Anda di halaman 1dari 39

HENY FITA DEWI RICARDO ALVINDO SIAHAAN ARMAND PRADANA SIMATUPANG MARTHA DORA JULIETTE HELMEN FAU HELMINA

MELISA APRIYANI

PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DAN PERUM PEGADAIAN


Perusahaan pembiayaan mendapatkan dana dengan mengeluarkan warkat niaga, dan menggunakannya untuk memberikan pinjaman yang utama diberikan dituju pada konsumen dan bisnis.

Ciri-ciri perusahaan pembiayaan adalah ; Walau perusahaan memberi pinjaman pada konsumen yang dipinjam ke bank umum perusahaan tidak tunduk pada regulasi. Contoh : Bank Komersial.

Ada 3 macam jenis perusahaan pembiayaan, yaitu : 1. Bisnis 2. Konsumen 3. Perdagangan Ketiganya menghadapi resiko yang sama yaitu bangkrut, likuiditas, dan kesulitan untuk melunasi utang.

Perusahaan pembiayaan memperoleh dana dengan cara menjual warkat niaga yang merupakan instrumen utang jangka pendek, dan kemudian mengalokasikannya untuk memberikan pinjaman kepada konsumen. Contohnya : Untuk membeli perabot dan peralatan rumah tangga.

Perusahaan pembiayaan disebut juga perantara pasar uang,yang memfasilitasi pemilik dana untuk menginvestasikan dananya ke instrumen pasar uang.

a. Investornya biasanya investor-investor besar b. Dana yang diperoleh perusahaan pembiayaan

sebagian besar digunakan untuk memberikan pinjaman kepada konsumen dalam jumlah transaksi yang relatif kecil c. Regulasi pemerintah terhadap perusahaan pembiayaan ini rendah d. Struktur biaya perusahaan pembiayaan rendah

RUANG LINGKUP
Peraturan Menteri Keuangan no. 84/PMK.012/2006

Peraturan Menteri Keuangan no. 84/PMK.012/2006

Perusahaan Pembiayaan Bisnis


Pengertian

Leasing di Indonesia sebagaimana yang didefinisikan dalam ketentuan yang berlaku adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha tanpa dengan hak opsi (Finance Lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (Operating Lease) untuk digunakan oleh Penyewa Guna Usaha (Lessee) selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.

Disebutkan bahwa Penyewa Guna Usaha (Lessee) adalah

perusahaan atau perorangan yang menggunakan barang modal dengan pembiayaan dari Perusahaan Pembiayaan (Lessor).

Pengadaan barang modal melalui leasing juga dapat dilakukan dengan cara pembelian barang Penyewa Guna Usaha/Lessee oleh Perusahaan Pembiayaan/Lessor yang kemudian disewa guna usahakan kembali oleh Penyewa Guna Usaha. Pengadaan dengan cara ini disebut Sales & Lease Back Sepanjang perjanjian Sewa Guna Usaha masih berlaku, hak milik atas barang modal obyek transaksi berada pada Perusahaan Pembiayaan.Terdapat beberapa kriteria untuk suatu transaksi Sewa Guna Usaha dapat dikategorikan sebagai transaksi Finance Lease (Keputusan Menteri Keuangan No.1169/KMK.01/1991, tanggal 27 November 1991, tentang Kegiatan Sewa Guna Usaha (Leasing).

Perusahaan Pembiayaan Konsumen


Pembiayaan Konsumen

adalah badan usaha yang melakukan pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan sistem pembayaran angsuran atau berkala. biasanya barang-barang uang dibiayai dalam pembiayaan konsumen ini adalah barang yang bersifat konsumtif(motor,mobil) Dan barang elektronik.

