P. 1
09 Pelaksanaan Anggaran Pemerintah Daerah

09 Pelaksanaan Anggaran Pemerintah Daerah

|Views: 715|Likes:
Dipublikasikan oleh Mykesu Dwi

More info:

Published by: Mykesu Dwi on Apr 05, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2012

pdf

text

original

PELAKSANAAN ANGGARAN PEMERINTAH

PP NO 58 TAHUN 2005 PERMENDAGRI NO 13 TAHUN 2006 PERMENDAGRI 59 TAHUN 2007
Oleh: Shiddiq Nur Rahardjo, SE, M.Si, Akt. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi UNDIP

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN LINGKUP KEUANGAN
UU 32/2004 UU 33/2004 UU 17/2003 UU 1/2004 UU 25/2004 UU 15/2004

Peraturan Pemerintah lain

PP 24 TAHUN 2005

PP 58 TAHUN 2005

PERDA
PERATURAN KEPALA DAERAH

PERMENDAGRI NO 13 TAHUN 2006

LINGKUP PENGELOLAAN KEUANGAN
Perencanaan
Input Proses Output/Input

Pelaksanaan
Proses

Pengawasan/ Pengendalian
Proses Output

Output/Input

Kebijakan Umum APBD Prioritas & Plafon Anggaran Sementara Kegiatan Anggaran •RPJMD/RKPD •Penjaringan APBD Aspirasi Penatausahan • Prestasi Kerja •Kinerja Masa & Akuntansi Lalu • Perda APBD Laporan •Asumsi Dasar Pelaksanaan • Kebijakan APBD • Formulir/Dokumen Pemerintah •Catatan/Register (RPJM/RKP/ Prioritas • Semesteran Pembangunan) •Tahunan

Evaluasi Kinerja Hasil Evaluasi

PELAKSANAAN ANGGARAN  PENATAUSAHAAN  AKUNTANSI  PELAPORAN &PERTANGGUNGJAWABAN .

ARAH & KEBIJAKAN UMUM APBD STRATEGI & PRIORITAS APBD KEBIJAKAN UMUM APBD (KUA) SERTA PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA (PPAS) RENCANA ANGGARAN SATUAN KERJA (RASK) RENCANA KERJA ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RKASKPD) . i.PERUBAHAN DOKUMEN PERENCANAAN KEPMENDAGRI No. 29/2002 i. PP 58 TAHUN 2005 RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH (RPJPD) RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) • RETADA ATAU REPETADA • RENSTRADA/DOKUMEN PERENCANAAN DRH LAINNYA i.

29/2002 PP 58 TAHUN 2005 RAPBD RAPBD APBD PENJABARAN APBD APBD PENJABARAN APBD DOKUMEN ANGGARAN SATUAN KERJA (DASK) DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN (DPA) SKPD .PERUBAHAN DOKUMEN PERENCANAAN KEPMENDAGRI No.

PERUBAHAN DOKUMEN PENATAUSAHAAN KEPMENDAGRI No. 29/2002 SURAT KETETAPAN OTORISASI (SKO) SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN (SPP) PP 58 TAHUN 2005 SURAT PENYEDIAAN DANA (SPD) SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN (SPP) SPP BEBAN TETAP (BT) SPP PENGISIAN KAS (PK) SPP LANGSUNG (LS) SPP UANG PERSEDIAAN (UP) SPP GANTI UANG (GU) SPP TAMBAH UANG (TU) SURAT PERINTAH MEMBAYAR (SPM) SURAT PERINTAH MEMBAYAR (SPM) SPM BEBAN TETAP (BT) SPM PENGISIAN KAS (PK) SPM LANGSUNG (LS) SPM UANG PERSEDIAAN (UP) SPM GANTI UANG (GU) SPM TAMBAH UANG (TU) TIDAK ADA SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA SP2D .

29/2002 PP 58 TAHUN 2005 Fungsinya dilaksanakan oleh Bendahara Pengeluaran/ Penerimaan dan Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD SATUAN PEMEGANG KAS (SPK) PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN (PIMPRO) PEJABAT PELAKSANA TEKNIS KEGIATAN (PPTK) ENTITAS AKUNTANSI DAN ENTITAS PELAPORAN: BAGIAN/ BIRO KEUANGAN ENTITAS AKUNTANSI: SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD) ENTITAS PELAPORAN: SATUAN KERJA PENGELOLA KEUANGAN DARAH (SKPKD): BIRO/ BAGIAN/ BADAN KEU .PERUBAHAN ORGANISASI KEPMENDAGRI No.

PELAKSANAAN APBD PENATAUSAHAAN .

.

STRUKTUR KEKUASAAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KEPALA DAERAH (PEMEGANG KEKUASAAN PENGELOLAAN KEUDA) SEKRETARIS DAERAH (KOORDINATOR PENGELOLAAN KEUDA) PENGGUNA ANGGARAN (KEPALA SKPD) PPKD Selaku BUD (KEPALA BPKD) BENDAHARA PPTK KUASA PA PPK-SKPD KUASA BUD .

menguji. • kebijakan pengelolaan barang daerah. Melimpahkan sebagian atau seluruh kekuasaannya kepada • SEKDA selaku koordinator pengelola keuangan daerah. • kuasa pengguna anggaran/pengguna barang. • pejabat yang mengelolan barang milik daerah. berdasarkan prinsip pemisahan kewenangan antara yang memerintahkan. • mewakili pemda dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. • pejabat yang mengelola utang dan piutang daerah. mempunyai kewenangan menetapkan : • kebijakan pelaksanaan APBD. dan yang menerima atau mengeluarkan uang. • pejabat yang melakukan penerimaan daerah.PEMEGANG KEKUASAAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Kepala Daerah • pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah. • bendahara penerimaan dan/atau bendahara pengeluaran. . • pejabat yang menguji tagihan & memerintahkan pembayaran. • Kepala SKPD selaku pejabat pengguna anggaran/pengguna barang. • Kepala SKPKD selaku PPKD.

