiasis dan trichomoniasis Sebasea Tricomonas vaginatis

1.) 2.) 3.) 4.) 5.) 6.)

b. Pelvic Inflammatory Desease (PID) e. a dan b Benar d. Berusia 40 tahun keatas e. Nyeri pada bagian tangan dan kaki a. Melakukan pemeriksaan panggul dan pemeriksaan perut d. Melalui pemasangan infus 7.) d. a,b, dan c Benar

8.) 9.)

a. Kehamilan ektopik c. Mencegah kerusakan saluran tuba yang mengakibatkan kehamilan ektopik
10.)

c. Melakukan hubungan seksual yang berkali kali

11.) 12.) 13.) 14.) 15.) 16.) 17.) 18.) 19.) 20.)

a. Servisitis akuta dan servisitis kronika e. a dan b Benar b. Kelaianan jiwa b. Ulkus molle,sifilis dan gonore c. Atrofik vaginitis a. 40 50 % d. cairan pembersih vagina e. ultrasonografi d. Bercak bercak kemerahan pada celana dalam a. Leukorea dan menoragia