Pengertian Pembiayaan Konsumen berlaku adalah

kegiatan pembiayaan untuk pesebagaimana yang didefinisikan dalam ketentuan yang ngadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan sistem pembayaran angsuran atau berkala oleh konsumen. Dalam kegiatan usaha Pembiayaan Konsumen ini, secara umum Perusahaan Pembiayaan dalam mengelola risiko pembiayaan salah satunya melalui pengaturan Jaminan Fidusia atas barang yang dimiliki konsumen.

Perusahaan pembiayaan konsumen memiliki karakteristik yang membedakan dengan Bank,yaitu: bersedia memberikan pinjaman kepada konsumen yang tidak memperoleh pinjaman dari bank dan lembaga lainnya,seperti pinjaman dengan jainan mobil beka yang beresiko tinggi. Bersedia memberikan pinjaman dengan jaminan hipotik estate yang telah dijaminkan pada hipotik sebelumnya. Bersedia membiayai konsumen yang membeli produknya sehingga meningkatkan produksi

PEMBIAYAAN KONSUMEN (CONSUMER FINANCE) BIDANG USAHA PERUSAHAAN PEMBIAYAAN


Fidusia adalah suatu pengalihan hak kepemilikan suatu

benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda (secara khusus telah diterbitkan pengaturan Jaminan Fidusia melalui Undangundang RI No.42 Tahun 1999).
Tidak terdapat pengaturan atau kriterian khusus untuk suatu

transaksi dapat di kategorikan sebagai Pembiayaan konsumen banyak digunakan untuk membiayai barang modal/barang umum.

Lahirnya Pembiayaan Konsumen


Bank

Kurang tertarik untuk menyediakan kredit berukuran kecil. Sumber dana formal lainnya kurang fleksibel, contoh pegadaian. Sistem pendanaan Informal seperti tengkulak / lintah darat sudah ditinggalkan

Alasan Debitur Memilih Transaksi Pembiayaan Konsumen


Tidak terlalu banyak persyaratan.
Tidak berorientasi pada jaminan. Tidak mengganggu keuangan konsumen.

Pembayaran dan jangka waktu bisa disesuaikan

dengan kemampuan konsumen. Proses Cepat dan Tidak berbelit.

Perusahaan Pembiayaan perdagangan/penjualan


Sebagaimana didefinisikan dalam peraturan yang berlaku, merupakan usaha dalam kegiatan pembiayaan untuk pembelian barang atau jasa dengan menggunakan Kartu, yang akan ditagihkan kemudian kepada Pengguna oleh Penerbit Kartu Kredit. Pihak-pihak yang terlibat dalam usaha kartu kredit antara lain: Penerbit Kartu (Card Issuer), Pemegang Kartu/Nasabah (Card Holder), Bank Relasi Toko (Acquirer), Toko (Merchant) dan Perusahaan Jenis Kartu Kredit (Card Company)

PERBEDAAN
Kegiatannya

Perbedaan Lembaga Pembiayaan dengan Lembaga Perbankan adalah :


Lembaga Pembiayaan Kegiatan keuangan Lembaga Perbankan Menghimpun dana dan menyalurkan

Pengaturan, Perizinan, Pembinaan dan Pengawasan

Departemen Keuangan UU No. 10 th. 1998


Permenkeu No. 84/PMK.012/2006

Melayani Nasabah/ konsumen

Lebih Fleksibel (carapendekatan,cepat, mudah)

Kurang fleksibel.

SUMBER DANA
[Saham]

[Bank, Obligasi, Surat Berharga]

[Penyalur KUK, Channeling]

Perusahaan pembiayaan penjualan memberikan pinjaman kepada konsumen yang membeli barang dari pengecer tertentu,atau dari perusahaan manufakturnya untuk tujuan meningkatkan penjualan.p[erusahaan pembiayaan penjualan disebut captive finance companies yang menyediakan pinjaman untuk pembelian produk dari perusahaan manufakturnya dengan bunga rendah untuk meningkatkan penjualan.