• menyiapkan domlak APBD & pengelolaan barang daerah. dan Melaksanakan tugas-tugas koordinasi pengelolaan KEUDA lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh KDH Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kepada KDH . • memimpin TAPD. • tugas-tugas pejabat perencana daerah. PPKD. • penyusunan rancangan RAPBD & RPAPBD. • penyusunan laporan KEUDA dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.Koordinator Pengelolaan Keuangan Daerah Sekretaris Daerah Membantu KDH menyusun kebijakan & mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan PEMDA termasuk pengelolaan KEUDA Mempunyai tugas koordinasi di bidang : • penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan APBD dan barang daerah. PAPBD.SKPD. • memberikan persetujuan pengesahan DPASKPD/DPPA. dan pejabat pengawas KEUDA. & pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. • penyusunan Raperda APBD.

melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik daerah. memberikan juknislak sistem penerimaan dan pengeluaran kasda. Dalam melaksanakan fungsinya selaku BUD. memungut pajak daerah. menyajikan informasi KEUDA. menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian pinjaman atas nama PEMDA. menetapkan SPD. melaksanakan pemungutan pajak daerah. & melaksanakan kebijakan pengelolaan barang milik daerah. PPKD melimpahkan kepada pejabat lainnya dilingkungan SKPKD menyusun RAPBD/ RPAPBD & melakukan dallak APBD. mengesahkan DPA-SKPD/DPPA-SKPD. melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan KEUDA. bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada KDH melalui SEKDA. menyusun laporan keuda. menyajikan informasi KEUDA.Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) Kepala SKPKD selaku PPKD menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan KEUDA. menunjuk pejabat di lingkungan SKPKD selaku kuasa BUD. menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian jaminan atas nama PEMDA. melaksanakan fungsi BUD. PPKD berwenang: menyusun kebijakan dan domlak APBD. melakukan pengendalian pelaksanaan APBD. . melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan KEUDA. melaksanakan pemungutan PATDA yang ditetapkan PERDA. menyusun RAPBD dan RPAPBD. melaksanakan tugas lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh KDH.

Gaji 1.n1) KUASA PENGGUNA ANGGARAN (Kabid . Melaksanakan Akuntansi & Pelaporan Keuangan . Memverifikasi SPJ 3. 2. Membuat dokumen 2.STRUKTUR PENGELOLA KEUANGAN SKPD PENGGUNA ANGGARAN/BARANG (Kepala SKPD) KUASA PENGGUNA ANGGARAN (Kabid . Mencatat pembukuan 3. 3. Menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan. 1. Mengendalikan pelaksanaan kegiatan. Menyiapakan SPM 2.n) KUASA PENGGUNA ANGGARAN (Sekretaris) BENDAHARA PENERIMAAN/PENGELUARAN PPTK PPTK PPK-SKPD Pembantu Bendahara Membantu Bendahara Penerimaan & Bendahara Pengeluaran: 1. Melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan.

PDPT 1.BUKU2 3.BELANJA HUBUNGAN FUNGSIONAL & ADMINISTRASI .SPP-UP/GU/TU/LS 2.SPJ .BENDAHARA PPKD Selaku BUD PENGGUNA ANGGARAN BENDAHARA PENERIMAAN BENDAHARA PENGELUARAN 1. SPJ . STS 2. RPH 3.

Mengelola Investasi Daerah . Mengelola Pendapatan 3.PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH BENDAHARA UMUM DAERAH / KUASA BENDAHARA UMUM DAERAH PPKD Selaku BUD (Kepala BPKAD/Biro/Bagian Keuangan) SEKRETARIS PPK .SKPD BIDANG PENDAPATAN BIDANG ANGGARAN BIDANG AKUNTANSI BIDANG ASET BIDANG INVESTASI KUASA BUD (KASDA) 1. Menyusun Laporan Keuangan Pemda 3. Mengelol a Aset Daerah 1. Menyusun APBD & Perubaha n APBD 2. Menyusun Laporan Semester 1. Memverifikasi Pendapatan dr Bendahara Penerimaan 1. Mengesah kan DPA SKPD 1. Melaksan akan Akuntansi 2. Memungut Pendapatan 2.

Membayar 1. Menyimpan Uang Daerah 1.KUASA BENDAHARA UMUM DAERAH KUASA BENDAHARA UMUM DAERAH (KASDA) PENERIMAAN URUSAN PENGELUARAN URUSAN PELAPORAN URUSAN TATA USAHA URUSAN 1. Memantau Pelaksanaan APBD 1. Menyusun Laporan Arus Kas 3. Menyiapkan Anggaran Kas 2. Urusan Tata Usaha Internal . Menyiapkan SPD 2. Menerima. Menerbitkan SP2D 3.

MODEL 1 STRUKTUR ORGANISASI SKPD KEPALA SKPD Pengguna Anggaran Sekretaris/TU PPK-SKPD Ka UPT Kuasa Pengguna Angg. Kabid Kuasa Pengguna Angg. Kasubbid PPTK Kasubbid PPTK .

MODEL 2 STRUKTUR ORGANISASI SKPD KEPALA SKPD Pengguna Anggaran Sekretaris/TU PPK-SKPD Ka UPT PPTK Kabid SKPD PPTK .

MODEL 3 STRUKTUR ORGANISASI SKPD (KHUSUS SEKRETARIAT DAERAH) SEKDA Pengguna Anggaran KARO/KABAG Kuasa Pengguna Angg. KABAG/ KASUBBAG PPTK Kabag/ Kasubbag TU PPK-SKPD .

PEJABAT PENATAUSAHAAN KEUANGAN SKPD (PPK–SKPD) PENGGUNA ANGGARAN PPK-SKPD (SEKRETARIS/TATA USAHA/KEUANGAN) PENYIAPAN SPM VERIFIKASI SPJ AKUNTANSI & PELAPORAN KEUANGAN .

.

Penatausahaan pada SKPD : a. Prosedur Penatausaan Penerimaan Kas b.PENATAUSAHAAN KEUDA 1. Prosedur Penatausahaan Bendahara Pengeluaran: 1) Mekanisme Uang Persediaan/Ganti Uang/Tambahan Uang (UP/GU/TU) 2) Mekanisme Pembebanan Langsung (LS) 2. Prosedur Penatausahaan Bendahara Penerimaan b. Prosedur Penatausahaan Pengeluaran Kas 1) Mekanisme Uang Persediaan/Ganti Uang/Tambahan Uang (UP/GU/TU) 2) Mekanisme Pembebanan Langsung (LS) . Penatausahaan pada SKPKD : a.

DOKUMEN POKOK PENGANGGARAN DAERAH RPJMD/ RKPD EVALUASI KUA PPAS PERDA APBD PENJABARAN APBD RAPBD RKA-SKPD DPA-SKPD ANGGARAN KAS .

DOKUMEN POKOK PELAKSANAAN ANGGARAN SPP-LS SPD SPP-UP SPP-GU SPP-TU SPM-UP SPM-GU SPM-TU SPM-LS SP2D SP2D SPJ .

.

(Permendagri 13/2006 pasal 123 dan 124) Rancangan DPA SKPD berisi:  sasaran yang hendak dicapai  program dan kegiatan  anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut  rencana penarikan dana tiap-tiap SKPD serta pendapatan yang diperkirakan. .Deskripsi Kegiatan DPA SKPD adalah dokumen yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh Kepala SKPD sebagai Pengguna Anggaran.

2.DPA SKPD terdiri dari:  DPA SKPD 1 Digunakan untuk menyusun rencana pendapatan atau penerimaan SKPD dalam tahun anggaran yang direncanakan DPA SKPD 2.1 Digunakan untuk merencanakan belanja langsung dari setiap kegiatan yang diprogramkan DPA – SKPD 2.2 Merupakan formulir rekapitulasi dari seluruh program dan kegiatan SKPD yang dikutip dari setiap formulir DPA SKPD    .1 Digunakan untuk menyusun rencana kebutuhan belanja tidak langsung SKPD dalam tahun anggaran yang direncanakan DPA SKPD 2.

1 Digunakan untuk merencanakan penerimaan pembiayaan dalam tahun anggaran yang direncanakan DPA – SKPD 3.DPA SKPD terdiri dari:  DPA – SKPD 3.2 Digunakan untuk merencanakan pengeluaran pembiayaan dalam tahun anggaran yang direncanakan Ringkasan DPA-SKPD Merupakan kompilasi dari seluruh DPA – SKPD   .

Sekda memberikan persetujuan terhadap Rancangan DPA SKPD yang telah diverifikasi tersebut. Pengesahan DPA SKPD Setelah PPKD mengesahkan Rancangan DPA SKPD menjadi DPA SKPD. PPKD untuk pembuatan SPD). Verifikasi DPA SKPD TAPD memverifikasi rancangan DPA SKPD dan membandingkannya dengan kemampuan keuangan daerah dan prioritas program pembangunan. DPA SKPD dibuat rangkap empat (SKPD. 2. Perda APBD. Penyusunan Rancangan DPA oleh SKPD SKPD menyusun rancangan DPA SKPD berdasarkan surat pemberitahuan dari PPKD. dan Per KDH penjabaran APBD.Langkah-Langkah Teknis 1. Bawasda. 3. . BPK.

.

PENYUSUNAN ANGGARAN KAS RKA -SKPD RAPERD A APBD RAPER KDH TTG PENJABARAN APBD DPASKPD ANGGARAN KAS .

sesuai dengan rencana penarikan dana yang tercantum dalam DPA-SKPD.Deskripsi Kegiatan Penyusunan anggaran kas pemerintah daerah dilakukan guna mengatur ketersediaan dana yang cukup untuk mendanai pengeluaran-pengeluaran. Anggaran kas mempunyai peran penting sebagai alat kontrol dan pengendalian. (Permendagri 13/2006 pasal 125 dan 126) Anggaran kas memuat perkiraan arus kas masuk yang bersumber dari penerimaan dan perkiraan arus kas keluar yang digunakan guna mendanai pelaksanaan kegiatan dalam setiap periode. .

Penyusunan Rancangan Anggaran Kas oleh Kepala SKPD SKPD menyusun Rancangan Anggaran Kas dan diserahkan kepada PPKD selaku BUD bersamaan dengan rancangan DPASKPD. Verifikasi RAK SKPD BUD melakukan kompilasi menjadi Rancangan Anggaran Kas Pemda. TAPD membahas RAK SKPD berkoordinasi dengan BUD untuk mencapai keseuaian dengan DPA SKPD.Langkah-Langkah Teknis 1. 3. 2. Pengesahan RAK SKPD PPKD melakukan pengesahan atas Anggaran Kas Pemerintah Daerah untuk kemudian digunakan dalam proses pembuatan .

Format Anggaran Kas Pemerintah daerah Kode Rek Uraian Anggaran Tahun ini 3 Triwulan I Jan Feb Mrt Triwulam II Apr Mei Jun Triwulan III Jul Ags Sep Triwulan IV Okt Nop Des 1 2 Saldo Awal Kas Pend Asli Daerah Pajak daerah Retribusi Pembiayaan Pnr 4 5 6 7 Jumlah pendapatan & pembiayaan Pnr Jlh Alokasi Kas yg tersedia utk Pengl Alokasi BTL dan Pembiayaa Penge Belanja Tdk Lang Belanja Pegawai Biaya Bunga .