Risiko gagal bayar (defalut risk) Risiko dana tidak kembali sesuai kontrak(defalut risk).hal ini terjadi karena perusahaan berani memberi pinjaman kepada konsumen yang tidak memperoleh pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya(meskipun dengan bunga yang tinggi)yang pada umumya adalah mereka yang berpendapatan rendah,atau memiliki latar belakang sebagai debitor bermasalah.

Adalah risiko perusahaan pembiayaan menghadapi kesulitan untuk memperpanjang utangnya,karena risiko yang tinggi penarikan dana oleh kreditor (pemegang CP) dapat diprediksi sesuai waktu jatuh tempo.tetapi,bila terjadi perubahan terhadap risiko bisnis dan dimengerti oleh investor,maka perusahaan pembiayaan akan menghadapi kesulitan untuk memperpanjang pinjamannya.

Aset Pinjaman konsumen Pinjaman bisnis Pinjaman real estate Dikurangi cadangan untuk kerugian pinjaman Aset lainnya

% fr total 27% 36% 11% -7%

Kewajiban Pinjaman bank Warkat niaga Utang kepada perusahaan induk Utang

% fr total 3% 24% 6% 36%

33%

Kewajiban lainnya Ekuitas

20% 11%

Total aset

100 %

Total kewajiban

100 %

Neraca perusahaan pembiayaan terdiri dari :


Aset Aset utama perusahaan pembiayaan adalah pinjaman konsumtif (consumer loans), bisnis (business loans), dan perumahan (real estate), dengan porsi terbesar pinjaman ke sektor bisnis.
Kewajiban Sumber dana utama perusahaan pembiayaan adalah Commercial Papers(CP) dengan bunga lebih murah dibandingkan meminjam ke bank dan sumber pendanaan lainnya.

Financial Conglomerates
Financial conglomerates adalah perusahaan keuangan yang memiliki/mengelola beberapa lembaga keuangan sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang bervariasi. Dengan menyediakan berbagai jasa keuangan dalam satu atap memungkinkan financial conglomerates mencapai skala ekonomis (yaitu biaya semakin murah dengan semakin banyaknya transaksi), dan cakupan ekonomis (yaitu keuntungan yang diperoleh karena menyediakan berbagai produk dalam satu lokasi)

Karakteristik Bisnis Perum Pegadaian


Perum (Perusahaan Umum) Pegadaian adalah lembaga keuangan nonbank yang termasuk dalam klasifikasi perantara investasi (invesment intermediary). Perum pegadaian dimiliki oleh pemerintah Indonesia (BUMN) Sumber dana utama Perum Pegadaian berasal dari penjualan obligasi. Sumber dana lainnya adalah utang bank, utang promes, ekuitas, dan utang lainnya. Perum Pegadaian sebagai alternatif sumber pendanaan selain bank. Perum pegadaian memberi pinjaman dengan jaminan barang-barang tidak bergerak.

Perbandingan Pinjaman Bank dan Pegadaian


Item
Proses Jumlah dana Agunan

Sumber Dana Bank


Kebanyakan tidak selesai dalam sehari Tidak melayani jumlah yang sangat kecil Dapat menerima agunan berupa harta bergerak maupun harta tak bergerak Taksasi agunan dilakukan on the spot Mempersoalkan peruntukan dana Bank umumnya hanya menguasai bukti kepemilikan atas agunan Bank umumnya mensyaratkan jaminan 150% dari jumlah pinjaman Bank relatif selektif dan melalui proses yang panjang untuk mengeksekusi agunan

Sumber dana Pegadaian


Kebanyakan selesai dalam sehari Melayani junlah yang kecil sekalipun Hanya menerima agunan harta bergerak Taksasi agunan dilakukan di kantor pegadaian Tidak mempersoalkan peruntukan dana Pegadaian menguasai secara fisik agunan yang digadaikan Pegadaian memberikan pinjaman 80%-90% dari taksiran agunan Pegadaian akan melelang agunan nasabah yang tidak dapat melunasi pinjaman pada waktu jatuh tempo

Taksasi Agunan Peruntukan Dana Penyimpanan Agunan Rasio Agunan dan Pinjaman

Eksekusi Agunan

Produk Perum Pegadaian


Produk pegadaian yang dikenal oleh masyarakat umum adalah peminjaman uang dengan sistem gadai,yaitu pegadaian barang.