Kegiatan …….Lanjutan Format Anggaran Kas Pemerintah daerah Kode Rek Uraian Anggaran Tahun ini Triwulan I Triwulam II Triwulan III Triwulan IV Jan Feb Mrt Ap r Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 1 Belanja Langsung 2 Belanja Langsung 3 4 5 6 7 Kegiatan ……. Jumlah Alokasi BL Per Bulan Jumlah Alokasi BL Per Triwulan Sisa Kas Setelah dikurangi BL per triwulan Jumlah Alokasi BTL & BL serta pembiayan Pengeluaran Sisa Kas setelah dikurangi BTL & BL serta pembiayan Pengeluaran .

MEKANISME  SPD (Surat Penyediaan Dana)  SPP (Surat Permintaan Pembayaran)  SPM (Surat Perintah Membayar)  SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana)  SPJ (Surat Pertanggungjawaban) .

yang dibuat oleh BUD dalam rangka manajemen kas daerah. . SPD memberikan informasi ketersediaan dana untuk setiap kegiatan tetapi tidak harus dibuat SPD per kegiatan.SPD SPD adalah Surat Penyediaan Dana. SPD digunakan untuk pemberitahuan kesediaan dana bagi tiap-tiap SKPD dalam periode waktu tertentu.

diserahkan kepada PPKD untuk diotorisasi. Rancangan SPD yang telah dibuat.Langkah-Langkah Teknis  Kuasa BUD menyiapkan rancangan SPD segera setelah menerima Rancangan DPA SKPD dan Anggaran Kas SKPD.  Kuasa BUD menyiapkan Rancangan SPD berdasarkan DPA SKPD dan Anggaran Kas Pemerintah Daerah. PPKD menyerahkan SPD yang telah diotorisasi kepada PA/Kuasa PA  .

SPP .Ganti Uang (SPP-GU) 3. SPP .SPP 1.Tambahan Uang (SPP-TU) 4. SPP .Langsung (SPP-LS) . SPP .Uang Persedian (SPP-UP) 2.

Kelengkapan Dokumen SPP-GU: • Surat Pengantar SPP-GU • • • • • • Ringkasan SPP-GU Rincian SPP-GU Salinan SPD Surat Pengesahan Pertanggungjawaban (SPJ) Draf Surat Pernyataan Pengguna Anggaran yang menyatakan bahwa Tidak Boleh Digunakan Selain GU dll. .KELENGKAPAN DOKUMEN SPP Kelengkapan Dokumen SPP-UP: • Surat Pengantar SPP-UP • • • • • Ringkasan SPP-UP Rincian SPP-UP Salinan SPD Draf Surat Pernyataan Pengguna Anggaran yang menyatakan bahwa Tidak Boleh Digunakan Selain UP dll.

KELENGKAPAN DOKUMEN SPP Kelengkapan Dokumen SPP-TU: • Surat Pengantar SPP-TU • Ringkasan SPP-TU • Rincian SPP-TU • Salinan SPD • Draf Surat Pernyataan Pengguna Anggaran yang menyatakan bahwa Tidak Boleh Digunakan Selain TU • dll. Digunakan untuk Kegiatan yang Mendesak 2. Karakteristik SPP-TU: 1. Besaran Nilai Rupiah berdasarkan Persetujuan PPKD 3. Harus Habis Digunakan pada Periode/Bulan Permintaan 4. Jika Tambahan Uang Tidak Habis Digunakan maka Harus Disetor Kembali pada Akhir Periode/Bulan Permintaan .

SK CPNS/SK PNS/SK kenaikan pangkat/SK jabatan c.KELENGKAPAN DOKUMEN SPP Kelengkapan Dokumen SPP-LS Pembayaran Gaji & Tunjangan: • Surat Pengantar SPP-LS • Ringkasan SPP-LS • Rincian SPP-LS • Lampiran SPP-LS Pembayaran Gaji dan Tunjangan a.: a. Surat pindah/Surat kematian e. Daftar keluarga (KP4)/surat nikah/akte kelahiran d. SSP PPh Pasal 21 f. dll. Daftar pembayaran gaji induk/gaji susulan/kekurangan gaji b. Kelengkapan digunakan sesuai peruntukannya .l.

Surat jaminan bank atau yang dipersamakan g. SSP disertai faktur pajak (PPN dan PPh) c. Photo/buku/dokumentasi kemajuan/penyelesaian pekerjaan j. Berita acara pemeriksaan h. Kwitansi bermeterai/nota/faktur f. Salinan surat Pengadaan Barang dan Jasa a. Berita acara penyelesaian pekerjaan/Serah terima e. Surat pemberitahuan potongan denda keterlambatan Pekerjan i.l.: b.KELENGKAPAN DOKUMEN SPP Kelengkapan Dokumen SPP-LS Pengadaan Barang dan Jasa: • Surat Pengantar SPP-LS • Ringkasan SPP-LS • Rincian SPP-LS • Lampiran SPP-LS rekomendasi dari SKPD teknis terkait a. Dokumen lain yang dipersyaratkan dalam kontrak . Surat perjanjian kerjasama/kontrak d.

SPM
1. SPM - Uang Persedian (SPM-UP)

2. SPM - Ganti Uang (SPM-GU)
3. SPM - Tambahan Uang (SPM-TU)

4. SPM - Langsung (SPM-LS)
Diterbitkan paling lambat 2 hari sejak Diterima SPP Dikembalikan paling lambat 1 hari sejak Diterima SPP

SP2D
1. Dapat Dicairkan pada Bank yang telah Ditunjuk 2. Bukan Alat Pembayaran 3. Dapat Diterbitkan, Jika:
a. b. Pengeluaran yang diminta tidak melampaui pagu anggaran yang tersedia; dan/atau Didukung dengan kelengkapan dokumen sesuai dengan ketentuan perundang-undangan

4. Diterbitkan paling lambat 2 hari sejak Diterima SPM 5. Dikembalikan paling lambat 1 hari sejak Diterima SPM

PROSES PENCAIRAN & PEMBAYARAN LS
PEJABAT PENGGUNA ANGGARAN/KUASA

SPM PPK-SKPD

KUASA BUD SP2D BANK Uang

BENDAHARA PENGELUARAN (SPP-LS)

(menyiapkan dokumen)

PPTK

Tagihan & Laporan Kegiatan

FIHAK III

PROSES PENCAIRAN & PEMBAYARAN UP/GU/TU PEJABAT PENGGUNA ANGGARAN/KUASA SPM-UP/GU/TU KUASA BUD SP2D PPK-SKPD SPP-UP/GU/TU BENDAHARA PENGELUARAN UANG BANK .

menatausahakan (mencatat di bukubuku dan membuat SPJ) Diterima oleh Pihak III SP2D Laporan Pengesahan SPJ Pendapatan dan Belanja Buku & Laporan (BKU. Laporan SPJ dll) .PELAKSANAAN APBD SKPKD PPKD selaku BUD/KUASA BUD Anggaran Kas Pemda SKPD PEJABAT PENGGUNA ANGGARAN/ BARANG Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD Selaku BUD) Draft SPD PEJABAT PENATAUSAHAAN KEUANGAN SKPD DPA-SKPD Anggaran Kas SKPD SPD BENDAHARA PENGELUARAN DPA-SKPD BENDAHARA PENERIMAAN DPA-SKPD Anggaran Kas SKPD PPTK DPA-SKPD Anggaran Kas SKPD SPD Anggaran Kas SKPD Anggaran Kas SKPD Menyusun draft SPD Draft SPD Surat Ketetapan Pajak Daerah Menerbitkan SPD Surat Ketetapan Pajak Daerah SPD Surat Ketetapan Retribusi SPD SPD Membuat Surat Ketetapan Retribusi SPP-LS/ SPP-UP/GU/TU Membuat SPP-UP/ GU/TU SPP-UP/GU/TU Menerima dan Menyetor Penerimaan (membuat STS & bukti penerimaan lainnya Membuat SPP-LS Surat Ketetapan Retribusi SPM LS/SPM-UP/ GU/TU Verifikasi dokumen SPP-LS/SPP-UP/GU/ TU & menerbitkan SPM yg ditandatangani oleh PPA-SKPD (memverifikasi SPJ atas pengajuan SPP-GU/TU dan SPJ Pendapatan) SPP-LS uang SP2D BANK SAH Verifikasi dokumen SPM-LS/SPM-UP/ GU/TU & menerbitkan SP2D TIDAK YA BANK SPM LS/SPM-UP/ GU/TU Menatausahakan (mencatat di bukubuku dan membuat SPJ Pendapatan) SAH YA SP2D TIDAK Mengirim SPM LS/ SPM-UP/GU/TU kpd BUD/Kuasa BUD uang Membayar sesuai peruntukan. Buku Pajak. Laporan SPJ dll) Buku & Laporan (BKU.

6. 7. 8. Uraian Memberi persetujuan pengesahan DPASKPD Mengesahkan DPA-SKPD & Anggaran Kas Menerbitkan SPD Menerima & menyetor penerimaan SKPD Penyiapan dokumen SPP-LS Pengajuan SPP-UP/GU/TU/LS (sistem UYHD) Pengajuan SPM-UP/GU/TU & SPM-LS Menerbitkan SP2D Pertanggungjawaban Dana (SPJ) Keterangan SEKDA PPKD PPKD selaku BUD Bendahara Penerimaan PPTK Bendahara Pengeluaran Kepala SKPD Kuasa BUD Kepala SKPD . 5. 3. 9. 2.PELAKSANAAN & PENATAUSAHAAN No 1. 4.

AKUNTANSI .

PROSES AKUNTANSI POKOK Dokumen SP2D-LS & SPJ Pencatatan & Penggolongan Catatan Peringkasan Laporan Buku Besar Pelaporan Buku Jurnal Laporan Keuangan Buku Pembantu • Bukti Penerimaan Kas Kertas Kerja • Buku Jurnal Penerimaan Kas •Buku Jurnal Pengeluaran Kas •Bukti Pengeluaran Kas Kumpulan Rekening (Ringkasan dan Rincian) • Laporan Realisasi Anggaran •Laporan Arus Kas •Neraca Daerah •Catatan Atas Laporan Keuangan •Bukti Memorial •Buku Jurnal Umum Kebijakan Akuntansi .

pengikhtisaran.Akuntansi pada SKPD  Dalam struktur Pemerintahan Daerah. sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. Satuan Kerja merupakan entitas akuntansi yang mempunyai kewajiban melakukan pencatatan atas transaksi-transaksi yang terjadi di lingkungan satuan kerja. Prosedur akuntansi pada SKPD meliputi serangkaian proses mulai dari pencatatan. Landasan hukum  Permendagri 13/2006 (pasal 241 sampai dengan 264)   .

yang diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam mengambil keputusankeputusan ekonomis di antara berbagai alternatif tindakan. terutama yang bersifat keuangan.Konsep Akuntansi Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa yang berfungsi menyajikan informasi kuantitatif. . dari suatu lembaga. atau perusahaan.