Produk layanan Perum Pegadaian


Jasa Taksiran Jasa Titipan Kredit Konsumsi Kredit Produksi Tabungan Emas ONH Gold Counter Galeri 24

Jasa Taksiran
Perum pegadaian menyediakan jasa untuk melakukan penaksiran harta,untuk mengetahui kualitas & nilai sesungguhnya dari harta tersebut.

Jasa Titipan
Perum pegadaian menyediakan jasa bagi orang yang akan bepergian lama untuk menitipkan barang barang berharganya.

Kredit Konsumsi
Kredit / pinjaman konsumsi diberikan kepada karyawan yang memiliki penghasilan tetap.

Kredit Produksi
Perum pegadaian menyediakan kredit produk,dengan membantu pembiayaan suatu proyek investasi dengan sistem kerja sama.

Tabungan Emas ONH


Menabung untuk biaya haji berupa koin emas yang diperkirakan setara 250 - 300 gram emas 24 karat

Gold Counter Galeri 24


Toko emas & permata yang dimiliki Perum Pegadaian yang memberikan jaminan keaslian,kualitas,dan karatase dari emas & permata yang dijual.

1.

Perusahaan pembiayaan adalah lembaga keuangan yang memperoleh dana dengan menjual sekuritas/surat-surat berharga. Perusahaan pembiayaan merupakan anggota BLKL yang termasuk dalam perantara investasi.

Sumber dananya: dengan menjual warkat niaga yang merupakan instrumen utang jangka pendek.
Alokasi dananya:
a. memberikan pinjaman kepada konsumen pinjaman yang diberikan

tersebut bersifat konsumtif-nilai barang yang dijadikan jaminan terdepresiasi dengan bertambahnya waktu sehingga memiliki resiko default tinggi. b. Memberikan pinjaman kepada konsumen yang tidak memperoleh pinjaman ke bank atau lembaga lainnya. Perusahaan pembiayaan mengenakan bunga tinggi atas pinjamannya c. Menyediakan pinjaman bagi perusahaan bisnis yang memerlukan barang modal atau memerlukan dana likuid.

7. Pinjaman tentang hipotik kedua adalah pinjaman yang dijamin dengan rumah yang telah dijaminkan pada hipotik sebelumnya. hipotek kedua ini bersifat inferior artinya bila pinjaman gagal melunasi utangnya, perusahaan pembiayaan konsumen hanya akan memperoleh pengembalian setelah hipotik pertama dilunasi. Pinjaman ini berisiko tinggi karena bank bersaing dengan perusahaan pembiayaan konsumen, dimana bank juga menyediakan pinjaman konsumtif seperti yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan konsumen. Tetapi disisi lain perusahaan pembiayaan konsumen mempunyai karakteristik sendiri yang dapat membedakannya dengan bank, yaitu bersedia memberikan pinjaman kepada konsumen yang tidak memperoleh pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya. Seperti pinjaman dengan jaminan mobil bekas. Selain itu juga perusahaan pembiayaan konsumen biasanya dimiliki oleh perusahaan manufaktur untuk meningkatkan jumlah produknya. Contoh lainnya ialah pengecer bekerja sama dengan perusahaan pembiayaan konsumen untuk menyediakan kartu kredit dalam meningkatkan penjualannya. Ini berarti perusahaan pembiayaan konsumen harus menyediakan jasa percetakan dan penagihan. Sedangkan bank pun gencar menyediakan pinjaman konsumen dengan menggunakan kartu kredit.