Konsep Akuntansi Akuntansi intinya adalah melakukan klasifikasi atas informasi keuangan yang berlimpah menjadi informasi yang terstruktur dan informatif Akuntansi = Proses Klasifikasi .

Siklus Akuntansi Identifikasi Jurnal Balik Neraca Saldo Stlh tutup Jurnal Penutup Penjurnalan Posting Ke Buku Besar Neraca Saldo Penyesuaian Laporan Keuangan Neraca Saldo Disesuaikan .

Konsep Akuntansi Transaksi KLASIFIKASI Laporan Keuangan Input Proses Output .

Konsep Akuntansi Transaksi KLASIFIKASI Laporan Keuangan Alat : JURNAL Alat : Kode Rekening (BUKU BESAR) Alat : NERACA SALDO .

…dimana informasi keuangan diklasifikasikan menjadi :  Aset (1)  Hutang (2)  Ekuitas (3)  Pendapatan (4)  Belanja (5)  Pembiayaan (6) .Konsep Akuntansi Proses klasifikasi di akuntansi pemerintahan menggunakan Kode Rekening .

B + IA CH .Persamaan Akuntansi ASET = HUTANG + EKUITAS DANA Aset = Kas + Aset NonKas ED = ED Awal + Pendapatan – Belanja + Investasi di Aset – Cadangan utk Hutang Kas + Aset NK = Hutang + ED awal + P .

. termasuk dana perimbangan dan dana bagi hasil. yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran. baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya. Sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran (SiLPA/SiKPA) adalah selisih lebih/kurang antara realisasi penerimaan dan pengeluaran APBD selama satu periode pelaporan. Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. Surplus/defisit adalah selisih lebih/kurang antara pendapatan dan belanja selama satu periode pelaporan.AKUN LRA       Pendapatan adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah. Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah. dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah. Transfer adalah penerimaan/pengeluaran uang dari suatu entitas pelaporan dari/kepada entitas pelaporan lain.

AKUN NERACA  (1) Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh. termasuk sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. serta dapat diukur dalam satuan uang. baik oleh pemerintah maupun masyarakat. .

Ekuitas Dana Investasi. Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada saat kewajiban timbul. dan perubahan atas kewajiban tersebut mempunyai nilai penyelesaian yang dapat diukur dengan andal. . dan Ekuitas Dana Cadangan. Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah.AKUN NERACA  (2)  Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. Ekuitas Dana diklasifikasikan menjadi Ekuitas Dana Lancar. Kewajiban diakui jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya ekonomi akan dilakukan atau telah dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban yang ada sekarang.

Debit Kredit .

Aturan Debit Kredit Akuntansi Double Entry Setiap transaksi mempengaruhi dua atau lebih Kode Rekening ASET = HUTANG MODAL Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit .

Jurnal Setiap transaksi yang terjadi. atau Modal Tentukan apakah dicatat di Debet atau di Kredit Masukkan transaksi ke dalam jurnal . Hutang. diidentifikasi dan dipahami data-data & informasinya Tentukan akun-akun yang dipengaruhi dan klasifikasikan akun tersebut  Aset.

serta pembiayaan dibuatkan satu catatan (buku) tersendiri. akun. ekuitas dana. atau kode rekening tersebut disebut dengan Buku Besar .Buku Besar Masing-masing jenis harta. belanja. account. pendapatan. Catatan-catatan tersendiri tersebut lazim disebut perkiraan. akun. hutang. atau kode rekening Kumpulan dari perkiraan.

Bantuan Keuangan. yaitu:   Transaksi pada level Satuan Kerja (SKPD dan SKPKD) Transaksi pada level Pemda Pendapatan Pendapatan Pajak Satuan Kerja Pendapatan Retribusi Lain-Lain Pendapatan Yang sah Pemda Dana Perimbangan Lain-Lain Pendapatan Yang sah Belanja Pegawai Belanja Pembiayaan Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal - Belanja Bunga. Bagi Hasil. Belanja Tidak Terduga Pengeluaran Pembiayaan .STRUKTUR SAPD  Dalam konstruksi keuangan daerah. Bantuan Penerimaan Pembiayaan Sosial. terdapat dua jenis transaksi. Hibah. Subsidi.

Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah (SAPD) dibagi menjadi dua sub sistem. Konsep Konsolidasi menggunakan prinsip “Home Office – Branch Office” .STRUKTUR SAPD  Dengan dasar diatas. yaitu:   Akuntansi Satuan Kerja Akuntansi PPKD  Laporan Keuangan Pemerintah Daerah merupakan Laporan Konsolidasi dari dua sub sistem tersebut.

yang dijadikan dasar untuk membuat Neraca Saldo SKPD . Akuntansi Satker  Akuntansi di Satker dilakukan oleh PPK SKPD/SKPKD PPK-SKPD menjurnal:      SPJ Penerimaan dalam Register Jurnal Penerimaan Kas.1. SPJ Pengeluaran dan SP2D dalam Register Jurnal Pengeluaran Kas. Bukti memorial transaksi Selain Kas dalam Register Jurnal Umum  Jurnal-jurnal tersebut diposting ke Buku Besar SKPD. Bukti memorial transaksi Aset Tetap dalam Register Jurnal Umum.

1. Akuntansi Satker  Berdasarkan Neraca Saldo SKPD. PPK SKPD menyusun Laporan Keuangan SKPD yang terdiri dari:  Laporan Realisasi Anggaran   Neraca Catatan Atas Laporan Keuangan  Laporan Keuangan SKPD diserahkan oleh PPK SKPD kepada PA untuk diotorisasi PA menyerahkan Laporan Keuangan SKPD yang sudah diotorisasi dan surat pernyataan kepada PPKD  .

Neraca Saldo dan Laporan Keuangan   .2. Akuntansi PPKD (SKPKD)  Akuntansi PPKD dilakukan oleh Fungsi Akuntansi Pemda yang biasanya dilakukan secara khusus oleh Bidang Akuntansi di BPKD Akuntansi PPKD mencatat transaksi-transaksi Pemda dan juga transaksi yang muncul dalam posisinya sebagai konsolidator Seperti halnya Akuntansi Satker. Akuntansi PPKD juga melaksanakan siklus yang sama : Jurnal. Buku Besar.

Neraca PPKD LRA PPKD Catatan atas LK  Laporan Keuangan PPKD (parents balance sheet) juga berfungsi sebagai kontrol dan alat penggabung di akhir periode . Akuntansi PPKD akan menghasilkan laporan keuangan berupa : 1. Akuntansi PPKD  Di Akhir periode.2. 2. 3.

Konsolidasi Laporan Keuangan LAPORAN KEUANGAN SATKER DAN PPKD NERACA SATUAN KERJA LRA SATUAN KERJA CATATAN ATAS LAP KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN PEMDA SATUAN KERJA NERACA PPKD NERACA PEMDA PPKD LRA PPKD LRA PEMDA CATATAN ATAS LAP KEUANGAN CATATAN ATAS LAP KEUANGAN LAPORAN ARUS KAS PEMDA .

Debet Kredit  Transaksi dicatat dalam buku jurnal secara kronologis  Nama perkiraan yang didebet ditulis lebih awal.Jurnal Contoh bentuk buku Jurnal JURNAL Halaman : Tgl Kode Rekening Uraian Ref. sedangkan nama perkiraan yang di kredit ditulis setelahnya dan ditulis dengan bergeser ke kanan  Referensi (Ref) diisi dengan nomor bukti .

000 Kredit Kode Rekening Nama Rekening Tanggal 1 Jan Ref : 401 : Pendapatan pajak Uraian Penerimaan STS Debet Kredit 150.Kas Pendapatan Pajak Kode Rekening Nama Rekening Tanggal 1 Jan Ref 150.000 .000 150.000 : 111 : Kas Uraian Penerimaan STS Debet 150.

Kas Pendapatan Retribusi Kode Rekening Nama Rekening Tanggal 1 Jan 2 Jan Ref 250.000 Kredit Kode Rekening Nama Rekening Tanggal 2 Jan Ref : 402 : Pendapatan retribusi Uraian Penerimaan STS Debet Kredit 150.000 250.000 .000 250.000 : 111 : Kas Uraian Penerimaan STS Penerimaan STS Debet 150.

Belanja Gaji Kas Kode Rekening Nama Rekening Tanggal 1 Jan 2 Jan 3 Jan Kode Rekening Nama Rekening Tanggal 3 Jan Ref Ref 50.000 250.000 Kredit Debet 150.000 Kredit .000 50.000 50.000 : 111 : Kas Uraian Penerimaan STS Penerimaan STS Belanja Gaji : 511 : Belanja Gaji Uraian Kas (SPM No…) Debet 50.

000 Debet 10.000 Debet 150.Belanja Perjalanan Kas Kode Rekening Nama Rekening Tanggal 1 Jan 2 Jan 3 Jan 4 Jan Kode Rekening Nama Rekening Tanggal 4 Jan Ref Belanja Ref : 111 : Kas Uraian Penerimaan STS Penerimaan STS Belanja Gaji Belanja Perjalanan : 512 : Belanja Perjalanan Uraian 10.000 250.000 Kredit 50.000 Kredit .000 10.000 10.

PENJURNALAN DENGAN BASIS CASH TOWARD ACCRUAL (KOROLARI) .

yaitu: 1. transaksi pengakuan aset 2. transaksi pengakuan/ pembayaran kewajiban 3.Karakteristik transaksi yang membutuhkan jurnal korolari adalah transaksi yang mempengaruhi rekening di neraca. transaksi pengakuan/ pengurangan ekuitas .

000 Kredit .000 Debet 150.000 10.000 Debet 150.000 150.000 Kredit 50.Belanja Gedung Kas Kode Rekening Nama Rekening Tanggal 1 Jan 2 Jan 3 Jan 4 Jan 5 Jan Kode Rekening Nama Rekening Tanggal 5 Jan Ref Belanja Ref : 111 : Kas Uraian Penerimaan STS Penerimaan STS Belanja Gaji Belanja Perjalanan Belanja Gedung : 522 : Belanja Gedung Uraian 150.000 250.000 150.

000 .Gedung Diinvestasikan dlm Aset Tetap Kode Rekening Nama Rekening Tanggal 5 Jan Ref Belanja : 122 : Gedung Uraian 150.000 150.000 Kredit Kode Rekening Nama Rekening Tanggal 5 Jan Ref : 302 : Diinvestasikan dlm Aset Tetap Uraian Gedung Debet Kredit 150.000 Debet 150.

Neraca Saldo Alat bantu dalam menyusun Laporan Keuangan adalah Neraca Saldo Neraca Saldo : sebuah daftar yang memuat nama setiap buku besar (kode rekening) dan saldonya pada tanggal tertentu. .

akhir triwulan. dan akhir tahun Neraca Saldo yang sudah benar dapat mempermudah penyusunan Laporan Keuangan  .Neraca Saldo  Neraca Saldo pada umumnya dibuat pada setiap akhir bulan.

7. 6. 3. 5. 2. 8. 4. Kode Rekening 401 402 511 512 522 111 122 302 Akun Pendapatan Pajak Pendapatan Retribusi Belanja Gaji Belanja Perjalanan Belanja Gedung Kas Gedung Diinvestasikan dlm AT Debet Kredit .Contoh Neraca Saldo: Neraca Saldo Dinas xxx Per 31 Desember 2003 No 1.

Worksheet (Kertas Kerja) Kode Rekening Uraian Neraca Saldo D K Penyesuaian D K Neraca Saldo Setelah Penyesuaian D K Laporan Realisasi Anggaran D K D Neraca K .

Laporan Keuangan SKPD    Laporan Realisasi Anggaran Neraca Catatan atas Laporan Keuangan .

Neraca vs Laporan Realisasi Anggaran   Neraca : Posisi Keuangan Neraca : Posisi Kekayaan LRA : Proses perubahan kekayaan LRA : Kinerja   .

PELAPORAN DAN PERTANGGUNG JAWABAN .

2. 2. Laporan Realisasi Semester Pertama Prognosis 6 (Enam) Bulan Berikutnya Disampaikan kepada DPRD paling lambat 1 (satu) bulan setelah berakhirnya semester pertama (31 Juli) .PEMDA 1. Disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat 10 (sepuluh) hari setelah berakhirnya semester pertama (10 Juli) Laporan Realisasi Semester Pertama Prognosis 6 (Enam) Bulan Berikutnya LAPORAN SEMESTERAN .SKPD 1.LAPORAN SEMESTERAN LAPORAN SEMESTERAN .

LAPORAN KEUANGAN AKHIR TAHUN 1. Neraca c. Neraca – SKPD c. PELAPORAN & PERTANGGUNGJAWABAN . . Laporan Arus Kas d. Catatan Atas Laporan Keuangan Dilampiri dengan : (1) Laporan Kinerja (2) Ikhtisar Laporan Keuangan BUMD 2. Laporan Realisasi Anggaran – SKPD b. Catatan Atas Laporan Keuangan – SKPD PELAPORAN & PERTANGGUNGJAWABAN .SKPD : a.PEMDA : a. Laporan Realisasi Anggaran b.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD
1.

Kepala Daerah menyampaikan Laporan Keuangan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir untuk diaudit.
Kepala Daerah menyampaikan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD berupa Laporan Keuangan kepada DPRD paling lama 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir. Laporan Keuangan yang disampaikan oleh Kepala Daerah kepada DPRD adalah Laporan Keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

2.

3.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD
1. 2.

BATANG TUBUH PERDA LAMPIRAN-LAMPIRAN PERDA - Lampiran I : Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran I.1 I.2 I.3 I.4 I.5 I.6 I.7 : : : : : : : : : : Ringkasan LRA mnrt Urusan dan Organisasi Rincian LRA mnrt Urusan, Org, Pdpt, Bel dan Pemb
Rekap RA Bel Drh mnrt Urusan, Org, Program & Kegiatan

Rekap RA Bel Drh u/ Keselarasan Urusan & Fungsi Daftar Piutang Daerah Daftar Penyertaan Modal (Investasi) Daerah Daftar Realisasi Tambah & Kurang Aset Tetap Daerah Daftar Realisasi Tambah & Kurang Aset Lainnya Daftar Kegiatan yg Belum Diselesaikan s.d. Akhir Tahun Daftar Dana Cadangan Daerah

Lampiran I.8 Lampiran I.9 Lampiran I.10

Lampiran I.11

:

Daftar Pinjaman Daerah & Obligasi Daerah

- Lampiran II - Lampiran III - Lampiran IV

: Neraca : Laporan Arus Kas : Catatan Atas Laporan Keuangan (1) Laporan Kinerja – PP 8/2006 (2) Ikhtisar Laporan Keuangan BUMD – PP 8/2006

NO
1. 2.

Jadwal Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD
URAIAN WAKTU
Penyusunan Laporan Realisasi Semester I Penyampaian laporan realisasi anggaran semester pertama dari pengguna anggaran ke PPKD Penyampaian hasil konsolidasi laporan semester pertama oleh PPKD ke Sekda selaku koordinator pengelolaan keuda Penyampaian rancangan laporan semester pertama dari Sekda kepada Kepala Daerah Penyampaian laporan realisasi semester pertama dari Kepala Daerah kepada DPRD Penyampaian laporan keuangan SKPD kepada Kepala Daerah melalui PPKD Konsolidasi laporan keuangan SKPD oleh PPKD Penyampaian laporan keuangan daerah kepada BPK Pemeriksaan laporan keuangan oleh BPK Penyampaian Raperda pertanggungjawaban yang telah diaudit oleh BPK dari Kepala Daerah kepada DPRD Persetujuan DPRD terhadap Raperda pertanggungjawaban yang telah diaudit BPK Minggu kedua bulan Juni 7 hari kerja setelah semester pertama berakhir Minggu kedua bulan Juli

KETERANGAN

3.

4.

Minggu ketiga bulan Juli

5.

Akhir bulan Juli

6. 7. 8. 9. 10.

2 bulan berakhir 3 bulan berakhir 3 bulan berakhir 6 bulan berakhir

setelah setelah setelah

tahun tahun tahun

anggaran anggaran anggaran

Bulan Februari Bulan Maret Akhir bulan Maret Bulan Mei

2 bulan setelah disampaikan setelah tahun anggaran

Akhir bulan Juni

11.

1 bulan setelah disampaikan

Akhir bulan Juli

URAIAN Rancangan Perda tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD dan rancangan peraturan Kepala daerah tentang penjabaran pertanggung jawaban pelaksanaan APBD sebelum ditetapkan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri/ Gubernur untuk dievaluasi Penyampaian hasil evaluasi oleh Menteri Dalam Negeri/Gubernur Kepala Daerah dan DPRD menyempurnakan hasil evaluasi sebelum ditetapkan WAKTU Paling lama 3 (tiga) hari kerja KETERANGAN 13.NO 12. Paling lama 15 (limabelas) hari kerja Paling lama 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak diterimanya hasil evaluasi . 14.

SEKIAN TERIMA KASIH .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->